This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Cigarettes



Author POV


"Gimana keadaan temen saya dok?"


"Kedaannya baik-baik saja, hanya sedikit demam dan kelelahan. Tapi lebih baik saudari Cathlyne istirahat. Setelah ini saudari Cathlyne akan kita pindahkan keruang rawat inap. Kalo begitu saya permisi dulu" kata dokter itu


"Makasih dok" Kata Juna yang diangguki oleh dokternya.


Juna pun masih berdiri diluar dan menunggu Cathlyne dipindahkan keruang rawat inap.


Mereka pun sudah berada diruang rawat inap Cathlyne. Diruangan ini hanya ada Cathlyne karna jelas Cathlyne dipindahkan keruang VVIP melihat nama belakangnya yang sudah jelas memiliki kekuasaan yang besar.


Saat ini Juna sedang duduk di sofa yang disediakan disitu. Dia sedang sibuk bermain ponselnya entah apa yang dia liat. Namun kegiatannya itu terhenti mendengar seseorang memanggilnya.


"Jun" panggil Cathlyne


"Oh, napa Cath?" Tanya Juna lalau menghampiri Cathlyne


"Udah lama gue disini?" Tanya nya


"Ehmmm, sekitar setengah jam yang lalu" jawab Juna.


"Owh, teru-"


"Rey lagi kekantin buat beliin lo bubur" kata Juna yang peka terhadap apa yang ingin Cathlyne sampaikan.


"Ck, motong aja kerjaan lu." Kata Cathlyne yang membuat Juna terkekeh lalu kemabali duduk disofa. Keheningan pun terjadi.


Cathlyne pun diam bersandar dikasurnya. Entah kenapa selebat ingatan tadi pas mandi hujan datang yang pastinya menuntun Cathlyne untuk mengingat kejadian di rumah Rey.


Mengingat itu Cathlyne ingin menangis namun dia tahan.


"Cath, ini bukan lo. Cathlyne yang sesungguhnya gak cenggeng" kata Cathlyne monolog lalu kembali memanggil Juna.


"Jun" pangil Cathlyne yang membuat Juna kembali menghampirinya.


"Napa?!" Tanya Juna


"Lo bawa rokok?" Tanya Cathlyne


"Bawa, kenapa?" Tanya Juna balik


"Minta 1 batang dong" kata Cathlyne.


"Hah?! Gue gak salah denger?! Anj*ng! Lo ngerokok?!" Tanya Juna yang membuat Cathlyne berdecak kesal


"Ishh, berisik lo. Kasih aja kali" kata Cathlyne


"Gak ah. Ntar gue dimarahin Rey. Bisa mamp*s gue" kata Juna


"Kagak. Lo pulang aja habis ini, supaya gak ketemu dia." Kata Cathlyne


"Serius?" Tanya Juna lagi


"Iya, banyak nanya lo. Lagian gue bakalan selesai ngerokok pas dia dateng" kata Cathlyne meyakinkan.


"Yasudah nih. 1 batang doang kan" Kata Juna memberikan rokok ke Cathlyne.


"Makasih Juna" kata Cathlyne.


"Yaudah gue balik dulu. Gue udah bilang ke Rey klo lo dah pindah ruangan. Palingan ntar lagi balik." Kata Juna yang mendapat anggukan dari Cathlyne.


Juna pun melangkahkan kakinya keluar, namun belum 5 langkah Cathlyne kambali memanggilnya.


"Junaaa" teriak Cathlyne yang membuat Juna menoleh


"Apa lagi sih?!" Tanya Juna kesal


"Hehe. Korek" kata Cathlyne disertai kekehannya yang membuat Juna kesal


"Nih, cepat. Gue gak mau ketemu Rey sekarang. Yang ada gue diamukin klo tau gue ngasih lo rokok" kata Juna. Cathlyne pun mengambil korek itu dari tangan Juna lalu membakar ujung rokok itu.


"Dah sana. Makasih" kata Cathlyne ketus


"Yeuu, dasar bocah. Tiati lo diceramahin ama Rey" kata Juna


"Brisik, sana lu" usir Cathlyne


"Yaudah, gue balik" kata Juna yang dihadiahkan deheman dari Cathlyne.


Cathlyne pun masih dengan kegiatan nyebat rokoknya. Sampai akhirnya.......


Ceklek


Author POV end.


Rey POV


Saat ini dengan rasa khawatir gue pergi ke kantin rumah sakit sesuai yang dikatakan Juna. Gue buru-buru kekantin supaya gue bisa cepet balik dan ngeliat keadaan Cathlyne.


Gue nyesel banget tadi karna ngebiarin Cathlyne mandi hujan.


Beg*


Reynald beg*


Gue gak bakalan ngampunin diri gue sendiri klo sesuatu terjadi sama Cathlyne.


Saat ini gue sudah sampai dikantin. Banyak orang yang ngomongin gue dan gue rasa senua itu gak penting. Dengan tatapan mereka yang masih tertuju ke gue, Gue langsung aja pesen bubur.


Gue duduk disalah satu meja untuk menunggu sampai bubur pesanan gue jadi.


Banyak yang nyamperin gue dengan kelakuan genit yang bikin gue pingin cepet-cepet keluar dari kantin ini. Tapi ini demi Cathlyne.


Setelah 20 menit te-stuck di kantin, akhirnya gue balik dan kebetulan Juna sudah ngasih tau gue ruangan Cathlyne.


Gue langsung aja cabut ke ruangan si Cathlyne dengan bubur ditangan gue. Gue masuk ke ruangan nya, Dan gue mencium ada yang aneh disini. Gue nyium aroma yang gue tau persis.


Gue langsung natap Cathlyne yang sedang bersender dengan hp ditangannya.


"Juna mana?!" Tanya gue sambil berjalan kearahnya


"Udah pulang" jawab Cathlyne yang masih menatap ponselnya sambil mengetik sesuatu


"Lo ngerokok?!" Tanya gue yang membuat Cathlyne berhenti mengetik


"Hah?! Apa?! Gue gak salah denger?! Juna tuh yang ngerokok tadi" Kata nya. Gue pun mulai mendekatkan diri gue ke Cathlyne.


Gue yakin dia yang ngerokok. Aroma itu sangat pekat dibaju nya.


"Berapa batang lo nyebat?!" Tanya gue yang duduk di kursi khusus pengunjung.


"Lo apaan sih?! Ngaco lo" elak nya.


"Dikasih siapa?!" Tanya gue lagi kali ini dengan tatapan dingin gue dan gue berharap dia mau ngaku.


"Ok Fine. Gue yang ngerokok tadi gue minta sama Juna. Tapi lo stop natapin gue kek gitu" Kata Cathlyne ngaku. Gue pun hanya bersedekap dada menghadapnya.


"Kenapa?!" Tanya gue


"Pusing" Jawab nya singkat


"Ya maap. Lo tau kan klo gu-"


"Masih tepikir yang tadi?!" Tanya gue sambil menatap Cathlyne. Dan gue liat dia ngangguk.


"Gak usah dipikirin. Cukup badan lo aja yang sakit, hati lo jangan. Kasian" kata gue. Bukanya ngasih tanggapan, Cathlyne malah tepuk tangan.


"Napa tepuk tangan?!" Lanjut gue


"13 kata yang keluar dari mulut lo" kata nya yang bikin gue langsung rolling eyes.


"Alay. Makan" kata gue sambil ngasih mangkok yang berisi bubur itu. Bukannya menyambutnya, Cathlyne malah berdehem


"Ekhem"


"Napa? Tenggorokan lo sakit?!" Tanya gue


"Gak" Jawabnya


"Trus?! Nih cepet makan. Pegel gua"kata gue


"Dasar cowo gak peka" gumam Cathlyne yang masih gue denger. Gue pun ngerti maksudnya.


"Klo mau disuapin bilang aja, gak usah sok batuk" celetuk gue


"Ish, kan gu-"


"Napa?! Gengsi?!" Tanya gue yang motong ucapan Cathlyne


"Nah, itu lo tau. Makanya mulai sekarang lo harus belajar peka" kata Cathlyne yang membuat gue gemes.


"Nih, cepetan. Lo bukan anak bayi" kata gue sambil menyodorkan sendok kearah mulut Cathlyne yang lalu disambut oleh Cathlyne


"Ya emang gue bukan anak bayi. Gue kan anak mommy Elizabeth ama Daddy Edgar, bukan anak pak Bayi" kata Cathlyne setelah menelan buburnya


"1 Kata buat lo" kata gue


"Apa?!"


"BE.GO" Kata gue yang membuat Cathlyne mengendus kesal. Gue yang gemes pun langsung mengacak pucuk kepalanya.


"Iya, gue emang beg* kok. Sampe-sampe nilai math ku 99.9" kata Cathlyne


"Lo ngerendahin diri?"


"Oon lo, jelas-jelas gue lagi pamer. Peak lo" kata Cathlyne.


"Whatever" kata gue lalu meneruskan kegiatan menyuapi Cathlyne


Reynald POV end


Author POV


Setelah 10 menit Rey menyuapi Cathlyne, akhirnya bubur yang dimangkok itu pun kandas. Rey pun langsung berdiri, menaruh mangkok di meja sebelah ranjang dan akhirnya melangkahkan kaki nya ke arah pintu keluar.


Namun belum 5 langkah, suara Cathlyne menghentikan langkah cowo itu.


"Rey! Lo mau kemana?!" Tanya Cathlyne


"Mau nyari orang yang biarin lo nyebat" kata Rey


"Astaga Rey. Gue kira ini sudah selese" kata Cathlyne yang memhuat Rey kembali menghampiri Cathlyne


"Lo kira secepat itu?!" Kata Rey yang menatap Cathlyne, yang ditatap pun hanya dia menatap balik manik hazel milik cowo itu


"Apa gender lo?!" Tanya Rey yang masih menatap Cathlyne


"Cewe lah. Gilak k-"


"Apa pantes cewe ngerokok?!" Tanya Rey yang membuat Cathlyne terdiam


"Tapi ro-"


"Bikin lo lupa ama masalah lo?! Iya?!" Tanya Rey yang membuat cewe dihadapannya ini mengangguk


"Ngerokok memang bisa bikin lo lupa ama masalah lo..."


Kata Rey sambil melangkahkan kakinya kearah Cathlyne agar lebih dekat


"Tapi tanpa lo sadari, dengan ngerokok lo mau bikin semua orang lupa sama lo" lanjut Rey yang mambuat Cathlyne mengerutkan dahinya karna binggung


"Maksud lo?!"


"Lo ngerokok, habis itu lo mati. Apa yang bisa kita lakuin selain ngelupain lo?! Lo mau mati?!" Tanya Rey dengan tatapan tajam


"Gue masih mau hidup Rey" kata Cathlyne manja


"Stop ngerokok. Ato gue beneran ngelupain lo. No, bukan cuma gue, tapi semua orang yang lo kenal" kata Rey lalu kembali ke tujuan awalnya untuk mencari Juna


"Terus lo mau kemana?!" Tanya Cathlyne yang lagi-lagi membuat Rey berhenti


"Gue pikir lo tau" kata Rey dingin


"Jangan. Jangan bogem si Juna, ini salah gue. Gue yang maksa dia buat kasih gue rokok. Awalnya dia juga gak mau kasih kok. Cuma karna gue batu jadi gue maksa dia. So, jangan marahin Juna. Please" kata Cathlyne dengan muka melas nya. Yang membuat Rey tidak tega, toh Cathlyne susah mengakuinya.


"Ok, gue gak bakalan marahin Juna....."


Kata Rey lalu kembali menghampiri Cathlyne, lalu duduk dikursi sebelah Cathlyne.


"Tapi kalo lo ketauan nyebat lagi, gue gak bakalan segan-segan buat ngejauhin lo dan semua anggota gue, bahkan semua anak disekolah bakalan ngejauhin lo" kata Rey yang membuat Ctahlyne dengan cepat mengganguk.


"Good girl" kata Rey sambil mengacakan rambut Cathlyne.


"Ishh, gue berasa anjing" Kata Cathlyne kesal.


"Lo memang pantes" kata Rey yang membuat Cathlyne melotot menatap tidak percaya pada Rey


"What?! Lo gilak?! Lo bilang gue pantes jadi anjing?! Parah lo, gue kas-"


"Bukan itu maksud gue......" kata Rey sambil mendekatkam  tubuhnya ke Cathlyne sangat dekat sampai-sampai Cathlyne dapat meradakan helaan nafas Rey yang membuat Cathlyne terdiam


"Maksud gue, lo memang pantes di perlakuin lembut kayak tadi" kata Rey yang membuat Cathlyne dag dig dug


"Ihhh. Parah lo! Lo mau bikin gue mati muda?! Keknya gue kena serangan jantung deh. Jantung gue detaknya cepet banget" kata Cathlyne setelah mendorong Rey menjauh.


"Lo bukan kena serangan jantung" kata Rey datar.


"Hah?! Terus apa dong?!" Tanya Cathlyne


"Serangan cinta" kata Rey dingin. Sangking dinginnya perkataan Rey itu mampu mambuat Cathlyna panas dingin.


"Sinting lo. Peak, Oon, Beg*, Tol*l" umpat Cathlyne


"Keluarin semua "kata Rey dengan tatapan tajamnya yang membuat Cathlyne ciut


"Hehe maap. Rey boleh minta sesuatu gak?!"


"Apa?!"


"Gue mau........."