This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Who is she?



Author POV


Sudah 4 hari sesudah date Rey dan Cathlyne. Saat ini Cathlyne sedang dikantin bersama Triple Na. Gak ada yang menarik disetengah hari ini semuanya berjalan normal.


"Oh ya guys, kita dapet undang lho dari kakak gue" kata Fiona sambil memakan baksonya


"Undangan?! Kak Jonathan mo nikah?!" tanya Cathlyne lalu menyeruput jus strawberry nya


"Lah... Lah... Lah cepet banget dah nikah" lanjut Diana


"Bukan, maksudnya undangan buat ngisi acara di festival sekolahnya" kata Fiona


"Dih, kita? Ngisi acara?" tanya Kirana yang daritadi hanya bermain hp


"Iya, katanya.... Kita kan famous trus banyak pens nya, makanya dia ngajak kita buat ikut ngisi acara. Nyanyi kek dance kek" kata Fiona


"Gak ah, gue gak mau, Cathlyne aja tuh nyanyi suaranya kan mayan" kata Diana


"Enak aja lo curut, masa gue sendiri?" kata Cathlyne ngegas


"Santai mpok, lagian lo kan dah biasa naik panggung, lah kita? Udah lah lo aja yang nyanyi ntar kita yang teriakin lo dari bawah panggung" kata Kirana


"Iya, ntar gue pikirin dulu" kata Cathlyne


"Udahlah gak usah pake mikir, ikut aja yaa plisssss" kata Fiona yang membuat Cathlyne memutarkan bola matanya lalu mengangukkan kepalanya


"Yes, akhirnya" kata Diana


"Btw kapan?" tanya Cathlyne


"Besok malam" jawab Fiona


"Oh yaudah, bagus deh ntar gue ajak si Vino pasti mau ikut dia kan ada bebeb Fifi nya" kata Cathlyne sambil menggoda Fiona.


Yups dari dulu mereka itu saling suka cuma gengsi nya mereka ketinggian makanya kagak jadi-jadi, gak tau deh sekarang masih suka ato udah move on mereka


"Apaan sih lo, bukannya dia bebeb kesayangan lo ya" kata Fiona


"Idih, jealous lo?!" tanya Cathlyne


"Makanya, bilang aja, jangan gengsi lo aja yang ditinggiin" kata Kirana


"Ntar gue suruh Vino buat nembak lo" lanjut Diana


"Serah, gue mo balik kekelas ntar lagi masukan" kata Fiona lalu berdiri meninggalkan ketiga temennya yang masih tertawa. Akhirnya mereka menyusul Fiona kekelas


"Oh ya, kok doi lo gak keliatan dari tadi pagi" kata Diana kepada Cathlyne


"Doi?" tanya Cathlyne


"Rey maksudnya" jelas Diana


"Gak tau, malas juga mikirin dia" kata Cathlyne sambil mengacuhkan bahunya


"Eleh, sok lo" kata Kirana lalu mereka masuk kedalam kelas dan mulai belajar karna sudah ada guru dikelas mereka


...~*~...


Sekarang waktunya untuk pulang karna bel pulang sekolah dah bunyi. Cathlyne dan Triple Na masih duduk dikelas mereka buat nunggu sampai sepi karna mereka ngak mau bersesak-sesakan. Tapi sudah 15 menit sekolah masih terdengar rame, rame banget malah


"Guys, itu kok mereka lama banget pulangnya, biasanya 15 menit sekolah dah sepi" kata Kirana


"Gak tau tuh, keknya ada sesuatu deh. Keluar yuk, kepo gue" kata Cathlyne yang mendapat anggukan dari ketiga temennya. Mereka pun keluar dari kelas lalu berjalan kearah gerbang sekolah tapi...... Mereka ngeliat anak-anak ngerumunin sesuatu malahan bukan murid aja tapi guru-guru juga diem ngeliatin


"Dih, kok rame banget, mereka ngeliatin apa sih, kepo gue" kata Fiona


"Eh tuh ada bu Agnes, tanya yuk" ajak Kirana. Lalu mereka menghampiri bu Agnes.


"Hai bu, kok rame banget sih, ada pertunjukan mendadak ya?" tanya Cathlyne


"Iya, tuh pertunjukannya" kata bu Agnes sambil menunjuk kearah gerbang dengan dagunya


"Loh, mereka barantem? Kok guru-guru gak ada yang ngeleraiin sih? Malah diliatin aja" cerocos Cathlyne


"Kalo bisa dileraiin sudah dari tadi mereka pulang, coba kamu lihat pak Bobi sudah biru matanya gara-gara kena tinju dari salah satu mereka makanya gak ada yang berani maju" jelas bu Agnes


"Yah, kasian banget pak Bobi, pasti sakit" kata Diana


"Sejak kapan mereka kelai bu? " tanya Kirana


"Kurang lebih 10 menit yang lalu" jawab bu Agnes


"Kok bisa sih bu?!" tanya Diana


"Katanya anak sekolah kita tadi pagi nyerang sekolah mereka, makanya mereka mo balas demdam" jelas bu Agnes


"Cih, bener-bener anak-anak kucheng itu." kata Cathlyne dengan raut muka kesal nya


"Parah, kelai disekolah" kata Fiona sambil geleng-geleng kepala


"Yaudah tunggu disini ya bu, mo ku hambur mereka. Btw klo aku bisa lerai mereka kasih kita nilai 100 math ya bu" kata Cathlyne


"Tergantung, biar ibu liat dulu. Sudah kalian lerai mereka sana" kata bu Agnes


"Kuy guys, gaskan" kata Cathlyne lalu pergi ke samping para curut-curut yang lagi kelai itu


"Lo mo apaain Cath? " Tanya Kirana sedangkan Cathlyne hanya menunjukan smirknya yang membuat mereka bergidik ngeri. Cathlyne pun mengambil selang yang biasa dipake pak toni buat nyiram bunga


"Klo gue suruh nyalain-nyalain ya" kata Cathlyne yang mendapat acungan jempol dari Triple Na


Saat ini Cathlyne menarik nafas lalu membuang nya. Dan......


"Nyalain" kata Cathlyne yang membuat.....


Byurrrrrrrrr


"Weh anjing, sapa yang nyiram"


"Bangs*t, basah bodok"


"Anjing, Asuu baju gue basah"


"Eh taik, siapa sih yang nyiram"


Begitulah umpatan-umpatan dari para curut itu karna mereka belum tau siapa yang menyiram mereka


Cathlyne benar-benar senang sekarang, dia menyiram mereka dari ujung keujung yang membuat mereka basah. Karna di liat mereka sudah kesal dan menghentikan acara tonjok-tonjokan nya maka Cathlyne menaruh selang nya dan menatap mereka dengan tatapan maut nya


"Cathlyne" kata seseorang yang Cathlyne kenal yaitu Rey


Anak-anak dari sekolah lain itu pun lalu menundukan kepala mereka karna tau siapa yang sedang mereka hadapi sekarang


"Mana?! Gue mo denger lagi kalian ngoceh" teriak Cathlyne


"Lo apa-apain sih Cat kan baju gue jadi basah" kata Juna


"Ntau nih, kurang kerjaan banget" kata Aldo sedangkan lawan mereka itu tidak ada yang berani berbicara


"Parah lo Cath, masa kit-" kata Nathan


Byurrrrr


Cathlyne kembali menyiram mereka yang membuat mereka terdiam dan ngedumel-dumel sendiri dalam hati


"Kalian ini caper ya?! Hah?! Ngapain kelai disini?! Caper sama cewe-cewe disini?! Mo sok-sok an dibilang keren?! Hah?! Klo mo Caper di luar sana biar diliatin sama warga sekaligus ama polisi ato kalo perlu diliatin ama TNI. " teriak Cathlyne yang membuat semua nya mingkem


Cathlyne pun berjalan kearah kubu milik sekolahnya yang dipimpin oleh Reynald


"Jadi, kalian yang bolos dari pagi cuma buat nyerang?!" bentak Cathlyne dengan tatapan jengkelnya


"Cath-" belum sempat Rey manggil sudah dipotong lagi oleh Cathlyne


"Lo diem ya" kata Cathlyne sambil menunjuk wajah Rey


"Kalo mo tawuran jangan disekolah dong. Kasian yang lain mo pulang tapi terhambat karna kelakuan najis kalian ini! " teriak Cathlyne


Dia pun berbalik badan dan menatap anak sekolah lain itu.


"Oh jadi Kalian?! Kalian tau gak ini sekolah gue?! Apa perlu gue kasih pelajaran ke kalian?!" bentak Cathlyne


"Jangan bos, sorry kita gak tau kalo ini sekolah lo. Lagian kita gak mungkin nyerang klo gak ada yang mancing" kata Denis Ketua mereka


"Cih, tapi gak harus disekolah juga kan?!" bentak Cathlyne sekali lagi yang membuat mereka mati kutu


"Sekarang kalian minta maaf. SE. KA. RANG" kata Cathlyne menatap mereka semua


"Maaf" kata mereka serempak kepada Cathlyne


"Bukan ke gue, tapi ke mereka yang terhambat pulangnya sekaligus ke pak Bobi yang kena tinju kalian" teriak Cathlyne. Ya mau tidak mau mereka semua harus minta maaf


"Sekarang mending kalian balik deh" kata Cathlyne kepada Denis and the gang


"Gak bis-" kata Denis yang Langsung dipotong Cathlyne


"Dalam hitungan ketiga klo kalian gak mau cabut, gue pastiin geng kalian hancur dalam semalam" teriak Cathlyne


"Tap-"


"SATU" mereka masih diam ditempat


"DUA" mereka sudah kalang kabut


"TIG-"


"Okay Fine kita Cabut, tapi plis jangan ngancurin kita" kata Denis


"IYA udah Cepetan pergi" kata Cathlyne


"TIG-" lalu deruan motor terdengar pergi dari halaman sekolah


"Sekarang. Kalian diem ditempat" kata Cathlyne sambil menunjuk Rey and the Gang


"Mo apa lagi sih Cat?!" tanya Rey


"Diem. Sekarang kalian baris. Cepetan" teriak Cathlyne yang membuat mereka mau tidak mau harus mengikuti perintah dari kanjeng ratu


"Good. Fi selangnya dong" kata Cathlyne. Fiona pun yang mendengar itu langsung memberikan selang kepada sahabatnya itu


"Kalian tau kan kalo sekarang kalian luka-luka karna adu tonjok?! Karna gue baik, jadi gue bakalan ngebersihin luka kalian supaya gak infeksi" kata Cathlyne dengan smirk nya yang membuat siapa pun ngeri sendiri melihatnya


"Sekarang satu-satu maju kedepan" suruh Cathlyne dan mereka pun menurut.


Byurrrr


Kali ini Cathlyne menyiram mereka dengan selang kearah luka-luka mereka. Mereka pun hanya berteriak kesakitan. Yaiyalah, pasti luka nya perih kena air mana airnya kenceng banget lagi. Saat ini giliran anggota intinya yaitu Rey, Juna, Nathan dan Aldo


"Awwww, Perih Cathlyne" teriak Aldo. Ya kali ini giliran Aldo sedangkan anggota lain sudah pergi dari hadapan Cathlyne, takut dianiaya oleh Cathlyne lagi


"Makanya gak usah jadi sok jagoan disekolah. Sudah sana lo. Sekarang lo Jun" Teriak Cathlyne


"Eh nj*ng, sakitttt" teriak Juna apalagi di yang paling banyak luka dari antara mereka berempat


"KE. POK" kata Cathlyne


"Jahat lo Cath, sadis parah kalah-kalah Hitler" kata Juna lalu menyingkir kearah Fiona, Kirana dan Diana


"Lo. Sini" panggil Cathlyne


"Keknya gue bisa cuci luka gue sendiri deh Cath" kata Nathan


"No. Kan tadi gue abis bentak lo jadi gue yang bersihin luka lo sebagai permintaan maaf" kata Cathlyne dengan senyuman setannya


Byurrr


"Eh anjing, b*bi, maaaa tolongin Nathan" teriaknya yang membut semua siswa siswi disitu menertawakannya.


FYI semua siswa-siswi masih ngumpul disitu buat ngeliat apa yang dilakukan oleh Cathlyne


"Dasar lebay, sana lo" kata Cathlyne menyuruh Nathan pergi.


"Terakhir Lo" teriak Cathlyne pada orang yang sangat dia kenal


"Kamu yakin?!" tanya Rey ke Cathlyne


"Kenapa? Lo mo marah? Trus lo mo nonjok gue?" ketus Cathlyne


"Gak" jawab Rey singkat


"KALIAN SEMUA CABUT SEKARANG SEBELUM GUE SIRAM KALIAN KAYAK MEREKA! " teriak Cathlyne yang membuat mereka sesegera mungkin cabut dari tempat itu


"Kenapa? Katanya mo nyiram aku?" tanya Rey sambil melangkah kearah Cathlyne


"Lo gilak ya, dari pagi gue cariin taunya lo nyerang sekolah orang" bentak Cathlyne


"Kangen?" tanya Rey


"Kangen kangen pala lo peyang." sahut Cathlyne


"Terus?!" tanya Rey dengan tatapan menggoda nya


"Ntau ah Rey, serah lo. Luka lo bersihin sendiri gue mo balik" kata Cathlyne lalu berbalik kearah Triple Na, Juna, Aldo, dan Nathan.


"kamu yakin gak mau ngobatin aku?!" teriak Rey


"Gak, suruh aja para babu lo ini" teriak Cathlyne sambil menunjuk kearah Triple curut


"Astafirullah, sadis bet mulut lo Cath" kata Nathan


"Kenapa? Gak terima?" nyolot Cathlyne lalu menarik tangan Triple Na untuk pulang


"Parah cewe lo Rey. Bisa mati gue klo deket-deket sama dia" gerutu Aldo


"Perih semua badan gue dibuat nya" lanjut Juna


"Dia tipe gue, gak nyusahin kek cewe-cewe lainnya" kata Rey sambil duduk di depan mereka


"Iyain dah" jawab Nathan jengah


"Tapi gue bingung loh bro, kok bisa Denis takut ama dia, sampe minta maaf gitu lagi" kata Aldo


"Bukan cuma Denis, anggotanya semua takut ama Cathlyne sampe pada nunduk gitu" lanjut Nathan


"Mungkin mereka ciut pas denger Cathlyne teriak" jawab Rey padahal dalam hati nya dia juga bingung


"Gak masuk diakal sih Rey, masa dia berani sama lo tapi takut sama Cathlyne" kata Nathan


"Dua" sahut Aldo, sedangkan Juna hanya terdiam karna mengetahui jawabannya. Jawabannya adalah karna Cathlyne adalah ketua DeadScorpio


"Yaudahlah positive thinking aja" kata Rey lalu pergi ninggalin temen-temennya


"Pertama, geng Maniaks trus sekarang Denis. sebenarnya siapa sih lo Cath?!" batin Rey.