
Author POV
Saat ini Cathlyne dan Rey sudah tiba di bandara Soekarno Hatta, mereka pun langsung turun dari jet pribadi milik Rey lalu berjalan menuju parkiran dimana disana sudah ada supir yang menunggu mereka.
Setelah beberapa menit berjalan dengan petugas yang membawakan koper milik pasangan suami istri itu, mereka pun sampai di mobil. Cathlyne dan Rey pun langsung masuk kedalam mobil meninggalkan petugas yang sedang memasukan koper milik mereka ke dalam bagasi.
"Udah ya, tenang" kata Rey pada sang istri
"Gimana mo tenang sih? Kalo tuh cowo sialan masih aja keliaran di dekat anak anak" kata Cathlyne ngegas
"Nanti kita pikirin cara nya buat nangkep dia, kamu jangan ke bawa emosi sayang" kata Rey lembut yang membuat Cathlyne menghela nafas kasar lalu memeluk Rey
"Pokoknya kita harus tangkep dia, aku gak mau dia nyakitin anak anak" kata Cathlyne
"Iya sayang iya, pasti" kata Rey yang mencoba meyakinkan, tangannya pun sudah bergerak mengelus kepala sang istri.
Supir pun mulai menjalankan mobil menuju kediaman Tuan Edgar Michiavelly dimana Leo dan Cia berada. Butuh waktu 30 menit untuk sampai di mansion kedua orang tua Cathlyne dan akhirnya mereka pun hampir sampai. Namun saat sudah beberapa meter menuju mansion, sang supir mematikan mobil yang membuat Rey dan Cathlyne bingung.
"Kenapa berhenti?" Tanya Rey pada sang supir.
"Disana seperti ada orang yang memata matai mansion tuan besar" kata sang supir yang membuat
Cathlyne pun dengan secepat kilat menoleh kearah yang ditunjukan oleh sang supir begitu juga dengan Rey. Cathlyne pun berniat untuk keluar dari mobil namun di cegah oleh Rey
"Biar aku aja, kamu tunggu disini" kata Rey lalu mengecup kening Cathlyne sekilas sebelum keluar untuk mengejar orang itu.
Namun sialnya belum sempat Rey menangkapnya, orang itu sudah menyadari kehadiran Rey sehingga orang itu lari menghindari Rey
Rey pun dengan cepat mengejar orang itu namun sialnya dia kehilangan jejak karna orang itu naik ke tembok rumah tetangganya tentu saja rey bisa memanjat namun dia urungkan karna mobil sang pemilik rumah datang.
"Eh tuan Rey, ngapain disini?" Tanya sang pemilik rumah
"Tadi saya ngejar anjing" jawab Rey asal
"Kalo begitu saya permisi dulu" lanjut Rey lalu pergi meninggalkan tetangga nya itu.
Rey pun masuk kedalam mansion Michiavelly dimana Cathlyne berada. Cathlybe yang melihat Rey pun langsing saja menghampiri suaminya yang sudah ngos ngosan itu.
"Gimana?"tanya Cathlyne
"Sorry, aku kehilangan jejak" kata Rey yang membuat Cathlyne menghela nafas lalu mengelus bahu Rey
"It's okay, nanti kita cari lagi" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengangguk
"Ayok masuk, biar aku bikinin minum" kata Cathlyne lalu menarik tangan Rey untuk masuk yang diikuti oleh sang supir yang membawa koper mereka.
Saat sampai didalam rumah, mereka berdua langsung mendapati kedua anknya sedang bermain dengan oma opa nya.
"Hello guys" sapa Cathlyne yang membuat mereka menoleh.
"Mamaaaaaaa papaaaaaa!" Seru Cia lalu berdiri dan berlari menuju kedua orang tuanya.
"Hai gurl" sapa Rey lalu menyambut Cia masuk kedalam pelukannya begitu juga Cathlyne. Cia pun memeluk mama papa nya dan Leo pun juga ikut menghampiri mama papa nya lalu ikut berpelukan. Elizabeth dan Edgar pun tersenyum melihat keharmonisan keluarga kecil putri satu satu mereka itu.
Setelah puas berpelukan, Cathlyen pun mengurai pelukan mereka lalu menciumi seluruh muka putra putri nya yang membuat kedua nya tersenyum
"Papa nya enggak?" Tanya Rey pada Cathlyne
"Kan papa sudah puas kemarin" kata Cathlyne sambil berdengus kesal sedangkan Rey menyengir kuda.
"Mama udah beli oleh oleh kita?" Tanya Cia pada Cathlyne
"Sudah dong sayang, tuh ada di koper" kata Cathlyne
"Yeayyy" seru Cia
"Papa are you okay?" Tanya Leo pada sang papa yang masih keringatan
"Kalian kok pulang cepet?" Tanya Elizabeth pada putri dan menantu nya itu.
"Kita kangen sama anak anak mom" alibi Cathlyne.
"Oh gitu, yaudah bentar mommy bikinin kalian makan malam" Kata Elizabeth
"Yang banyak ya mom" kata Cathlyne dengan cengiran khasnya yang hanya diangguki oleh Elizabeth
"Rey, daddy mau ngomong sama kamu" kata Edgar pada sang menantu
"Mo ngomongin apa dad?" Bukan Rey yang bertanya namun Cathlyne.
"Mau ngomongin masalah kantor" Jawab Edgar yang membuat Cathlyne ber oh ria sedangkan Rey sudah mengikuti langkah sang mertua untuk pergi ke ruang kerja Edgar untuk membahas pekerjaan apalagi beberapa hari ini Rey tinggal honeymoon.
"Cia, Leo, mama mau minta tolong boleh?" Tanya Cathlyne
"Boleh, apa ma?" Tanya Cia sedangkan si Leo hanya menatap sang mama.
"Kalo ada om om pake hoodie hitam deketin kalian, mama mohon buat jauhin dia trus kasih tau mama atau papa ok?" Kata Cathlyne pada kedua anak nya dengan lembut.
"Ok ma"
"Siap"
"Leo, mama minta tolong buat jagain adek ya? Dan Cia juga harus perhatiin abang nya" kata Cathlyne
"Leo pasti jagain Cia ma" Kata Leo
"Cia juga bakalan liatin bang Leo ma" lanjut Cia yang membuat Cathlyne tersenyum lalu mencium kening kedua anaknya.
"Yaudah, kalian main dulu ya? Mama mau bikinin papa sama opa minum dulu" kata Cathlyne
"Ok maa" seru Cia lalu berlari menuju setumpuk mainannya.
"Ma" panggil Leo.
"Apa nak?" Tanya Cathlyne pada putra nya.
"Don't worry, we'll be fine" kata Leo yang membuat Cathlyne tersenyum lalu mengangguk.
"Ma!" Panggil Leo lagi
"Apa lagi sayang?" Tanya Cathlyne
"Can i have a glass of milk please?" Tanya Leo
"Sure, wait a minute okay?" Kata Cathlyne yang diangguki oleh Leo.
Cathlyne pun berjalan menuju dapur dimana sudah ada Elizabeth yang memasak. Cathlyne bergerak untuk membuat kopi untuk Edgar, es jeruk untuk Rey dan susu untuk Leo dan Cia, walupun Cia tidak minta tetap saja Cathlyne membuatkan susu untuk putrinya itu.
"Cath" panggil Elizabeth
"Apa mom?" Tanya Cathlyne sambil meracik kopi untuk daddy nya.
"Tolong ambilkan ayam di kulkas" Suruh Elizabeth yang langsung dilakukan oleh Cathlyne.
Cathlyne pun mengambil ayam di kulkas lalu memberikan nya pada Elizabeth. Elizabeth pun bergerak untuk mencuci ayam itu.
Cathlyne pun sudah selesai membuat minuman namun saat ingin pergi dari dapur, langkah Cathlyne terhenti karna suara mommy nya.
"Kalo ada masalah, sharing ke mommy dan daddy. We'll help you" kata Elizabeth yang membuat Cathlyne berbalik lalu menatap sang mommy yang juga sedang menatapnya.
"Kalo Cathlyne dan Rey sudah gak mampu, pasti kalian orang pertama yang Cathlyne hubungi" kata Cathlyne lalu pergi mengantarkan minuman ke daddy, suami dan anak anak nya.
"I wish your little family always happy my daughter" gumam Elizabeth