
Cathlyne POV
Hari ini, hari dimana gue bakalan balas dendam ke Axel yang udah bikin gue salah paham sama Rey. Untung Rey mau maafin, coba klo dia gak mau maafin pasti gak bakalan ketemu lagi kita.
Saat ini gue udah bersiap buat ke basecamp karna gue udah ngumpulin anggota DeadScorpio disana.
Setelah selesai bersiap gue langsung cus ke Basecamp pake mobil karna cuaca yang tidak mendukung klo pake motor.
10 menit perjalanan akhirnya gue nyampe di basecamp. Gue langsung aja masuk dan ngeliat mereka lagi ngumpul.
"Hi guys" teriak gue trus langsung duduk disofa yang membuat mereka langsung nyamperin gue
"Kenapa lo nyuruh kita ngumpul?" Tanya Bara
"Gue mau balas dendam ke Axel" kata gue dan gue bisa liat raut bingung dari mereka
"Iya, gue mau bikin dia kapok karna udah berani ngusik hubungan gue" kata gue
"Dengan cara?" Tanya Dylan
"Gue mau kalian bagi beberapa kelompok terus serang semua geng yang ada di Jakarta atas nama LionCell dan gue yakin mereka bakalan nyerang LionCell. Setelah mereka babak belur baru kita yang nindas mereka kalo perlu bikin mereka bubar" kata gue
"Yakin semua geng?" Tanya Rico
"Kenapa? Gak mampu?" Tanya gue
"Huft, okay. Kita bakalan bagi kelompok" kata Rico
"Yaudah, sekarang bagi kelompok sana dan ingat jangan sampe mereka tau klo kalian itu DeadScorpio. San kalian harus bawa Axel ke sini." Kata gue yang mereka iyakan.
Mereka pun membuat beberapa kelompok lalu pergi menyerang sedangkan gue? Gue cuma duduk santai di basecamp. Itulah enaknya jadi ketua hehe.
TringgggTringggggTringgggg
Telpon gue pun berbunyi, gue pun mengambil hpnya dan tertera 'mommy' di layar hp
Gue pun segera mengangkat telfonnya
"Halo, kenapa mom?"
"Sekarang kamu pulang"
"Lah?! Kenapa mom?"
"Kamu lupa hari ini kita bakalan ke rumah temen mommy?"
"Ingat, tapi kan masih lama".
"Gak gak gak, kamu harus temenin mommy beli baju sama ke salon"
"Ish mom, harus banget ya?"
"Harus, katanya kamu mau ngegebet anak temen mommy"
"Okok, tunggu ya mom"
"Mommy tunggu"
TutttTutttTuttt
"Hedeh, padahal kan gue masih mau santai-santai disini" gumam gue
Gue pun langsung beranjak dari duduk gue lalu mengambil kunci mobilnya dan pergi menjemput mommy.
Cathlyne POV end
Author POV
Setelah menjemput mommy nya, mereka pun pergi kesalah satu mall di Jakarta.
Mereka pun memutuskan untuk mencari baju. Setelah selesai membeli baju, mereka pun pergi kesalon.
Cathlyne pun memanfaatkan keadaan ini, dia pun langsung menganti warna rambutnya yang tentunya akan dibayar oleh Elizabeth.
Setelah 2 jam, mereka pun akhirnya selesai nyalon plus meni pedi, biasa orkay.
Mereka pun memutuskan untuk makan makanan fast food di mall itu.
"Mom" panggil Cathlyne.
"Hm"
"Mommy gak capek apa, pake dress kemana-mana, meni pedi mulu, nyalon mulu, pake high heels mulu, gak capek apa? Cathlyne aja risih klo pake rok"
"Gak, karna mommy cewe. Emang kamu yang taunya cuma pake boot, pake jeans doang trus pake jaket kulit, kayak cowo tau gak?!"
"Yang penting nyaman. Lagian mommy ngapain sih nyuruh Cathlyne pake rok" kata Cathlyne
"Belajar jadi cewe sejati. Lagian kamu klo gini juga cantik walaupun masih ada sedikit badnya"
"Iya sih." Kata Cathlyne
...
...
Tuh outfitnya Cathlyne, simple but perfect.
"Yaudah, ayok kita ke rumah temen mommy"
"Skuy lah" kata Cathlyne lalu mereka pun pergi ke rumah teman Elizabeth.
Setelah 20 menit perjalanan, mereka pun akhirnya sampai di rumah temen Elizabeth
"Lah? Rumah nya mama Isabelle?!" Batin Cathlyne
"Yok" ajak Elizabeth lalu mereka pun keluar dari mobil.
"Ish mom, kenapa sih mommy ajak Cathlyne ke rumah mama Isabelle?"
"Lah kamu kenal?" Tanya Elizabeth
"Ya kenal lah. Mommy lupa klo mama Isabelle itu mamanya Rey?!"
"Yaampun Mommy lupa. Maklum lah, faktor U" kata Elizabeth
"Ish, mommy mah gak asik" kata Cathlyne. Elizabeth pun menarik Cathlyne untuk masuk kedalam.
"Permisi!" Teriak Elizabeth didepan pintu sembari mengetuk pintu.
Tak beberapa lama, pintu on terbuka dan terlihatlah Isabelle. Isabelle dan Elizabeth pun berpelukkan ala-ala ibu-ibu, yaa kalian tau lah.
"Loh Cathlyne disini juga?" Tanya Isabelle
"E-eh iya ma" kata Cathlyne
"Yaudah mending kita masuk yuk" kata Isabelle. Mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu.
"Aduh, lama banget kita gak ketemu ya say" kata Isabelle
"Iya, kamu makin cantik aja loh say" kata Elizabeth yang membuat Cathlyne jijik sendiri ketika mendengar kata 'say'. Emang harus pake kata 'say' ya?! Pikir Cathlyne
"E-eh kamu bisa aja. Kamu juga tambah cantik makanya anaknya cantik, ya kan Cath?" Tanya Isabelle yang membuat Cathlyne tersadar dari pemikiran nya.
"Hah? O-oh iya ma" kata Cathlyne asal padahal dia tidak tau apa yang Isabelle maksud.
"Oh iya, gimana hubungan kamu dengan Rey?" Tanya Isabelle
"Eum, bai-"
"Siapa bilang baik?" Kata seseorang yang baru turun dari tangga
"R-rey?" Kata Cathlyne merasa akward ketika melihat Rey
"Maksud kamu? Hubungan kalian buruk gitu?" Tanya Isabelle
"Iy-"
"Enggak kok ma, cuma.... Cuma kita ada sedikit salah paham aja" kata Cathlyne yang memotong ucapan Rey
"Tentang kepergian Rey ke USA besok?" Tanya Isabelle yang tepat sasaran.
"E-eh, eum it-itu anu ap-"
"Iya mom. Cathlyne gak mau kalo Rey pergi ke USA" Kata Rey yang memotong ucapan Cathlyne
"Sapa bilang?! Enggak kok, aku setuju setuju aja"kata Cathlyne yang membuat Rey mengangkat satu alisnya.
"Trus yang pas hujan-hujanan itu?"
"It-itu kan karna aku belum mikir matang-matang." Kata Cathlyne ngegas
"Udah-udah,kok kalian malah kelai" kata Elizabeth menengahi
"SAPA YANG KELAI?!" Tanya Rey dan Cathlyne kompak yang membuat Elizabeth dan Isabelle terkekeh.
"Iya-iya, kalian gak kelai" kata Isabelle dengan nada mengejek.
"Oh iya, aku baru inget. Untung aja anak kamu itu Rey loh Belle" kata Elizabeth
"Emang kenapa?" Tanya Isabelle dan Rey kompak
"MOM! Oh come on" kata Cathlyne yang mengode mommynya agar tidak ember.
"Maksud mommy?" Tanya Rey
"Jadi Cathlyne mau kesini karna dia tau klo anak temen mommy itu cowo, terus dia bilang kalo dia mo cari cowo baru buat di jadiin simpenan pas kamu di USA." Kata Elizabeth yang membuat Cathlyne menutup mukanya menghindari tatapan tajam dan mematikan dari Rey sedari tadi.
"It's that true?" Tanya Rey tajam
"Eng-"
"Bohong dosa" celetuk Elizabeth yang membuat Cathlyne pasrah menganggukan kepala nya.
"Aduh, masa Cathlyne beneran kek gitu sih?" Tanya Isabelle sambil mengode Elizabeth
"Iya, mommy aja kaget pas Cathlyne bilang kek gitu" kata Elizabeth sengaja
"Ish, mommy jaat" gumam Cathlyne.
"Cath" panggil Rey namun Cathlyne tetap menundukan kepalanya.
Namun tak lama kemudian Cathlyne merasakan tangannya yang ditarik oleh seseorang yang sudah dapat dipastikan kalo itu Rey dan mereka pun keluar dari rumah.
"Hahahaha, lucu banget sih mereka" kata Isabelle
"Iya, lagian aku yakin kalo Cathlyne gak mungkin lakuin itu karna aku tau banget klo Cathlyne sudah sayang banget sama Rey" kata Elizabeth
"Iya bener, aku aja baru liat wajah marah dan cemburu yang Rey keluarin, lucu banget" Kata Isabelle
"Kalo tau mereka pacaran,mending dulu kita langsung jodohin aja" kata Elizabeth
"Kan kamu udah keburu jodohin Cathlyne sama Leo. Oh ya, ngomong-ngomong tentang Leo, aku turut berduka cita ya?" Kata Isabelle
"Iya makasih. Udah lah, mending kita cerita-cerita aja" kata Elizabeth yang diangguki oleh Isabelle
Berbeda dengan Rey dan Cathlyne yang saat ini sudah ada ditaman komplek Rey. Masih dengan Cathlyne yang menundukkan kepalanya.
"Kenapa?" Tanya Rey
"Itu kan cuma bercanda" cicit Cathlyne
"Tapi gak harus cari cowo baru kan?" Tanya Rey ngegas
"Aku gak serius kok. Kamu cemburu?" kata Cathlyne.
"Enggak. Aku b aja" kata Rey SOK santai
"Segitu susahnya ya kamu ngomong cemburu?" Tanya Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas
"Cemburu, ya aku cemburu sangat cemburu" kata Rey yang membuat Cathlyne tersenyum
"Huft, please jangan cari cowo lain. Aku gak bisa kalo kamu sampe berpaling dari aku" lanjut Rey dengan suara melembut.
"Maaf" cicit Cathlyne yang membuat Rey mengangkat dagu Cathlyne dan menatap matanya dalam-dalam
"Aku janji gak bakalan lama di USA" Kata Rey
"Pasti lama lah. Kamu kan lanjut kelas 12 disana trus belum lagi kuliah" kata Cathlyne cemberut
"Kamu mau kan nunggu aku tanpa ada yang namanya simpenan?"tanya Rey
"Eum gimana ya? Kalo aku bosen trus kamu gak bisa dihubungi gimana? Trus kalo aku sedih dan gak ada kamu gimana? Trus kalo aku kenapa-kenapa dan gak ada ka-mphhhhh"
Rey pun membungkam mulut Cathlyne dengan bibirnya, awalnya Cathlyne terkejut namun lama-kelamaan Cathlyne memejamkan matanya menikmati ciuman Rey.
Rey pun terus mencium bibir Cathlyne dengan sedikit ******* dan gigitan kecil. Setelah beberapa menit, Cathlyne pun memukul dada Rey yang membuat Rey menghentikan ciumannya dan mengusap bibir Cathlyne.
"Jangan pernah cari orang lain selagi kamu masih ada aku"kata Rey
"Tenang aja. Aku orangnya setia kok." Kata Cathlyne
"Yakin?"
"Gak sih hehehe" kata Cathlyne yang membuat mereka terkekeh. Rey pun menarik Cathlyne kedalam pelukannya.
"Besok, jam 10 pagi aku berangkat" kata Rey.
"Gak bisa diundur?" Tanya Cathlyne
"Gak bisa karna itu papa yang beliin tiketnya" kata Rey sembari mengelus kepala Cathlyne.
"Huft, andai aku bisa ngelarang kamu, tapi aku sadar aku bukan siapa-siapa kamu yang belum tentu jadi istri kamu" kata Cathlyne yang mengingat ucapan Vino.
"Siapa bilang kamu belum tentu jadi istri aku?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne keluar dari pelukan Rey lalu menatap Rey dengan tatapan bingung
"Maksud nya?" Tanya Cathlyne
"Aku sayang banget sama kamu dan mama aku bahkan papa aku udah setuju dan nyuruh kamu manggil mereka papa-mama yang berarti kamu sudah dapat lampu ijo dari orang tua aku" kata Rey
"H-hah?"
"Soon you will be my wife Cathlyne"
Blushhhhhhh
"Hah? Eum apaan sih?!" Kata Cathlyne yang sudah terlanjur salting. Rey yang melihat itu pun tersenyum puas.
"Makanya jangan cari yang lain. Aku sayang banget sama kamu, kamu ilang 2 minggu aja aku sudah frustasi apalagi kamu hilang untuk selamanya, sudah di pastiin bahwa aku gak bakalan hidup lama kalo kamu hilang"
"Ish, kok ngomong gitu sih. Aku gak bakalan ngilang kok." kata Cathlyne
"Karna aku juga sayang sama kamu bahkan cinta" gumam Cathlyne dengan suara kecil.
"Hah? Apa? Aku gak dengar" kata Rey yang sengaja menggoda Cathlyne
"Eum, an-anu itu apa"
"Apa?"
"Enggak kok"
"Huft, ternyata aku yang cuma terlalu berharap kamu ngatain perasaan kamu" kata Rey drama
"E-eh, huft. Aku sayang sama kamu bahkan cinta. I love you" kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum lebar.
"I know it" kata Rey
"Sombong" kata Cathlyne yang membuat Rey menundukkan kepalanya agar lebih dekat dengan muka Cathlyne
"Mau dicium?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne spontan mendorong Rey
"Apaan sih? Dikit-dikit *****. Kan aku malu ferguso" kata Cathlyne
"Hehe, yaudah peluk aja. Sini" kata Rey yang langsung memeluk Cathlyne.
"Aku mau janji 3 hal sama kamu" lanjut Rey
"Apa?" Tanya Cathlyne
"Yang pertama, aku bakalan balik ke Indonesia secepatnya. Yang kedua, aku bakalan sampe di Indonesia dengan selamat dan yang ketiga aku bakalan kasih kamu hadiah besar pas aku udah balik ke Indonesia" kata Rey
"Serius?"
"Serius"
"Pokoknya aku bakalan tagih semua janji kamu" kata Cathlyne yang membuat Rey kembali memeluk Cathlyne.
TringgggTringggggTringgggg
"E-eh entar Rey" kata Cathlyne lalu melepaskan pelukannya dan menjauh dari Rey. Dia pun langsung mengangkat telfon yang ternyata dari Bara.
"Halo kenapa Bar?"
"Axel sudah ada di gudang"
"Serius lo?!"
"Serius lah. Makanya cepetan lo kesini keburu ada yang bebasin"
"Okay, give me 15 minuets"
"Sip"
TutttTutttTuttt
Cathlyne pun menaruh hpnya di kantong nya lalu kembali ke Rey.
"Eum Rey, aku pergi dulu ya nanti suruh mommy buat nyetir mobil aku aja" kata Cathlyne
"Mo kemana?" Tanya Rey dengan nada dingin
"******" batin Cathlyne
"Teman aku ada yang lagi sakit jadi aku harus jengguk kebetulan Triple Na mo ikut" kata Cathlyne.
"Bohong!"
"Enggak, Pokoknya aku pergi dulu okay. See you tomorrow" kata Cathlyne lalu pergi dari taman menggunakan taksi yang kebetulan lewat disitu.
"Aneh, dia mau ketemu siapa? Is she lying to me?" Batin Rey.