This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Dodol



Author POV


Pagi ini Cathlyne terbangun karna sinar matahari masuk melalui celah gorden yang mengusik tidurnya. Cathlyne pun mengerjapkan matanya beberapa kali, namun ada yang aneh. Cathlyne pun menunduk dan melihat ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang. Sontak Cathlyne pun langsung berteriak lalu menghempaskan tangan itu, Cathlyne ingat sekali bahwa suaminya masih di Kalimantan terus siapa pria yang dengan lancang memeluknya itu.


“Huaaaaaaa! Siapa luuu?!” Teriak Cathlyne lalu menghempaskan tangan kekar itu, saat dia berbalik tampak lah suaminya yang berusik karna teriakan Cathlyne.


Cathlyne pun membelalakan matanya lalu dengan cepat memeriksa wajah itu, apakah ini hanya imajinasinya saja atau memang benar yang didepannya ini adalah Rey, suaminya.


“Apa sih yank?” Tanya orang itu dengan suara seraknya khas bangun tidur.


“Ini beneran suami gue?” Gumam Cathlyne yang membuat Rey membuka matanya lalu menatap sang istru dan sedetik kemudian menarik Cathlyne kedalam pelukannya.


“Iya, this is your husband honey” Kata Rey lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sang istri.


“Bohong! Suami gue masih di Kalimantan njr” Kata Cathlyne yang membuat Rey langsung ****** bibir wanita dipelukannya itu. Tentu saja Cathlyne memberontak. Rey pun mengakhiri ciuman mereka ketika menyadari istrinya itu mulai kehabisan nafas.


“Hoshh hoshh hoshhh kamu ini ya!!!” Seru Cathlyne


“Makanya mulut kamu itu di rem! Kan aku udah bilang gak boleh ngomong kasar. Sekalian morning kiss hehe” Kata Rey sambil nyengir.


“Ahhh kangen!” Kata Cathlyne lalu kembali memeluk Rey, tentu saja dibalas oleh Rey.


“Me too, oh iya kamu udah gak papa kan?” Tanya Rey sambil membawa Cathlyne duduk lalu memeriksa seluruh tubuh Cathlyne.


“Gak papa suami quu, lagian istri mu ini sudah terbiasa berantem dari orok. Jadi don’t worry be happy” Kata Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas kasar.


“Maaf!” Kata Rey


“Udah dibilangin ini bukan salah kamu kok! Udah deh” Kata Cathlyne sambil merapikan rambut suaminya.


“Oh iya, kamu nyampe jam berapa?” Tanya Cathlyne pada Rey.


“Jam lima tadi”Kata Rey. Cathlyne pun menoleh pada jam di nakas yang menunjukan pukul 6 pagi.


“Trus tadi yang bukain pintu siapa?” Tanya Cathlyne.


“Bibi lah, orang kamu masih ngebo” Kata Rey yang menjatuhkan kepalanya di bahu Cathlyne.


“Ya mana ku tau kalo kamu beneran mau pulang hari ini. OH IYA BINGKA AMA DODOL AKU MANA?!” Seru Cathlyne.


Rey yang pun meringis saat mendengar teriakan Cathlyne yang membuat kupingnya berdegung namun dia yang membuatnya semakin meringis adalah ketika mengingat dia tidak membawa oleh oleh apa pun untuk Cathlyne dan juga Cia sesuai janji nya.


“Reyyyyy mana dodol kuuu” Rengek Cathlyne pada Rey.


“Maaf saya-“


“Tuh kann! Ah malas ama lu” Kata Cathlyne setelah itu berdiri dan berlalu ke kamar mandi meninggalkan Rey yang mengusap rambut nya kasar lalu mengambil ponselnya dan menghubungi orang kepercayaannya yang masih dari di Kalimantan.


“Hal-“


“Belikan saya bingka basah dan dodol kandangan. Jangan lupa oleh oleh 10 item”


“Tap-“


“Siang ini harus sampai di Jakarta”


“Tap-“


“Bonus 2 kali lipat bulan ini”


“Baik sir terim-“


Tutttt Tuttt Tuttt


Cathlyne yang mendengar itu dari kamar mandi pun terkikik geli, segitu nya dia bela bela ini keluar uang demi belikan Cathlyne dan Cia oleh oleh. Cathlyne pun melanjutkan tujuanna kekamar mandi yaitu untuk cuci muka dan sikat gigi,


Setelah selesai menyikap gigi nya Cathlyne pun berdehem lalu mengembalikan raut muka bete sebelum keliar dari kamar mandi. Sedetik Cathlyne keluar dari kamar mandi, Rey langsung beranjak untuk memeluk Cathlyne dari belakang.


Dalam diam Cathlyne tersenyum melihat tingkah Rey sedangkan Rey sedang berfikir bagaimana membujuk istrinya. Rey pun membalikkan tubuh Cathlyne agar menatap nya, lalu menanggup wajah sang istri.


“Gimana kalo hari ini kita quality time berdua?” Tanya Rey


“Gak”


“Kamu gak mau ngebucin sama aku?”


“Sejak kapan kamu suka ngebucin?”


“Hah? Anu sejak, sejak kapan ya?” gumam Rey yang membuat


Cathlyne kesal sendiri.


“Udah lah gak usah sok ngebujuk” Kata Cathlyne lalu menghempaskan tangan Rey yang bertengger di wajahnya.


“Yank, jangan gini dong. Nanti siang dodol nya dateng kok” Kata Rey sambil terus mengikuti Cathlyne yang berjalan kedapur untuk membuat sarapan buat dirinya, Rey, Fiona, Vino dan anak anak.


“Diem deh Rey” Kata Cathlyne sambil mengambil bahan bahan untuk memnbuat pancake.


“Yaudah kalo kamu gak mau, aku cancel beli bingka ama dodolnya” Kata Rey yang membuat Cathlyne berbalik lalu menatap Rey tajam.


“Berani kamu cancel, siap siap gak dapat jatah 1 minggu ples gagal honeymoon” Ancam Cathlyne yang membuat Rey ciut seketika.


“Y-ya jangan gitu lah yank” Kata Rey.


“Yaudah makanya diem trus pergi mandi habis itu sarapan setelah itu anter anak anak ke sekolah baru kita jalan” Kata Cathlyne. Rey pun mengembangkan senyumnya saat mendengar penuturan istrinya, dengan semangat dia mengecupi seluruh wajah istrinya lalu berlari untuk mandi yang membuat Cathlyne menggelengkan kepalanya sebelum terkekeh.


Cathlyne pun kembali membuat pancake dengan maple syrup di atasnya dan tak lupa juga Cathlyne menyiapkan 7 gelas susu untuk 7 orang. Setelah selesai dengan masakannya, Cathlyne pun berjalan kearah kamar kedua tuan rumah lalu dengan brutal menggedor pintu kamar 2 orang itu yang tentu saja mengusik tidur Vino dan Fiona.


Setelah mendengar jawaban dari Fiona, Cathlyne bergerak itu membangunkan Eric, Leo dan Cia yang tidur disatu kamar. Dengan perlahan Cathlyne membangunkan ketiga anak itu lalu menyuruh mereka bersiap untuk sekolah, sangat berbeda saat dia membangunkan kedua orang tua Eric itu.


Setelah ketiga bocil itu terbangun, Cathlyne pun kembali bergerak untuk masuk kedalam kamar yang dia pakai tidur tadi untuk melihat keadaan suaminya yang sedari tadi belum keluar kamar. Saat masuk ke kamar, Cathlyne mendapati Rey sedang sedang berdiri didepan jendela sambil menelfon seseorang untuk membahas pekerjaan yang membuat Cathlyne menduga itu tentang pekerjaan di Kalimantan yang dia tinggal pulang hanya demi Cathlyne


Cathlyne pun mengusap bahu Rey yang membuat lelaki itu menoleh ke arah Cathlyne lalu bergerak untuk menarik pinggang Cathlyne untuk mendekat tanpa menghentikan ocehannya yang ditujukan untuk orang yang berada di


sambungan telfon itu.


Cathlyne pun menyandarkan kepalanya didada rey sambil menatap kearah jendela yang memperlihatkan jalanan komplek yang terpancar sinar sunrise, terlihat sangat indah dan menenagkan. Cathlyne pun hanyut dalam pemandangan itu hingga kecupan manis dia dapatkan di pucuk kepalanya.


“Sudah selesai nelfon nya?” Tanya Cathlyne pada sang suami.


“Sudah kok, ayok turun” Ajak Rey.


“Serius mau turun dengan cuma pake handuk dipinggang doang?” Tanya Cathlyne pada Rey. Ya memang sedari tadi, Rey menelfon hanya menggunakan handuk dipingganya dan membiarkan dadanya shirtless.


“Oh iya lupa, yaudah aku pake baju dulu” Kata Rey lalu mencari baju yang ada dikoper yang dia bawa.


“Aku keluar dulu buat cek anak anak ya? ”Kata Cathlyne lalu berjalan kearah pintu kamar.


“Gak mau liat?” Tanya Rey iseng


“Gak! Udah bosen, mau cari yang baru” Kata Cathlyne asal


“CATHLYNE!”


\~\~\~\~\~\~\~****\~\~\~\~\~\~\~


Saat ini mereka sudah berada di meja makan dengan Rey yang masih dalam mode bete akibat ucapan Cathlyne tadi. Cathlyne yang menyadari itu hanya merotasikan matanya melihat sikap baperan suaminya itu lalu kembali


meneruskan acara sarapannya.


“Gilakkk enak banget Cathh” Seru Fiona yang merasakan pancake buatan Cathlyne.


“Ho’oh, mau gak lo jadi istri kedua gue?” Tanya Vino yang membuat Fiona dan Rey melotot kearahnya.


“Mau mati?!” Kata Rey dingin tapi menusuk tak lupa tatapan mematikannya.


“E-eh canda anjim! Maksud gue, mau gak si Cathlyne jadi juru masak gue” Kata Vino


“Gede lho!” Kata Vino yang membuat mereka menatap Vino dengan mata memicik


“Ambigu tol*l” Kata Cathlyne yang membuat Rey memukul mulut istrinya pelan.


“Ada anak anak mah” Kata Rey penuh peringatan saat mendengar ucapan kasar yang keliar dari mulut istrinya itu.  Ya seperti biasa kalo ada anak anak, Rey dan Cathlyne memanggil satu sama lain  dengan sebutan ‘ma’ dan ‘pa’


“Lagian dia ngomongnya macem macem pa” Kata Cathlyne


“Memang dasar mesum” Kata Fiona membenarkan ucapan Cathlyne


“Kalo gak mesum, gak bakalan jadi Eric kale” Kata Vino yang membuat Fiona mendengus kesal sedangkan Eric yang mendengar namanya disebutkan pun mendongak menatap mama papa nya.


“Kenapa pa?” Tanya Eric


“Hah? Engga kok, lanjut makan aja” Kata Vino yang membuat Eric mengangguk paham lalu kembali melanjutkan makanannya.


“Eric, nanti ke sekolah nya mau ikut tante ama om aja gak?” Tanya Cathlyne pada Eric.


“Boleh tan”Kata Eric yang membuat Cathlyne tersenyum lalu meminum susu nya.


“Yaudah cepet selesaiin makannya” Kata Cathlyne pada Eric


“Leo udah selesai?” Tanya Cathlyne pada anak laki lakinya.


“Udah ma, tapi Leo dak au num cucu” Kata Leo yang membuat Cathlyne menyeritkan dahinya


“Terus Leo mau minum apa?” Tanya Cathlyne


“Orange juice please” Kata Leo


“Yaudah tunggu, mama ambilin orang juice nya dulu”Kata Cathlyne


“Fi, gue minta orange juice lu ya” Kata Cathlyne


“Ambil aja gak usah pake nanya” Kata Fiona


“Gue Cuma ngasih tau bukan nanya” Kata Cathlyne sambil berjalan kearah kulkas yang membuat Fiona berdecak kesa;.


“Dah cocok nambah anak tuh Rey” Kata Vino yang membuat Rey


 tersenyum kecil.


“Hm, kalian tunggu kabar baik aja ntar” Kata Rey yang membuat Fiona dan Vino bersorak menggoda ke arah Rey yang ditanggapi oleh senyuman Rey. Tak lama Cathlyne pun muncul dari dapur lalu menghampiri Leo yang sedang


memakan pancake yang dioper oleh Cia karna gadis itu sudah kenyang.


“Nih Le” Kata Cathlyne lalu menukar susu dengan orange juice yang dia bawa.


“Thanks ma” Kata Leo


“Urwell sayang” Kata Cathlyne lalu kembali duduk di sebelah Rey.


“Kenapa kamu senyum senyum pa?” Tanya Cathlyne saat melihat senyum di wajah Rey


“Anu Cath itu ekhemm” Kata Vino yang sengaj membuat Cathlyne kepo


“Apaan dah?” Tanya Cathlyne


“Itu loh Cath, anu astagaa itu” Tambah Fiona yang membuat Cathlyne sebal sendiri dengarnya.


“Au ah serah” Kata Cathlyne lalu kembali memakan pancakenya.


Setelah beberapa menit, mereka pun sudah menyelesaikan acara sarapan mereka. Rey, Vino dan anak anak sudah berada didepan untuk bersiap untuk pergi ketujuan masing masing sedangkan Cathlyne dan Fiona masih ada


didapur untuk membereskan piring yang habis mereka pakai tadi.


“Eh,  lu cuci piring ya! Gue kan udah bikin sarapan tadi oke? Gue mo ganti baju dulu”Kata Cathlyne lalu meninggalkan Fiona yang menggerutu kesal namun tak urung melakukan perkataan Cathlyne.


Cathlyne pun naik dan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian  sebelum mengantar anak anak ke sekolah. Setelah selesai berganti pakaian jalan casual dan simple yang membuat Cathlyne terlihat masih terlihat seperti anak muda tentu saja wajahnya mendukung. Cathlyne pun memilih pakaian yang dia rasa serasi dengan sang suami yang memakai jeans itam, kaos putih dan jaket denim. Ya selera mereka masih saja sama seperti waktu muda sehingga walaupun mereka sudah memilik anak, mereka masih terlihat seperti orang pacaran hehe.



Cathlyne pun mengambil tas nya lalu turun ke bawah untuk menyusul suami dan anak anaknya. Rey yang melihat style Cathlyne pun menajamkanmatanya, Rey memang mengakui bahwa istrinya  itu cantik hanya saja dia tidak suka melihat paha istrinya terumbar umbar.


“Tumben lo pake rok Cath?” Tanya Vino yang melihat Cathlyne


“Iya dong, kan gue mau date ama doi” Kata Cathlyne sambil melirik Rey yang masih menatapnya intens


“Pantes” Gumam Vino


“Cia mama cantik gak?” Tanya Cathlyne pada Cia. Cia pun mengacungkan kedua 2 jempol nya kearah mama nya yang membuat Cathlyne terkekeh senang lalu mengecup pipi sang putri lalu beralih pada sang suami.


“Gimana gimana?” Tanya Cathlyne


“Ngapain pake kek gitu? Mau pamer paha?” Tanya Rey sinis yang membuat Cathlyne memberengut kesal.


“Napa sih? Kan aku pake ini biar serasi ama kamu” Kata Cathlyne


“Gak pake baju itu juga kamu tetap aja serasi ama aku karna kamu istri aku” Kata Rey yang membuat Cathlyne bingung harus baper atau kesal.


“Ric, tante keren gak?” Tanya Cathlyne pada Eric


“Pelfect” Kata Eric. Cathlyne pun mengembangkan senyumnya


“Tuhhh see? ”Kata Cathlyne sombong pada Rey


“Le, bagus gak?” Tanya Cathlyne pada Leo yang sedari tadi memperhatikannya.


“Tellalu pendek” Kata Leo yang membuat Cathlyne mendelik kesal.


“Tuhhh see?” Kata Rey yang menirukan ucapan Cathlyne tadi.


Cathlyne pun bergerak untuk memeluk lengan Rey lalu memberikan tatapan memelasnya pada Rey yang membuat Rey menaikan satu alisnya sambil menatap istrinya.


“Sekali aja Rey pake kek gini, nanti kalo ada dedek di perut pasti gak bisa pake kek gini lagi” Kata Cathlyne yang membuat Rey menatap Cathlyne sambil mengerjapkan matanya beberapa kali.


“Dedek?” Tanya Rey


“Iya, kan entar lagi mo honeymoon bikin dedek baru” Kata Cathlyne yang membuat Rey mengulum senyumannya sedangkan Vino yang sedari tadi nyimak bergerak seperti orang yang mau muntah dan hanya dibalas delikan tajam


dari Cathlyne.


“Jadi boleh kan pa?” Tanya Cathlyne dengan puppy eyes nya.


Rey pun tersenyum lalu menganggukan kepalanya yang membuat Cathlyne bersorak riang. Cathlyne itu tau kelemahan Rey, hanya ungkit soal anak atau pun sesuatu yang mesum pasti dia langsung gercep.


“Yaudah legoooo”Kata Cathlyne lalu berjalan menuju mobil sang suami yang diikuti oleh Rey, Leo, Cia dan Eric. Vino dia menunggu istrinya karna Fiona ingin ikut Vino ke kantor daripada bosen dirumah sendiri katanya.


Rey pun menjalankan mobilnya menuju sekolah anak anak, selama diperjalanan Cia terus saja mengoceh dengan Cia dengan Eric dan Leo pun sesekali ikut nimbrung walaupun lebih banyak diam seperti Rey. Setelah 15 menit


perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di sekolah ketiga anak itu.


“Leo, Erik jagain Cia ya. Kalau ada apa apa kasih tau guru supaya guru kalian bisa nelfon tante. Dan Cia juga gak usah petakilan ok?”Kata Cathlyne yang diiyakan oleh mereka.


Leo, Erik dan Cia pun turun dari mobil lalu berjalan masuk ke sekolah dengan beriringan tak lama Vander pun datang lalu berjalan disampung mereka. Semua itu tidak luput dari pandangan Cathlyne dan Rey, Rey pun bergerak


untuk mengenggam tangan Cathlyne yang membuat sang empunya menoleh ke arahnya dan dengan cepat Rey mengecup bibir Cathlyne.


“Ishhh Rey mah tukang ngambil kesempatan”Gerutu Cathlyne yang dibalas kekehan oleh Rey


“Kita mau kemana?”Tanya Rey


“Gak tau” Jawab Cathlyne sambil mengelus tangan Rey yang menggenggam tangannya.


“Ke Hotel mau?”