This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Jail



Author POV


Saat ini Cathlyne sudah berjalan dikoridor sekolah dengan rambut ombre ungunya yang baru saja dicat tadi malam, 30 menit setelah dia pulang dari rumah sakit. Emang dasarnya Cathlyne pecicilan.


Cathlyne pun masuk kedalam kelasnya yang ternyata belum ada guru. Dia pun menghampiri sahabat-sahabatnya yang saat ini sedang gibah.


"Gibahin sapa lo pada?!" Tanya Cathlyne seraya duduk dikursinya.


"Itu tuh, kakak kelas baru. Katanya dihari pertama sekolah udah bikin 3 murid disini minder dan gak mau kekantin lagi." Kata Kirana


"Hah? Seru tuh, tapi kok gue gak tau?" Tanya Cathlyne


"Ya gimana lo mau tau orang dia dateng pas lo bolos 2 hari dan pas lo masuk dianya yang bolos" Jelas Diana


"Wahhh. Keknya enak tu, ada saingan baru" kata Cathlyne


"Kerjaan lu cari musuh mulu" kata Fiona


" Suka-suka gue" kata Cathlyne


Tak lama kemudia bel masuk berbunhi bersamaan dengan Pak Tomy guru SBK yang terkenal karna selalu memakai softlense minus tapi tetap memakai kacamata minus juga. Kebayang gak tuh berapa min nya?!


"Selamat pagi anak-anak" Sapa pak Tomy.


"Pagi pak" Kata murid-murid kompak


Sudah 45 menit pak Tomy menjelaskan dan sudah 45 menit juga Cathyne bermain PUBG dengan airpods ditelinganya.


"Cathlyne!!!" Teriak Pak Tomi. Sebenarnya Cathlyne denger hanya saja game nya sebentar lagi WWCD


"Cathlyne kamu denger saya?!!!!" Teriak Pak Tomy lagi.


"Akhirnya WWCD!!!!!!!!" Teriak Cathlyne sambil berdiri.


"Cathlyne. Kamu ini malah bermain bukannya mendengarkan saya" kata Pak Tomi.


"Eh, maap pak tadi teman saya ngajak mabar jadi saya lebih mending mabar" Kata Cathlyne sambil terseyum tak berdosa sambil mengibaskan rambutnya.


"Kebiasaan kamu. Eh Cathlyne, Kamu cat rambut?" Tanya Pak Tomy


"Enggak kok pak" kata Cathlyne


"Itu jelas-jelas warna ungu " Kata pak Tomy sambil menunjuk rambut Cathlyne


"Aishh, bapak lupa pake softlense kali makanya kabur-kabur." Kata Cathlyne santai


"Seingat saya, tadi lagi saya pake kok. Eh kok malah ngomongin softlense saya?! Cathlyne kamu beneran cat rambut kan?" Tanya pak Tomy


"Astaga pak. Gini deh saya tanya sama temen-temen. GUYS, RAMBUT GUE ADA WARNA UNGU GAK?!" Tanya Cathlyne


"GAK" Kata mereka kompak karna melihat kode dari Cathlyne


"Tuh pak, mereka aja bilang gak. Mereka kan masih sehat pak" kata Cathlyne


"Jadi maksud kamu saya sakit gitu?!" Tanya Pak Tomy tak terima


"Saya sih gak bilang begitu yah, bapak aja yang bilang" kata Cathlyne.


"Kamu ini yahhh!!!" Bentak Pak Tomy


"Keknya habis ini bapak kerumah sakit deh, saya takut tekanan darah bapak naik drastis" kata Cathlyne nada mengejek.


"Cathlyne, saya boleh minta sesuatu kekamu?!" Tanya Pak Tomy lembut mungkin dengan sisa kesabarannya


"Apa pak? Saya bakalan ikutin perintah bapak, tapi saya gak mau kalo bapak suruh jadi istri kedua nya bapak, ntar bapak KDRT lagi" kata Cathlyne dengan muka sok polosnya yang membuat teman satu kelasnya terbahak-bahak.


"Mending kamu keluar. Keliling lapangan sana." Suruh Pak Tomy


"Ish males ah lari keliling lapangan, mendingan lari ke hati bapak aja gimana?!" Tanya Cathlyne seraya menaik turunkan alisnya menggoda pak Tomy.


"CATHLYNE KELUAR!!!!" Teriak Pak Tomy yang membuat Cathlyne ketawa


"Gak ah, sun dulu wkkwkwkwk" kata Cathlyne lalu tertawa yang membuat satu kelas tertawa


"Keluar sekarang sebelum saya seret kamu!!!" Kata pak Tomy


"Ya deh, Cathlyne keluar. Jan kangen ya pak. Muach"kata Cathlyne berjalan keluar lalu memberikan kiss bye ke pak Tomy.


Pak Tomy pun hanya geleng-geleng melihat kelakuan muridnya itu yang semakin hati semakin membangkang.


Disisi lain Cathlyne sudah lar keliling lapangan 1 kali, setelah itu Cathlyne bermain basket. Sudah 10 kali Cathlyne nge-shoot dan sudah 7 kali masuk ker ring dan 3 kali gagal.


Jangan ngeremehin Cathlyne, gini-gini Cathlyne jago Basket bahkan dia membawa sekolahnya ke juara 1 lomba basket putri.


Cathlyne pun nge-shoot untuk kesebelas kali nya dan Gol. Setelah itu Cathlyne memutuskan untuk duduk dibawah pohon sambil mengelap keringatnya.


Cathlyne pun memejamkan matanya untuk mengurangi rasa lelahnya, tiba-tiba sesuatu yang dingin menyentuh pipi mulusnya. Cathlyne pun membuka matanya lalu menatap kearah benda dingin itu, ternyata itu adalah air mineral yang diberikan oleh Rey


"Minum" kata Rey. Cathlyne pun mengambil air mineral dari tangan Rey lalu meneguknya,


"Makasih" kata Cathlyne setalh meminumnya


"Kenapa diluar?" Tanya Rey


"Diusir" kata Cathlyne


"Diusir?! Kenapa?" Tanya Rey


"Gangguin pak Tomy" kata Cathlyne


"Gangguin?" Tanya Rey


"Iya, jadi......"Cathlyne pun menceritakan semua kejadian dikelas tadi tak lua dengan tawaan Cathlyne saat menceritakannya yang membuat Rey tersenyum bukan karena ceritanya tapi karna senyuman diwajah Cathlyne ditambah rambutnya yang berterbangan dibawa angin yang membuatnya lebih terlihat cantik.


"Sumpah, ngakak banget gangguin pak Tomy" kata Cathlyne


"Lain kali gak boleh gitu"


"Iyaiya. Oh i-"


"REY! CATHLYNE!" Teriak seseorang yang ternyata adalah Pak Tomy.


"Rey, kenapa disini?" Tanya pak Tomy


"Freeclass" jawab Rey


"Kamu Cathlyne?"tanya pak Tomy pada Cathlyne


"Kan tadi bapak usir" kata Cathlyne


"Kan saya suruh kamu lari keliling lapangan"kata Pak Tomy


"Saya sudah lari kok tapi cuma 1 kali. Lagian kan bapak gak kasih tau berapa putaran." Kata Cathlyne.


"Huft, kamu jawab aja terus" kata pak Tomy


"Lah, ntar kalo Cathlyne gak jawab bapak marahin. Giliran Cathlyne jawab juga dimarahin, gimana sih bapak?!" Kata Cathlyne nyolot


"Saya capek ngomong sama kamu" kata Pak Tomy.


"Kalo capek ya gausah ngomong lah pak" celetuk Cathlyne


"CATHLYNE! kamu ini kurang ajar ya sama saya!" Bentak pak Tomy kesal


"Ya emang bapak kurang ajar saya, bapak kan gak pernah ngajar saya. Bapak kalo ketemu saya kerjaan nya cuma marah-marah bukanya ngajar" kata Cathlyne dengan muka sok sedihnya.


"Terserah kamu aja saya capek. Ndak lama saya keluarin kamu dari sekolah ini" kata Pak Tomy


"Percuma bapak ngomong mau keluarin saya kalo yang disebelah saya gak mau keluarin saya" kata Cathlyne seraya melirik kearah Rey disebelahnya


"Tiati pak, kacamatanya dipake takutnya bapak nginjek telur semut" teriak Cathlyne yang tak diindahkan oleh pak Tomy.


"Jangan kayak gitu lagi. Kasian pak Tomy" kata Rey lalu mengelus kepala Cathlyne


"Ya abisnya pak Tomy lucu, pasrah aja digangguin hehe" kata Cathlyne.


"Gak boleh gitu lagi okay?!" Tanya Rey


"I'll try. Btw ngapain lo nyamperin gue?!" Tanya Cathlyne


"Mau nagih janji" Kata Rey


"Hah?"


"Hari ini, pulsek, ice cream." Kata Rey memperjelas


"Owhhh. Yaudah gue ke perpus dulu ya, mau ngadem sekalian baca wattp*d" kata Cathlyne


"Yaudah, gue juga balik" kata Rey lalu mereka berpencar untuk pergi ketujuan mereka masing-masing


Namun belum beberapa langkah, Rey sudah memanggil Cathlyne, yang membuat Cathlyne berhenti lau berbalik menatap Rey.


Rey pun mengahampiri Cathlyne agar lebih dekat lalu menatap manik Cathlyne lekat


"Aku takut" kata Rey


"Takut? Takut apa? Masa badan gede gitu masih tak-"


"Aku takut gak bisa berhenti natap kamu" kata Rey


BLUSHHHHHHHHH


saat ini Cathlyne benar-benar malu karna ia tau kalau saat ini pipinya sudah mengeluarkan semburat merah.


"Aku suka ngeliat kamu blushing" kata Rey yang sengaja menggunakan aku-kamu


"Ishh, aku-kamu nya gak nahan" kata Cathlyne yang semakin blushing mendengar itu


"Gakpapa, latihan. Aku tunggu pulsek. Muach" kata Rey yang diakhiri kecupan dipipi Cathlyne.


"REYYYYYYYYYY" teriak Cathlyne yang dibalas kedipan mata dari Rey.


Cathlyne pun segera melangkahkan kaki nya ke perpus takut lama bersama Rey yang ada dia ambruk gegara gombaan Rey yang aneh itu tapi berhasil membuatnya terbang keluar angkasa.


Saat ini dia sedang ingin ngadem. Dia juga sudah bilang ke sahabat-sahabatnya kalau dia ada diperpus.


Sebelum baca novel, Cathlyne mengeluarkan ponsel nya lalu menelfon seseorang, lebih tepatnya vidiocall


TutttTuttTutttt


"Halo, napa Ber?


"Danielll gue kangennnnnnn"


"Hedeh baru berapa minggu ditinggal dah kangen"


"Ishh, gimana keadaan nyokap lo?"


"Nyokap udah baik kok, aman"


"Trus perusahaan gimana?"


"Ya gitu deh, untuk saat ini lagi down, tapi gue yakin pasti bangkit lagi"


"Trus kapan lo balik?"


"Belum tau, mungkin gak balik ke Indo"


"Mata kao. Gak mo tau, pokoknya lu harus balik"


"Yaaaa liat aja nanti, lagian gue juga harus ngontrol perusahaan lo disini kan"


"Maaf nya bikin lo repot buat ngurus perusahaan, ntar klo libur gue kesana deh gantiin lo"


"Emang kapan lo libur?"


"Eummm, besok"


"Itu libur dari sekolah ato lo yang meliburkan diri lo sendiri?"


"Liburin diri sendiri dong hahaha"


"Peak lo, Yaudah disini udah malam, gue istirahat dulu ya. Lo jaga diri, gue tunggu lo disini"


"Ashiapp, tungguin gue ya"


"Ok, see you"


"See you"


TuttTutt


Ya, selesai menelfon Daniel yang sudah 3 minggu di Italy karna harus mengurus nyokap plus perusahaan nya dan perusahaan Cathlyne disana.


Gini-gini, Cathlyne sudah punya pegangan untuk kasa depan walaupun papanya yang ngasih modal ke Cathlyne, tapi selama ini papanya tidak ikut campur dalam menjalankan perusahaan nya. Cathlyne yang mengurus semuanya sampe akhirnya perusahaannya itu mempunyai cabang di Italy.


Dan kalian harus tau bahwa Cathlyne mulai merintis perusahaan baru dibidang modeling di Paris. Kurang apa lagi cobak seorang Cathlyne?


Setelah itu pun Cathlyne mulai membaca novel romantis. Dia pun terlarut dalam ceritanya, kadang tertawa sendiri, kadang matanya sudah berkaca-kaca bahkan tak jarang mengumpat.


Sudah 20 menit yang lalu bel istirahat berbunyi dan Cathlyne masih membaca novel dan saat ini matanya sudah terlalu lelah untuk membaca lagi, Cathlyne pun tertidur pulas sekali bahkan tanpa dia sadari dia tertidur sampe pulangan.


"Hoammmmmmm. Yaampun udah pulangan?! Berarti dah berapa jam **** gue tidur?!" Monolog Cathlyne seraya melihat kearah jam tangannya.


Cathlyne pun berdiri lalu meninggalkan perpus namun belum 3 langkah meninggalkan pintu perpus Cathlyne sudah dipanggil oleh dekelnya yang memberitahu bahwa dia dipanggil kepsek.


Cathlyne pun sekarang sedang berjalan menuju kantor kepsek. Setelah sampau Cathlyne mengetuk pintunya lalu masuk.


"Ada apa pak?" Tanya Cathlyne sopan


"Tolong kamu antarkan berkas ini ke pak Tomy, bilang ke pak Tomy untuk segara menandatangani berkas ini dan langsung kasih ke saya"kata pak kepsek


"Kalo boleh tau, ini berkas apa pak?" Tanya Cathlyne kepo


"Ini berkas tentang lomba basket antarsekolah yang dilaksanakan minggu depan." Kata Pak kepsek


"Owhh gitu, yasudah saya kasih ini ke pak Tomy dulu pak. Kalo gitu saya permisi" kata Cathlyna yang diangguki oleh kepsek.


Cathlyne pun berjalan ke kantor pak Tomy. Setelah sampai kantor guru, Cathlyne langsung mencari meja pak Tomy. Setelah ketemu, Cathlyne langsung menaruh berkas itu dimeja pak Tomy.


"Misi pak. Ada paket dari kepsek katanya bapak harus tanda tangani trus kasih ke kepsek lagi" kata Cathlyne


"Makasih ya, udah kamu pergi saya tisak mau berdebat lagi sama kamu sekarang, saya banyak kerjaan" kata pak Tomy.


Cathlyne pun yang kasian melihat pak Tomy yang bergulat dengan kertas-kertas yang menumpuk dimejanya punĀ  berniat untuk tidak mengganggu gurunya itu terlebih Cathlyne mengingat nasihat Rey tadi agar tidak menggangu Pak Tomy lagi.


"Yasudah pak, saya permisi dulu. Bapak jangan lupa pulang ya kasian istri bapak nunggu. Jan mampir ke club pak, DOSA" kata Cathlyne seraya berjalan meninggalkan meja pak Tomy denga suara nyaring aja pak Tomy dengar. Pak Tomy pun hanya menggelangkan kepalanya.


Cathlyne pun sudah menjauh dari meja pak Tomy dan saat ini dia tinggal membuka pintu kantor guru lalu keluar dari kantor guru.


Cathlyne pun membuka pintu kantor dan melangkah keluar kantor guru, tiba-tiba.......


Bruakkkkk


Cathlyne terjatuh karna tertabrak seseorang. Dia pun mendongak untuk melihat orang yang menabraknya.


"Elo?"