This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Tears



Author POV


Saat ini Cathlyne sedang menangis di pelukan Bara, kali ini dia tidak dapat membendung rasa takutnya kehilangan orang yang pernah membuatnya bahagia itu untuk kedua kalinya.


Disitu sudah ada anggota DeadScorpio, Daniel, kedua orangtua Leo yang saat ini sedang menangis, kedua orang tua Cathlyne yang senantiasa menguatkan mantan calon besannya dan juga Rey yang mati-matian menahan amarahnya melihat Cathlyne yang menangis dipelukan cowo lain tapi dia juga merasa iri karna dia melihat ortu Cathlyne sangat dekat dengan ortu Leo.


Jangan tanya kenapa Rey masih ngikut dengan Cathlyne, jawabannya adalah karna Rey tidak mau kehilangan Cathlyne lagi dan membiarkan dia jauh dari jangkauan Rey walaupun Rey harus menahan rasa sakit di dirinya.


Setelah 30 menit, akhirnya dokter pun keluar dari ruangan Leo yang membuat mereka semua bertanya tentang keadaan Leo


"Keadaan saudara Leo sangat mengkhawatirkan, tubuhnya sangat lemah ditambah luka yang berada ditubuhnya. Hal ini bisa mengakibatkan resiko yang sangat fatal, saat ini saudara Leo sangat lemah tapi karna kekuatannya dia masih bisa menggerakkan badannya walaupun itu sangat sulit" kata dokter yang membuat tangis Cathlyne pecah dan terduduk di kursi yang disediakan


"Apakah kami boleh melihatnya dok?" Tanya papa Leo


"Boleh, tapi pastikan itu tidak menggangu pasien" kata dokter lalu pergi dari hadapan mereka.


Mereka pun bergantian melihat Leo, pertama ortu Leo dan ortu Cathlyne setelah itu anggota DeadScorpio yang meninggal kan Cathlyne dengan Rey diluar.


"Maaf" kata Cathlyne tanpa melihat Rey


"Untuk?" Tanya Rey


"Kelakuan bodoh gue" kata Cathlyne


"Kelakuan bodoh? Yang mana?" Tanya Rey


"Ninggalin orang yang jelas-jelas cinta sama gue" kata Cathlyne tak lupa dengan air mata yang terus mengalir yang membuat Rey menghampiri nya lalu mengusap air matanya


"Itu gak bodoh. Malah itu menyadarkan aku seberapa cinta nya aku ke kamu dan seberapa besar ketakutan aku buat kehilangan kamu" kata Rey


"Maaf! Hiks gue bodoh Rey, gue idiot. Hiks dengan gampang gue nuduh Lo hiks yang macam-macam" kata Cathlyne disela-sela tangisnya


"Please don't cry." Kata Rey lalu memeluk Cathlyne yang langsung dibalas oleh Cathlyne


"Maafin gue Rey. Tolong maafin gue, gue mohon maafin gue" lirih Cathlyne


"Aku udah maafin kamu" kata Rey yang membuat Cathlyne tambah kejer


"Hey, kenapa tambah nangis?" Tanya Rey


"Kamu terlalu baik Rey. Kenapa kamu gak bales aku aja? Kenapa kamu gak bales pukulan aku, kenapa kamu gak balas hinaan aku? Balas Rey balas!!! Hiks" kata Cathlyne yang dihadiahkan senyuman dari Rey


"Aku gak bakalan pernah ngelakuin itu ke orang yang aku cinta. Aku pasti sudah gak waras kalau sampai ngelakuin itu"kata Rey sembari mengusap air mata Cathlyne


"Kenapa kamu baik banget Rey?! Kenapa kamu gak ninggalin aku aja?!" Tanya Cathlyne dengan tangisannya


"Hanya orang bodoh yang dengan gampang meninggalkan orang yang dia sayang. Lagian kamu inget kan janji aku ditaman kalo aku bakalan kejar kamu kemana pun kamu pergi karna aku gak bakalan biarin kamu pergi gitu aja? Biarin aku menepati itu" kata Rey yang membuat Cathlyne tambah kejer


"Lo bodoh Cath, Lo gak guna. Lo udah nyia-nyiain Rey. Lo orang gak waras Cath" batin Cathlyne


"Aku boleh minta 1 hal sama kamu?" Tanya Rey


"Apa?" Tanya Cathlyne sembari menyeka sisa-sisa air mata nya


"Jelasin semuanya ke aku ya?"tanya  Rey lembut yang membuat Cathlyne mengangguk.


Belum sempat Cathlyne menjelaskan, mereka semua keluar dari ruangan Leo dan menyuruh Cathlyne untuk masuk. Cathlyne pun masuk kedalam ruangan Leo.


Didalam ruangan, Cathlyne dapat melihat wajah Leo yang sangat pucat dengan semua peralatan yang tertempel di tubuh nya. Cathlyne pun menghampiri nya lalu duduk disebelah Leo


"Maafin gue karna gue gak bisa nahan Lo buat gak ikut taw-"


"Ini salah gue. Gak usah lebay" kata Leo


"Tapi Lo jadi sakit"kata Cathlyne


"Terus kenapa?" Tanya Leo dengan kekehannya


"Ya Lo jadi sakit lah" kata Cathlyne kesal


"Santai aja kali. Lagian Lo gak usah sok khawatir gitu"


"Gue emang khawatir Paok" kata Cathlyne yang membuat Leo terkekeh.


Mereka pun diam sejenak sampai perkataan Leo membuat pertahanan Cathlyne runtuh kembali.


"Kayaknya ini hari terakhir gue ngeliat Lo"kata Leo yang membuat Cathlyne membelalakkan matanya


"Maksud Lo apa?!" Tanya Cathlyne ngegas


"Gue gak kuat" kata Leo sembari tersenyum


"Ngaco Lo" kata Catatan yang menahan tangisnya


"Gak usah nangis. Jelek" kata Leo


"L-lo bisa gak sih gak bikin gue kesel?!" Kata Cathlyne yang mati-matian menahan tangisnya


"Hehe, gimana Lo sama Rey?" Tanya Leo


"Gue baru aja minta maaf"kata Cathlyne sambil mengusap air matanya yang hampir jatuh


"Baru? Berarti dia ada didepan dong?"tanya Leo yang membuat Cathlyne mengangguk


"Panggilin dungs, gue mo kenalan"kata Leo


"Gak usah. Kenalan sama Lo itu bikin sial"kata Cathlyne asal


"Anying. Mulut Lo! Udah deh mending Lo panggilin tu bocah"kata Leo yang membuat Cathlyne mendengus kesal lalu memanggil Rey.


Dan suasana hening menyelimuti mereka bertiga didalam ruangan ini sampai akhirnya Leo memecahkan keheningan itu.


"Hai, gue Leo. Mantan calon suami Cathlyne" kata Leo


"Gue Rey" kata Rey dengan tampang datar dan nada dinginnya


"Gue tau Lo pasti bingung sama kehadiran gue. Jadi disini gue mau jelasin semuanya ke Lo" kata Leo


"Jelasin?"tanya Rey dengan alis yang diangkat satu


"Iya" kata Leo. Leo pun menjelaskan semuanya dari dia kecelakaan, Axel dan niat liciknya, sampai Cathlyne yang salah paham pada Rey


"Jadi please Jan marah sama Cathlyne, dia cuma salah paham" kata Leo


"Gue ngerti sekarang dan gue gak pernah marah sama Cathlyne"kata Rey


"Lo emang orang yang tepat dan bisa jagain Cathlyne disaat gue gak ada" kata Leo


"Apaan sih?!" Kata Cathlyne yang tidak senang seolah Leo beneran ingin pergi dari Cathlyne


"Apaan sih Lo?! Ngegas Bae" kata Leo kesal


"Au ah" kata Cathlyne kesal


"Gue boleh minta beberapa hal sama kalian?" Tanya Leo


"Apa?" Tanya Cathlyne dan Rey bersamaan yang membuat Leo tersenyum


"Kalian harus bersama kedepannya apapun keadaannya kalian harus bersama. Gue mau Rey jagain Cathlyne dan bahagiain Cathlyne. Gue juga mau Cathlyne bahagiain Rey. Gue mau kalian akur sampe nanti kalian nyusul gue. Gue mau kalian nikah dan punya anak bersama. Gue mau kalian kasih nama anak pertama kalian Lea kalo cewe dan kalo cowo Leo kayak nama gue supaya dengan kehadiran nya kalian bisa ngerasain kalo gue juga ada disitu. Gue mau kalian hidup bersama dan saling membahagiakan


Gue nyesel gak bisa hidup lama di dunia ini yang bikin gue gak bisa lama jagain Cathlyne, tapi sekarang gue iklas buat pergi karna tau kalo sudah ada Rey yang jagain Cathlyne. Gue ma-"


"STOP!" Bentak Cathlyne yang membuat Leo berhenti berbicara


"Lo ngomong apa sih?! Sepingin itu kah Lo pergi dari dunia ini hah? Lo kok kayak gitu?!" Tanya Cathlyne ngegas yang membuat Leo tertawa miris


"Gue bukan pingin tapi emang harus pergi" kata Leo


"Lo!" Kata Cathlyne terhenti karna dia sudah kehabisan kata-kata saat ini dia hanya ingin menangis


"Lo baru tau kan klo Cathlyne cengeng? Emang dasarnya tuh bocah cengeng" kata Leo pada Rey yang melihat Cathlyne menangis


"Lo mau tapi Tuhan gak mau" kata Leo


"Lo jahat tau gak hiks" kata Cathlyne yang tak bisa membendung air matanya


"CK, gak usah nangis."


"pokoknya Lo harus tetep sehat gue gak mau tau hiks" kata Cathlyne dengan tangisnya yang tertahan


"Udah ah gue mau tidur, capek gue. Awas Lo pada bangun gue. Goodbye all, Leo love u" kata Leo lalu memejamkan matanya


1 detik


2 detik


3 detik


4 detik


5 detik


6 detik


7 detik


8 detik


9 detik


TiittttttTittttttttTittttttttttt


Suara Elektrokardiograf (perekam detak jantung) pun berbunyi dan menampilkan garis lurus. Cathlyne yang melihat itu langsung menghampiri Leo dan berusaha membangunkan nya dengan  air mata yang terus mengalir sedangkan Rey sudah keluar untuk memanggil dokter.


Dokter pun datang dan menyuruh Cathlyne dan Rey untuk keluar menunggu bersama yang lain yang sama panik nya dengan Cathlyne. Cathlyne saat ini hanya bisa menangis didalam pelukan Rey yang sedari tadi sibuk mengelus pucuk kepala Cathlyne untuk menenangkannya.


Sudah hampir 1 jam dokter berada diruangan Leo tapi tidak ada tanda-tanda dia ingin keluar. Tidak tahu kah dokter itu bahwa semua nya sedang panik dan khawatir dengan keadaan Leo?!


Dan tak beberapa lama kemudian doa mereka terwujud. Dia agar dokternya cepat keluar mungkin terwujud namun doa untuk keselamatan Leo mungkin tidak.


"Gimana keadaannya dok?!" Tanya Cathlyne panik dan reaksi yang diberikan dokter itu hanya geleng-geleng yang membuat semuanya kaget


"Maksud dokter apa?!" Tanya Cathlyne dengan air mata yang ingin sekali keluar


"Maaf, kami sudah berusaha semampu kami tapi apa boleh buat, Tuhan sudah terlebih dahulu memanggil sau-"


"Dokter gak usah drama! Bilang ke saya kalo Leo gak papa! BILANG DOKTER!!!!!!!!!" Teriak Cathlyne histeris yang membuat semuanya berusaha menenangkan Cathlyne kecuali orang tua Leo yang sudah banjir air mata mengetahui anaknya meninggal.


Sedangkan Cathlyne berusaha untuk tidak percaya kenyataan bahwa Leo benar-benar meninggalkan nya.


"Maaf, tapi saudara Leo sudah meninggal" kata dokter itu yang membuat Cathlyne tersenyum, namun ini senyum mengerikan yang semua orang pun bertanya-tanya dengan senyuman mengerikan Cathlyne bahkan kedua orangtuanya dibikin takut dengan senyuman itu.


"Siap-siap Lo keluar dari rumah sakit ini dan gue pastiin Lo gak bakalan tenang kalo ternyata Leo masih hidup *****!!" Kata Cathlyne lalu menerobos masuk kedalam ruangan Leo yang diikuti semua nya. 1 hal yang membuat tangisnya pecah adalah Leo yang terbujur kaku di hospital bed.


Cathlyne perlahan mendekati Leo dan mulai mengguncang tubuh Leo.


"Le. Bangun Le, candaan Lo gak lucu! Gak usah pura-pura mati,gue gak suka" kata Cathlyne seolah Leo masih bisa. Mendengar ucapannya.


"LEO BANGUN ANJING!!!!! LE GUE BILANG BANGUN! LO MO PERGI NINGGALIN GUE UNTUK KEDUA KALINYA?!!!" Teriak Cathlyne yang membuat semua orang bertambah sedih.


"LEO GUE GAK BAKALAN MAAFIN LO KALI LO BENERAN MATI! LO GAK BOLEH MATIIIIII!!!!!!"


Cathlyne pun menghampiri kedua orang tua Leo


"Ma, Pa. Leo cuma bercanda kan? Cobak mama cubit Leo supaya dia bangun ma" kata Cathlyne pada mama Leo yang membuat tangis mama Leo semakin deras.


"Leo sudah pergi sayang"kata mama Leo disela-sela tangisnya yang membuat Cathlyne tidak bisa menahan tangisnya. Dia pun kembali memukul tubuh Leo


"LEOOO!!! BANGUN GAK HIKS LO JANGAN NINGGALIN GUE SINTING! LO GAK BOLEH PERGIIIIIII!


GUE BAKALAN NGANCURIN MOBIL LO KALO GAK BANGUN! CEPET BUKA MATA LO LEO HIKSS HIKSS


LO JAHATTT! KENAPA LO PERGI DISAAT GUE BARU KETEMU SAMA LO LAGI!!


BARA, DANIEL, KALIAN SEMUA! BANTUIN GUE BANGUNIN SI BOCAH SIALAN INI! CEPETTTTTT" Teriak Cathlyne yang membuat semuanya semakin sedih dan semakin merasa kehilangan.


"Cath, please ikhlasin leo"kata Bara yang juga menahan tangisnya


"LO SEMUA B*GO! LO SEMUA MAU AJA DIBOHONGIN SAMA LEO HIKS LO BEG* HIKSS


GUE YANG SALAH HIKS GUE SEHARUSNYA HIKS NGELARANG LEO BUAT TAWURAN HIKSS GUE BEG* HIKS GUE TOL*L GUE HIKS YANG PANTES MATI" Teriak Cathlyne yang terdengar frustasi


"Cath, jangan ngomong gitu" kata Elizabeth yang juga menangis terlebih melihat anaknya yang sangat sedih karna hal ini


"Gak ma, Cathlyne yang harus tanggung jawab atas kematian Leo" kata Cathlyne lalu berjalan ke arah meja disebelah jasad Leo lalu mengambil gelas kaca dan membantingnya


PRANGGG


Semuanya pun berteriak kearah Cathlyne,mereka tidak mau Cathlyne kehilangan akalnya dan berbuat nekad.


Dengan tangis pecahnya Cathlyne mengambil pecahan beling dan berusaha melukai nadinya.


Kali ini Rey sudah tidak bisa menahan nya lagi. Rey langsung menarik paksa beling itu lalu membuangnya asal dan langsung memeluk Cathlyne.


"STOP IT!" Kata Rey yang membuat Cathlyne memberontak namun tenaga Cathlyne sekarang sangat sedikit sehingga dia tidak bisa melepaskan diri dari Rey


"Leo meninggal Rey hiks gue harus apa hiks dia usah pergi hiks kenapa hiks kenapa Rey hiks dia ninggalin kita lagi Rey hiks" tangis Cathlyne pecah di pelukan Rey sambil memukul dada bidang Rey


"Kita harus ikhlas in ya. Believe me, he already happy"kata Rey menenangkan sedangkan yang lain menatap sendu kearah Cathlyne yang saat ini sangat tidak terima atas kematian Leo


"HIKSS leo Rey hiks dia meninggal hiks"kata Cathlyne yang sudah mulai lemas


"Iya, aku tau. Kamu gak boleh sedih dan mulai ikhlasin Leo ya, aku yakin Leo bakalan seneng kalo kamu udah ikhlasin dia"kata Rey lembut sembari mengelus rambut Cathlyne


"Serius?" Tanya Cathlyne


"Serius"kata Rey lalu semakin mengeratkan pelukannya


"Maaf Rey"kata Cathlyne


"Buat apa lagi Cathlyne?" Tanya Rey lembut


"Maaf karna aku hampir ngelukain diri aku sendiri"kata Cathlyne


"Seharusnya kamu minta maaf sama diri kamu sendiri" kata Rey yang membuat Cathlyne kembali menangis


"Udah ya, mending kita anter Leo ke pengistirahatan terakhir nya okay?"tanya Rey yang diangguki Cathlyne yang masih menangis.


Mereka pun keluar dari ruangan Leo dan membiarkan suster membereskan jenazah Leo. Mereka pun melihat itu dengan air mata yang terus mengalir.


"Rey"panggil Cathlyne dengan suara seraknya


"Apa?"tanya Rey


"Jangan pernah tinggalin aku kayak Leo ya?" Tanya Cathlyne yang dibalas senyuman dari Rey.


"Iya"jawab Rey


"Promise?"


"Promise"


Semuanya pun akhirnya lega melihat Cathlyne yang sudah mulai tenang dan mulai mengikhlaskan kepergian Leo.


Mereka pun senang karna Rey bisa menghibur Cathlyne walaupun kesedihan masih tersirat di wajahnya.


"Gue gak bakalan ninggalin Lo Cath, i'm promise"batin Rey lalu merangkul Cathlyne untuk pergi mengantarkan Leo kepemakaman.


"Ya Tuhan, jangan ambil orang yang Cathlyne sayang lagi" batin Cathlyne