This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Hilang?!



Author POV


Saat ini Cathlyne sedang berada di salon dengan mama nya untuk sekedar manicure, facial, merawat rambut mereka dan quality time berdua karna sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu berdua. Elizabeth sedari tadi sudah ada di mall karna dia tadi harus bertemu dengan teman teman arisan nya dan setelah selesai, Elizabeth pun menelfon Cathlyne untuk datang dan menemani nya. Cathlyne yang mendapatkan panggilan itu pun langsung menuju ke salon dimana mama nya berada setelah mengantar kedua anak nya itu ke sekolah terlebih dahulu.


Sekarang Cathlyne dan Elizabeth sedang maskeran dengan masker timun tak lupa potongan timun yang di


taruh di kedua mata mereka tak lupa juga dengan kuku tangan dan kaki mereka yang juga sedang di manicure. Mereka pun memejamkan mata mereka dan tidak berbicara karna takut masker nya pecah sehingga nanti hasil nya itu tidak memuaskan.


Setelah 30 menit mereka pun membilas wajah mereka lalu beralih untuk merawat rambut mereka, Cathlyne juga


memutuskan untuk mengganti rambut nya dengan warna coklat tua karna merasa bosan dengan warna hitam sedangkan Elizabeth juga meminta rambut nya untuk di warnai hitam lagi agar uban nya tidak kelihatan padahal setahu Cathlyne, mama nya itu hanya memiliki uban hanya 1 atau 2. Setelah hampir 1  jam berada di salon untuk merawat rambut dan kuku mereka, Elizabeth dan Cathlyne pun memutuskan untuk mencari tempat spa untuk sekedar spa dan luluran.


Setelah menemukan tempat spa, mereka pun mulai di pijat dan segala sesuatu yang lainnya untuk mem buat


tubuh mereka lebih rilex dan terawat . Setelah 2 jam spa dan luluran, mereka pun memutuskan untuk berbelanja baju dan sepatu di H&M sekalian Elizabeth ingin membelikan Leo dan Cia baju dan sepatu baru sebagai hadiah untuk kedua cucu pertama nya itu.


Setelah beberapa jam mereka berbelanja dan mereka pun berakhir di restorant junk food yang sudah terkenal


di seluruh dunia. Cathlyne pun bergerak untuk memesankan makanan untuk diri nya dan juga untuk mama nya, hanya  butuh beberapa menit untuk menunggu pesanan mereka jadi. Cathlyne pun membawa nampan berisi makanan itu menuju meja yang sudah diduduki oleh sang mama yang sedang bermain hape itu.


Cathlyne menaruh nampan itu di meja yang membuat Elizabeth memgalihkan perhatiannya dari hp menuju makan


yang di bawa oleh putri satu satu nya itu. Mereka pun mulai mengambil makanan mereka masing masing lalu memakan makanan mereka itu.


"Cath"


"Kenapa mom?" Jawab Cathlyne di sela sela kunyahan nya


"Mommy tau kalian lagi ada masalah, share with me" Kata Elizabeth pada putri nya itu


"Kita emang ada trouble cuma aku dan Rey pasti bisa nanganin masalah ini" Kata Cathlyne lalu tersenyum meyakinkan. Elizabeth pun menghela nafas sambil menatap Cathlyne


"Kalo kalian butuh bantuan langsung kasih tau mommy ama daddy"


"Iya mom, mommy ngomong itu mulu dari kemarin" Kata  Cathlyne pada mommy nya itu


"Habis kamu kamu sembunyiin semua nya mulu" Balas Elizabeth dengan nada agak kesal


"Hehe, itu kan demi kenyamanan bersama" Kata Cathlyne sambil nyengir


"Eleh, alesan" Kata Elizabeth yang membuat Cathlyne kembali terkekeh.


"Mom, Cathlyne duluan ya soalnya mau jemput anak anak." Kata Cathlyne. Elizabeth pun melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 11 kurang


"Yaudah, anak tk kan pulang jam segini. Kamu hati hati" Kata Elizabeth. Cathlyne pun mengangguk lalu mencium pipi Elizabeth sebelum dia pergi untuk menjemput anak anak nya.


Cathlyne pun bergerak menuju parkiran mall karna mobilnya dia parkirkan di situ. Setelah dia sudah masuk ke dalam mobil, Cathlyne pun memakai seatbell nya lalu melajukan mobil nya menuju sekolah kedua anak kembar nya itu.


Hanya butuh waktu beberapa menit untuk sampai di sekolah Leo dan Cia karna jalanan cukup renggang. Saat  sudah sampai di sekolah anak anak nya Cathlyne pun memarkirkan mobil nya di parkiran lalu bergerak  menuju kelas Leo dan Cia namun saat dia sampai dikelas anak anak nya, Cathlyne tidak menemukan kedua anak nya itu.


Cathlyne mulai mencari Leo dan Cia di taman bermain namun tetap tidak menemukan kedua anak nya itu, dengan


langkah tergesa gesa Cathlyne menuju kelas kedua anak nya itu lagi lalu bertanya dengan wali kelas kedua anak nya itu


"Permisi Ms. Merry, Leo dan Cia di mana ya?" Tanya Cathlyne pada wali kelas nya


"Leo dan Cia tadi bukannya sudah dijemput ya bu?" Kata Wali kelas itu yang membuat Cathlyne mulai deg degan bahkan tangan nya mulai bergetar karna panik bercampur khawatir.


"Kalau boleh tau, siapa ya yang jemput anak anak?" Tanya Cathlyne


"Saya tidak lihat wajah nya, tapi Cia dan Leo tampak  mengenal orang itu" Kata Ms. Merry. Cathlyne pun berfikir sejenak lalu seketika badan menjadi kaku saat otak nya berfikir kalau orang itu adalah cowo penguntit yang selama ini mengganggu nya, suami dan anak anak nya.


Dengan gerak cepat, Cathlyne langusng berlari menuju mobilnya sambil tangan nya terus mencoba menelfon suami


nya namun belum juga diangkat bahkan dia juga sudah lupa jika dia sedang mengandung bayi di perut nya.


Sampai di mobil, Cathlyne pun menetralkan nafas nya yang ngos ngosan lalu terus menelfon Rey hingga panggilan ke 38 baru suami nya itu mengangkat panggilan nya.


"Hal-"


"Rey hiks anak anak" Ucap Cathlyne dengan tangisan yang sidah tidak bisa dia bendung, dia sudah sangat panik terlebih dia sedang dipengaruhi dengan hormon ibu hamil yang membuat nya lebih cengeng


"Anak anak kenapa Cath?" Tanya Rey dengan nada panik


"Anak anak di bawa cowo itu Rey hiks" Kata Cathlyne  dengan air mata yang sudah meluruh


"What?! Kamu serius? Sekarang kamu dimana?"


"Aku  di depan sekolah Cia sama Leo" Jawab Cathlyne


"Kamu tunggu di situ, aku jemput"


"Gak usah, kita ketemu di rumah aja"


"Ok, kamu hati hati. Ingat ada baby di dalam kandungan kamu"


Tuttt Tuttt Tuttt


Ucapan Rey terakhir berhasil membuatnya menegang lalu mengusap perut nya yang masih rata dengan air


mata yang mengalir


"Maafin mama sayang, maaf mama lupa kamu ada di perut mama" Ucap Cathlyne lalu menghentikan tangis nya sebelum menjalankan mobil nya menuju rumah nya.


Setelah 20 menit perjalanan akhirnya Cathlyne pun sampai di rumah nya. Dia pun memarkirkan mobil nya asal


lalu berjalan cepat untuk masuk ke dalam rumah dan terlihat lah Rey yang sedang mondar mandir


"Rey" Lirih Cathlyne yang membuat Rey mendongak dan mendapatkan sang istri sedang berdiri dengan mata sembab nya dan bersiap untuk menumpahkan air mata nya kembali. Rey pun langsung menghampiri Cathlyne lalu membawa istrinya itu masuk kedalam pelukan nya.


"Hey don't cry honey" Kata Rey sambil mengelus kepala Cathlyne


"Leo ama Cia, Rey" Lirih Cathlyne


"Kita cari sama sama ok? Aku udah minta DarkLion sama DeadScorpio buat bantuin kita cari anak anak. Kamu jangan nangis, mereka bakalan baik baik aja dan kalau pun mereka kenapa napa aku gak bakalan biarin pelaku nya hidup dengan tenang" Kata Rey lembut yang membuat Cathlyne mengagguk. Rey pun menguraikan pelukannya lalu menatap sang istri lekat


"Sekarang kita cari ke taman taman sekitar sekolah, siapa tau pelaku nya ngajak mereka kesana" Kata Rey


"Yaudah ayokk, tunggu apa lagi" Kata Cathlyne sambil menarik tangan Rey keluar dari rumah


"Hati hati sayang" Kata Rey memperingati namun tidak bisa menghentikan Cathlyne yang


terus menarik tangan nya.


Rey pun masuk ke dalam mobil yang diikuti oleh Cathlyne di sebelah nya yang masih di kuasai oleh perasaan khawatir yang belum juga menghilang sedari tadi. Mereka pun memulai pencaharian kedua anak nya dengan Cathlyne yang terus saja berceloteh karna mengkhawatir kedua anak nya, ibu mana yang tidak panik saat anak nya di bawa pergi oleh seorang penguntit?!


Sudah 5 taman bermain mereka cek namun belum juga menemukan apa pun terlebih ini sudah pukul 6 sore. Rey pun memaksa istri nya untuk pulang karna dia tidak mau Cathlyne kelelahan apalagi mengingat Cathlyne sudah mengitari 5 taman sekaligus untuk mencari Leo dan Cia untung nya setelah Rey membujuk nya dengan iming iming tas baru, Cathlyne langsung mengiyakan ajakan Rey untuk pulang.


Dan disini lah mereka, di rumah keluarga kecil mereka. Cathlyne sedari tadi menelfoni Bara dan Gerald untuk


mencari tau apakah mereka sudah menemukan anak anak nya tapi sampai sekarang mereka  belum menemukan kedua anak nya padahal ini sudah pukul setengah 7 sore.


"Reyyyy mereka belum nemu anak an-"


"MAMAA PAPAAA"


Seruan anak anak itu membuat Cathlyne dan Rey mengalihkan pandangan mereka ke pintu ruamh mereka dan


nampak lah Leo dan Cia yang sudah datang dengan begitu banyak paper bag di tangan mereka masing masing. Cathlyne yang melihat kedua anak nya itu pun langsung berjalan cepat dan memeluk kedua anak nya di susul dengan Rey yang juga memeluk mereka.


"Kalian dari mana aja sih?! Mama panik tau" Kata Cathlyne menggebu gebu dengan mata yang sudah berkaca kaca


"Jangan nangis ma" Kata Leo


"Gak mama gak nangis kok, so kalian dari mana hum?" Tanya Cathlyne


"Tadi kita di paksa ke mall cama om ganteng tapi celem itu ma" Kata Cia


"Di paksa?" Tanya Rey


"Iya, dia mau culik mama sama oma Elizabeth kalo kita gak mau ikut" Jelas Leo yang di kuatkan oleh Cia yang mengangguk cepat


"Maksud nya gimana?" Tanya Cathlyne yang masih belum paham


"Jadiiiiii, om itu kacih kita poto mama cama oma lagi makan di keepci tlus katanya dia mau culik kalo kita gak mau ngikutin omongan om celem itu" Kata Cia


"Dengan kata lain dia ngancem kalian?" Tanya Rey yang diangguki oleh kedua anak nya itu


"Lain kali kalian tolak aja, dia gak bakalan bisa nyakitin mama" Kata Cathlyne


"Tapi dia bakalan nyakitin adek kita" Kata Leo yang membuat Cathlyne terdiam


"Papa mengapresiasi keberanian kalian, tapi lain kali jangan gini lagi. Yang ada kalian bikin mama panik, kepikiran trus adek sama mama jadi sakit" Kata Rey dengan lembut


"Sorry" Kata Leo dan Cia bersama sama


"Forget it. Kalian sudah makan?" Tanya Cathlyne pada kedua anak nya itu yang dihadiahkan


gelengan


"Tadi kita di tawalin makan cuma dak mau, takut dilacunin" Kata Leo


"Wow, impresive" Gumam Cathlyne saat mendengar ucapan Leo yang memikirkan kedepannya bukan hanya


perut nya


"Yaudah, kalian mandi bersih bersih trus kita makan sama sama. Mama mau masak dulu" Kata Cathlyne


"Ok"


"Tapi ma, semua hadiah ini mau diapain?" Tanya Leo pada Cathlyne sambil memperlihatkan semua paper bag yang mereka bawa


"Kalo kalian suka, pakek aja" Kata Rey


"Beneran?"


"Serius?"


"Bener sayang, sekarang kalian bawa hadiah kalian ke kamar habis itu mandi baru makan" Kata Rey yang membuat kedua anak itu mengangguk lalu berjalan menuju kamar mereka masing masing


"Kok kamu biarin mereka terima hadiah dari cowo itu?" Tanya Cathlyne pada suami nya itu


"Yaudah aku masak dulu" Kata Cathlyne


"Mau aku bantu?"


«««««※※※»»»»»


Setelah makan malam dan menidurkan kedua anak nya, Rey dan Cathlyne pun bergerak menuju ruang kerja milik Rey untuk membicarakan tentang penguntit itu LAGI.


"Aku yakin soal pembatalan rencana klien itu ulah cowo itu Cath" kata Rey pada sang istri yang sedang menatap nya juga


"Kalo emang itu bener, berarti dia salah satu pemilik perusahaan atau pemegang saham di perusahaan yang sempat mau ngebatalin perjanjian antara perusahaan kita sama mereka" kata Cathlyne


"That's what i think, tapi aku tau persis pemilik perusahaan itu dan bukan cowo yang menyamakan muka nya dengan LEO" Kata Rey


"Kalo begitu dia salah satu pemilik saham terbesar perusahaan itu" Kata Cathlyne yakin


"Bisa jadi" Gumam Rey


"Gimana kalo kamu minta tolong bawahan kamu buat cek siapa siapa aja yang nanam saham di perusahaan itu, siapa tau kita bisa tau dari situ" Usul Cathlyne


"Ok, sebentar" Kata Rey lalu mengambil hp nya di meja lalu bergerak untuk menelfon asisten pribadi nya.


"Selamat malam, ada apa ya pak?"


"Tolong cari data semua pemegang saham dari perusahaan Global yang sempat ingin membatalkan perjanjian dengan kita" Kata Rey


"Baik, segera saya kerjakan"


Tuttt Tuttt Tuttt


Rey mematikan panggilan nya lalu menatap Cathlyne yang menatap nya penuh harap, Rey pun menggerakan tangan nya untuk mengelus kepala Cathlyne penuh perhatian


"Kita tunggu sebentar ya? Sambil nunggu aku mau ngurus beberapa berkas dulu" kata Rey lembut


"Let me help" Kata Cathlyne. Belum sempat Rey menolak, istri nya itu sudah mengangkat 1 tangannya dan tangan 1 nya lagi digunakan untuk mengambil alih beberapa berkas Rey yang ada di meja yang membuat Rey tersenyum kecil  sambil menggelengkan kepala lalu bergerak untuk membereskan berkas berkas nya.


Sudah hampir 2 jam mereka berkutat dengan setumpuk berkas dan juga laptop yang berisi beberapa email masuk dari klien klien perusahaan mereka. Cathlyne pun sudah menyelesaikan beberapa pekerjaan itu karna menurutnya berkas yang dia ambil cukup mudah, tak lama kemudian hp Rey berbunyi yang membuat sang empunya langsung mengangkat nya terlebih panggilan itu berasal dari sang asisten pribadi nya.


"Halo"


"Saya sudah mendapat kan informasi yang bapak minta dan saya juga sudah mengirimnya melalui email pribadi pak"


"Baik, terimakasih"


"Sama sama"


Tuttt Tuttt Tuttt


Panggilan itu pun berakhir dan dengan cepat Rey membuka email nya yang diikuti oleh sang istri. Mereka pun mengamati data data yang di kirim oleh asisten pribadi Rey itu dengan seksama untuk mencari apa kah ada yang mengganjal dari data itu.


"Gak ada yang aneh kok" Kata Cathlyne pada Rey yang masih memperhatikan data itu dengan teliti


"Iya, disini ada 7 pemegang saham dan semua nya aku kenal jadi cowo itu bukan termasuk pemegang saham perusahaan Global" Kata Rey


"Trus klo gitu dia siapa kok bisa bikin perusahaan Global mau ngebatalin perjanjian itu tiba tiba?" Tanya Cathlyne pada sang suami


"Jan jangan dia pemilik suatu perusahaan trus nyogok perusahaan Global buat ngebatalin itu" lanjut Cathlyne lagi


"Menurut ku itu terlalu berlebih Cath" Kata Rey


"Gak ada yang terlalu berlebihan Rey! Dunia bisnis itu rumit, terkadang apa yang tidak kita pikirkan malah terjadi" Kata Cathlyne


"Kamu bener, yaudah besok aku minta data semua pemilik perusahaan terkenal di Indonesia" Kata


Rey


"Oh iya kalo pemilik nya udah tuak, cari data anak nya juga kecuali pemilik perusahaan nya muda dan belum punya anak" Kata Cathlyne dengan nada memerintah yang membuat Rey terkekeh pelan lalu menarik Cathlyne untuk duduk di atas pangkuan nya.


"Siap bu CEO" Kata Rey sambil bergerak memberi pesan untuk asisten nya lalu memeluk Cathlyne yang berada di atas pangkuan nya itu.


"Kalo gak ketemu, saya potong gaji kamu" Kata Cathlyne dengan nada angkuh


"Ampun mba jago" Kata Rey, mereka pun tertawa bersama sama.


"Jangan di bawa stress ya sayang, kasian anak kita" Kata Rey lembut pada sang istri itu


"Iyaaa Rey, aku berusaha buat gak terlalu mikirin masalah ini tapi setiap aku udah mulai ngelupain lah dia nya malah bikin ulah lagi" Gerutu Cathlyne dengan bibir yang sudah maju itu


"Bibir nya biasa aja dong sayang, pengen aku cium?" Tanya Rey gemas yang membuat Cathlyne langsung menutup mulut nya dengan kedua tangan nya


"No no, aku lagi gak mood" Kata Cathlyne. Rey pun terkekeh lalu bergerak memeluk Cathlyne dengan penuh sayang


"Cantik banget sih istri aku" Puji Rey


"Emang cantik, buktibya kamu langsung pol in lop dari pandangan pertama ye ga?"


"Iya. Kamu tuh emang cantik sampe sampe dari selama kita ketemu, udah ada banyak cowo yang mau ngerebut kamu dari aku" Kata Rey


"Susah sih jadi orang cantik" kata Cathlyne sombong


"Sombong banget, untung emang kenyataan" Kata Rey yang membuat Cathlyne terkekeh.


"Tapi kamu juga gans banget ampe banyak cewe cewe yang genit ke kamu" Kata Cathlyne


"Tapi aku gak tertarik" Jawab Rey yang masih memeluk Cathlyne


"Tetep aja kamu di genitin Reynalddd"  Kata Cathlyne ngegas


"Iya iya aku salah"


"Kamu gak salah tapi mereka yang salah!" Kata Cathlyne ngegas lagi


"Iya sayang, mereka yang salah" Kata Rey sabar mengingat ini semua karna hormon ibu hamil


Mereka pun terus mengobrol hingga waktu menunjukkan pukul setengah sebelas malam karna belum ada tanda


tanda mereka mengantuk dan ingin tidur.


Ting Nonggg Ting Nonggg


Suara bell rumah pun berbunyi yang membuat 2 sejoli itu saling betatapan


"Siapa yang bertamu malam malam gini?" Tanya Cathlyne yang hanya dibalas acuhan bahu dari Rey.


"Ayok buka" Ajak Cathlyne lalu menarik tangan sang suami untuk membuka pintu rumah mereka agar


mengetahui siapa yang menekan bell rumah mereka malam malam seperti ini.


Setelah mereka sampai di depan pintu, Cathlyne pun langsung membuka pintu rumah nya namun tidak ada


siapa pun di sana dan mereka di bingungkan dengan adanya ada 1 kotak dan buket bunga. Cathlyne pun bergerak mengambil kedua barang itu, dia itu mencoba mencari pengirim barang yang biasa nya ada di selipkan di bunga namun dia tidak menemukan apapun. Cathlyne menyuruh Rey untuk memegang buket bunga itu


sedangkan dia bergerak untuk membuka kotak yang ternyata berisi kalung indah yang pasti nya sangat mahal.




Cathlyne pun menemukan ada nya kertas yang di lipat menjadi kecil dengan segera dia mengambil kertas itu


lalu membaca tulisan yang ada di kertas itu.


"Semakin kamu mencari tau, semakin sulit menemukan siapa aku sayang. So just sit and enjoy it"


"Rey, dia tau kalo kita lagi nyelidikin identitas dia?" Tanya Cathlyne pada Rey yang juga sudah membaca tulisan di kertas itu


"Aku gak tau Cath, kan kita juga baru cari tau malam ini" Kata Rey. Cathlyne dan Rey pun terdiam sambil memikirkan bagaimana cowo itu tau jika mereka sedang mencari tau tentang dirinya


"Pasti pas asisten aku minta data data tadi ada yang ngebocorin dan ngasih tau penguntit itu" Kata Rey yang membuat Cathlyne menatap nya sejenak lalu mengangguk.


"Terus kita harus apa? Stop cari tau tentang dia?" Tanya Cathlyne pada sang suami yang sebenarnya sudah muak dengan perilaku cowo itu yang memperlakukan istrinya begitu romantis sampai sampai memanggil sang istri dengan sebutan sayang.


"Aku akan pikirin itu lagi, sementara itu kita gak usah ngegubris semua perlakuan cowo itu dulu" Kata Rey


"Maksud nya kita nyerah gitu?" Tanya Cathlyne sengit


"Gak gitu sayang, kali ini kita harus main cantik karna ini gak bakalan lama. Pasti nanti bakalan ketauan siapa cowo itu, we must wait for the perfect time" Kata Rey memberikan pengertian


"Ok aku ngerti, trus hadiah nya ini mau diapain?" Tanya Cathlyne lagi


"Kamu mau nya gimana?" Tanya Rey dingin


"Aku mau nya hadiah dari kamu bukan dari dia" Kata Cathlyne manja sambil memeluk Rey yang


membuat laki laki itu mengulum senyum nya.


"Beli beli hadiah nya besok mau?" Tanya Rey setelah membalas pelukan Cathlyne


"Mauuu! Aku mau beli banyak boleh?" Tanya Cathlyne dengan kepala yang sudah di dongakkan tanpa melepas pelukan mereka.


"Boleh dong, buy everything you want" Kata Rey. Cathlyne pun tersenyum puas lalu kembali  memeluk sang suami itu.


"Yuk masuk, luar dingin" Ajak Rey pada sang istri


"Gendong" Pinta Cathlyne yang tentu saja langsung di turuti oleh sang suami


"Tunggu sebentar" Kata Rey lalu bergerak untuk mengambil buket bunga dan kotak kalung itu setelah itu membuang nya ke tempat sampah yang ada di luar gerbang rumah nya.


Setelah membuang bunga dan kalung itu, Rey pun kembali ke dalam rumah lalu menggendong Cathlyne ala


bridalstlye menuju kamar mereka berdua untuk tidur dan tanpa mereka ketahui ternyata sedari tadi ada yang menatap mereka dengan tatapan tidak terbaca. Orang itu bisa menatap mereka namun tidak bisa mendengar obrolan mereka, dia pun mengambil kotak kalung yang tadi di buang oleh Rey lalu kembali mentap


pintu rumah mewah itu sekali lagi sebelum meninggalkan area itu dengan hati


terbakar


"Wait for me Cath"