
Author POV
Pagi ini matahari mulai memulai tugasnya untuk mencerahkan bumi, namun tidak mempengaruhi Rey yang masih bergelut di bawah selimut hingga matahari bersinar melalui jendela yang selama ini tertutup tirai. Saat ini sudah jam 7 pagi dan Rey serta kedua anaknya belum bangun.
"Silau," gumam Rey
"Bangun, Sayang," kata Cathlyne. Ya, ibu 2 anak yang membuka gorden agar sinar matahari masuk ke kamarnya.
"Gimph meh pafhh minith," gumam Rey tak jelas yang membuat Cathlyne bingung sekaligus gemas.
Cathlyne pun tetap berusaha membangunkan suaminya itu dengan berbagai cara dari menggoyang goyangnya tubuh Rey, menggelitiki perut Rey, meniup telinganya dan lain lain namun tetap saja suaminya itu kebo.
"Rey bangun ih" Rengek Cathlyne sambil terus menggoyangkan tubuh Rey namun hanya dibalas deheman dari suaminya itu.
"Rey ihhh! Kamu kerja hari ini Rey!" Seru Cathlyne tak sabaran.
Cathlyne pun berdecak kesal saat tidak dapat respon dari Rey lalu berniat meninggalkan suaminya yang masih asik tidur itu. Tapi baru 2 langkah meninggalkan kasur, tubuh Cathlyne jatuh ke atas dada Rey karna satu tarikan dari sang empunya tubuh.
"Rey! Apaan dah?! Lepas" Kata Cathlyne sambil terus memberontak ingin dilepaskan, namun sayang semakin Cathlyne memberontak semakin kuat juga lilitan tangan Rey di pinggangnya.
“Gini dulu” ucap Rey dengan suara serak setelah bangun tidur yang terdengar sangat errrr sexy.
"Mandi Rey, nanti kamu telat"Kata Cathlyne sambil mengelus rambut suaminya yang sedang berada di bawahnya itu.
"Jangan di elus ntar tambah gak bisa bangun" Rengek Rey yang membuat Cathlyne terkekeh lalu mencubit kedua pipi Rey.
"Utututu gemes banget sih bayi gedenya mama"Kata Cathlyne dengan penuh senyuman diwajahnya.
"Hemm, ma!"Panggil Rey yang membuat Cathlyne menghentikan aksi mencubit pipi suaminya itu.
"Apa sayang?" Tanya Cathlyne lembut sambil menatap Rey yang juga menatap mata Cathlyne.
"Bayi gedenya mama ini mau n*nen" Ucap Rey enteng yang membuat mata Cathlyne mendelik
"HEH! Mulut nya!" Seru Cathlyne sambil menepuk mulut Rey pelan lalu terkekeh yang menular pada Rey.
Setelah puas terkekeh bersama, Cathlyne pun beranjak dari tubuh Rey ketika merasa lilitan pada pinggangnya mulai mengendur.
"Mandi sana, habis itu kerja. Cari duit yang banyak biar istri mu ini bisa shopping"Kata Cathlyne dengan senyum tengilnya. Rey pun berdengus kesal yang membuat Cathlyne terkekeh pelan lalu mengacak rambut Rey.
Namun lagi-lagi saat Cathlyne ingin pergi, tanganya ditahan oleh manusia yang berstatus suaminya itu. Dengan gregetan, Cathlyne menatap Rey kesal.
"Apalagi sih suami kuhhhh, papa dari Leo ama Cia, anaknya mama Isabelle dan suaminya, menantunya papa Edgar dan mama Elizabeth, adekny-"
"Shuthhh brisik banget sih yank"Celah Rey.
"Habisnya kamu pake narik narik tangan aku mulu, kamu kira ini pelem india hah?"Protes Cathlyne kesal
"Iya iya maap, sekarang tarik nafas.............baguss! Releaseeeee" Kata Rey yang diikutin oleh Cathlyne.
"Udah tenang?"Tanya Rey yang diangguki oleh istrinya itu.
"Good, now give me my morning kiss"Kata Rey lalu memejamkan matanya. Cahlyne yang ingin segera keluar kamar pun langsung mengecupi seluruh permukaan wajah Rey kecuali bibirnya yang membuat pria itu protes.
"Kok bibir nya enggak?" Tanya Rey tak terima.
"Nanti! Kamu mandi dulu baru aku cium" Kata Cathlyne sambil menarik tangan Rey untuk berdiri dari kasur lalu mendorong tubuh suaminya ke arah kamar mandi.
"Mandi ok?"T anya Cathlyne lalu berjalan menuju pintu kamar namun sekali lagi suara Rey menghentikan langkahnya untuk keluar kamar.
"Ma!"
"Apalagiiiiiiii?! Astogehh"Seru Cathlyne pada suaminya itu.
"Mandiin" Kata Rey dengan cengiran yang membuat Cathlyne ingin sekali melempar sendal yang dia pakai kekepala Rey kalau saja dia tidak mengingat pri yang dihadapinya ini adalah suaminya.
"OGAH! MASUK GAK LO?!"Teriak Cathlyne yang membuat Rey tertawa lalu masuk kekamar mandi. Cathlyne pun menetralkan nafasnya sebelum keluar kamar
"Sayang bantuin buka baju dong!"Teriak Rey dari kamar mandi
"BACOT REY BACOT"Teriak Cathlyne sebelum benar- benar keluar dari kamarnya.
Setelah keluar dari kamarnya, Cathlyne pun berjalan memasuki kamar anak anak nya untuk membangunkan kedua anaknya itu mengingat hari ini mereka sekolah.
Butuh bermenit-menit untuk membangunkan kedua anaknya yang sama kebo nya dengan papanya. Setelah berhasil membangunkan kedua anaknya, Cathlyne pun kembali melangkahkan kakinya menuju dapur untuk membuatkan sarapan bagi anggota keluarga kecilnya.
Saat ini Cathlyne lebih memilih untuk membuat nasi goreng karna roti di rumah nya habis karna dimakan oleh bocil bocil kemarin, tentunya Cathlyne akan memberi para bocil itu makanan walaupun kelakuan para bapak dan ibunya yang bikin Cathlyne darah tinggi,
Cathlyne pun mengaduk nasi yang ada diwajah sambil sesekali mengambil sejumput nasi untuk dia coba apakah sudah pas atau masih kurang bumbu nya.
Saat asik memasak, Cathlyne dikejutkan oleh tangan yang melingkar di pinggangnya. Kalian pasti sudah bisa menebak siapa pelakunya bukan? Ya, siapa lagi kalo bukan Tuan Michiavelly yang terhormat. Cathlyne pun membiarkan tangan Rey memeluk dirinya dari belakang dan tak lupa dagu laki laki itu yang bertumpu pada pundak Cathlyne
"Harum banget sih" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengembangkan senyumnya yang mudah sekali tercipta sejak menikah dengan Cathlyne.
"Iya dong, Rey gitu loh" Kata Rey penuh percaya diri.
Cathlyne pun melirik Rey sejenak dengan daahi yang menyerit yang membuat Rey menatapnya dengan tatapan bingung.
"Pede banget, aku lagi ngomongin nasi goreng nya yang harum banget bukan kamu" Kata Cathlyne yang membuat Rey langsung melepas pelukannya dari pinggang Cathlyne lalu memperlihatkan wajah kesalnya yang membuat Cathlyne menahan tawanya.
Cathlyne pun mematikan kompornya lalu berjalan kearah Rey dan sedetik kemudian dia melingkarkan tangannya di leher Rey yang masih melipat tanganya didada.
"Bercanda kali" Kata Cathlyne yang mencoba membujuk suaminya.
"Kamu harum kok, lebih harum dari nasi goreng yang aku buat." Kata Cathlyne namun masih tidak mendapat respon dari pria didepannya itu.
Cathlyne pun menghela nafas lalu mengendus leher Rey yang membuat empunya ingin mengerang namun dia tahan karna dia masih dalam mode merajuk.
"Heummm harum banget sih suaminya Cathlyne"Kata Cathlyne lalu mengecup seluruh permukaan leher Rey yang tentu saja membangkitkan gairah Rey.
Cathlyne pun sebenarnya rada takut melakukan ini namun karna dia mengingat bentar lagi Rey berangkat kerja jadi tidak memungkinkan untuk Rey menuntaskan nafsunya di ranjang, itung itung menghukum Rey yang sudah memancing emosinya pagi pagi.
"Cath, jangan mancing" Kata Rey dengan nada rendahnya yang sudah dapat Cathlyne pastikan bahwa suaminya itu mulai terpancing nafsunya.
"Makanya gak usah ngambek"Kata Cathlyne lalu menatap Rey.
Rey pun membalas tatapan Cathlyne dengan pandangan yang tidak bisa Cathlyne artikan, sudah beberapa menit mereka bertatapan yang membuat Cathlyne gugup seketika. Rey pun mulai mendekatkan wajahnya dengan wajah Cathlyne hingga akhirnya bibirnya bertubrukan dengan bibir istrinya.
Rey pun tidak memberikan kesempatan Cathlyne untuk melepas pangutan itu bahkan dia semakin memperdalam ciuman mereka, menjelajahi seluruh isi mulut Cathlyne dan mengigit kecil bibir istrinya hingga pukulan di dadanya menghentikan ciuman mereka.
Cathlyne pun menetralkan nafasnya yang ngos ngosan akibat suaminya yang tak memberikan kesempatan untuknya bernafas namun ciuman suaminya itu memang tak pernah mengecewakan nya.
"Thanks for that my wife"Kata Rey lalu berjalan kearah mejaa makan namun belum 3 langkah, Rey berbalik lalu mendekatkan wajahnya ketelinga Cathlyne.
"Aku tunggu pertanggung jawaban kamu nanti malam" Kata Rey sensual lalu mengigit cuping telinga Cathlyne yang membuat wanita itu menengang lalu bergidik membanyangkan apa yang terjadi nanti malam.
Tak mau lama lama memikirkannya, Cathlyne pun kembali bergerak untuk memindahkan nasi goreng dari wajan ke mangkong kaca yang berukuran medium.
Setelah itu membawa nasi goreng itu ke meja makan, di mana suaminya itu sedang memandangi sambil mengeser layar pada tab nya yang bisa Cathlyne tebak masalah pekerjaan.
Cathlyne pun bergerak untuk mengisi air putih ke 4 gelas yang sudah ia sediakan di atas meja. Tak lama kemudian derap kaki terdengar bersautan dari arah tangga, Rey dan Cathlyne pun sontak menoleh ke arah tangga lalu mendapati Leo dan Cia yang sudah siap dengan seragam dan tas sekolah mereka.
Cathlyne bersyukur kedua anaknya itu sangat mandiri walaupun masih kecil namun terkadang ada rasa sedih dihatinya karna merasa dia sudah tak berguna banyak untuk anak anak nya tapi kelakuan anak kembarnya juga yang membuatnya semangat untuk menjalani hidup.
Cathlyne pun menyambut kehadiran kedua anaknya itu, lalu menyidukan nasi ke piring mereka tak lupa piring suaminya.
"Pagi Cia, Pagi Leo" Sapa Cathlyne
"Pagi juga ma, pagi pa" Sapa Cia girang
"Pagi ma, pa" Sapa cowo dingin generasi kedua itu.
"Pagi Ci, pagi son" Sapa Rey pada kedua anaknya lalu meletakan tab nya di meja, setelah itu mulai memakan sarapan yang disiapkan langsung oleh sang istri.
Mereka pun memakan makanan mereka dengan khidmat. Setelah selesai sarapan, mereka pun bersiap untuk berangkat kekantor dan ke sekolah. Cathlyne pun mengantarkan suami dan anaknya menuju depan pintu lalu berjongkok agar bisa sejajar dengan kedua anaknya.
"Yang rajin sekolahnya ok? nanti mama jemput kalian"Kata Cathlyne kepada Leo dan Cia
"OK" Jawab mereka berdua kompak. Cathlyne pun tersenyum lalu mengecup kedua pipi anak-anaknya, setelah itu berdiri menatap suaminya yang juga menatapnya. Cathlyne pun mengakhirnya acara tatapan mereka lalu beralih menatap dasi Rey yang kurang rapi, tangan Cathlyne pun tak bisa menahan untuk tidak membenarkan simpul dasi itu.
"Fighting" Seru Cathlyne pada suaminya setelah memperbaiki dasi Rey.
Rey pun tersenyum lalu mengecup dahi Cathlyne setelah itu mengelus surai Cathlyne sebentar sebelum berpamitan.
"Kunci pintu ya, ok" Kata Rey pada istrinya.
"Iya, kalian hati hati ya" Kata Cathlyne yang membuat ketiga orang itu mengangguk kompak.
Rey, Leo dan Cia pun berjalan masuk ke mobil Rey lalu mengerakan tangannya ke arah Cathlyne yang masih berdiri didepan pintu.
"Dahhh" Seru Cia dan Leo yang dibalas oleh Cathlyne.
Setelah mobil Rey sudah tak terlihat, Cathlyne pun menutup pintu rumahnya tak lupa menguncinya seperti yang diperintahkan oleh Rey, Cathlyne termasuk istri penurut bukan?!
Cathlyne menelisik seluruh sudut rumahnya namun dia tak melihat ada 1 perkerjaan yang bisa dia kerjakan, akhirnya dia pun naik ke kamarnya lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur.
Cathlyne pun memejamkan matanya yang terasa berat saat tubuhnya bersentuhan dengan kasur lebarnya. Perlahan Cathlyne kembali menjelajahi dunia mimpinya lagi.
\~\~\~\~\~\~\~\~***\~\~\~\~\~\~\~\~
Cathlyne mulai mengerjapkan mata nya beberapa kali untuk menormalkan pengelihatan nya karna baru baru tidur. Cathlyne pun menoleh ke arah jam yang ternyata sudah menunjukan pukul 10 pagi, Cathlyne pun segera beranjak dari tidurnya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum menjemput Leo dan Cia yang pulang sekolah pukul 11. 30
Butuh 30 menit untuk mandi lalu mempersiapkan dirinya untuk menjemput kedua anaknya. Setelah sudah selesai bersiap Cathlyne pun melangkahkan kakinya menuju dapur untuk minum, saat sidah di dapur Cathlyne langsung mengambil gelas lalu menungkan orange juice yang dia ambil dari kulkas.
Cathlyne pun duduk di meja makan lalu meminum minumannya sambil membuka aplikasi chatnya namun perhatiannya teralihkan karna suara bell yang berbunyi. Cathlyne pun menaruh gelas dan hpnya di meja lalu berjalan kearah pintu untuk membukakan pintu.
Saat membuka pintu, terlihat lah seorang kurir dengan buket 99 mawar yang membuat Cathlyne tercengang sekaligus kagum dengan buket bunga itu.
"Permisi dengan ibu Cathlyne?" Tanya kurir tersebut.
"Iya benar, dengan saya sendiri" Jawab Cathlyne
"Ini bunga nya bu"Kata kurir itu sambil menyerahkan buket bunga itu kepada Cathlyne. Dengan sedikit kesusahan Cathlyne mengambilnya.
"Silakan tanda tangan di sini bu"Kata kurir itu.
Cathlyne pun menandatangi nota yang ada ditangan sang kurir itu, setelah mengucapkan terima kasih Cathlyne pun berlalu masuk ke dalam rumah dan meletakan buket bunga itu diruang tamu.
Mata Cathlyne pun menemukan sebuah kertas yang terselip diantar bunga bunga itu. Cathlyne langsung mengambil kertas itu lalu membaca isinya.
You are so beautifull
Begitulah isi surat itu, AHHH Cathlyne sangat senang sekali mendapat kiriman bunga itu. Dia tidak tau Rey bisa seromantis ini, suaminya itu memang terbaik.
Cathlyne pun membiarkan buket bunga itu di ruang tamu lalu bergegas mengambil kunci mobil dan hp nya karna waktu sudah menunjukan pukul 11 yang berarti 30 menit lagi anak anaknya akan keluar dari kelas mereka.
Setelah mendapat kunci mobil dan hp nya, Cathlyne pun berjalan menuju pintu rumah namun sebelum benar benar keluar dari rumah Cathlyne menyempatkan untuk menhirup wangi bungan mawar itu sekali lagi lalu bergegas menuju mobilnya dengan senyuman lebah terpantri diwajahnya.
Mobil yang Cathlyne naiki pun mulai membelah kota Jakarta yang lumayan padat. Cathlyne membutuhkan waktu 25 menit untuk bisa sampai di sekolah si kembar dan ketika sampai, Cathlyne pun langsung turun dan berjalan kearah kelas si kembar.
Cathlyne menunggu kurang lebih 5 menit hingga si kembar keluar dari kelas mereka.
"Mamaaaa!"Seru Cia yang membuat Cathlyne menoleh dan melihat Cia dan Leo yang berjalan beriringan menuju nya.
Cathlyne pun tersenyum lalu menggandeng kedua anaknya menuju mobil yang dia parkirkan di parkiran khusus penjemput.
"Yuk pulang" Ajak Cathlyne yang langsung diiyakan oleh kedua anak itu.
Setelah sampai parkiran, mereka pun masuk ke dalam mobil dengan Leo yang duduk disebelah Cathlyne dan Cia duduk di kursi tengah. Cathlyne pun menjalankan mobilnya sambil berbincang bincang dengan kedua anaknya.
"Gimana tadi sekolahnya?" Tanya Cathlyne pada Leo dan Cia.
"Tadi mewalnai" Jawab Leo
"Oh ya?" Tanya Cathlyne yang ingin mendengar cerita anaknya itu.
"Iya ma! Tadi Cia mewalnai bunga telus bang Leo mawalnai Lion kembalan nya bang Leo" Ujar Cia lalu cekikan sendiri karna mengatai Leo mirip singa.
"Iya kok! bang Leo kan galak kayak Lion, telus nama na hampil cama altinya bang Leo kembalan na cinga" Kata Cia nyolot.
"Cia celewet" Kata Leo jengah. Sudah sejak di kelas dia membantah kalau dia tidak mirip singan namun tetap saja adiknya itu nyolot.
"Abang galak kek Lion" Ejek Cia sambil memeletkan lidah nya pada Leo
"Celah" Jawab Leo kesal dengan pipi yang sudah menggembung.
Cathlyne pun terkekeh melihat perdebatan kedua anak itu dan juga ingin sekali mencubut pipi Leo yang sudah menggembung karna kesal itu namun dia urungkan melihat raut suram milik Leo yang terkesam seram namun menggemaskan sekaligus.
"Gimana kalo kita ke kantor papa buat ngajak papa lunch?" Tanya Cathlyne pada si kembar yang membuat Leo langsung menatap sang mama.
"Ayok ma, Leo au bilang ke papa kalo Cia olokin Leo" Kata Leo mengebu-gebu.
"Aduan ih" Cibir Cia
"Dak eduli" Kata Leo
"Ish nyebelin" Kata Cia cemberut
"Udah udah, iya ini udah mau sampe kok. Gak usah kelai mulu, pusing kepala mama" Kata Cathlyne.
Namun Cathlyne dikejutkan dengan tangan kecil yang menempel pada keningnya dan ternyata tangan itu milik Leo yang sudah berdiri di kursinya agar nyampe memegang kening sang mama.
"Mama cakit?" Tanya Leo setelah menurunkan tanganya dari kening Cathlyne. Cathlyne pun tersenyum manis pada Leo lalu menggeleng pelan.
"Leo duduk dulu, ntar jatoh" Suruh Cathlyne yang langsung dituruti oleh Leo.
"Mama benelan cakit bang?" Tanya Cia yang menyembulkan kepalanya ditengah tengah Cathlyne dan Leo.
Leo pun menaikan bahunya lalu menatap mama nya untuk meminta jawaban dari wanita itu. Cathlyne yang menyadari tatapan dari kedua anaknya itu pun terkekeh pelan lalu satu tangannya mengelus kepala anak anaknya itu bergantian.
"Enggak mama gak sakit kok, don't worry" Kata Cathlyne yang membuat mereka ber oh ria lalu kembali menyenderkan diri mereka di kursi masing masing.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di lobby kantor yang pernah Cathlyne pegang sebelum dia nikah dengan Rey lalu papa nya menyuruh Rey menggantikan Cathlyne sebagai CEO diperusahaan itu.
Cathlyne pun memberikan kunci mobilnya kepada petugas valet agar memarkirkan mobilnya sedangkan dia bersama Leo dan Cia berjalan memasuki kantor. Semua karyawan disitu pun membungkuk pada Cathlyne, mengingat Cathlyne adalah mantan CEO perusahaan mereka dan sekarang menjabat sebagai istri CEO Constantine company dan Michiavelly group sekaligus.
Cathlyne pun hanya melemparkan senyuman tipis kepada para karyawan tersebut lalu masuk ke lift khusus CEO dan tak perlu wakti lama, mereka sudah sampai dilantai 15 di mana bekas kantor Cathlyne yang sekarang menjadi kantor suaminya berada.
"Selamat siang nyonya Cathlyne, tuan muda Leonardo dan nona muda Theresia" Sapa Frans yang dulu nya adalah sekretaris pribadi Cathlyne saat di Indonesia dan sekarang menjadi sekretaris pribadi Rey karna kemauan Cathlyne sendiri.
"Siang juga" Sapa Cathlyne
"Ciang om"
"Ciang"
"Mau keruangan pak Rey?" Tanya Frand yang diangguki oleh Cathlyne
"Masuk aja, kebetulan pak Rey sedang ada diruangannya" Kata Frans yang membuat Cathlyne berjalan masuk keruangan sang suami setelah berterimakasih pada Frans.
Tanpa mengetuk mereka langsung masuk yang membuat seseorang didalam mendongak untuk melihat siapa yang berani masuk ruangannya tanpa ketuk pintu, namun kata kata nyelekit yang ingin dia keluarkan langsing dia telan mentah mentah ketika melihat istri dan kedua anaknya yang dapat.
"PAPAAAA" Teriak Cia yang langsung berlari kearah Rey dan dengan sigap Rey mengangkat Cia menuju pangkuannya.
"Halo princessnya papa" Sapa Rey kepada Cia yang menyengir kuda
"Halo juga papa nya Cia" Kata Cia yang membuat Rey mengacak rambut putrinya gemas.
"PA!"Seru Leo sambil mengadahkan kedua tangannya ke arah sang papa agar sang papa juga mengangkatnya ke pangkuan papanya.
"Oh, jagoannya papa juga mau duduk?" Tanya Rey yang dibalas anggukan keras dari Leo.
Rey pun tersenyum lalu mengangkat Leo ke pangkuan sebelah kirinya karna Cia sudah duduk di paha kanannya. Leo pun memberikan tatapan nyalang pada Cia yang membuat Cia mengumamkan kata 'nyenyenye'
Sedangkan Cathlyne, dia berjalan ke belakang Rey lalu menaruh dagunya dikepala Rey dengan tangan yang sudah melingkar di leher sang suami. Rey pun antara senang dan miris mengingat keadaannya yang seperti ini, namun sepertinya perasaan senang mendominasi.
"Pa" panggil Leo yang membuat Rey berdehem sebagai jawaban
"Leo au ngadu" Kata Leo
"Bisa juga ngadu" Gumam Rey yang didengar oleh Cathlyne.
"Bisa lah, namanya juga bocil" Kata Cathlyne yang membuat Rey nyengir
"Leo mau ngadu tentang apa?" Tanya Rey sambil mengusap rambut putranya.
"Maca Cia bil Leo kembalan na Lion" Kata Leo dengan tatapan datarnya pada Cia
"Lion? Singa maksudnya?" Tanya Rey yang diangguki oleh Leo
"Cia kenapa ngatain abangnya Lion?" Tanya Rey
"Abis na, bang Leo galak kek Lion telus nama na uga milip" Kata Cia membela diri.
"Terus Leo mau papa ngapain Cia?" Tanya Rey
"Hukum" Jawab Leo dengan nada angkuh yang membuat Cia memberengut kesal
"OK" Kata Rey lalu menggigit pipi gembul Cia yang membuat sang empunya menjerit
"Ish papa jolok au" Kata Cia tak terima yang membuat Cathlyne dan Rey terkekeh
"Cukulin" Ejek Leo.
"Udah udah, mending kalian duduk di sofa sambil main." Kata Rey
"Ay ay captain" Seru mereka berdua lalu turun dari pangkuan Rey dan berjalan kearah kontainer yang berisi mainan mereka berdua. Ya, mainan itu Rey belikan khusus untuk mereka saat berkunjung ke kantornya agar tidak bosan, papa yang pengertian bukan?
Setelah melihat anak anaknya asik dengan mainannya, Rey pun menarik tangan Cathlyne yang membuat Cathlyne jatuh ke pangkuanya. Cathlyne yang terkejut pun memukul bahu Rey sambil mengomel sedangkan Rey tidak menghiraukannya malahan dia menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Cathlyne.
Cathlyne yang melihat itu pun mengelus kepala suaminya dengan lembut, ia tau kalau Rey lelah karna pekerjaannya apalagi ketika melihat setumpuk kertas di meja Rey. Cathlyne tau seberapa capeknya mengurus kertas kertas itu karna dia juga pernah mengalaminya bahkan sampai harus keluar negri hanya untuk sebuah berkas.
"Capek banget ya?" Tanya Cathlyne yang masih mengelus rambur Rey sedangkan Rey yang mendengar itu pun menganggukkan kepala nya.
"Mau aku bantu?" Tanya Cathlyne lagi.
"Emang mau?" Tanya Rey
"Mau kok"
"Emang bisa?"
"HEH! Aku juga pernah jadi CEO yang perusahaannya bercabang ampe keluar negeri jadi klo gini aja cetek buat aku" Kata Cathlyne sombong yang membuat Rey terkekeh lalu mengangkat wajahnya dari ceruk leher sang istri.
"Iya aku tau kok, kamu itu CEO terkenal bahkan semua karyawan di sini kenal kamu semua"Kata Rey sambil mengaggukan kepalanya.
"Nah tuh tau. Oh iya, aku ama anak anak kesini karna mau ngajakin kamu makan bukan duduk duduk di sini" Kata Cathlyne
"Oh begitu, yaudah yuk kita makan di resto sebrang" Ajak Rey
"Yok"
"Kamu turun dulu lah sayang" Kata Rey yang membuat Cathlyne menunjukan deretan giginya.
"Lupa" Kata Cathlyne lalu mengecup pipi suami nya setelah itu beranjak dari pangkuan Rey.
"Let's go kids! Kita makang makang" Seru Cathlyne yang membuat Leo dan Cia berdiri meninggalkan mainannya lalu mengikuti induk mereka.
Rey pun menggelengkan kepalanya dengan senyuman di bibirnya melihat kelakuan sang istri yang petakilan namun manis dimatanya. Rey pun berdiri lalu mengancing jas nya yang sempat di buka tadi lalu menyusul istri dan anak anak nya.
Setelah beberapa menit, di sini lah mereka. Restorant yang lumayan mewah tapo tak seperti restoran bintang lima yang mewahnya ples ples, Restorant ini tidak terlalu mewah namun nyaman.
Di sini cukup sibuk mengingat jam makan siang dan juga dekat dengan kantor. Banyak karyawan yang menyapa mereka, tentunya mereka membalas dengan santai lalu memilih tempat yang agak jauh dari keramaian.
Mereka berempat mulai memesan makanan. Setelah memesan, mereka mengobrol dengan kedua anaknya.
"Oh ya ma. Besok papa akan ke Kalimantan" ucap Rey yang membuat Cathlyne menatapnya.
"Ngapain disana?" Tanya Cathlyne
“Meeting sekaligus mengecek area konstruksi di sana” ucap Rey yang membuat Cathlyne ber oh ria sebelum mengajukan pertanyaan lagi.
"Berapa hari?" Tanya Cathlyne yang membuat Rey berpikir sejenak, lalu menjawab pertanyaan istrinya.
"Mungkin 2 hari," kata Rey
"Oke, nanti aku bantuin packing barang," kata Cathlyne yang mengangguk oleh Rey.
"Papa au pelgi?" Tanya Cia
“Iya sayang, tunggu sebentar” kata Rey pada Cia
"YAHHH" rengek Cia saat mengetahui ayahnya akan pergi.
"Berapa lama?" Tanya Leo
"Cuma 2 hari, son" jawab Rey, yang membuat bocah itu mengangguk mengerti.
"Pa, jangan lupa beli oleh oleh ya ?!" kata Cia
"Berapa banyak?" Rey bertanya
"TEN" seru Cia sambil mengangkat sepuluh jarinya.
"Ok, i'll buy it for you" ucap Rey yang membuat Cia bersorak riang.
"Leo gak mau?" Tanya Cathlyne pada anaknya.
"No, I just want he have a safe flight" Kata Leo pada sang mama. Mereka pun tersenyum mendengarnya.
"Oh iya pah, thanks ya" Kata Cathlyne dengan senyuman manis pada Rey yang membuat dahi Rey menyerit
“Terima kasih untuk?” Tanya Rey
"99 roses bouquet" Jawab Cathlyne riang.
"Hah? Aku gak ada kasih kamu bunga kok" Kata Rey dengan wajah bingungnya.
"Are you serious?"
"Yes, aku seharian di kantor yank" Kata Rey yang membuat senyum di wajah Cathlyne luntur.
"Kenapa? Ada yang ngasih kamu bunga?" Tanya Rey dengan tatapan dinginnya. Ck, dia cemburu di waktu yang tidak tepat batin Cathlyne.
"Enggak, gak ada" Jawab Cathlyne
“Serius?” Tanya Rey dengan tatapan meneliti
"Yes. Aku tuh bilang gitu buat ngasih kamu kode, tapi kamu gak peka" Alibi Cathlyne yang membuat Rey menghela nafas lega namun perasaan bersalah muncul di hatinya.
"Sorry for not being romantic" Lirih Rey yang membuat Cathlyne tersentak.
"E-eh gak gitu. Its okay kok"Kata Cathlyne agar Rey tidak merasa bersalah karna dia memang tak bermaksud untuk mengkode Rey.
Rey pun menatap Cathlyne lekat lalu mengambil tangan Cathlyne untuk digenggam.
"I'll promise to give you not only 99 roses but 999 roses"Kata Rey yang membuat Cathlyne tersenyum tulus terlebih saat Rey mengecup punggung tangannya.
Leo, Cia, maafkan kedua orang tua mu yang tidak menghiraukan kalian demi ngebucin :(
"I'll wait"Kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum.
Cathlyne pun mulai memikirkan pengirim bunga tersebut, Tidak mungkin salah alamat karna kurir itu tau namanya, tapi siapa? Dan apa motif orang itu memberikannya 99 bunga mawar yang memiliki arti cinta yang abadi.
"Kalau bukan Rey, lalu siapa?" Batin Cathlyne