
Author POV
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya Cathlyne sampai di Mansion miliknya di Italy. Saat ini di Italy sudah pukul 8 malam yang berarti di Indonesia pukul 1 malam.
Saat ini Cathlyne sedang membereskan semua pakaiannya. Setelah memebereskan pakaiannya, Cathlyne bergegas mandi.
Cathlyne pun turun untuk mengambil makan malamnya karna saat ini dia sedang ingin makan dikamarnya saja, setelah mengambil makanannya dia pun langusng naik kekamarnya. Cathyne saat ini sedang mengambil hpnya dan nge-vc seseorang.
TutttTutttTuttt
Akhirnya layar ponsel Cathlyne memperlihatkan wajah-wajah yang tidak asing. Saat ini Cathlyne sedang menelpon Bara dan terlihatlah muka anak-anak DeadScorpio.
^^^"Halo Kalian!"^^^
"Hi Cathlyne. Gimana keadaan
lo disana?" Bara
"Halo Cathlyne" kata anggota
DeadScorpio yang lainnya
^^^"Baik banget. Kalian masih^^^
^^^di basecamp?" Tanya Cathlyne^^^
"Iya, kita masih ngumpul soalnya
baru aja selese nyerang" kata Darren
^^^"Wanjir. Siapa yang kalian serang?"^^^
"Itu tu anak mami" kata Bara
^^^"Maniaks maksud lo?"^^^
"Iya, mereka nantangin kita kemarin. Yaudah kita jabanin" kata Rian
^^^"Wah, kok kalian gak bilang klo^^^
^^^mereka nantangin?! Kan gue bisa tunda^^^
^^^pergi ke Italy klo tau. Menang gak?" Kata Cathlyne^^^
"Ck, ya pasti menang lah. sudahlah.Ntar juga lo yang mimpin Klo ada tawuran lagi." Kata Bara
"Oiyaa. Ceritain gimana lo
ama gebetan lo" kata Dylan
"Bener, gue kepo nj*r. Lo mo rebut
Posisi DarkLion pake
cara deketin ketuanya?" Tanya Rico
^^^"Enak aja. Gue gak sekotor itu ya?!^^^
^^^Gue aja bru tau klo dia ketua DarkLion"^^^
"Trus lo gak mau kasih tau klo lo
Ketua DeadScorpio?!" Tanya Dylan
"Iya, ntar lo disangka
penguntit lagi" Kata Darren
^^^"Ya, intinya gue belum mo kasih^^^
^^^Tau dulu. Gue takut dia mikir klo^^^
^^^Gue deketin dia buat ngambil posisi mereka"^^^
"Terserah lo dah. Tapi sampe kapan lo Mo sembunyiin semua" tanya Bara
^^^"Ya gue juga ngak tau. Tunggu^^^
^^^waktu yangTepat aja."^^^
"Yaudah. Kita cuma bisa
dukung lo" kata Bara
^^^"Yaudah, gue tutup dulu ya soalnya^^^
^^^Gue mo istirahat lagian disana juga sudah^^^
^^^Jam set 2 kan"^^^
"Iya. Lo hati-hati ya" kata Bara
"Cathlyne jan lupa oleh-oleh
buat gue yak" kata Rian
"Cath, gue nitip coklat dong
buat gebetan gue" kata Darren
"Yeu, enak bet idup lo. Modal
dikit napa" Kata Rico
"Lah, klo Cathlyne nya mau
kenapa tidak" kata Darren tak terima
^^^"Iyaiya. Ntar gue beliin oleh-oleh deh.^^^
^^^Eh bilangin ke Rico tu, jan minum terus^^^
^^^Trus klo mo tawuran bilang ke gue dulu. "^^^
"Siap boss. Yaudah gue tutup
dulu ya" kata Bara
^^^Okay. Langsung pulang ya^^^
"Ok, take care"
TuttTutttTutt
Panggilan mereka pun terputus. Saat ini Cathlyne senang sekali karna bisa melihat wajah-wajah anggota nya, sisi lain....
Saat ini Rey sedang frustasi karna dia belum bisa menghubungi Cathlyne.
Yang pertama, tidak aktif. Rey berfikir bahwa Cathlyne masih dipesawat
Yang kedua, berdering namun tidak diangkat. Kali ini Rey berfikir bahwa Cathlyne sedang istirahat
Yang ketiga, Rey berusaha nge-vc Cathlyne tapi bukannya melihat wajah Cathlyne malah dia melihat tulisan
...My Cat🐈 sedang berada di panggilan lain....
Deggg.
Pikiran Rey sudah melayang kemana-mana.
Cathlyne sedang nelfon siapa?
Apakah mommy nya? Kakaknya? Ato cowo lain?
Siapa yang dia telfon subuh-subuh kek gini?
Begitu lah kira-kira pemikiran Rey saat ini namun pemikiran itu buyar ketika dering hp berbunyi.
Rey pun cepat-cepat melihat ponselnya dan benar yang menelfon adalah Cathlyne. Rey pun mengangkat panggilan itu
"Halo Reyyyyy" seru Cathlyne saat melihat wajah Rey
^^^Tadi nelfon siapa?^^^
Hah? Oh, tadi gue nelfon
mommy, iya mommy
^^^Gue kira lo nelfon cowo lain^^^
Hahaha, ada-ada aja lo
(Bisa dipastikan klo itu tawa akward
Karna menutupi kebohongannya)
^^^Lo udah makan?^^^
Ini baru mau makan
( kata Cathlyne sambil menunjukan piringnya)
^^^Sebelum makan, makan^^^
^^^obatnya dulu. DIKUNYAH.^^^
a-anu,i-itu gue lupa bawa
^^^Bohong! Cepet makan^^^
Obatnya keting-
Okay. Nih gue minum
Cathlyne pun mengambil obatnya ditas lalu mengunyahnya sehingga membuat Rey tersenyum.
^^^Yaudah makan sana.^^^
Okay, gue matiin ya
^^^Jangan. Gue mau liat lo^^^
^^^Makan sampe habis.^^^
Cathlyne pun hanya mengangguk lalu memakan makanannya sampe habis.
^^^Sekarang minum obat dan vitaminnya^^^
Iya pak dokter
Kata Cathlyne lalu meminum obat dan vitaminnya
Sudah kan?!
^^^Bagus. Yaudah gue tutup dulu ya.^^^
^^^Lo langsung istirahat, disana kan udah malam^^^
Lo juga lah. Disana kan sudah subuh
^^^Iyaiya. GoodNight my Cat.^^^
Gud night too
TuttTuttTutt
Rey pun menaruh hpnya diatas nakas sebelah kasurnya lalu mengistrahatkan tubuhnya.
Author POV end
...》♡♡♡♡♡♡♡♡♡《...
Cathlyne POV
Di Italy sudah pukul 09.34 dan gue sudah berada di kantor gue. Gue sudah sampai dari jam 8 pagi tadi dan pas gue masuk kantor gue disambut oleh seluruh karyawan. Jujur gue ngerasa wow saat diperlakukan kek gitu.
Gue pun diantar oleh asisten gue untuk melihat-lihat seluruh isi kantor ini karna ini baru kali ke-2 gue ke kantor ini yang pertama pada saat pembukaan kantor ini.
Saat ini gue sudah berada dikantor khusus CEO. Gue pun membereskan beberapa berkas-berkas dimeja nya.
TokTokTok
"Masuk" teriak gue dari dalam. Dan tak beberapa lama, pintu itu terbuka dan masuklah asisten gue, Edeline
"Excuse me Ms.Amber. Saya ingin memberikan berkas-berkas yang harus Ms.Amber tanda tangani." Kata nya sambil memberikan gue setumpuk berkas.
Fyi, asisten gue ini orang Italy asli hanya saja di menguasai 4 bahasa yaitu, Italy, France, Indonesia & Inggris.
"Wow, banyak juga yak. Eum, apa saja jadwal saya hari ini?" kata gue yang ngeliat tumpukan berkas itu.
"Tidak banyak. Ms.Amber hanya perlu menandatangangi berkas-berkas ini dan nanti sebelum makan siang ada pertemuan dengan pak Daniel dan wakil presdir perusahaan yang telah membantu perusahaan kita" kata Edeline
"Hanya itu saja? Tidak ada pertemuan dengan para kolega saya gitu?" Tanya gue
"Sejauh ini belum ada, karna mungkn mereka belum mengetahui kedatangan anda di Italy" kata Edeline
"Ok, kamu bisa keluar" kata gue yang diangguki oleh Edeline. Setelah dia keluar, gue langsung mulai untuk membaca berkas dan menandatanganinnya.
Saat ini gue mulai menikmati peran menjadi CEO. Mungkin untuk di usia gue ini adalah tugas yang sulit tapi ini harus gue lakuin toh buat masa depan gue juga.
TokTokTok
"Get in!" Teriak gue tanpa mengalihkan pandangan gue dari berkas yang gue baca
"Permisi Ms, ini saatnya anda menemui pak Daniel dan Wakil Presdir perusahaan yang telah membantu kita itu" kata Edeline
Gue yang denger itu pun langsung melihat ke arah jam tangan yang melingkar ditangan gue. Dan ternyata ini sudah menunjukan pukul 11.00 yang berarti gue harus nemuin Daniel.
"Ok, dimana saya bisa bertemu mereka?!" Tanya gue
"Kita akan bertemu di ruang meeting" kata Edeline
"Baiklah. Ayok" Kata gue yang langsung memakai jas yang sempet gue lepas tadi lalu berjalan ke ruang meeting
Saat ini gue sudah berada didean pintu ruang meeting, gue berenti sebentar lalu menark nafas dalam.
"Ayok Cathlyne, ini pertemuan pertama lo sebagai CEO. Semangat" monolog gue.
Edeline pun membuka pintu ruang meeting dan gue pun masuk. Gue pun sudah melihat Daniel dan seorang pria yang menurut gue seumuran sama kita.
Gue pun menghampiri mereka dan kami pun berjabat tangan. Kali ini gue sama Daniel bersikap profesional.
"Nice to meet you" kata cowo itu sambil menjabat tangan gue
"Nice to meet you too" kata Gue
"Amber, kenalin ini Zain Antonio Wijaya , Wakil Presdir dari perusahaan yang sudah membantu kita kemarin. Dia orang Indonesia juga dan di juga seumuran kita" Kata Daniel
"Saya Princess Amberly Cathlyne Constantine. Anda bisa panggil Amber atau Cathlyne. Saya sempet beranggapan anda seumuran dengan kami dan ternyata benar. Silakan duduk" Kata Cathlyne sambl duduk ditempatnya.
"Bisakah kita pake lo-gue aja? Karna menurut saya, kalo menggunakan saya-anda terlalu formal untuk seumuran kita" kata Zain
"Ya, menurut gue juga begitu. Lagian gue klo pake saya serasa akward banget"kata gue yang disetujui oleh Daniel
"Okay, mari kita memulai meetingnya." Kata gue sambil mengambil kertas yang berisi informasi perusahaan Zain.
"Silakan dimulai" kata Zain mempersilakan
"Sebelumnya gue ingin mengucapkan terima kasih pada......
Gue pun melihat kertasnya untuk mencari nama perusahaan mereka.
"Anderson Coperation?!" Kata gue dengan nada bingung.
Apakah Anderson yang dimaksud adalah keluarga Anderson......
No, Anderson ada banyak didunia ini. Gue harus positive thingking
"Ekehm, gue sangat berterima kasih dengan Anderson Coperation karna sudah mau membantu kami, disini bla bla bla bla." Kata gue dan kali ini gue yang mimpin meeting ini.
Sudah 1 jam kita melakukan meeting dan akhirnya selesa juga. Kita pun berdiri lalu berjabat tangan untuk mengakhiri pertemuan kami.
"Gue harap kita bisa bertemu lagi. Gue yakin CEO gue bakalan seneng banget bisa ketemu lo" kata Zain
"Gue juga yakin klo gue bakalan seneng banget bisa ketemu CEO kalian" kata gue
"Gue yakin lo bakalan kaget plus plus plus klo ketemu CEO mereka" kata Daniel yang bikin gue penarasan.
"Emang dia kemana sampe harus lo yang dateng hari ini" kata gue ke Zain dan gue liat raut muka nya kek berubah gitu gak tau deh kenapa
"Mungkin dia belum siap buat ketemu CEO cantek" kata Daniel yang bikin kita bertiga ketawa
"Tidak-tidak, dia saat ini sedang banyak pekerjaan. Apalagi dia harus mengurusi cabang di London dan di Italy segaligus. Belum lagi perusahaannya yang ada di Indonesia dan di Jerman" kata Zain
"Wahh. Pasti sibuk banget yak. Gue aja yang ngurus perusahaan 2 cabang aja dah kelabakan apalagi dia yang punya 4 cabang. Gue jadi ngebet pingin ketemu dia" kata gue
"Kalo takdir menyetujui, pasti kalian akan bertemu lagi" kata Zain
"Lagi?" Gumam gue
"Kalau begitu saya permisi dulu. Senang bekerja sama dengan kalian" kata Zain lalu kita berjabat tangan sebelum Zain pergi.
"Gilakkk. Gue pangling ama lo. Amber yang didepan gue bukan Amber si badgirl tapi Amber si CEO" Kata Daniel setelah Zain pergi
"Gimana udah cocok belum?" Tanya gue sambil naik turuinin alis gue
"Najong. Trus sampe kapan lo disini?" Tanya Daniel
"Tergantung. Klo gue betah gue disini. Klo enggak ya balik" kata Gue santai sambil jalan balik ke ruangan gue
"Yeuu, CEO mah bebas" kata Daniel
"Lah, lu kan juga CEO bambank." Kata gue yang bikin Daniel cuma nyengir gak jelas
"Trus kapan rencana lo balik?" Tanya gue
"Gak tau deh. Mungkin sampe perusahaan udah kondusif" kata Daniel
"Anj*r kata-kata lo. CEO emang beda" kata Gue
"Ya dong. Calon orang kaya no 1 ini" kata Daniel membanggakan diri
"Anj*r, sok lo" kata gue yang bikin dia ketawa kek orang sinting.
Cathlyne POV end
Author POV
Saat ini Cathlyne dan Daniel sedang membahas tentang perusahaan kadang diselingi gibah-gibah manja. Mereka sudah larut dalam obrolan mereka.
Disisi lain, seseorang sedang menelfon temannya.
"Gimana keadaannya?" Tanya orang disebrang sana
"Lebih baik dari sebelumnya" kata unknow
"Bagus lah. Gue harap dia terbiasa dengan ketidakadaannya gue"
"Gue rasa dia gak bisa ngelupain lo" kata unknow
"Gue juga gak bisa ngelupain dia"