This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Meresahkan



Author POV


Saat ini Rey dan Cathlyne masih berada di mobil karna mereka tidak tau apa yang harus mereka lakukan pagi pagi, jadi mereka memutuskan untuk berkeliling keliling saja. Didalam mobil mereka terus mengobrol apa pun agar suasana tidak membosankan, tangan Cathlyne sedari memaikan tangan kiri Rey yang bebas sedangkan tangan kanannya menyetir.


"Sayang" Panggil Cathlyne


"Kenapa?" Tanya Rey sesekali melirik Cathlyne.


"Kita ke bukit aja" Kata Cathlyne


"Bukit?"


"Iya, bukit yang dulu pernah kita datangin. Kayaknya disana sejuk pagi pagi gini" Kata Cathlyne.


"Itu udah lama yank, mungkin bukit nya udah gak se asri dulu" Kata Rey sambil mengelus kepala sang istri yang mempoutkan bibir nya.


"Masa kita didalam mobil mulu sih, percuma dong aku pake baju kek gini" Kata Cathlyne kesal.


"Bagus, biar gak ada cowo yang liat paha kamu selain aku"


"Possesif bingit sihhhh" Kata Cathlyne gregetan.


"Biarin" Kata Rey acuh


Mereka pun berdiam diri sejenak dengan Cathlyne yang terus memainkan jari jaari milik Rey sedangkan pria itu menjalankan mobilnya kesuatu tempat. Setelah 20 menit perjalanan, Rey pun menghentikan mobilnya yang membuat Cathlyne mengedarkan pandangannya ke sekitar lalu sedetik kemudian wajahnya kembali sumringah lalu dengan cepat keluar dari mobil.


Rey yang melihat ke antusiasan sang istri pun tersenyum kecil lalu menghampiri sang istri yang sudah membaringkan tubuhnya di hamparan rumput hijau dan memandang kumpulan awan putih di langit biru yang membuatnya nyaman.


Cathlyne yang merasakan suaminya ikut berbaring di sebelahnya pun langsung memeluk suaminya dari samping lalu kembali menatap langit biru itu dan merasakan angin sepoi sepoi yang membuatnya mengantuk.


"Tuh kan! Di sini masih sama kayak waktu kita pacaran, eh salah. Kita kan gak pernah pacaran" Kata Cathlyne yang membuat Rey berdecak sebal


"Gak usah diungkit" Kata Rey yang membuat Cathlyne terkekeh lalu kembali menyebunyikan wajahnya di ceruk leher Rey.


"Cath" Panggil Rey


"Ya?"


"Kamu mau honeymoon kemana?" Tanya Rey


"Hah?" Tanya Cathlyne lalu menatap Rey yang juga sedang menatap nya


"Kata nya mau bikin adek" Kata Rey dengan tampang mesumnya.


"Y-ya masa secepat ini sih?" Tanya Cathlyne


"Ck, bilang aja gak mau honeymoon. Klo gak mau gak usah" Kata Rey ketus


"Gak gitu Rey, aku cuma masih gak tega ninggalin anak anak" Kata Cathlyne


"Gak usah pergi kalo gitu" Kata Rey, Cathlyne pun mengerti. Jika sudah begini, pasti Rey ngambek padanya mau tak mau Cathlyne harus menuruti kemauan bayi gede itu.


"OK FINE! Kapan mau berangkat? Besok juga aku jabanin" Kata Cathlyne pasrah


"Serius?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne


"Yaudah, kamu mau kemana?" Tanya Rey yang masih betah dalam dekapannya.


"Gimana kalo ke Bali aja yang deket deket?" Tanya Cathlyne


"Ok! mau pake pesawat ato naik mobil?" Tanya Rey sambil mengelus surai Cathlyne


"Naik pesawat aja, supaya kamu juga gak capek nyetir" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengangguk. Mereka pun terdiam sebentar sambil menikmati suasana tenang di bukit itu.


"Rey" Panggil Cathlyne yang membuat sang empunya nama menatap nya sambil berdehem


"Kamu gak bosen nikah sama aku?" Tanya Cathlyne. Rey pun menunjukan raut tak sukanya ketika mendengar penuturan Cathlyne.


"Ngapain ngomong gitu?" Tanya Rey dengan nada tak bersahabatnya.


"Kan cuma nanya Rey" Kata Cathlyne


"Menurut kamu gimana?" Bukannyan menjawab pertanyaan Cathlyne, Rey malah menanya balik.


"Ya mana aku tau, makanya aku nanya kamu. Kan banyak tuh diluar sana yang suami nya bosen trus selingkuh ending nya cerai, kita aja udah nikah berapa taun ya? Oh dah 6 tahunan lebih, sapa tau aja kamu suka ama cewe lain gitu apalagi kamu banyak yang suka. Dah tua aja banyak yang suka gimana aku gak insecure" Kata Cathlyne panjang lebar.


"Ngomong aneh aneh, gak mungkin aku mau cari cewe lain Cath. Kalo aku bosen, dah dari lama ninggalin kamu trus nyari mama tiri buat anak anak" Kata Rey


"Ish! nyebelin" Kata Cathlyne dengan wajah cemberutnya.


"Lagian, kamu juga banyak yang suka Cath. Sudah tua aja masih cantik trus bringas gimana gak banyak yang mau sama kamu coba? Aku kan jadi insecure" Kata Rey


"Sa ae lu" Kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum.


"Jangan ngucapin kata cerai Cath, sampai mati pun aku gak mau pisah dari kamu" Kata Rey sambil mengeratkan pelukannya pada sang istri.


"Aku juga, ogah mau cari yang lain. Toh cowo yang paling ganteng trus kaya udah jadi suami aku jadi buat apa cari yang lain, yang ada rugi" Kata Cathlyne lalu nyengir yang membuat Rey tersenyum lalu mengecup bibir Cathlyne sebentar.


"I love you" Kata Rey


"I love you more my hubby" Kata Cathlyne lalu mengecupi seluruh permukaan Rey.


Mereka pun menghabiskan waktu untuk saling memberikan perhatian dan juga mengingat masa lalu mereka, dari awal bertemu di arena balapan hingga berakhir di pelaminan dengan cara yang sangat romantis dan mengejutkan bagi Cathlyne.


Namun mereka terpaksa menyudahi waktu berduaan karna menyadari hai sudah muali siang dan mereka masih harus menjemput kedua anaknya itu di sekolah sebelum bersiap untuk pergi honeymoon kedua mereka bahkan Rey sudah memesan tiket pesawat tujuan bandung sangking ngebetnya mau berkembang biak.


Rey pun menjalankan mobilnya menuju sekolah anak anak nya dan butuh 30 menit perjalanan  untuk sampai. Saat sampai Rey dan Cathlyne sudah bida melihat Leo dan Cia yang sedang bergandengan di depan gerbang sekolahnya, mereka pun turun dari mobil lalu menghampiri kedua anaknya itu.


"Haii, lama nunggu nya?" Tanya Cathlyne setelah mencium pipi kedua anaknya yang diikuti oleh Rey.


"Endak kok" Kata Cia yang membuat Cathlyne tersenyum


"Ayok pulang" Ajak Rey sambil menggendong Leo sedangkan Cathlyne menggandeng Cia. Namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara anak kecil memanggil Cathlyne.


"Tante Cathlyne" Panggil anak itu.


Mereka pun menoleh, lalu melihat Eric yang berdiri tak jauh dari mereka. Cathlyne pun menyuruh Rey dan kedua anaknya agar duluan masuk ke dalam mobil setelah mereka masuk, Cathlyne pun menghampiri Eric lalu berjongkok di depan bocil itu.


"Kenapa Ric?" Tanya Cathlyne lembut.


"Tadi kan tante suruh Elic buat jagain Cia" Kata nya


"Iya, terus?"


"Telus tadi Elic liat ada om om yang ngikutin Cia telus." Kata Eric yang membuat jantung Cathlyne berpacu cepat


"Terus?"


"Telus Elic kacih tau Leo, telus Leo ajak Cia pelgi pelgi tapi Elic liat om om itu ngikutin mulu. Pas tante datang, om om itu pelgi" Kata Eric. Itu kah sebabnya Leo mengandeng tangan Cia erat pikir Cathlyne


"Thanks Eric, nanti Eric kasih tau tante terus ya kalo om om itu ngikutin Cia sama Leo lagi" Kata Cathlyne pada Eric


"Ok tante" Kata Eric yang membuat Cathlyne tersenyum.


"Eric mau pulang sama tante?" Tanya Cathlyne


"Gak ucah, Elic udah di jemput papa" Kata Eric sambil menunjuk mobil yang sudah ada Vino yang melambaikan tangannya kearah Cathlyne yang oleh Cathlyne.


"Yaudah, Kalo gitu tante pulang dulu ya. Bye" Kata Cathlyne


"Bye" Balas Eric lalu berlari kearah sang papa begitu juga Cathlyne yang masuk kedalam mobil.


"Kenapa?" Tanya Rey


"Gakpapa" Jawab Cathlyne


"Gak usah disembunyiin" Kata Rey sambil mengelus tangan Cathlyne


"Nanti, gak didepan anak anak" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengangguk lalu menjalankan mobil nya.


"Le, Ci nanti mama sama papa mau pergi. Kalian gakpapa kan nginep dirumah oma Elizabeth sama opa Edgar? Kan disana banyak sepupu kalian" Kata Rey


"Belapa lama?" Tanya Leo


"Maybe one week" Kata Rey yang membuat Cathlyne menatap suaminya. Apakah dia sanggup meninggal anak nya selama itu apalagi ada orang yang menguntit kedua anaknya.


"Its too long" Kata Leo. Rey dan Cathlyne pun saling menatap, Rey menangkap kegelisahan di mata sang istri.


"Nanti papa pikirin lagi, tapi kalian gak papa kan nginap di rumah oma opa?" Tanya Rey


"Cia cih yes" Kata Cia


"Leo uga" Kata Leo yang membuat Rey tersenyum lalu kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah sang mertua.


Beberapa menit kemudian, mereka pun sampai di rumah Elizabeth dan Edgar. Kedua anak kecil itu pun berlari masuk kedalam rumah sang om meninggalkan kedua orang tuanya yang masih berada didalam mobil.


"Kamu kenapa Cath?" Tanya Rey.


"Ada orang yang ngikutin anak anak" Kata Cathlyne yang membuat Rey terkejut.


"Kamu serius?" Tanya Rey


"Iyalah Rey! Gak mungkin aku bercandain soal anak" Kata Cathlyne dengan mata memanas yang membuat Rey menghela nafas lalu membawa Cathlyne ke dalam pelukannya.


"Shttt, udah gak usah nangis" Kata Rey yang berusaha menenagkan sang istri.


"Aku muak Rey, orang itu juga ngikutin aku" Kata Cathlyne yang mmebuat Rey mendorong pelan Cathlyne sehingga dia bisa menatap mata Cathlyne.


"Maksud kamu?" Tanya Rey.


"Kamu inget kan waktu aku nanyain kamu soal bunga?" Tanya Cathlyne yang langsung diangguki oleh Rey.


"Itu sebenarnya bukan untuk ngodein kamu buat beliin aku bunga, tapi tiba tiba ada yang ngirim aku bunga yang ada surat berisi ucapan romantis" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengeraskan rahang nya dan juga mengepalkan tangannya.


"Bukan cuma itu! Waktu aku di supermarket pas aku mau ngambil susu, tiba tiba ada kertas yang isinya peringatan supaya aku gak terlalu banyak minum alkohol dan itu sama kayak yang suka di lakuin sama LEO waktu kita pacaran" Kata Cathlyne pada sang suami, tentunya Rey tidak cemburu dengan LEO karna dia tau dan paham bagaimana LEO dulu.


"Terus? Ada lagi?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne.


"Kamu inget dulu yang kita ketemu LEO di taman sama Jhosua? waktu itu LEO pernah bisikin aku soal lollipop yang dulu waktu kita pacaran selalu dia bilang supaya aku gak makan banyak lollipop, dan cowo itu ngomong kalimat yang sama persis kayak kata kata LEO" Lanjut Cathlyne


"Maksud kamu, cowo itu berperilaku kayak LEO waktu masih hidup?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne.


"Dan terakhir. Waktu aku di keroyok ama preman, dia juga yang bantuin aku bahkan dia bilang gini 'stay safe love' gitu. Gimana aku gak risih coba?" Kata Cathlyne menggebu-gebu tentunya hal itu juga membuat Rey mengumpati cowo misteerius itu.


"Rilexs honey. Menurut kamu cowo itu siapa?" Tanya Rey yang membuat Ctahlyne menggeleng tak tau.


"Aku gak tau, tapi aku sempat liat ada tatto mawar hitam di jari tengahnya" Kata Cathlyne.


Rey pun menghela nafas kasar dan berusaha untuk tidak emosi karna cerita Cathlyne yang membuat jiwa posessif nya berkobar. Melakukan hal itu sama saja ingin merebut Cathlyne dan anak anak nya bukan?


"Yaudah, kita tenang dulu ok? Kalau itu cowo sialan masih aja berulah, baru kita cari cara buat nyari dia" Kata Rey yang diangguki oleh Cathlyne. Rey pun kembali membawa Cathlyne kedalam pelukannya lalu tangannya bergerak untuk mengelus kepala Cathlyne guna meredakan emosi Cathlyne.


"Udah tenang?" Tanya Rey. Cathlyne pun mengangguk lalu mengurai pelukannya sambil tersenyum unutk meyakinkan bahwa dia tak apa apa pada sang suami. Rey pun mengecup kening Cathlyne agak lama lalu mengajak nya keluar dari mobil dan menghampiri kedua anak nya.


Saat masuk, Rey dan Cathlyne di perlihatkan kedua anaknya sedang asik bermain dengan Farrel dan Freya anak dari Brandon tak lupa dengan Kenzo bayi yang ada di gendongan Elizabeth yang adalah anak dari Bryan.


"Haloo Kencooooo" Seru Cathlyne seolah masalahnya hilag saat melihat bayi imut itu. Dengan secepat kilat Cathlyne mengambil ahli Kenzo dari Elizabeth lalu mengecupi seluruh permukaan wajah Kenzo.


"Rey lucu banget nah" Kata Cathlyne pada sang suami. Rey pun tersenyum melihat Cathlyne sudah tak sefrustasi tadi, dia pun mengecup pipi Kenzo lalu membisikan sesuatu pada sang istri.


"Besok kita bikin yang lebih lucu dari Kenzo" Bisik Rey sensual lalu berjalan menghampiri anak anak nya yang duduk dan bermain di karpet.


Cathlyne pun menggelengkan kepalanya mengusir pikiran jorok yang ada di otak nya lalu duduk di samping mommynya.


"Mom, Brandon sama Bryan mana?" Tanya Cathlyne pada Elizabeth.


"Lagi di kamar kali, soalnya mereka tadi baru pulang jalan jalan" Kata Elizabeth yang membuat Cathlyne mengangguk.


"Cath"


"Napa mom?"


"Kata nya kamu ama Rey mau pergi, pergi kemana?" Tanya Elizabeth


"Mo bikin anak lagi" Jawab Cathlyne santai yang membuat mommy nya itu membelalakan matanya


"Serius?" Tanya Elizabeth


"Iyalah mom, makanya kita titip Leo ama Ciaa disini dulu" Kata Cathlyne


"Rencana nya mau kemana? Luar ngeri?" Tanya sang mommy yang dibalas gelengan oleh Cathlyne.


"Gak, rencana nya mau di bali aja biar dekat" Kata Cathlyne. Elizabeth pun ber oh ria lalu mengambil Kezo dari gendongan Cathlyne.


"Daddy mana ma?" Tanya Cathlyne


"Lagi diruang kerja" Jawab Elizabeth yang membuat Cathlyne mengangguk paham.


"Hi Cath" Sapa seorang wanita yang baru saja turun dari tangga.


"Halo kakak ipar" Sapa Cathlyne balik kepada istri dari Brandon yang bernama Elia.


"Kak, masakin makan siang dong! Laper nichh" Kata Cathlyne pada Elia


"Masak sendiri" Kata seseorang pria beranak 2 itu, siapa lagi kalau bukan Brandon.


"Napa sih lu? Sewot banget" Kata Cathlyne pada Brandon


"Nyenyenye" Kata Brandon lalu merangkul sang istri


"Dari dulu rese banget lu" Kata Cathlyne kesal


"Napa? Gak suka?" Tanya Brandon sewot yang membuat Cathlyne berdecak sebal lalu melempar bantal sofa ke arah kaka lucknutnya itu


"Cathlyneeee" Seru Bryan yang baru saja turun bersama sang isrti yang bernama Rahel


"HUAAA DOUBLE B, BRANDON RESE NOH" Seru Cathlyne sambil berlari lalu memeluk kakak nya itu.


"Tabok aja Cath, kalo perlu gue bantu" Kata Bryan lalu bertos ria dengan Cathlyne


"Dasar adek adek jah*nam" Kata Brandon yang dibalas dengan juluran lidah dari Cathlyne dan juga Bryan.


"Udah deh Bry, jangan kayak bocil. Kamu juga Cath, ada ada aja" Kata Rahel lalu terkekeh.


"Abisnya, kakak ipar nya kakak ipar rese" Kata Cathlyne pada Rahel


"Ngomong apa sih lu tong?!" Tanya Brandon sengit


"Bacot skip!" Kata Cathlyne lalu berjalan kearah Rey


"Ngadu sana ngadu ama laki lu! Dasar bocah" Seru Brandon yang mendapat cubitan dari Elia


"Awww sakit yank" Kata Brandon saat merasakan cubitan sang istri di pinggangnya.


"Gak usah suka usil ama adek sendiri" Kata Elia


"DENGER NOH! PUNYA KUPING KAN?!" Seru Cathlyne yang membuat Brandon berdecak sebal


"Udah sayang, gak usah ribut" Kata Rey


"Iya" Kata Cathlyne patuh.


"Yaudah, yuk El, Cath kita masak" Ajak Rahel pada emak emak itu.


"Enggak deh kakak ipar, adik ipar mu ini lebih memilih  menjaga anak mu saja" Kata Cathlyne yang membuat Brandon ingin menghujat namun tertahan karna pria itu mendapat pelototan dari sang istri.


"Yaudah, jagain ya" Kata Rahel yang diangguki oleh Cathlyne. Rahel dan Elia pun berlalu ke dapur untuk memasak makan siang untuk satu keluarga itu.


"Pemalas" Celetuk Brandon.


"Mom, kok ada suara tapi gak ada orang nya?" Tanya Cathlyne pada Elizabeth.


"Setan kali" Kata Elizabeth


"WOOOOOOOOOO" Seru Cathlyne dan Bryan bersamaan yang membuat Brandon ingin sekali menenggelamkan kedua adiknya ke danau toba.


TING NONGG!


Bel rumah berbunyi yang membuat mereka saling bertatapan hingga Cathlyne memutuskan untuk membukanya. Saat Cathlyne membuka pintu terlihat lah cowo berhoodie hitam dengan topi dan masker hitamnya.


"Hi, long time no see" Kata orang itu


"Who?" Tanya Cathlyne datar.


"Don't mind it. This time for you" Kata orang itu lalu memberikan lilin aroma terapi kesukaan Cathlyne yang hanya diketahui oleh LEO. Cathlyne pun kembali melihat tatto mawar hitam di jari cowo itu.


"Who are you?!" Tanya Cathlyne tajam.


"Someday you'll know. Just wait love" Kata orang itu lalu menaruh lilin aroma terapi itu ditangan cowo itu.


"Jauhin anak anak gue" Kata Cathlyne tajam


"Suatu hari nanti, mereka bakalan jadi anak kita love"


"IN YOUR DREAM! Mereka akan selama nya jadi anak gue dan Rey, not yours" Kata Cathlyne emosi


"Oh ya? We'll see. Love you" Kata cowo itu lalu pergi meninggalkan rumah Elizabeth meninggalkan Cathlyne yang menahan air mata nya yang sudah ingin keluar karna emosi.


"Hey, are you okay?" Tanya Rey pada Cathlyne. Cathlyne yang mendengar suara Rey pun langsung berbalik menatap Rey lalu menunjukan lilin aroma terapi ditangannya.


"He's back" Kata Cathlyne yang membuat Rey langsung berlari ke luar gerbang mencoba untuk menyusul cowo yang berusaha mengganggu keluarga kecilnya namun Rey tidak menemukan apa pun.


Karna tidak menemukan jejak cowo itu, Rey pun kembali menghampiri Cathlyne yang masih berdiri sambil meremas lilin itu hingga remuk dengan mata terpejam. Rey yang melihat itu pun tahu bahwa Cathlyne sedang menahan BADCATHLYNE agar tidak keluar sekarang.


"Rilex, inhale......release" Kata Rey yang membantu agar Cathlyne tenang.


"Ok, udah tenang?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne


"Good, now tell me what happen" Kata Rey yang membuat Cathlyne menceritakan semua yang terjadi. Sekarang malah gantian, Rey yang berusaha agar BADREY tidak keluar dan menguasai tubuhnya. Cathlyne mengusap bahu Rey agar suaminya itu kembali tenang lalu memeluk suaminya, dia tau Rey juga takut kehilangan buah hati mereka.


"We'll find who is him"


\~\~\~\~\~\~\~******\~\~\~\~\~\~\~


Saat ini Cathlyne sedang berada di balkon kamarnya dulu sebelum menikah dengan Rey, dia berdiri di balkon dengan pikiran berkecamuk. Banyak yang dia pikirkan semenjak kejadian lilin aroma terapi itu, bahkan saat makan malam Cathlyne lebih banyak diam yang membuat semua bingung kecuali Rey tentu nya.


Cathlyne terus memikirkan siapa orang itu? Kenapa dia mengenal Cathlyne? Kenapa dia menguntit Cathlyne dan anak anaknya? Kenapa tidak ada angin tidak ada hujan dia datang seolah ingin menghancurkan keluarga kecil nya? Begitu banyak mengapa di kepala Cathlye hingga rengkuhan hangat dia dapatkan dari belakang.


"Haruskah kita cancel honeymoon nya?" Tanya Rey. Ya orang yang memeluk Cathlyne dari belakang adalah Rey.


"Itu gak perlu" Kata Cathlyne sambil mengelus tangan Rey yang berada di perutnya.


"Tapi kamu lagi banyak pikiran dan pasti berat untuk ninggalin anak anak" Kata Rey


"I'm okay, aku yakin mereka will be safe kalo dijagain mommy" Kata Cathlyne


"Are you sure?" Tanya Rey. Cathlyne pun mmebalikan badannya tanpa melepaskan pelukan Rey lalu menyandarkan kepalanya di dada Rey.


"Hm, i'm sure. Everything will be okay" Kata Cathlyne meyakinkan Rey, no lebih tepatnya meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan baik baik aja.


Cathlyne pun menguraikan pelukan mereka lalu masuk kedalam kamar dan mengambil koper mereka dan memasukan beberapa pakaian mereka ke dalam koper namun tangannya dihentikan oleh Rey.


"Kamu yakin?" Tanya Rey sekali lagi.


"Astaga Rey, udah yah ini terakhir kalinya kamu nanya aku kek gitu. Kalo kamu masih nanya gitu mending batal aja honeymoon nya" Kata Cathlyne lalu tersenyum kecil pada Rey dan kembali memasukan baju baju mereka untuk beberapa hari kedepan.


"Let me help" Kata Rey yang diangguki oleh Cathlyne.


Mereka pun menyiapkan keperluan mereka saat honeymoon besok, Setelah selesai mereka pun naik keatas tempat tidur untuk beristirahat. Cathlyne membalikan badan kearah balkon, dai belum bisa tidur karna terlalu banyak pikiran, Rey yang belum tidur pun menyadari bahwa istrinya itu juga tidak bisa tidur.


Rey pun kembali memeluk Cathlyne dari belakang lalu mengusah kepala Cathlyne perlahan agar membuat Cathlyne mengantuk.


"Sleep well honey" Bisik Rey lalu mengecup kening Cathlyne sambiil terus mengusap kepala sang istri hingga wanita itu tertidur.