
Author POV
Saat ini Cathlyne sedang berada disalah satu club di Jakarta. Dia kesini bukan untuk sekedar minum-minum tapi dia disini untuk merayakan ulang tahun Dylan bersama Vino dan DeadScorpio.
Disini penuh dengan candaan, tawaan, dan kebahagian. Cathlyne pun hanya tertawa melihat kelakuan ***** sahabat-sahabatnya sambil duduk minum di kursi depan meja bartender.
Mereka sempat berjoget ria di Dancefloor sebagai part utama di pesta ini. Banyak tak sedikit yang menggoda Cathlyne namun dengan sigap DeadScorpio menghalangi mereka yang ingin mengganggu bosnya.
Sekarang, mereka pun duduk bercanda gurau sambil meneguk beberapa gelas Jack Daniel. Mereka minum dengan tawaan karna lelucon yang diberikan Darren dkk.
Disini hanya ada kebahagian dan rasa nyaman yang dirasakan Cathlyne disini. Namun kebahagiaan itu hancur ketika melihat cowo yang dia kenal dateng berdua dengan cewe yang Cathlyne kenal betul ke club apalagi tu cewe memakai pakaian kurang bahan. Namun Cathlyne tahan semua amarahnya dengan cara menenguk 1 gelas lagi Jack Daniel.
Cathlyne pun mengambil hp nya lalu memposting foto dengan caption yang menyindir cowo itu agar dia sadar.
Princess_Cathlyne You go find a ***** and i go find someone to replace you....... Bastard....
...MEMATIKAN KOMENTAR~...
5 menit, 10 menit mereka masih duduk anteng sambil minum. Cathlyne masih memperhatikan 2 orang itu sampai mengabaikan lawakan-lawakan yang diberikan teman-temannya. Namun emosi Cathlyne memuncak saat melihat cewe itu membawa cowo yang sudah setengah mabuk itu untuk Take a Room.
Cathlyne pun menghela nafas panjang lalu kembali meminum minuman dihadapannya sebelum melabrak mereka berdua.
Setelah minum, Cathlyne pun berdiri lalu pergi menjauh dari kerumunan DeadScorpio dengan BadCathlyne yang sudah setengah keluar dan semua itu tidak luput dari padangan Bara. Bara yang melihat Cathlyne semakin menjauh langsung menghentikan lawakan Darren dan menyuruh mereka ikut mengawasi Cathlyne.
Vino pun langsung mengikuti Cathlyne. Dia tak ingin ada sesuatu yang terjadi pada Cathlyne.
Cathlyne pun sudah berada didepan pintu dimana 2 orang itu berada. Cathlyne pun menghela nafasnya sambil menghapus air matanya dan mengumpulkan kekuatannya.
BRAKK
Cathlyne menendang pintu itu sampai pintu itu terbuka dan memperlihatkan 2 orang yang sedang bercumbu. Dan suara dentuman pintu itu membuat 2 orang itu menghentikan aktifitas najis mereka.
Cathlyne pun menghampiri cowo yang berhasil membuatnya menangis kali ini.
"Cath-"
PLAKK
"BAJ*NGAN LO, BRENGS*K" Teriak Cathlyne pada cowo didepannya itu setelah menamparnya.
"Gue kira lo cowo yang tau batasan Rey, ternyata apa?! Lo cowo brengsek yang gak tau dir-"
"Jaga mulut l-" kata cewe disebelahnya yang memotong ucapan Cathlyne namun langsung di potong lagi oleh Cathlyne
"Lo Diem" kata Cathlyne pada cewe itu dengan tatapan yang menyeramkan sehingga membuat cewe itu kicep. Lalu ia kembali menatap cowo itu
"Ini yang lo bilang setia?! Ini yang lo bilang mau bikin gue jatuh cinta ama lo?! BULLSHIT. Dengan kayak gini lo udah bikin gue yakin untuk gak mencintai lo" kata Cathlyne dengan air mata yang dia tahan sedangkan cowo itu hanya menunduk karna dia tau dia salah
"Dan lo, Dibayar berapa lo sama dia?!" Kata Cathlyne kepada cewe itu dengan devil smirknya
"Mulut lo dijaga. Lo kira gue cewe murahan?!" Bentak cewe itu yang membuat Cathlyne menyeringai lebar
"Umm, let me think. Oh, i know. Lo bukan cewe murahan BUT YOU ARE A B*TCH, cih" kata Cathlyne lalu membuang ludah di kaki cewe itu yang membuat cewe itu menggeram
"LO-" Teriak cewe itu yang langsung dipotong ama Cathlyne
"Gue kenapa?! Cantik?! Makasih" kata Cathlyne
"Ini adalah balasan buat lo yang udah bikin seorang Bianca Neldes malu!!!"Kata cewe itu yang tak lain adalah Bianca
"Dasar murahan!"Kata Cathlyne
"Cathlyne i kno-" kata Rey yang langsung dipotong oleh Cathlyne karna kalau dia tidak potong bisa-bisa dia nangis didepan mereka
"Udah ah, gue gak mau lama-lama disini, ntar ketularan najis. Mending lo lanjur ***** ama tuh cewe B*tch" kata Cathlyne lalu berbalik hendak keluar namun ditahan oleh Rey
"Please forgive me" kata Rey menatap Cathlyne sendu yang membuat Cathlyne ingin sekali menangis dipelukannya tapi rasa ego yang mengalahkan semuanya. Cathlyne menghempas cekalan Rey
"I Want, But I Can't" kata Cathlyne lalu keluar dari ruangan itu.
Vino pun menghampiri Rey dan melayangkan tinjuannya pada cowo itu yang membuat pinggir bibir rey robek dan berdarah dan 1 tinjuan lagi mendarat di perutnya
"BRENGS*K!!!"
"Nyesel gue udah biarin Cathlyne deket sama bajian kayak lo Nj*ng"Kata Vino lalu menyusul Cathlyne keluar.
Cathlyne melihat DeadScorpio berdiri di depan pintu dan Dan dia tahu bahwa mereka sudah mengetahui semuanya. Cathlyne langsung memberikan kode pada Bara untuk pergi cabut dari tempat ini.
Mereka pun pergi dari club ini tapi sebelum itu Cathlyne berdiri ditengah-tengah club dimana dia kasih bisa melihat keberadaan Rey yang menatapnya dengan sendu yang membuat dia menangis, Ya dia menangis.
Dan semua itu terekam jelas oleh mata Rey yang membuat dia melangkahkan kakinya kearah Cathlyne berniat untu memeluknya namun sebelum Rey sampai, Cathlyne sudah terlebih dulu pergi meninggalkannya.
Saat ini mereka sudah berada didepan basecamp maniaks. Musuh mereka. Sebenarnya Maniaks tidak cari masalah tapi emosi Cathlyne membawa mereka kesini, mungkin untuk melampiaskan BadCathlyne disini.
Cathlyne pun mengambil batu lalu melempar kearah basecamp mereka sontah hal itu membuat maniaks keluar dengan muka marah.
Saat ini terhitung 15 orang yang keluar dari basecamp mereka.
"Mau apa lo? Mau cari masalah?" Tanya Andi
"Gue gak cari masalah. Gue cuma cari mangsa" kata Cathlyne lalu langsung menerjang Andi. Mereka berdua pun salung adu tonjok.
Kali ini mereka bisa melihat ke bringasan Cathlyne. Tinjuan,pukulan, tendangan semua Cathlyne dapatkan dari andi namun hasil akhirnya Cathlyne lah yang menang.
"Kalo kalian pengecut, cukup diam disitu" kats Cathlyne dengan senyum yang meremehkan sehinggs membuat 14 orang ity menyerangnya.
Kalo kalian tanya kenapa Bara and the geng gak mau bantuin? Jawabannya karna Cathlyne mengancam mereka. Kalo mereka bantuin Cathlyne mereka akan menerima seperti yang maniaks dapatkan
Bughh
Bughh
Bamm
Pakkk
Bughhh
Walaupun dengan sakit diperutnya luka diseluruh badannya, Cathlyne yang memenangkan pertarungan itu. Hal itu membuat DeadScorpio meringis ngeri apalagi melihat maniaks yang terkapar di aspal
"Thanks. Gue dan anggota gue gak bakalan gangguin kalian lagi" kata Cathlyne lalu melempar uang 5 juta karna hanya itu uang cash yang tersedia didompetnya.
"Ini uang buat berobat kalian." Kata Cathlyne lalu naik ke motornya dan pergi ke basecamp yang diikuti Bara sedangkan yang lainnya Bara suruh pulang karna ini sudah cukup malam.
Saat ini Cathlyne dan Bara sudah berada di basecamp mereka. Bara dan Vino menjadi saksi sakitnya seorang Cathlyne.
BadCathlyne sudah keluar. Cathlyne memecahkan semua vas, membanting meja, melempar apapun didepannya. Bara dan Vino tak bisa menenangkan Cathlyne.
Namun semua amarahnya itu perlahan hilang dan tergantikan dengan rasa sakit hati yang sangat menyiksa. Bara dan Vino lagi-lagi melihat Cathlyne menangis untuk kedua kalinya, pertama karna kehilangan Leo dan sekarang karna DISELINGKUHI,
Cathlyne menangis dalam diam, tapi dia tak mau larut dalam kesedihannya. Dia langsung menyuruh Bara melakuakn sesuatu.
"Bar, ambilkan whisky di kulkas." Kata Cathlyne yang langsung di iyakan oleh Bara. Bara pun mengambil whisky sama 3 gelas kecil khusus untuk 'minum'
"Nih, jangan terlalu banyak" kata Bara duduk sambil menaruh whisky dan gelas itu dihadapan Cathlyne
"Kok tiga?" Tanya Cathlyne
"Gue ama Vino juga mau" kata Bara yang diiyakan oleh Vino
'Gue ikut minum supaya lo gak ngabisin semua nya sendiri, biar gue aja yang mabuk daripada lo yang mabuk' pikir Bara
Mereka pun hanyut dengan kegiatan mereka. Bara pun hanya minum beberapa gelas karna tidak ingin mabuk untuk bisa mengawasi Cathlyne sedadngkan Vino hanya meminum 2 gelas karna sibu menyuruh Cathlyne berhenti. Pada akhirnya Cathlyne benar-benar tidak kuat untuk minum lagi. Dia mulai meracau gak jelas.
"DIA BAJ*NGAN. BRENGS*K" Racau Cathlyne yang sudah setengah sadar membuat Bara menjauhi minuman dari Cathlyne sebelum Cathlyne meminumnya langsung dari botol dan bisa membuatnya drop seperti waktu itu.
"Baj*ngan, Rey lo jahat.....disaat gue udah cinta ama lo tapi lo malah ngelakuin ini..............." racau Cathlyne sambil menangis
Jujur Vino saat ini juga merasa sakit melihat Cathlyne seperti ini. Dia menyesal telah mengajak Cathlyne ke club itu,
Sudah setengah jam lebih Cathlyne meracau tentang Rey. Bisa Bara liat bahwa Cathlyne sudah bisa move on dari Leo dan mulai mencintai Rey. Namun bohong jika Bara tidak marah dengan Rey.
Bara pun menuntun Cathlyne kekamar khusus untuk nya di Mansion ini. Bara membaringkan Cathlyne di kasurnya lalu menyelimuti Cathlyne agar tidak kedinginan sedangkan Vino sibuk membereskan minuman dibawah.
Bara pun berdiri melihat Cathlyne yang sudah tepar. Lalu dia mengeluarkan hpnya dan menghubungi Darren.
"Hambur MEREKA" Kata Bara lalu pergi dari kamar Cathlyne
...******◆◆◆◆******...
Pagi ini Cathlyne terbangun karna rasa pusing yang dateng tapi dia memakluminya 'efek minum' pikirnya. Setelah mengerjapkan matanya beberapa kali, Cathlyne pun duduk untuk mengumpulkan nyawanya sebelum bersiap.
Dia pun berdiam sejenak dan tanpa sengaja bayangan kejadian tadi malam muncul dipikirannya. Cathlyne pun tidak ingin ambil pusing dengan itu, dia lelah
'Buat apa mikirin orang yang jelas-jelas gak menghargai kita!' Pikirnya
Dia pun sudah selesai bersiap, dengan baju yabg dikeluarkan, dasi yang hanya digantung dileher, lengan yang lipat dan kaos kaki pendek padahal hari ini upacara. BUT WHO CARES?!!
Saat ini Cathlyne pun keluar dari kamarnya dan dia melihat betapa berantakan mansionnya ini tapi dia langsung saja keluar dan bergegas pergi kesekolah dengan motornya 'Toh nanti ada bi sri yang dateng bersihin' pikirnya
Setelah 15 menit menempuh perjalanan yang melelahkan akibat macet, Cathlyne pun sampai di sekolahnya. Well, dia telat 10 menit dan sekarang upacara sudah dimulai. Dia pun langsung saja menghampiri satpam untuk meminta bukakan gerbang untuknya
"Pak, bukanin gerbangnya dong" Kata Cathlyne yang masih duduk di motor sport nya.
"Maaf neng, saya takut dimarahi, apalagi ini udah upacara" kata Satpam itu
"Huft, tante saya yang punya sekolah ini. Saya bisa suruh tante saya buat mecat bapak" kata Cathlyne santai sedangkan pak satpam itu hanya ketakukan
"Yasudah neng, saya bukain tapi suruh tante eneng jangan mecat saya" kata Pak Satpam itu sambil membukakan gerbang.
"Makasih pak. Tenang aja klo sama saya" kata Cathlyne lalu menyalakan mesinnya dan masuk kedalm sekolah
BrummBrummBrumm
Bunyi motor Cathlyne membuat semua siswa-siswi serta guru-guru melihat kearahnya, sedangkan yang dilihat hanya bodoamat sambil memarkirkan motornya.
Dia pun turun dari motornya lalu melepas helmnya. Lalu dengan santainya dia berjalan kearah barisannya dengan tangan yang memainkan kunci motornya. Namun saat dia ingin menghampiri barisannya 1 cekalan menghentikannya.
"Apaan sih pak?" Tanya Cathlyne yang melihat guru bk yang menahannya
"Kamu kenapa telat? Trus dengan santainya kamu masuk dan bikin keributan" kata pak Ahmad
"Umm, emang salah ya pak?!" Tanya Cathlyne seolah berpikir
"Ya salah lah." Kata Pak Ahmad
"Gitu yak? Ohhh" kata Cathlyne ngangguk
"Kamu ini cewe, cobak kamu seperti Bianca baik, ter-"
"SAYA GAK SUKA DIBANDINGIN" Kata Cathlyne emosi mendengar nama itu yang mengingatkannya pada kejadian tadi malam. Setelah itu Cathlyne meninggalkan lapangan menuju kelasnya tanpa menghiraukan teriakan guru-guru.
'Palingan entar di skors 3 hari doang' gitu pikirnya
Dia pun berjalan kearah rooftop untuk mencari udara segar sekalian menunggu hingga upacara selesai
Beberapa langkah lagi dia sampai dirooftop dan dia bisa main hp sambil menunggu upacara selesai namun tiba-tiba tangannya ditarik kebelakang sehingga badannya pun ikut tertarik kebelakang yang membuat dia tertubruk oleh sesuatu.
"Apaan sih?!" Bentak Cathlyne ketika mengetahui siapa orang yang menariknya itu.
"Aku mau jelasin" kata Rey
"Cih, jelasin?!. Berapa ronde kalian?!" Tanya Cathlyne meremehkan padahal ada rasa sakit dihatinya ketika dia ngomong itu
"It's not li-"
"Gimana enak?!" Lagi-lagi Cathlyne memotong ucapan Rey
"Tadi malam itu gak seperti yang kamu liat" kata Rey
"So?! Who cares?!" Kata Cathlyne lalu hendak berbalik kembali kerooftop namun lagi-lagi tangan nya ditarik
"I cares. Aku gak mau kamu salah paham?" Kata Rey
"Tapi gue udah salah paham" kata Cathlyne yang ingin cepat-cepat menghindar dari cowo itu
"Please belived me." Kata Rey yang mulai mendekatkan mukanya ke muka Cathlyne
"I'm only yours" lanjutnya lalu ingin mencium Cathlyne namun dengan cepat Cathlyne menghindar
"I don't need your kiss. Lagian gue gak terima ciuman bekas ******" kata Cathlyne dengan senyum miringnya lalu meninggalkan Rey yang mengacak rambutnya frustasi.
Namun lagi-lagi tangannya ditarik oleh Rey yang membuat Cathlyne meringis karna perutnya yang terkena sikut Rey.
"LO KENAPA SIH?" Bentak cathlyne mungkin efek rasa skitnya
"Aku ma- tunggu deh. Muka kamu kenapa, kamu habis berantem? Siapa yang bikin kamu gini?" Tanya Rey dengan perasaan khawatir
"Lo yang bikin. PUAS" Kata Cathlyne lalu pergi kekelasnya
"Cath, sumpah tadi malam itu efek alkohol bukan kemauan aku" teriak gue yang bikin Cathlyne nyahut sambil jalan
"I don't care" teriak Cathlyne
Cathlyne pun saat ini sudah tiba di rooftop dan ternyata sudah ada Triple curut yang lagi diobatin sama Triple.
"Kenapa lo pada"Tanya Cathlyne pada Triple curut
"Basecamp kita tadi malam diserang ama geng yang pake serba item"Jelas Nathan
"Oh" kata Cathlyne lalu duduk disofa yang ada disitu
"Kok 'oh' doag sih?! Jahat banget"Kata Aldo
"Terus gue harus apa? Gue harus histeris ngeliat lo bertiga kek gini?" Tanya Cathlyne ngegas. Saat ini mood nya sedang hancur
"Tu muka lo kenapa bonyok juga?!" Tanya Juna
"Abis nyerang"Kata Cathlyne
"Lo punya geng?"Tanya Aldo
"Punya"Kata Cathlyne santai
"Lo nyerang siapa?"Tanya Kirana dingin
"Maniaks"Kata Cathlyne
"Jangan bilang lo nyerang mereka sendiri tanpa dibantuin?"Tanya Fiona yang mengetahui kebisaan Cathlyne
"Iya"Kata Cathlyne
"Gilak lo. Hebat bet lo"Kata Nathan salut
"Cath, ikut gue"Kata Juna lalu menarik tangan Cathlyne kepojok rooftop agar yang lain tidak mendengar obrolan mereka
"Apa?"Tanya Cathlyne
"Jangan bilang DeadScorpio yang nyerang basecamp DarkLion"Kata Juna
"Gue gak ada nyuruh mereka nyerang. Tapi kalo emang bener DeadScorpio yang nyerang, gue setuju karna kalian pantes"Kata Cathlyne
"Maksud lo apa?!"Tanya Juna dengan nada yang sudah naik 1 oktaf
"Kalian harus bertanggung jawab atas apa yang ketua lo lakuin"Kata Cathlyne
"Gue gak ngerti. Emang Rey lakuin apa?"Tanya Juna
"Lo mau tau?"Tanya Cathlyne
"Iya, cepetan kasih tau!!!"Kata Juna gak sabar
"Ketua lo udah ***** ama Bianca di club! Puas?!" Kata Cathlyne
"Lo gak bercanda kan?!"Tanya Juna gak percaya
"Tanya aja sama Vino"Kata Cathlyne
"Huft,kalo emang bener Rey ngelakuin hal najis itu gue di pihak lo Cath"Kata Juna sambil menepuk pundak Cathlyne
"Gue bingung harus apa Jun"Kata Cathlyne dan seketika itu juga tangis nya pecah
"Keluarin aja semua"Kata Juna lalu memeluk Cathlyne guna menenangkannya
"G-gue udah sayang sama dia Jun hiks tapi hiks dia malah pergi ama Bianca hiks dan ngelakuin gak gak pantes hikss Gue benci dia Jun"
"Udah, tenang ya. Gue yakin ini semua akal-akalan nya Bianca. Rey bukan tipe cowo brengsek yang asal ***** sama cewe sembarangan kecuali cewe yang bener-bener di cinta"Kata Juna yang membuat Cathlyne membalas pelukannya.
"Makasih Jun, Gue gak bakalan biarin Rey terjebak lebih dalam sama Bianca"Kata Cathlyne dalam Pelukan Juna
"Gue tau itu. Banyak yang dukung lo kok"Kata Juna
"Gue bakalan susun rencana buat jauhin Rey dari Bianca"Kata Cathlyne
"Iya, nanti kita susun sama-sama bareng Vino dkk" Kata Juna
"Makasih Jun"Kata Cathlyne
PROKK PROKK PROKK
"Hebat"