This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Cathlyne's Story



Author POV


"Hehe maap. Rey boleh minta sesuatu gak?!"


"Apa?!"


"Gue mau p-"


Ceklekk


"YAAMPUN CATHLYNEEEEE. KENAPA KAMU BISA KAYAK GINI?! APA YANG TERJADI?!" Tanya seseorang heboh yang baru saja masuk ke dalam ruangan Cathlyne.


Cathlyne yang melihat kehebohan orang itu hanya memutarkan bola matanya jengah.


"Apaan sih mom?! Mommy lebay deh, orang Cathlyne demam dikit doang." Kata Cathlyne. Ya orang itu adalah Elizabeth.


Elizabeth tau karna tadi Cathlyne yang memberi tahunya kalau Cathlyne berada di rumah sakit.


"Dikit doang?! Ampe di infus kamu bilang dikit?! Kenapa kamu bisa demam kek gini?!" Tanya Elizabeth


"Ini salah saya tante" bukan Cathlyne yang menjawab tapi Rey


"Rey? Maksud kamu ini salah kamu apa?"


"Iya tan. Saya yang nyebiarin Cathlyne man-"


"Gak mom, Cathlyne tadi tiba-tiba pingsan. Trus dibawa kerumah sakit sama Rey. Padahal Cathlyne gak ngapa-ngapain" kata Cathlyne yang memotong ucapan Rey.


"Apa itu benar Rey?!" Tanya Elizabeth pada Rey. Yang pun melihat Cathlyne yang mengangkat tangan nya memohon sebelum menjawab


"Bohong tante. Tadi Cathlyne mandi hujan lama banget gak mau berenti" kata Rey yang membuat Cathlyne mengendus kesal


"Astaga Cathlyneeee. Kamu ini sudah 16 taon. Badan aja gede tapi kelakuan masih kek bocah. Ngapain kamu mandi hujan kek anak kecil hah?!" Omel Elizabeth


"Cathlyne mandi hujan karna Cathlyne mau. Lagian Cathlyne mandi ujan karna bawaan hati" kata Cathlyne


"Bawaan hati?! Maksud kamu?!" Tanya mommy nya itu


"Iya. Cathlyne sedih makanya Cathlyne mandi ujan" kata Cathlyne


"Kenapa kamu sedih?! Siapa yang bikin kamu sedih?! Kasih tau mommy sekarang" kata Elizabeth


"Ini juga salah saya tante. Saya yang bikin Cathlyne sedih." Kata Rey lagi


"Enggak kok mom. Rey gak salah." Kata Cathlyne meyakinkan


"Ini salah gue Cath"


"Lo gak salah Reyyy"


"Gue salah"


"Lo ga-"


"STOPPP!!! Mommy pusing ngeliat kalian bedebat gak jelas kayak gini. Gini deh, Rey kamu jelasin kenapa kamu ngaku klo kamu yang salah." Kata Elizabeth.


"Tadi saya ngajak Cathlyne  kerumah saya tan" kata Rey


"Nah terus"


"Cathlyne ketemu sama mama saya"


"Terus?!"


"Cathlyne kenalan sama mama saya, dan ternyata mama saya gak asing sama mukanya Cathlyne."


"Terus?!"


"Terus terus aja sampe nabrak mom" bukan Rey yang ngomong tapi Cathlyne


"Shutt kamu diem aja. Mommy lagi ngomong ama Rey" kata Elizabeth


"Lanjut Rey" lanjut Elizabeth


"Mama Rey ternyata kenal Cathlyne. Mama bilang ke kita kalo mama pernah ketemu Cathyne diacara pertunangan Cathlyne"


"Hah?! Memangnya nama mama kamu siapa?!"


"Isabelle tante katanya temen-"


"Astagaaaa, Isabelle?! Dia mah temen Smp tante, udah lama banget gak ketemu sama dia. Terakhir pas di acara.....pertunangannya Cathlyne" kata Elizabeth semangat tapi tidak pada 2 kata terakhir.


"Maaf tante. Kalo Rey gak ajak Cathlhne kerumah pasti Cathlyne gak kek gini" kata Rey


"Rey gak salah. Lagian Rey kan gak tau kalo mamanya Rey kenal ama Cathlyne." Kata Elizabeth.


"Lagian Cathlyne gak nyalahin Rey kok, Cathlyne nya aja yang baperan." Kata Cathlyne nyambung.


"Tuh dengerkan. Jadi Rey gak usah merasa bersalah kek gitu"


"Iya, makasih tan." Kata Rey dengan senyum manis nya


"Dih, ke mommy aja senyumnya manis. Coba ke gue, senyumnya pait bet kalah-kalah pare" celetuk Cathlyne


"Suka-suka gue. Gue maunya senyum ke nyokap lo"


"Awas aja ya lo. Gue masih betah punya daddy Edgar, gue gak mau punya papa tiri lo" kata Cathlyne


"Cathlyne kamu apa-apaan sih. Lagian mommy gak cocok sama Rey, yang cocok sama Rey itu kamu" kata Elizabeth


"Untung mommy nyadar." Kata Cathlyne langsung memejamkan matanya untuk istirahat yang membuat Elizabeth dan Rey tersenyum


"Rey, tante mau ngomong sama kamu"


"Ngomong aja tante" kata Rey


"Gak disini. Kita keluar yuk"kata Elizbeth yang diangguki oleh Rey.


Mereka pun keluar dari ruangan Cathlyne lalu duduk di kursi pengunjung yang ada didepan ruangan Cathlyne.


"Tante mau ngomong apa?" Tanya Rey sopan.


"Tante gak nyangka kalo kamu anaknya Isabelle. Pantes anak yang cakep kayak gini mirip mama nya" kata Elizabeth basa-basi


"Makasih tan" kata Rey seraya tersenyum


"Sama-sama. To the point aja ya, tante mau minta tolong sama Rey boleh?!" Tanya Elizabeth


"Emangnya tante mau minta tolong apa?" Tanya Rey


"Tolong bantu Cathlyne move on dari masa lalu nya" Kata Elizabeth yang membuat Rey menyeritkan alisnya.


Elizabeth yang melihat itu pun mengerti kalau Rey belum ngeh dengan kata-katanya.


"Tante boleh cerita?" Tanya Elizabeth yang diangguki oleh Rey


"Cathlyne itu dulunya anak bandel sekali, dari smp dia sudah belajar balapan sampe akhirnya balapan menjadi hobinya. Tante dan om sempat menegur Cathlyne karna hobinya yang menurut kami berbahaya namun bukan Cathlyne kalo menurut.


Bukan hanya balapan, Cathlyne juga sudah mulai masuk ke club walaupun tante tau kalo Cathlyne gak minum minuman keras disitu. Cathlyne juga sering bolos sekolah demi shopping dan cat rambut.


Karna kelakuannya itu, tante sama om sepakat untuk menjodohkan Cathlyne dengan anak teman masa kecil tante yang ternyata adalah anak dari kolega om. Tante menjodohkan mereka agar setidaknya kelakuan nakal Cathlyne berkurang setelah menjalin rumah tangga. Nama cowo itu Leo. Awalnya mereka menentang mati-matian perjodohan ini, tapi akhirnya mereka terima dengan alasan tak ingin membuat orang tua mereka sedih.


Awalnya mereka saling benci karna perjodohan ini namun lama-kelamaan mereka jatuh cinta satu dengan yang lain. Bahkan rasa cinta mereka sangat dalam untuk pasangannya sampe-sampe mereka kemana-mana berduaaa terus." Kata Elizabeth lalu berhenti sesaat untuk menarik nafas dalam.


Namun entah kenapa, cerita itu membuat Rey merasakan hatinya panas terlebih mengetahui sebesar itu cinta mereka.


Elizabeth pun melanjutkan ceritanya


"Mereka pun bertunangan. Setelah pertunangan, mereka semakin dekat yang membuat kami para orang tua sangat bahagia. 1 tahun hubungan mereka sudah berjalan, mereka semakin dekat apalagi Leo yang mempunyai hobi yang sama yaitu balapan.


Namun hobi mereka itu yang membawa hubungan mereka ke ujung tanduk. Mereka mengikuti suatu lomba balapan, tante gak tau detailnya tapi balapan itu berhasil membuat Leo kecelakaan.


Leo pun dibawa kerumah sakit, namun ketika kami menjenguk Leo ternyata perawat bilang kalau Leo sudah meninggal dan dibawa pergi oleh keluarganya. Kami sudah sudah berusaha mencari keberadaan Leo, tapi tidak ada hasil.


Semenjak itu, Cathlyhe menjadi amburadul. Dia semakin nakal, setiap malam balapan, ke club untuk minun-minum, semakin sering bolos dan membuat keributan disekolahnya, mulai nge-vape, ngerokok bahkan tawuran


Tante sempat berfikir bahwa ini semua salah tante yang maksa untuk menjodohkan mereka, kalau saja mereka tak saling kenal pasti Cathlyne tak akan merasakan hati sakit yang sangat sakit ini." Kata Elizabeth yang tanpa ia sadari matanya sudah mengeluarkan cairan bening


"Ini bukan salah tante kok. Ini memang sudah jalan cerita cinta mereka" kata Rey menenangkan padahal saat ini dia merasakan perasaan yang menurut nya sangat aneh , entah perasaan apa itu.


"Om juga sempat bilang begitu. Kami sudah berusaha untuk merubah Cathlyne menjadi anak baik sedikit demi sedikit tapi semua itu sia-sia. Dia masih saja te-stuck dimasa lalu nya.


Seperti hari ini, dia diingatkan kembali kepada Leo yang membuat dia melakukan hal yang aneh-aneh. Tante mau tanya sama kamu Rey, sebelum tante datang apakah Cathlyne merokok?! Jujur" Kata Elizabeth


"Iya tan, Cathlyne sempat ngerokok satu batang tanpa Rey tau. Tapi tante gak usah khawatir, tadi Rey udah negur Cathlyne untuk gak ngerokok lagi" kata Rey yang membuat Elizabeth tersenyum.


"Rey, tante minta tolong supaya Rey mau membantu Cathlyne move on dari masa lalunya dan menjauhi hal yang aneh-aneh." Kata Elizabeth.


"Makasih ya Rey" kata Elizabeth


"Tante, Rey boleh tanya?" Tanya Rey


"Sure, anything" kata Elizabeth


"Tadi tante bilang kalau Cathlyne suka tawuran, emangnya Cathlyne punya geng?" Tanya Rey mengeluarkan rasa penasarannya sedari tadi


"Kamu belum tau?" Tanya Elizabeth yang mendapat gelengan dari Rey.


"Cathlyne memang punya geng, bahkan sekarang dia yang menjadi ketua geng itu. Geng yang awalnya diketuai oleh Leo tapi semenjak Leo pergi, Cathlyne yang gantiin posisi Leo." Kata Elizabeth.


"Apa nama geng ya tan?" Tanya Rey


"Nama geng nya itu De-"


"Halo tante, Rey. Maaf kita ganggu, kita boleh ketemu sama Cathlyne nya tante?!" Tanya Diana yang tiba-tiba datang dan memotong  ucapan Elizabeth yang membuat Rey kesal.


"Penganggu" kata Rey


"Ish santai dong" kata Fiona pada Rey


"Ya maap." Kata Kirana


"Udah-udah, yuk tante anterin" kata Elizabeth pada Triple Na.


"Nanti kita bahas lagi ya" kata Elizabeth pada Rey yang emnadapt anggukan dari Rey.


Elizabeth dan Triple Na sudah masuk keruangan Cathlyne sedangkan Rey masih bergulat dengan segala macam pemikirannya.


Didalam Triple Na mengomeli abis-abis Cathlyne yang dibantu oleh Elizabeth.


"Lo ini badan aja yang gede tapi otak lo kecil sekecil taik semut. Mikir dong, ngapain cobak main hujan kek bocah" omel Fiona


"Tau lo. Untung ada Rey baek mo nganterin lo, cobak kalo enggak." Lanjut Diana


"Makanya klo mau ngelakuin sesuatu itu mikir dulu. Jan asal aja, untung lo cuma pingsan, klo lo tidur selamanya kek apa" omel Kirana


"Bener tuh kata temen-temen kamu. Marahin aja tu si Cathlynenya, tante mau ke kamar mandi" Kata Elizabeth yang memanas-manasi


"Ishh, mommy mah gak asik" kata Cathlyne. Saat ini Cathlyne membutuhkan seseorang untuk menutup mulut sahabatnya ini.


Ceklek


"Ribut kalian" ucap orang itu dingin


"Lama banget sih lo! Nyabun lo?!" Ucap Cathlyne spontan yang membuat semuanya melotot kecuali Rey yang masih dengan tanpang dinginnya


"Mulut lo astagaaaaa. Malu gue"  kata Kirana


"Otak lo ngeres bet dah. Makanya gak usah ikut-ikutan Boni nonton dipojokan." Kata Fiona asal


"Enak aja lo ngomong" kata Cathlyne


"Ada apa ini?! Kok ribut sekali?!" Tanya Elizabeth yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ini tan, masa Cathlyne ngomong ka-" kata Diana yang langsung dipotong oleh Cathlyne


"Mommm. Cathlyne mau pulangggggggggg" rengek Cathlyne.


"Gak, kamu itu belum ada 5 jam dirumah sakit dah minta pulang" kata Elizabeth.


"Ishh. Cathlyne gak suka bau rumah sakit mommm" lagi-lagi Cathlyne merengek kek nak bayi


"Gak Cathlyne." Kata Elizabeth tegas


"Rey bantuin gue napa?!" Kata Cathlyne nyaring yang mambuat Rey mengangkat 1 alisnya


"Plisss, gue bakalan nurutin permintaan lo deh" kata Cathlyne dengan tatapan memohonnya.


"Anything?" Tanya Rey


"Anything. Promise" kata Cathlyne sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya membentuk v


"Ok. Gue ada 1 syarat" kata Rey


"Just say it" kata Cathlyne


"Beliin gue es krim" kata Rey.


"HAH?!" Teriak Triple Na dan Cathlyne bersamaan


"Itu doang?!" Tanya Cathlyne tak percaya yang diangguki oleh Rey


"Gilak lo. Syarat nya berkelas dong. Minta Lambo kek" kata Diana


"Rumah kek"


"Villa kek"


"Anak kek. Upz"


Semuanya menengok ke arah orang yang jauh lebih tua dari mereka semua, siapa lagi kalau bukan Elizabeth.


"Hahaha, santai aja kali muka kalian. Tante bercanda kok"


"Ishh mommy. Yakali Cathlyne ngasih Rey bocil. Klo anak kucing Cathlyne bisa kasih" kata Cathlyne


"Yayaya. Yaudah Mommy urus administrasinya dulu ok. Tapi kamu harus penuhi syarat Rey" kata Elizabeth yang diangguki oleh Cathlyne


Elizabeth pun keluar, namun sebelum itu dia menepuk 2 kali pundak Rey seraya senyum meyakinkan.


"Weh Fiona. Gue mintol dong." Kata Cathlyne


"Apaan?" Tanya Fiona


"Panggilin suster buat lepas infus gue" kata Cathlyne


"Enak bet lo nyuruh-nyuruh" katq Fiona


"Entar gue traktir deh" kata Cathlyne yang membuat Fiona tersenyum


"Yuk Na, temenin gue. Gue malu ketemu dokter ganteng" kata Fiona pada Kirana


"Idih najis. Yuadh ayok" kata Kirana


"Gue ikiuttttt" teriak Diana lalu mengikuti Kirana dan Fiona. Dan disini tersisa Rey dan Cathlyne.


"Umm, Rey besok gue sekolah ya?" Tanya Cathlyne


"Gak" jawab Rey singkat


"Lah, kenapa?!" Tanya Cathlyne keberatan


"Lo belum fit" kata Rey


"Ishh, orang udah sehat juga. Gakpapa yah?" Tanya cathlyne lagi.


"Huft, yakin?" Tanya Rey


"Yakin 99.99 persen" kata Cathlyne meyakinkan


"Serius?" Tanya Rey


"Iyaaa seriuss." Kata Cathlyne


"Jan serius-serius entar lo jatuh cinta ke gue" kata Rey


"Dih gak nyambung" kata Cathlyne padahal lagi menutupi saltingnya


"Iya gue tau gue gak nyambung. Makanya bantuin gue nyambung, nyambungin hati gue le hati lo" gombal Rey.


"Tutup mulut lo. Gombalan lo payah" kata Cathlyne


"Iya gue tau. Sangking payahnya sampe bikin pipi lo merah" kata Rey tersenyum


"Rey aneh, tol*l, gak jelas" kata Cathlyne sambil menutup muka nya dengan bantal


"Iya, i love you too" kata Rey lalu tertawa dan ternyata tawaan Rey nular yang membuat Cathlyne juga ikut tertawa.


Tanpa mereka sadari, ternyata ada seseorang yang mengintip kemesraan mereka.


"Tante tau kamu orang yang tepat."