This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Menghindar



Author POV


Saat ini Rey berada di sebuah club' yang terkenal, keadaannya benar-benar kacau mengingat keberadaan Cathlyne yang tidak dia ketahui selama 2 Minggu ini.


Dia benar-benar takut, takut kehilangan seorang Cathlyne. Tapi disisi lain, dia juga bingung. Bingung kenapa Cathlyne mencampakkannya?!


Saat ini dia tidak sendiri, dia juga ditemani oleh Triple curut yang menjadi saksi seberapa berantakan Rey ketika kehilangan Cathlyne.


"Rey, udahlah. Lo jangan kek gini terus Napa?! Ngeri gue liat komuk Lo yang kek gini" kata Aldo yang melihat Rey sedari tadi hanya diam dan meminum Vodka didepannya.


"Diem!" Sentak Rey yang membuat mereka kaget


"Yeu sensitif amat kek pantat bayi Lo" kata Aldo


"Bener kata Aldo. Udah lah, Lo Jan kek orang kerasukan jin tomang kek gini Napa?! Muka kusut, baju kusut, ****** kusut, boxer kusut, semua nya kusut. Miris" kata Nathan yang dihadiahkan tatapan tajam dari Rey yang membuat Aldo dan Juna menahan tawa.


"Hehe peace bos" kata Nathan sambil mengakat jari tengah dan telunjuk nya membentuk ✌️


"Tapi Rey, mo sampe kapan Lo kek gini? Tawuran setiap hari, balapan setiap malam, nyebat ampe 10 kotak rokok,minum banyak terus bengong mulu. Lo yakin ini ketua DarkLion" kata Juna yang tidak dihiraukan oleh Rey.


Kali ini Rey hanya memikirkan dimana keadaan gadis yang membuat nya tergila-gila, bagaimana keadaannya?, apa dia sudah makan atau belom? Dia sangat merindukan gadis itu.


Dia hanya menganggap semua ocehan sahabatnya itu sebagai angin lalu. Dia tidak peduli semua bacotan mereka, dia hanya ingin bertemu dan memeluk gadis yang sudah membuatnya hampir gila mencari nya, mungkin bukan hampir tapi sudah gila.


Dia tidak perduli dengan tubuhnya yang saat ini melemah karena pola hidupnya yang tidak beras 2 Minggu belakangan ini, dia hanya ingin memastikan bahwa gadisnya selalu sehat dimana pun dia berada.


Dia ingin meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi, dia ingin gadisnya itu kembali kepelukannya, apakah dia egois?!


Rey merasa separuh jiwa nya hilang bersamaan dengan Cathlyne nya yang ikut menghilang.


Rasanya dia ingin menenggelamkan tubuhnya karna dia merasa tidak becus menjaga Cathlyne sampai Cathlyne bisa hilang dengan kesalahpahaman yang bahkan tidak dia ketahui.


Bod*h


Beg*


Baj*ngan


Brengs*k


Itulah umpatan yang terus Rey keluarkan untuk dirinya yang membuat sahabatnya bingung bagaimana cara untuk menyadarkan Rey bahwa ini semua tidak sepenuhnya salah dia.


Rey pun berdiri dan beranjak dari duduknya yang membuat ketiga sahabatnya spontan ikut berdiri.


"Mau kemana Lo?" Tanya Juna


"Cari Cathlyne" jawab Rey dingin


"Mo cari kemana lagi sih Rey ?" Tanya Nathan


"Anywhere" kata Rey lalu keluar dari club itu yang meninggalkan rasa bingung untuk ketiga sahabatnya


"He crazy"


"So crazy"


"Totally crazy"


Kata Triple curut berurutan. Mereka pun membiarkan sahabatnya itu mencari separuh jiwa nya yang menghilang.


Berbeda dengan Rey yang saat ini sudah menaiki motornya, dia menjalankan motornya kemana pun hatinya menyuruh.


Dia terus berkeliling di kota yang luas itu hanya untuk mencari badgirl cantik yang sudah berhasil membuatnya tergila-gila.


Sudah 1 jam Rey mencari namun dia tidak mendapatkan orang yang dia cari selama 2 Minggu ini. Tapi Rey tidak ingin cepat menyerah, dia terus mencari hingga dia terhenti karena lampu hijau yang berubah menjadi merah.


Tanpa berhenti mencari,Rey terus celingak-celinguk mencari keberadaan Cathlyne, hingga akhirnya Tuhan menjawab doanya.


Ya. Rey melihat Cathlyne tapi sayangnya dia sedang bercanda gurau dengan cowo didalam mobil. Sungguh hatinya teriris melihat kedekatan mereka. Kenapa? Kenapa bukan dia yang ada didepan gadis yang tertawa lepas itu.


"Cath, i'm so damn miss you. But who is he? Are you already forget me?"


Begitulah batin seorang Rey yang saat ini melihat Cathlyne, gadis yang dia cari selama 2 Minggu ini tapi pada saat Rey menemukan nya,dia melihat gadis itu sedang tertawa lepas dengan cowo yang tidak dia kenal. It's hurt.


Semua kendaraan yang tadinya berhenti itu pun langsung bergerak ketika lampu merah itu kembali berubah menjadi lampu hijau, begitu juga mobil yang ditumpangi oleh Cathlyne


Rey yang melihat mobil itu pergi pun langsung mengikuti nya, entah kemana mobil itu pergi intinya Rey hanya ingin bertemu dengan Cathlyne.


Setelah 15 menit perjalanan,akhirnya Rey melihat mobil itu berhenti didepan sebuah mansion yang dipenuhi dengan motor-motor sport.


Rey pun melihat Cathlyne turun dari mobil itu dan dengan cepat Rey menghampiri Cathlyne yang saat ini sedang tersenyum dengan cowo itu.


"Cathlyne" panggil Rey yang membuat orang yang dipanggil pun menoleh dan menunjukkan raut wajah kaget


"R-rey?" Tanya Cathlyne yang terkejut sekaligus malu mengingat kebodohan nya yang sudah menuduh Rey.


"Yes, it's me" kata Rey dengan senyum dan tatapan sendu nya yang membuat Cathlyne ingin menangis di pelukan cowo itu namun dia tahan karna menyadari keberadaan Leo


"Le, masuk yuk" kata Cathlyne lalu menarik tangan Leo masuk kedalam mansion dan Leo hanya diam, dia tidak ingin ikut campur kali ini.


Namun belum beberapa detik, langkah Cathlyne terhenti ketika mendengar kata-kata Rey


"I love you and i Miss you. I'm so f*cking Miss you" kata Rey yang membuat Cathlyne oleng. Dia ingin menghampiri cowo itu dan berkata bahwa dia juga merindukan nya lebih dari yang dia tau. Namun dia tidak bisa, dia masih malu dengan dirinya yang sudah menuduh Rey.


Cathlyne pun masuk dengan Leo yang masih dia tarik meninggalkan Rey yang masih berdiri dengan harapan Cathlyne berbalik dan berbicara padanya namun hasilnya nihil, Rey bahkan tidak mendapat lirikan dari Cathlyne.


Tapi tidak semudah itu Rey menyerah, Rey terus duduk dimotornya menunggu Cathlyne yang keluar dari mansion itu. Rey sempat berfikir, apakah dia melakukan kesalahan yang sangat fatal hingga Cathlyne menjauhinya bahkan enggan untuk menatapnya.


Sudah 3 jam Rey menunggu hingga akhir nya Cathlyne keluar dengan cowo yang tadi dimobil bersama Cathlyne dan tak lupa puluhan cowo yang keluar lalu menaiki motornya laku mengikuti Cathlyne yang saat ini mengendarai motornya.


"Bukannya tadi Cathlyne kesini pake mobil?" Batin Rey kemudian langsung mengikuti gerombolan motor itu.


Setelah perjalanan yang tidak terlalu jauh, disini lah mereka. Lapangan luas yang sudah ada puluhan cowo yang menunggu mereka. Rey pun menghentikan motornya agak jauh agar mereka tidak menyadari keberadaannya.


"Jangan bilang Cathlyne mau tawuran?!" Batin Rey dengan segala perasaan khawatir nya tapi dia lebih memilih memperhatikan gerak-gerik Cathlyne karna dia tidak ingin Cathlyne mengetahui bahwa dia mengikuti nya.


Sudah 10 menit Rey melihat mereka yang adu bacot dengan lawan mereka hingga menit kemudian mereka saling melayangkan tinjuannya.


Rey pun dibikin kagum dengan kehebatan Cathlyne membela diri. Rey terus memperhatikan Cathlyne dari jauh dan bisa Rey tebak bahwa geng Cathlyne lah yang akan memenangkan perkelahian ini.


Sudah 15 menit perkelahian itu dan Rey bisa lihat wajah mereka semua yang sudah terdapat bekas tinjuan kecuali Cathlyne,Leo dan Bara. Bagaimana Rey tahu Bara? Tentunya karna kejadian perkemahan dimana Bianca memperlihatkan foto Cathlyne dengan Bara.


Namun detik selanjutnya Rey dibikin terkejut dengan kejadian dimana Leo kena tinju dan berhasil membuatnya terkapar yang membuat Cathlyne tampak histeris lalu segera menolong Leo.


Rey bisa melihat ada salah satu anggota geng yang ingin menyerang mereka disaat mereka lengah seperti itu. Rey pun dengan Kecepatan kaki nya berlari dan menyerang orang yang berniat memukul mereka.


Setelah membuat lawannya tumbang, Rey pun beranjak ke tempat Cathlyne yang saat ini sedang berkaca-kaca sambil berusaha membangunkan Leo.


Rey yang melihat itu pun merasa cemburu, Kenapa Cathlyne harus sesedih itu ketika cowo itu pingsan? Pikirnya.


"Telfon ambulans sekarang kalo gak mau Lo dan cowo ini diserang lagi, biar gue yang bantuin teman-teman Lo yang lain" kata Rey


"Kamu?" Tanya Cathlyne


"Iya gue" kata Rey yang membuat Cathlyne tertohok. Lo-gue? Apakah Rey sudah marah besar ke gue? Pikir Cathlyne


"Cepat Cathlyne" kata Rey tegas yang membuat Cathlyne dengan cepat menuruti perintahnya.


Tak lama bunyi sirine ambulan yang membuat lawan mereka mengira itu adalah sirine polisi dan mereka pun pergi meninggalkan lapangan.


Bara, Dylan, Darren, Rian dan Rico yang menyadari keadaan Leo tidak baik-baik saja pun langsung menghampiri nya


"Cath, Leo kenapa?" Tanya Darren panik


"Gak tau hiks dia kena tonjok trus pingsan hiks gue takut hiks" kata Cathlyne dengan tangisnya yang sudah pecah membayang kan Leo yang akan meninggalkan nya


"Mending Lo semua angkat tuh cowo ke ambulans" kata Rey datar namun ada sakit hati ketika melihat Cathlyne yang menangisi cowo itu.


Mereka pun mengangguk lalu mengangkat Leo ke ambulans. Rey pun dengan Setia memandangi Cathlyne. Sampai akhirnya Cathlyne berbalik lalu menatap Rey dengan sisa-sisa air mata.


"Thanks and sorry" kata Cathlyne lalu masuk kedalam ambulans diikuti oleh kelima temannya itu


"Hanya itu yang kamu bilang? It's hurt me Cath" gumam Rey