This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Pindah Bandung?!



Author POV


Siang hari ini Cathlyne sudah berada di dapur dengan kedua anaknya. Setelah pulang sekolah, Cia meminta Cathlyne untuk membuatkan brownies dan tentu nya di sanggupi oleh Cathlyne namun tidak dengan Leo yang terus melarang mama nya untuk membuat kue yang sebenarnya dia inginkan juga. Cia dan Cathlyne pun membujuk Leo dan setelah beberapa menit akhirnya cowo titisan Rey itu pun mengiyakan permohonan 2 perempuan itu dengan syarat dia dan Cia akan membantu Cathlyne.


"Leo tolong ambilkan tepung"


"Dimana?"


"Di situ"


"Situ mana ma?"


"Astaga di lemari dapur atas"


"Leo kan gak nyampe ma"


"Oh iya lupa"


"Hedeh"


Mereka pun terus melanjutkan membuat brownies itu hingga setelah hampir 2 jam semua nya selesai bahkan cucian piring sudah tidak ada karna Leo dan Cia yang mencuci nya, bukan Cathlyne yang nyuru tapi itu paksaan dari Leo yang menyuruh Cathlyne duduk sambil menghias brownies nya sedangkan dia dan Cia mencuci semua wadah yang habis di pakai. Calon calon cowo budiman


Setelah mencuci piring, Cia dan Leo pun bergerak menuju ruang keluarga dimana mama nya berada. Kedua anak itu  sudah tidak sabar untuk mencicipi kue buatan mereka bertiga, Leo dan Cia pun duduk manis di sebelah Cathlyne yang masih sibuk memotong motong kue itu menjadi beberapa bagian tak lupa juga dia menyisihkan beberapa potong untuk Rey.


"Ambil gih, sudah mama sudah potong potongin" Kata Cathlyne yang membuat Cia dan Le langsung mengambil dan memakan kue itu sambil ikutan menonton netflix bersama sang mama.


Setelah 2 jam menonton, Cathlyne pu bergerak menuju dapur untuk mencari snack namun hasil nya nihil. Cathlyne pun memutuskan untuk ke minimarket terdekat untuk membeli snack sekalian beli pizza karna saat ini dia sedang sangat menginginkan pizza. Cathlyne pun kembali keruang keluarga yang masih ada Leo dan Cia menonton.


"Le, Ci mama mau beli snack dulu. Kalian di rumah aja okay?" Kata Cathlyne pada ke dua anaknya itu


"Sama siapa?" Tanya  Leo


"Sama supir kok, don't worry be happy" Kata Cathlyne yang diangguki oleh Leo


"Ma, Cia pesen Pringles ya" Ucap Cia yang diberikan jempol oleh Cathlyne


"Yaudah kalo gitu mama pigi dulu, bye" Kata Cathlyne lalu keluar dari rumah dan meminta sang supir untuk mengantarnya, dia tidak mau dimarahi Rey kalau ketauan nyetir sendiri mengingat diri nya sedang hamil.


Setelah beberapa menit, Cathlyne pun sampai di minimarket terdekat. Cathlyne langsung saja turun dari mobil dan masuk ke dalam minimarket lalu mulai memilih milih snack yang hendak dia beli. Setelah keranjang belanjaan nya sudah penuh, Cathlyne pun berjalan ke kasir untuk membayar belanjaannya itu.


Cathlyne pun membawa plastik belanjaan nya menuju mobil tentu nya setelah semua  itu selesai di bayar. Cathlyne pun meminta supir untuk mengantar nya ke pizza hut untuk membeli apa lagi selain pizza. Butuh beberapa menit untuk sampai di restorant pizza itu dan saat sampai Cathlyne pun langsung masuk ke dalam pizza hut


"Selamat siang, mau pesen apa?"


"Mau triple box nya 1" Kata Cathlyne


"Pizza nya yang varian apa?" Tanya pelayan itu


"Mau yang American flavor aja" Jawab Cathlyne


"Makan disini atau take away?" Tanya pelayan itu lagi


"Take away"


"Atas nama siapa?" Tanya pelayan itu lagi


"Cathlyne"


"Cathlyne Constantine?!" Tanya nya Heboh


"E-eh iya emang napa?" Tanya Cathlyne balik


"Mba itu terkenal banget" Kata nya


"Oh ya? bagus deh, btw total nya berapa ya mba?" Tanya Cathlyne mengalihkan pembicaraan


"Total nya 265.000 rupiah" Kata Pelayan itu


"Ini" Kata Cathlyne sambil menyodorkan kartu debit nya yang membuat sang pelayang memproses pembayarannya dan setelah selesai tentunya sang pelayan mengembalikan kartu milik Cathlyne


"Baik silakan ditunggu sebentar ya mba" Kata pelayann itu yang  membuat Cathlyne duduk di salah satu meja disitu sambil bermain hp.


Namun alangkah kaget nya dia saat ada yang mengecup pucuk kepala hampir saja dia memarahi orang itu jika saja dia tidak tau bahwa orang itu ternyata Rey.


"REY?!"


"Hai" Sapa cowo itu dengan watados nya


"Ish ngagetin aja sih! Kirain sapa yang cium cium aku" Gerutu Cathlyne yang malah membuat Rey terkekeh


"Sorry sorry, habis nya kamu fokus banget main hp nya" Kata Rey sambil bergerak untuk duduk di sebelah Cathlyne


"Kamu tau dari mana aku disini?" Tanya Cathlyne pada suami nya itu


"Dari supir lah sayang, dia tadi kasih tau ke aku klo kamu minta dianterin keluar" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengangguk paham


"Kamu kok gak ngantor?" Tanya Cathlyne lagi


"Aku bosen di kantor jadi aku samperin kamu aja" Kata Rey dengan tangan yang sudah bergerak memainkan rambut sang istri


"Dih? Emang bisa gitu? Bukannya kamu banyak banget kerjaannya?" Tanya Cathlyne


"Banyak sih banyak cuma namanya bosen yaudah jadi aku samperin kamu buat liat yang indah indah" Kata Rey


"Kamu ngegombal?" Tanya Cathlyne dengan raut wajah meremehkan


"Gak tuh, aku gak ngerasa ngegombal karna apa yang aku bilang itu fact" Kata Rey yang membuat Cathlyne memutar kedua bola  matanya


"Ngapain ngerolling eyes gitu?" Tanya Rey sewot


"Emang gak boleh? Sukak sukak ku dong!" Kata Cathlyne ngegas. Kalo sudah begini Rey tidak bisa ngelawan lagi karna kalau di ngelawan pasti senjata andalan Cathlyne keluar, apa lagi kalo bukan nangis kejer


"Iyain aja daripada ada yang nangis" Gumam Rey pelan namun sialnya itu dapat di dengar oleh Cathlyne


"Maksud kamu?! Aku cengeng gitu?!" Tanya Cathlyne ketus


"Enggak, mana ada aku ngomong gitu" Kata Rey tak mau kalah


"Rese!"


"IBU CATHLYNE" Suara pelayan Pizza hut yang membuat Cathlyne berdiri lalu mengambil pesanan pizza hut milik nya.


"Makasih" Kata Cathlyne setelah mengambil pizza nya.


Cathlyne pun langsung melangkahkan kaki nya unntuk keluar dari pizza hut dan mencari mobil sang supir namun nihil.


"Kok pak supir gak ada" Gumam Cathlyne


"Selagi ada aku ngapain pulang sama  pak supir" Kata Rey yang tiba tiba ada di belakangnya


"Ishhhh kamu suka banget bikin orang kaget" Gerutu Cathlyne pada suami nya itu


"Hehe maaf. Yaudah yuk kita pulang, pasti anak anak pada nungguin" Kata Rey sambil mengambil alih kotak pizza dari tangan Cathlyne.


Cathlyne mengangguk lalu melangkahkan kaki nya dengan Rey yang menuntun nya menuju mobil yang dia parkir di parkiran pizza hut. Setelah sampai di mobil, Rey dan Cathlyne langsung memasang sabuk pengaman sebelum Rey menjalankan mobilnya.


Perjalanan mereka terhambat karna macet menghadang, selama diperjalanan Cathlyne terus mengomel karna mengingat kedua anaknya yang hanya berdua di rumah. Butuh waktu 1 jam lebih untuk mereka sampai di rumah.


Rey pun memasukan mobil nya ke dalam bagasi dan setelah mesin mobil  mati, Cathlyne dan Rey pun keluar. Alangkah kaget nya saat melihat Cia dan Leo tertidur di teras rumah dengan mainan berserakan di sekitar mereka tak lupa beberapa paper bag berisi mainan yang belum di buka. Cathlyne dan Rey bisa memastikan bahwa semua mainan yang berserakan itu adalah mainan baru, tapi mereka tidak merasa memberikan mainan itu pada kedua anak nya.


"Cath, kamu beneran gak beliin mereka mainan kan?" Tanya  Rey sekali lagi


"Enggak Rey, kan kamu sendiri yang gak bolehin beliin mereka mainan lagi karna mereka sudah beli banyak  minggu lalu" Kata Cathlyne pada suami nya itu


"Trus sia-"


"Pasti cowo itu Rey! Gak mungkin anak anak DeadScorpio atau DarkLion datang trus pergi tanpa ketemu kita, pasti mereka bakalan nunggu kita pulang kalau mereka mau cabut" Kata Cathlyne


"Dan gak mungkin juga mama papa atau mommy daddy dateng kerumah tanpa  kasih kabar" Lanjut Rey


"Yaudah mending kita bangunin anak anak dulu" Kata Rey yang membuat Cathlyne langsung bergerak mendekati Leo dan Cia lalu membangunkan kedua anak itu


"Ciiiiii! Leeeee! Bangun napa" Kata Cathlyne yang sedari tadi membangunkan kedua anak itu namun belum juga bangun


"Gak mau bangun" Rengek Cathlyne dengan mata yang sudah berkaca kaca pada Rey


"Coba lagi" Kata Rey yang juga sedang menepuk nepuk pipi Leo. Cathlyne pun mengedarkan pandangannya sekelilingnya dan menangkap keberadaan selang air


"Sorry nak, emak mu harus melakukan ini" Gumam Cathlyne lalu mengambil selang air itu dan BYURRRRRR


"Hosh hosh hosh"


Rey yang melihat aksi nekat Cathlyne itu pun membelalakan matanya sedangkan Cia dan Leo pun gelagapan karna muka mereka di siram dengan air  oleh Cathlyne. Cathlyne pun mematikan air selang saat melihat Cia dan Leo terbangun dari tidur nya. Dengan cepat Cathlyne mendekati kedua anak  nya lalu membantu Rey menyeka muka kedua anak nya itu.


"Ma kenapa kita di cilam cih?" Gerutu Cia


"Habis nya kalian kebo, bikin parno tau" Kata Cathlyne


"Udah udah, mending kalian berdua ganti baju trus temuin mama papa di ruang tengah" Kata Rey yang diangguki oleh Leo dan juga Cia.


Setelah kedua anak nya masuk ke dalam rumah, Cathlyne menghela nafas panjang lalu menangkup rambut nya ke belakang frustasi.


"Udah yank, kita masuk dulu yuk" Ajak Rey sambil merangkul bahu Cathlyne untuk masuk ke dalam rumah.


Mereka berdua pun duduk di ruang tengah sambil menunggu Cia dan Leo selesai bersiap. Butuh waktu 10 menit bagi Leo dan Cia untuk bersiap lalu berjalan menghampiri mama dan papa mereka. Leo dan Cia pun duduk berhadapan dengan kedua orang tua nya yang sudah menatap mereka


"Sekarang kalian ceritain gimana bisa kalian tidur di teras dengan mainan mainan baru" Kata Rey


"Bial Leo aja yang celita" Kata Leo


FLASHBACK ON


Saat ini Leo dan Cia sedang menonton netflix berdua setelah Cathlyne pamit untuk membeli snack. Cia yang merasa bosan pun terus menggangu Leo yang masih asik menunggu akhir cerita dari film yang dia tonton.


"Leooo! Cia bocen" Kata Cia sambil terus menggoyangkan tangan Leo


"Diem Ci!" Intrupsi Leo yang membuat Cia memberengutkan bibir nya kesal namun masih tidak menyerah untuk mengajak Leo bermain.


"Leeee"


"OOOO"


"LEOOO MAIN YUK!"


"TOK TOK TOK TOK TOK DO WANT TO BUILD A SNOW MAN"


"NO!" Kata Leo santai


"LEOOO ADA YANG BARU LOHHH"


"Gak tertarik" Jawab Leo datar


"COWOOO PWIT PWIT"


"Ganjen!" Kata Leo datar


"LEO GANTENG MAIN KUYYYY"


"Genit" Balas Leo dengan tampang datar


"ISHH LEO JAHAT BANGET CIHH, CAKIT ATI CIA"


"Lebay"


"Astafirullah, kamu ini berdoca banget"


"Kamu lebih parah"


"LEOOO ADA CINGA TUHH"


"Gak ada!"


"Gak jelas"


"Ish hiks Leo rese banget kayak yang di bilang ama om Aldo" Kata Cia sambil terisak yang berhasil membuat Leo menatap nya lalu menghela nafas panjang


"Cia mau main apa cih?" Tanya Leo


"Main TOD" Kata Cia


"Emang Cia tau main nya gimana?" Tanya Leo pada adik nya itu yang di hadiah kan gelengan


"Gak, Cia dak tau cuma mau ikutin yang mama, tante Fiona dan cemuannya mainin" Kata Cia. Leo pun memukul dahi nya karna kelakuan adik kembar nya itu.


"Kita nyusun puzzle aja di teras gimana?" Tanya Leo. Cia pun berfikir sejenak lalu mengangguk keras.


"Yuk ambil puzzle di kamal Leo" Kata Leo sambil mengandeng tangan Cia


Mereka pun berjalan menuju kamar Leo dan mengambil 2 puzzle untuk mereka berdua. Setelah mengambil puzzle, mereka pun berjalan menuju teras rumah yang terasa adem tak lupa menutup pintu rumah mereka.


"Cia capu dulu lantai nya" Suruh Leo


"Cia dak bisa"


"Halus bica! Cia kan cewe, cini puzzle nya Leo pegangin" Kata Leo yang membuat Cia memberikan puzzle nya dengan terpaksa lalu mengambil sapu lalu menyapu teras rumah mereka sebelum mereka duduk di lantai itu. Setelah Cia selesai menyapu, mereka pun duduk di lantai itu bahkan Cia sudah bertelungkup sambil memutar otak nya untuk menyusun puzzle itu.


"Leo puzzle Cia ilang 2" Kata Cia mengadu pada sang kakak


"Cari benel benel, tadi cemua nya lengkap" Suruh Leo pada Cia


"Bantuinnn" Rengek Cia pada Leo


"Ck, libet" Kata Leo namun tak urung membantu Cia mencari potongan puzzel milik nya. Mereka terus berkeliling untuk mencari potongan puzzle itu namun hasil nya nihil


"Looking for this? "


"Pap- Who are you?" Tanya Leo yang awalnya terlihat senang namun kemudian berubah menajam dengan wajah dingin nya.


"Hai kids" Sapa cowo itu yang membuat Cia bergerak kebelakang Leo


"Who are you?! (Siapa kamu?!)" Tanya Leo sekali lagi


"Let me introduce my self, my name Leo same as your (Biarkan aku memperkenalkan diri ku, nama ku Leo sama seperti milik mu)" Kata cowo itu pada Leo


"You lie (Kamu berbohong)" Kata Leo


"Gak, om gak bohong" Kata cowo itu


"I don't care, sekarang om boleh pulang. Thanks for this" Kata Leo lalu mengambil potongan puzzle dari tangan cowo asing itu


"Before i go, aku punya hadiah untuk kalian" Kata cowo yang mengaku bernama Leo itu


"Kita gak terima hadiah dari stranger" Celetuk Cia dari belakang Leo


"I'm not stranger Cia (Aku bukan orang asing Cia) " Kata cowo itu lalu bergerak untuk duduk di teras rumah 2 anak itu dan menaruh beberapa paper bag berisi mainan di lantai teras


"How do you know my name? (Bagaimana kamu tau nama ku?)" Tanya Cia


"I know everything about you and your family (Aku tau semua tentang kamu dan keluarga mu" Kata cowo itu sambil tersenyum manis


"What do you want from my family? (Apa yang kamu inginkan dari keluarga ku?" Tanya Leo tajam


"I just want your mom (Aku hanya ingin mama kamu) " Kata cowo itu yang membuat Leo menggeram kesal


"You'll never get her, now get out (Kamu tidak akan pernah mendapatkan dia, pergi sekarang" Kata Leo


"Chill boy. Om pergi, kalian jaga diri sampai om kembali lagi untuk kalian" Kata cowo itu lalu pergi keluar dari kawasan rumah mereka


"He's like a psycopath, jadi ngeri aku" Kata Cia lalu mulai menggeledah paper bag yang ada meinggalkan Leo yang masih menatap tajam kearah jalan yang di lewati cowo itu


"Leo? Maksud nya papa LEO  yang pernah mama ceritain? Tapi papa LEO baik dan pasti nya bukan penguntit" Gumam Leo yang masih dalam mode garang nya persis seperti Rey jika marah


"Leo! Look, ini mainan yang Leo minta sama papa waktu di mall" Kata Cia yang berhasil mengalihkan perhatian Leo


"Don't touch that toys Ci" Kata Leo


"Kenawhy?"


"That's all from a bad stranger" Kata Leo yang membuat Cia langsung menjatuhkan mainan yang dia pegang


"I'm soryy, Cia lupa" Kata Cia


"Yaudah kita mainin puzzle aja sampe mama dateng tlus kita tanya mainan ini bakalan diapain" Kata Leo. Cia pun mengangguk lalu mulai menyusun kembali puzzle nya yang belum selesai itu.


Namun karna angin sepoi sepoi, mata mereka memberat dan akhir nya tertidur di teras sebelum siraman air yang di sebab kan oleh mama mereka


FLASHBACK OFF


"Jadi kalian liat wajah orang itu?" Tanya Cathlyne pada  kedua anak nya itu


"Iya ma! Kita liat, muka nya ganteng  tapi serem" Kata Cia


"Kasih tau papa gimana ciri ciri nya" Kata Rey yang membuat kedua anak itu mulai mengingat ngingat wajah cowo penguntit itu


"Dia putih" Kata Leo


"Tinggi" Lanjut Cia


"He's eyes brown" Lanjut Leo lagi


"Pokoknya handsome pa" Kata Cia


"Kayak gini?" Tanya Cathlyne sambil memperlihatkan foto seorang lelaki


"NAHHHH ITU MA!" Seru Cia


"Yeah, that's him" Kata Leo yang membuat Cathlyne menegang lalu badannya dia sandarkan ke sandaran sofa


"It's impossible" Gumam Cathlyne


"Lelucon apa ini?!" Kata Rey tak habis pikir


"Ma, dia bukan papa LEO yang pelnah mama sama papa celitain kan?" Tanya Leo


"Mama kurang yakin Le. Foto yang mama tunjukin ke kalian itu foto papa Leo waktu masih hidup dan secara tidak langsung kalian bilang kalau muka cowo asing itu sama kayak muka papa LEO dan juga semua kelakuan cowo asing itu sama kayak kelakuan papa LEO saat masih sama mama" Kata Cathlyne


"Mama love papa LEO?" Tanya Cia pada mama nya itu


"Yes. Tapi itu dulu saat mama belum ketemu sama papa Rey, tapi papa LEO punya tempat sendiri di hati mama sebagai sahabat dan keluarga sekali gus" Kata Cathlyne sedangkan Rey yang mendengar itu pun tersenyum kecil, dia senang dengan kata kata Cathlyne tapi Rey juga tau rasa perih kehilangan LEO datang kembali ke hati Cathlyne


"Ma, bisa gak kita menghindar dari stranger itu? I don't like him so much" Kata Leo


"We can! Kita akan pergi ke Bandung now" Kata Rey yang membuat mereka semua menatap pria itu.


"Now?" Tanya Cathlyne


"Iya, beresein barang barang yang kalian mau bawa dan gak usah terlalu banyak ok?" Kata Rey pada kedua anak nya


"Leo bantuim Cia beres beres" Kata Leo lalu menarik tangan Cia untuk berberes beres


"Aku bakalan siapin baju baju kita, kamu tenangin diri kamu sendiri disini. Remember kalo LEO udah meninggal, LEO itu baik bukan seorang penguntit jadi cowo asing itu bukan LEO okay?"" Kata Rey sebelum pergi ke kamar untuk membereskan barang barang yang mereka perlukan.


Cathlyne pun bergerak untuk mengambil hape nya lalu menghubungi Bara cukup lama dan akhirnya panggilan itu tersambung.


"Halo Cath"


"Halo Bar, lu sibuk gak?" Tanya Cathlyne


"Enggak terlalu, emang nya kenapa?"


"Gue mau lo cari tau apakah LEO punya kembaran ato enggak" Kata Cathlyne


"Dih? Lu kesambet? Seumur umur gue gak pernah ada denger si Leo ada kembaran, kalo kakak perempuan ya emang ada tapi klo kembaran kagak mungkin. Kalo pun ada, pasti dia bakalan keliatan pas pemakaman LEO beberapa tahun yang lalu"


"Iya sih, tapi please bantu gue selidik ini bener bener"


"Okok, nanti kalo ada info gue kasih tau lu"


"Thanks Bar, gue tutup dulu. Bai"


"Bai"


Tuttt Tuttt Tuttt


"Telfon siapa yank?" Tanya Rey yang sudah siap dengan koper di tangannya


"Tadi nelfon Bara" Jawab Cathlyne yang membuat Rey mengangguk


"Anak anak udah turun?" Tanya Rey pada sang istri


"Belum, mungkin mas- nah itu mereka baru turun" Kata Cathlyne saat melihat Leo dan Cia turun dari tangga beriringan tak lupa dengan tangan mereka yang sudah membawa tas mereka masing masing


"Udah ready?" Tanya Rey


"Udah pa" Jawab Leo


"Udah pa, skuy" Ajak Cia sambil bergerak ke arah Cathlyne


"Ayok" Kata Rey lalu keluar dari rumah.


Mereka pun masuk ke dalam mobil lalu memasang sabuk pengaman setelah itu baru pergi meninggalkan rumah mereka itu menuju Bandung. Di sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan di temani oleh suara musik yang Cathlyne setel


Tak lama kemudian, ponsel Rey berbunyi. Rey pun menyambungkan ponsel nya ke mobil agar dia tidak perlu memegang ponsel nya tak lama kemudian suara sekretaris nya terdengar.


"Selamat sore pak, saya ingin menginfokan bahwa salah satu klien terbesar kita ingin membatalkan perjanjian"


"Bagaimana bisa?" Tanya Rey dengan dahi berkerut


"Saya kurang tau jelas pak, tadi saya di hubungi oleh sekretaris klien yang bilang bahwa bos nya ingin membatalkan perjanjian yang baru akan di tanda tangani. Sekretaris itu juga bilang bahwa jika kita masih menginginkan perjanjian itu makan bapak sendiri yang harus turun tangan menangani ini"


"Kapan?"


"1 Jam dari sekarang pak dan mereka menolak jika ada pengunduran waktu"


"Nanti saya infokan keputusan saya"


Tuttt Tuttt Tuttt


Rey pun mematikan panggilan itu sepihak lalu menghela nafas kasar, dia benar benar kesal sekarang kalau saja dia tidak mengingat ada anak anak di kursi tengah makan sekarang juga dia ingin memukul stir mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata rata.


"Kamu pergi aja Rey" Kata Cathlyne setelah mereka berdiam beberapa menit


"Gak bisa Cath, kita harus pergi ke Bandung" Kata Rey


"Besok masih bisa kan? Untuk hari ini kita nginep di tempat mama Isabelle aja" Kata Cathlyne


"Are you sure?" Tanya Rey sambil melirik Cathlyne yang mengangguk


"Kids, malam ini kita nginep di rumah oma isabelle dulu ya" Kata Rey pada kedua anak nya itu


"Iya pa. It's okay" Kata Cia


"Terserah papa mama aja" Kata Leo. Rey pun tersenyum kecil lalu putar balik arahh menuju rumah mama nya.


"**, dia lebih pinter daripada yang gue duga" Batin Rey