This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Holiday



Author POV.


Ya, disinilah Cathlyne. Theresia Hospital. Cathlyne pun segera turun dari mobil nya lalu masuk kedalam rumah sakit.


Cathlyne pun naik ke lantai 7 dan masuk kedalam salah satu ruang VVIP.


Kretttttt


Cathlyne pun masuk dan melihat seseorang yang sedang tertidur pulas rasanya tak tega buat membangunkannya. Tapi Cathlyne gak mau rasa simpati nya melemahkan nya.


"Woi bangun" kata Cathlyne sambil menggoyangkan tubuh orang itu yang membuat orang itu sedikit demi sedikit terbangun.


"E-eh lo?" Tanya orang itu yang membuat Cathlyne berdehem. Orang itu pun langsung duduk dan menatap Cathlyne.


"Kenapa?" Tanya nya


"Nih, coto kesukaan lo. Gue tau makanan disini gak enak" kata Cathlyne sambil memberikan kresek coto Makassar itu pada orang itu.


"Thanks" kata orang itu lalu mengambil kresek itu dan menaruhnya di meja sebelah nya.


"Yaudah, gue balik." Kata Cathlyne namun ditahan oleh orang itu.


"Cath, gue udah tau kesalahan gue dan gue berharap kita bisa damai. Kali ini gue serius, keadaan gue udah mulai membaik dan itu berarti gue bakalan pergi. Jadi gue mau kita berdamai sebelum gue pergi" kata nya yang membuat Cathlyne tersentuh. Cathlyne dapat merasakan keseriusan nya.


"Anggap aja coto itu tanda perdamaian kita" kata Cathlyne lalu pergi.


"Kita damai?" Tanya orang itu.


"Menurut lo Xel?" Tanya Cathlyne yang membuat ornag itu tersenyum.


"Makasih Cath, pokok nya gue Axel Kendrik Baylor janji bakalan jadi temen lo yang baik tanpa melibatkan perasaan"


"Gue harap lo bisa lakuin ucapan lo" kata Cathlyne lalu pergi dari ruangan itu.


"Gue harusnya sadar, gue emang gak pantes buat lo Cath" batin Axel sambil melihat kepergian Cathlyne.


Author POV end


Cathlyne POV


Setelah dari rumah sakit gue langsung pulang ke rumah karna gak tau mau kemana lagi, lagian gue juga udah capek nyetir.


saat ini gua sedang tiduran aja di kamar sambil main HP gue nge-scroll Instagram sambil stalker mantan mantan gue, wajar lah tapi tenang aja guys itu mantan cuman gara-gara taruhan doang lagian gue enggak serius sama mereka paling lama pacaran cuma 3 hari. INGET! CUMA TARUHAN.


Sudah 1 jam gue cuma main HP dan ternyata gue lihat wa dan ternyata tripel Na udah ngechat gue katanya ngajakin gue buat jalan jalan-jalan ke puncak sama triple curut.


sebenarnya gue males cuma setelah gue pikir-pikir lagi gue udah nggak ngapa-ngapain lagi di rumah dan kayaknya untuk kedepannya gue nggak ada kerjaan kalo pun ada pasti itu kerjaan kantor.


Hell no! Untuk saat ini gue lagi gak mau disibukan sama kerjaan kantor, jadi daripada gue gabut sendiri dirumah mending gue pergi sama mereka.


...Girls Zone...


Diana


Cepetan Cath


Fiona


Gak usah bawa banyak"


Barang, entar ribet.


Kirana


Iya, kita ke rumah lo ya


^^^Okok, kalian cepet^^^


^^^Kesini.^^^


Kirana


Sepp


Read 3


Gue pun bergegas berdiri dari kasir dan mulai packing barang-barang. Setelah selesai packing, gue langsung turun ke ruang tamu sambil nunggu Triple Na.


Sudah beberapa menit tapi triple Na belum juga nyampe, tiba-tiba ada ide yang muncul di otak gue


"Kenapa gue gak ajak DeadScorpio aja yak?!" Gumam gue.


Gue pun langsung nge chat Bara, Dylan,Rian, Rico ama Darren supaya mereka langsung kerumah gue aja.


Setelah nge chat mereka, gue main PUBG sambil nunggu semuanya datang. 20 menit kemudian Triple Na ama Triple curut datang bertepatan dengan gue yang WWCD.


"***** lama bet kita gak ketemu!!!" Seru Aldo sambil lari kearah gue dan langsung meluk gue tapi langsung gue lepas.


"Dih, perasaan baru beberapa hari" kata gue


"Masa?" Tanyanya


"Bodo" sahut gue.


"Hi Cath" sapa Nathan dan meluk gue. FYI, kita ini udah nganggap satu dengan yang lain keluarga jadi kalo masalah peluk pelukan gakpapa kecuali *******, nah itu dah bahaya wk.


"Hi Nath" kata gue. Setelah gue ngelepas pelukan gue sama Nathan, Juna datang dan langsung meluk gue.


"Gils, kangen" kata Juna sambil meluk gue


"Yaelah, alay lo." Kata gue sambil balas pelukannya


"Udah woi udahh" seru Diana


"Ntau nih, lama banget pelukannnya. Tiati ntar pawangnya marah" kata Fiona


"Tenang, pawang nya kan dah di USA"kata Juna sambil menguraikan pelukan kita.


"Lah?! Kalian dah tau kalo Rey ke USA?!" Tanya gue.


"Udah lah. Malah kita yang duluan anter Rey ke bandara tapi kita balik duluan karna lo datengnya lama" kata Aldo


"Hehe, maklum kebablasan" kata gue.


"Oh iya Cath, udah siap kan? Mending kita langsung pergi aja" kata Kirana yang diiyakan oleh mereka semua.


"E-eh, entar dulu. Mending duduk dulu" kata gue


"Lah, kenapa?" Tanya Diana


"Lagi nunggu orang" kata gue


"Siapa?" Tanya Juna


"Orang lah. Udah lah mending kalian diem aja" kata gue yang dituruti sama mereka. Kita pun ngobrol-ngobrol sampai suara deruan motor terdengar.


"Sapa tuh?" Tanya Fiona


"Liat aja entar" kata gue


Dan tak lama kemudian Bara dkk masuk yang bikin Triple curut berdiri kaget. Gue pun ikutan berdiri buat nyambut mereka.


"Hi Cath" sapa Bara lalu meluk gue dna diakhiri kecupan di pucuk kepala gue. Huaa eneng baper!!!


"Yo boss" kata Darren trus meluk gue.


"Hi" Ya kalian tau lah siapa yang sok kul, dia Dylan. Dia nyapa sambil mengelus kepala gue tanpa pelukan. Ngeselin memang.


"Halo Cath" kata Rian yang meluk gue diikuti sama Rico. Behh kenyang hamba ama pelukan para cogans.


"Halo"


Sapa seseorang yang bikin kita semua noleh kearah pintu dan ternyata.....


"Lo?" Kata gue bingung.


"Lo ngapain kesini?" Tanya Kirana ngegas


"Lo mo cari masalah apalagi hah?!" Tanya Fio ngegas.


"Gak capek ya lo?!" Tanya Diana gak kalah ngegas.


"Wowowowo sanss. Keep calm girls. Bar, kenapa dia bisa ada disini?" Kata gue sambil menenangkan Triple Na.


"Jadi, sebenarnya tadi kita ngejenguk dia tapi ternyata dia udah boleh pulang. Pas kita mo anterin dia pulang, lo chat ngajakin kita ke puncak trus nih bocah keukeh mo ikut" kata Bara.


Cathlyne memang sudah memberi tau tentang perdamaian nya dengan Axel pada DeadScorpio jadi mau tidak mau mereka harus ikut berdamai dengan Axel.


"Gue boleh ikut kan?" Tanya Axel


"Eng-"


"Boleh, asal lo gak bikin masalah" kata gue motong omongan Kirana yang membuat Kirana berdecak kesal berbeda dengan Axel yang wajah nya sudah dipenuhi dengan raut senang.


"Kalian sans aja, gak usah grogi sama kita selagi lo pada gak bikin masalah" kata Dylan yang mungkin sadar sama ketakutan Triple curut yang bikin mereka gak ada ngomong dari tadi.


"O-oeh ok" kata Juna dengan senyum kikuknya. Mereka pun duduk kembali.


"Sekarang, mending kita bikin schedule deh" kata gue


"Hm, bener tuh" kata Fiona


"Emangnya kita berapa hari disana?" Tanya Nathan yang mulai memberanikan diri.


"3 hari" kata Diana


"Trus kita nginep dimana?" Tanya Juna


"Di villa gue aja" kata Fiona


"Lo ada villa disana Fi?" Tanya Darren


"Ada lah" kata Fiona ngegas


"Santai napa mbak?!" Gerutu Darren


"Hehe, canda aja beb" kata Fiona


"INGET VINO OI!" Seru kita semua kecuali Axel yang membuat Fiona menggerutu kesal.


"Okok lanjut. Trus kita mo ngapain aja disana?" Tanya gue


"Gimana kalo main di air terjun?" Usul Axel yang membuat kita semua natap ke dia dan yang ditatap hanya tersenyum kikuk


"Boleh"


"Setujuu"


"I agree"


"Mantap"


"Bagus tuh"


"Boleh boleh"


"Setuju bangettt"


"Gud gud gud"


"Skuy lahh"


"Boleh tuh, okay jadi kita bakalan mandi air terjun terus kemana lagi?" Tanya gue


"Ke ladang bunga"


"Ke kebun teh"


"Naik kuda"


"Barbeque party"


"Bintang party!!!!!!" Seru Bara yang membuat kita semua noleh ke dia. Tuh orang pikiran nya pasti mabok-mabokan mulu,heran gue.


"Apa?!" Tanya nya yang membuat kita memalingkan wajah dari nya dan kembali menyusun Schedule.


Sudah hampir 1 jam kita nyusun schedule dan ini saat nya untuk kita berangkat.


Disini ada 4 mobil:


Diana dan Fiona pake mobil Kirana.


Juna dan Nathan 1 mobil ama Aldo pake mobil Aldo


Dylan,Rian, Rico dan Darren 1 mobil pake mobil Darren.


Dan di mobil terakhir ada gue, Bara dan Axel yang tentunya pake mobil gue. Untuk kali ini Bara yang nyetir, gue disebelahnya dan Axel duduk di tengah sendiri.


Kita pun berangkat dan jalan beriringan mumpung jalanan di Jakarta hari ini tak terlalu padat.


Dan di mobil kita hanya ada keheningan, sampai akhirnya Bara yang memecah keheningan.


"Kapan lo berangkat ke Jerman Xel?" Tanya Bara yang bikin gue noleh ke dia.


"Gue sih terserah Cathlyne" jawabnya


"Jadi kapan Cath?" Tanya Bara


"Setelah lulus SMA"Kata gue yang bikin mereka berdua melotot.


"Bukannya lo mau gue secepatnya pergi?" Tanya Axel


"Kalo lo pergi, siapa yang bayar utang lo?! Setidaknya lo sekolah yang bener dulu trus kerja dan bayar semua utang lo" kata gue yang bikin Bara ngelus pala gue.


"Gue tau niat baik lo, lo gak sekejam perkataan lo" kata Bara yang ada benernya.


"Thanks Cath, gue tau lo ngasih kesempatan buat gue dan gue gak bakalan nyia-nyiain kesempatan ini" kata Axel dan gue cuma diem aja.


"Gimana hubungan lo ama Rey" tanya Axel.


"Semakin baik setelah fitnahan dari lo" kata gue.


"Pedes amat mba" celetuk Bara


"Sorry. Oh iya, setelah dari puncak kalian mau kan nganterin gue ke makam Leo? Gue mau minta maaf" kata nya


Huft, kenapa harus bahas Leo lagi?! Kan gue jadi gagal move on lagi, rasa sedih masih terasa tapi gue harus kuat.


"Ya" jawab gue singkat.


Setelah itu kita ngobrol banyak sambil ketawa ketawa sebenarnya bukan 'kita' tapi hanya 'Axel dan Bara' yang ngobrol. Cuma sesekali gue nimbrung kalo pembicaraan itu menarik.


Sudah 2 jam perjalan dan akhirnya kita sampe di villa Fiona berkat bakat balap Bara yang sedari tadi tidak bisa membedakan yang mana nyetir biasa dan balapan.


Untung yang ada dimobil semuanya pembalap jadi terbiasa dengan kecepatan diatas rata-rata kalo orang biasa yang dibawa Bara pasti orang itu ketakutan trus puyeng bahkan bisa-bisa ampe muntah darah.


Kita pun ngumpul di dalam villa Fiona dan bagi-bagi kamar, untung villa Fiona banyak kamarnya jadi tidak ada yang harus tidur di ruang tamu.


Pembagian kamar:


•Gue ama Fiona 1 kamar berdua


•Diana ama Kirana 1 kamar berdua


•Triple curut 1 kamar bertiga


•Bara, Axel dan Dylan 1 kamar bertiga


•Rian,Rico dan Darren 1 kamar bertiga.


Setelah bagi kamar, Kita pun mencar untuk membereskan baju dikamar yang sudah ditentukan. Setelah membereskan baju, kita pun istirahat sebentar sebelum pergi ke ladang bunga seperti yang ada di schedule.


Cathlyne POV end


Author POV


Setelah 2 jam beristirahat, mereka pun langsung ngumpul di ruang tamu. Mereka pun sudah siap dengan peralatan masing-masing.


Kali ini mereka hanya berjalan kak untuk menuju ladang hunga itu karna tidak terlalu jauh dari villa.


"Okay, jadi tujuan pertama kita itu ke ladang bunga dan kita hanya perlu jalan kaki karna deket dari sini" kata Fiona.


"Yaudah, tunggu apa lagi?!" Tanya Rian yang membuat mereka langsung melangkahkan kaki mereka keluar Villa.


Mereka pun sudah kecuali Cathlyne dengan Axel. Sebenarnya Axel sudah mau keluar pintu, cuma Cathlyne panggil yang membuat nya mengurungkan niatnya untuk pergi mengikuti Bara dkk.


"Xel!" Panggil Cathlyne yang membuat Axel berbalik.


"Apa?" Tanya Axel


"Pegangin hp gue bentar soalnya gue mau ke toilet, sakit perut gegara kebelet pipis" kata Cathlyne.


"Makanya jan ditahan, kebiasaan banget sih dari dulu" kata Axel sambil mengambil hp dari tangan Cathlyne.


"Hehe, tau aja deh. Yaudah entar ya" kata Cathlyne lalu pergi ke toilet


"Jelas gue tau, karna gimana pun juga gue pernah 1 tahun pacaran ama lo dna gue tau semua kebiasaan lo" barin Axel sambil tersenyum miris.


Tak beberapa lama, hp Cathlyne berbunyi tanda ada panggilan masuk. Axel pun melihat nama yang ada dilayar hp itu dan ternyata itu adalah.......


...My cool prince💜💜💜...


"Pasti Rey. Angkat gak ya?" Gumam Axel sambil terus melihat layar hp Cathlyne itu.