This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Rooftop



Author POV


"ANJ*NG! "


"Tenang Rey, mungkin lo salah tangkep kali. Mana mungkin Cathlyne jadian sama Axel" kata Nathan.


"Bener kata Nathan. Lo jangan nething dulu. Belum tentu semua itu bener" sambung Aldo


"Mau bener ato gak, gue gak peduli. Gue mau kalian ngumpulin anak DarkLion dan serang basecamp LionCell malam ini" kata Rey santai namun itu terdengar mengerikan bagi mereka


"Ok. Secepatnya" kata Juna


*


"Yaampun Cathlyneee. Ngapain sih lo pake belain si Axel? Cok lo liat sekarang, pasti Rey marah besar" kata Diana


"Lo itu mikir gak sih? Ato jan jangan lo mo balikan ama Axel? " Kirana


"Ya enggak lah, gue itu sama dia sekarang gak lebih dari sekedar teman. Lagian dia juga udah mulai baik sama gue" kata Cathlyne santai


"Cathlyne, Cathlyne. Otak lo dangkal bet ya. Dia itu baik-baikin lo supaya kalian bisa balikan" kata Fiona


"Astagaaa. Kalian ini bisa gak sih, gak usah nething mulu ama Ken." kata Cathlyne


"Serah lo deh. Intinya jangan mau balikan sama dia, karna lo itu udah punya Rey gonggong" kata Kirana lalu menyonyor kepala Cathlyne


"Iyaiya. Gue tau." kata Cathlyne sambil mengerucutkan bibirnya


"Bagus deh, kalo lo tau." kata Mereka. Sedangkan Cathlyne hanya mendengus kesal.


Ting


Rey


Ke rooftop


13.17


Sekarang


13.17


Read


"Apaan sih ni orang" gumam Cathlyne


"Lo napa Cat? " tanya Fiona


"Si Rey nyuruh ke rooftop" kata Cathlyne


"Yaudah sana cepetan. Pasti mau ngomongin yang tadi" kata Diana


"Udah cepetan,mumpung gak ada guru" kata Kirana


"Yaudah, gue cabut dulu yak" kata Cathlyne lalu berdiri dan pergi ke rooftop


Cathlyne pun sudah sampai di rooftop. Dia melihat orang yang menyuruhnya kesini sedang menghisap rokoknya membelakangi nya


"Ekemm" suara Cathlyne yang membuat Rey mematikan rokoknya lalu membalikan badannya menghadap Cathlyne


"Gue gak pacaran sama Ken" kata Cathlyne to the point


"Really?" tanya Rey dengan tatapan mautnya tapi Cathlyne bukannya takut tapi malah menatapnya balik


"Menurut lo? Gue tau lo pasti marah sama gue karna yang tadi gue meluk Ken. Tapi gue kasitau sama lo kalo gue gak akan nganggap Axel lebih dari teman sekarang" kata Cathlyne


"Sekarang? Berarti dulu?" tanya Rey yang masih bingung


"Gue emang pacar nya Ken...... "


"What the f*ck..."


"Diem dulu Rey. Gue emang pacarnya Ken, tapi itu dulu, Ya dia mantan gue. Gue sama dia dah putus dari beberapa tahun yang lalu dan hari ini kita baru ketemu lagi...."


"Terus?" tanya Rey yang masih ingin mendengar cerita Cathlyne


"Gue gak tau dia masih punya rasa sama gue ato gak, tapi sekarang gue gak ada perasaan apapun sama dia." kata Cathlyne


"Sedikit pun?"


"Sedikit pun gue gak ada rasa sama dia. Dan kalo lo nanya kenapa tadi gue ngebalas pelukan dia, itu semua karna...karna..... Karna di ngungkit tentang tunangan gue" kata Cathlyne sambil menahan air mata nya keluar


"Tunangan? Lo ada tunangan?" tanya Rey


"Just forget it" kata Cathlyne sambil menundukan kepalanya lalu mengusap air mata nya


"Tunangan lo dimana? Siapa? " tanya Rey sambil berjalan mendekat ke Cathlyne


"Rey, gue belum sanggup buat kasih tau lo sekarang, tapi gue janji bakalan kasih tau" kata Cathlyne ke Rey yang saat ini sudah ada didepannya


"Lo masih berhubungan sama dia?" tanya Rey


"Udah gak, karna dia gak bisa dihubungin dan sampai selamanya pun gak bakalan bisa di hubungin" kata Cathlyne yang mulai mengeluarkan air mata. Rey yang melihat itu langsung memeluk Cathlyne dan Cathlyne membalas pelukan itu


"Gue masih gak ngerti ama cerita lo, tapi gue gak bakalan maksa lo buat cerita ke gue sekarang. I'll wait" kata Rey sambil memeluk Cathlyne setelah itu Rey melepaskan pelukannya dan menatap Cathlyne


"Rasa  kesel gue gara-gara yang tadi belum hilang, jadi jangan bikin gue tambah kesel karna ngeliat lo nangis. So, please stop crying okay?!" kata Rey lembut sambil mengusap air mata Cathlyne


"Thank you Reynald" kata Cathlyne lalu tersenyum


"Gak, gue gak bakalan jauhin Ken" kata Cathlyne tegas


"What?!"


"Iya, gue gak mau jauhin Ken, jadi LO yang harus bikin gue jauh dari Ken. Ya anggap aja ini tantangan buat lo selama sebulan. Lo bisa gak ngejauhin gue dari Ken?!. Kalo lo bisa, gue bakalan jadi milik lo TAPI kalo lo gagal, gue bakalan jadi mil...."


"Itu gak akan pernah terjadi. You're Mine" kata Rey tegas


"Masa?!"


"Bodo"


"Kok lo ngeselin sih?"


"Emang dah dari lahir"


"Reynald! "


"Ganteng"


"Ganteng pala lo peyang"


"Memang ganteng kok"


"Sapa bilang? "


"Gue barusan"


"Tau ah. Gue gak denger lagi tutup mata"


Chupp


"I Love you Cathlyne. And from now on You're Mine" kata Rey setelah mencium kening Cathlyne yang saat ini mematung karna ulah Reynald


"Rey" panggil Cathlyne


"Ehm, napa?"


"Lo tadi ngapain?"


"Nyium lo"


"Beneran? "


"Beneran lah"


"Reynaldddddddddddd" teriak Cathlyne


"Apasih"


"Lo gilak ya? Ngapain lo nyium gue? Watdepak"


"Yaaa karna hati gue nyuruh gue buat nyium lo"


"Dasar, gilak, bego, gonggong, oon, peak, pengong, gak ada otak nya" kata Cathlyne yang membuat Rey bukannya marah tapi tertawa


"Dasar sinting, ketawa-ketawa sendiri" gerutu Cathlyne lalu membuang muka nya dengan raut muka kesal nya itu.


"Tapi Rey..."


"Kenapa? " tanya Rey


"Lo gak usah nyerang LionCell lagi ya" kata Cathlyne


"Kenapa? "


"Yaaa, kalo dia babak belur trus gak bisa jalan, nanti gak ada saingan lo dong? " kata Cathlyne


"Ya bagus lah" kata Rey


"Ya enggak lah, itu membuktikan klo lo itu main curang. Gue gak mau lo menang karna kekerasan, gue mau lo main lembut. Okay"


"Let see"


"Ishh, pokoknya kalo lo nyerang, lo kalah dan gue bakalan balik-"


"Gak boleh. Okay, gue gak bakalan nyerang LionCell." kata Rey pasrah


"Gitu dong. Yaudah gue balik kekelas dulu ya, jangan kangen" kata Cathlyne lalu berjalan ke arah pintu rooftop


"Ge-er" kata Rey lalu duduk di sofa


"Oh iya lupa" kata Cathlyne lalu berbalik


"Apa nya yang lupa? Perasaan tadi lo kesini gak bawa apa-apa" kata Rey


"Ini yang lupa"


Chupp


"Tiati, jan baper" kata Cathlyne setelah mencium pipi Rey yang tengah duduk di sofa yang ada dirooftop. Kalo Rey berdiri mana nyampe Cathlyne. Setelah itu Cathlyne langsung bergegas balik kekelasnya sebelum ada guru yang masuk dan menyadari bahwa dirinya tidak ada


Sedangkan Rey? Dia masih tidak percaya apa yang barusan terjadi tadi. Dia hanya memegang pipi nya yang dicium oleh Cathlyne dan tersenyum lebar. Senyuman yang sangat langka dari seorang REY


"Cathlyne, Cathlyne. Gue emang gak pernah bisa marah lama-lama sama lo." Batin Rey