
Author POV
Sudah 5 hari Cathlyne dan Rey berada di Bali dan saat ini mereka sedang berada di ruang tamu sambil bersantai dan menonton tv tak jarang mereka mengobrol hal random. Semua topik mereka bicarakan sambil menghabiskan waktu berdua saling memberikan perhatian kepada satu dengan yang lain.
" Sayang, aku kok kek ada perasaan gak enaknya tentang anak anak " Kata Cathlyne tiba tiba yang membuat Rey spontan menatapnya.
" Kan tadi siang udah telfonan sama anak anak " Kata Rey sambil mengelus kepala sanga istrinya.
" Iya sih, tapi ada feeling yang ngeganjel gitu " Kata Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas lalu mengambil hp nya yang ada di meja ruang tamu dan memencet no telfon ibu mertua nya untuk melakukan vidio call yang sedang mengasuh kedua anaknya itu.
" Tunggu ya? " Kata Rey lembut pada Cathlyne. Wanita itu hanya mengangguk sambil menunggu panggilan itu tersambung.
Tak lama kemudian panggilan itu pun tersambung dan terdengarlah suara Elizabeth dari sebrang sana. Cathlyne pun mengambil alih hp Rey lalu menyalakan pengeras suara nya agar Rey juga bisa mendengarnya.
" Halo kenapa Rey? "
" Halo mom, ini Cathlyne. Kasih ke Cia ama Leo dong " Kata Cathlyne
" Oh, ntar " Kata Elizabeth lalu bisa mereka lihat dari layar bahwa Elizabeth menghampiri kedua cucu nya lau memberikan hp nya pada Leo
" Halo mama! Halo papa " Sapa Cia antusias. Wajahnya terlihat sangat bergembura saat tau mama papa nya yang menelfon
" Hai, ma pa " Sapa anak laki laki.
" Halo anak anak mama, kalian habis ngapain ? "
" Habis mainan ma " Jawab Cia antusias
" Habis nonton wheel on the bus ma " Kata Leo
" Gak kangen kita? " Tanya Rey yang ikut mengobrol dengan anak anak nya itu
" Kangen " Jawab Leo
" Kangen bangetttttt " Lanjut Cia
" Kita juga " Kata Rey pada kedua anaknya itu.
" Kalian sudah makan? " Tanya Cathlyne
" Sudah kok ma " Jawab Leo yang diangguki oleh Leo
" Makan apa? " Tanya Rey
" Makan ayam ama sup " Jawab Cia
" Enak banget " Kata Cathlyne
" Oma! Leo bawa hp ke kamal Leo ya? " Teriak Leo yang juga didengar oleh Cathlyne dan Rey. 2 Sejoli itu un dibuat bingung oleh Leo yang mengunci kamarnya tanpa membiarkan Cia masuk. Terdengar suara teriakan tak terima dari Cia saat Leo tidak membiarkan dia masuk.
" Kamu kenapa Le? " Tanya Cathlyne
" Leo au kacih tau mama cama papa cecuatu " Kata Leo
" What is it? " Tanya Rey
" Celama papa cama mama pelgi ada yang ngikutin Cia sama Leo dari cekolah campe lumah "
Penjelasan Leo itu tentu saja membuat kedua orang tuanya kaget dan khawatir, spekulasi buruk sudah bersarang di otak mereka tentang cowo misterius itu.
" Terus kalian gakpapa kan? Kalian gak di apa apain kan sama om om itu? " Tanya Cathlyne panik
" Leo cama Cia gakpapa tapi Leo dak bica liat muka om nya coalnya dia pake maskel " Kata Leo yang membuat kedua orang tua itu berfikir sebentar
" Makanya mama cama papa cepat pulang " Suruh Leo
" Iya nanti mama cama papa pulang, Leo tolong jagain Cia ya sayang? " Kata Rey
" Pasti pa " Kata Leo
" Yaudah papa tutup dulu ya? "
" Bye pa " Kata Leo lalu menutup panggilan itu.
Rey pun menatap Cathlyne yang masih terdiam dan bergelud dengan pikirannya, Rey tau Cathlyne sedang khawatir pada anak anaknya karna itu juga yang sedang Rey rasakan. Rey pun mendekap Cathlyne lalu mengecupi kepala sang istri yang sedang gegana, gelisah galau merana.
" Beresin barang barang kita " Kata Rey yang membuat Cathlyne menatap suaminya penuh tanda tanya.
" Kenapa? " Tanya Cathlyne
" Kita pulang sekarang, aku rasa 5 hari pembuatan sudah cukup " Kata Rey yang membuat Cathlyne tersenyum dan dengan secepat kilat mengecup bibir sang suami lalu bergerak ke kamar untuk membereskan semua barang miliknya dan juga milik Rey
Setelah 30 menit memasukan barang barang mereka ke dalam koper, Cia pun keluar dan melihat Rey yang menelfon seseorang dan sesuai yang Cia denger ternyata Cia menelfon bawahannya untuk menyiapkan jet pribadi untuk mereka pulang ke Jakarta.
" Sudah? " Tanya Rey setelah menutup telepon nya
" Udah kok " Kata Cathlyne. Rey pun mengambil alih koper ditangan Cathlyne lalu menggenggam tangan Cathlyne untuk keluar dari villa itu. Cathlyne mengikuti langkah Rey menuju mobil lalu duduk di kursi penumpang.
Rey menaruh koper mereka di kursi tengah lalu duduk di kursi kemudi, mereka pun memakai seatbell sebelum Rey menjalankan mobilnya menuju Bandara Ngurah Rai Bali. Butuh beberapa menit untuk sampai di Bandara, selama di perjalanan Cathlyne dan Reya tak berhenti berdiskusi tentang siapa cowo berhoodie hitam itu.
Hingga akhir nya mereka sampai di Bandara dan para bawahan Rey pun ada yang langsung mengambil alih mobil dan ada juga yang langsung mengambil koper mereka lalu menuntun mereka menuju jet pribadi milik Rey.
Setelah beberapa menit berjalan, akhir nya mereka sampai di jet pribadi milik Rey. Pasangan suami istri itu pun langsung naik ke dalam jet pribadi nya lalu duduk di pinggir kasur yang ada di dalam sana.
" Kamu tidur aja dulu, ntar kalo sudah sampe nanti aku bangunin "Kata Rey namun di balas gelengan oleh Cathlyne.
" Kamu juga tiduran disini " Kata Cathlyne sambil menepuk space di sebelahnya. Rey pun tersenyum lalu membaringkan tubuhnya lalu memeluk sang istri dari samping, pelukan itu dibalas oleh Cathlyne
" Sampe rumah jangan keliatan panik biar mommy sama daddy gak curiga " Kata Rey
" Kenapa gak kasih tau mom and dad? Bukannya bagus kalo daddy tau biar kita bisa dibantu buat cari siapa cowo itu " Kata Cathlyne yang membuat Rey menatapnya lekat.
" Aku kepala keluarga Cath, jadi aku yang harus tanggung jawab semua tentang keluarga kecil kita bukan mommy ato pun daddy " Kata Rey lembut yang membuat Cathlyne mengangguk paham.
" Kira kira siapa ya cowo itu? Kok kek nya kenal banget sama aku " Kata Cathlyne. Kalimat itu terus berulang kali Cathlyne ucapkan.
" Mungkin dia salah satu orang di masa lalu kamu " Jawab Rey yang membuat Cathlyne memandang Rey lagi.
" Tapi siapa ya? dah lupa " Kata Cathlyne
" Nanti perlahan semuanya bakalan terbongkar kok " Kata Rey sambil terus mengelus kepala Cathlyne hingga wanita itu mulai mengantuk.
" Bobo gih, mata nya dah 5 watt gitu " Kata Rey yang melihat mata Cathlyne mulai mengantuk.
" Iya " Kata Cathlyne lalu memejamkan matanya.
" I will find you! " Batin Rey