This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Hurt



Author POV


Saat ini mereka sudah berada didepan salah satu rumah, No ini bukan rumah tapi mansion.


"Wahh. Ini rumah lo?" Tanya Cathlyne pada Rey


"Bukan" Jawab Rey yang membuat Cathlyne menyeritkan alisnya


"Lah, trus ini rumah sapa? Lo bawa gue kerumah orang?" Tanya Cathlyne menatap Rey


"Rumah bokap" Jawab Rey dingin


"Huft, Au ah" kata Cathlyne


"Tapi mau ngapain kesini" lanjut Cathlyne


"Dafatrin lo jadi mantu" kata Rey lalu menarik tangan Cathlyne yang masih melotot untuk masuk kedalam


"Kebiasaan" gumam Cathlyne


Saat ini mereka sudah masuk kedalam rumah itu, dan santainya Rey mendudukkan Cathlyne di sofa dengan paksa yang membuat Cathlyne menggerutu sendiri.


"Mam, ada tamu" kata Rey dengan suara yang lumayan besar


"Rey? Yaampun aku kangen banget sama kamu" kata seorang cewe yang langsung memeluk Rey. Cathlyne yang melihat itu pun hanya mekutarkan bola matanya, entah kenapa dia merasa ingin menggorok cewe itu.


"Kapan lo balik?" Tanya Rey pada cewe itu


"Kurang lebih 30 menit yang lalu" kata Cewe itu tanpa melepaskan pelukannya namun beberapa detik kemudian mata nya menemukan Cathlyne yang berdiri dibelakang Rey dengan wajah datar nya


"Dia siapa Rey?" Tanya cewe itu sambil menatap Cathlyne


"Di-"


"TEMEN doang" potong Cathlyne dengan penekanan dikata TEMEN.


"Oh, temen doang" kata Cewe itu dengan nada ketusnya yang membuat Cathlyne sebal


"Boleh gak sih numbuk tu cewe gatel" gumam Cathlyne yang didengar oleh Rey sehingga Rey tersenyum tipis


"Amira, ayo maka- . Loh Rey, kamu bawa siapa?" Tanya Isabelle


"Rey bawa p-"


"Saya Cathlyne . Temennya Rey tan" kata Cathlyne lalu dengan cepat menyalimi tangan Isabelle


"Owh temennya Rey, jadi pacar juga gakpapa kok, cantik." Kata Isabelle yang membuat Cathlyne tersenyum terpaksa.


"Ish tan, kenal aja belum sudah dicocok-cocokin" kata Amira kesal


"Lah bodo" gumam Cathlyne dengan muka sinisnya yang lagi-lagi didengar Rey


"Hehe, cantik soalnya. Ya udah, ayo kita makan siang bareng" kata Isabelle sambil menarik tangan Cathlyne


"Gak usah tan, gak enak" kata Cathlyne sok jaim.


"Gakpapa. Pdkt ama camer" kata Isabelle yang membuat Cathlyne melotot dan langsung menatap Rey. Namun yang ditatap malah meninggalkannya ke meja makan.


Mereka pun duduk du kursi meja makan lalu menyantap makanan yang sudah disediakan. Sudah 10 menit mereka asik dengan makanan mereka masing-masing sampai akhirnya Isabelle membuka suara.


"Kayaknya tante gak asing sama muka kamu Cathlyne" kata Isabelle yang membuat Cathlyne berhenti dari acara makan nya sedangkan Rey dan Amira masih diam makan


"Oh ya tan?!" Tanya Cathlyne basa-basi karna gak tau mau jawab apalagi


"Kamu yang tunangan sama Leo anaknya Christine kan?!"


Jleb


Untuk saat ini Cathlyne ingin menangis rasanya namun dia menahan air matanya agar tidak jatuh dan mengganguk untuk mengiyakan pertanyaan Isabelle


"Tuh kan, tante itu temen SMA nya Christine makanya tau. Dan tante juga sempet datang diacara pertunangan kamu" kata Isabelle yang hanya diberi anggukan canggung dari Cathlyne


"Gimana kabar Leo?"


DEG


Cathlyne diam seribu bahasa. Ia bahkan tidak tau kabar sesungguhnya dari tunangannya itu. Saat ini Cathlyne benar-benar miris mengingat statusnya saat ini.


Rey yang sedari memperhatikan 2 orang yang mengobrol itu sangat kaget, walaupun Cathlyne sudah memberi tahu bahwa dia punya tunangan namun tetap saja itu membuatnya kaget apalagi mamanya tahu tentang itu.


Rey melihat perubahan raut wajah Cathlyne langsung saja berdiri yang membuat semua orang dimeja makan menatap kearahnya.


"Ma, Rey antar Cathlyne pulang" kata Rey.


"Loh kok cepat banget? Cathlyne aja belum jawab pertanyaan mama." Kata Isabelle


"Cathlyne punya banyak tugas" kata Rey yabg langsung menarik tangan Cathlyne. Cathlyne pun hanya menurut lalu ikut berdiri


"Tan, Cathlyne balik dulu." Kata Cathlyne


"Yaudah deh, tapi lain kali mampir lagi ya" kata Isabelle lalu diangguki oleh Cathlyne sebelum dia ditarik oleh Rey.


Mereka pun sudah berada di teras rumah. Cathlyne pun sedari tadi diam mengingat pertanyaan dari mama Rey yang membuatnya ingin menangis sekarang juga namun lagi-lagi ditahan karna saat ini didepannya ada Rey.


Rey pun menaiki motornya lalu menyalakan mesin motornya.


"Naik" kata Rey pada Cathlyne. Cathlyne pun langsung menuruti perkataan Rey.


Namun tidak lama kemudian hujan mengguyur kota Jakarta yang berarti mereka harus menepi untuk berteduh. Mereka pun berenti disebuah halte dipinggir jalan. Hanya ada mereka berdua disitu.


Rey pun sibuk mengelap sepatunya yang basah. Sedangkan Cathlyne hanya diam sambil memeluk tubuhnya karna menurutnya saat ini tubuhnya sangat merasa kedinginan.


Rey yang melihat itu langsung melepas jaket bombernya lalu memasangkannya ditubuh Cathlyne.


"Klo dingin bilang" kata Rey sambil memasangkan jaketnya itu


"Makasih" kata Cathlyne. Cathlyne memang merasa mendingan sekarang tapi tidak hatinya.


Cathlyne pun melepas jaket Rey lalu menaruhnya dikursi yang ada dihalte itu. Rey yang melihat itu pun heran dengan kelakuan Cathlyne. Saat Rey ingin bertanya, Cathlyne malah berlari ketengah jalan yang sepi lalu merentangkan tangannya dan menikmati turunnya air hujan sambil tersenyum.


Semua orang yang melihat senyum itu pasti mengira bahwa Cathlyne sedang bahagia bermain hujan padahal kenyataannya bukan begitu. Senyum itu, Senyuman yang Cathlyne tampilkan adalah senyum miris dan tanpa orang ketahui bahwa saat ini dia sedang mengeluarkan air matanya.


Cathlyne nangis sejadi-jadinya. Dia pun merentangkan tangannya lalu memutarkan badannya berkali-kali. Namun setelah 5 putaran Cathlyne terjatuh karna pusing mungkin efek berputar terlalu lama dan hujan.


Cathlyne pun melipat kakinya lalu menyembunyikan wajahnya dilipatan lututnya dan kembali menangis.


MIRIS


Kehidupannya begitu memprihatinkan. Statusnya apa? Cewe yang sudah menjadi Tunagan orang. No. No. No. Lebih tepatnya adalah cewe yang ditinggal tunangannya pergi. Bahkan dia tidak mengerti apa statusnya sebenarnya.


"KENAPA?! KAMU JAHAT RAT, RATRAT KAMU JAHAT AMA AKU. MANA JANJI MU UNTUK GAK AKAN NINGGALIN AKU." Teriak Cathlyne yang membuat orang yang masih dihalte menyerit bingung.


Setelah melampiaskan amarahnya dengan teriak dan bermain hujan, Cathlyne kembali ke halte dan duduk dikursi halte dengan tenaga yang sedikit karna sudah terkuras akibat berteriak.


"Sudah selesai nangisnya?!" Tanya Rey


"Gue gak nangis" jawab Cathlyne singkat.


"Bohong"


"Serah. Gue pusing" kata Cathlyne


"Tunggu" kata Rey


"Hah?"


"Ntar lagi Juna dateng" kata Rey


"Ngapain?" Tanya Cathlyne


"Ngantar lo" kata Rey yang dingguki oleh Cathlyne


Tak berapa lama, sebuah mobil Ferrari GTC4 Lusso hitam pun dateng. Dan sesuai tebakan itu Juna. Juna pun keluar dari mobil dengan payung dan membawa 1 payung lagi ditangannya.


Juna pun menghampiri mereka berdua.


"Nih payung tapi cuma 1" kata Juna


"Gakpapa" kata Rey lalu mengambil payung itu. Rey pun membukanya lalu menarik Cathlyne mendekat agar dia juga terlindung oleh payung.


Mereka pun masuk kedalam mobil. Rey dan Cathlyne duduk di belakang.


"Dih, Rey lo didepan. Enak aja, lo kira gue supir" kata Juna


"Brisik" kata Rey


"Ck, dah numpang begaya lagi" gerutu Juna


"Kalo gak iklas mending agak usah bantu" kata Rey ketus


"Iyaiya, mending lo diem aja daripada ngomong bikin sakit ati" kata Juna yang dibalas deheman oleh Rey


"Rey" panggil Cathlyne yang duduk disebelah Rey


"Apa?!"


"Motor lu?" Tanya Cathlyne


"Ntar pak supir ambil" kata Rey yang membuat Cathlyne ber'oh ria.


"Rey" panggil Cathlyne lagi


"Kenapa?" Tanya Rey. Namun sebelum Cathlyne menjawab Cathlyne sudah terlebih dahulu pingsan.


"Ke RS" kata Rey ke Juna yang diangguki oleh Juna.


Rey pun mati-matian menahan rasa khawatirnya pada Cathlyne. Saat ini Rey pun menepuk-nepuk pipi Cathlyne berharap cewe itu akan terbangun namun hasilnya nihil.


Setelah 10 menit perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit milik Mirza Michiavelly yang tak lain adalah milik papanya Rey yang sebentar lagi menjadi milik Rey.


Mereka pun memanggil suster. Cathlyne pun dibawa keruang UGD. Rey dan Juna pun menunggu di depan ruang UGD. Rey yang saat ini duduk sedang menyesal karna membiarkan Cathlyne mandi hujan dan lihat sekarang, apa yang terjadi? Cathlyne masuk UGD.


Juna pun yang mengerti perasaan sahabatnya itu pun ikut duduk disamping Rey dan menguatkan sahabatnya itu.


"Udah, lu gak usah segitunya. Mending lo pergi kekantin rumah sakit, beliin Cathlyne bubur supaya klo udah sadar bisa langsung makan" kata Juna. Rey yang mendengar itu pun langsung mengangguk.


"Thanks. Kasih tau kalo Cathlyne udah sadar" kata Rey yang mendapat anggukan dari Juna. Rey pun beranjak dari dudukbya lalau peegi kekantin.


Juna pun duduk diam menunggu dokter keluar dan memberitahukan keadaan Cathlyne.


Tak beberapa lama, dokter pun keluar. Juna pun yang melihat itu langsung berdiri dan menghampiri dokter itu.


"Gimana keadaan teman saya dok?" Tanya Juna