This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Flashback



Cathlyne POV


Sekarang gue, Daniel sama Triple Na sudah nyampe di arena balapan. Ya kali ini gue bakalan balapan pake mobil, awalnya gue sedikit ragu tapi gue coba buat ngeyakinin diri gue buat tetap ikut balapan ini.


Saat ini gue udah siap-siap buat balapan dan gue liat Daniel dan Triple Na ngasih gue semangat sampe teriak-teriak kayak orang gila tapi gue suka.


Gue udah liat Rey yang berdiri didepan mobilnya sambil menghisap rokok yang ada disela-sela jari nya. Saat ini Rey sedang menatap gue lalu melangkah kearah gue dan lagi-lagi jantung gue berdetak cepat.


"Gue harap, kali ini lo yang menang." kata Rey sambil mengelus kepala gue lalu masuk kedalam mobilnya sedangkan gue? Masih aja diam mematung gegara kelakuan cowo es itu


"Jantung gue, lo gakpapa kan?! Ya tuhan kenapa jantung gue berdetak gak normal padahal gue gak ada lari tapi kok tiba-tiba cepet banget detak nya" batin gue


Sekarang udah jam 00.58 yang berarti 2 menit lagi balapan akan dimulai, gue ngeliat sudah ada cewe yang membawa sapu tangan dan gue pun langsung masuk ke mobil Lamborghini kesayangan gue lalu menyalakan mesinnya.


1


2


3


Sapu tangan itu sudah dilempar sama cewe itu yang berarti balapan sudah dimulai.


Gue pun langsung ngegas meninggalkan garis start dan saat ini mobil gue dan mobil Rey bersampingan, gue berusaha buat ngedahuluin dia dan gue berhasil kali ini gue yang memimpin balapan ini.


Saat ini gue berusaha untuk tetap berada didepan sampai garis finish. Yes, gue udah ngeliat garis finish didepan gue tapi saat gue mau menambah kecepatan gue, gue kembali teringat kejadian 2 tahun lalu dimana tunangan gue kecelakaan pas lagi balapan mobil. Ya TUNANGAN gue.


Gue pun yang ngak fokus karna ingatan itu langsung ngerem mendadak sehingga kepala gue terhantuk sama stir mobil gue. Dan gue pun menghiraukan luka didahi gue dan cuma bisa nangis karna ingatan itu, gak tau kenapa gue jadi cengeng akhir-akhir ini, demi apapun saat ini hati gue hancur banget ngingat cowo yang gue cinta kecelakaan karna kebodohan gue sendiri.


Flashback on


02.00 am


"Catcat, kamu yakin mo balapan lagi?!" tanya tunangan gue


"Yakin lah, tenang aja RatRat, aku gak bakalan kenapa-napa kok" kata gue saat itu


"Cath, firasat aku gak enak deh, boleh kan untuk balapan kali ini aku yang bawa mobilnya?! Aku mohon ini permohonan aku yang terakhir kali nya" kata tunangan gue yang bikin gue kesel karna kata-kata nya seolah-olah dia bakalan pergi untuk selama nya tapi gue juga ngak bisa nolak dia kali ini


"Yaudah ok, tapi kali ini aja yah?!" kata gue


"Iya Catcat" katanya sambil mengusap kepala gue lalu masuk kemobil gue yang rencananya bakalan gue pake buat balapan tapi malah dia yang balapan


"Hati-hati ya soalnya kali ini lawannya licik" kata gue yang mendapat anggukan dari cowo yang gue cintai itu lalu gue langsung pergi ketempat penonton dekat garis start sekaligus garis finishnya.


Kali ini balapannya sudah dimulai dan gue liat bahwa mereka berusaha untuk menjadi yang didepan. Dan yang bikin gue seneng adalah cowo gue itu berhasil berada didepan dan saat ini sudah mau nyampe kegaris finish tapi....


Bruackk


Mobil tunangan gue masuk kejurang karna sengaja ditabrak oleh lawannya itu sehingga lawannya itu lebih dahulu sampe kegaris finish.


Semua orang pada lari buat nolongin tunangan gue itu dan gue?!  Gue gak bisa berbuat apa-apa, gue juga gak tau kenapa tubuh gue rasanya gak bisa gerak padahal gue pingin lari buat nolongin dia tapi apa?! Gue cuma bisa nangis sambil memperhatikan lawannya itu dan 1 hal yang gue dapet lawannya itu memilki tatto bergambar kepala singa. Demi apapun gue bakalan cari dan ngebalas dendam tunangan gue.


Gue ngelamun sampe Bryan dan Daniel ngedatangin gue trus  ngebawa gue paksa ke mobil lalu pulang dan menyuruh gue buat istirahat tapi hati gue gak tenang akhirnya pas pagi-pagi gue menyelinap keluar rumah buat kerumah sakit


Pada saat itu gue sudah nyampe dirumah sakit, gue langsung buru-buru ke IGD buat nanyain keadaan calon suami gue itu


"Sus, dimana cowo yang kecelakaan tadi subuh?! " tanya gue dengan perasaan panik


"Owh, cowo yang dibawa sama banyak orang karna kecelakaan mobil jam 03.00 subuh itu? " tanya suster nya yang hanya gue angguki


"Ntar ya, saya periksa dulu" kata susternya


"Cepetan ya sus" kata gue yang panik banget


"Maaf mba, cowo itu sudah meninggal dan langsung dibawa oleh keluarga pergi " kata susternya yang berhasil bikin air mata gue ngalir deras banget


Gue?! Gue sudah kayak orang yang ngak ada semangat hidup, gue udah coba ngehubungin nomor mama papanya tapi ngak diangkat pas gue coba untuk kedua kalinya nomor mereka sudah gak aktif


Gue coba pergi kerumahnya tapi gak ada orang sama sekali, bahkan pembantu dan satpamnya pun ngak ada.


Demi apapun gue mau bunuh diri karna ngak kuat dengan duka ini tapi gue tau bunuh diri gak nyelesain apapun akhirnya gue pulang, gue coba buat nanya ke mommy ama daddy tapi mereka gak ngejawab apapun. Dan dari situ gue trauma untuk balapan mobil sampai hari ini baru gue nyetir mobil setelah 1 tahun kejadian itu.


Flashback Off


Author POV


Saat ini Cathlyne sadar bahwa sedari tadi ada yang menggedor-gedor kaca jendela mobilnya dan itu ternyata Rey, Daniel, Diana, Fiona, Kirana, Juna, Aldo dan Nathan.


Cathlyne pun langsung membuka pintu mobilnya dengan tatapan kosong. Saat ini Cathlyne ngerasain perasaan yang sama pas dia tau tunangannya meninggal dan gak ada kabar sampai sekarang


"Cath kepala lo?! " kata Daniel, Cathlyne pun hanya meraih dahinya lalu di ngeliat darah segar yang berasal dari dahinya itu lalu dia hanya tersenyum lirih


"Ini gak sebanding sama apa yang dia dapetin" kata Cathlyne dengan fake smilenya yang membuat semua orang memandang nya dengan tatapan bingung kecuali Daniel yang tau betul apa yang dipikirkan Cathlyne dan ini yang bikin Daniel sempat ragu pas denger Cathlyne bakalan balapan mobil


"Itu harus diobatin Cath" kata Rey yang menatap mata Cathlyne dan Chatlyne pun balik menantap mata nya


"Mata nya sama kayak mata tunangan gue" batin Cathlyne


"Bener kata Rey, luka lo harus diobatin sekarang" kata Diana.


"Udah lah Rey, mending lo obatin sekarang" kata Juna yang mendapat anggukan dari semua orang disitu


Rey pun langsung menggendong Cathlyne ala Bridestyle ke bengkel milik Marco lalu mengambil kotak P3K dan mengobati luka Cathlyne


Sedangkan Daniel dan yang lain hanya menunggu diluar dan membiarkan Rey mengobati luka Cathlyne didalam


"Kenapa?!" tanya Rey


"Hah?! " tanya Cathlyne yang masih belum mengerti maksud Rey


"Kenapa?" tanya Rey sambil mengobati luka Cathlyne


"Hah? Kenapa? Kenapa apaan seh?!"


"Balapan"


"Ngomong apaan sih lo? Ngomong yang lengkap coba" kata Cathlyne kesel


"Ngapain lo balapan klo lo ada trauma balapan mobil?"tanya Rey


"Lo tau darimana gue trauma balapan mobil? " tanya Cathlyne sinis


"Daniel, sekarang jawab pertanyaan gue" kata Rey yang sekarang sudah duduk didepan Cathlyne dan menatapnya untuk mencari jawaban dari pertanyaannya


"Gue, gue cuma iseng aja" jawab Cathlyne lalu membuang muka gue kemana pun asalkan gak ngeliat mata indah milik Rey yang membuatnya gugup


"Iseng?! What the f*ck" tanya Rey sambil mengusap kasar wajahnya


"Lo kenapa sih?"


"Gue khawatir" kata Rey yang membuat Cathlyne menghadap kearah Rey


"Gak salah denger?" Tanya Cathlyne yang tidak mendapat jawaban dari Rey


"Kenapa sih, sikap lo kek gini ke gue?" Tanya Cathlyne yang membuat Rey hanya menaikan satu alisnya


"Gue bukannya geer tapi gue rasa sikap lo ke gue beda, kek lebih perhatian" kata Cathlyne


"Kenapa?" Tanya Cathlyne


"It's because i like you" kata Rey yang membuat Cathlyne melongo dibuat nya


"Apa?! Lo suka sama gue?!" tanya Cathlyne untuk memastikannya


"Ya" kata Rey,


"Why?" Tanya Cathlyne


"I don't know" jawab Rey


"Terus?" Tanya Cathlyne


"Gue mau lo balas rasa gue" kata Rey sambil natap Cathlyne saat ini Cathlyne ingin untuk menolaknya tapi di teringat oleh kata-kata Daniel


"Lo harus bisa, gue mau lo membuka hati buat orang lain"


"Gue... Bakalan berusaha untuk mengbalas rasa suka lo tapi itu butuh waktu Rey" kata Cathlyne


"It's Okay, i will waiting" kata Rey


"Gue harap lo bisa ngebuat gue lebih cepat buat suka sama lo bahkan cinta sama lo" kata Cathlyne dengan senyumannya


"I will" kata Rey lalu memeluk Cathlyne dan mengecup puncak kepala Cathlyne.


"Gue harap cara ini bisa berhasil" batin Carhlyne