This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Fact



Author POV


Saat ini sudah 23 hari Rey dan keluarga kecil nya mengacuhkan cowo penguntit itu dan sudah 23 kali juga Rey mendapatkan teror di kantor maupun di rumah yang berupa bangkai tikus, darah, kata kata menyeramkan, dan bahkan ancaman pembunuhan bagi diri nya. Rey pun sebenarnya sudah menahan mati matian agar BadRey tidak keluar dan membuat anak anak nya takut apalagi mengingat Cathlyne yang sudah mengandung bayi nya yang sudah berumur 8 minggu, dia masih ingin membiarkan orang itu namun dia tidak ingin menahan BadRey keluar jika sekali lagi cowo itu berulah.


Sekarang sudah pukul 8 malam dan Rey masih berkutat dengan kacamata dan berkas berkas perusahaan di tangannya. Pekerjaan akhir akhir ini memang sudah tidak terlalu banyak seperti sebelum nya yang mengharuskan nya untuk bekerja hingga subuh karna cowo itu sudah menyelesaikan nya di hari hari sebelum nya agar kedepan nya saat semua pekerjaan nya sudahh selesai dia bisa menghabiskan waktu nya bersama keluarga kecil nya.


Tokkk Tokkk Tokkk


"Masuk" Kata Rey dengan suara sedikit keras. Tak lama kemudian, sekretaris nya pun muncul dari balik pintu dengan amplop di tangan nya


"Ada apa?" Tanya Rey datar


"Ada paket lagi pak" Kata sekretaris itu sambil menaruh amplop itu di meja Rey yang membuat Rey membuka kaca mata nya lalu mengambil dan membuka amplop itu yang di dalam nya ternyata ada kertas yang sudah ada tulisan tangan seseorang.


"Datang ke lapangan merdeka jam 12 malam untuk memutuskan siapa yang pantas untuk Cathlyne"


Begitu lah isi surat itu yang membuat Rey yang kesal spontan langsung meremas kertas itu hingga lecek tak terbentuk. Asisten nya yang melihat itu pun meneguk saliva nya susah terlebih saat Rey menatap nya dengan mata yang sudah berkilat amarah.


"Tangani semua berkas ini, saya ada urusan" Kata Rey dingin lalu mengambil jas nya yang dia sampirkan di sandaran kursi kebesaran nya setelah itu berlalu keluar dari ruangan nya meninggalkan sekretaris nya yang jantung nya sempat jedag jedug akibat tatapan nya yang mengerikan itu.


Sedangkan Rey sudah melangkahkan kaki nya menuju mobil nya yang dia parkir di parkiran khusus CEO lalu menjalankan mobil nya untuk pulang ke rumah nya. Butuh waktu 10 menit saja untuk sampau di rumah mengingat Rey melajukan mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata yang membuat beberapa pengendara lain mengumpati Rey namun tentu nya diabaikan oleh pria dingin itu.


Setelah sampai di rumah nya, Rey langsung disambut oleh sang istri dengan senyuman indah yang sudah lama menjadi candu nya itu. Senyuman itu mampu meredakan kekesalan nya yang sedari tadi mengusai diri nya bahkan BadRey pun akan luluh dengan sentuhan dan senyuman Cathlyne itu.


"Mau makan gak? Aku udah masak loh" Kata Cathlyne pada Rey sambil melepaskan dasi suami nya itu. Rey pun memeluk pinggang Cathlyne dengan kedua tangan nya


"Mau dong, masa kamu udah masak gak aku makan" Kata Rey yang membuat senyum Cathlyne semakin mengembang.


"Nih, dasi nya udah lepas. Sekarang kamu mandi gih" Kata Cathlyne pada suami nya itu


"Gak sekalian baju nya kamu bukain?" Tanya Rey dengan tatapan jahil nya yang  membuat Cathlyne menabok lengan Rey pelan yang membuat sang empunya terkekeh


"Rese" Kata Cathlyne


"Bercanda sayang" Balas Rey dengan senyuman nya


"Yaudah kamu mandi dulu, biar aku siapin makanan nya" Kata Cathlyne yang diangguki oleh Rey sebelum pergi ke kamar untuk mandi dan membersihkan diri nya sedangkan Cathlyne bergerak untuk menyiapkan nasi untuk Rey tak lupa juga dia memanaskan masakan nya menggunakan microwave.


Setelah 15 menit menunggu, Cathlyne pun akhirnya melihat Rey yang sudah rapi dengan pakaian rumahan nya tak lupa dengan rambut masih terlihat basah yang menambah kesan sexy pada pria yang sudah memilik 2 anak itu. Rey pun menghampiri sang istri yang sudah duduk d kursi meja makan yang sudah tersedia beberapa menu sederhana.


"Anak anak kemana sayang?" Tanya Rey pada sang istri yang sedang mengambilkan makanan untuk nya.


"Mereka lagi nginep di rumah  mama Isabella, katanya kangen sama oma mereka trus mau minta di beliin manian baru sama opa mereka" Kata Cathlyne sambil menaruh piring yang sudah ada nasi dan beberapa lauk ke depan Rey.


"Owalah, kenapa  kamu gak ikut nginep aja?" Tanya Rey di sela sela kunyahan nya


"Lagi pengen di rumah aja, males kemana mana. Pengen makan trus tidur" Kata Cathlyne lalu menyengir  ke arah sang suami nya itu


"Dasar pemalas" Cibir Rey yang membuat Cathlyne memberengut kesal


"Sudah tau pemalas, kenapa tetap  mau di nikahin?" Tanya Cathlyne sewot


"Cantik sih" Kata Rey simple tapi berhasil membuat Cathlyne baper


"Ck, ngegembel lagi. Sudah habisin makanan nya, trus aku mau tidur" Kata Cathlyne


"Iya ini juga lagi makan" Kata Rey lalu kembali memasukan makanan ke mulut nya begitu juga Cathlyne yang tidak sabar untuk tidur.


Mereka pun makan dalam diam sehingga tidak sampai 10 menit mereka selesai memakan makanan mereka lalu Rey pun mengantar Cathlyne untuk tidur di kamar mereka. Rey merebahkan tubuh Cathlyne pelan lalu ikut berbaring di sebelah sang istri  dengan tangan yang dia gunakan untuk mengelus  kepala Cathlyne agar lebih cepat tertidur dan benar saja, tak butuh waktu lama untuk Cathlyne untuk tertidur pulas.


Rey pun ikut memejamkan mata nya sebentar sebelum pergi menemui cowo yang berusaha mengacaukan keluarga nya. Setelah 3 jam kurang Rey tertidur, akhirnya cowo itu terbangun dan langsung melihat  jam yang sudah menunjukan pukul 11.39 malam. Dengan perlahan, dia memindahkan tangan Cathlyne yang memeluk nya itu lalu bergerak untuk mengecup pipi Cathlyne sebelum bersiap dan pergi ke lapangan merdeka untuk menemui cowo misterius itu menggunakan motor sport yang sering dia gunakan saat masih muda


Setelah bersiap dan menggunakan jaket nya, Rey pun langsung keluar dari rumah tak lupa dia mengunci pintu dari depan agar  tidak ada orang yang bisa masuk dengan gampang apalagi mengingat Cathlyne sedang sendirian di rumah. Rey pun mulai menaiki motor nya lalu menjalankan motor nya itu menuju lapangan merdeka yang lumayan jauh dari rumah nya.


Rey pun sampai di lapangan merdeka jam 12 lebih 5 menit dan disana masih sepi dan gelap. Rey memutuskan untuk menunggu beberapa menit cowo itu dan saat jam menunjukan pukul 12.10 pagi, cowo itu datang dengan motor sport merah nya. Dengan cepat Rey menegakkan tubuh nya dan menatap cowo bermasker itu lekat.


"Lo mau apa?" Tanya Rey dingin


"Pingin lo ngebiarin gue hidup bahagia sama Cathlyne, Leo dan Cia" Kata cowo itu yang berhasil membuat Rey terkekeh sinis


"Cathlyne itu istri gue, Leo dan Cia itu anak kandung gue sama Cathlyne jadi yang berhak hidup bahagia sama mereka bukan lo orang asing yang tiba tiba datang dan mau sok mengacau" Kata Rey sinis


"Asal lo tau, gue kenal Cathlyne lebih lama dari pada lo kenal Cathlyne" Kata cowo itu lantang


"Lo kenal Cathlyne lebih lama dari gue tapi sayang nya Cathlyne cinta nya sama orang baru kayak gue bukan lo" Kata Rey dengan smirk nya yang sudah lama tidak dia tunjukan


"Sialan" Desis cowo itu sebelum melayangkan tinjuan nya ke wajah Rey namun reflek Rey menangkis pukulan itu lalu melayangkan serangan balik pada lawan nya. yang membuat cowo itu termundur lalu mengelap sudut bibir nya yang berdarah karna tinjuan Rey


"Don't make mess with me" Kata Rey tajam lalu kembali melayangkan tinjuan pada cowo itu namun ditangkis dan mulai lah persaingan sengit antara Rey dan cowo misterius itu


Mereka terus saja saling melayangkan tinjuan bahkan tendangan ke arah lawan mereka, untung nya saja kehebatan Rey dalam berkelahi belum hilang dan malah semakin jago daripada waktu masih muda. Rey pun menendang perut cowo itu hingga lawan nya itu terjatuh dengan tangan yang memegangi perut nya


"Lo gak pantes buat Cathlyne" Kata Rey datar


"Lo yang gak pantes, lo itu cuma pelampiasan Rey! Lo sampah" Seru cowo itu


"Lo yang sampah! Lo ubah muka lo jadi persis kayak LEO supaya Cathlyne cinta sama lo kayak Cathlyne mencintaii LEO dulu, itu menandakan kalo lo gak sanggup mendapatkan Cathlyne tanpa bayang bayang LEO. Lo pengecut, bahkan LEO mungkin gak sudi muka nya di samakan sama orang rendahan kayak lo" Kata Rey panjang tapi nyelekit


"LO-"


"Jauhi keluarga gue" Kata Rey tajam sambil mencengkram  baju cowo itu dan tidak sengaja mata nya menangkap tatto kata 'DER' di leher samping cowo itu.


"Never" Kata Cowo itu yang membuat Rey geram dan ingin sekali meninju nya sekali lagi namun gerakan nya terhenti saat dia mendengar sirine polisi yang membuat nya lengah hingga saat itu digunakan oleh cowo itu untuk kabur dari Rey.


Saat Rey ingin mengejar cowo itu, sirine polisi semakin keras terdengar, Rey pun mengumpat keras sebelum berjalan ke motor nya lalu melajukan motor nya kembali ke rumah nya dengan kecepatan di atas rata rata terlebih saat ini jalanan sudah mulai kosong. Setelah sampai di rumah, Rey langsung memarkirkan motor nya di garasi rumah nya lalu bergerak kearah pintu. Rey pun membuka pintu rumah dan terlihatlah suasana gelap karna sebelum pergi tadi Rey memang mematikan semua lampu itu


CEKLEKK


"Dari mana?"


Suara dingin Cathlyne terdengar setelah semua lampu tiba tiba menyala yang membuat Rey terkejut lalu menatap sang istri yang duduk di sofa sambil memangku kaki nya dengan tangan yang sudah terlipat di depan dada tak lupa tatapan tajam nya yang tertuju pada Rey tentu nya.


"A-aku dar-"


"JUJUR!" Sentak Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas lalu bergerak untuk duduk di sebelah Cathlyne yang sedang dalam mode garang. Mau tak mau Rey harus jujur pada sang istri yang hanya melirik nya malas dengan tatapan sinis


"Tadi aku ketemuan ama penguntit itu" Kata Rey yang berhasil membuat Cathlyne menatap suami nya penuh


"Kamu ketemuan ama dia? Berdua? Di tengah malam?" Tanya Cathlyne bertubi tubi dengan tatapan tak percaya


"Iya, dia tadi ngirim surat yang nyuruh aku buat ke lapangan merdeka" kata Rey jujur karna tidak ingin menambah masalah lagi dan juga dia tidak mau Cathlyne marah lalu mencueki nya 3 hari lama nya


"Trus ngapain kamu di sana? Berantem? Pukul pukulan? Tendang tendangan?" Tanya Cathlyne sinis. Rey pun mengangguk yang membuat Cathlyne berdecak kesal


"Ngapain sih pake nyamperin dia? Hah? Aku gak suka kamu pulang subuh trus babak belur kek gini, bagus kamu begini?" Kata Cathlyne yang membuat sudut Rey naik sedikit hanya sedikit karna ternyata Cathlyne marah karna khawatir pada nya.


"Trus apa yang kamu dapetin pas ketemu sama dia? Ada info? Ada gak? Gak ada kan?!" Tanya Cathlyne kesal


"Enggak ada info sih, cuma tadi aku liat ada tatto tulisan 'Der' di leher samping nya" Kata Rey


"Itu doa- HAH? APA? ULANG ULANG" Seru Cathlyne yang membuat telinga Rey berdengung karna Cathlyne berseru tepat di samping kuping nya


"Jangan teriak teriak juga Cath, sakit kuping aku" Gerutu Rey kesal


"Bacot! Sekarang ulangin omongan kamu tadi" Kata Cathlyne. Rey pun mendengus kesal lalu mengulangi kata kata nya tentang tatto itu.


"Dia ngikutin LEO persis, mulai dari penampilan, perilaku, semua kayak LEO, LEO juga punya tatto di leher samping nya tapi bukan tulisan 'DER' tapi 'SON' sedangkan cowo itu punya tatto tulisan 'DER' di leher samping tapiada tatto tulisan 'DER' di leher nya." Ucap Cathlyne sambil mondar mandir seperti detektif sedang ada kasus.


"Trus?"  Tanya Rey pada istri nya itu


"Dulu LEO pernah bilang sesuatu tentang tatto itu tapi........"


"Tapi apa?"


"Tapi aku lupa hehe" Kata Cathlyne lalu menyengir ke arah Rey yang merotasikan kedua bola mata nya jengah


"Tapi aku yakin ini ada hubungan nya sama tatto itu Rey" Kata Cathlyne yakin


"Ya tapi apa Cathlyne Michiavelly?" Tanya Rey gemas


"Nah itu aku lupaa. Lagian LEO ngomong itu udah belasan tahun yang lalu" kata Cathlyne


"Au ah Cath" Kata Rey malas. Cathlyne pun kembali duduk di sebelah Rey lalu mereka berdiam diri sejenak


"Rey"


"Hm"


"Kaki aku keram" Kata Cathlyne yang membuat Rey menatapnya penuh


"Yang mana?" Tanya Rey lembut pada sang istri


"Dua dua nya" Jawab Cathlyne dengan mata berkaca kaca dan ingus yang mulai mengalir


"Udah ih jangan nangis, sini aku pijitin" Kata Rey lembut sambil menghapus butiran air mata Cathlyne yang hendak turun itu. Cathlyne pun menarik ingus nya kembali masuk lalu menaruh kedua kaki di paha Rey agar suami nya itu lebih gampang memijat kaki nya.


Rey pun mulai memijat pelan kaki sang istri dengan lembut karna dia juga tau bahwa rasa keram di kaki Cathlyne itu adalah efek dari kehamilan kedua nya sedangkan Cathlyne sudah asik mengscroll Instagram di hp nya namun kegiatan itu berhenti ketika ada notif masuk dari nomor tidak dikenal.


Karna penarasan, Cathlyne pun menekan notif itu yang membawa nya masuk ke aplikasi WA nya yang sudah terdapat banyak pesan dari beberapa orang.


+628XXXXXXXXXX


Hai


Who?


I know kamu pasti


Sudah bisa menebak siapa aku


To the point


Aku mau kita ketemuan


Besok di cafe Lestari jam 9 pagi


Read


Cathlyne pun berfikir apakah dia harus menemui penguntit itu atau hanya diam dan mengabaikan cowo itu namun dia sangat penasaran dengan cowo yang mirip sekali dengan mantan tunangan nya itu.


"Kenapa Cath?" Tanya Rey pada sang istri yang sedang bermain hp


"Ini si Fiona malem malem gabut trus spam chat mulu" Alibi Cathlyne yang membuat Rey mengangguk paham


"Rey ngantuk" Rengek Cathlyne


"Yaudah yuk bobo" Ajak Rey lalu menggendong Cathlyne menuju kamar mereka. Setelah sampai di kamar, mereka pun tidur dengan posisi saling memeluk setelah mengucapkan ucapan selamat tidur untuk satu dengan ya lain


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Pagi ini Cathlyne terbangun dari tidurnya, dia pun merenggangkan tubuh nya lalu menolehkan kepala nya menatap jam di nakas yang sudah menunjukan jam setengah 7 lewat. Cia pun membelalakan mata nya karna menyadari diri nya telat bangun dan dengan cepat dia membangunkan sang suami yang masih terlelap dalam tidur nya.


"Reyyy bangun" Seru Cathlyne sambil menggoyangkan tubuh sang suami yang membuat pria itu mulai terusik tidur nya


"Eughh apa sih yang?" Tanya Rey dengan suara khas bangun tidur nya


"Bangun Rey! Ini udah jam 8 lewat! Kamu ama anak anak udah telat" Seru Cathlyne bohong karna jika tidak begini, Rey pasti masih akan bertele tele


"HAH?! JAM 8?!" Seru Rey lalu dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Cathlyne yang masih cekikan melihat wajah kaget sang suami dan setelah puas cekikan, dia pun memutuskan untuk membangunkan kedua anak nya lalu  mulai menyiapkan sarapan yang paling cepat yaitu beberapa cookies, susu  untuk kedua anak nya dan kopi untuk sang suami nya.


Tak memerlukan waktu yang lama seperti biasanya, Cathlyne pun melihat Rey yang turun dari tangga dengan tergesa gesa lalu bergerak menghampiri Cathlyne yang sudah duduk di kursi meja makan sambil meminum susu hamil milik nya dengan tangan nya yang asik memainkan hp nya milik nya.


"Anak anak mana?" Tanya Rey setelah mengecup pucuk kepala Cathlyne


"Masih mandi" Jawab Cathlyne santai


"Kok masih mandi? Kita kan udah telat Cath" Kata Rey sedikit ngegas


"Santai dong gak usah ngegas! Lagian masih ada 1 jam kok" Kata Cathlyne balik ngegas


"1 jam?" tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne


"Kata kamu ini sud-"


"Nih masih jam 7" Kata Cathlyne sambil memperlihatkan jam di hp nya yang menunjukan pukul 7 lebih 8 menit


"Jadi kamu bohongin aku?" Tanya Rey tak percaya. Cathlyne pun mengangguk dengan wajah tanpa dosa nya itu.


"Kenapa mau marah?" Tanya Cathlyne  garang


"Gak. Cewe kan selalu benar" Kata Rey yang sebenarnya dongkol namun dia tahan demi wanita di depan nya itu


"Lah? Kamu marah?" Tanya Cathlyne sambil mendekati Rey


"Gak" Jawab Rey singkat


"Dasar pengambekan" Kata Cathlyne kesal. Kan harus nya gue yang kesel napa jadi dia pikir Rey


"Rey"


"Napa?"


"Nanti aku mau ke cafe" Izin Cathlyne  yang membuat Rey menatap nya


"Sama siapa?" Tanya Rey


"Pergi nya sendiri tapi di cafe nya sama orang" Kata Cathlyne yang membuat Rey berfikir sejenak


"Mau ngapain?" Tanya Rey lagi


"Mau ngobrol"


"Selain itu?"


"Heum pdkt boleh?"


"HEH! Mulut nya! Gak boleh lah" Ucap Rey ngegas yang malah di balas kekehan dari Cathlyne


"Canda lah Rey, ngapain juga pdkt ama orang burik" Kata Cathlyne dengan sisa sisa kekehan nya


"Awas aja sampe ada cowo lain" Kata Rey sinis dan penuhh intimidasi


"Iya sayang iya, palingan ngobrol bentar trus makan habis itu pulang" Kata Cathlyne pada suami nya itu


"Gak macem macem kan?" Tanya Rey


"Enggak Rey"


"Gak ke club atau balapan kan?"


"Ya enggaklah, tapi kalo bolehin sih aku gas" Kata Cathlyne lalu nyengir


"Gak boleh kamu kan lagi hamil sayang, lagiab biar pun kamu gak hamil juga gak akan aku biarin kamu kembali nakal kayak dulu" Kata Rey


"Iya suami quuu" Kata Cathlyne


"Good" Kata Rey lalu bergerak untuk mengusap kepala sang istri dengan lembut yang membuat Cathlyne tersenyum manis kepada sang suami nya itu.


Tak lama kemudian, Leo dan Cia pun datang lalu menyapa kedua orang tua mereka yang tak lain adalah Rey dan Cathlyne yang habis mengobrol itu dan duduk di kursi meja makan mereka masing-masing.


Mereka pun makan bersama dengan diselingi obrolan-obrolan ringan sambil menghabiskan makanan mereka. Setelah makanan mereka sudah habis Rey, Cia dan Leo pun bergerak untuk pergi ke kantor dan ke sekolah mereka masing-masing yang tentu nya diantar oleh sang ibu rumah tangga itu, tak lupa kecupan manis dari Rey untuk Cathlyne dan kecupan lembut dari Cathlyne untuk suami dan anak anak nya.


Setelah mobil suami nya itu hilang dari pandangan nya, Cathlyne pun langsung bergerak untuk bersiap-siap untuk membersihkan tubuhnya sebelum menemui cowok misterius yang mengirimkan pesan pada nya tadi malam dan tak perlu waktu lama, Cathlyne pun akhirnya siap dengan pakaian casual nya dan make up natural nya lalu bergegas untuk meminta sopir agar mengantarnya menuju cafe Lestari seperti yang dikatakan oleh cowok misterius itu.


Setelah hampir 30 menit perjalanan, Cathlyne pun akhirnya sampai di Cafe Lestari lalu mulai mencari tempat duduk yang kosong untuk menunggu cowok misterius itu datang karena masih ada waktu 5 menit sebelum waktu janjian mereka dan benar saja 5 menit lebih setelahnya, cowok itu pun datang dan masuk ke dalam cafe dengan hoodie hitam khas nya dan juga masker yang masih terpasang di wajah nya.


Matanya pun menelisik Cafe itu dan menemukan gadis pujaan nya no no maksudnya wanita pujaan nya yang sedang duduk manis di salah satu meja di Cafe itu dan dengan cepat Ia pun menghampiri Cathlyne yang sedang membaca baca buku menu yang ada di cafe itu.


"Hai" Sapa cowo itu yang membuat Cathlyne mendongak dan menatap cowok itu


"Lo cowok itu?" Tanya Cathlyne pada pria yang masih berdiri di depan nya itu


"Yups, boleh aku duduk?" Tanya cowo itu


"Boleh, duduk aja" Kata Cathlyne.


Cowo itu pun duduk lalu bergerak membuka masker nya dan Jederrrr wajah nya bener bener 99,9% mirip dengan almarhum LEO yang membuat Cathlyne menegang dan semua kenangan kenangan nya dengan LEO kembali terputar di otak nya.


"L-lo mirip banget sama LEO" Kata Cathlyne pada cowo itu


"Yes i am" Balas cowo itu


"Lo kenal LEO?" Tanya Cathlyne lagi


"Kenal, kenal banget. Aku kenal dia dari kecil" Jawab cowo itu


"Eum sebelum kita ngobrol, gue tau nama lo bukan Leo kan? Jadi bisa gak gue manggil lo dengan nama asli lo?" Tanya Cathlyne


"Panggil aja G" kata cowo itu (Baca nya pake bahasa inggris ya, jadi ngomong nya 'Ji' bukan 'Ge')


"Owh ok. Lo kenal sama gue berapa lama?" Tanya Cathlyne pada G


"Selama LEO kenal sama kamu" Jawab G yang membuat Cathlyne bingung namun mulut nya membentuk huruf O


"Lo orang Indonesia asli?" Tanya Cathlyne lagi dan lagi


"Aku orang Indonesia tapi ada keturunan German nya karna opa aku orang German asli sedangkan oma ku orang Indonesia" Jawab G


"Lo gak bohong?" Tanya Cathlyne tidak yakin karna LEO juga sama dengan G yang oma nya orang Indonesia tapi opa nya orang German


"Ngapain aku bohong hum?" Tanya G pada Cathlyne


"Ya mana kita tau" gumam Cathlyne yang membuat G tersenyum kecil


"Kenapa kamu terus terusan ngikutin aku dan anak anak ku?" Tanya Cathlyne. G pun tersenyum manis sebelum menjawab pertanyaan Cathlyne


"Cause i want you" Jawab nya santai yang membuat Cathlyne menganga tak percaya mendengar kejujuran cowo itu


"Tapi aku udah punya suami" Kata Cathlyne


"Trus kenapa lu ngubah muka lu jadi persis LEO"


"Karna aku berharap kamu mencintai aku kayak kamu mencintai LEO" Kata G sambil menatap Cathlyne tulus dan pebuh harap


"Tapi kamu gak seharusnya ngubah penampilan kamu 100% mirip LEO" Kata Cathlyne yang membuat G terdiam


"Kamu seharusnya be yourself, kalau kamu mau perjuangin aku harus nya kamu pakai wajah asli kamu karna aku cinta sama orang bukan karna wajah tapi karna hati" Kata Cathlyne


"Whatever Cath, i just want you" Kata G lalu bergerak menggenggam tangan Cathlyne namun dengan perlahan Cathlyne melepasnya karna masaih ada hati yang harus dia jaga, asekkkk


"You can find you love better than me" Kata Cathlyne


"No, kamu itu cinta ku Cath" Kata G


"Tap-"


"Tunggu biar aku pesanin kamu makanan" Kata G yang memotong omongan Cathlyne lalu pergi meninggalkan Cathlyne untuk membeli makanan di tempat khusus mengambil makanan.


Cathlyne pun menghela nafas panjang melihat G yang keras kepala itu bahkan kata kata nya pun tidak di dengarkan. Cathlyne diam sambil menunggu G datang dengan makanannya.


Tak lama kemudian G pun datang dengan nampan di tangannya lalu menaruh nampan itu di meja nya dan juga Cathlyne.


"Cath, kamu makan aja duluan, aku mau ke toilet bentar sekalian cuci tangan" Kata G yang diangguki oleh Cathlyne.


Cathlyne pun mulai mengambil makanan dan minuman yang sudah G belikan untuk nya namun matanya melihat dompet G yang berada di nampan itu. Sesuatu yang kebetulan bukan? Ternyata G itu ceroboh pikir Cathlyne


Dengan cepat Cathlyne mengambil dompet itu lali membuka nya dan BINGO! Cathlyne melihat ada KTP milik G, Cathlyne melihat foto KTP G yang ternyata sudah pakai wajah LEO bukan wajah asli nya.


Cathlyne pun mengambil hp nya lalu memoto kartu tanda penduduk milik LEO itu dan dengan rapi dia mengembalikan KTP itu ke tempat sebelum nya persis lalu mulai memakan makanan nya. Tak lama kemudian, G pun datang lalu duduk di kursi nya.


"Eh sorry ya gue makan duluan soalnya dah laper" Kata Cathlyne di sela sela kunyahan nya yang membuat G tersenyum manis


"Gakpapa sayang, lanjut makan aja" Kata G. Cathlyne pun hanya mengabaikan nya lalu fokus pada ayam Krispy di depan nya itu.


Cathlyne pun dapat melihat G yang dengan cepat memasukkan dompet nya ke dalam kantong lalu mulai memakan makanan nya dengan senyum di wajah nya yang Cathlyne yakini itu semua karna keberadaan nya di depan G. Bukan nya kegeeran tapi emang fakta nya begitu kan?


"Cath besok kamu ada acara gak?" Tanya G pada wanita di depan nya itu yang masih asik memakan makanan nya


"Enggak sih, emang napa?" Tanya Cathlyne seadanya


"Aku mau ngajak kamu jalan lagi" Kata G


"Hah? Oh anu eum nanti aku pikirin lagi" Jawab Cathlyne yang diangguki oleh G


"Gimana hubungan kamu sama Rey?" Tanya G. Cathlyne pun menatap pria di depan nya lalu akal akalan nya pun muncul


"Gimana yak? Gue itu sebenarnya bosen ama Rey" Ucap Cathlyne yang membuat G yang sebenarnya malas menanyai soal ini namun berubah menjadi tertarik dengan topik kali ini


"Maksud nya?" Tanya G


"Ya gue bosen aja sama Rey yang dingin dan monoton, emang sih dia itu kadang romantis tapi tetap aja dia itu flat dan ngebosenin. Dulu sih gue emang suka cowo dingin trus cool tapi sekarang dah bukan type gue lagi apalagi sudah bertahun tahun tinggal satu rumah" Kata Cathlyne


"Maafin aku Rey, aku boong kok. Kamu masih masih type aku banget. Aku ngelakuin ini biar dapet info aja kok" Batin Cathlyne


"Oh ya?" Tanya G yang diangguki oleh Cathlyne


"Trus ya sebenarnya gue itu dah males banget sama Rey, kalo bukan karna dia banyak duit trus terkenal pasti dah aku tinggalin" Kata Cathlyne yang membuat G tersenyum


"Boongan kok yank" Batin Cathlyne namun wajah nya tersenyum


"Habis itu dia itu gak bisa banget romantis malah lebih romantisan lo dari pada dia. Sebenarnya gue itu pengen banget kek di kasih hadiah trus di kasih kata kata manis kayak yang lo lakuin" Kata Cathlyne pada G yang membuat cowo itu tersenyum puas


"Canda Rey" Batin Cathlyne yang terus terusan meminta maaf pada sang suami


"Leo dan Cia itu aja karna kebablasan kalo enggak, ogah gue mana punya nya itu gak tahan lama trus gak memuaskan" Kata Cathlyne


"Bohong yank, kamu mah selalu muasin ampe aku gak bisa jalan" Batin Cathlyne lagi


"Kalo gitu kenapa kamu gak ceraiin dia aja?" Tanya G yang bahagia karna ucapan Cathlyne yang menjelek jelekan musuh nya itu


"Mau nya gitu tapi kasian ama anak anak kalo jadi anak broken home" Kata Cathlyne


"Ogah gue cerain Rey" Batin Cathlyne berteriak


"Iya sih. Jadi kamu udah gak cinta lagi sama Rey?" Tanya G


"Enak aja! Gue cinta banget ama suami gue" Batin Cathlyne namun berbeda dengan mulut nya


"Ya gitu deh" Kata Cathlyne dengan senyum palsu nya.


"Bagus deh" Gumam G dengan senyum nya


"Hah? Lu ngomong apa?!" Tanya Cathlyne pada pria itu


"Ah bukan apa apa. Besok kamu mau ikut aku ke rumah gak?" Tanya G yang membuat Cathlyne membelalakan matanya


"Anjirr, dah main ke rumah aja nih bocah" Batin Cathlyne kesal


"Mau ngapain?" Tanya Cathlyne


"Aku cuma mau kamu masakin aku sesuatu, gak macem macem kok" Kata G seakan tau fikiran Cathlyne


"Salah gak sih gue ke rumah ni cowo? Enggak lah ya? Kan gue juga sering kerumah cowo kek Bara, Vino, Daniel tapi Rey biasa aja. Berarti gassss" Batin Cathlyne


"Jadi gimana? Mau?" Tanya G pada wanita di depan nya itu


"Eum gimana yak? Kan gue gak tau rumah lo dimana" Kata Cathlyne sok mo jual mahal


"Nanti aku jemput gimana?" Tawar G


"E-eh gak usah, nanti lo shareloc aja" Kata Cathlyne pada cowo itu


"Yaudah, gimana kalo jam 8 pagi kamu ke rumah?" Tanya G pada Cathlyne yang membuat wanita itu berfikir sejenak lalu akhirnya mengangguk


"Ok, tapi gak papa ya kalo ntar agak telat" Kata Cathlyne. G pun mengangguk sambil tersenyum manis pada Cathlyne yang membuat wanita itu meringis karna senyuman itu sama persis dengan senyuman LEO


"Kalo gitu aku pamit dulu ya, aku masih banyak kerjaan. Thanks for comming" Kata G lalu mengecup kening Cathlyne yang membuat mata wanita itu membulat  namun dia memaksa untuk mengeluarkan senyuman agar cowo itu tidak curiga dan setelah cowo itu tidak kelihatan lagi, Cathlyne langsung menggosok dahi nya yang sempat di kecup oleh G dengan cepat dan berulang  ulang


"Asataga dragonn, kek nya harus gue cuci pake pasir tujuh kali" Gumam Cathlyne yang masih mengusap kening nya


"Rey maap kan istri mu ini, tapi ini semua demi kepentingan bersama" Gumam Cathlyne lagi lalu memutuskan untuk pulang ke rumah untuk bermalas malasan sambil menunggu Leo dan Cia  yang pulang dengan supir dan Rey yang akan pulang dari kantor lebih cepat hari ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Pagi ini Cathlyne melakukan rutinitas nya yaitu mengurusi suami dan anak anak nya sebelum melakukan misi rahasia nya yaitu mencari informasi di rumah G, cowo yang terlihat  sangat mirip dengan LEO itu.


"Kamu jadi ke basecamp DeadScorpio yank?" Tanya Rey. Ya, Cathlyne memang izin dengan Rey namun izin untuk pergi ke basecamp bukan pergi ke rumah G


"Ya jadi lah" Jawab Cathlyne seadanya


"Mau aku anter aja gak?" Tanya Rey


"Gak usah Rey sayang, aku bisa sendiri kok" Jawab Cathlyne


"Yakin, kamu lagi ham-"


"Iya sayang, aku tau aku lagi hamil. Dah beribu ribu kali kamu ngingetin aku hal itu. Aku bisa jaga diri kok, don't worry" Kata Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas lalu bergerak mengelus kepala Cathlyne


"I trust you" Kata Rey dengan senyuman manis nya yang tentu nya juga di balas dengan senyuman termanis dari Cathlyne


"BUCIN" Kata Leo dan Cia bersamaan yang membuar pasangan suami istri itu menatap kedua anak nya


"Tau dari mana kata bucin?" Tanya Cathlyne


"Dari om Aldo" Jawab Leo


"Katanya papa itu bucin nya  mama" Kata Cia yang membuat Rey mendelik tak terima sedangkan Cathlyne sudah tertawa


"Bener tuh, papa itu bucinnnn banget sama mama" Kata Cathlyne dengan sisa sisa tawa nya


"Yain" Kata Rey singkat karna dia juga tidak bisa mengelak itu


"Udah udah kalian habisin sarapan nya habis itu pergi ke sekolah" Kata Cathlyne. Mereka pun menghabiskan sarapan mereka masing masing dalam diam.


Setelah selesai makan, mereka pun bersiap untuk pergi ke tujuan mereka masing masing yaitu Leo dan Cia ke sekolah, Rey ke kantor dan juga Cathlyne menuju rumah G seperti perkataan nya kemarin saat di cafe bersama G


"Bawa mobil nya pelan pelan aja ya?" Suruh Rey pada sang istri yang sudah memakai dress agar perut nya tidak kegencet jika pake celana jeans atau pun semacam nya



"Hati hati, jangan main sembarangan. Kalo mereka minum minuman beralcohol kamu gak usah ikutan dan kalau mereka ngeroko atau ngevape jangan juga ikutan, okay?" Kata Rey pada istri nya itu


"Siap bapak negara" Kata Cathlyne pada Rey


"Kalian juga hati hati ya" Lanjut Cathlyne pada suami dan anak anak nya itu


"Ok ibu negara" Kata mereka yang membuat Cathlyne tersenyum lebar.


Rey, Leo dan Ciaa  pun masuk ke dalam mobil Rey sedangkan Cathlyne bergerak untuk masuk ke dalam mobil nya sendiri. Mereka pun menjalankan mobil nya menuju tujuan mereka masing masing, Rey menuju sekolah anak anak nya dahulu lalu ke kantor nya sedangkan Cathlyne menuju alamat G yang sudah cowo itu kirim pada Cathlyne tadi malam


Cathlyne pun akhir nya sampai di rumah cowo misterius itu setelah 30 menit perjalanan dari rumah nya karna Cathlyne memelankan laju mobil nya seperti yang diperintahkan oleh Rey tadi sebelum dia pergi, Cathlyne kan istri baik dan penurut wle



Setelah dia memarkirkan mobil nya di depan rumah sederhana yang masih terlihat bagus itu, Cathlyne turun dari mobil lalu bergerak untuk mengetuk  pintu coklat itu dan tak lama kemudian pintu itu terbuka dan memperlihatkan cowo tinggi nan putih itu yang seperti nya baru saja selesai mandi karna bisa dilihat dari rambut nya yang masih sedikit basah itu


"Hai" Sapa G dengan senyum manis nya itu


"Hai" Sapa Cathlyne balik dengan senyum kikuk nya


"Masuk Cath" Kata G. Cathlyne pun masuk ke dalam rumah yang ternyata dalam nya rapi untuk ukuran rumah cowo, Cathlyne menelisik seluruh sudut rumah cowo itu sambil menaruh totebag nya di sofa yang ada di situ.


"Ayok aku antar ke dapur" Kata G yang membuat Cathlyne menoleh lalu mengangguk. Mereka pun melangkahkan kaki mereka menuju dapur yang lumayan luas.


"Lo mau makan apa?" Tanya Cathlyne sambil membuka kulkas milik cowo itu


"Terserah kamu aja" Jawab G yang terus menatap Cathlyne dengan senyuman nya


"Lo bisa makan pedas gak?" Tanya Cathlyne lagi sambil menoleh ke arah cowo itu


"Bisa" Jawab nya sambil menganggukan kepala nya. Cathlyne pun berfikir sejenak lalu tersenyum saat otak nya memproduksi ide yang cemerlang


"Gue mau masak rica rica ayam, tapi bahan bahan nya kurang lengkap." Kata Cathlyne sambil mendekatkan diri nya pada G yang membuat pria itu spot jantung


"Kamu mau kan beliin bahan bahan nya buat aku?" Tanya Cathlyne manja dengan tangan yang sudah bergerak membentuk pola abstrak di dada bidang G


"H-hah?!" Tanya G gugup


"Apa perlu aku ulangin lagi hum?" Tanya Cathlyne


"Ga-gak u-usah, Aku pergi sekarang" Kata G lalu pergi keluar untuk melalukan apa yang Cathlyne minta sedangkan Cathlyne menggumamkan kata yes karna misi nya untuk membuat G keluar dari rumah berhasil.


Cathlyne pun mengirimkan bahan bahan untuk membuat rica rica namun dia agak menambahkan beberapa bahan makanan yang sebenarnya tidak diperlukan agar cowo itu lama kembali nya. Setelah mengirim list bahan bahan makanan yang harus cowo itu beli, Cathlyne pun mulai bergerak untuk mencari sesuatu yang bisa mengungkap sisi asli G di semua ruangan yang ada di dalam rumah minimalis itu.


Cathlyne pun mulai masuk ke salah satu kamar di situ dan menelisik apakah di situ ada cctv atau tidak dan ternyata dewi fortuna berpihak pada nya karna tidak ada cctv atau pun pengaman lainnya yang akan menyulitkan acara bongkar bongkar nya.


Cathlyne pun mengecek semua laci laci, lemari, kolong kolong yang ada di kamar itu namun tidak ada menemukan sesuatu yang berharga malahan dia hanya mendapat sarang laba laba dan juga debu debu yang menandakan kamar ini sudah lama tidak digunakan.


Setelah tidak mendapatkan apa pun do kamar pertama, Cathlyne pun beralih ke kamar selanjutnya yang dia yakini bahwa kamar itu adalah kamar G karna di rumah ini hanya ada 2 kamar.  Dengan perlahan dia masuk ke dalam kamar yang beraroma khas cowo itu dan wangi  nya sangat menenangkan namun Cathlyne segera menepis itu lalu menelisik apakah ada cctv atau tidak dan ternyata sama dengan kamar sebelum nya yang juga tidak ada cctv di dalam nya.


Cathlyne langsung saja masuk dan alangkah kaget nya saat dinding kamar itu dipenuhi oleh foto foto diri nya, uvvu banget kan?! Cathlyne pun mulai mengecek semua tempat yang ada di kamar itu bahkan kamar mandi pun dia cek dan saat dia membuka lemari baju G dia melihat ada 1 box medium  yang menarik perhatiaan nya. Cathlyne mengambil box itu lalu perlahan membuka nya dan ternyata isi nya foto foto LEO dengan sepupu nya yang ada di Amsterdam


"Jan jangan G itu Gabriel?" Gumam Cathlyne tak percaya bahkan mulut nya terbuka


Cathlyne pun menelan saliva nya lalu mengambil foto foto itu perlahan dan di perhatikan nya dengan sangat teliti. Cathlyne pun melihat foto LEO, Gabriel dan 1 cowo lagi yang Cathlyne tau bahwa dia adalah Kenzo  sepupu LEO juga. Cathlyne bisa melihat di dalam foto itu mereka memperlihat kan tatto yang ada di leher samping mereka dengan tatto Kenzo yang bertuliskan 'AN', tatto Gabriel yang bertuliskan 'DER' dan tatto LEO bertuliskan 'SON'.


Cathlyne baru ingat bahwa LEO pernah mengatakan bahwa anak laki laki di keluarga Anderson membuat tatto penggalan kata dari nama fam mereka yaitu ANDERSON. Jadi cowo yang mengikuti nya selama ini adalah Gabriel, sepupu dari LEO. Pantas saja kemarin dia bilang bahwa dia kenal LEO sejak kecil dan dia kenal Cathlyne selama LEO mengenal Cathlyne juga.


Cathlyne pun tak habis pikir mengapa Gabriel rela mengubah wajah nya seperti LEO padahal dia dulu memiliki wajah yang tak kalah tampan dari kedua sepupu nya itu. Cathlyne pun kembali melihat semua isi kotak itu dan dia melihat ada sebuah buku yang bisa di katakan sebuah DIARY.


Cathlyne pun mulai membaca nya dengan seksama, Cathlyne tersentak saat membaca semua tulisan Gabriel yang ternyata menyukai Cathlyne duluan daripada LEO namun Cathlyne malah memilih LEO


"Dia, Princess Amberly Cathlyne Constantine. Wanita pertama yang membuat gue jatuh cinta dan mulai berusaha untuk bisa mendapatkan hati nya. Namun sial nya, dia malah di jodohkan dengan sepupu gue sendiri yaitu LEO. Gue udah berusaha untuk membatalkan perjodohan itu terlebih saat melihat Cathlyne merasa tidak setuju dengan perjodohan itu. Disaat gue ngaku ke keluarga besar gue kalo gue Gabriel Nathanael Anderson menyukai Cathlyne, gue malah di asingkan ke Amsterdam meskipun kedua orang tua gue sering jengukin ke Amsterdam. Gue berusaha buat jadi orang sukses di Amsterdam namun berita pahit harus aku dapatkan yaitu Cathlyne dan LEO sudah bertunangan dan sudah saling mencintai. Sakit, sangat sakit tapi gue terus berusaha untuk menjadi pria sukses yang pantas untuk Cathlyne sampe gue dengar kematian LEO. Gue sedih karna sepupu terbaik gue pergi namun ada secuil rasa senang karna itu arti nya gue bisa memperjuangkan Cathlyne lagi. Gue sengaja kasih Cathlyne waktu buat benar benar melupakan LEO karna gue tau sulit buat Cathlyne untuk melupakan sepupu gue itu. 6 tahun gue kerja di Amsterdam untuk nabung supaya gue bisa balik ke Indonesia, ngebuktiin bahwa gue mampu hidup sendiri ke keluarga besar gue dan gue juga bisa bisa ngehalalin Cathlyne serta bisa bikin dia bahagia. Namun lagi lagi kenyataan pahit harus gue terima saat dengar bahwa perempuan yang gue cintai ternyata sudah menikah bahkan sedang mengandung anak dari pria itu. Demi apapun hati gue hancur sehancur hancur nya, kenapa Tuhan gak biarin gue bahagia sama Cathlyne? Kenapa gue gak bisa ngemilikin pujaan hati gue? Kenapa harus ada pria lain yang bisa ngemilikin Cathlyne sepenuh nya? Kenapa?! Kenapa pria itu bukan gue?! Gue terpuruk, benar benar terpuruk. Gue pergi balapan, hal yang sudah lama gak gue lakuin karna selama ini gue sibuk kerja demi nabung buat nikahin Cathlyne tapo sekarang tabungan itu sudah tidak berguna bukan?! Gue ikut balapan liar di Amsterdam dan hal naas menimpa gue, gue kecelakaan dan hilang ilangan selama 3 tahun lebih. Setelah 3 tahun melupakan Cathlyne, akhir nya gue inget lagi. Gue berusaha buat bangkit dan memperjuangkan cinta gue, persetan dengan status nya yang sudah menjadi istri orang lain. Gue kembali kerja, gue ngumpulin uang lagi karna uang tabungan gue habis karna gue foya foya selama gue hilang ingatan dan setelah 2 tahun akhirnya tabungan gue bisa kembalicseperti semula bahkan lebih banyak dari sebelum nya. Malam itu gue berfikir gimana gue bisa dapatin hati Cathlyne dan pemikiran konyol gue datang yaitu nyamain muka gue dengan muka LEO karna jika  Cathlyne gak bisa mencintai gue dengan wajah gue, dia bisa sedikit memperhatikan gue walaupun dalam bayang bayang LEO. Gue mau semua perjuangan gue terbalas walaupun hanya perhatian kecil dari Cathlyne. Gue mau ngerawat dia dan anak anak nya karna gue pengen rasain gimana rasanya mempunyai keluarga kecil yang bahagia dengan wanita yang gue cintai tapi kenapa itu sulit? Kenapa dia terus saja menghindar dari gue padahal gue sudah kasih perhatian seperti yang dulu LEO lakukan ke dia? Kenapa dia mau menjauhi gue bahkan pergi ke Bandung demi meninggalkan gue lagi? mungkin jika gue gak keluarin uang yang lumayan gede buat nyogok salah satu perusahaan untuk membatalkan perjanjian mereka agar itu bisa menghentikan Cathlyne pergi lagi, dia bisa pergi dan gue akan susah untuk ketemu dia lagi. Gue sayang dia bahkan cinta dan cinta gue ini sudah bertahan hampir 15 tahun dan akan bertahan selama sisa hidup gue. Hingga tadi pagi  gue ketemu dia secara langsung, rasa nya senang banget. Semua kerinduan di hati gue mulai hilang walaupun hanya sedikit. Ngobrol sama dia itu sudah bikin gue senang dan ini adalah apa yang gue tunggu selama belasan tahun ini dan besok gue akan bertemu dengan dia lagi untuk menyicipi masakan nya, setidak nya walaupun dia tidak bisa masakin gue tiap hari, gue masih bisa nyicipin masakan nya sekali.Gue gak sabar buat besok bahkan gue gak bisa tidur sekarang. Gue cinta banget sama Cathlyne dan rasa itu akan selalu ada sampe akhir hidup gue. Gue gak terlalu berharap dia bisa membalas cinta gue tapi gue hanya berharap gue bisa mendapatkan perhatian nya sebelum ajal  gue menjemput. Love you Cath, Really.


Gabriel


14 Oktober 2020"


Cathlyne pun sampai meneteskan air mata nya. Dia sangat tidak tega dengan Gabriel, dia terharu dengan perjuangan cowo itu. Andai saja dia datang sebelum Rey pasti ada kemungkinan dia yang menjadi kepala keluarga untuk keluarga kecil nya namun itu tidak mungkin terjadi. Cathlyne pun menghapus air mata nya lalu memfoto semua yang ada di kotak itu sebagai bukti lalu mengembalikan nya ke tempat semula dengan rapi setelah itu bergerak untuk keluar dari kamar cowo itu dengan memastikan dia keluar tanpa meninggalkan jejak apa pun.


Cathlyne pun melangkahkan kaki nya menuju sofa yang ada di ruang tamu lalu duduk di sana dengan mata sembab nya. Dia masih tidak menyangka ada orang yang memperjuangkan nya dengan sangat keras namun cowo itu tidak mendapatkan apapun darinya, sungguh dia tidak tega. Apa yang kalian lakukan saat ini terjadi pada kalian?


Air mata Cathlyne terus menetes saat mengingat semua yang dia lihat tadi, ingat dia juga sedang dipengaruhi dengan hormon ibu hamil oleh sebab itu dia tidak bisa berfikir jernih dan menjadi sangat sensitive hingga pintu rumah terbuka menampilkan Gabriel yang berdiri dengan belanjaan di tangan nya membuat bibir Cathlyne mulai melengkung ke bawah dan mata nya mulai berkaca kaca. Gabriel yang melihat itu pun langsung menjatuhkan belanjaan nya lalu langsung menghampiri dan berlutut menatap Cathlyne yang sudah bersiap untuk nangis.


"Lah kok nangis? Kenapa Cath?" Tanya Gabriel dengan nada panik namun hanya di balas gelengan dari Cathlyne


"Tell me what happen" Kata Gabriel yang malah membuat air mata Cathlyne meluruh


"E-eh kenapa malah tambah nangis? Kamu mau apa hum? Jangan nangis sayang" Kata Gabriel sambil mengusap air mata Cathlyne. Cathlyne pun spontan memeluk  Gabriel yang membuat cowo itu menegang.


Ini bukan Cathlyne murahan, namun karna Cathlyne tidak tega dengan Gabriel. Cathlyne pun menangis di pundak Gabriel dan cowo yang dipeluk itu pun perlahan membalas pelukan Cathlyne.


"Don't cry baby" Kata Gabriel sambil mengelus kepala Cathlyne yang masih memeluk nya itu


Setelah beberapa menit memeluk Gabriel, Cathlyne pun akhirnya menguraikan pelukan nya saat tangis nya sudah mulai mereda. Gabriel pun dengan cepat membenarkan rambut Cathlyne dan juga menghapus sisa sisa air mata nya.


"Sorry, karna gue baju lo jadi basah" Kata Cathlyne tak enak


"It's okay, gak usah peduliin baju aku" Kata Gabriel lembut yang malah semakin membuat Cathlyne tidak sampai hati


"Oh ya, aku udah beliin semua bahan bahan yang kamu suruh. Mau aku bantuin masak?" Tanya Gabriel yang diangguki oleh Cathlyne.


Mereka pun mulai memasak rica rica seperti yang Cathlyne rencana kan tadi. Gabriel pun cukup handal dalam memasak, mungkin ini efek dari dia bertahun tahun hidup sendiri di Amsterdam pikir Cathlyne. Setelah hampir 1 jam memasak, akhirnya masakan mereka pun sudah jadi.



Cathlyne pun bergerak menaruh masakan nya di sebuah wadah lalu membawa ke meja makan dimana sudah ada Gabriel yang terduduk dengan piring kosong di depan nya sambil menatap Cathlyne dengan senyuman. Cathlyne pun duduk di depan Gabriel lalu beralih untuk menyidukan nasi untuk Gabriel, ini kan yang cowo itu mau? Sedikit perhatian


"Nasi nya segini aja atau lagi?" Tanya Cathlyne pada Gabriel yang tampak terkejut dengan perhatian Cathlyne


"Segitu aja enough" Kata Gabriel dengan senyuman manis nya. Cathlyne pun membalas senyuman itu lalu beralih menyidukan lauk ke dalam piring milik Gabriel sebelum memberikan nya pada sang empunya


"Selamat makan" Kata Cathlyne setelah menarih piring itu di depan Gabriel


"Selamat makan juga" Kata Gabriel lalu mulai memakan nya.


"Kamu gak makan?" Tanya Gabriel pada Cathlyne yang hanya dia memperhatikan cowo itu


"Gak, aku gak bisa makan pedas" Alibi Cathlyne padahal dia tidak makan pedas karna diri nya sedang hamil dan harus jaga makan


"Mau aku bikin kan telur setengah matang?" Tanya Gabriel pada wanita itu


"Gak usah aku juga udah makan tadi pagi, just enjoy your meal" Kata Cathlyne yang membuat Gabriel mengangguk lalu kembali melanjutkan makan nya.


"G" Panggil Cathlyne yang membuat cowo itu mendongak


"Why?"


"You must have a better live" Kata Cathlyne tulus, dia tidak ingin hidup cowo itu terus menderita


"Aku masih berusaha untuk itu dan salah satu nya adalah dengan ada nya kamu di hidup aku" Kata Gabriel lalu tersenyum


"Aku bisa terus perhatian sama kamu tapi bukan sebagai pacar bahkan suami tapi sebagai teman dan saudar" Kata Cathlyne yang membuat Gabriel menghentikan kunyahan nya


"Teman? Saudara? Apakah usaha ku selama ini hanya berbuah seperti itu?" Gumam Gabriel yang masih bisa di dengar oleh Cathlyne


"Apa status yang kamu mau dari gue?" Tanya Cathlyne


"Boleh gak aku egois dan minta kamu jadi istri ku?" Tanya Gabriel sendu yang membuat mata Cathlyne memanas, hati nya sangat tidak tega


"Tapi aku gak mungkin nikahin 2 pris sekali gus" Kata Cathlyne


"Ahh ya, i'm forget" Kata Gabriel lalu tersenyum miris


"G, lu bisa dapetin cewe yang lebih segala nya dari gue. Lu bisa dapetin cewe yang bisa mencintai lu balik, gak kayak gue" Kata Cathlyne


"Aku bisa tapi aku gak mau Cath" Lirih Gabriel


"Mau sampai kapan kamu tersiksa kayak gini? mau sampai kapan kamu harus sedih kayak gini? mau sampai kapan kamu terus usaha tanpa menikmati hasil nya? Sampe kapan?" Tanya Cathlyne serius


"Sampe kamu bisa jadi milik ku, mungkin" Kata Gabriel dengan senyum miris nya


"Gue tau lo cowo hebat dan lo juga pantes buat dapetin cewe hebat tapi bukan gue" Kata Cathlyne lalu berdiri dan mengambil totebag nye


"Ah iya, jangan egois karna itu akan nyakitin diri lu sendiri" Kata Cathlyne lalu pergi meninggalkan rumah Gabriel sedangkan sang empunya rumah masih terus memikirkan kata kata Cathlyne.


"Susah Cath, setelah 15 tahun gue berjuang dan dengan gampang nya lo nyuruh gue nyerah? Ini gak segampang itu Cath" Kata Gabriel lalu menggaruk kepala nya kasar


"Apa gue harus pake cara yang lebih egois lagi buat dapatin lo?"