
Author POV
"CATHLYNE GAS GUE ABIS GARA GARA LO KAMBINK!"
"GUE KAN JUGA MASAKIN ANAK LO AMA LAKI LO!
"TAPI LO GAK KASIH MAKAN GUE GUNDUL!"
"SALAH SENDIRI LO NGEBO"
"SIALAN LO CATHLYNE!"
"Dih! Noh bini lo tuh, sana gih temenin nyari gas. Elpiji 3 kg susah dicari lho"Kata Cathlyne pada Vino yang duduk di ruang tengah bersama Eric, Leo dan Cia.
"Ck, gue gak pake gas elpiji 3 kg njim! Buta lo?!" Kata Vino kesal. Sudah cukup seharian ini kupingnya sakit karna perdebatan sang istri dan cewe yang sialnya sahabatnya dari kecil.
"Ya santai dong, ngegas bae" Kata Cathlyne lalu memakan kripik yang Fiona beli setelah menjemput anak anak.
"Mama, tenapa tante piona kaya beluang galak? Teliak teliak telus" Dumel Cia pada sang mama. Vino dan dan Cathlyne yang mendengar itu pun ngakak sendiri, ingat! perkataan anak kecil itu jujur.
"Mama juga gak tau Ci, lagi kesurupan jin tomang kali" Kata Cathlyne dengan sisa sia tawanya.
"Jin? Jin itu yang kayak di plincess aladin kah ma?"
"Aladin itu pangeran Ci bukan princess"
"Cuka cuka Cia dong ma" Protes Cia yang membuat Cathlyne merotasikan matanya.
"ERICCCC! IRON MAN MU MANA?! JANGAN BILANG HILANG LAGI DI SEKOLAH HAH!" Teriak Fiona dari dalam kamar Eric
"Ntau ma. Kalo dak ada ya belalti ilang" Jawab Eric acuh.
"Pertahankan nak" Kata Vino lalu ber tos ria dengan sang anak.
"VINOOOO KAOS KAKI KAMU KENAPA ADA DI MEJA RIAS AKU HAH?! JOROK BANGET JADI LAKI!" Teriak Fiona yang hanya dibalas deheman oleh sang suami.
"Noh, bini lo napa sih? Sensi amat, jan jangan bener lagi dia hamil anak genderuwo" Kata Cathlyne
"Sembarang lo, ogah gue punya anak tiri dari genderuwo" Kata Vino yang membuat Cathlyne terkekeh.
"Au ah, palingan tuh bocah lagi haid" Kata Cathlyne pada Vino
"Yah gak dapet jatah dong gue" Kata Vino yang membuat Cathlyne menepuk pundak Vino beberapa kali
"Sing sabar" Kata Cathlyne .
Ting nong!
"Vin ada tamu noh! Buka gih" Suruh Cathlyne pada Vino
"Enak bet idup lo asal nyuruh aja" Kata Vino tak terima
"Ck, sapa tau itu tamu lo. Yakali gue yang bukain pintu" Kata Cathlyne
"Alesan lo dugong" Kata Vino lalu beranjak untuk membukakan pintu untuk sang tamu itu.
Tak beberapa lama, teriakan seseorang mengalihkan perhatian Cathlyne dari Leo dan Cia.
"Cathlynee Fionaa aim komengggg" Teriak Diana yang masuk bersama Dylan dan Indira.
Dylan pun langsung duduk bersama Vino sedangkan Indira tentunya nimbrung dengan Cia, Leo dan Eric.
"Brisik! Jan bawa bawa nama orang lo" Kaya Cathlyne
"Yaelah, yang punya nama aja gak protes ngapa lo yang protes" Protes Diana.
"Bacot! Mana cake gue?"Tanya Cathlyne pada Diana.
"Neh! Baik kan gue?! Kurang apalagi gue sebagai sahabat hah?"
"Kurang akhlak" Jawab Cathlyne sambil cake yang disorongkan oleh Diana tadi.
"Dasar lo ya! Gak tau diri banget" seru Diana kesal.
"Dih! Gue tau diri kok. Diri gue itu namanya Cathlyne Michiavelly, status; sudah menikah, suami: Reynald Michiavelly, mempunyai anak 2. Udah kan? Ato kurang lengkap?" Tanya Cathlyne songong.
Diana pun mendengus kesal lalu duduk disebelah kanan Cathlyne yang sibuk memakan cake yang dia ambil di toko kue miliknya.
"Cia, Leo sini nak" Panggil Cathlyne pada kedua anaknya. Leo dan Cia pun melepas mainan yang mereka pegang lalu menghampiri Cathlyne.
"Kenapa ma?"
"Why?"
"Leo sama Cia mau cake matcha gak?" Tanya Cathlyne
"Cia au!"
"Yaudah sini makan bareng mama" kata Cathlyne yang membuat Cia langsung duduk di tengah tengah Diana dan Cathlyne.
"Leo mau gak?" Tanya Cathlyne pada anak cowo nya itu.
"Leo au itu" Kata Leo sambil menunjuk 1 kotak yang berisikan cupcakes.
"Oh iya, tante Diana lupa. Ini pilih aja Le" Kata Diana yang sedari tadi nyimak.
"Benelan?" Tanya Leo yang diangguki oleh Diana.
"Makasih tante" Kata Leo setelah mengambil cupcakes pilihannya.
"Sama sama ganteng" Kata Diana yang membuat Cathlyne berdecak sebal.
"Napa lo? Cembukur gue muji Leo?" Tanya Diana sinis.
"Dih?! Ngapain coba?kurker bet gue cemburuin lo" Kata Cathlyne lalu memakan cakenya bersama Cia.
"Bacot" Kata Diana lalu memanggil Eric dan Indira untuk mengambil cupcakes yang memang Diana telah siapkan untuk mereka sebelum datang ke rumah Fiona.
"Rey mana Cath?" Tanya Dylan yang tiba tiba sudah duduk disebelah kiri Cathlyne yang kosong.
"Rey ke Kalimatan. Lannn aq kecepiann huuu" seru Cathlyne lalu memeluk lengan Dylan yang membuat sang istri melotot.
"Heh! Laki gue asal lo peluk aja" Seru Diana
"Nyenyenye, lagian gue lebih duluan deket ama Dylan ketimbamg lo ya! Sebelum ada lo juga gue udah pernah bobo bareng tapi gak lebih!" Kata Cathlyne namun tangannya masih tetap memeluk lengan Dylan, sedangkan Dylan hanya memijat pangkal idungnya
"Tetap aja dia laki gue" Kata Diana sengit.
"Heh! Inget ya, lagian gue juga yang comblangin lo ama Dylan. Kalo gue gak comblangin mungkin sekarang lo nikahnya ama Tono bukan ama Dylan" Kata Cathlyne nyolot
"Iya juga ya" gumam Diana
"Tapi tetap aja anu ah au ah" Kata Diana pasrah tak bisa menjawab ucapan Cathlyne lagi.
"Berapa hari Rey di Kalimantan?" Tanya Dylan
"2 hari" Jawab Cathlyne yang sudah melepaskan pelukannya pada lengan Dylan dan beralih mengusap rambut Cia yang sibuk memakan cake pemberian Diana.
"Jadi selama 2 hari ini lo nginep disini?" Tanya Dylan yang diangguki oleh Cathlyne.
"Lah! Lo dari kapan disini Na?" Tanya Fiona pada Diana
"Dah dari tadi beg*! Lo nya aja ngilang kek ****** tetangga" Kata Diana sengit.
"Santai taik" Kata Fiona lalu duduk disebelah suaminya yang asik menonton tv.
"Mana cake red velvet gue ?" Tanya Fiona pada Diana.
"Noh di plastik" Kata Diana sambil menunjuk plastik dimeja dengan dagu nya.
"Yeshh" gumam Fiona lalu melahap cakenya sesekali menyuapi Vino.
"Eh Kirana gak kesini?" Tanya Diana
"Gak, gak ada niatan buat manggil fia juga" Kata Fiona
"Jaat lo ama dia" Kata Diana
"Ck, palinhan dia juga lagi uh ah ama Bara" Celetuk Cathlyne
"Gini nih kalo gak ada lakinya, mulutnya gak ada ngontrol" Kata Vino
"Bod* yang penting aing hepi lahir batin" Kata Cathlyne yang membuat Dylan dan lainnya mencibir ibu beranak 2 itu.
"Eh lo pada tau gak kalo katanya si Jessica dapat bunga dari secret admirernya?" Kata Diana memulai sesi gibah, Cathlyne pun menatap Diana dengan tatapan tak terbaca.
"Lah, terus laki nya gimana?" Tanya Fiona
"Nah iya, Juna gimana?" Tanya Vino
"Ya dia cari trus digebukin ama dia, endingnya gak ada lagi secret admirer nya" Kata Diana
"Kok bisa ketemu?" Tanya Cathlyne
"Karna Jessica jujur, awalnya dia kira Juna yang ngasih tuh bunga eh taunya Juna gak ada ngasih apapun ke Jessica trus karna penasaran Juna nanya dan maksa Jessica buat jujur jadi ya gitu" Kata Diana.
"Dari mana lo tau?" Tanya Fiona
"Dari mulut si Jessicanya langsung" Jawab Diana.
"Apa gue harus jujur juga ama Rey? Tapi takutnya Rey kebablasan mukulin orang. Tapi kalo gak dikasih tau entat tambah jadi, ahh au ah flow in the air aja." Batin Cathlyne
"WOI!"
"AYAM AYAM!" Latah Cathlyne saat Dylan mengagetkannya.
"Napa lo diem?" Tanya Dylan
"Hah? Oh anu gue laper" Kata Cathlyne
"Lah trus tadi yang makan kue sapa Cath?" Nynyir Diana
"Kan itu bagi dua ama Cia Na" Kata Cathlyne lalu beranjak dari duduknya menuju Cia.
"Ci, temanin mama ke minimarket yuk" Ajak Cathlyne pada putrinya itu karna jika dia mengajak Leo pastinya cowo itu menolak karna dia sedang asik bermain robot robotan dengan Eric.
"Ayok ma, Cia mau beli es klim cama lollipop boleh?" Tanya Cia sambil mengerjapkan mata polosnya.
"Boleh dong, ayok" Kata Cathlyne lalu menggendong Cia
"Mo kemana lo?" Tanya Vino pada Cathlyne
"Mo beli snack bentar" Kata Cathlyne yang membuat Vino mengangguk sambil ber oh ria.
"Kalian mau nitip gak?" Tanya Cia pada sahabat sahabatnya itu.
"Gak, tapi bli aja snack yang banyak" Kata Fiona
"Ongeh"
"Leo mama pergi ke mini market bentar ya, Leo mau titip apa?" Tanya Leo pada sang putra
"Silpel kuin ma" Jawab Leo
"Ongeh."
"Eric sama Indira mau apa?" Tanya Cathlyne pada anak sahabatnya itu.
"Au coklat uga tan" Kata Eric
"Au es klim stlobelly tan" lanjut Indira
"Siap gan" Kata Cathlyne lalu mengajak Cia pergi ke supermarket dengan mobilnya. Hanya butuh 5 menit untuk mereka bisa sampai di minimarket deket komplek rumah Vino.
Setelah sampai, Cathlyne pun langsung memarkirkan mobilnya diparkiran minimarket itu. Cathlyne pun turun dari mobilnya namun ada yang janggal, entah kenapa dia merasa seperti ada yang memperhatikannya.
Cathlyne menghilangkan pikiran negatif itu lalu mengikuti langkah Cia yang berjalan menuju rak snack, Cia pun memasukan berbagai macam snack ke troli yang Cathlyne bawa. Cathlyne pun juga ikut memilih snack yang dia inginkan dan memasukannya ke troli.
"Ci, mama mau ngambil minuman ama coklat dulu ya. Kamu bisa kan cari lollipop sendiri?" Tanya Cathlyne pada Cia, mumpung minimarket hanya ada mereka berdua.
"Bica kok ma" Kata Cia lalu berlari ke rak khusus permen.
Cathlyne pun juga pergi ke lemari pendingin untuk memilih minuman, Cathlyne pun mengambil 5 botol bir yang dijual disitu dan coca cola. Setelah itu, Cathlyne pun berjalan untuk mencari susu strawberry kesukaannya.
Saat membuka lemari pendingin yang berisi berbagai susu, Cathlyne melihat ada kertas yang tertempel pada susu strawberry yang ingin dia ambil. Karna penasaran, Cathlyne pun mengambil susu yang tertempel kertas lalu membaca tulisan yang ada pada kertas susu itu.
"Jangan terlalu banyak minum alkohol, jaga tubuh kamu"
Itulah yang tertulis pada kertas itu, Cathlyne pun menyeritkan dahinya. Ini kan susu bukan alkohol, ngapain naro kertasnya disusu pikir Cia.
Namun sedetik kemudian ingatan berputar dan terhenti pada masa masa saat Leo, mantan tunangannya menyuruhnya untuk mengganti alkohol dengan minum susu strawberry sehingga sampai saat ini susu strawberry menjadi minuman kesukaannya bahkan saat mabuk pun susu strawberry obatnya.
Cathlyne pun menepis pikiran itu namun hatinya sekarang malah merindukan Leo sang mantan tunangannya itu. Cathlyne pun mengambil 10 susu termasuk susu yang ditempel kertas tadi lalu berjalan untuk mengambil 5 batang silver queen sesuai permintaan Leo dan Eric.
Setelah mengambil minuman dan coklat yang dia inginkan, Cathlyne pun berjalan untuk mencari Cia yang belum juga menghampirinya. Saat berjalan di rak khusus permen, Cathlyne melihat ada cowo yang baru saja berdiri setelah berjongkok didepan Cia.
Cathlyne pun langsung berlari sambil mendorong troli nya menuju Cia. Cathlyne pun langsung berjongkok lalu mengecek seluruh tubuh Cia dengan perasaan khawatir.
"Sayang, kamu baik baik aja kan? Tadi om om itu gak ganggu kamu kan?" Tanya Cathlyne dengan nada yang begitu khawatir.
"IHH mama enggak! Tadi om hoodie itu yang bantuin Cia buat ambil lollipop yang tinggi itu, telus bilang gini ekhem 'Jangan tellalu makan banyak lolipop, Lolipop itu jahat karna dia mau bikin putli cantik kayak kamu jadi jelek karna gigi nya lucak' Gitu ma! jadi Cia cuma ambil 1 lollipop aja"
DEGGGG
Ada apa ini? Kenapa mulai dari susu hingga lollipop semuanya yang Leo lakukan untuknya? Kenapa seakan akan Leo sedang mempermainkan nya? Kenapa bayang bayang Leo muncul?Kenapa Leo mantan tunangannya itu seperti masih hidup dan mengikuti Cathlyne? Begitulah pikir Cathlyne
Cathlyne pun memukul kepala nya beberapa kali untuk menghilangkan bayang bayang mantan tunangannya itu dari otaknya. Namun tangan mungil Cia menghentikan aksi memkul kepalanya itu.
"Jangan dipukul telus ma" Kata Cia yang membuat Cathlyne menghela nafas lalu tersenyum tipis pada anaknya.
"Iya, yuk kekasir" Ajak Cathlyne pada Cia. Cia pun membalasnya dengan anggukan keras, namun sebelum itu dia berari menuju lemari pendingin yang berisi es krim lalu mengambil 1 cup mendium es krim vanilla.
Mereka berdua pun memindahkan belanjaan dari troli ke meja kasir agar lebih mudah di scan oleh sang kasir. Setelah selesai, Cathlyne pun mengeluarkan kartu nya lalu memberikannya ke kasir. Sang kasir pun mengembalikan kartu itu setelah mengurus pembayaran dengan kartu itu.
Cathlyne dan Cia pun berjalan keluar dari minimarket itu setelah berterima kasih pada sang kasir. Cathlyne pun menaruh barang belanjaannya dibagasi sedangkan Cia sudah duduk anteng di kursi depan.
Setelahh selesai menaruh belanjaannya, Cathlyne pun menutup pintu bagasi lalu bergerak untuk membuka pintu penumpang namun pintu itu kembali tertutup karna ada tangan yang mendorong pintu itu itu hingga kembali tertutup.
Saat Cathlyne menoleh, terlihatlah 5 preman yang berpakaian urak urakan tentu saja Cathlyne tau maksud para preman itu menghentikannya. Apalagi kalo bukan untuk memeras Cathlyne, namun tidak semudah itu ferguso.
"Bagi duit" Kata preman yang tadi mendorong pintu mobil Cathlyne.
"OGAH" Kata Cathlyne lalu kembali membuka pintu mobilnya.
Namun pintu mobilnya kembali ditutup lalu preman itu menarik tubuh Cathlyne agar menghadapnya, Cathlyne yang kesal pun langsung memberikan 1 bogeman pada preman itu yang membuat dia terjatuh ke aspal akibat serangan mendadak Cathlyne. Para preman yang lainnya pun bergerak untuk membantu temannya yang sudah terduduk itu lalu menatap Cathlyne yang masih berkacak pinggang.
"Ngapain sih lo pada? gabut? noh mending pergi club cari lont*e, Ehh lupa lo pada kan gak ada duit buat nyewa lont*" Kata Cathlyne sombong yang membuat para preman itu geram.
"Napa lu? Marah? Yaelah udah lah, muka lo itu dah tua ntar malah keliatan tua. Gue aja yang dah punya anak 2 masih fresh lah kalian? Ck ck ck, gue yakin lu pada jones kan? Makanya cari duit buat beli masker ama skincare gih, gue yakin entar muka lo pada glowing shimmering splendid" Ujar Cathlyne panjang lebar. Sangat asik memancing amarah preman kampung itu pikirnya.
"Banyak omong lo! Serang" Kata Preman yang tadi terjatuh itu.
"Untung belum pake daster"Gumam Cathlyne setelah melihat kumpulan preman itu hendak berlari untuk menyerangnya.
Ya, Cathlyne memang suka sekali memakai daster saat dirumah dan mungkin nanti malam dia akan meminjam daster milik Fiona.
Cathlyne pun merenggangkan seluruh tubuhnya dan terpaksa mengeluarkan jurus tawurannya yang sudah lama tidak dia pakai, terakhir dia tawuran adalah 1 minggu setelah menikah lalu dia 'dihajar' oleh Rey hingga besoknya tidak bisa berjalan sama sekali, jahat bukan?
Cathlyne pun mulai menghajar preman preman itu, mulai dari pukulan hingga tendangan dia keluarkan. Lama lama Cathlyne mulai kewalahan, tentu saja kekuatannya berbeda saat dulu masih muda.
Karna lengah, Cathlyne terkena tendangan di perutnya yang membuat di tersungkur, hampir saja preman itu menggebuki Cathlyne kalau saja tidak ada yang menolongnya untuk menghajar para preman itu. Tak lama kemudian pria itu berhasil menumbangkan kelima preman itu lalu mengulurkan tangannya pada Cathlyne.
Cathlyne menatap tangan itu sejenak dan dia melihat ada tatto mawar hitam di jari tengahnya lalu Cathlyne beralih menatap wajahnya namun sayang wajah itu tertutup masker hitam dan tudung hoodie nya hanya matanya yang bisa Cathlyne lihat. Cathlyne menyesal telah menatap mata itu karna mengingatkan mata itu pada mata sang suami dan mantan tunangannya yang memiliki mata yang hampir mirip dengan pria itu.
Dengan perlahan, Cathlyne menyambut uluran tangan pria itu. Setelah berhasil berdiri, pria itu menepuk 2 kali bahu Cathlyne yang membuatnya menatap pria itu.
"Stay safe love" Bisik pria itu lalu berlalu dengan santai.
Cathlyne yang bingung itu ingin sekali memanggil pria itu namun dia urungkan ketika mendengar suara Cia. Cathlyne pun langsung masuk kedalam sambil memegangi perutnya yang terasa sakit itu.
"Ma, al you okay" Tanya Cia khawatir. Tentunya Cia kaget melihat mamanya yang dipukuli oleh banyak laki-laki.
"I'm okay" Jawab Cathlyne lalu bergerak untuk menyalakan mobilnya dan menjalankan mobilnya kembali kerumah Fiona.
"Ma, tadi Cia hampilll aja telpon papa tapi dak jadi kalna om hoodie tolongin mama" Kata Cia yang membuat Cathlyne menatap Cia sekilas.
"Cia belum telpon papa kan?" Tanya Cathlyne bisa-bisa Rey pulang malam itu juga saat tau Cathlyne diserang preman.
"Tadi cih papa cempet bilang halo tapi langsung Cia matiin" Jawab Cia, pasti Rey bakalan nelpon balik pikir Cathlyne
"Yaudah, bagus deh" Kata Cathlyne lalu tangan satunya bergerak untuk mengusap rambut Cia.
"Maapin Cia ya ma kalna dak bica tolongin mama tadi" Kata Cia dengan nada menyesal.
"Gakpapa kali Ci, lagian dengan Cia stay didalam mobil itu udah membantu mama" Kata Cathlyne yang membuat Cia menatapnya.
"Benelan?" Tanya Cia, Cathlyne pun hanya mengangguk lalu melihat Cia tersenyum senang.
"Ci, nanti jangan bilang ama bang Leo ya" Kata Cathlyne. Dia tau anaknya itu dingin tapi sayang protectif padanya dan juga Cia, bisa bisa Leo menggadu pada papanya.
"Oce"
5 menit perjalanan, mereka pun sampai di kediaman Fiona. Cathlyne pun menghentikan mobilnya didepan rumah Fiona lalu menyuruh satpam untuk membawa semua barang barangnya karna badannya masih terasa sakit.
Cathlyne dan Cia pun masuk kerumah, Cathlyne langsung duduk disofa sedangkan Cia langsung nimbrung bersama Leo dan Eric. Setelah satpam menaruh belajaan Cathlyne di meja, Cia dan Eric pun langsung menggeledah tas belanjaan itu lalu mengambil snack mereka masing masing.
Cathlyne pun juga mengambil snacknya dan juga 1 kotak susu. Ahh Cathlyne jadi mengingat kejadian susu, lollipop dan juga pria berhoodie itu, kenapa 3 hal itu terjadi sekaligus di satu tempat dan kenapa semuanya harus berhubungan dengan 'LEO'? Gak mungkinkan LEO bangkit dari kematiaannya.
Author: Ok guys biar kalian bisa bedain yang mana Leo anak Cathlyne dan Leo mantan tungangan Cathlyne, Author bikin perbedaannya. Kalo Leo mini tulisannya seperti biasa tapi kalo Leo senior tulisannya 'LEO' dengan huruf besar semua ok? Sampe sini paham? Ok bagus
Back to story.
"WOI! Ngapain lo ngela- EHH MUKA LO KENAPA BONYOK?" Tanya Fiona yang diakhiri dengan seruan sambil mengecek seluruh wajah Cathlyne.
Vino, Dyaln, Diana dan Leo yang mendengar itu pun langsung berlari menghampiri Cathlyne. Cathlyne pun sudah bilang bahwa dia tidak apa apa tapi Fiona alay nya kumat jadi lebay.
"Lo napa Cath? Tawuran lagi? Gak kapok ama Rey?" Tanya Vino bertubi-tubi.
"MA! Mama kelai agi?" Tanya Leo yang terdengar seperti bentakan namun dengan nada khawatir.
"Cathlyne! Kelai dimana?" Tanya Dylan
"Astga Ci, kelai ama siapa lu?" Lanjut Diana
"One by one dong nanya ny- AHHHH BEG* JAGAN DIPENCET DONGO!" Kata Cathlyne yang endingnya teriak karna dengan teganya Vino memencet perutnya yang kena tendang tadi.
"Lo beneran gelud Cath?" Tanya Vino setengah kesal setengah khawatir dan kasian sedangkan Fiona sudah berlari mengambil kotak p3k lalu mengobati luka Cathlyne dengan perlahan. Sedangakan Diana menaruh kain yang dia sudah rendam di air hangat pada perut Cathlyne.
"Ck, eng-"
"Iya om! Tadi mama dipukulin ama pleman anyak, untung mama bica lawan tapi anyak kali kena ukul" Seru Cia yang membuat Cathlyne melotot kearah Cia namun hanya dibalas cengiran oleh gadis itu.
"E-eh gak git-"
"Beneran Cath? Lo digebukin preman?" Tanya Dylan
"Ya iya sih, cuma gakpapa kok"
"Gakpapa pala lo peyang! Muka bonyok, kepalan tangan luka, perut sakit, lo bilang gitu gak papa?" Cecar Vino kesal namun khawatir bagaimana pun juga Cathlyne sudah dia anggap adek.
"Ck, lebay" gumam Cathlyne
"Berapa orang Ci?" Tanya Fiona
"5"
"Hah?! Lima?!" Tanya mereka kompak.
"Ya iya, tapi kan gue juga sering lawan lebih dari 5 oranh jadi sans" Kata Cathlyne
"Lo bisa mati digebukin Cath" Seru Diana
"Enggak ih lebay"
Leo yang mendengar kata 'mati' pun langsung mengambil hp dari tas Cathlyne dan memencet kontak sang papa. Cathlyne yang melihat itu pun langsung bergerak ingin mengambil ahli ponselnya namun dia urungkan ketika Leo mengangkat 1 tangannya kedepan wajah Cathlyne dengan raut wajah dingin dan tatapan tajamnya. Titisan Rey benar benar menakutkan batin Cathlyne
Tak lama kemudian telfon itu pun tersambung dan memperlihatkan wajah sang papa dilayar hp Cathlyne. Leo yang mendengar papanya bersuara langsung mengalihkan pandangan dari Cathlyne menuju layar hp Cathlyne.
"Pa" panggil Leo
"Kenapa sayang"
"'Leo minta maaf" Kata Leo. Terlihat Rey menyeritkan dahinya begitu juga semua orang yang ada di ruangan itu.
"Leo kenapa minta maaf son?"
"Leo gagal jagain mama" Kata Leo dengan raut sedihnya
"Hah? Gimana gimana?"
"Maaf karna Leo gak bisa ngelindungi mama, maaf karna bialin mama luka. Leo halusnya bica jagain mama tapi Leo malah asik main dilumah" Kata Leo yang membuat Cathlyne terharu sampai menitikkan air mata.
"Emang nya mama kenapa Le?"
Cathlyne bisa dengar nada khawatir yang terselip di kata kata sang suami. Cathlyne pun mendekat pada Leo namun tak menunjukan wajahnya didepan kameran
"Mama dipukul pleman"
"Ha? dipukul?"
Leo pun mengangguk pada sang papa. Cathlyne dapat melihat rahang Rey mengeras lalu memejamkan matanya dan menetralkan nafasnya.
"Maafin Leo, cehalusnya Leo ikut mama bial bica bantu mama lawan pleman nakal itu" Kata Leo dengan nada menyesalnya.
"Huft, Ini bukan salah Leo ok? Ini salah papa yang ninggalin kalian"
"Mana mama?"Lanjut Rey
"Aku disini" Kata Cathlyne yang mendekat pada Leo agar Rey bisa melihatnya.
"Kamu gak papa kan Cath? Banyak gak lukanya? Mana aja yang sakit? Mau aku pulang sekarang?"
"I'm ok, lukanya gak banya-
"Gak banyak pal-"
"Luka nya dikit aja dan gak sakit kok. Kamu gak perlu pulang, lagian tugas kamu belum selesai kan? I'm okay"Kata Cathlyne yang memotong omongan Fiona agar suaminya tak khawatir.
"Huft, maafin aku karna ninggalin kalian"
"Ini bukan salah kamu atau pun Leo, ini salah aku karna ke minimarket malam malam"
"Tapi luka kamu udah diobatin kan?"
"Udah kok, don't worry"
"Leo jagain mama ya"
"Iya pa"
"Sayang, aku tutup dulu ok? Besok aku pulang"
"Lah kok pul-"
"Pa!" panggil Leo
"Kenapa lagi son?"
"Leo mau belajal tinju!"