This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Marah?



Author POV


Cathlyne pun membuka kaca mobil nya dan ternyata yang mengetuk itu adalah Rey.


"Loh Rey. Kenapa?" Tanya Cathlyne lalu tersenyum


"Gue boleh masuk?" Tanya Rey


"Boleh, masuk aja" kata Cathlyne


"Lo pindah ke samping" kata Rey


"Hah?!" kata Cathlyne dengan muka bodoh nya


"Lo pindah kesamping biar gue yang nyetir. Gue yang antar lo pulang" kata Rey memberi penjelasan ke Cathlyne


"Loh, lo kesini naik apa? " tanya Cathlyne sambil membuka pintu mobil nya


"Motor" jawab Rey singkat lalu masuk ke dalam mobil Cathlyne


"Trus klo lo antar gue pake mobil, trus motor lo gimana? " tanya Cathlyne


"Ya gue suruh temen gue bawa. Udahlah masuk aja kali" kata Rey menutup pintu mobil dan mau tidak mau Cathlyne harus masuk dan duduk di kursi penumpang di sebelah Rey


Mereka pun pergi meninggalkan tempat acara yang masih lumayan rame. Sudah 10 menit perjalanan tapi di mobil ini cuma ada bunyi mesin, gak ada yang mulai percakapan antara mereka berdua. Sampe Rey memecahkan keheningan ini


"Cath, ngapain tadi pegangan tangan sama tatap-tatap sama Vino trus ngelingkarin tangan kamu ke lengan Daniel?! " tanya Rey yang masih fokus menyetir


"Kam-kamu liat?" tanya Cathlyne


"Yaiyalah, kenapa kamu lakuin semua itu?!" tanya Rey


"Ya gak ada alasan" jawab Cathlyne


"Setiap kamu gak sama aku, kamu selalu gini?" tanya Rey


"Gini? Maksud kamu gini apa?" tanya Cathlyne


"Setiap kamu gak sama aku, kamu selalu deket-deket sama cowo lain" kata Rey santai


"Lo gilak ya?! Maksud lo gue cewe murahan yang suka deket-deket sama cowo diluar sana" bentak Cathlyne


"Gak, maksud aku bukan begitu sum-"


"Kenapa?! Bilang aja klo gue cewe murahan! Serah lo deh Rey" Bentak Cathlyne lalu membuang muka nya kearah jendela


"Bu-bukan gitu Cath! Argghh" kata Rey lalu mengacak rambutnya kesal. Sedangkan Cathlyne hanya diem ngeliatin orang-orang yang berteduh di depan toko-toko dipinggir jalan karna memang saat ini sedang hujan deras


"Maaf. Aku gak maksud gitu. Aku cuma gak suka liat lo deket banget sama cowo lain" kata Rey lembut


"Serah" kata Cathlyne cuek. Setelah 15 menit dalam keheningan, Mereka pun sudah sampai dirumah Cathlyne, Rey pun memarkirkan mobil Cathlyne di garasi.


Saat ini mereka sudah sampe dirumah Cathlyne.Cathlyne turun lalu duduk di teras sambil nunggu Rey markir mobil Cathlyne di garasi. Setelah Rey sudah selesai markir, Cathlyne langsung masuk kerumah yang diikutin sama Rey.


"Eh ada Rey, kok kalian baru pulang, mana hujan lagi" kata Elizabeth yang melihat Cathlyne dan Rey


"Cathlyne naik dulu mom" kata Cathlyne langsung naik ke kamar nya


"Cathlyne kenapa Rey?" tanya Elizabeth


"Cuma berantem dikit sama Rey tante" kata Rey sopan


"Mulai sekarang jangan panggil tante lagi, panggil aja mommy biar sama kayak Cathlyne dan Vino" kata Elizabeth


"Iya mom, mom Rey boleh tanya sesuatu?" tanya Rey


"Tanya aja" kata Elizabeth sambil menarik Rey untuk duduk di sofa


"Cathlyne sama Vino itu dekat banget ya? " tanya Rey


"Karna ini kalian berantem?" tanya Elizabeth yang mendapat sedikit anggukan dari Rey


"Owh, Vino sama Cathlyne itu sudah berteman dari kecil, mereka itu sudah kayak sepasang sepatu, kemana-mana harus berdua, mereka itu sudah kayak adek kakak.


Tapi mereka mulai terpisah semenjak Vino kuliah di Amerika, mereka itu selalu Vidio Call tiap hari, alasannya kangen sama kakak nya lah, dan Vino itu sudah mommy anggap anak mommy sendiri. Kamu jangan kaget kalo mereka akrab kayak gini, mereka itu sudah saling sayang sebagai adek kakak, karna rasa, cinta Cathlyne itu sudah diambil oleh satu orang" jelas Elizabeth


"Siapa orang itu mom? Leo ya?" tanya Rey yang dibalas anggukan dari Elizabeth


"makanya mommy mau kamu bantuin Cathlyne buat move on. Mommy yakin pasti Cathlyne mau nerima kamu." kata Elizabeth


"Iya mom, Rey pasti bikin Cathlyne suka sama Rey" kata Rey lalu tersenyum ke Elizabeth


"Yaudah, mending kamu bujukin Cathlyne dulu, dan malam ini kamu nginap aja disini dulu, lagian ini sudah malam sekali ya" kata Elizabeth


"Yaudah deh mom, Rey bujukin Cathlyne dulu ya" kata Rey yang mendapatkan anggukan dari Elizabeth.


Author POV end


Cathlyne POV


Saat ini gue bersih-bersih badan gue trus ngambil benda persegi panjang kecil berwarna putih yang ada logo R merah apalagi kalau bukan rokok. Setelah gue ambil itu, gue langsung buka pintu balkon trus bersender di pagar balkon sambil nyebat batang rokok di sela jari gue.


Gue gak tau perasaan gue sekarang, ada marah dan senang. Gue marah karna dengan tidak sengaja Rey bilangin gue cewe murahan tapi gue seneng karna gue tau kalo dia cemburu. Sekarang gue gak tau dia dimana, mungkin sudah pulang.


Knok.... Knok... Knok..


Ya ada yang ngetuk pintu kamar gue.


"Sapa! " teriak gue sambil matiin rokok gue yang sudah pendek.


"Aku" kata orang itu, gue tau itu siapa


"Gue mau tidur! " teriak gue


"Cath, plis aku mo ngomong sama kamu" kata nya.


"Tapi gue gak mau denger lo" teriak gue sambil ngambil 1 batang rokok lagi


"Please Cath" kata nya yang bikin gue kagak tega. Jadi gue balikin rokok gue kekotak nya terus balikin ke laci. Habis balikin rokok, gue bukain pintu dan tiba-tiba


"Maafin aku Cath, sumpah aku gak maksud bilangin kamu murahan. Please maafin aku" kata Rey sambil meluk gue. Ya gue speechless lah tiba-tiba di peluk, tapi pelukannya nyaman ****. Gue gak balas pelukannya, ya kali, gengsi lah gua


"Apaan sih lo! Pake peluk-peluk" kata gue ngelepas pelukannya padahal gue seneng dipeluk


"Kamu maafin aku kan?" tanya Rey


"Gak" kata gue ketus


"Serah" kata gue terus ngambil rokok gue dilaci dan nyalain


"Kamu ngerokok lagi?! Gilak ya!!! " bentak nya lalu ngambil paksa rokok gue


"Apaan sih lo?! Balikin rokok gue" kata gue


"Gak, mana yang lainnya? Kamu lupa ama kata-kata aku dirumah sakit?!" tanya nya


"Gak ada, cuma itu aja. Lagian kalo lo gak ngatain gue murahan gue gak bakalan ngerokok" kata gue boong, masih ada 1 kotak dilaci sebenernya, kalo gue ksih tau ntar diambil


"Jangan Bohong Cathlyne!!!" bentak Rey. Sumpah gue pengin nangis karna dia bentak cuma gue harus tahan


"Gue Bilang GAK ADA REY" bentak gue balik


"Kamu tau klo rokok ini bahaya buat cewe?! Hah?! Aku gak mau kamu kenapa-napa Cath, please" katanya dengan lembut


"Gue juga jarang kok ngerokok" kata gue natap dia


"Tapi sama aja Cath, ini bahaya buat kamu. Pokoknya klo aku nemu kamu ngerokok, aku bakalan patahin semua rokok kamu. Ok? " kata Rey penuh pengertian


"Iya" kata gue yang gak tau lagi mo ngomong apa. Gak tau kenapa tiba-tiba gue jadi nurut ama dia


"Mana yang lainnya?" tanya nya


"Gak ada" kata gue trus duduk di tepi kasur. Tapi di gak mau percaya jadi dia periksa semua laci dikamar gue. Dan dia berenti didepan laci yang dalam nya ada rokok gue


"Mending lo pulang deh Rey" kata gue yang nahan dia buat gak buka laci itu


"Aku nginep disini" katanya yang bikin gue melotot. Dia pun langsung ngebuka laci itu dan...


"Ini apa?!" kata nya sambil ngangkat bungkus rokok itu dan gue gak bisa ngomong apa apa


"Cath, aku mau sikap badgirl kamu cuma sampe balapan aja jangan lebih apalagi pake segala ngerokok." kata Rey sedangkan gue cuma diem


"Aku gak mau orang yang gue sayang kenapa-kenapa." kata Rey yang bikin gue baper


"Maaf" kata gue. Lagian gue juga **** amat pake ngerokok depan dia, pertama gue kira dia bakalan fine fine aja karna dia juga ngerokok tau nya, malah gini jadinya


"Gak usah minta maaf, sekarang mending kamu istirahat. Rokok kamu aku ambil karna klo aku balikin pasti kamu mo merokok lagi" kata Rey sambil meluk gue. Yaampun mom Cathlyne baper


"Iya. Tapi kamu beneran nginap disini?!" tanya gue sambil ngelepas pelukannya


"Iya, mommy yang suruh." kata Rey


"Idih pake manggil mommy segala, sok akrab" kata gue. Bru kali ini ada orang luar yang panggil mommy selain Vino


"Mommy yang suruh" kata Rey dengan muka yang pingin di tabok


"Gak ada kosakata lain kamu?!" tanya gue


"Gak"kata Rey yang bikin gue kesel


"Ntau ah serah lo" kata gue trus duduk di pinggir kasur


"Yaudah aku keluar ya." kata Rey trus buka pintu kamar gue


"Rey" panggil gue. Belum sempat Rey nutup pintu


"Kenapa? "


"Kamu tidur dimana? "


"Tidur di kamar tamu, kenapa? "


"Gakpapa, sudah sana pergi"


"Kenapa? Kamu mau aku tidur disini? Berdua sama kamu?" tanya nya dengan muka mesum nya


"Anjing. KELUAR" teriak gue sambil ngelemparin Rey pake bantal yang bikin dia ketawa cekikikan. Indah bet senyumannya. Etzz otak gue kenapa sih, ngeheng ya


"Yaudah, Good Night beb" kata Rey


"Good night too by... B*bi" kata gue hampir aja gue bales pake panggilan beby. Dan Rey pun tersenyum lebar trus keluar dari kamar gue. Gue pun langsung berebah dikasur gue ndak lama


Srett


Pintu gue kebuka. Dan munculah Vino


"Beb, kok Rey ada disini?" tanya Vino


"Katanya disuruh mommy nginep" kata gue sambil memejamkan mata


"Lo mo tau gak?"


"Apaan? "


"Gue.... Gue.. Gu-"


"Ngomong yang bener napa"


"Gue mingdep balik ke USA"


"Hah?! Seriusan" teriak gue


"Iya lah. Gue harus selesaiin kuliah gue. Tahun depan gue lulus kok jadi gue bakalan netap di Indonesia " Kata Vino


"Lama banget. Gak pokoknya lo harus tetap tinggal disini." kata gue. Yakali dia baru beberapa minggu disini trus pigi lagi


"Gak bisa Cathlyne. Gue harus kuliah" kata nya


"Berarti kita gak bakalan ketemu satu tahun dong?! Gak, klo lo pergi gue juga pergi" kata gue, lagian gue juga mao refreshing ke luar negri


"Lo kan masih sekolah Cath, pokoknya gue janji klo tiap hari gue bakalan VC lo. Ok? " kata Vino


"Iya. Besok pokoknya kita quality time, gue bakalan bawa lo ngumpul sama DeadScorpio, trus kita jalan-jalan ok?" kata gue


"Ok. Yaudah gue balik kekamar di Brandon dulu ya, dia sudah nungguin gue main ps" kata Vino


"Ok, good night Vino" kata gue


"Good night too my love" kata Vino lalu mengacak acak pucuk kepala gue trus dia keluar dari kamar gue


Gue seneng punya Vino disisi gue, dia bisa jadi temen, sahabat, emak, bapak dan kakak buat gue.