
Cathlyne POV
"Aku marah kamu nangisin orang"
Damn! Suara itu. Gue langsung aja nengok ke depan pintu dan ternyata itu Rey lengkap dengan koper disampingnya. Gue langsung aja berdiri dan lari meluk Rey, and its Real!
"Tunggu deh, klo lo Rey yang asli berarti yang daritadi kita nangisin siapa?" Tanya Juna yang melihat Cathlyne memeluk Rey lalu kembali melihat orang yang terbaring di hospital bed
"Reynaldo Andika, bukan Reynald Michiavelly" kata Rey yang membuat Cathlyne melepaskan pelukannya.
"Berarti aku salah dong?" Tanya Cathlyne dengan mata sembabnya.
"Iya sayang" kata Rey lalu menyecup kedua mata Cathlyne.
"Anjing"
"Bangs*t"
"B*bi"
"Las*"
"Taik ayam"
"B*ngke"
"Maaf kawan-kawan." Kata Cathlyne dengan suara bindeng nya akibat nangis.
"Tuh kan suara mu serak. Lain kali cek bener-bener" kata Rey lalu memeluk Cathlyne.
"Trus kenapa lo disini? Bukanya lo naik pesawat yang jatoh ini?"tanya Kirana
"Awalnya pesawat ini, tapi gegara gue telat jadi hangus dan gue beli tiket baru yang berangkatnya 1 jam kemudian"kata Rey
"Untung lo telat" kata Aldo
"Bener tuh. Lega gua" kata Juna
"Iya, yaudah cabut yok" kata Rey yang diiyakan oleh mereka semua.
"Lo kok bisa tau kita disini?" Tanya Fiona tiba-tiba.
"Pas gue keluar dari bandara, gue liat kalian pergi buru-buru jadi gue ngikutin. Awalnya gue kesel karna kalian gak nungguin gue tapi akhirnya gue ngerti pas ngeliat kalian disini" kata Rey dengan Cathlyne yang sedari tadi memeluknya.
"Jadi lo naik taksi?" Tanya Nathan
"Iyalah" jawab Rey.
"Yaudah ayok pulang, aku gak suka bau rumah sakit" kata Cathlyne ke Rey
"Yeu, bilang aja mo cuddle an ama Rey" celetuk Juna
"Emang kenapa? Cemburu lo?" Celetuk Cathlyne dengan suara bindengnya
"Dih, ngarep" kata Juna
"Udah, gak usah kelai. Suara kamu udah serak kayak gitu juga masih aja ngomel" kata Rey sambil mengelus kepala Cathlyne.
"Tuh dengerin bapak lo" kata Juna yang mendapat pelototan dari Cathlyne.
"Ck, lo pada ngapain sih? Ribut aja, Ayok cabut" kata Diana
"Ntau nih, bacot bener" kata Kirana
"Yaodah, kuy lah" kata Aldo yang diangguki oleh mereka
Mereka pun keluar rumah sakit, dengan Cathlyne yang dirangkul Rey disebelah kiri dan tangan kirinya membawa koper.
Setelah sampai diparkiran, mereka pun masuk ke mobilnya masing-masing kecuali Rey yang tentunya ikut di mobil Cathlyne.
"Aku aja yang nyetir, kamu kan capek" kata Cathlyne sambil melihat Rey memasukkan kopernya di bagasi.
"Aku aja, kamu pasti lemes abis nangis" kata Rey lalu duduk di kursi pengemudi, Cathlyne pun mengikuti ucapan Rey.
Rey pun menjalankan mobilnya kerumah Rey. Yang diikuti yang lainnya dari belakang.
Selama diperjalanan, Cathlyne hanya diam dengan tatapan kosongnya menghadap ke depan.
Rey yang menyadari itu pun langsung menggenggam tangan Cathlyne yang membuyarkan lamunan Cathlyne. Cathlyne pun langsung menghadap Rey.
"Kenapa?" Tanya Rey yang hanya dihadiahkan gelengan dari Cathlyne.
"Jujur deh" kata Rey. Cathlyne pun diam sejenak.
"Aku takut kamu pergi kayak orang tadi. Aku gak bakalan kuat klo kamu pergi. Kalo itu beneran terjadi aku pasti udah gak ada semangat idup" kata Cathlyne menatap Rey.
Rey pun hanya tersenyum, lalu mengecup permukaan tangan Cathlyne.
"Aku gak bisa janji kalo aku bakalan idup lama karena hidup ada ditangan Tuhan, tapi aku selalu berdoa supaya Tuhan ngasih aku nyawa setidaknya sampe kamu dipanggil Tuhan supaya hanya aku yang merasa kehilangan, kamu enggak" kata Rey yang membuat Cathlyne menitikan air mata.
"I love you so much" kata Cathlyne
"I love you more" kata Rey lalu mengecup tangan Cathlyne dan lanjut fokus menyetir.
Setelah 10 menit, akhirnya mereka pun sampe dirumah Rey. Kehadiran mereka disambut baik dengan mama papa Rey.
Mereka pun sudah duduk di sofa ditemani oleh papa Rey dengan minuman yang sudah dibuatkan oleh Isabelle. Mereka pun ngobrol ringan dengan kedua orang tua Rey. Sedangkan Rey sedang kekamarnya untuk membersihkan diri.
"Loh Cath, kenapa mata kamu bengkak" tanya Isabelle
"Gakpapa tante" kata Cathlyne lalu tersenyum ke Isabelle
"Habis nangis ya?" Tanya Isabelle
"Iya tan, gegara dia kita semua hampir ikutan nangis juga" kata Kirana yang membuat Cathlyne malu mengingat kejadian tadi
"Kenapa gitu?" Tanya papa Rey
"Nangisin anak orang yang dikira Rey om" kata Juna yang membuat Cathlyne tambah malu
"Maksudnya?" Tanya Isabelle. Mereka pun menceritakan semuanya dari awal sampai akhir yang membuat Cathlyne diam menahan rasa malu karna kebodohannya itu.
"Owh, ternyata Cathlyne sayang banget ya sama Rey sampe takut banget ditinggal" kata Isabelle dengan nada menggoda
"E-eh enggak gitu tan" kata Cathlyne
"Boong itu tan, dia aja nangis nya kejer banget. Ampe teriak-teriak lagi" kata Fiona
"Iya, kita aja susah banget bujukin nya" kata Diana
"Bener tan, mana gak tau tempat dan kondisi lagi" kata Aldo yang membuat Cathlyne bener-bener malu plus kesal.
"Cieee, yang abis nangis kejer gara-gara Rey" kata Isabelle lalu terkekeh.
"Eng-Enggak kok tan, biasa aja" kata Cathlyne
"Aduh ma, jan godain calon menantu kita dong" kata papa Rey yang membuat banyak sorakan dari teman-temannya yang membuat Cathlyne blushing.
"Ada apa nih ribut-ribut?" Tanya Rey lalu duduk disamping Cathlyne yang terdiam.
"Enggak, cuma bercandaan doang kok" kata Diana
"Bercanda apaan? Orang dari tadi nyudutin gua" gumam Cathlyne yang dapat didengar oleh Rey.
Rey pun tersenyum tipis lalu merangkul Cathlyne yang membuat Cathlyne mendongak.
"Kalian nyudutin Cathlyne ya?" Tanya Rey dengan nada mengintimidasi.
"Engak kok" kata mereka bergantian.
"Boong, kalo mo nyudutin nungguin gua dong" kata Rey yang membuat Cathlyne mendorongnya hingga rangkulannya lepas.
"Dih ngambek" kata Rey
"Serah" kata Cathlyne dingin
"Yaudah maap" kata Rey lalu mengecup pelipis Cathlyne yang membuat Cathlyne membelalakkan matanya.
"Ekhem"
"Ciaaaaa"
"Cieeeeeee"
"Ihiyyy"
"Uhuyyyyy"
"Piuwittttt"
"Yang kasmaran mah beda"
Cathlyne pun langsung mendorong Rey dan menyentil bibir Rey yang membuat Rey meringis.
"Kok di sentil sih?" Tanya Rey kesel
"Lagian kamu asal nyium didepan bonyok kamu lagi" kata Cathlyne ngegas yang membuat semua tertawa lepas.
"Biarin, orang mereka gak marah kok" kata Rey.
"Serah lo Rey serah" kata Cathlyne.
"Kalian ini ada-ada aja" kata Isabelle setelah selesai tertawa.
"Kapan kamu lamar Cathlyne?" Tanya papa Rey yang membuat Cathlyne kembali melotot sedangkan Rey tersenyum penuh arti beda dengan yang lainnya tersenyum jahil ke Cathlyne.
"Belum ada niatan pa, Rey masih mo nyari yang pas" kata Rey tersenyum miring.
"Oh, lo mo nyari yang lain?! Kenapa gak bilang dari lalu, klo gue tau mending gue cari cowo lain juga. Ngapain capek-capek nungguin bertahun tahun tanpa status pula" kata Cathlyne nyerocos.
"Berarti lo bodoh" kata Rey santai
"Serah. Gue mo pulang" kata Cathlyne lalu berdiri namun tangannya ditarik oleh Rey yang membuatnya kembali terduduk dan......
Chupp
Ya,Rey mencium bibir Cathlyne bukan hanya mencium tapi ******* dan menyesap bibir Cathlyne. Tangan Rey pun menarik tengkuk Cathlyne agar memperdalam ciuman mereka. Cathlyne yang sudah terbuai pun mengalungkan tangannya dileher Rey hingga deheman papa Rey menghentikan ciuman mereka.
Rey pun menghentikan ciumannya lalu mengecup singkat bibir Cathlyne sedangkan Cathlyne hanya terdiam malu karna dia ciuman diliatin banyak orang terlebih ada ortunya Rey.
"Ini yang kamu pelajari selama di USA Rey?!" Tanya papa Rey
"Iya, ini salah satu yang Rey pelajari pa hehe" kata Rey yang membuat papa nya geleng-geleng sedangkan Isabelle dan yang lainnya sibuk menggoda Cathlyne.
Kali ini dia tidak berdaya dihadapan temen-temen nya karna ada Isabelle, yakali Cathlyne mo marah-marah di depan ortu Rey.
"Ma pa, Rey bawa Cathlyne ke halaman belakang dulu ya" kata Rey yang diangguki kedua orangtuanya.
Cathlyne dan Rey pun pergi ke halaman belakang. Mereka pun duduk di kursi pinggir kolam.
Untuk beberapa menit hanya terjadi keheningan, hingga Rey membuka pembicaraan.
"Cath, gue mau kita gak ketemu dulu" kata Rey yang membuat Cathlyne menoleh ke Rey.
"Maksud kamu?" Tanya Cathlyne
"Aku mau kita pisah karna aku punya rencana lebih penting daripada pacaran sama kamu dan kayaknya kita gak bisa pacaran. Aku gak mau buang-buang waktu untuk pacaran sama kamu" kata Rey yang membuat Cathlyne menghela nafas.
"Gue bodoh, bener-bener bodoh. Gue nunggu lo bertahun-tahun dengan harapan lo balik dan ngasih gue status dan bisa pacaran sama lo. Tapi gue salah, gue malah buang-buang waktu nunggu lo yang ternyata cuma jadiin gue pendamping sementara lo yang tanpa status bisa deket ama lo." Kata Cathlyne dengan mata yang sudah berkaca-kaca
"Bukan gitu Cath"
"Jadi semua kata "love u" kata "sayang" semuanya itu bullshit. Keknya gue emang gak ditakdirkan untuk dapet cowo yang bisa nemenin gue ampe mati. Gue nyesel percaya semua omongan bullshit lo Rey" kata Cathlyne
"Lo gak ngerti Cath"
"Gue ngerti Rey, okay gue bakalan pergi. Klo lo emang gak mau ketemu ama gue terserah, gue gak bakalan nahan lo dan maksa untuk ketemuan. Goodbye Rey"
Cathlyne pun pergi meninggalkan Rey dengan senyum miring nya. Setelah Cathlyne benar-benar pergi, Rey mengambil hp di kantongnya dan menelpon seseorang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Booking tempat lalu decor sebagus mungkin, siapkan gaun pengantin plus tuxedo, kue pernikahan, dan jangan lupa sebarkan undangan pernikahan saya yang sudah dicetak. Saya mau dalam 3 hari semua selesai"