
Author POV
Seperti yang kalian ketahui hari ini adalah pertarungan basket terakhir dan hari ini Michiavelly International High School melawan SMA Pelita hati. Kali ini pasti akan ada pertarungan sengit antara mereka.
Saat ini sudah pukul 10.45 yang berarti 15 menit lagi akan mulai pertandingannya. Kedua tim pun saat ini sedang berkumpul untuk merundingakan strategi mereka.
Saat ini SMA Pelita hati sudah berkumpul dan membentuk lingkaran. Saat ini mereka dengan berunding yang dipimpin oleh ketua tim basket mereka BARA.
"Jadi apa strategi kita hari ini? Michiavelly school susah dilawan lho" kata Darren
"Bener tuh. Kalo kita gak persiapin pasti kita kalah." Kata Rian
"Ato..... gue tau! Kita main curang aja" usul Rico yang mendapat jitakan dari Bara.
"Mata kao. Lo lupa siapa lawan kita?" Kata Bara
"Lawan kita Rey kan, ketua DarkLion?" Tanya Rico dangan tampang sok poloshnya
"Iya Ketua DarkLion GEBETANNYA KETUA DEADSCORPIO. Lo mau ditimbas sama Cathlyne klo ketauan main curang sama Rey?!" Tanya Bara
"Oiya lupa bos. Trus gimana?" Tanya Rico
"Kita main sama kek kemarin aja hanya saja kita harus lebih cekatan kali ini. Jangan kasih kendor ok?! Lagian kata anak-anak akhir-akhir ini Rey lagi gak fokus jadi kita bisa manfaatin itu ok?!" kata Bara yang diangguki oleh semua tim.
"Okay good. Jangan ada yang main curang. Disini bukan tawuran antara DeadScorpio sama DarkLion tapi disini kita tanding basket jadi kita harus sportif okay?!" Kata Bara karna disini anggota full ama anggota DeadScorpio.
"Ok"
"Sip"
"Aman aja"
"Okay"
Author POV end
Reynald POV
Hari ini adalah Final basket antarsekolah dan lawan kita hari ini adalah SMA Pelita. Gue disini lagi berusaha buat dengerin nasihat pelatih cuma entah kenapa pikiran gue jatuh ke kata-kata Cathlyne kemarin
"Cowo, lo tau ternyata klien gue itu seumuran kita loh orang Indo juga lagi. Gans bet, cocok dijadiin calon daddy anak-anak gue"
"Arghh sialan!" Umpat gue
"Ada apa Rey?!" Tanya pelatih
"Gak ada apa-apa" kata gue lalu dengerin ucapan pelatih.
Kali ini kita semua sudah berkumpul dilapangan. Sekarang gue sama tim gue sudah berhadapan dengan tim SMA Pelita Hati yang tak lain adalah anggota DeadScorpio yang sudah mati itu.
Pritttttttttttt
Permainan pun dimulai, kali ini gue gak bakalan biarin mereka menang. Gue bener-bener kumpulin konsentrasi gue buat permainan kali ini. Gue udah nyetak 5 score di 15 menit pertama dan disusul oleh anggota tim gue.
Setelah lelah menyerang akhirnya babak pertama pun selesai. Gue pun menepi ke pinggir lapangan. Pas gue nyampe ternyata sudah ada sahabat gue dari Belanda yang baru datang ke Indo namanya Bianca, dia yang ngasih gue air mineral dan langsung aja gue terima.
"Lo keren" katanya
"Thanks" kata gue trus duduk disalah satu tempat duduk. Bianca pun duduk di samping gue. Tak lama kemudian Darren dkk dateng.
"Eh ada neng Bianca" kata Aldo
"Ihiy gebetan baru lu bos?" Tanya Juna dengan nada yang menjijikan buat gue
"Ck, mulut lo" kata gue datar
"Yeee baru baru digoda dikit udah ngambek" kata Juna yang gue kacangin
"You still childish Rey" kata Bianca yang langsung ngacak-ngacak rambut gue dan seketika lapangan heboh ama teriakan
"Wes boss, fans lo pada ngamuk tu gegara lo sih Bi" kata Nathan
"Biarin" kata gue ama Bianca bersamaan
"Wes cocok dah tuh. Jadian sudah sana" kata Juna yang langsung gue tatap tajam
"Oiya lupa kan udah ada ibu boss Cathlyne" lanjut Juna
"Ketauan bu boss mati lo ditimbas" kata Aldo
"Iyaya untung dia masih di Italy. Mudah-mudahan dia lama disana jadi setan pencabut nyawa gue ilang" kata Juna yang membuat gue bediri trus langsung natap dia tajam
"Shut up you fucking mouth" kata gue trus langsung balik kelapangan karna entar lagi babak kedua dimulai
"Mampush lo. Orang bos maunya bu bos dateng cepat lu malah doain dia lama di sana. Dasar PAOK" Kata Nathan yang masih bisa gue denger.
Gue jadi keinget sana Cathlyne. Gimana dia sekarang? Apa jangan-jangan dia makin deket sama klien cowo nya itu. Ck, ndak lama gue susulin dia ke Italy.
Saat ini babak kedua sudah dimulai, gue pun berusaha keras buat nyetak point lagi. Sebenarnya ini gampang hanya saja entah kenapa pikiran gue selalu mendarat ke Cathlyne yang bikin gue gak fokus.
"Gak Gak Gak, gue gak akan biarin sekolah gue kalah" gumam gue.
Udah 20 menit dan score kita masih 12 sedangkan SMA Pelita Hati udah 15 point. Gue harus kejar mereka. Tapi entah kenapa badan gue kek udah lemah banget tapi sikon gak memungkinkan buat gue berenti. Gue berusaha buat nge-shoot tapi terus digagalin ama lawan.
Kali ini gue udah gak kuat akhirnya gue berenti sejenak gue rasa gue harus digantiin, gue gak tau apa yang terjadi ama tubuh gue. Gue bener-bener gak kuat, gue bisa denger mereka semua nyemangati gue tapi itu semua gak ngefek. Sekarang gue udah bejalan menepi kepinggir lapangan tapi.....
"REYYYYYYYYY"
Rey POV end
Author POV
"REYYYYYYYYY" Teriak seseorang pinggir lapangan, Rey tau ini bukan teriakan dari para penggemarnya yang sedari tadi berteriak. Rey pun menoleh kearah asal suara itu.
"Cathlyne?!" Gumam Rey dan seketika itu juga senyuman diwajah Rey mengembang yang membuat semua orang disitu histeris melihat senyuman yang jarang sekali Rey perlihatkan
Rey pun menangkap Cathlyne yang memberikan semangat dengan mulutnya yang membentuk kata "FIGHTING". Entah darimana tenaga itu berasal tapi saat ini Rey kembali bugar. Is this the power of Love?!
Rey pun kembali ke lapangan dan melanjutkan permainannya. Kali ini anggotanya pun tercengang dengan kapten tim basket mereka itu.
Yang kemarin-kemarin lemes kek mayat idup tiba-tiba jadi semangat banget hanya gara-gara teriakan dan kata Fighting dari seorang badgirl yang pasti semua orang dilapangan itu kenal. Jangan lupa kalau saat ini yang bertanding adalah sekolah Cathlyne dan mantan sekolah Cathlyne
Rey pun mencetak beberapa score yang membuat Michiavelly memimpin untuk saat ini. Dan serangan Rey membuat lawannya tak bisa berkutik.
Dan
PRITTTTTTTT
Pertandingan selesai dengan 18 point buat Mivhiavelly School dan 16 point untuk SMA Pelita Hati. Setelah pertandingan selesai, Rey pun menghampiri Cathlyne dan langsung memeluknya.
"I miss you more than anything" kata Rey seraya memeluk Cathlyen yang membuat senuanya heboh kalah-kalah karnaval di Brasil.
"So am i" kata Cathlyne yang membalas pelukan Rey. Setelah lama berpelukan akhirnya Rey pun menguraikan pelukannya
"Ish Rey. Liat deh badan aku kena keringat kamu semua" kata Cathlyne dengan raut kesalnya.
"E-eh sorry. Abisnya gak tahan mau peluk kamu" kata Rey
"Eh tunggu deh. Kita ngapain pake aku-kamu?" Tanya Cathlyne
"Biar nanti udah terbiasa" kata Rey lalu mengacak rambut Cathlyne yang lagi-lagi membuat 1 lapangan baper tapi tidak dengan 1 orang disitu.
"Ck, ngarep" celetuk Cathlyne yang membuat mereka terkekeh samapi akhirnya mata Rey menangkap keberadaan koper yang masih ada disebelah Cathlyne
"Kamu dari bandara langsung kesini?" Tanya Rey
"Iya. Habisnya aku takut entar sekolah ku kalah gegara joki nya gak fokus karna mikirin aku" kata Cathlyne dengan nada menggoda
"Shuttt. Jan kenceng-kenceng ntar ketauan" kata Rey berbisik yang membuat Cathlyne tertawa lepas.
"Gimana lebih enak disininkan bisa ketawa daripada disana sumpek gegara berkas" kata Rey
"Eumm, gak sih lebih enak disana karna ada klien cowo ku yang ganteng banget trus humoris lagi cocok buat jadi dad-" kata Cathkyne yang sengaja membuat Rey cemburu
"Sana balik" kata Rey dengan nada datarnya. Yap Rey nagmbek namun semua itu berakhir ketika Cahlyne memeluknya.
"I'm just kidding. You more handsome than him" kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum puas.
"I know it. Yaudah gue mau ganti baju dulu ya. Wait here" kata Rey yang diangguki oleh Cathlyne.
Setelah Rey pergi Cathlyne pun duduk dikursi dekatnya namun tiba-tiba dia merasakan ada air dingin mengguyurnya. Cathlyne pun langsung berdiri dan menatap orang yang mengguyurnya itu.
"Oh, ini yang namanya Cathlyne? Cewe yang ngaku-ngaku badgirl dan sok deket sama Rey?" Tanya cewe itu sinis
"Emang nya kenapa?!" Tanya Cathlyne dengan nada santainya
"Lo gak pantes jadi badgirl, pantes nya jadi jal*ng" kata cewe itu dengan senyuman yang membuat Cathlyne muak namun Cathlyne hanya mengangguk-angguk saja mendengar perkataan cewe itu.
"Eum, gue sih belum ada niatan buat pindah dari badgirl ke jal*ng. Tapi kalo suatu saat gue berpikir untuk jadi jal*ng, lo orang pertama yang gue hubungin karna gue pingin belajar langsung dari jal*ng kelas kakap kayak lo" kata Cathlyne dengan senyum miringnya.
"Eits tidak semudah itu ferguso. Ngapain main nampar-nampar bos gue?" Tanya Bara. Ya orang yang menahan tangan cewe itu adalah Bara.
"Lo siapa hah? Sok ikut campur urusan orang?" Tanya cewe itu ngegas
"Gue? Lo nanya sapa gue? Kayaknya lo harus nanya semua orang disini siapa gue? Dan kalo lo udah tau siapa gue mendingan lo jangan pernah muncul dihadapan gue." Kata Bara tegas dengan tatapan membunuhnya.
"Ck, kayaknya tu cewe simpenan lo ya makanya lo belain? Pantes sih kan dia murahan" kata Cewe itu.
"Murahan teriak murahan!" Teriak Diana dari belakang yang diikuti oleh Fiona dan Kirana
"Lo yang murahan! Deketin cowo orang kek jal*ng. Kenapa? minta disewa ama Rey lo?" kata Fiona tajam setajam silet.
"Biasa, cewe kurang belaian. Palingan habis ini ke club buat cari om-om buat muasin dia" kata Kirana dengan smirknya
"Tapi gue mikir deh. Cewe bentuk triplek kayak dia emang ada yang mau?" Tanya Bara melihat cewe itu dari atas kebawah meremehkan yang membuat Triple Na dan Cathlyne terkekeh
"Brengsek kalian semua" kata cewe itu yang udah kehabisan kata-kata.
"Mending lo pergi deh. Supaya lo cuma kehabisan kata-kata bukan kehabisan nyawa" kata Diana ngusir
"Ck, gue inget muka-muka kalian. Awas aja" kata Cewe itu yang berniat pergi namun ia kembali berhenti ketika mendengar seseorang memanggilnya dan ternyata itu Cathlyne
"Tunggu deh!" Kata Cathlyne yang membuatnya balik badan mengahadap Cathlyne
"Gue cuma mau bilang, begini aja udah banyak yang belain gue apalagi kalo lo banyak tingkah dan berusaha buat nyakitin gue, gue jamin lebih banyak orang yang belain gue. Dan gue saranin, sebelum tau gue lebih dalam mending lo mingkem deh daripada banyak bacot malah bikin hidup lo menderita." Kata Cathlyne yang hanya menerima tatapan tajam dari cewe itu lalu kembali melangkahkan kakinya untuk pergi. Namun Cathlyne langsung menarik bahunya kebelakang sehingga cewe itu berbalik badan
"Sakit anjing!" Umpat cewe itu.
"Gue juga mau bilang. Jangan salahin gue kalau habis ini hidup lo gak bakalan tenang karna lo udah salah milih lawan ok?! Good bye b*tch!" Kata Cathlyne lalu mendorong cewe itu untuk pergi menjauh. Setelah cewe itu pergi, Cathlyne pun balik keteman-temannya.
"Thanks guys. Tu cewe gilak kali ya udah ngatain gue jal*ng, murahan, trus disiram air lagi. Sapa sih tu cewe?!" Gerutu Cathlyne
"Dia Bianca, katanya sih sahabatnya Rey dari Belanda." Kata Kirana
"Udahlah. Yakin gue dia gak betah disini abis ini" kata Fiona yakin
"Ck, biarin aja lah. Lagian i'm here for u beb" kata Bara yang mendapat tatapan jijik dari cewe-cewe didepannya
"Santai dong tatapannya. Dan lo Cath, lo gak mau ngasih gue pelukan setelah balik dari Italy" kata Bara yang langsung menerima pelukan dari Cathlyne
"I miss you dear" kata Bara
"Tapi gue gak miss you" kata Cathlyne
"B*bi lo." Kata Bara sambil menguraikan pelukannya
"Mesra-mesraan mulu kalian. Kemarin di bandara cip*kan trus disini malah pelukan" kata Kirana
"Anjing! Cip*kan kata lu? Gue deketin aja dah mo dibunuh gue" kata Bara alay
"Alay lo. Klo lo deketin gue teus gue bunuh, trus gimana pas tadi pelukan bisa-bisa gue mutilasi lo" kata Cathkyne
"Sadis lo" kata Bara yang membuat mereka terkekeh
"Trus mana oleh-oleh kita" Tanya Diana
"Yahh. Lupa lagian kan gue cepet-cepet kesini buat nyemangati Rey. Lo pada liat kan keajabian teriakan gue." Kata Cathlyne sombong
"Yeuu, klo gitu mending lo gak usah balik supaya tim gue menang. Gak kasian lo ama mantan sekolah lo ini"kata Bara
"Mantan itu belakangan aja yang penting adalah yang sekarang" kata Cathlyne
"Au ah. Gue balik dulu, berabe ntar klo diliat Rey. Gud bye baby Amber" Kata Bara lalu mengecup dahi Cathlyne
"Modush"
"Bisa aja lo kaki semut"
"Belum mukhrim woi"
Begitulah kata-kata sindiran Triple Na untuk Bara
"Selagi Cathlyne gak protes kenapa tidak. Da ah gue balik ya. Nanti malam mampir ke basecamp ya ultah gue"
"Oiya. Gue lupa. Nanti gue kebasecamp deh" Kata Cathlyne
"Iya nanti kita ikutan" kata Kirana yang disetujui oleh Fiona & Diana
"Bye" kata Bara lalu pergi namun belum beberapa langkah Cathlyne sudah lebih dulu menahan tangan Bara. Lalu mengecup pipi Bara.
"Happy Birthday my Big Bear. Wish you all the best, love you brother" kata Cathlyne setelah mengecup pipi Bara.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang melihat dan memoto kejadian itu.
"Unchhh. So sweet banget sih lo, gue kira lo gak bakalan ucapin" kata Bara sambil menyubit pipi Cathlyne
"Sakit peak!" Kata Cathlyne setelah Bara menghentikan cubitannya
"Maap kali" kata Bara
"Lo pada gak ngucapin ke Bara?" Tanya Cathlyne pada Triple Na
"Kita udah ngucapin pagi tadi sebelum mereka tanding" kata Kirana yang diangguki oleh Fiona dan Diana
"Yah, berarti gue orang terakhir yang ngucapin lo" kata Cathlyne pada Bara
"It's okay, mau pertama atau terakhir itu gak ngaruh buat gue yang penting lo udah ngucapin" kata Bara.
"Ahhh, baper" kata Cathlyne
"Yaudah gue balik dulu ya. Bye!" Kata Bara alu oergi meninggalkan mereka.
"Cath, kenapa tadi lo telat?!" Tanya Kirana
"Sebe-"
"Cath, pulang?" Tanya Rey yang tiba-tiba dateng
"Iya deh. Aku capek soalnya"kata Cathlyne ke Rey.
"Tunggu deh. Kenapa baju kamu basah?" Tanya Rey
"Gegara Si Bi-"
"Gara-gara tadi aku gak sengaja nabrak orang bawa minuman jadinya gini deh" alibi Cathlyne
"Lain kali hati-hati okay?! Yaudah, biar aku aja yang bawa kopernya" kata Rey yabg diangguki oleh Cathlyne
"Eum Rey, kamu duluan ke mobil ya soalnya aku mo ngomong ama Triple Na dulu" kata Cathlyne yang diiyakan oleh Rey. Rey pun pergi duluan meninggalkan Cathlyne dan Triple Na.
"Aciee. Dan pake aku-kamu nihh, dah jadian yak?" Tanya Diana
"Belum jadian kali. Spontan aja pake aku-kamu klo ama Rey" kata Cathlyne
"Cie.... bunga-bunga cinta bermekaran" kata Fiona
"Au ah. Oh iya, nanti malam aja gue ceritain kenapa gue telat sampe sini sekalian gue juga mau anggota inti DeadScorpio tau sesuatu" kata Cathlyne
"Ishh, lo kah bikin gue penasaran" kata Kirana
"Hehe. Pokoknya nanti malam di basecamp DeadScorpio ok?! Gue tinggal dulu ok" kata Cathlyneyang diangguku oleh Triple Na.
Cathlyne pun meninggalkan Triple Na dan pergi ke parkiran dimana mobil Rey berada. Setelah melihat mobil Rey, Cahyne pun masuk kedalam mobil Rey.
"Sorry klo lama." Kata Cathlyne
"Gakpapa. Gimana perjalanan kamu kesini? Pasti capek ya?" Tanya Rey sambil menjalankan mobilnya
"Ya pastinya capek. Gimana gak capek coba, pertama meeting ampe siang trus lanjut beresin berkas ampe malam trus nandatangin kontrak sambil dinner ama cogan trus-"
"Ekhemm" yap, itu suara Rey. Mungkin kode.
"E-eh lupa. Maksud aku Dinner ama klien selesai langsung kebandara untuk berangkat ke Indo buat nyemangatin kamu" kata Cathlyne
"Maaf" kata Rey
"Hah? Maaf? Ngapain minta maaf coba?" Tanya Cathlyne
"Gara-gara aku, kamu harus capek-capek ke Indo" kata Rey
"Lah, gakpapa kali. Lagian kan aku juga yang mau." Kata Cathlyne
"Thanks My Cat" kata Rey
"Urwelcome CyCy" kata Cathlyne.