
Author POV
"Ciaaaa! Leoooo! Cepat sayang"Teriak Cathlyne dari ruang tengah.
Saat ini mereka sedang bersiap untuk pergi ke Taman hiburan seperti yang sudah mereka rencanakan tadi malam. Cathlyne pun sebenarnya bersemangat untuk pergi kesana karna sudah lama sekali dia tidak berjalan jalan ke taman hiburan.
"Sayang, anak anak mana?"Tanya Rey yang baru saja datang dari kamar.
"Gak tau tuh, lama banget siap-siapnya"Kata Cathlyne pada suaminya yang sudah siap dengan kemeja putih lengan pendek dan juga celena pendek se lutut coklat muda yang membuatnya terlihat sangat brrrrrr. Sedangkan Cathlyne sudah siap dengan celana panjang krem dan juga kemeja putih dimasukan yang membuatnya terlihat serasi dengan Rey.
"Sabar yank, kayaknya kamu gak sabar banget mau jalan"Kata Rey sambil bergerak memeluk istrinya itu.
"Iya dong, lagian selama anak anak sekolah kita jarang jalan jalan kek gini"Kata Cathlyne yang berada didekapan sang suami.
"Kalo kamu mau jalan jalan kayak gini bilang aja Cath, pasti aku usahain buat ngeluangin waktu untuk kamu sama anak anak"Kata Rey lalu mencium pucuk kepala Cathlyne.
"Aku cuma gak mau ganggu waktu kerja kamu sama sekolah nya anak- anak"Kata Cathlyne sambil mendongak agar bisa menatap wajah Rey.
"Sekali-kali gak papa Cath, aku malah seneng banget kalo ngeluangin waktu sama kalian dibanding ama tumpukan berkas"Kata Rey yang membuat Cathlyne tersenyum manis.
"Yaudah gak usah kerja aja"Kata Cathlyne enteng yang membuat Rey menatap istrinya dengan alis yang dinaikan satu.
"Bisa aja sih tapi nanti kalo aku udah gak ada uang , kamu yang aku jual"Kata Rey yang membuat Cathlyne spontan memukul lengan suaminya itu.
"Jahat banget sih, emang kamu tega jual istri sendiri hah?"Tanya Cathlyne ngegas.Rey pun mengerutkan dahinya seperti orang yang sedang berfikir keras, namun setelah beberapa menit akhirnya Rey menggeleng keras lalu menangkup wajah sang istri.
"Gak! Aku gak bakalan sudi bagi kamu buat orang lain. You only Mine!"Kata Rey lalu mengecupi seluruh permukaan wajah Cathlyne. Hal itu membuat Cathlyne tertawa geli, dia tentu saja tau bahwa Rey tidak mungkin melakukan itu mengingat waktu masih muda saja sikap posesif nya menjad jadi bahkan sampai punya anak Rey sangat tidak suka melihat Cathlyne dekat dekat pria manapun.
"Rey, udah pelukannya. Aku mau cek anak anak dulu"Kata Cathlyne yang membuat Rey menggeleng.
"Rey"Panggil Cathlyne dengan penuh peringatan.
"Kiss me first"Suruh Rey yang mau tak mau harus Cathlyne turuti.
Cathlyne pun berjinjit lalu mengecup singkat bibir Rey namun saat ingin melepaskan ciuman itu, Rey menahan tengkuk Cathlyne lalu melum*at bibir Cathlyne dengan penuh kelembutan. Lidah nakalnya mulai menjelajahi mulut Cathlyne hingga akhirnya Rey melepaskan ciuman itu saat menyadari Cathlyne mulai kehabisan nafas.
"Thanks honey. Sana gih panggil anak anak, aku mau panasin mobil dulu"Kata Rey lalu mengecup dahi Cathlyne mersa yang membuat Cathlyne mengangguk lalu berjalan menuju kamar anak kembarnya itu.
Setelah sampai dikamar Leo, Cathlyne pun menelisik kamar sang putra lalu melihat Leo yang sedang bersiap.
"Le, kok lama sih?"Tanya Cathlyne sambil berjalan mendekat kepada putranya.
Leo yang mendengar suara mama nya pun mendongak lalu menunjuk retsleting celana nya yang belum bisa tertutup.
Cathlyne pun mengerti maksud sang putra langsung berlutut agar bisa sejajar dengan Leo.
"Kalo gak bisa kenapa gak panggil mama aja?"Tanya Cathlyne dengan tangan yang bergerak untuk menaikan retsleting celana Leo yang sedikit macet.
"Ntal ganggu"Jawab Leo yang membuat Cathlyne menatap putra nya itu.
"Mama gak ngerasa terganggu kalo Leo minta tolong sama mama, malah mama seneng kalo Leo minta tolong sama mama" Kata Cathlyne tersenyum lalu menaikan retsleting celana Leo lagi.
Setelah selesai, Cathlyne menaruh kedua tangan nya dipundak Leo lalu kembali menatap sang putra.
"Lain kali minta tolong ya sayang"Kata Cathlyne lalu mengecup dahi Leo sedangakan Leo menganggukan kepala nya tanda paham.
"Oh iya, Leo tolong panggilkan Cia ya. Suruh dia cepet siap siapnya, mama sama papa tunggu dimobil ok?"Tanya Cathlyne yang langsung diiyakan oleh Leo.
Cathlyne pun tersenyum sambil mengelus lembut pipi Leo lalu beranjak dati tempatnya untuk keluar dari kamar Leo.
Namun belum sempat dia keluar, suara Leo menginterupsi nya yang membuat langkahnya terhenti.
"Thanks mom!" Seru Leo.
Cathlyne pun membalikkan badan nya untuk menatap Leo sejenak.
"Everytime you need, son" Kata Cathlyne setelah itu berlalu meninggalkan kamar sang putra.
Cathlyne pun segera mengambil tas nya lalu berjalan menuju halaman rumah dimana sudah ada Rey yang menunggu sambil bermain hp. Derap kaki Cathlyne pun membuat Rey mengalihkan pandangannya dari hp menuju istrinya yang saat ini sudah ada dihadapannya.
"Mana anak anak?Kok blum turun?"Tanya Rey yang masih bersandar di kap mobil.
"Tadi sih Leo udah selesai trus aku suruh panggilin Cia, lagian anak kamu itu gak mau dibantuin"Kata Cathlyne.
Rey pun terkekeh melihat wajah kesal istrinya, memang saat Cathlyne menawarkan diri untuk membantu kedua anak itu mereka tidak mau dengan alasan tidak mau membuat mama nya capek padahal Cathlyne tidak merasa capek sama sekali.
"Bukan anak aku sayang, tapi anak kita"Jelas Rey pada Cathlyne lembut.
"Iya, itu maksud aku"Kata Cathlyne malas.
"Udah dong gak usah cemberut, kan kita mau jalan jalan"Kata Rey sambil mengelus surai Cathlyne.
Cathlyne yang mendengar itu pun membenarkan ucapan suaminya itu dalam hati. Akhirnya Cathlyne itu menghela nafas agar lebih rileks lalu melangkahkan kakinya ke sebelah Rey lalu memeluk sang suami dari samping.
Rey pun dengan senang hati membalas pelukann wanita yang sudah menemaninya hampir 12 tahun itu. Ahhh Rey menjadi teringat awal mereka bertemu diarea balapan lalu sering bertemu dan akhirnya saling mencintai, dia juga ingat bagaimana dengan sabarnya Cathlyne menunggunya di USA selama 5 tahun hingga pada akhirnya hubungan mereka berakhir dipelaminan dan sekarang mereka sudah memiliki buah hati.
"Love you my wife"Kata Rey tiba-tiba yang membuat Cathlyne mendongak namun tak urung tersenyum lalu membalas ucapan sang suami.
"Love you more my hubby" Balas Cathlyne. Rey pun tersenyum lalu menghujamkan kepala Cia dengan kecupan manis.
Tak lama kemudian Leo dan Cia datang dengan wajah gembira mereka, no lebih tepatnya hanya Cia yang memperlihatkan wajah gembiranya sedangkan Leo masih dengan wajah datarnya namun tidak mengurangi kadar ketampanannya yang dituruni oleh papanya.
"Mamaaaa"Seru Cia sambil merentangkan tangannya kearah Cathlyne. Cathlyne pun menyambut putrinya itu lalu membawa sang putri kedalam dekapannya.
"Oh my! anak mama cantik banget seh, harum banget lagi"Kata Cathlyne lalu memberikan kecupan dipipi Cia yang membuat anak itu tersenyum puas.
"Hai bro"Kata Rey sambil mengulurkan kepalan tangannya pada Leo. Leo pun menubrukan kepalan tangannya ke kepalan tangan papanya, seperti tos ala pria.
"Hai pa"Balas Leo.
"Ok, sekarang kita jalan jalan"Kata Rey pada istri dan kedua anaknya.
Cathlyne dan Cia pun tersenyum lebar dan Leo pun juga tersenyum namun tidak selebar mama dan adiknya itu. Mereka pun naik kemobil dengan Rey yang menyetir, Cathlyne duduk di sebelahnya dan Cia & Leo duduk di kursi tengah.
Selama diperjalanan pun mereka tak berhenti bercerita bahkan bernyanyi, Leo pun mulai terhanyut oleh suasana seru yang diciptakan oleh mama dan adiknya yang super aktif itu.
30 menit perjalanan terasa cepat bagi mereka hingga tak menyadari bahwa mereka sudah sampai ditempat tujuan mereka. Cathlyne dan Cia pun dengan penuh semangat sedangkan kedua pria dingin itu berjalan dibelakang para gadis dengan wajah dingin yang malah menciptakan aura mempesona pada diri mereka.
Banyak pengunjung yang memuji keharmonisan keluarga mereka, apalagi kadar kecantikan dan ketampanan keluarga itu yang membuat para pengunjung semakin iri dibuatnya. Namun karna Rey dan Cathlyne sudah sering diperhatikan seperti itu dari waktu muda pun terlihat biasa sedangkan kedua anak kembar itu terlihat acuh pada semua tatapan para pengunjung lainnya itu.
"Pa katanya kita ke istana?"Seru Cia yang berbalik menatap Rey.
"Iya, nanti kita ke istana"Kata Rey. Cia yang mendengar penuturan papanya pun berteriak yes dengan penuh semangat.
Rey dan Cathlyne pun itu tersenyum melihat keantusiasan putri mereka itu sedangkan Leo hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah berlebihan adiknya namun tak urung lekungan bibirnya tercipta walaupun tipis.
"Cia mau papa gendong?"Tanya Rey yang langsung dihadiahkan anggukan cepat dari Cia dan sedetik kemudia Cia sudah berada di gendongan pria yang baru akan menginjak umur 30 tahun ini mengingat mereka yang menikah diwaktu umur mereka masih muda.
"LEGOOO"Seru Rey lalu membawa Cia menuju arena permainan meninggalkan Cathlyne dan Leo.
"Leo juga mau digendong?"Tanya Cathlyne pada sang putra namun dibalas gelengan dari Leo.
"Leo belat, ntal mama cape"Kata Leo yang membuat Cathlyne tersenyum kecil, lalu mengerucutkan bibirnya lalu berjalan meninggalkan Leo yang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.
Namun dimenit berikut nya Cathlyne tersentak ketika ada tangan kecil yang menggenggam tangannya. Cathlyne pun menunduk untuk melihat sang pelaku, dan terlihatlah Leo yang juga mendongak untuk menatapnya dengan senyuman manis yang jarang dia perlihatkan membuatnya semakin terlihat tampan.
Cathlyne pun mengadahkan kepalanya keatas agar air matanya tidak terjatuh lali menatap Leo dengan senyuman termanisnya.
"Yuk susulin papa ama Cia" Ajak Cathlyne yang diangguki oleh Leo.
"Kajja"
«««««♡♡♡♡♡»»»»»
Saat ini Leo dan Rey sedang melihat lihat kerangka tulang berbagai dinosaurus sedangkan Cathlyne dan Cia sibuk berfoto ria dengan latar belakang dinosaurus.
"Pa, itu apa?" Tanya Leo sambil menunjuk dinosaurus yang memiliki sayap.
"Rhamphorhynchus" Jawab Rey sambil membaca nama dipapan informasi yang ada. Rey bukan tipe yang suka menghapal nama hewan yang sudah punah jadi tentunya dia tidak tau, untung saja ada papan yang berisi informasi tentang dinosaurus itu.
Leo pun mengangguk paham sambil terus memandangi kerangka tulang dinosaurus yang bersayap itu
"Cucah"gumam Leo yang masih bisa terdengar oleh sang papa.
"Apanya yang susah?"Tanya Rey pada anaknya itu.
"Nama na"Kata Leo dengan tatapan polos nya lalu berjalan menjauhi dinosaurus yang bersayap menuju dinosaurus yang lebih besar.
Rey yang mendengar itu pun terkekeh, dalam hatinya dia menyetujui perkataan sang anak karna saat membaca nama dino itu pun Rey sempat bingung cara mengucapkannya.
Rey pun menyusul langkah anaknya yang sedang menatap kerangan tulang Dino yang sangat besar itu, dengan perlahan Rey membaca nama dari dinosaurus itu.
"Kalo yang Leo liat namanya Archa-"
"Dak ucah pa"Kata Leo menghentikan ucapan Rey yang membuat dahi Rey bertaut.
"Kenapa?"Tanya Rey pada anaknya.
"Leo uga dak bakalan inget nanti"Kata Leo lalu kembali melihat-lihat fosil dinosaurus,
Lagi-lagi Rey membenarkan ucapan anaknya dalam hati, bukan hanya Leo yang akan melupaka nama dino itu tapi Rey juga terlebih saat mengingat nama berbagai dinosaurus yang begitu susah diucapkan.
Tak lama kemudian, Cathlyne dan Cia menghampiri mereka berdua dengan membawa 4 gelas minuman dingin yang sengaja mereka beli untuk Leo, Rey dan diri mereka sendiri.
"Nih minuman buat kalian"Kata Cathlyne sambil memberikan 2 gelas minuman pada Rey dan juga Leo.
Rey dan Leo pun menerimannya dengan senang hati. Mereka pun langsung meminum minuman itu karna tenggorokan mereka yang sidah terasa kering setelah lama berkeliling melihat fosil dinosaurus.
"Pa, cekalang Cia mau ke istana"Kata Cia kepada papanya setelah meneguk minumannya.
"Boleh, Leo udah puas kan lihat dino nya?"Tanya Rey pada sang putra yang masih asik meneguk minumannya.
Leo pun menatap papa dan adiknya bergantian lalu mengangguk yang membuat Cia berdecak senang. Cia pun langsung menarik tangan Cathlyne untuk pergi ke istana.
"Ayok ma"Ajak Cia pada Cathlyne
"Sabar sayang"Kata Cathlyne namun tak urung mengikuti langkah putrinya yang diikuti oleh Rey dan Leo dibelakang.
Setelah beberapa menit berjalan meninggalkan museum dinosaurus akhirnya mereka pun sampai di sebuah istana hiburan yang terlihat sangat mewah.
Mereka pun masuk kedalam istana yang terkihat seperti yang ada di film disney Cinderella, hal itu membuat Cia dan Cathlyne berdecak kagum dengan semua interior istana yang sangat bagus dan terkesah mewah.
Leo dan Rey pun sebenarnya terpana melihat isi istana itu namun mereka tidak mengeluarkan ekspresi berlebihan seperti yang ditujukan oleh Cathlyne dan Cia. Mereka pun mulai mengelilingi isi istana itu, semua ruangan mereka masuki kecuali ruangan yang memang sengaj tidak diperbolehkan dimasuki secara umum.
Tak lupa juga mereka berfoto ria menggunakan hp milik Rey, mungkin galeri hp Rey sudah penuh dengan foto foto mereka yang banyak itu namun untung saja hp nya bukan hp kentang yang di isi foto dikit dah full memory.
Cathlyne pun memaksa suami dan anak laki laki nya untung foto bersama, awalnya kedua laki laki itu tidak mau namun akhirya mereka luluh karna puppy eyes dari kedua perempuan yang mereka sayang itu siapa lagi kalau bukan Cathlyne dan juga Cia.
Cathlyne pun meminta tolong salah satu pengunjung untuk memotret mereka, Cathlyne dan Cia tersenyum sangat manis namun berbeda dengan Rey dan Loe yang tersenyum terpaksa namun tak menghilangkan ketampanan mereka.
Setelah puas menjelajahi istana itu, mereka pun berjalan untuk keluar dari istana yang besar itu dengan formasi berjejer kesamping Cathlyne di sebelah kanan lalu disampingnya Cia, disamping Cia ada Leo dan di ujung ada Rey.
"Pa" Panggil Cia yang membuat bukan hanya Rey yang menengok namun Cathlyne dan juga Leo menatap anak bungsu keluarga itu.
"Kenapa sayang?"Tanya Rey sambil menatap putrinya tanpa menghentikan langkahnya.
"Nanti kalo becal Cia au punya lumah cegede ini boleh??"Tanya Cia sambil membuat lingkaran besar dengan tangannya.
"Boleh dong, Cia mau papa bikinin atau Cia bikin sendiri?"Tanya Rey
"Cia au ikin cendili"Kata Cia dengan raut yang berusaha meyakinkan Rey
"Bagus kalo begitu, Makanya kalau mau bikin rumah besar Cia harus belajar yang rajin ya"Kata Rey yang langsung mendapat anggukan hebat dari Cia.
"Nanti kalo Cia punya rumah gede, mama boleh tinggal sama Cia gak?"Tanya Cathlyne pada putrinya.
"Boleh, nanti papa mama ama bang Leo boleh tinggal dilumah Cia. Kan lumah Cia becal, lebih kecal dali lumah oma opa"Kata Cia yang membuat Cathlyne dan Rey terkekeh.
"Ma"Panggil Leo yang membuat bukan hanya Cathlyne yang menoleh namun Rey dan Cia juga ikut menatapnya yang membuat Leo mendengus kesal.
"Kenapa? Leo mau punya rumah juga?"
Bukan Cathlyne yang berbicara tapi Rey, Leo pun menatap papa nya sejenak lalu menggeleng keras.
"Gak" Jawab Leo
"Trus mau apa?"Tanya Rey
"Ma-"
"Mau mobil?"Potong Rey yang mendapat gelengan keras dari Leo lagi.
"Gak"
"Terus mau mainan?"Tanya Rey lagi. Cathlyne dan Cia hanya sibuk memperhatikan kedua nya tanpa menghentikan langkah mereka.
"Bukan papa"Kata Leo gregetan
"Ter-"
"Leo mau apa sayang?" Potong Cathlyne karna sudah jengah dengan pertanyaan Rey. Leo pun menatap papa nya dengan kesal lalu beralih menatap wajah mamanya.
"Leo ma-"
"Mau lego?"Tanya Rey yang membuat Cathlyne dan Leo geram sendiri.
"PAH!"Seru Cathlyne dan Leo bersamaan yang membuat para pengunjung menatap mereka dengan tatapan bingung namun mereka mengacuhkan tatapan pengunjung dan masih manatap Rey tajam.
Cia yang melihat itu hanya cengo ketika mendengar mama dan abangnya sangat kompak berteriak sedangkan Rey dia malah tertawa melihat istri dan putranya menunjukan wajah kesal mereka.
Rey pun mengangkat tangannya seperti seorang tersangka yang terciduk oleh polisi. Dengan sisa sisa tawanya dia menatap Cathlyne dan Leo yang masih menatapnya penuh kekesalan.
"Peace"Kata Rey yang membuat kedua orang itu mendengus kesal.
"Ok, Leo mau apa tadi?"Tanya Cathlyne
"Makan"
"HAH!?"