This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Accident



Author POV


Saat ini bel sekolah sudah berbunyi yang berarti seluruh siswa-siswi Michiavelly senior high school sudah diperbolehkan untuk pulang kerumah masing-masing.


Saat ini Cathlyne masih didalam kelasnya, ia duduk dikursi nya sambil melihat teman-temannya piket HANYA MELIHAT padahal seharusnya ia juga ikut piket.


"Weh lu anaknya om Edgar, bantuin napa" kata Diana yang sudah kelelahan menyapu sedangkan Cathlyne hanya diem duduk dikursinya sambil memainkan permen karetnya


"Males" jawab Cathlyne singkat


"Wahwahwah ni anak anjing minta ditimbas" kata Diana yang udah kesel


"Lebay" kata Cathlyne lalu meniup permen karetnya agar menjadi balon


"sabar astaga sabar" gerutu Diana kesal yang membuat Kirana dan Fiona terkekeh


"Astafir.......Cathlyne Cathlyne. Lo gak piket?!" Tanya Vica selaku sie kebersihan


"Lo gak liat gue ngapain?!" Kata Cathlyne sambil memutarkan kedua bola matanya


"Yain dah, yaudah klo gak mau piket siniin ceban buat denda" kata Vica dan tak lupa tangannya yang terulur untuk meminta uang dari Cathlyne karna begitulah perarturannya kalo gak piket denda 10 ribu


"Hah?!" Teriak Cathlyne yang membuat 3 cewe di kelas itu terkejut


"Apaan sih lo sat" omel Kirana


"CUMA CEBAN?!" Tanya Cathlyne (Buat yang gak tau ceban, Ceban itu artinya 10 ribu)


"Iyalah, mau lo?!" Kata Vica


"Gue kira goban (50 ribu) ato cepek( 100 ribu) gituh. Astaga kalian kek orang miskin aja" kata Cathlyne sambil mengeleng-gelengkan kepalanya lalu mengambil dompet ditasnya lalu mengeluarkan uang berwarna merah 6 lembar


"Nih, buat kita ber-4 selama 1 semester. Klo gak cukup di cukup-cukupin ajalah ya. Kuy guys" lanjut Cathlyne lalu keluar dri kelas buat pulang. Sedangkan Fiona,Diana,Kirana,dan Vica masih melongo melihat kelakuan Cathlyne


"Orkay mah bebas" kata Vica yang diangguki triple Na.


...◆◆◆◆◆◆♡◆◆◆◆◆◆...


Saat ini Cathlyne sedang berjalan dikoridor sekolah menuju gerbang sekolah untuk menunggu Bryan jemput sesekali meniup permen karet nya.


"DUARRR" teriak seseorang yang membuat Cathlyne kaget setengah mati.


"Anjingbabiasubangsattaiklaso" latah Cathlyne yang membuat orang itu tertawa


"Hahaha, kocak bet latah lo" kata orang itu yang membuat Cathlyne kesel


"B*ngke yah lo. Ngapain sih lo pakek ngagetin segala!!!" kata Cathlyne ngegas.


"Iseng doang hehe" kata orang itu sambil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatel


"Sumpah lo kurker banget Xel" kata Cathlyne lalu kembali melangkahlan kakinya kearah gerbang


"Mangap-mangap. Betewe lo balik bareng gue yuk" kata Axel dan Cathlyne pun berhenti untuk menimang ajakan Axel


"Gue terima aja kali yak?! Sekalian kasih tau keputusan gue"pikir Cathlyne


"Gimana? Mau gak? Gue mo ngajakin lo ke suatu tempat yang bakalan bikin lo teriak" kata Axel dengan devil smirk nya yang tidak dilihat oleh Cathlyne


"Yaudah yuk" kata Cathlyne lalu menarik tangan Axel agar lebih cepat sampai parkiran


"Cih, Cathlyne Cathlyne dengan lo begini, lo mempercepat kehancuran lo" batin someone


...◆◆◆◆◆◆♡◆◆◆◆◆◆...


Kali ini Rey sedang melangkah ke kelas Cathlyne berharap Cathlyne masih dikelas agar Rey bisa mengajak Cathlyne pulang bareng sekalian jalan.


Rey pun sudah sampai dikelas Cathlyne namun ia tidak menemukan sosok yang dicarinya itu, ia hanya melihat sosok Vica disana.


"Excuse me" kata Rey yang menyadarkan Vica


"Kenapa kak Rey?!" Tanya Vica


"Cathlyne?" Tanya Rey


"Oh, tadi Cathlyne pulang duluan" kata Vica


"Thanks" kata Rey lalu langsung pergi dari kelas itu


Saat ini Rey sudah berada di mobil lalu dia menyalakan mesin mobilnya dan pergi meniggalkan sekolah. Pada saat di lampu merah, Rey tidak sengaja melihat Cathlyne sedang berbincang dengan cowo di mobil yang Rey tau benar mobil siapa itu. Rey pun memutuskan mengikuti mereka.


Sedangkan disisi lain......


"Xel gue mau ngomong" kata Cathlyne yang membuat Axel menopeh kearahnya


"Mau ngomong apa?!" Tanya Axel lembut yang membuat Cathlyne semakin tak enak hati pada Axel


"Tapi gue gak enak mo ngomongnya" kata Cathlyne


"Ya dienak-enakin ajalah. Mau ngomong apa sih Cathlyne ku" kata Axel yang membuat dengan berat hati Cathlyne ngomong


"Gue pilih Rey" kata Cathlyne


"Oh" kata Axel dengan senyum kecut nya


"Kok cuma oh? Lo gak marah gitu?" Tanya Cathlyne


"Emang lo mau gue over reaction gitu, kek 'astaga Cathlyne ku sayang ku cinta ku negri ku kenapa engkau lebih pilih dia daripada aku' gitu?" Kata Axel yang membuat Cathlyne menatapnya jijik lalu detik selanjutnya tertawa terbahak-bahak


"Lo tol*l sumpah" kata Cathlyne sehabis tertawa


"Makasih Axel" kata Cathlyne sambil mengambil air itu dari tangan Axel lalu meminumnya


"Gimana? Enakan?" Kata Axel dengan smirknya


"Ehmmm mayan sih, haus gue ilang tapi kok gue pusing ya?!" Tanya Cathlyne


"Mungkin lo kecapean kali, apalagi habis ketawa ampe habis abis napas gitu" kata Axel


"Mungk-" kata Cathlyne terpotong karna dia langsung tak sadarkan diri mungkin efek obat yang Axel kasih. Ya OBAT.


"GOODGIRL, tidur yang puas dulu ya, karna habis itu kita akan melakukan hal yang melelahkan" kata Axel dengan smirk nya. Tanpa sengaja Axel melihat ada mobil yang mengikutinya, dia tau persis mobil siapa itu. Axel pun mengambil hp nya lalu menghubungi seseorang


"Halangin mobil yang dibelakang gue. SEKARANG" kata Axel lalu memutuskan panggilannya.


Berbeda dengan Rey yang sudah merasakan hal yang tidak enak. Dia langsung saja menyuruh Nathan untuk menyusul dan membawa beberapa anak DarkLion untuk membantunya mengintai Axel.


Tidak lama setelah Rey menelfon Nathan, mobilnya sudah di kepung oleh motor-motor yang Rey tau.


"LionCell? Gue tau kalian ada rencana licik" guman Rey yang semakin melajukan mobilnya mencari keberadaan mobil Axe, yang mulai tak terlihat.


Author POV end


Cathlyne POV


Pala gue pening banget, gak tau kenapa dan.......gue kebangun dikamar yang asing buat gue. Gue berusaha berdiri dari kasur ini namun suara seseorang menghentikan aksi gue


"Hello amber" kata orang itu


Gue kenal banget suara ini. Gue langsung aja noleh kebelakang dan gue liat Axel yang sudah bertelanjang dada di dekat jendela sambil memperhatikan gue. Well gue kaget karna ini pertama kali gue liat Axel telanjang dada


"Lo ngapain disitu?" Tanya gue


"Gue cuma ngeliatin calon istri gue " kata nya santai


"Paan sih lo gak lucu banget. Btw gue kok bisa di sini?" Tanya gue


"Ya bisa lah, kan kita mau melakukan sesuatu yang hots" kata Axel sambil berjalan kearah gue. Disini gue udah mulai merasakan sesuatu yang aneh. SOMETHING WILL HAPPEN


"Maksud lo apa?!" Tanya gue ke Axel yang saat ini sudah deket banget sama gue


"Gue....." kata nya ngegantung sambil mendekatkan mulutnya ketelinga gue dan gue hanya berusaha menahan napas gue


"Lo mau ngapain hah?!" Tanya gue sambil nahan napas


"Gue mau....ngawinin lo" bisik nya ditelinga gue yang bikin gue merinding. Gue langsung dorong dia menjauh dari gue


"Gak usah bercanda deh lo Xel, lo ngapain sih aneh banget?!" Tanya gue yang langsung berdiri trus pergi kearah pintu dan saat gue mau ngebuka pintu,ternyata pintunya gak bisa kebuka


"Lo mau kemana? Lo udah gak bisa kemana-mana lagi karna kunci nya ama gue sekarang" kata Axel sambil memainkan kunci itu ditangannya


"Astaga Axel, lo apa-apaan sih?! Udah ah bukain pintunya" kata gue nyuruh Axel bukain pintu nya. Axel pun langsung nyamperin gue dan dia sampe didepan gue


"Gue bakalan bukain pintu asalkan lo mau nampung benih gue dirahim lo dan hamil anak gue" kata nya sambil ngusap-usap bibir gue. Sumpah saat ini gue pingin nangis.


"Lo apaan sih Xel. Lo gila tau gak!" Teriak gue dengan sisa tenaga gue


"Iya gue emang gila dan itu semua karna lo!" Teriak nya sambil menjauh dari gue.


"Gue?!" Tanya gue yang masih bingung


"Iya lo PRINCESS AMBERLY CATHLYNE CONSTANTINE. Lo yang bikin gue begini. Dengan cara lo ninggalin gue pas gue lagi sayang-sayang nya ama elu. Lo gau gak sih gimana sakit nya?


Lo ninggalin gue disaat gue ngerasain cinta yang sebenarnya, lo yang buat gue ninggalin kebiasaan gue yang sering bolak-balik main cewe. Lo yang udah bikin gue ngerasin rasa nya jatuh cinta.


Tapi apa? Lo ninggalin gue, lo pergi tunangan ama si Leo baj*ngan itu. Lo bilang ke gua kalo lo itu terpaksa tunangan ama dia karna bonyok lo yang maksa kalian nikah, awalnya gue terima dan gue masih nyimpen perasaan gue karna gue berpikir lo masih sayang sama gue, tapi gue malah ngeliat lo ama tunangan lo itu makin deket dan mesra-mesraan.


Akhirnya kita lost contack dengan alasan takut dimarahin tunangan lo. Sampe akhirnya Leo mati dan lo ikutan ngilang tanpa kabar. Gue masih berusaha nyari lo sampe akhir nya gue ketemu lagi ama lo. Gue berusaha buat jadi cowo yang bisa lo andelin lagi, cowo yang bisa lo sayang lagi, tapi apa yang gue dapet? Lo malah lebih mlih si Rey bangs*t itu daripada gue


Lo tau gak sih gimana sakit nya? Perjuangan gue semuanya cuma kayak angin buat lo. Harga diri gue sebagai cowo hancur cuma karna lo. Lo gak pernah ngertiin perasaan gue. Lo egois Cath." Kata Axel panjang lebar yabg mampu membuat gue nangis karna ceritanya. Segitu egois nya kah gue. Gue jadi merasa bersalah


"Sorry, tapi kita masih bisa jadi temen kok apalagi sahabat." Kata gue yang berharap Axel mau


"Cuih, temen? Sahabat? Semua basi. Gue cuma mau lo jadi milik gue Cath, hanya dengan 1 cara yaitu menaruh benih gue dan lo hamil anak gue." Kata Axel yang kembali mengikis jarak antara kita


"Gak gini cara nya Xel" kata gue


"Ini Cara nya Cath" kata nya lalu menggendong gue ala bride style, gue udah berusaha buat berontak tapi apa daya tenaga nya lebih besar dari gue.


"I wish you are here Rey" batin gue. Gue pasrah


Cathlyne POV end


Author POV


Axel pun menghempas Cathlyne kekasur yang tadi Cathlyne gunakan untuk tidur. Saat ini gak ada lagi lagi yang bisa Cathlyne lakukan karna tenaga nya sudah terkuras habis karna sebanyak apapun Cathlyne memberontak, sebanyak itu juga Cathlyne mendapat tamparan dari Axel.


Axel pun merobek baju Cathlyne yang membuat nafsu nya semakin memuncak dan tidak lupa tangan Axel yang mulai nakal meraba-raba paha mulus milik Cathlyne. Sedangkan Cathlyne hanya nangis dalam diam dan berharap seseorang mengeluarkan dia dari neraka ini


"Let us start the game" bisik Axel yang membuat Cathlyne semakin deras meneteskan air mata


Axel mulai mendekatkan bibirnya dengan bibir Cathlyne tapi.......


BRUAKKK


"BAJ*NGAN LO ANJ*NG"