
Author POV
Saat ini mereka sudah dipemakanan dan mereka sedang melihat jasad Leo yang perlahan tertutup tanah yang membuat tangis Cathlyne dan kedua orangtua Leo pecah. Sulit rasanya untuk menahan tangisannya.
Sedangkan Rey, dia dengan sabar menenangkan Cathlyne yang sedari tadi. Dia pun bisa merasakan kesedihan Dimata semua anggota DeadScorpio terlebih Bara, Daniel, Dylan, dan anggota inti yang lainnya.
Setelah jasad Leo benar-benar terkubur mereka pun merapalkan doa-doa untuk almarhum Leo.
Setelah selesai berdoa, mereka pun memutuskan untuk pulang dan membersihkan diri tapi tidak dengan Cathlyne.
"Cath,kita pulang ya" kata Elizabeth
"Mommy duluan aja sama yang lain, Cathlyne masih mau disini" kata Cathlyne yang masih jongkok disebelah makam Leo
"Tapi kamu harus istirahat sayang" kata Elizabeth
"Iya Cath, kita istirahat di rumah Leo aja dulu"kata Bara
"Bener, Lo harus istirahat. Lo terlalu banyak nangis" kata Daniel
"Gak. Cathlyne masih mau disini. Please give me a few more minutes." Kata Cathlyne yang membuat mereka menghela nafas lalu mengiyakan permintaan Cathlyne
"Biar Rey aja yang jagain Cathlyne mom"kata Rey yang diangguki oleh Elizabeth. Mereka pun pergi dan meninggalkan Rey dan Cathlyne yang masih berjongkok disebelah makam Leo.
Dengan air mata yang masih mengalir, Cathlyne mengusap tanah kuburan yang terdapat Bunga segar disana.
"Hiks, gue minta maaf hiks gue seharusnya bisa nyelamatin Lo Le, tapi hiks gue bodoh gue gak bisa ngelakuin apa-apa hiks. Maaf" kata Cathlyne.
Rey yang melihat itu pun ada rasa cemburu. Segitu sedihnya Cathlyne ditinggal Leo?! Pikir Rey
Rey pun ikut berjongkok dan memeluk Cathlyne dari samping dengan tangan yang dengan setia mengusap rambut nya.
"Jangan nangis lagi. Sekarang kita harus penuhi permintaan terakhir Leo. Dan aku mau mulai ngelakuin itu, jadi kamu jangan sedih lagi ya?!" Kata Rey
"Rey, gue takut" kata Cathlyne
"Takut? Kenapa?" Tanya Rey
"Aku takut aku bakalan kehilangan kamu lagi" kata Cathlyne
"Hey, look at me" kata Rey yang membuat Cathlyne menatap matanya.
"Jangan pernah berfikir kalo aku bakalan ninggalin kamu karna aku gak bakalan mau dan gak bakalan pernah ninggalin kamu" kata Rey
"Makasih, maaf" kata Cathlyne
"Kenapa minta maaf?" Tanya Rey
"Aku minta maaf karna aku sudah pernah mukul bahkan hin- mphhhh"
Ya. Rey membungkam mulut Cathlyne dengan bibirnya dan sedikit **********. Setelah beberapa menit Rey melepaskan ciumannya lalu mengusap bibir Cathlyne dengan ibu jarinya.
"Jangan diungkit lagi, okay sayang?!" Tanya Rey yang membuatnya Cathlyne blushing.
"Ekhem, k-kamu ngapain coba nyium aku?! Mana pake sayang-sayangan lagi. Tau kondisi dong, ini kan kuburan" omel Cathlyne
"Aku lebih suka kamu yang cerewet daripada kamu yang cengeng" kata Rey lalu kembali memeluk Cathlyne
"Rey, can't i say something crazy?"
"What?"
"I love you" kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum
"Can i say something crazier?"
"Say it"
"I love you too" kata Rey yang membuat Cathlyne tersaypu
Mereka pun saling tatap menyalurkan rasa cinta mereka. Mungkin ini sedikit alay,tapi itulah yang terjadi.
Tapi tak lama kemudian rintik hujan menghentikan acara saling tatap mereka.
"Cath, ini hujan. Kita pulang yuk" kata Rey
"Okay" kata Cathlyne lalu berpamitan dengan Leo, mereka pun berjalan keluar dari kuburan. Namun belum sampai mobil,hujan sudah keburu menjadi deras sehingga membuat baju mereka basah.
Rey pun berlari sedikit agar lebih cepat sampai ke mobil namun berbeda dengan Cathlyne, di semakin memperlambat langkahnya.
"Hey,come on" kata Rey yang sudah berada disebelah mobil
"Wait. I want to enjoy this rain for a while" kata Cathlyne yang membuat Rey menghembuskan nafasnya lalu ngehampiri Cathlyne
"Nanti kamu sakit loh" kata Rey agak berteriak karna hujan yang sangat deras
"I don't care" kata Cathlyne lalu merentangkan kedua tangannya dan mulai menikmati air hujan yang turun di wajahnya.
Rey yang melihat itu pun tersenyum, dia sangat bahagia melihat senyum Cathlyne yang sangat tulus hanya karna hujan.
Rey pun mendekatkan tubuhnya pada Cathlyne dan tangannya terulur untuk mengusap wajah Cathlyne menghilangkan air tetesan hujan diwajah Cathlyne.
"Gak guna Rey" kata Cathlyne yang melihat Rey terus-terusan mengusap wajahnya
"Yes i know." Kata Rey lalu terkekeh. Dia pun mendekatkan wajahnya ke wajah Cathlyne lalu mencium bibir indah Cathlyne. Tangannya terulur untuk menahan tengkuk Cathlyne agar memperdalam ciuman mereka.
Cathlyne pun membalas ciuman Rey. Mereka pun saling ******* dan menyesap bibir pasangannya. Setelah beberapa menit akhirnya mereka pun menyudahi aksi mereka.
"What are doing?!" Tanya Cathlyne kesal bercampur malu
"Kiss you" kata Rey
"CK, whatever" kata Cathlyne
"Sekarang kita pulang ya?! Aku gak mau kamu sakit lagi gara-gara mandi hujan" kata Rey
"Okay" kata Cathlyne lalu mengikuti Rey masuk kedalam mobilnya. Mereka pun membelah kota Jakarta untuk sampai ditujuan mereka yaitu rumah.
Saat ini mereka sudah sampai dirumah Rey karna Cathlyne tidak mau pulang kerumah Leo sedangkan seluruh keluarganya ada dirumah Leo .
"Ma, Rey pulang" teriak Rey yang membuat Isabelle datang menghampiri mereka
"Hai, eh ada Cathlyne. Kok kalian basah kuyup gini sih?" Tanya Isabelle
"Tadi kita kena hujan ma" jawab Rey
"Oh gitu,yaudah Rey ganti baju trus Cathlyne pinjem baju Tante aja lagian klo diliat liat body kita hampir mirip Cath" kata Isabelle
"Iya, makasih Tan" kata Cathlyne lalu tersenyum.
"Yaudah, kalo gitu Rey naik dulu ya ma" kata Rey lalu naik kekamarnya setelah mendapat anggukan dari Isabelle.
Cathlyne pun mengikuti Isabelle, mereka pun masuk ke kamar Isabelle dan memilih baju untuk Cathlyne sesekali menceritakan masa kecil Rey yang membuat Cathlyne tertawa bahkan terharu.
Setelah memilih baju, Cathlyne pun meminjam kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
Isabelle pun turun kebawah dan melihat Rey yang sudah siap dengan baju keringnya. Isabelle pun menghampiri Rey.
"Kenapa mata Cathlyne bengkak?" Tanya Isabelle
"Leo meninggal ma" kata Rey
"Hah? Leo? Tunangan Cathlyne itu?" Tanya Isabelle
"Iya,dan dia nyuruh Rey buat gantiin dia jagain Cathlyne" kata Rey
"Kok gitu?" Tanya Isabelle dan Rey pun menceritakan semuanya
"Dia udah percaya sama kamu dan ini saat nya untuk kamu buktiin ke Leo kalo kamu emang pantas" kata Isabelle
"Makasih ma" kata Rey. Tak lama kemudian akhirnya Cathlyne pun turun dan duduk di samping Rey.
"Makasih bajunya Tan" kata Cathlyne pada Isabelle
"Panggil mama aja sayang"kata Isabelle
"Owh, thanks m-ma" kata Cathlyne
"Iya sama-sama. Oh iya,bentar lagi papanya Rey datang,nanti Tante kenalin ya ke papa nya Rey?!" Kata Isabelle
"I-iya ma" kata Cathlyne
"Iya,katanya dia lagi mau ngurusin sesuatu disini" kata Isabelle
"Owh, pantesan" kata Rey
TingTong
"Nah itu kayak nya papa sudah Dateng" kata Isabelle
"Rey bukain ya ma" kata Rey yang mendapat gelengan dari Isabelle
"Gak usah biar mama aja,kamu temenin Cathlyne disini" kata Isabelle
"Yaudah" kata Rey. Isabelle pun berdiri dan pergi membukakan pintu.
"Hey, kamu kenapa?" Tanya Rey saat melihat wajah gelisah Cathlyne.
"Perasaan aku gak enak" kata Cathlyne
"Karna papa aku?" Tanya Rey
"I don't know" kata Cathlyne yang mendapat kecupan di dahi nya.
"Just relax, okay?!" Kata Rey yabg membuat Cathlyne mengangguk
"Ekhem! Bagus ya udah main kecup-kecup aja!" Kata papa Rey yang sudah berdiri bersama Isabelle.
"E-eh om. Maaf om" kata Cathlyne
"Yang seharusnya yang minta maaf itu si berandalan satu ini" kata papa Rey sembari menjewer kuping Rey yang membuat Rey meringis.
"Udah-udah pa" kata Isabelle yang membuat suaminya itu menghentikan aksi menjewenya.
"Papa jahat" kata Rey setelah papanya itu melepas jewerannya
"Siapa suruh asal main sosor anak orang" kata papa Rey
"Biarin" kata Rey
"Ck, oh iya. Nama kamu siapa?" Tanya papa Rey pada Cathlyne
"Cathlyne om" kata Cathlyne
"Oh begitu. Panggil papa aja supaya sama kayak anak nakal itu. Jadi kamu pacarnya Rey?" Tanya papa Rey
"Ehm gimana ya p-pa?! Cathlyne juga gak tau, belum ada status" kata Cathlyne
"Hah?! Jadi kalian belum official?" Tanya papa Rey
"Belum sih pa hehe" kata Cathlyne sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Dasar anak bandel. Masa cewe secantik Cathlyne kamu gantung?!" Kata papa Rey
"Semua itu butuh proses" kata Rey tenang
"Cih,alesan" kata papa Rey yang membuat Cathlyne terkekeh, rupanya papa Rey tidak semenakutkan yang dia pikirkan. Namun tetap saja ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Entahlah, dia juga tidak mengerti
"Sudah, mending kita makan malam dulu" kata Isabelle menengahi.
"Baiklah. Cathlyne, mari ikut kita makan malam" kata papa Rey
"Iya, sekalian aja" kata Isabelle
"Baik pa ma" kata Cathlyne lembut
"CK, sudah keliatan. Mama papa lebih sayang ke menantu dari pada ke anak sendiri" kata Rey
"Lah?! Baru tau?" Tanya Isabelle dan suaminya bersama yang membuat Rye mendengus kesal.
Sedangkan Cathlyne hanya diam blushing mendengar kata 'menantu'. Apakah Rey beneran mo jadiin gue istrinya? Pikir Cathlyne.
Mereka pun makan bersama tak jarang mereka bercerita terlebih cerita tentang kenakalan Rey dulu waktu kecil yang membuat Cathlyne tertawa sedangkan Rey menggerutu kesal.
"Oh iya gimana sekolah kalian?" Tanya papa Rey
"Baik pa" kata Rey
"Baik kok pa" kata Cathlyne
"Bagus deh. Oh iya ngomongin tentang sekolah, nanti papa mau lusa Rey nerusin sekolah di USA sekalian ngurusin perusahaan papa disana"
DEG
Cathlyne pun hanya terdiam mendengar itu, dia tidak tau harus melakukan apa? Haruskan dia menerima kenyataan bahwa Rey akan pergi meninggalkan nya padahal dia baru kehilangan Leo? Sungguh Cathlyne ingin menangis sekarang.
"Uhuk Uhuk. Apa?! USA?" Tanya Rey
"Iya, USA. Emang kenapa? Bukannya kamu mau banget pergi ke sana?" Tanya papa Rey
"Itu dulu tapi sekarang Rey mau tetep di Indonesia"kata Rey sesekali melirik Cathlyne yang hanya menunduk.
"Tapi kali ini harus karna perusahaan papa yang USA gak ada yang control sedangkan papa harus ngurusin perusahaan yang di Indonesia karna ada masalah kalo papa terus di USA, kemungkinan besar perusahaan papa yang di Indonesia bakalan bangkrut. Tenang aja,sekolahnya dan apartemen kamu udah papa siapin" kata papa Rey
"Loh? Papa udah siapin semua? Tanpa Rey tau?" Tanya Rey
"Ya. Karna papa mau kamu segera pergi kesana" kata papa Rey
"Apa itu gak terlalu cepat pa?" Tanya Isabelle
"Enggak ma, lagian disana semua kebutuhan Rey sudah ada" kata papa Rey.
"Tapi pa-"
"Eum, ma pa. Cathlyne pamit pulang dulu ya. Maaf kalo gak sopan,tapi Cathlyne gak mau mommy khawatir"kata Cathlyne sambil berdiri
"Tapi ini masih hujan loh nak" kata Isabelle
"Iya,nanti suruh Rey yang menghubungi orang tua kamu" kata papa Rey
"Gak usah ma pa. Lagian Cathlyne gak enak terlalu lama disini" kata Cathlyne
"Huft, kalo gitu biar Rey yang anter" kata papa Rey
"Iya,nanti Rey anter pake mobil supaya gak kehujanan" kata Isabelle
"E-eh gak usah ma pa. Cathlyne bisa sendiri. Kasian Rey udah capek" kata Cathlyne
"Yaudah. Kamu hati-hati ya" kata Isabelle. Cathlyne pun mengiyakan perkataan Isabelle lalu pergi meninggalkan meja makan namun belum 2 langkah, suara Rey terlebih dahulu menghentikan langkahnya
"Aku yang antar" kata Rey sambil berdiri
"Gak usah" kata Cathlyne
"Gak ada penolakan" kata Rey lalu menarik tangan Cathlyne keluar meninggalkan kedua orangtuanya yang menatap mereka dengan senyuman padahal mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Rey pun membukakan pintu mobilnya untuk Cathlyne tapi Cathlyne sama sekali tidak berminat untuk masuk.
"Masuk Cath" suruh Rey
"Aku pulang sendiri" kata Cathlyne lalu pergi meninggalkannya Rey. Rey pun yang melihat itu pun langsung menghampiri Cathlyne yang berjalan mencari taksi yang membuatnya kembali basah kuyup karna ini masih hujan.
"Stop" kata Rey sembari menahan tangan Cathlyne
"Maaf aku ingkar janji" kata Rey lalu menarik Cathlyne kedalam pelukannya.
"Hiks, kamu jahat. Katanya kamu gak bakalan pergi hiks tapi kamu harus pergi ke USA hiks. Mana janji kamu hiks, aku gak mau kamu pergi. Hiks aku takut"kata Cathlyne sanhil memukul dada Rey
"Kenapa takut?" Tanya Rey
"Aku takut kamu pergi ke USA trus pas Dateng kamu pergi lagi kayak Leo hiks aku gak mau" kata Cathlyne
"Jangan nangis okay? Aku gak bakalan ninggalin kamu kayak Leo, aku pergi mungkin cuma sebentar itupun buat mempersiapkan diri aku supaya bisa bahagiain kamu" kata Rey
"Gak mau. Aku gak mau kamu pergi. Kamu disini itu aja udah bikin aku bahagia Rey hiks" kata Cathlyne
"Cath, aku juga gak mau pergi tap-"
"Serah Rey! Kalo kamu memang mau ke USA aku gak bisa maksa. Sekarang pilihan Lo cuma 1. Tetap disini dan Lo akan terus sama gue atau Lo pergi dan kita gak bakalan ketemu lagi" kata Cathlyne lalu pergi meninggalkan Rey yabg mengacak rambutnya frustasi.
"Cobaan apa lagi ini?!" Batin Rey