This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Kiss



Author POV


Seperti yang direncanakan, saat ini Cathlyne dan Rey sudah berada didepan rumah Cathlyne. Setelah turun dari mobil, mereka pun nerjalan memasuki pekarangan rumah Cathlyne saat Cathlyne ingin masuk kedalam rumahnya dia berpapasan dengan cowo menggunakan jeans item robek-robek dan jaket boomber army yang membuat Cathlyne mmeperhatikannya dari belakang.


Mereka pun masuk kedalam rumah Cathlyne dengan Cathlyne yang masih bertanya dalam hati siapa dia?


"Selamat siang mom" Sapa Rey pada Elizabeth


"Selamat siang juga Rey. Ayo duduk" kata Elizabeth yang langsung dituruti oleh Elizabeth.


"Dek, kamu kenapa?" Tanya Elizabeth pada Cathlyne


"Itu yang barusan keluar siapa mom?" Tanya Cathlyne


"Owh, itu anak temen mama dia disuruh mama nya buat nganterin kue" Kata Elizabeth


"Kok Cathlyne kayak gak asing ya?!" Tanya Cathlyne


"Perasaan kamu aja kali" kata Elizabeth lalu duduk di sofa samping Rey.


"Oiya mom, kenapa mommy suruh Rey kesini?" Tanya Rey


"Gini, kan daddy lagi keluar negri jadi mommy mau kamu yang jagain mommy sama Cathlyne dirumah ini selama Daddy kelua negri" kata Elizabeth lalu memberi kode ke Cathlyne yang dibalas Cathlyne 2 jempol yang pastinya tidak diketahui Rey


"Bukannya gak mau mom tapi Rey belum izin ke mama" kata Rey


"Nanti mommy yang izinin. Tapi kalo memang kamu gak mau nemenin kita berdua gakpapa biar tante suruh temen cowo nya Cathlyne yang nginep disini" kata Elizabeth dengan muka melas


"Jangan mom. Tapi bukannya disini ada kak Brandon, kak Bryan sama Vino?" Tanya Rey


"Brandon sibuk kuliah, Bryan nginep tempat temennya kalo Vino dia nginep sama Daniel" kata Cathlyne


"Jadi?" Tanya Elizabeth


"Okay, Rey nginep disini" kata Rey yang membuat mereka berdua tersenyum puas karna rencana nya berhasil.


"Nanti mommy akan suruh cowo-cowo nginep disini juga buat nemenin kamu" kata Elizabeth


"Tapi untuk berapa hari mom?" Tanya Rey


"Cuma 3 hari kok" kata Elizabeth


"Yaudah mom" kata Rey pasrah


"Sip, mending kamu istirahat dikamar Bryan aja sekalian pinjem baju nya. Ambil aja yang kamu mau, klo dia marah bia mommy marahin balik" kata Elizabeth yang diangguki oleh Rey. Setelah Rey susah masuk kekamar Bryan. Mereka berdua pun ber tos ria


"Mommy hebat bet. Thanks mom" kata Cathlyne


"Yadong, lagian mommy gak mau ngebiarin orang yang nyakitin anak mommy tenang" kata mommy


"Unchh mommy idaman banget" kata Cathlyne


"Mending kamu telfon Bara dan suruh cepetan jalanin rencananya" kata Elizabeth


"Ok" kata Cathlyne lalu menelfon Bara.


"Mission complete. Sekarang tinggal kalian yang jalanin tugas kalian"


"Hari ini gue dan DeadScopio bakalan nerror dia"


"Bagus deh. Dan ingetin yang lain sama tugasnya"


"Kamu jangan lupa suruh si anak DarkLion itu kerjain tugasnya"


"Iyaiya. Yaudah gue matiin. Bye"


"Bye"


TutttTuttTutt


"Sudah mom" kata Cathlyne


"Yasudah, mending kamu istirahat nanti kita makan malam sama-sama."Kata Elizabeth.


"Oklah" kata Cathlyne lalu pergi kekamarnya untuk istirahat.


Author POV end


...●●●●●●●●●●♡♡♡●●●●●●●●●●...


Cathlyne POV


19.17


Saat ini gue udah selesai mandi habis tidur siang. Gue turun ke bawah buat kasih tau sesuatu buat mommy. Pas udah turun tangga, gue langsung pergi kedapur.


"Mommy, sjiwshwwonshsialwbs" kata gue trua ngebisikin sesuatu ke Mommy


"Oh gitu. Okay" kata Mommy


"Yaudah Cathlyne nyamperin Rey dulu ya mom" Kata Cathlyne


"Iya,nanti mommy panggil kalo makan malamnya sudah siap" kata mommy yang gue iyain.


Gue langsung pergi dari dapur buat nyari Rey dikamar Bryan tapi gak jadi karna gue udah liat Rey yang baru duduk disofa ruang keluarga buat nonton tv.


"Hi Rey" Kata gue trus langsung duduk disebelahnya


"Hi, sana duduk dipinggir sofa " kata Rey dan gue turutin pas gue udah diujung, dia langsung tiduran dipaha gue.


"Ck, gue kirain lo jijik sama gue pake nyuruh jauhan" kata gue


"Gak mungkin lah" kata Rey sambil ganti channel tv dan kita pun nonton 2 garis biru. Tangan gue pun terangkat buat ngelus rambutnya.


Pas di pertengahan film, tiba-tiba Rey ngomong.


"Cath, kamu mau gak kayak mereka?" Tanya Rey


"Hah?kayak mereka?" Tanya gye yang gak ngerti


"Iya, mau gak kayak mereka yang mantap-mantap diluar nikah. Kalo mau kita bisa lakuin sekarang🌚" Kata Rey yang bikin gue melotot


PLETAK!


"Lo gak liat semenderita apa mereka pas tau cewenya hamil diluar nikah?!" Tanya gue emosi gegara omongan vulgarnya


"Klo kita gitu gak mungkin menderita Cath, kan disitu cowo miskin sedangkan aku kan kaya jadi semua nya bisa aku atasi" kata Rey sambil mengelus jidatnya


"Semerdeka lo dah" Kata gue jengah


"Jadi kamu mau?!" Tanya Rey sambil natap gue dari bawah


"Sinting ya lo?! Udah ah mending nonton" kata gue kesel bru lanjut nonton


"Yaudah, elusin lagi pala ku" suruh Rey dengan muka memelasnya


"Dih, Lo bukan Rey ya? Rey yang gue kenal gak manja kek gini" kata gue ketus padahal sebenernya gue suka sama sifat manjanya.


"Gue setan. Udah cepetan" kata Rey dan gue pun lanjut ngelus palanya sambil nonton. Tiba-tiba ada orang yang gangguin.


"EKHEMM! Enak ya manja-manja disini?!" Kata mommy yang bikin Rey langsung duduk


"E-eh mommy" kata Rey


"Ish, mommy mah ganggu" kata gue kesel


"Yaampun, sudah sana makan malamnya sudah siap" kata mommy


"Iya, tunggu nanti Cathlyne nyusul ama Rey" kata gue


"Cepetan, mommy tunggu di meja makan" kata mommy trus pergi


"Yuk Rey" ajak gue dan kita pun berdiri tapi pas kita berdiri tiba-tiba ponsel Rey bunyi


"Siapa telfon?" Tanya gue yang bikin dia nunjukin layar ponsel nya yang muncul nama Bianca


"Yaudah angkat cepetan" kata gue. Rey pun ngangkat panggilan dari Bianca


"Halo"


"........"


"Gue gak bisa ke apart lo sekarang"


"........"


"Huft, sorry bi. Gue usahain deh"


"........."


"Ok"


TuttTuttTutt


"Ck, ngapain tuh orang nelfon?" Tanya gue


"Aku disuruh nemenin dia di apartnya karna dia ketakutan, katanya tadi ada yang nerror dia pake kotak item yang isi nya ****** tikus trus ada yang ngechat dia pake no yang gak dikenal" kata Rey yang bikin gue bersorak dalam hati


"Trus lo mo ninggalin gue sama mommy sendiri dirumah?" Tanya gue


"Ya gimana Cath, kali ini Bianca diterror" kata Rey


"Sekarang Bianca, klo nanti aku yang diterror gimana? Mungkin aja penerror nya nerror orang yang deket sama kamu" kata gue


"Trus aku harus apa?" Tanya Rey


"Terserah kalo kamu lebih mentingin Bianca daripada aku sama mommy" kata gue trus langsung ninggalin dia pergi ke meja makan.


"Mom!" Panggil gue trus ngasih kode ke mommy


"Sorry lama mom" kata Rey trus duduk disebelah gue


"Eum Rey, mommy boleh minta tolong anterin ke supermarket gak?" Tanya mommy


"Gak bisa mom. Rey mau nemenin pacarnya tidur diapart" kata gue ngegas


"Jadi Rey sudah punya pacar? Mommy kira Cathlyne pacarnya Rey" kata mommy


"E-eh bukan gitu mom, Rey gak ada pacar tadi sahabat cewe Rey yang nelfon katanya Rey disuruh nemenin dia karna dia habis diterror" jelas Rey


"Diterror? Duh mommy jad tambah takut mau ke supermarket. Rey mau ya temenin mommy ke supermarket" kata mommy. Gue ancungin jempol buat mommy gue.


"Yaudah deh mom, Rey bakalan temenin mommy ke supermarket" kata Rey. Gue gak tau sebesar itu peran mommy dalam rencana ini.


"Aku ikut. Aku gak mau sendirian dirumah entar ada yang nerror gue kek ulet. Ogah" kata gue


"Yasudah mommy siap-siap dulu" kata mommy trus ninggalin gue berdua ama Rey dimeja makan.


Gue pun beresin piring-piring yang ada dimeja makan. Gue bawa ke dapur biar bi sri gak terlalu capek.


"Aku bantu" kata Rey yang juga bawa beberapa piring dtangannya dan kita berdua pun naro semua pring kotor itu ke tempat cuci piring.


"Thanks" kata gue


"Mending kita tungguin mommy dimobil" kata Rey yang gue anggukin. Kita pun jalan kemobil, gue pun duduk disamping Rey.


"Maaf" kata gue. Kita akting-akting dikit dulu lah.


"Maaf buat?" Tanya Rey


"Maaf karna aku sama mommy aku udah bikin kamu ribet" kata gue


"Enggak papa kok. Aku seneng bisa deket sama camer, bahkan mommy sudah ngira kalo kita pacaran" kata Rey


"Ck, alay" kata gue


"Cath, gue besok mau ke Bandung boleh?" Tanya Rey yang bikin gue sueneng banget tapi ada baiknya kita akting-akting syantik dulu. Gue gak nyangka ternyata semesta berpihak ama gue ahayy


"Yah berarti gak ada yang jagain aku sama mommy dong?" Tanya gue dengan muka sok sedih


"Ya gimana, aku lupa kalau aku ada janji sama papa aku di Bandung. Barusan aja aku inget." Kata Rey


"Aish, yasudah lah. Kayaknya aku harus nyuruh Vino buat nemenin aku" kata gue


"Cath, aku gak iklas kamu deket-deket sama Vino walaupun aku tau kamu sama ada cuma saling nganggap kaka-adek doang" kata Rey


"Ya mo diapain kalo emang aku deket sama Vino. Lagian gue gak bakalan macem-macem kok sama Vino. I'm yours" kata gue yang bikin Rey ngedeketin mukanya ke muka gue sehingga gue bisa ngerasain hela nafasnya.


"Yes, you're mine"katanya tetap didepan bibir gue yang bikin kupu-kupu bertebaran di perut gue.


3cm


2cm


1cm


TokTokTok


"Argh sial" umpat Rey yang bikin gue terkekeh. Rey pun membuka kunci mobil sehingga mommy bisa masuk


"Kalian ini beneran gak bisa dikasih beduaan ya! Ditinggal sebentar aja sudan mesra-mesraan" kata mommy


"Ish, mom kalo mommy gak dateng tadi pasti Cathlyne sma Rey dah civokan tau" kata gue yang bikin Rey yang lagi nyetir melotot kearah gue


"Ck, kalian ini. Bedain luar negri sama Indonesia, kalo diluar negri kalian bebas mau ciuman dimana aja tapi kalo diIndonesia ciuman itu udah dianggap kelewatan" kata mommy


"Sorry mom." Kata Rey


"Mommy ngerti kok, lagian kan kamu juga ada turunan Amriknya dan bertahun-tahun tinggal di sana jadi wajar budaya luar keikut kamu" kata mommy


"Kok mommy tau?" Tanya Rey


"Iya kok mommy tau? Mommy cenayang ya?" Tanya gue


"Bukan, mommy tau semua itu dari mama kamu Rey" kata mommy yang bikin kita berdua ber oh ria. Kita pun banyak berbincang selam diperjalanan hingga akhirnya kita sampe. Gue sama Rey nunggu di mobil sedangkan mommy pergi sendiri ke dalam supermarket.


"Jadi kamu beneran pergi besok?" Tanya gue untuk memecah keheningan.


"Iya sayang" kata Rey


"Trus kapan baliknya?" Tanya gue


"Mungkin 3 hari kedepan" kata Rey


"Yah berarti aku harus tahan nafsu selama 3 hari dong" kata gue


"Nafsu?" Tanya Rey


"Iya nafsu buat ketemu kamu" kata gue


"Kirain nafsu buat bikin children🌚" kata Rey


"Kok kamu mesum sih?" Tanya gue ngegas


"Lah kamu yang mancing" kata Rey.


"Ntau ah kesel" kata gue tapi tiba-tiba Rey narik dagu gue buat lebih deket sama mukanya dannn


Cuppp


Yapz, Rey nyium bibir gue bukan hanya menempelkan bibir kita berdua tapi Rey juga mel*mat dan menyesap bibir gue, gue yang awalnya kaget pun perlahan menikmatinya dan gue reflek ngalungin kedua tangan gue ke leher Rey. Rey pun menahan tengkuk gue dan memperdalam ciuman kita. Rey pun menggigit bibir gue.


"Ahh" suara laknat itu keluar dari mulut gue karna rasa sakit ketika Rey menggigit bibir gue yang bikin mulut gue terbuka dan dia langsung memasukan lidahnya dan kita pun berperang lidah.


Setelah beberapa menit berciuman gue udah hampir kehabisan nafas jadi gue pukul dada Rey, untung Rey peka jadi dia menyudahkan ciuman kita lalu menempelkan dahi kita berdua dan tangan Rey terulur buat ngelap bibir gue.


"You're mine. Forever mine" kata Rey lalu kembali mengecup bibir gue. Gue pun ngeliat mommy yang sudah keluar dari supermarket.


"Rey mommy sudah keluar" kata gue yang bikin Rey kembali duduk dengan benar dikursinya dan tak lama mommy masuk kedalam mobil dengan beberapa kantong plastik.


"Sudah ngapain aja kalian?" Tanya mommy yang bikin gue sama Rey saling tatap


"Gak ngapa-ngapain!" Kata gue sama Rey sama-sama


"Dosa loh bohongin orang tua" kata mommy yang bikin kita berdua menghela nafas


"Sorry tadi Rey kelepasan dan nyium Cathlyne" kata Rey yang belum menjalankan mobilnya.


"Oh, baru ciuman. Mommy kira sudah kamu masukin" kata mommy yang bikin gue melotot


"Mom, Cathlyne belum mau ena-ena" kata gue kesel


"Makanya kalian cepet-cepet lulus supaya bisa bikinin mommy cucu" kata mommy yang bikin Rey tersenyum puas sedangkan gue dongkolnya minta ampun.


"Bikin aja sana pake tepung ama air" kata gue


"Emang bisa?" Tanya Rey


"Ya gak bisa lah ****. Cepet jalanin mobilnya" kata gue yang bikin mereka berdua tertawa diatas kekeselan gue. Rey pun menjalankan mobilnya kerumah.


Setelah beberapa menit akhirnya kita sudah sampe dan setelah membantu mommy ngangkat barang, Rey pun langsung masuk kekamar Bryan.


"Mom, besok Rey mo ke Bandung loh" kata gue sambil liatin mommy bikin susu buat gue sama Rey


"Bagus dong, jadi kamu bisa ikutan nerror si cewe itu" kata mommy


"Ihh Cathlyne seneng banget bisa nindas dia" kata gue


"Yayaya, ini. Kamu minum satu dan yang satunya lagi kasih ke Rey. Mommy mau istirahat dulu" kata mommy yang langsung gue anggukin, gue pun minum susu dan setelah itu langsung pergi kekamar Bryan buat ngasih Rey susu


Pas gue masuk, gue liat Rey yang berdiri di balkon sambil nyebat. Gue pun nyamperin dia.


"Rey!"panggil gue yang bikin dia noleh trus matiin rokoknya


"Sans aja kali kalo sama gue" kata gue


"Gak, gak bagus asap rokok buat kamu. By the way kenapa?" Tanya Rey.


"Nih mommy bikin susu buat kamu" kata gue sambil ngasih susu ditangan gue yang langsung diambil sama Rey dan diminum sampe habis trus Rey taro di meja yang ada di balkon


"Sorry!" Kata gue


"Buat apa lagi sayang?" Katanya


"Aku ngerasa aku udah bikin kamu gak nyaman selama dirumah aku" kata gue kali ini bukan tipu-tipu ya, ini tulush


"Gak kok. Aku malah seneng dirumah soalnya mommy kamu seru dan ngedukung hubungan aku sama kamu" kata Rey yang bikin gue langsung meluk dia.


"Maaf" kata gue lagi


"Bilang maaf lagi aku cip*k" Kata Rey yang bikin gue nyubit pinggangnya.


"Cath, kamu mau gak lakuin yang dilakuin si...... anu Bima sama Dara?" Tanya Rey


"Maksud mu kita ena-ena?" Tanya gue mendongak tanpa melepaskan pelukan gue


"Iya, mau gak?" Tanya dia yang bikin gue langsung mengajuhin dia


"Ishh Reynald cabull. Gue gak mau deket-deket sama lo lagi" kata gue yang bukannya bikn dia pergi malah tambah ngedeketin gue trus ngejajarin mukanya sama muka gue.


"Asal kamu tau, j*nior aku sudah tegang semenjak kita ciuman dimobil🌚" katanya yang bikin gue langsung ngedorong dia trus berjalan pergi dari situ tapi langsung ditahan sama Rey dan ngebawa gue kedalam pelukannya.


"Tenang, gue gak bakalan ngerusak kamu kok" kata Rey yang bkin gue ngebalas pelukannya


"Aku kira kamu bakalan paksa aku buat ena-ena kek cowo-cowo brengsek gitu" kata gue.


"Kalo kamu mau, kita bisa lakuin 'itu' sekarang" kata Rey yang bikin gue nyubit dia dengan kuku sehingga pelukan kita terlepas.


"Dasar Cabul. Udah ah gue mau tidur" kata gue trus ninggalin Rey si kang yadong yang lagi meringis kesakitan