This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Mengacau



Author POV


Saat ini Cathlyne sudah berada di Bandara untuk mengantar sang suami yang akan berangkat ke Kalimantan seperti yang dia katakan kemarin di restorant. Sebenarnya tubuh Cathlyne lemas karna tadi malam setelah membantu Rey mempacking barang, dia dihajar oleh Rey dikamar, kalian masih inget kan kalau Rey meminta pertanggung jawaban pada Cathlyne perihal kejadian didapur kemarin pagi?


Dan ini lah hasilnya, tubuh Cathlyne lemas sedangkan Rey? Dia malah tersenyum sumringah seperti tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Cathlyne pun hanya bisa mendengus kesal melihat senyuman suaminya itu.


Untuk Leo dan Cia, mereka sudah diantar oleh kedua orang tuanya sebelum pergi ke bandara. Saat ini mereka sedang duduk diruang tunggu dengan Cathlyne yang menyandarkan kepalanya di bahu suaminya yang sebentar lagi berangkat keluar kota demi pekerjaannya.


"Sayang" Panggil Cathlyne.


"Kenapa Cath?" Tanya Rey lembut


"Aku sama anak anak nginep di rumah Fiona ya?" Izin Cathlyne. Bukannya Cathlyne takut hanya saja dia merasa was was semenjak kejadian buket bunga mawar itu.


"Kenapa gak di rumah aja hum?" Tanya Rey sambil melirik ke arah Cathlyne


"Bosen, sepi gak ada kamu di rumah" Alibi Cathlyne.


Rey pun tersenyum ke arah Cathlyne lalu mengeratkan pelukannya  sesekali mengecup pucuk kepala Cathlyne dengan penuh sayang. Cathlyne pun juga memeluk pinggang Rey erat seperti tidak rela Rey pergi keluar kota hanya untuk pekerjaan.


"Yaudah kamu boleh nginep tapi kalo aku pulang, kamu juga ikut pulang ya?" Kata Rey


"Pasti lah, yakali suami dirumah istrinya nginep dirumah cowo lain" Kata Cathlyne pada Rey


"Ck, kamu inget kan kamu gak suka kamu terlalu dekat ama Vino walaupun kamu anggap dia cuma sahabat kecil dan suaminya sahabat kamu" Kata Rey yang membuat Cathlyne ter-flashback saat malam Cathlyne mengaku ngaku bahwa Vino adalah pacarnya yang membuat Rey cemburu terlebih saat mendengar Cathlyne dan Vino saling memanggil satu dengan yang lain dengan panggilan 'Beb'


Rey yang melihat Cathlyne tersenyum sendiri pun mengerutkan dahinya lalu mencubit pipi Cathlyne yang membuat wanita itu terkesiap.


"Astaga Rey ish bikin kaget aja!" Protes Cathlyne


"Abisnya kamu aneh pake senyum senyum sendiri, kan aku jadi ngerik" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengerucutkan bibir nya sebal.


"Ngapain bibir dimajuin gitu? Minta jatah lagi?" Tanya Rey yang membuat serangan bertubi-tubi datang pada lengannya. Bukannya merasa kesakitan, Rey malah tertawa yang membuat Cathlyne semakin kesal. Kemana Rey yang dingin itu? Kenapa semenjak nikah Rey berubah menjadi cowo receh dan menyebalkan pikir Cathlyne.


"Rese banget sih jadi suami, gak nyadar dia yang tadi malam ngegempur orang ampe lemes kek gini?" Kata Cathlyne kesal.


"Tapi enak kan?" Bisik Rey di telinga Cathlyne.


Cathlyne pun meremang karna bisikan itu, dia pun langsung menepis pikiran kotot yang menyerang otak nya sekarang. Tanpa dia sadari, Rey sedari tadi terkekeh melihat kelakuan istrinya itu. Sangat imut pikir nya.


Tak lama suara wanita khas bandara terdengar memberitahukan status penerbangan yang membuat Rey dan Cathlyne saling tatap. Cathlyne pun langsung memeluk Rey dan menyembunyikan wajahnya di dada Rey.


"Huaaaaaa papa jangan pergi! Masa kita LDR lagi" Seru Cathlyne dengan suara yang tertanam didada Rey. Rey pun bingung sendiri kenapa istrinya itu sedikit eum lebay?


"Shttt Shtttt Shtttt" Desis Rey untuk menenangkan sang istri.


"Diem ya! Nanti aku beliin apapun buat kamu ok?" Kata Rey yang membuat Cathlyne menguraikan pelukannya lalu menatap Rey.


"Awas kalo pulang gak beliin aku bingka basah!" Kata Cathlyne pada Rey sambil menujuk wajah Rey.


"Ck, bilang aja mau oleh oleh Cath. Gak usah pake akting segala" Kata Rey jengah sedangkan Cathlyne hanya menyengir kuda.


"Pokoknya kamu harus beliin aku bingka basah ama dodol kandangan. GAK MAU TAU!" Kata Cathlyne yang membuat Rey hanya mampu mengiyakan permintaan istrinya.


"Bagus! Good boy" Kata Cathlyne sambil menepuk kepala Rey. Dikira gue anjing kali yak? Batin Rey kesal.


"Yaudah gih sana pigi" Usir Cathlyne yang membuat Rey melongo, bahkan untuk mengucapkan kata kata saja susah.


"Eum enaknya kemana ya? Club? Balapan at-"


"Berani kamu nginjek Club ato arena balapan liat aja, aku langsung pulang hari itu juga trus bikin kamu gak bisa jalan 1 minggu" Kata Rey dengan tatapan tajamnya.


"Ya kan aku diem diem, kamu juga gak bakalan tau. Ntar Leo ama Cia titip di rumah mama aja, huaa enak nya hid-"


"Cath" Panggil Rey dengan nada rendah. Sudah dipastikan Rey sedang menahan amarahnya sekarang. Cathlyne yang mendengar itu pun langsung nyengir lalu dengan cepat mengecup bibir Rey.


"Bercanda suami ku, gak mungkin aku ninggalin anak anak demi goda cowo lain di club ato pun tebar pesona di arena balap" Kata Cathlyne pada Rey yang masih menatapnnya dengan tajam.


"Beneran Rey" Kata Cathlyne mencoba meyakinkan suaminya namun tetap aja Rey masih menatapnya dengan tatapan yang membuat nyali Cathlyne seketika menciut.


"Jangan tatap gitu" Lirih Cathlyne sambil menunduk yang membuat Rey menghela nafas lalu membawa Cathlyne kedalam pelukannya tentu saja dibalas oleh Cathlyne.


"Jangan ya, aku gak mau kamu dilirik dengan tatapan nafsu ama laki laki lain" Kata Rey sambil terus mengelus kepala Cathlyne.


"Kamu itu masih cantik walaupun udah punya anak. Aku bersyukur punya istri cantik tapi aku juga kadang rada gak suka punya istri yang kayak kamu karna aku jadi suka gak percaya diri ama diri aku sendiri. Takut orang lain ngambil kamu dari aku Cath" Kata Rey lembut yang membuat Cathlyne terenyuh.


"Ahhh baper, cinta banget sama Rey" Kata Cathlyne sambil mengeratkan pelukannya pada Rey.


"Aku juga" Kata Rey lalu menguraikan pelukannya saat panggilan kedua terdengar.


Rey pun berdiri lalu diikuti oleh Cathlyne. Rey pun menggenggam kopernya lalu menatap Cathlyne dan sedetik kemudian mencium kening sang istri.


"Aku pergi dulu ya? Kamu hati hati dirumah." Kata Rey pada Cathlyne.


"Iya, kamu juga hati hati disana. Jangan lupa makan, gak usah kerja kalo belum makan dan jangan lupa bingka basah ama dodol kandangan ku" Kata Cathlyne dengan tatapan mengancam yang bukannya membuat Rey takut malah terkekeh.


"Iya sayang, yaudah aku pergi dulu ya?" Kata Rey yang diangguki oleh Cathlyne.


Rey pun pergi dengan menggeret kopernya meninggalkan Cathlyne sendiri yang menatap kepergiannya. Setelah Rey sudah tidak tertangkap pengeliatannya, Cathlyne pun berbalik lalu berjalan menuju dimana mobilnya diparkiran.


"Huft, kemana ya?" Gumam Cathlyne sambil terus berjalan.


"Club?"


"Eh jangan deh, gue belum mau jadi istri durhaka"


"Ck, Gas aja lah"


"Eh lupa, mana ada club pagi pagi"


Setelah bergelud dengan pikirannya, Cathlyne pun memutuskan untuk pergi mengacau di rumah Vino.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~****\~\~\~\~\~\~\~\~


"HELO EPRIBADI! YUHUUU ENIBADI HOMMM" Teriak Cathlyne saat memasuki rumah Vino dan Fiona


Namun tidak ada sahutan dari sang empunya rumah dan dengan kurang ajarnya Cathlyne nyelonong ke dapur lalu mengambil cake red velvet yang bisa Cathlyne pastikan itu kesukaan Fiona namun siapa peduli.


Sebelum menutup kulkas tak lupa Cathlyne mengambil 1 kaleng bir merk guinness lalu menutup kulkas itu. Setelah tangannya penuh dengan cake dan bir, Cathlyne pun kembali ke ruang tamu lalu memasukan pass wifi yang sudah lama diberi tau oleh sang empunya rumah.


Cathlyne pun berselancar di sosial medianya bermodalkan wifi di rumah itu sambil memakan cake milik Fiona dan bir milik Vino, kurang enak apalagi Cathlyne?


Setelah bosen dengan hp nya, Cathlyne menyalakan tv yang ada di hadapannya. Kebetulan remot nya ada diatas meja, saat tv menyala Cathlyne langsung di suguhi channel ikan terbang yang menayangkan acara azab. Sudah bisa Cathlyne tebak bahwa Fiona juga habis menonton film ibu ibu +62.


Cathlyne pun sebenarnya suka menonton channel ikan terbang ini, padahal dulu waktu masih sekolah Cathlyne menghina film film di channel ku menangis itu dan saat nikah dam menjadi ibu ibu, dia malah tergila-gila dengan film tersebut namun sayangnya Rey melarang Cathlyne menonton film itu.


Katanya Rey, dia takut Cathlyne menjadi wanita tukang selingkuh seperti yang ada di acara tv itu padahal menurut Cathlyne cowo lah yang jahat, matre dan tukang selingkuh di film itu. Nama film nya aja istri yang tersakiti ya pasti cewe yang terasikit bukan cowo walupun kadang emang ada film yang istrinya selingkuh ama duda kaya.


Cathlyne pun mulai terlarut dalam film itu namun mulutnya tak berhenti bergerak entah itu makan, minum ataupun mencaci maki tokoh yang ada di situ.


"Yaelah anjing. Lemah banget! Lawan bod*k lawan!"


"Nangis aja terus, klo gue jadi lu mah gue tabok klo perlu smackdown"


"Eh eh eh itu pelakor ngapain lo bela beg*"


"Suami dakjal"


"Dih selingkuh lagi, ganteng lu?"


"Cerein nj*r! Astogehh"


"Lari gobl*k malah diem nah nah nah kan ketabrak"


"Lakn*t bet mertua nya bangk*! gue doain koid"


"Nah kan nyesel"


"Nyenyenye, sudah sekarat baru minta maaf"


"Menyesal~ Kesal~ Gak bilang~ Sayang~~ Cinta~ Kamu~ TAPI BOONG! Lagian mau aja dibodokin"


"Astaga kenapa lo baik banget sih, gue mah auto jambak"


"Nah ****** lo pelakor!"


"Bawa aja dia pak! masukin penjara kalo perlu suruh dia gantung diri!"


"Jangan mau rujuk anj*r"


"Lah ngapain mau diajak rujuk?! Fiks cewe *****"


Cathlyne pun langsung mematikan tv nya karna kesal dengan pemeran pertamanya, bisa bisa nya dia mau rujuk ama cowo yang dah nyelingkuhin trus nguras hartanya abis itu ninggalin dia buat tinggal bareng selingkuhannya.


"Huft, ini nih the world of married versi lokal"Gumam Cathlyne sambil  menatap layar tv yang baru dia matikan.


Cathlyne pun menghela nafas ketika melihat cake dan birnya habis. Karna merasa bosan pun Cathlyne langsung kembali berteriak.


"WOIIIIII PERMISI PAKET DATANG!"


"YOUTUBER BANG?!"


"KUE PUTU LEWATT"


"IHHH KO NGAMOK?!"


"JANGAN TINGGALIN AKU!"


"ONGEH TENG TENG TERENENENENG"


"DILANGITT! DILANGITT"


"VINO FIONA TULI YA LO PADA?!"


"KU MENANGISSSSSSSS"


"TARIK SESSSSSS"


"SEMONGKOHHHHHH"


"AH MANTAPPPP"


"KU INGIN NIKAHI KAMU\~\~\~\~\~"


"JADIKAN?"


"KAU ISTRI KU AHAYYY"


"FIONAAAAA"


"VINOOOOOOOOOO"


"WOII TENGGOROKAN GUE SAKIT INI!!!"


"WEH JAN NGUMPUL KEBO MULU NAPA?!" Teriak Cathlyne


Entahlah, virus tikt*k sudah meracuni otak Cathlyne. Tak lama kemudian Fiona dan Vino pun datang dengan wajah bantal mereka.


"Nahhh dakjal nya dateng! Sini lo pada" Suruh Cathlyne yang membuat kedua orang itu hanya menurut.


"Lo pada abis anu kan?! Jujur?!" Tanya Cathlyne


"Apaan sih? Kita abis tidur, suara lo daritadi ganggu" Kata Vino kesal


"Eleh, 'tidur' dalam makna lain kan? Lagian siapa suruh gue teriak kalian gak turun" Kata Cathlyne tak mau disalahkan.


"Bacot lo njim" Kata Vino lalu menyenderkan tuduhnya sambil memejamkan mata karna mata nya masih berat. Salahkan suara cempreng Cathlyne yang menganggu tidurnya.


"CATHLYNE! KUE GUE NAPA LO MAKAN?!" Seru Fiona pada Cathlyne saat matanya menangkap sisa sisa cake kesukaannya.


"Gue laper, yaudah gue makan" Kata Cathlyne santai.


"AHHHHHH CATHLYNE LO MAH GITUU"Seru Fiona tak terima


"Yaelah tinggal pesen di toko kue nya Diana jadi, lebay lo! sini gue pesanin" Kata Cathlyne lalu  menelfon Diana sang bos toko kue.


"Halo Na"


"Napa lo nelpon?"


"Noh temen lo ngidam"


"Hah? Sapa hamil lagi?"


"Si Fiona"


"Dia hamil lagi?!"


"Iya, hamil anak gendoruwo"


"B*ANGSAT LO YA CATH" Teriak Fiona tak terima sedangkan Cathlyne dan Diana hanya tertawa keras mendengarnya.


"Bengek. yaudah dia mau apa?"


"Kue red velvet kek biasa"


"Ok, nanti gue anter kerumah nya sekalian nimbrung"


"Owngeh"


"Yaudah gue mat-"


"Eh eh ehm tunggu! Gue pesen cake matcha ya, tapi gratis anggap aja hadiah buat temen okok. buai"


TitttTitttTittt


"Makin tua makin gesrek lo Cath"


"Bodo, mumpung gak ada laki jadi bebas. Mo joget tiktok kek, mo live di bigo kek, mo bobrok diliat tetangga kek bebashhhh" Kata Cathlyne


"Serah lo dah, gilak gak lama gue ngeliat tingkah lo"


"Yaudah gak usah liat" Sengit Cathlyne.


"B*ngke lo Cath"


"EH! Oh iya" Seru Cathlyne lalu mendekatkan diri pada Fiona dengan senyum mengembang.


"Ngapain lo deket deket?" Tanya Fiona penuh curiga


"Gue tau kok kalo lo itu baik trus murah hati dan tidak sombong"


"Pasti ada maunya ni bocah"


"Nah tuh lo tau! Okay jadi gue to the point aja ya, jadi gue mau nginep dirumah lo" Kata Cathlyne


"Gak gak gak! OGAH! Bisa bisa rumah gue rubuh dengar teriakan lo mulu" Kata Fiona tak sudi


"Kok lo gitu sih Fi?! Jahat banget lo ama gue" Seru Cathlyne tak terima


"ya abis nya l-"


"Fi plis just for 2 days. Lo tega ngeliat temen lo yang kesepian dan kurang belaian suami ini tidur sendiri dirumah megah seharga 900 miliyar tapi bote" Kata Cathlyne dengan puppy eyes.


"Gesrek lo nj*r, bener bener harus gue seret ke RSJ kek nya" Kata Fiona kesal


"Fiiii. please" Pinta Cathlyne memelas yang membuat Fiona pun mau tak mau mengiyakan permintaan sahabatnya itu.


"AHH MANTAP! JUJUR SA SU BILANG KALO DE YANG GATAL GATAL SA DE~~~" Teriak Cathlyne lalu dengan seenak jidat menggeplak lengan Vino yang tertidur dengan keras.


Vino pun langsung terbangun dan sontak meringis karna pukulan Cathlyne. Fiona pun merasa kasian pada suaminya namun tak urung dia menertawai suaminya yang ditindas oleh sahabat kecilnya itu.


"Sakit Cath" Seru Vino sambil mengelus lengannya yang terasa panas akibat pukulan Cathlyne itu.


"Oh sakit ya? eum gakpapa sih, ada bagusnya juga. Bangun gih, bikinin gue nasi goreng pake udang ama cumi oh iya kasih lombok biar pedes kek mulutnya Fio" Kata Cathlyne yang membuat pasutri itu pun mendelik kesal pada tamu tak diundang itu.


"Ngapain nyuruh nyuruh gue?"


"Ngapain bawa bawa mulut gue?


"Ck, bacot. Vino yang ganteng tapi sayangnya nikah ama kak ros tolong masakin adik mu yang lapar ini ya ya ya" Pinta Cathlyne dengan puppy eyesnya yang membuat Vino tak sampai hati menolaknya namun tentu saja ada perasaan kesal pada cewe yang mengaku ngaku adiknya itu.


"Iya tunggu bentar gue bikinin nasi goreng special kebencian buat lo" Kata Vino.


"UHH PEDAS"Seru Cathlyne sambil melihat Vino yang berjalan ke dapur dengan muka kesalnya.


Cathlyne pun duduk bersandar di sofa dengan berpangku kaki lalu menatap Fiona. Fiona yang menyadari itu pun hanya menaikan satu alisnya pada Cathlyne.


"Jemput anak gue sana, mereka dah mo keluar"Suruh Cathlyne yang membuat Fiona sontak melempar bantal sofa kearah wanita beranak kembar itu.


"Nyuruh seenak jidagt lo kambink"


"Yaelah sekalian kali, lagian Eric juga satu sekolah ama anak gue"Kata Cathlyne yang dibenarkan oleh Fiona dalam hati.


"Cepet jemput sama. GPL, Gak Pake Lama!" Suruh Cathlyne yang membuat Fiona ingin melempar sahabatnya ini ke lautan lava di gunung berapi. Melihat Fiona yang tak bergerak pun , Cathlyne kembali bersuara.


"Satuuuuuuuuu"Seru Cathlyne


"DUA TIGA B*NGSAT BACOT LO B*BI"Teriak Fiona kesal sambil berjalan kekamarnya untuk mengambil kunci mobil dengan kesal sedangkan Cathlyne tertawa jahat karna sudah berhasil mengerjai suami istri itu.


"Gini nih kalo temenan ama anaknya Lucifer"Gumam Fiona