
Author POV
Sudah 5 bulan setelah pernikahan Cathlyne dan mereka sudah dikaruniakan anak kembar yang saat ini masih berada di perut Cathlyne.
Sudah 3 bulan mengandung dan di saat-saat seperti ini Cathlyne sering sekali ngidam yang aneh-aneh.
Seperti waktu itu, dia ingin tidur bareng Axel yang membuat Rey cemburu ampe ke ubun-ubun tapi Rey tidak bisa menolak, karna kalo ditolak Cathlyne akan nangis kejer alhasil Rey menurutinya dan diam-diam memperhatikan gerak-gerik mereka sepanjang malam.
Bahkan Cathlyne juga pernah ngidam untuk tidur di club, Rey sudah berpuluh puluh kali membujuk Cathlyne agar tidak tidur disitu tapi tetap saja Cathlyne keukeh untuk tidur disitu. Untung saja Cathlyne tak berminat untuk minum minuman keras yang sangat tidak baik untuk kadungannya.
Saat ini Cathlyne sedang berada di rumah bersama Triple Na, Bara dan Vino. Mereka sedang menemani Cathlyne menunggu Rey pulang kantor.
Saat ini Cathlyne sedang memakan rujak yang tadi dia pesen ke Bara sebelum dateng ke rumahnya.
"Eh Cath, lo udah berapa bulan? Kok perut lo kek gede banget?" Tanya Bara
"Baru 3 bulan setengah" kata Cathlyne sambil terus memakan rujak
"Lah kok gede amat? Lo gak lagi hamil anak kingkong kan" tanya Bara yang membuat Cathlyne melotot ke Bara.
"Enggak lah Bar, perutnya gede wajar karna Cathlyne lagi ngandung anak kembar" jelas Fiona
"Owalah, pantes. Kenapa coba lo gak pernah ngomong ama gue?!" Tanya Bara
"Lo sibuk tawuran" kata Cathlyne yang membuat Bara ngengir
"Eh Cath" panggil Vino yang membuat Cathlyne berdehem
"Klo debay nya ada 2, gue ambil 1 ya" kata Vino yang membuat Cathlyne melempar bantal kearah Vino
"Enak aja, ini punya gue ama Rey. Emang lo sapa asal main ambil aja" kata Cathlyne
"Ntau nih, kamu pikir ini kuaci asal main ambil?!" Kata Fiona
"Yaelah, canda aja kali beb. Kan nanti kita juga bisa buat, lebih banyak lagi" kata Vino dengan muka om-om mesum.
"Dih, enggak. Gue maunya ama Bara" kata Fiona yang membuat Vino membelalakkan matanya.
"Enggak, gue ama Cathlyne" kata Bara
"Enggak, gue ama Rey. Gue udah hak milik Rey, paok" kata Cathlyne
"Yeuu bumil ngegas" kata Bara
"Oh iya, lo gak ada ngidam lagi Cat" tanya Kirana yang sedari tadi nyimak
"Belum sih, cuma sekarang gue lagi mau sesuatu" kata Cathlyne
"Apaan tuh? Bakso? Buah? Kedondong? Mangga? Ato apa?" Tanya Diana
"Gue mau balapan" Kata Cathlyne yang membuat semuanya membelalakkan matanya.
"Gilak lo! Lo lagi hamil oon." Kata Vino ngegas
"Gak mo tau! Pokoknya gue mau balapan, boleh kan Bar?" Tanya Cathlyne pada Bara
"Gak gak gak. Yang ada gue diamuk ama laki lo klo biarin lo balapan" kata Bara
"Iya Cath, lo tau kan Rey posesif banget apalagi selama lo hamil" kata Kirana
"Lagian lo ngidamnya bisa gak sih yang kalem, lembut bukan yang bad kek gini?" Tanya Diana
"Ntau nih, wajar lah sikap badnya belum ilang dari orok" kata Vino.
"Hikss, ka-kalian jahat. Masa gue ga-gak boleh balapan huaaaaa. Gue gak mau liat kalian hiks" tangis Cathlyne yang membuat mereka kalang kabut, klo Rey tau Cathlyne nangis bisa dipenggal pala mereka satu-satu.
"Duh Cath, gak usah nangis lagi ya? Lo mau apa aja gue turutin deh asalkan jangan balapan" kata Bara yang mengusap kepala Cathlyne
"Gak mauuuuu hiks mau nya balapann"
"Yaelah, udah jangan nangis lagi ya? Kita shopping deh" kata Kirana yang membujuk Cathlyne
"Maunya balapan Kiranaaaaa hiks" kata Cathlyne dengan air mata yang masih mengalir.
"Kenapa sih dia beb?" Tanya Vino ke Fiona
"Biasa, hormon ibu hamil emang begitu" kata Fiona
"Duh mending telfon pawangnya! Satu-satunya cara Telfon Rey gih bodo amat mo diamuk kek yang penting nih bocah diem" kata Diana yang udah pusing bujuk Cathlyne. Vino pun menelpon Rey.
"Halo Rey"
"......"
"......"
"Yaelah, pulang aja dulu kali! Entar lo tau sendiri"
"......"
"Cepetan"
TutttTutttTuttt
"Udah, katanya dia langsung otw kesini" kata Vino yang membuat mereka mengangguk lalu kembali membujuk Cathlyne yang sedang menangis.
Beberapa menit kemudian, Rey pun datang dengan lengan kemeja yang sudah digulung keatas plus muka paniknya.
"Sayang, kamu kenapa? Kok nangis?" tanya Rey sambil memeluk Cathlyne.
"Bini lo mau balapan" kata Bara
"Beneran itu yank?" Tanya Rey yang diangguki Cathlyne
"Tapi sekarang udah gak mau lagi karna udah ada kamu" kata Cathlyne lalu kembali cuddle di dada Rey yang membuat temen-temen nya jengah.
"Bagus deh, kamu gak boleh balapan ya? Entar anak kita kenapa napa, ok?" Kata Rey yang diangguki Cathlyne yang masih dalam dekapan Rey.
"Yeuu, mentang-mentang ada lakinya aja cuddling mulu kek anjing" kata Vino yang mendapat pelototan dari Cathlyne namun seketika mata Cathlyne itu kembali berair.
"Hiks, jadi maksud lo gue anjing gitu hiks" Tangis Cathlyne yang membuat Rey menatap nyalang Vino.
"Enggak sayang, Vino cuma bercanda. Mana ada anjing yang cantik kayak kamu" kata Rey yang membuat Cathlyne menghapus air mata nya lalu tersenyum.
"Beneran?" Tanya Cathlyne yang diangguki Rey.
"Anjirlah, dulu aja dibangsat-bangsatin gak baper, lah ini baru dibilang kek anjing dah mewek" kata Bara yang membuat Cathlyne kembali menangis
"Jadi gue baperan hiks Rey dia jahat hiks aku gak mao liat mukanya" kata Cathlyne yang kembali nangis dipelukan Rey.
"Udah ya jangan nangis lagi, mending kita istirahat di kamar aja" kata Rey yang diangguki Cathlyne.
"Kita kekamar dulu" kata Rey yang diangguki semuanya.
Rey pun menggendong Cathlyne ala bridal style masuk kedalam kamar.
"Untung aja bukan gue yang nikah ama tuh cewe, ribet amat" kata Bara yang membuat semuanya tertawa.
"Hahaha,wajar lah namanya juga ibu hamil" kata Kirana
"Tapi Cathlyne klo sekali manja, manjanya nauzubillah apalagi klo sama Rey" kata Vino
"Iya bener banget, tapi gakpapa lah manja ama suami sendiri" kata Diana
"Tusud, daripada manja ama laki orang kan gak lucu" kata Bara yang membuat semuanya tertawa.
Berbeda dengan Rey yang saat ini sedang membaringkan Cathlyne dikasurnya.
"Istirahat ya" kata Rey sambil mengecup kening Cathlyne lalu berjalan menjauh namun langsung ditahan oleh Cathlyne.
"Mau kemana?" Tanya Cathlyne
"Mau mandi sayang" kata Rey
"Just stay here, please" kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum lalu ikut berbaring disebelah Cathlyne.
"Yaudah, sekarang tidur ya" kata Rey
"Belum bisa tidur, mungkin karna baby nya belum mau tidur" kata Cathlyne yang membuat Rey duduk lalu mengelus perut buncit Cathlyne.
"Anak papa yang pinter, kita bobo dulu ya supaya kalian sama mama Cathlyne sehat. Ajakin mama nya bobo dong, kita bobo bareng okay? Papa sayang kalian" kata Rey lalu mengecup perut buncit Cathlyne yang membuat Cathlyne menitikan air mata nya.
Rey yang melihat itu pun langsung kembali tiduran dan menghapus air mata Cathlyne.
"Mama Cathlyne kenapa nangis hem?" Tanya Rey yang hanya mendapatkan gelengan dari Cathlyne. Cathlyne pun langsung memeluk Rey dan mencari kehangatan di dada Rey.
"I love you and our children Cath" kata Rey sambil mengelus kepala Cathlyne
"I love you too papa Rey" kata Cathlyne lalu memejamkan matanya meninggalkan Rey yang masih tersenyum.
"Ya, dan papa ini sudah tidak sabar menunggu 2 malaikat kecilnya datang ke bumi" gumam Rey lalu menyusul Cathlyne ke alam mimpinya.