
Author POV
"Sapa nelfon?" Tanya Juna
"Rey"
"Gak diangkat?"
"Biar aja. palingan entar dia nelfon lo" kata Cathlyne, belum semenit Cathlyne berbicara seperti itu ponsel Juna sudah berbunyi
"Cenayang ya lo Cath?"
"Mata kao" Kata Cathlyne
"Angkat gak?" Tanya Juna
"Angkat aja. loudspeaker."Kata Cathlyne
Juna pun mengangkat panggilan dari Rey setelah tersambung Juna pun ngomong.
"Halo"
"Brengsek!!!"
"Wes santai lah bro!"
"Lo bawa Cathlyne kemana?"
"Ke apart"
"Anjing! Balik sekarang"
Cathlyne yang mendengar itu pun langsung memberikan kode kepada Juna bahwa dirinya tidak ingin balik keperkemahan.
"Sebelumnya sorry nih bro, tapi kita lagi gak mau balik" Kata Juna yang mendapat jempol dari Cathlyne
"Balik sekarang atau gue yang samperin kalian!"
"Gak usah sok. Pergi aja lo ama Bianca" bukan Juna yang menjawab tapi Cathlyne
"Cathlyne?! Cathlyne kau balik sekarang okay ini, kamu belum denger semuanya"
"Males. Masih mau disini" Kata Cathlyne
"Cath, aku sayang sama Bianca cuma sebagai sahabat dan gak lebih!"
"Terus ngefek gitu sama aku?"
"Oh come on. Balik sekarang okay?! Aku gak suka kamu deket sama cowo lain walaupun itu temen aku sendiri"
"Dan aku juga gak suka kamu deket cewe lain walaupun sahabat kamu sendiri"
"Okay, aku bakalan jaga jarak dari Bianca."
"Yakin?"
"Iya"
"Yaudah"
TuttTuttTutt
Cathlyne pun memutuskan panggilannya sepihak yang membuat Juna geleng-geleng.
"Gilak. Lo yakin gak mau balik" Tanya Juna
"Ngapain coba?! orang mereka jam 8 balik" Kata Cathyne
"Iyasih! Yaudah gue pinjem kamar " Kata Juna
"Tuh, kamar yang pintunya warna item. Jan dibernatakin klo lo gak mau kena sama Bara" kata Cathlyne
"Iyaiya" Kata Juna seraya berjalan memasuki kamar yang ditunjuk oleh Cathlyne. Cathlyne pun juga pergi masuk kedalam kamarnya dan merebahkan badannya dikasur milik nya.
Mereka pun tertidur pulas mungkin efek kelelahan akibat perjalanan balik dari perkemahan ke Jakarta.
...●●●●●●♡●●●●●●...
11.45
Saat ini Cathlyne terbangun karna mendengar gedoran pinta yang menusuk telinganya. Dengan lemas Cathlyne berjalan kearah pintu kamar dan membukakan pintu kamarnya dan muncullah muka Juna.
"Weh lo apa-apaan sih masih pagi juga" Kata Cathlyne tak terima karna dibangukan paksa
"Pagi bapak kao sepuluh. Ini loh sudah jam 12 kurang" Kat Juna
"Terus gue harus ngapain?" Tanya Caathlyne
"Mereka semua sudah sampe disekolah trus Rey nelfon gue buat nyuruh lo nemuin dia" Kata Juna
"Males nah" Sunggut Cathlyne
"Ish, lo mah gak pengertian. Gue diamukin entar lo gak inget tadi malam gue dibilangin brengsek ama tu anak??!"Kata Juna
"Ck, yaudah dimana?!"Tanya Catglyne
"Ntau, tanya aja sendiri ama tuh bocah. Au ah gue mo balikin mobilnya Pak Budi" Kata Juna lalu keluar dari apartement Cahlyne
"Huft. males banget sehh" gerutu Cathlyne lalu menga,bil hpnya dan mengirim pesan ke Rey
...CyCy...
^^^Dimana?Jamber?^^^
^^^11.51^^^
setelah menunggu 5 menit dan tidak ada jawaban, akhirnya Cathlyne pun memutuskan untuk pergi mandi. Setelah 20 menit mandi, Cathlyne pun keluar denagn menggunakan bathrobe lalu mengambil hpnya untuk mengecek apakah Rey sudah membalas chatnya dan ternyata benar Rey sudah membalas chatnya.
...CyCy...
Di kafe Shinning Star, SEKARANG!
12.11
read
Cathlyne pun bersiap untuk ketemuan ama Rey dan Cathlyne yakin pasti setelah ini ada perdebatan yang besar.
...
...
seperti inilah penampilan Cathlye. Setelah bersiap Cathlyne pun keluar dari apartnya lalu memesan taksi online karna tidak ada kendaraan di apart Cathlyne ini.
Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya Cathlyne pun sampai di cafe Shinning Star dan dia pun mulai mencari keberadaan Rey. Setelah melihat Rey, Cathlyne pun mengahmpirinya lalu duduk didepan Rey.
"Sorry lama" Kata Cathlyne
"Some coffee?" Tanya Rey
"No,thanks" Kata Cathlyne. Rey pun melepaskan jaket yang dia pakai lalu memberikannya pada Cathlyne
"Nutupin badan lo." Kata Rey, Cathlyne yang sudah ngeh pun langsung mengambil jaket itu lalu menyampirkannya dibahu untuk menutupi bahunya
"Ekehm. Aku minta maaf" Kata Rey
"Minta maaf? Lagi? " Tanya Cathlyne
"Iya, aku tau aku salah karna sudah selalu belain Bianca tapi kalau masalah ngungkapin perasaan yang tadi malam, aku beneran cuma sayang sama dia sebagai sahabat kalo kamu gak percaya kamu bisa tanya sama semua yang ada diacara tadi malam" kata Rey menjelaskan dan berharap Cathlyne mengerti
"Huft. Rey, gue gak ngerti sama hubungan kita. Sebenarnya kita itu apaan sih? gue pingin tau status kita! supaya gue tau batasan gue. kalo emang gue cuma temen lo, gue bakalan ngontrol diri gue buat bodo amat ama semua yang lo lakuin" kata Cathlyne
"Cath, gue udah sayang sama lo dari awal kita kenal. Gue bukannya gak mau kasih lo status yang jelas, gue cuma takut gue ngekang lo dengan kehadiran status kita. Kita harus lebih mengenal lebih dalam, gue tau kalo masih banyak yang lo tutupin dari gue" kata Rey
"Huft, sekarang gimana sama hubungan kita? baikan ato enggak?!" Lanjut Rey
"Baikan lah! Gue gak rela biarin lo deket-deket ama ulet kalo kita kelai" kata Cathlyne.
"Yaudah, karna kita udah baikan i want we spend the rest of the day together" kata Rey
"Sure. Sekarang kita mau kemana?" Tanya Cathlyne
"How about get a little shopping?" Tanya Rey
"Why not?"Kata Cathlyne yang langsung berdiri dan menarik tangan Rey untuk keluar dari cafe dan pergi ke mall.
Saat ini sudah pukul 17.36 dan mereka sudah shopping dan makan siang bahkan mereka sudah selesai keliling-keliling kota Jakarta, namun merasa kurang puas Rey pun mengajak Cathlyne kesebuah tempat dan Cathlyne pun mengiyakan ajakan Rey.
Saat ini mereka sudah sampai disebuah bukit dimana disini bisa melihat jelas matahari terbenam dilaut, so beautiful.
"Huaa,keren banget!" Kata Cathlyne
"Gimana sukak?" Tanya Rey
"Buangettt. Kayaknya aku bakalan sering mampir kesini" kata Cathlyne
"Kamu jahat tau!" Kata Rey
"Hah? Emamg aku ngapain?" Tanya Cathlyne
"Kamu bahagia saat matahari pergi padahal kita masih membutuhkan matahari buat menerangi bumi" Kata Rey
"Kan masih ada bulan dan bintang kalo dia pergi" Kata Cathlyne
"Kamu lupa? Bahkan bulan membutuhkan matahari untuk menerangi malam kita" kata Rey
"Terus intinya?" Tanya Cathlyne
"Kamu matahari ku, jadi jangan pergi karna aku masih membutuhkan kamu walaupun aku ditemani sama temen-temenaku, aku masih membutuhkan kamu" Kata Rey
"Kok bisa lo jadi puitis kek gini?" Tanya Cathlyne
"Gak tau! Intinya jangan pernah pergi dari aku" Kata Rey.
"Tergantung, kalo kamu bikin kesalahan yang buesarr banget aku bakalan pergi dan gak akan balik" kata Cathlyne
"Dan aku pasti nyesel banget kalau itu terjadi" Kata Rey
"Haha, tapi kalau aku yang bikin kesalahan gimana?" Tanya Cathlyne
"Kita perbaki kesalahannya sama-sama" kata Rey
"Unchhh makin sayang eh kecoplosan" kata Cathlyne yang membuat mereka terkekeh
"Unchh makin cinta eh keceplosan" Kata Rey yang menirukan gaya ngomong Cathlyne tadi
"Keceplosan aja terus" kata Cathlyhe yang membuat Rey mengacak pucuk rambut Cathlyne.
"Rey gimana kalo aku udah punya pacar?" Tanya Cathyne
"Ck, aku harus ngapain lagian kamu juga sudah punya tunangan" kata Rey dengan wajah sayu
"Mau aku ceritain tentang tunangan aku?" Tanya Cathlyne
"Mending gak usah cerita kalau akhirnya sakit hati" Kata Rey lalu merangkul Cathlyne
"Huft. Kan tadi kamu bilang banyak harasia yang aku tutupin dari kamu, jadi ini saatnya aku ngasih tau kamu salah satu rahasia aku" Kata Cathlyne yang membuat Rey menatapanya
"Kamu yakin mau ceritain ke aku sekarang?!" Tanya Rey ke Cathlyne yang membuat Cathlyne mengangguk.
"Yaudah, sekarang ceritain" kata Rey
"Dulu itu aku nakal tapi lebih nakal sekarang sih, karna aku nakal suka balapan, masuk ke club dll akhirnya aku dijodohin sama Leo. Leo itu kakel aku disekolah yang dulunya pernah ngebully aku.
Otomatis aku nolak buat dijodohin sama dia begitu pun sebaliknya, tapi kita gak bisa berbuat apa-apa karna kedua ortu kita maksa buat jodohin. Dan akhirnya kita tunangan.
Hari demi hari sudah berlalu dan aku baru tau kalau dia juga sering balapan karna dia juga hobinya balapan, semenjak itu aku sama dia deket dan akhirnya jatuh cinta.
Kita semakin deket sampe dia tau semua tentang aku mulai dari makanan dan minuman kesukaan aku, kebiasaan aku kalau habis mabuk, outfit kesukaan aku gimana, pokoknya semua kesukaan aku
Kita juga sering keluar negri bareng buar ngurus perusahaan sekalian jalan-jalan, aku bahagia banget semenjak aku sama dia. Bahkan aku juga udah hapal semua tentang dia, mulai dari makanan dan minuman kesukaan dia, hobinya dia, type motor kesukaan dia, harumnya dia. Dan kamu yang bikin aku teringat sama dia" kata Cathlyne lalu menatap Rey.
"Aku?!" Tanya Rey yang dijawab anggukan dari Cathlyne
"Iya, salah satu yang bikin aku inget Leo adalah mata kamu." Kata Cathlyne lalu tersenyum menatap Rey
"Mata?"
"Iya mata kamu. Mata kamu sama kayak mata Leo. Dan kamu inget waktu kamu ngajak aku balapan trus aku nanya kenapa kamu ngajak aku balapan dikantin trus aku langsung pergi sambil nangis?" Tanys Cathlyne
"Eumm, iya aku inget" Kata Rey
"Itu terjadi karna harum vape kamu sama kayak aroma maskulin Leo" kata Cathlyne
"Tapi nyatanya dia ninggalin aku, aku merasa bersalah karna kalau aku maksa buat tetep balapan dan akhirnya dia yang gantiin aku eh taunya lawan kita licik sampe bikin mobil Leo masuk jurang dan setelah aku tanya kerumah sakit dia udah pergi " kata Cathlyne yang langsung ditenangkan oleh Rey
"Kayak nya susah buat aku untuk gantiin posisi Leo dihidup kamu" kata Rey
"Kamu gak harus gantiin posisi Leo dihidup aku, kamu hanya harus bikin posisi kamu dihidup aku lebih berharga dari posisi Leo yang notabenya masa lalu aku walaupun aku gak yakin dia udah meninggal"Kata Cathlyne
"Maksudnya kamu gak yakin kalo Leo udah meninggal?"
"Aku sempet beberapa kali ngeliat dia Italy. Dan Rey, aku mau tanya kalau tiba-tiba Leo dateng trus aku balik sama Leo gimana?" Tanya Cathlyne
"Aku serahin semua keputusan ke kamu, kalo ternyata kamu masih nyaman sama Leo aku bisa apa? Leo itu tunangan kamu sedangkan aku? Aku cuma orang yang berharap sama kamu" kata Rey dengan senyum manisnya yang membuat Cathlyne merasa tidak enak
"Tapi kalo aku milih kamu, apa kamu mau jagain aku kayak Leo jagain aku dulu?" Tanya Cathlyne
"Pasti aku bakalan jagain kamu lebih dari Leo jagain kamu dulu" kata Rey meyakinkan
"Biar waktu yang menjawab" kata Cathlyne lalu memeluk Rey dari samping
"Kata kamu ini salah satu rahasia kamu, berarti kamu ada rahasia lagi dong" kata Rey
"Ada 1 rahasia lagi yang paling penting dan kamu yang harus cari tau rahasia itu sendiri" kata Cathlyne
"Aku jadi merasa tertantang" kata Rey
"Yaudah mending kita pulang, sudah gelap" Lanjut Rey yang diangguki oleh Cathlyne
Mereka pun pergi dari bukit dan menuju ke rumah Cathlyne. Setelah mengantarkan Cathlyne kerumahnya, Rey pun pergi ke basecamp DarkLion.
"Apa rahasia terbesar Cathlyne? Apakah itu nama geng yang mau mommy nya kasih tau? Gue semakin penasaran!" Batin Rey