This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Bus



Cathlyne POV


Yup, seperti yang mereka bilang, hari ini kita camping. Untung aja Juna dkk ngasih tau gue kemarin klo enggak bisa-bisa kita gak ikut camping.


Saat ini gue, Triple Na, Aldo,Juna, Nathan, Rey dan si ulet sudah ada di sebelah bus kita. Dan kayaknya pagi ini dosa gue udah menumpuk karna sedari tadi gue ngumpat mulu. Gimana gak mau ngumpat kalo si ulet nempel mulu ama Rey kek lintah darat.


Setelah disuruh naik bus, kita pun langsung naik bus. Rencananya gue mau duduk disebelah Rey tapi si ulet nempel mulu jadinya mereka berdua duduk bareng.


"Jun, duduk bareng yuk." Kata gue yang diangguki oleh Juna.


Gue pun duduk dengan Juna, Rey sama ulet, Aldo ama Kirana, Nathan ama Diana, dan Fiona duduk sendiri karna dia paling anti duduk berdua ama orang lain kalo di bus katanya takut orang yang disebelahnya muntah.


Dan Gue, Triple Na, Aldo, Juna, Rey dan di ulet ngambil tempat duduk yang paling belakang.


Jadi urutannya, Rey & ulet di baris ketiga dari belakang, belakangnya mereka ada Aldo & Kirana, dibelakang mereka ada  Nathan & Diana disebelah mereka ada gue & Juna yang paling belakang dan didepan kita ada Fiona.


Saat ini bus sudah bergerak dan katanya perjalanan ini bisa sampai 4 jam perjalanan. Untung gue duduk ama Juna dan Juna ternyata asik diajak ngobrol.


Gue ama Juna pun bagi-bagi snack yang kita bawa. Pas kita bukan snacks tiba-tiba Triple Na, Aldo ama Nathan nimbrung. Jadi kita makan sama-sama snacks nya.


Setelah abis, mereka pun duduk ditempat mereka masing-masing. B*bi memang.


Gue ama Juna cerita-cerita banyak dari mantan nya kita berdua, kejorokan kita berdua ampe kita ngakak sendiri kek orang sinting.


"Jun" panggil gue yang bikin Juna berdehem


"Pen main gitar gue" kata gue


"Ntar" kata Juna trus berdiri.


"Jordan pinjem gitar" teriak Juna yang membuat semuanya menatap kearah kita dan si Jordan pun memberi gitarnya oada Juna dan Juna ngaish ke gue


"Nih. Mo nyanyi apa lo?" Tanya Juna


"Eum, gue mau nyanyi Just a Friend to you." Kata gue


"Tiati ntar ada yang tesindir" kata Juna


"Lah, gue kan gak berniat menyindir lagi pula gak ada alasan dia buat tesindir lagian gue nyanyi ini karna tadi malam gue baru aja ngapal chordnya jadi ini aja yang gue nyanyiin" kata gue


"Yasud, cepet nyanyi"kata Juna yang gue anggukin


Jrengg


...Why you gonna hug me like that...


...Every time you see me...


...Why you gonna making me laugh...


...Swear you catching feeling...


...I love you from the start...


...So it break my heart...


...When you say i'm just a friend to you...


...Cause friens don't do the things we do...


...Evertbody knew you love me too...


...Tryna becarefull with the words i use...


...I'm saying cuase i dying to...


...I'm so much more than just a friend to you...


"Huuuuuuuu"


"Lagi lagi lagi"


"Bagus banget Cath"


"Thanks" kata gue ynag ngedenger pujian itu.


Cathlyne POV end


Rey POV


Huft, gue sebenarnya pingin duduk ama Cathlyne cuma gue ga enak mau ko Bianca yang ngajak gue duduk bareng, alhasil gue jadi duduk bareng Bianca bukan ama Cathlyne.


Pas gue udah duduk bareng Bianca, gue ngeliat Cathlyne yang sudah duduk bareng Juna. Mereka ketawa bareng, makan bareng, cerita bareng, dan gue juga liat Triple Na, Aldo dan Nathan juga ketawa bareng sama mereka.


Gak tau kenapa, tapi gue cemburu ama Juna yang saat ini ada disebelah Cathlyne. Gue gak suka ada cowo yang deket ama Cathlyne kecuali gue.


Gue kepingin nimbrung ama mereka tapi gak bisa karna Bianca nahan tangan gue.


"Jordan pinjem gitar" teriak Juna yang bikin gue ikut noleh kearah dia dan ternyata Juna ngasih gitar itu ke Cathlyne


"Cathlyne mau nyanyi?" Gumam gue


Dan ternyata bener Cathlyne mau nyanyi, gue hanya diam natap dia yang asik dengan gitar dipangkuannya itu.


Cathlyne ternyata nyanyi Just a Freind to you. Pas gue denger, gue ngerasa ada yang aneh dalam diri gue tapi gue gak tau apa itu.


Dan mereka semua pun menuntut Cathlyne untuk nyanyi lagi.


"Okok, gue bakalan nyanyi lagi" kata Cathlyne yang tidak luput dari padangan gue.


Dan ternyata dia nanyi lagu Someone you loved.


Rey POV end


Author POV


...I'm going under and this time I fear there's no one to save me...


...(Aku terpuruk dan kali ini aku takut tidak ada yang bisa menyelamatkanku)...


...This all or nothing really got a way of driving me crazy...


...(Semua perjuangan yang kulakukan telah membuatku jadi gila)...


...I need somebody to heal...


...(Aku menginginkan seseorang untuk menyembuhkan(ku))...


...Somebody to know...


...(Seseorang untuk mengetahui (masalahku))...


...Somebody to have...


...(Seseorang untuk kumiliki)...


...Somebody to hold...


...(Seseorang untuk kurengkuh)...


...It's easy to say...


...(Mudah untuk diucapkan)...


...But it's never the same...


...(Tapi semuanya tak lagi sama)...


...I guess I kinda liked the way you numbed all the pain...


...(Aku rasa aku menyukai caramu mematikan segala rasa sakit (di diriku))...


...Now the day bleeds...


...(Sekarang hari telah berganti)...


...Into nightfall...


...(menjadi malam)...


...And you're not here...


...(dan kamu tidak ada di sini)...


...To get me through it all...


...(untuk membantuku melewati semuanya)...


...I let my guard down...


...(Aku lengah)...


...And then you pulled the rug...


...(dan lalu kamu pun pergi dariku)...


...I was getting kinda used to being someone you loved...


...(Aku telah terbiasa menjadi seseorang yang kamu cintai)...


Cathlyne pun sudah selsai bernyanyi dan banyak pujian yang terdengar untuk suara dan permainan gitarnya, Cathlyne pun hanya tersenyum dan mengucapkan teriam kasih


selama Cathlyne bernyanyi, Rey merasa takut jika lagu itu Cathlyne nyanyikan untuknya. Tentu dia tidak ingin membiarkan Cathlyne sendiri menyelesaikan masalahnya tanpa Rey


Rey yang merasa ada yang mengganjel saat tidak duduk bersama Cathlyne pun langsung berdiri menghiraukan panggilan Bianca dan berjalan kearah tempat duduk Cathlyne dan Juna


"Jun, tukeran" kata Rey ke Juna


"Okay sip. Cath, pinjem gitar" kata Juna


"Nih" kata Cathlyne yang memberikan gitar itu kepada Juna. Juna pun berdiri lalu duduk disebelah Bianca, walaupun rada gak rela tapi dia akan lakuin ini demi ReyCat.


Setelah Juna duduk dikursi dimana tadi Rey duduk, Cathlyne dan Juna pun saling memandang lalu sama-sama mengedipkan mata.


Rey yang melihat itu pun langsung menarik dagu Cathlyhe yang tadinya menghadap Juna menjadi menghadap padanya.


"Mata kamu kelilipan? Ngapain kedip-kedip gitu?" Tanya Rey kesal


"Suka-suka gue lah kok lo yang repot" kata Cathlyne sewot


"Kok jadi lo-gue?" Tanya Rey


"Tanya sama rumput yang bergoyang" kata Cathlyne asal


"Huft, kamu masih marah gara-gara aku bentak dikantin?" Tanya Rey


"Udah tau nanya" kata Cathlyne ketus.


"Gak usah minta maaf. Gak butuh" kata Cathlyne


"Kalau gak butuh minta maaf, berarti kamu butuh ini?"


Muachhh


Yap, Rey mencium pipi Cathlyne untung tidak ada yang melihat itu.


"Lo apa-apaan sih?" Kata Cathlyne kesal menyembunyikan rasa senangnya


"Jangan marah okay" kata Rey


"Klo gue mau marah kenapa?" Tanya Cathlyne


"Ntar cepet tua" kata Rey


"Biarin, supaya cepet mat-"


Cupppp


"Gak boleh asal ngomong" kata Rey yabg mengecup bibir Cathlyne


"Lo gilak ya! Ini bus tol*l, banyak orang." Kata Cathlyne


"Gak keliatan, kita paling belakang" kata Rey santai


"Ck, dasar mesum" kata Cathlyne


"Maaf. Please maafin aku" kata Rey


"Ck, iyaiya" kata Cathlyne


"Jadi aku dimaafin nih?" Tanya Rey


"Iya gue maafin" kata Cathlyne


"Pake aku-kamu napa?" Kata Rey


"Cerewet" kata Cathlyne


Rey pun memeluk Cathlyne dari samping lalu mengecup pucuk kepala Cathlyne.


"Buat lagu lo yang pertama. Tenang aja kita lebih dari temen kok" kata Rey yang masih memeluk Cathlyne


"Sahabat maksud kamu?" Tanya Cathlyne


"Bukan"


"Trus? Pacar?" Tanya Cathlyne


"Iya"Jawab Rey


"Cih, nembak aja belum" kata Cathlyne


"Nanti, aku bakalan nembak kamu diwaktu yang tepat" kata Rey.


"Iyain. Rey!" Panggil Cathlyne


"Apa?" Tanya Rey. Cathlyne pun mengeratkan pelukannya


"Kangen" kata Cathlyne


"Aku juga kok"


"Dih geer, orang aku kangen ama Zain kok" kata Cathlyne yang membuat Rey melepaskan pelukan mereka


"Siapa Zain?" Tanya Rey


"Itu tuh, klien yang pernah aku bilang" kata Cathlyne memanas-manasin Rey.


"Ck, serah" kata Rey dingin yang berarti Rey ngambek.


"Emang enak dibikin cemburu?" Kata Cathlyne


"Emang aku ada bikin kamu cemburu?" Tanya Rey polos


"Ada lah. Waktu kamu bentak aku demi si ulet trus tadi pagi kamu lebih milih duduk ama ulet daripada ama aku." Kata Cathlyne


"Maaf sayang" kata Rey


"Sayang-sayang si patokaan?!" Kata Cathlyne sewot


"Hehe, latian" kata Rey.


"Rey!" Panggil Cathlyne


"Apa sayang?" Tanya Rey


"Buktiin kalo kamu pantes buat aku perjuangin" kata Cathlyne serius


"Pasti" kata Rey lalu membawa Cathlyne kedalam pelukanya yang membuat Cathlyne nyaman.


"Sayang" panggil Cathlyne


"Apa?" Tanya rey


"Sayang sayang si patokaan matego tego gorokan sayang"kata Cathlyne nyanyi yang bikin Rey kesel


"Ish, aku kira kamu manggil aku sayang beneran" kata Rey


"Hahah, maaf sayang, eh keceplosan" kata Cathlyne yang membuat Rey tertawa


"Klo kamu keceplosannya manggil sayang aku seneng klo kamu keceplosan terus" kata Rey


"Yeu, itu mah mau kamu" kata Cathlyne


"Yaudah mending kamu tidur, masih lama perjalanannya" kata Rey


"Ok" kata Cathlyne yang langsung membenarkan duduknya lalu memejamkan matanya


"Bukan kek gitu......kek gini" kata Rey yang langsung membawa Cathlyne dalam pelukannya


"Ntar badan kamu sakit" kata Cathlyne


"No matter" kata Rey.


Mereka pun memejamkan mata mereka hingga akhirnya mereka berdua tertidur dengan posisi saling peluk.


Sudah 3 jam berlalu dan akhirnya bus pun berhenti dan semua siswa bersiap untuk turun dari bus nsmun berbeda dengan 2 sejoli ini. Mereka masih tertidur pulas.


"Wah anjay, ni 2 orang emang gak bisa dibiarin beduaan. Pasti nempel mulu kek amplop ama perangko." Kata Juna


"Bener, katanya nya aja kelai tapi sekali ketemu langsung peluk-pelukan" kata Diana. Ya mereka saat ini sedang mengerumuni Rey dan cathlyne yang masih tidur berpelukan.


"Ck, kalian ini beg* yak" kata Bianca lalu menyiram Cathlyne dengan air inget CATHLYNE bukan REY. Yang membuat semua orang disitu mengumpat kearah Bianca sedangkan Bianca hanya tersenyum puas


"Lo gilak ya?!" Teriak Cathlyne yang terbangun paksa karna air itu.


"Kenapa?" Tanya Rey yang terbangun karna teriakan Cathlyne


"Nih si Biang Caper asal nyiram gue pake air" kata Cathlyne kesal. Kalau saja disini tidak ada Rey pasti Cathlyne akan berbuat lebih


"Maaf, tadi aku bawa air trus tesandung akhirnya kena Cathlyne deh" kata Bianca dengan muka polosnya


"Anjing nih orang"


"B*bi pingin dibunuh"


"As* nih cewe"


"Taik las*"


"Ndak lama gue bacok lo"


"Munafik banget yaolohh"


Begitulah umpatan dari Triple Na, Aldo, Juna dan Nathan.


"Mending sekarang lu pergi deh" kata Cathlyne geram


"Tapi maafin dulu" kata Bianca maksa


"Dih maksa" celetuk Aldo


"Lo salah orang buat minta maaf" Kata Cathlyne dengan tatapan tajamnya


"Rey, masa Cathlyne gak mau maafin aku" kata Bianca dengan nada sok manja


"Najis anjing" kata Juna.


"Dasar nak dajjal" kata Kirana.


"Cath, maafin dia ka-"


"Lo mau belain dia lagi?! Okay fine" kata Cathlyne yang langsung berdiri namun ditahan oleh Rey sehingga Cathlyne kembali duduk disebelah Rey


"Huft, mending kalian pergi dulu deh" kata Rey yang diangguki oleh mereka kecuali Bianca yang tidak rela Rey berduaan dengan Cathlyne


"Tap-"


"Sini lo jal*ng" kata Fiona yang langsung menyeret Bianca keluar yang diikuti yang lainnya


"Apa?!" Bentak Cathlyne pada Rey yang menatapnya, bukannya menjawab Rey malah mengambil tas Cathlyne lalu mencari barang ditas itu setelah ketemu Rey pun lalu mengambilnya.


Ternyata Rey mengambil tissue ditas Cathlyne, dia pun mengelap wajah Cathlyne yang masih basah dengan tissue itu.


"Don't angry please. I know she's wrong" kata Rey


"Oh come on. Dia sudah bikin gue emosi dari lama. Asal lo tau, ini udah kedua kalinya dia nyiram gue" kata Cathlyne emosi.


"Kedua kalinya?" Tanya Rey.


"Iya. Lo inget kan pas selesai pertandingan basket yang baju gue basah? Itu semua Bianca penyebabnya!" Kata Cathlyne dengan penuh emosi


"Kamu yakin?" Tanya Rey


"Terserah lo Rey mau percaya atau enggak, gue gak peduli, gue capek ngomong buat mastiin lo dan akhirnya lo tetep gak percaya" kata Cathlyhe lalu berdiri dan berjalan keluar dari bus, namun belum beberapa langkah Rey langsung menarik Cathlyne kedalam pelukannya.


"I belive you" kata Rey


"Jangan cuma omdo, gue gak perlu. Asal lo tau, Gue bukan cewe licik yang suka berbohong demi dapetin perhatian dan kasih sayang orang. It's not my level" kata Cathlyne lalu melepaskan pelukan mereka lalu mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Rey yang mengacak rambutnya frustasi.


"Look, he more belive me that you b*tch"