
Author POV
Saat ini para peserta perkemahan sedang menyiapkan tenda mereka. Kali ini Cathlyne dan Triple Na satu tenda jadi saat ini mereka sedang membangun tenda bersama yang kebetulan tendanya besar cukup untuk 6 orang tidur.
Setelah selesai membangun tenda mereka pun masuk kedalam tenda untuk beristirahat sebelum hiking. Mereka pun mengambil kipas portable masing-masing.
"Cath, gimana lo ama Rey? Kelai lagi?" Tanya Fio
"Iyalah. Ini semua gara-gara ulet keket itu" kata Cathlyne
"Kayaknya kita harus cari cara buat bikin dia kapok" kata Diana
"Percuma, dia bakalan jadiin Rey tameng" kata Kirana yang dibenarkan oleh Cathlyne
"Gue yakin pas kita hiking dia bakalan bikin ulah apalagi kita setim ama dia." kata Cathlyne
"Trus gimana dong?" Tanya Fio
"Tenang aja. Kita kan udah hapal daerah ini karna kita udah sering hiking bareng DeadScorpio" kata Cathlyne
"Oiya ya. Lagian pasti dia bakalan pake cara jadul buat jebak kita" kata Fio
"Bener, paling dia mau bikin kita tersesat" kata Kirana
"Gimana klo kita balikin keadaan?" Kata Cathlyne
"Maksud lo?" Tanya Kirana. Cathlynr pun hanya menatap mereka seakan telepati Triple Na pun mengerti rencana Cathlyne
BukBukBuk
Suara dari luar tenda yang membuat Kirana membuka pintu tenda dan muncul lah Aldo,Nathan dan Juna yang langsung nyelonong masuk.
"Sumpah gue kesel banget ama nene lampir" kata Aldo
"Sama, pingin gue cincang tuh orang" kata Juna
"Kenapa sih lo pada?" Tanya Fio
"Si nene lampir bereaksi" kata Nathan
"Maksud nya? Bianca? Emang dia kenapa?" Tanya Kirana
"Masa pas kita lagi masang tenda, tu cewe gatel narik-narik Rey buat masangin tendanya. Kan kesel gue" kata Nathan
"Loh, kan tenda cewe ama tenda cowo pisah" kata Cathlyne
"Iya makanya itu, masa dia nyuruh Rey buat kesini demi masangin dia tenda dan lo tau, habis minta masangin tenda dia minta ditemenin ke toilet" kata Juna
"Apa?!" Teriak Cathlyne
"Sinting tuh anak. Huft, gue akan kasih dia pelajaran" kata Cathlyne
"Emang lo mau ngapain?!" Tanya Aldo
"Fi, jelasin" kata Cathlyne dan Fiona pun menjelaskan rencana mereka.
Setelah mendengarkan rencana dari Fiona, mereka semua pun keluar dari tenda untuk melancarkan misi nya. Namun baru keluar tenda, mereka sudah disuguhkan dengan pemandangan anak saiton siapa lagi kalau bukan Bianca dan jangan lupa Rey disebelahnya.
"Ish Rey, cok liat deh masa mereka keluar dari 1 tenda yang sama." Kata Bianca pada Rey
"Kalian habis ngapain?" Tanya Rey datar sambil menatap mereka semua
"Habis n*ena" kata Cathlyne santai sambil bersedekap dada
"Cathlyne!" Kata Rey tegas
"Apa?! Kalau pun gue jujur lo gak bakalan percayakan?!" Tanya Cathlyne sewot
"Cath, oh come on" kata Rey
"Lagian gak mungkin klo mereka n*ena, kan gak seimbang jumlahnya" Kata Bianca nyambung
"Bisa lah, kan gue, Cathlyne ama Fiona threesome" kata Juna
"Uwu Juna pinter. Come gengs" Kata Cathlyne lalu pergi namun tangan nya ditahan oleh Rey
"Cath, please don't be like this" kata Rey tulus
"But i'am already like this" kata Cathlyne lalu pergi
"Rey kamu gakpapa kan? Gak usah dipikirin belum tentu mereka mikirin kamu" kata Bianca.
...→→→→→←←←←←...
13.00
Saat ini acara hiking akan dimulai, semua murid sedang berkumpul untuk mendengarkan intruksi dari guru. Sudah 10 menit pak Bondy memberi intruksi.
"Cath" panggil seseorang yang baru saja datang
"Wes, gimana Jun?" Tanya Cathlyne pada Juna yang baru saja datang dengan Aldo dan Nathan
"Aman dong" kata Juna lalu mereka ber tos ria.
"Kalian ngambil kanan ya nanti" kata Nathan
"Aman. Senang berbisnis dengan anda" kata Cathlyne
"Oh iya, tapi ini aman kan?" Tanya Aldo
"Aman, cuma jalan itu agak panjang dan pasti dia agak lama buat nyampe. Pasti dia kira kalau dia tersesat" kata Cathlyne
"Bagus deh" kata Aldo
"Lagian disetiap jalan itu ada penjaganya" kata Cathlyne
"Lo hapal banget ya ama tempat ini?" Tanya Nathan
"He'eh. Gue udah hapal dari lama" kata Cathlyne
"Yaudah, kita berpencar disini okay kan kita ke rute 1 kalian ke rute 3, yaudah kita mau ketim kita. Inget Kanan" kata Nathan
"Gud luck bebeb-bebeb ku" kata Aldo. Mereka pun berkumpul dengan tim mereka masing-masing.
Saat ini Cathlyne dan Triple Na sudah berkumpul dengan Bianca dan beberapa adek kelas lainnya.
"Sekarang biar gue yang ngatur di tim ini" kata Bianca yang membuat para dekel dan kakel menatap Bianca bingung sedangkan Cathlyne dan Triple Na hanya diam dengan wajah datar.
"Mana peta nya?!" Tanya Bianca
"Kak Cathlyne, petanya kasih siapa?" Tanya salah satu dekel
"Kasih ke dia aja" kata Cathlyne yang membuat dekel itu memberi peta itu ke Bianca
"Tumben lo jinak" kata Bianca ke Cathlyne yang hanya memutarkan bola matanya.
"Yaudah, kali ini kita harus dapetin bendera nya. Gue gak mau tau setiap orang harus dapetin bendera" lanjut Bianca yang diangguki oleh mereka
"Okay, kuylah" kata Bianca
Mereka pun memulai perjalanan untuk mencari bendera di rute 3.Sudah 10 menit mereka berjalan dan mereka pun sudah memiliki 2 bendera masing-masing.
Saat ini Cathlyne melanjutkan perjalanannya dan dia melihat ada 1 bendera di tanah, dia pun berjalan kearah bendera itu namun saat Cathlyne ingin mengambilnya, dia sudah terlebih dahulu didorong oleh Bianca sehingga lutut Cathlyne terluka
"Kak Bianca kok gitu sih?" Tanya salah satu dekel yang melihat hal itu dan membantu Cathlyne. Suara dekel itu membuat semua anggota menghampirinya
"Kenapa lo Cath?" Tanya Fio
"Jatoh didorong ama setan" kata Cathlyne santai sambil membersihkan lututnya
"Setan kepala itam di sebelah lo ini?" Tanya Kirana
"Iya" kata Cathlyne lalu sedikit meringis karna dia menyapu lukanya yang berdarah lumayan lebar karna tergores batu.
"Kok bisa?" Tanya Kirana
"Kak Bianca mau ngambil bendera Kak Cathlyne" kata dekel yang tadi melihat kelakuan Bianca
"Lo diam ya bocah" kata Bianca yang ingin menampar dekel itu namun langsung Cathlyne tahan
"Lo nampar dia sekali, gue bales 3 kali" kata Cathlyne dengan tatapan membunuh yang membuat Bianca sedikit ciut.
Cathlyne pun menghempaskan tangan Bianca sehingha dia jatuh dan telapak tangannya tergores sedikit. Itu sangat kecil dibandingkan luka Cathlyne karna dia dorong,
"Ck, balikin bendera Cathlyne" kata Diana
"Gak ma-"
"Udahlah, gue bukan orang yang serakah yang mau ngerebut semua milik orang" kata Cathlyne lalu melanjutkan langkahnya yang diikuti semua anggota tim nya.
Setelah 5 menit berjalan, mereka pun bertemu dengan persimpangan. Disitu ada 2 panah yang menunjuj kearah yang berbeda.
"Kita harus berpencar disini" kata Bianca
"Kenapa harus berpencar?" Tanya kakel
"Supaya kita dapet bendera yang banyak" kata Bianca lalu tanpa melihat ke peta, Bianca langsung menutuskan dengan cara melihat papan penunjuk arah
"Gue ama yang lain ke kiri dan kalian ke kanan" kata Bianca dengan senyum liciknya
"Serah. Lo ikut gue" kata Cathlyne pada dekel yang tadi membelanya.
"Ck, tiati lo tersesat. Ilang nya lama-lama ya supaya gue bisa sama Rey lama" Kata Bianca dengan senyum licik
"Whatever" kata Cathlyne lalu melangkahkan kaki nya ke kanan. Setelah beberapa menit, namun mereka belum sampai-sampai
"Kak Cath, ini jalan nya benerkan? Kita gak mungkin tersesat kayak yang kak Bianca bilang?" Tanya dekel itu
"Gue Cathlyne, gue gak mungkin bawa diri gue dalam masalah" kata Cathlyne yang menjawab semua keraguan dekel itu.
"Tenang aja. Lo aman sama kita" kata Fio
Mereka pun mengumpulkan banyak bendera. Lalu mereka pun kembali melangkahkan kakinya untuk kembali ke area perkemahan.
Setelah beberapa menit ternyata benar kalau mereka sampai ke area perkemahan.
"Apa gue bilang, kita sampe dengan selamat sentosa. Amin" kata Fiona
"Huft, aku kira kita bakalan tersesat tadi" kata dekel itu
"Sama kita itu aman, sehat" kata Diana
"Yaudah kita mending kumpul ama yang lain sambil nunggu ulet" kata Cathlyne
"Ulet?" Tanya dekel
"Bianca" kata Cathlyne
"Owh, Kak Bianca" kata deke itu manggut-manggut
"Nih benderanya, lo kumpulin. Gue mau ketemu ama temen gue dulu" kata Cathlyne lalu memberikan benderanya pada dekel itu.
"Iya Kak gakpapa. Punya kak Fiona, Kirana, sama Diana biar aku aja yang pegang juga" kata dekel juga. Triple Na pun dengan senang hati memberikannya kepada dekel itu.
"Siapa nama lo?" Tanya Cathlyne
"Jessica kak" katanya
"Kalo ada apa-apa labgsung ngomong aja sama gue. Lo akan selalu kita terima" kata Cathlyne
"Makasih kak" kata Jessica
Mereka pun mencari keberadaan Triple curut yang tak lain adalah Aldo, Nathan dan Juna. Setelah 5 menit mencari akhirnya mereka melihat Triple curut baru saja keluar dari rute 1. Mereka pun menghampiri Triple curut.
"Triple curut!" Teriak Cathlyne yang membuat mereka menoleh
"Triple curut? Kita maksud lo?" Tanya Juna
"Iyalah." Kata Cathlyne ngegas
"***** bagusan dikit napa? Kayak Triple tampan kek" kata Aldo
"Hehe, gak cocok sama kalian" kata Diana
"Ck, oiya gimana? Lancar?" Tanya Juna
"Lancar dungss" kata Fiona
"Bagus deh. Yaudah mending kita kelapangan sekarang" kata Nathan.
"Kuy!" Kata mereka lalu pergi kelapangan.
Bruakk
"Aww. Sak- Astaga Rey!" Kata Cathlyne yang baru saja terjatuh
"Sorry" kata Rey lalu membantu Cathlyne berdiri.
"Nah ini orangnya. Kita cariin juga" kata Juna
"Dari mana lo?" Tanya Nathan
"Toilet" kata Rey yang mendapat anggukan dari mereka semua
"Kalian mau kemana?" Tanya Rey
"Kelapangan" kata Diana
"Yaudah bareng" kata Rey
Mereka pun pergi kelapangan ternyata disana acara nya belum dimulai karna ada beberapa tim yang belum lengkap. Mereka pun duduk lesehan di pinggir lapangan.
"Cath, lutut lo kenapa?" Tanya Aldo
"Owh ini? Jatoh" kata Cathlyne
"Jatoh? Kok bisa?" Tanya Rey sambil melihat luka itu
"Didorong ama cemceman lo" bukan Cathlyne yang menjawab tapi Kirana
"Cemceman? Siapa?" Tanya Rey yang tidak mengerti
"Bianca" kata Diana
"Huft, Bianca lagi Bianca lagi. Sinting tu orang memang" kata Nathan
"Yaudah sini aku bersihin" kata Rey lalu mengambil botol minumnya dan membersihkan luka Cathyne dengan air itu. Cathlyne yang merasa lukanya perih pun langsung meremas lengan Juna yang membuatnya meringis
"Cathlyneee. Sakit peakkk" kata Juna yang merasakan remasan Cathlyne
"Sorry sorry, bagi-bagi rasa sakit" kata Cathlyne setelah Rey selesai membersihkan luka nya.
"Bukannya bagi-bagi rezeki malah bagi-bagi rasa sakit" kata Juna yang membuat yang lain tertawa
"Kalian main belakang ya?" Kata Rey yang berhasil membuat semuanya mingkem
"Hah? Main belakang?" Tanya Juna yang mendapat anggukan dari Rey
"Gue ama Juna?" Tanya Cathlyne yang lagi-lagi diangguki Rey
"Bwuahahahahh. Ngakak lo Rey" kata Juna disela-sela tawanya.
"Yakali aku jadian ama Juna dibelakang kamu" kata Cathlyne
"Who know?" Tanya Rey.
"Ck, segitu gak percayanya kamu sama aku?" Tanya Cathlyne yang membuat semua nya kicep
"Aku cuma takut kamu bakalan pergi dari aku" kata Rey
"Kalo kamu gak bikin kesalahan yang fatal aku gak akan pernah pergi dari orang yang udah bikin aku nyaman yaitu kamu" kata Cathlyne
"Aku janji gak bakalan bikin kamu pergi" kata Rey
"Jangan janji kalau kamu gak yakin bisa menepatinya" kata Cathlyne
"I promise i never let you go. This is the Rey's promise" kata Rey lalu mengecup kening Cathlyne agak lama lalu memeluknya
"Huhuuuu baperrrr" kata Diana
"Kalah-kalah Drakor" kaat Fiona
"Drama banget" kata Kirana
"Tenang aja kali bos, gue gak mungkin nikung lo. Kecuali Cathlyne nya yang mau" kata Juna yang mendapat cubitan dari Cathlyne
"Bunuh aja Cath" kata kata Aldo
"Parah lo" kata Juna
"Tentram banget ngeliat kalian akur kek gini" kata Nathan
"Iya, mereka mah tentram klo gak ada si wewe gombel" kata Juna
"Sapa lagi wewe gombel?" Tanya Kirana
"Bianca lah" kata Juna ngegas
"Oiya, btw tuh suster ngesot kemana?" Lanjut Juna
"Semua nama hantu aja lo sebut" kata Diana
"Hehe. Dia kan setan, kumpulan para hantu" kata Juna
"Iyaya, bukannya mereka sekelompok ama kalian?" Tanya Aldo
"Nah bener tuh" kata Nathan
"Gak ntau tuh. Tersesat kali" kata Cathlyne yang masih dalam pelukan Rey.
"Shut, omongannya" kata Rey
"Hehe maap yank" kata Cathlyne
"Cie udah berani manggil sayank" kata Rey
"Jan geer. 'Yank' yang ku maksud itu kuyang" kata Cathlyne yang membuat semua nya tertawa
"Canda kok yank" kata Cathlyne
"Tadi itu dia suruh kita mencar, gue kira dia ngambil jalan yang pendek ternyata dia ngambil jalan yang panjang" kata Kirana menjelaskan
"Yah kasian bet tuh bocah. Klo kalian gak mencar pasti dia juga udah nyampe, kan klo gini mereka bisa 30 menit lagi bru nyampe" kata Juna
"Udah lama banget lagi" kata Rey
"Yaudah kalian gak mau cari dia gitu?" Tanya Cahlyne
"Alah biarin aja kali, palingan entar lagi muncul" kata Juna
"Udahlah, tungguin aja disini" kata Nathan
"Kalian gak capek pelukan mulu?" Celetuk Fiona
"Capek sih, cuma enak" kata Cathlyne yang langsung menguraikan pelukannya
"Anj*r ambigu tol*l" Kata Nathan
"Pikiran lo mesum banget sih" kata Kirana yang langsung menyonyor kepala Nathan
"Sorry dorry" kata Nathan.
"Mending kita ganti baju dulu gih, pada lumpur semua bajunya" kata Rey yang disetujui oleh mereka. Mereka pun berdiri lalu berjalan kearah tenda cewe untuk mengantarkan Cathlyne dan Triple Na.
Tiba-tiba....
"Shit!" Umpat Cathlyne yang meraskan tertarik kebelakang karna rambut nya ditarik oleh seseorang.
"Lo kan yang sengaja bikin gue ngambil jalan yang panjang!" Teriak seseorang yang masih mencambak rambut Cathlyne.
"Take off you fucking hand b*tch!" Teriak Cathlyne lalu mendorong Bianca keras sehingga dia terjatuh namun kembali bangkit dan berdiri melawan Cathlyne. Mata Cathlyne pun perlahan berubah mejadi biru kehijauan yang berarti BatCathlyne munlai keluar.
"Gue gak suka orang yang lancang megang rambut gue!" Kata Cathlyne dengan tatapan membunuhnya bukan hanya Bianca yang ciut tapi semua orang yang melihatnya pun ikut ciut.
"E-emang kenapa? Apa yang lo sembunyiin dibalik rambut lo? Hah?" Kata Bianca yang membuat Cathlyne mengeluarkan smirk nya yang sudah lama tidak dia perlihatkan.
Cathlyne pun melangkah mendekat ke Bianca dengan smirk dan tatapan membunuhnya.
1 langkah
2 langkah
3 langkah
Grep!
Cathlyne mencekik Bianca. Tidak ada yang berani memisahkan mereka termasuk Rey, bukan karna Rey takut tapi karna Rey juga kepo kenapa Cathlyne harus semarah itu ketika orang menyentuh rambutnya.
"Lo mau tau apa yang gue sembunyiin dibalik rambut gue?" Tanya Cathlyne yang diakhirnya smirknya
"I-iya gu-gue ma-mau tau" kata Bianca tersenggal-senggal karna Cathlyhe masih mencekiknya
"Cath, bukan disini tempat lo kestau!" Teriak Kirana yang membuat Rey semakin kepo. Cathlyne yang mendengar itu pun memejamkan matanya untuk mengusir BatCathlyne dari dirinya.
"Yang gue sembunyiin adalah IDENTITAS gue yang sebenarnya! Dan gue yakin lo gak bakalan sanggup buat ngelawan gue dengan identitas yang gue sembunyiin" Kata Cathlyne lalu melepaskan cekikannya.
"Hosh hosh hoshh. Gue mau tau identitas lo!" Kata Bianca yang membuat Cathlyne tersenyum puas
"Boleh. Tapi lo harus ngasih gue 1 jaminan" kata Cathlyne
"Lo mau apa?" Tanya Bianca
"Nyawa lo!" Kata Cathlyne yang membuat semua orang melongo
"Gak mampu ngasih kan?! Klo gak mampu mending diam" kata Cathlyne lalu pergi dari disitu.
"Kalo lo bukan pengecut. Lo harus kuncir rambut lo" teriak Bianca yang membuat Cathlyhe berhenti lalu kembali menatapnya
"Well, gue bakalan buktiin kalo gue bukan pengecut!" Kata Cathlyhe lalu benar-benar meninggalkan tempat itu.
"Gue gak suka sifat lo kek tadi" kata Rey pada Bianca lalu pergi
"Dasar wewe gombel" kata Juna lalu ikut pergi
"Dasar suster ngesot" kata Aldo lalu pergi
"Dasar sundel bolong" kata Nathan lalu pergi.
"Sialan, liat aja lo entar" gumam Bianca