This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Tamu tak diundang



Author POV


Setelah puas berada di taman hiburan, mereka pun bergegas pulang kerumah. Cia dan Leo pun sudah tertidur pulas di kursi tengah sedangkan Rey terus saja mengoceh tentang permintaannya itu.


Honeymoon? Lagi? Meninggalkan kedua anaknya dirumah? No, Cathlyne harus berfikir dua kali untuk itu. Bukannya Cathlyne tidak mau, malah dia sangat ingin pergi lalu menghabiskan waktu berdua dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu namun dia juga sangat berat jika harus meninggalkan kedua anaknya dalam jangka waktu yang lama.


Namun pada akhir perdebatan itu Cathlyne lah yang kalah debat dengan Rey yang membuatnya terpaksa mengiyakan permintaan Rey itu namun mereka masih harus mencari waktu yang tepat untuk honeymoon kedua mereka.


Saat ini mereka sudah hampir sampai dirumah namun ketika sampai di pekarangan rumah, mereka dikejutkan dengan beberapa mobil yang memenuhi teras rumah mereka. Rey dan Cathlyne pun saling tatap namun detik berikutnya Rey mengakhiri tatapan mereka dan langsung memarkirkan mobil mereka di garasi.


Setelah mematikan mobil, Rey dan Cathlyne pun mengangkat kedua anaknya masuk kedalam rumah. Namun mereka kembali dikaget kan dengan keadaan rumah mereka yang kacau balau karna sekumpulan orang yang dengan seenak jidat berkumpul dan menguras isi kulkas Cathlyne.


"WAH LAKN*T YA LU PADA!"Seru Cathlyne tanpa sadar sehingga membuat kedua anaknya pun perlahan membuka mata mereka karna teriakan sang mama.


Rey pun mau tak mau menurunkan Leo yang bergeliat ingin turun begitu juga dengan Cia yang berada digendongan Cathlyne. Cathlyne yang menyadari itu pun merasa bersalah dengan kedua anaknya namun tak apalah, sudah terlanjur juga.


Cia pun menelisik rumahnya yang dipenuh banyak orang yang terdiam karna kehadirannya, Leo dan juga mama papa nya. Lalu sedetik kemudian mata terbelalak ketika melihat orang yang di rindukan.


"Elik!Micel, Gicel! Dilaaaa! Emily! Eplin!Jacen!. Cia kangen huu"Teriak Cia lalu berlari menuju kumpulan anak kecil yang seumuran dengannya dan juga Leo.


"Ciaaa Dila uga kangen"Seru Indira Xynerva anak dari Dylan dan Diana.


"I miss you sistel" Kata Jason, anak dari Nathan dan Riana yang paling pandai bahasa inggris karna mereka memang tinggal di LA,dan beberapa kali ke Indonesia.


"Miss you too"Kata Cia pada Jason


"cistel, cistel cekalian aja custel"Cibir Vander yang membuat Jason dan Cia mendelik kesal.


"Apa cih, dak jelas"Kata Cia yang langsung mendapat nyinyiran


"Huaaa eplinnnnnn, lama anget eplin gak kelumah Cia"Seru Cia.


"Calahin mami papi cuka pelgi ke lual negli"Sahut Evelyne, anak dari Aldo dan Linda yang Aldo temui saat kuliah di Amerika.


"Pokoknya Eplin halus seling kecini"Ucap Cia yang diiyakan oleh Evelyn


"Halo Cia, kangen dak ama Elik?"Tanya Eric Godfrey, anak dari Vino dan juga Fiona.


"Cia kangen ama Elik"Jawab Cia antusias


"Cia gak kangen pandel?"Tanya Ivander Dalton, anak dari Bara dan Kirana.


"Dak! Cia dak kangen Pandel, kan kemalen tetemu"Kata Cia. Ya, memang kemarin Bara, Kirana dan Vander datang kerumah Cathlyne untuk memberikan hadiah untuk Cia dan Leo. Cathlyne yakin ini semua ulah Bara yang mengajak semua temen bobroknya untuk datang kerumahnya.


"Cia nakal"Cibir Vander yang dibalas Cia dengan memeletkan lidahnya untuk mengolok Vander.


"Epok, agian Pandel gak pellu di angenin"Celetuk Emily, anak dari Darren dan Viola yang tidak pernah akur dengan Vander. Untung saja Emily dan kedua orang tuanya tinggal di London dan hanya beberapa kali berkunjung ke Indonesia untuk berkumpul seperti sekarang.


"Pandel dak omong cama lu"Kata Vander kesal


"Bialin aja wle"Kata Emily lalu meneruskan perdebatannya dengan Vander


"Cia Micel punya mainan balu, becal lagi"Kata Michelle Zephyra, anak dari Juna dan Jessica. Kalian masih ingat kan Jessica yang membela Cathlyne saat Bianca mendorongnya di hutan? Entah bagaimana mereka berdua bisa menikah, Cathlyne pun tak tau.


"Punya Gicel lebih becal lho"Pamer Giselle Zephyra kembaran Michelle.


"Gak punya Micel lebih becal"


"Punya Gicel titik"


"Pun-"


"IHHHHH kalian libut. Cia punya boneka becal dibelikan ama mama Cia tadi" Pamer Cia tak mau kalah.


"Mana?"Tanya Michelle dan Giselle bersamaan.


"Ada di mobil, yuk ambil"Ajak Cia pada temannya itu.


"Ayuk"Seru Michelle


"Emily mau ikut dak?"Tanya Cia pada gadis yang terus berdebat dengan Vander


"Au, Emily males cama Pandel jele"Kata Emily lalu membuang mukanya dari Vander yang membuat Vander beberapa kali mengomel kearah Emily.


"Eplin au ikut!"Seru Eplin


"Yaudah ayo"Kata Cia


"Dila uga ikut"Seru Indira lalu mengikuti langkah Cia dan si kembar.


Namun saat didepan Rey Cia berhenti lalu menatap sang papa yang masih berdiri menatap Cathlyne yang sedang memberikan pelajaran kepada teman-teman laknatnya yang dengan seenaknya membuat rumahnya seperti kapal pecah.


"Pa, bantuin Cia ambil belanjaan Cia please"Pinta Cia yang diangguki oleh sang papa.


Mereka pun berlalu untuk mengambil semua belanjaan Cia yang mereka beli di taman hiburan tadi meninggalkan Leo dengan Eric dan Vander. Dengan bangga nya Vander memamerkan hotwheels yang baru dibelikan oleh papa nya di Italy kepada Eric dan Leo.


"Lik, Le, Pandel punya hotwhil balu"Pamer Vander sambil menunjukan 3 mobil kecil yang baru dia ambil dari tas sang mama kepada 2 cowo itu.


"3 doang, aku punya cepuluh di lumah"Kata Eric tak mau kalah


"Boong! no pitchel, hoax"Seru Vander dengan senyum tengil nya yang membuat Eric kesal.


"Telcelah lo aja"Kata Eric mengikuti ucapan sang papi yang biasa diucapkan.


"Jacen ada mobil dak?"Tanya Vander pada lelaki itu.


"Ada, tapi di LA"Kata Jason yang membuat merekan mengangguk paham.


"Leo ada dak?"Tanya Pandel pada Leo. Tanpa menjawab, Leo langsung menunjuk sebuah lemari kaca yang dipenuhi dengan hotwheels dan juga mainannya yang tersusun rapi.


Hal itu membuat Vander dan Eric langsung saja berlari menuju lemari kaca tersebut lalu berdecak kagum. Dan dengan kompak mereka menatap Leo yang juga mengikuti langkah mereka tadi.


"Boleh pinjem?"Tanya Vander


"Boleh ya?"Lanjut Eric.


"Please"Sambung Jason.


 Mereka bertiga pun mengeluarkan tatapan memohon mereka yang membuat Leo berdehem mengiyakan permohonan mereka. Ketiga bocil laki laki itu pun mulai mengeluarkan semua mainan yang ada di lemari kaca itu.  Leo pun berdecak kesal melihat mainannya terhambur namun tak urung ikut bermain dengan kedua temannya itu.


Sedangkan Rey sekarang sudah duduk di sebelah Cathlyne setelah membantu Cia dan teman temannya membawa belanjaan gadis itu yang sekarang sudah bermain bersama dengan teman perempuannya.


Sekarang waktunya mendengar obrolan ibu ibu dan bapak bapaknya ya gesss. Sebelum itu mari kita absen dulu.


Bara&Kirana = Hadir


Dylan&Diana= Hadir


Vino&Fiona= Hadir


Juna&Jessica= Hadir


Aldo&Linda= Hadir


Nathan&Riana= Hadir


Darren&Viola= Hadir


Daniel=Hadir(Ya, Daniel masih menjomblo, sapa mau jadi pasangan Daniel? hehe)


"B*ngke yang lu semua! Asal nerobos rumah orang aja, mana dihaburin semua."Kata Cathlyne yang mengeluarkan semua unek-uneknya.


"Yaelah Cath, dulu aja bilangnya 'inggip iji rimih sindiri, kik simi siipi iji li'"Kata Aldo.


"Nah loh! Betul tuh, gue masih inget banget lo ngomong gitu pas kita pertama kalo dateng kesini"Lanjut Bara.


"Tul betul! Heh walupun kita udah punya anak tapi ingatan kita kuat"Sahut Vino


Cathlyne yang mendengar itu pun dibuat cengo karna perkataan mereka. Tapi ada benarnya juga ucapan mereka,tapi tetap aja mereka asal masuk rumah orang bikin kesel.


"Hayolo mo jawab apa?!"Kata Juna yang membuat Cathlyne melempar bantal sofa kearah pria beranak 2 itu.


"Taik lo"Kata Cathlyne kesal


"Sabar ya Cath, ngomong ama kumpulan dakjal itu memang menguras energi jasmani dan rohani"Kata Fiona


"Yank! Berarti kamu ngatain aku dakjal dong"Seru Vino tak terima. Fiona pun menatap sang suami dengan dahi yang berkerut.


"Oh, nyadar?"Tanya Fiona yang membuat Vino berdecak kesal sedangkan yang lainnya sudah menertawakan Vino.


"Kasian deh lo, baru tau kan lo sikapnya Fiona pas nikah"Kata Diana


"EH! Anda gak usah ngompor"Kata Fiona dengan nada galak namun dibalas nyenyean dari Diana


"Na liat noh temen lo, makin tua makin jadi"Adu Fiona pada Kirana. Kirana pun merotasikan kedua matanya melihat kelakuan sahabatnya yang tidak berubah sejak masih belum punya anak sampe dah  tuak bangka kek sekarang.


"Hedeh, ribut lo pada ngalahin tuh calon ibu-ibu rempong"Kata Kirana sambil menunjuk kumpulan Cia dan teman temannya yang asik mengobrol dan bermain dengan dagu nya.


"Ish lucu banget sih mereka"Sahut Linda yang sedari tadi nyimak


"Iya, akur bet tuh bocil bocil"Kata Viola yang juga memperhatikan para gadis itu.


"Ho'oh walaupun mereka pisah pisah tapi pas ketemu tetap aja akur kayak gak ada kata akward"Kata Jessica


"Makanya kalian jan suka tinggal diluar negri"Kata Cathlyne


"Bukannya sukak Cath, tapi karna kerjaan"Kata Darren yang dibenarkan oleh Aldo dan Daniel.


"Nah itu, Kalo kerjaan gue bisa dipindah ke Indo gue mah gas aja ya kan yank?"Kata Aldo yang dibenarkan istrinya.


"Iya. Gue juga maunya di Indo apalagi mama papa gue ada di Indo cuma ya gimana lagi, Aldo kerjanya disana"Kata Linda


"Yaudah cerain aja Lin"Celetuk Nathan yang membuat Aldo bersiap untuk melempar gelas ditangannya sebelum seruan Cathlyne menghentikannya.


"HEH! Gelas gue pecah, gue pecahin juga kepala lo"Kata Cathlyne, tentu saja Aldo langsung kicep dan mengembalikan gelas itu di meja. Mereka pun mengejek Aldo yang sudah tua tapi masih takut ama Cathlyne.


"Lagian tuh temen lo Cath, enak aja suruh orang cerai padahal dirinya juga tinggal di luar negeri"Kata Aldo dengan segala kekesalannya.


"Dih, tapi kan orang tua gue ama bini gue semuanya di LA jadi aman boi"Kata Nathan yang membuat Aldo berdecak kesal.


"Rey, lo mah diem aja. Bantuin gue kek!"Kata Aldon pada Rey yang sedari tadi nyimak sambil terus memeluk Cathlyne dari samping.


"Bantuin? Bantuin ngolokin lo? Boleh"Kata Rey yang membuat semua orang tertawa terkecuali Aldo


"Dah diem aja lo, gak usah ngomong kalo sekali ngomong bikin darah tinggi"Kata Aldo yang hanya dibalas acuhan bahu dari Rey.


"Oh iya Bar, kapan rencana mo bikin anak kedua?"Tanya Darren pada Bara yang sedang bersadar di bahu istrinya.


"Dih, gimana mau bikin anak kalo diajak nyoblos susah banget"Kata Bara


"Mampush, kurang maknyus kali itu lo"Celetuk Daniel yang membuat mereka menertawakan Bara.


"Sembarangan lo"Tukas Bara tak terima.


"Kurang diasah punya lo Bar"Sahut Fiona dengan sisa sisa tawanya.


"Enak aja, mau cobain punya gue lo?"Tanya Bara menantang


"Dih ogah, punya suami gue lebih jos ya gak yank?"Tanya Fiona pada Vino


"Oh iya jelas, Fiona mah maunya yang pasti kek gur gak kek lu"Kata Vino lalu tertawa terbahak-bahak


"B*ngke lo semua. Nistain aja otong gue terus"Kata Bara kesal sedangkan istrinya hanya menertawakan nya tanpa berniat membela Bara padahal di tau yang sebenarnya. UHUK.


"Makanya punya lo itu di gedein dulu Bar. Aduh malu deh punya badan bagus tapi anu cetek"Kata Cathlyne yang sedari tadi ikut ketawa.


"Astaga kamu ini berdoza banget"Kata Bara mendramatisir wajahnya.


"Kamu jangan solimi" Lanjut Aldo dengan wajah dibuat buat sedih.


PLAKK


"Soleha! bukan solimi"Seru Nathan setelah menggeplak kepala Aldo


"Alah lebay lo nj*r. Sini gue liat"Kata Nathan lalu ingin memeriksa kepala Aldi yang dia pukul namun tangannya di hempaskan oleh Aldo.


"JA.NGAN SENTUH AKU! AKU JIJIK MAS AKU JIJIK HIKS"Seru Aldo yang membuat semuana menatap Aldo dengan tatapan jijik tak terkecuali istrinya, Linda.


"Asatga Lin, kuat banget lo hidup bertahun tahun ama nih makhluk"Kata Cathlyne pada Linda


"Gimana ya Cath, mau gue tinggalin sayang soalnya hartany banyak"Kata Linda yang mendapat sorakan dari teman-temannya sedangkan Aldo menatap istrinya dengan tatapan kaget.


"Jahat bet kamu yank"Kata Aldo pada Linda


"Bercanda sayang ku"Kata Linda lalu mengecup pipi Aldo


"AVV"


"UWUU"


"EKHEMM"


"IHIYYY KESEMSEMM"


"ASEK ASEK JOZZZ"


"CIYAAA AKHIRNYA ALDO DAPAT JATAH"


"MENANG BANYAK NJ*R"


"ASTAFIRULAH MATA GUE TERNODAI"


"CIEE ALDO BLUSHINGGG"


"GAS DO!"


"AHAY PAPALE PAPALE"


Itulah seruan mereka saat melihat Linda mengecup pipi Aldo tentunya yang dikecup merasa kesenangan terlebih saat mendapat sorakan dari sahabat sahabatnya.


"Iri bilang bos ahayyyy"Seru Aldo


"Najis anj*r"Kata Daniel


"Diem lo jomblo, sono cari bini supaya jonny lo gak bekarat"Kata Aldo pada Daniel


"B*ngke lo Do. Nehhh"Kata Daniel lalu menghambur undangan yang dia bawa keatas meja.


Mereka semua yang kepo pun mengambil undangan itu, setelah membacanya dengan seksama mereka pun langsung menatap Daniel yang tersenyum sambil menaik turun kan kedua alisnya kepada para sahabatnya yang menatapnya dengan tatapan tak menyangkan.


"Wanjayyyy dah taken ternyataa" Kata Juna


"Iyalah, gue tuh diam diam menghanyutkan"Kata Daniel


"Eleh lambe mu"Celetuk Diana


"Asiikkkk bakalan makan gratis" Kata Aldo


"Gratisan mulu otak lo nj*r"Kata Daniel kesal.


"Loh karna gratis itu membantu kita untuk berhemat"Kata Aldon


"Gue iyain aja biar fast"Kata Daniel.


"Gilak gue kita lo bakalan jadi perjaka tua El"Kata Bara yang membuat Daniel mendelik kesal.


"Sekate kate lo Bar"Kata nya tak terima.


"Congrats ya El"Kata Fiona


"Makasih"


"Selamat Daniel"Kata Linda


"Makasih Lin"


"Congratulation brooo"


"Selamat"


"Selamat buat calon manten"


"Sel-"


"Udah, gue enek denger kata selamat mulu"Kata Daniel yang memotong ucapan Darren


"Ba*ngke sok lu bambank"Kata Darren kesal karna Daniel memotong ucapannya.


"Lain kali kalo ngumpul bawa calon lo El"Kata Cathlyne pada Daniel


"Iya nanti kapan-kapan gue ajak, tapi kalo dia mau ketemu kalian para manusia titisan Dakjal"Kata Daniel santai yang membuat mereka kesal


"Awas lo nginjek rumah gue lagi"Kata Cathlyne dengan tatapan membunuhnya.


"Yaelah, gue cuma bercanda. Siapa sih yang gak mau ketemu ama kumpulan malaikat penghuni surga kayak kalian ini"Kata Daniel dengan senyuman yang terlihat menjengkelkan bagi mereka.


"Eleh congor lo"


"Bullsh*t"


"Lambe mu El El"


"Gak usah ngegembel lu"


"Iya iya intinya nanti gue ajak bini gue kesini"Kata Daniel yang diangguki oleh mereka.


"Oh iya, kemana mantan lo Cath?"Tanya Nathan yang membuat Rey menatapnya tajam.


"E-eh maksud gue Axel"Kata Nathan.


"Dia gak perlu tau keberadaaan nya Axel"Kata Rey tajam.


"Yaelah gitu aja cembukur"Kata Juna


"I don't care" Sahut Rey acuh.


"Gak tau gue, mungkin pas natal Axel sama keluarga nya kesini"Kata Cathlyne yang menjawab pertanyaan Nathan.


"Kalo si Bianca mana Rey?"Tanya Darren pada Rey


"Ngapain nanyain Bianca ke laki gue?"Tanya Cathlyne ngegas.


"Salah?"Tanya Darren dengan tatapan jahil.


"Salah, napa mo marah?"Tanya Cathlyne balik ngegas.


"Gak, mana bisa gue marahin lo kalo disebelah lo ada singa ngamok"Kata Darren yang membuat Rey merotasikan kedua matanya.


"Oh iya, Rico, Rico mana?"Tanya Fiona


"DI LANGITTT! DILANGITTTT"Teriak Aldo seperti yang pernha viral di tikt*k


"Brisik b*bi"Kata Kirana lalu meleparkan bantal ke wajah Aldo


"Sadis bini lo Bar"Adu Aldo pada Bara.


"Anda baru tau?"Tanya Bara yang membuat Aldon berdecak sebal.


"EKHEMM, HAUS NIH. WHISKY BOLEH LAH YA?!"Seru Vino.


"Nah bener nih, paling gak bir lah ya"Sahut sang istri yang tak lain adalah Fiona.


"Ck, ambil gih dikulkas"Kata Cathlyne


"Wes mantap, ambil gih pah"Kata Fiona pada Vino. Vino yang mendengar kata 'pa' keluar dari mulut Fio pun sudah tau kalo kali ini dia tidak bisa membantah.


"Sini lo"Kata Vino sambil menarik Bara untuk membantunya membawa minuman untuk mereka.


Setelah menunggu beberapa menit, Vino dan Bara pun datang dengan beberapa botol Heineken dan juga whisky. Untung saja ada permen relaxa di toples atas meja ruang tamu jadi mereka bisa mencapurkan whisky dengan permen itu agar tidak terlalu kobam.


Mereka pun mulai meminum, minumannya. Namun Jessica tidak ikut minum karna dia memang tidak pernah meminum minuman keras sedangkan Linda dan Viola memilih mengambil Wine di kulkas Cathlyne karna mereka lebih terbiasa minum Wine mengingat mereka tinggal di luar negeri.


Cathlyne pun ikut minum karna sudah lama rasanya tidak minum bersama seperti ini namun Rey tetap membatasi Cathlyne karna tak mau anak-anak melihatnya meracau saat sudah mabuk. Mengenai anak anak mereka sedang fokus bermain dengan mainan mereka masing masing sehingga tidak melihat kelakuan bejat ibu dan bapaknya.


Setelah puas minum minum, mereka pun makan malam bersama dirumah Cathlyne. Beruntung ada ART yang memasakan mereka makan malam jadi mereka bisa pulang tanpa perut kosong yang terisi dengan alkohol saja.


Para ibu ibu pun mulai mengurus anaknya agar makan sedangkan bapak bapak sudah mengobrol layaknya bapak bapak pada umumnya yang berbicara soal bisnis, bisnis dan bisnis.


Setelah makan, mereka pun duduk duduk sebentar untuk menurunkan nasi yang baru mereka makan sebelum pulang kerumah masing masing. Cathlyne dan para emak emak lainnya pun memilih untuk menghampiri anak anak.


"Leo,Jason, Eric, Vander, nanti habis main diberesin lagi ya. Aunty gak mau liat mainan kalian berantakan.


"Bener kata aunt Cathlyne, kalian yang hamburin kalian juga yang beresin. Ok boy?"Kata Fiona


"Ok"Jawab mereka kompak.


Mereka pun bermain bersama dengan para mama mereka. Para anak cowo pun bergabung dengan anak cewe, mereka bermain robot yang mau mengigit putri kata mereka. Cathlyne dan para emak lainnya pun hanya mengangguk lalu ikut bermain.


Hingga suara para kumpulan bapak bapak menginterupsi mereka untuk pulang karna hari sudah malam. Dengan terpaksa anak anak itu pun membereskan mainan mereka bersama sama lalu berjalan kearah papa mereka masing masing.


"Yaudah kita pamit dulu ya Rey, Cath"Kata Juna mewakili mereka semua.


"Ok kalian hati hati ya"Kata Cathlyne yang diiykan oleh mereka.


Para ciwi-ciwi pun saling cipika cipiki, begitu juga para cowo-cowo yang bertos ala pria. Setelah itu masuk kedalam mobil mereka masing masing, lalu pergi dari rumah Cathlyne dan Rey.


"Yah cepi agi"Kata Cia


"Hm"Kata Leo menyetujuinya.


"Nanti kita ngumpul bareng mereka lagi kok"Kata Cathlyne


"Beneran ma?"Tanya Cia


"Iya sayang"Kata Cathlyne tersenyum yang membuat Cia mengumamkan kata 'yes' dengan antusias begitu juga Leo yang tersenyum tipis.


"Yaudah sekarang kalian istirahat di kamar masing masing ok? Papa tau kalian capek habis jalan jalan trus lanjut main"Kata Rey yang dibenarkan oleh Cathlyne.


Kedua orang tua itu pun mengantarkan putra putri mereka ke kamar masing masing sebelum masuk kekamar milik mereka berdua. Setelah masuk kekamar, Cathlyne pun langsung menghempaskan tubuhnya keatas kasur kingsize.


Rey pun melepaskan baju nya yang membuat perut sixpact yang tetap menggoda iman Cathlyne walaupun sudah sering dia lihat. Setekah membuka bajunya, Rey pun ikut berbaring dia tempat tidur lalu membawa Cathlyne kedalam dekapannya.


"Capek?"Tanya Rey pada istrinya itu.


"Ho'oh, capek banget"Kata Cathlyne sambil mencari posisi nyaman didada Rey. Ahhh wangi maskulin Rey membuat Cia nyaman, kapan seorang Reynald bau? Bahkan saat keringatan saja wangi nya malah semaki menggoda indra penciuman Cathlyne, ini bukan karna Cathlyne bucin nya Rey namun memang kenyataan.


"Yaudah istirahat gih"Kata Rey sambil mengelus surai Cathlyne yang sudah nyaman dalam dekapannya.


"Kamu juga, kan besok kamu kerja"Kata Cathlyne dengan suara tertanam didada Rey.


"Oh iya, huft padahal aku malas banget kerja. Udah nyaman di rumah sama kalian"Kata Rey


"Aku juga mau nya  gitu, cuma kamu kan juga gak bisa ninggalin tugas kamu di kantor"Kata Cathlyne


"Apa aku ngundurin diri aja ya?"Tanya Rey yang membuat Cathlyne menatapnya lekat.


"Trus kalo kamu berenti kerja, aku ama anak anak gimana?"Tanya Cathlyne


"Yaampun sayang, uang tabungan aku tuh gak bakalan habis 7 turunan"Kata Rey yang membuat Cathlyne berdecak sebal


"Dasar sombong"Cibir Cathlyne yang membuat Rey terkekeh lalu mengeratkan pelukannya pada Cathlyne. Begitu pun Cathlyne yang semakin menelusupkan wajahnya didada Rey, tak lama kemudia Rey mendengar dengkuran halus Cathlyne yang membuatnya tersenyum lalu mengecup kening Cathlyne penuh sayang.


"Good night sayang, i love you"