
Author POV
"Maaf mengganggu pak, dibawah ada teror" kata sekretaris Rey. Hal itu membuat Cathlyne dan Rey saling bertatapan.
"Not again" gumam Cathlyne
"What the f*ck" umpat Rey lalu berdiri dari duduknya.
Rey pun bergegas untuk mengikuti sekretaris nya yang menuntun Rey menuju Lobby dan tentu nya Cathlyne pun mengikuti langkah sang suami menuju Lobby. Mereka pun turun ke Lobby menggunakan lift khusus CEO sehingga tak perlu waktu lama untuk sampai di lantai bawah. Setelah keluar dari lift mereka langsung melihat para karyawan berkumpulan namun ketika melihat kehadiran Rey dan Cathlyne, mereka pun bingung mengapa CEO dan istrinya harus turun tangan namun tak urung mereka langsung menyingkir membiarkan atasan mereka itu melihat apa yang terjadi.
Rey dan Cathlyne bisa melihat pintu kaca kantor pecah berkeping keping dengan 1 batu besar yang ada di tengah tengah pecahan itu. Cathlyne pun langsung berjalan menuju batu itu yang diikuti oleh Rey, Cathlyne pun mengambil batu itu dengan perlahan dan yang mengagetkan adalah ternyata di bawah batu itu ada darah yang membuat tangan Cathlyne terkena darah itu.
"What the hell" Umpat Cathlyne lalu menjatuhkan batu itu kembali.
"Tissue" Teriak Cathlyne yang membuat para karyawan bergegas mencarikan tissue untuk Cathlyne. Tak lama kemudian, seorang wanita datang dengan tissue ditangannya
"Ini bu" Ucap wanita itu sambil memberikan tissue pada Cathlyne
"Terima kasih" Kata Cathlyne sambil mengambil tissue itu lalu mengelap tangannya
"Sama sama bu" Balas wanita itu lalu menyingkir dari sebelah Cathlyne
"Panggil semua security" Kata Rey dingin yang membuat semua karyawan bergidik ngeri lalu mencoba mencari security. Sudah 5 menit namun belum ada security yang datang kehadapannya, tentu saja itu membuat Rey emosi.
"DIMANA MEREKA?" Bentak Rey
"Maaf pak, kami sudah cari kemana mana tapi tidak ada satu pun security yang ada di sekitar kantor" Ucap sekretaris Rey. Rey pun menggeram kesal sedangkan Cathlyne diam sembari menyusuri tempat kejadian itu.
"Semua nya?" Tanya Rey
"Iya pak, semua security tidak ada di tempat" Jawab sekretaris itu
"Pecat semua security itu kalo mer-"
"NO! Jangan pecat mereka, mereka gak salah. Ini bagian dari rencana orang gila itu" Sela Cathlyne yang membuat mereka semua menatap wanita cantik namun terkenal menyeramkan itu.
"How do you know it?" Tanya Rey sambil menatap sang istri
"Come here" Kata Cathlyne yang membuat Rey menghampiri Cathlyne yang berada di meja security yang ada di depan pintu masuk.
"Di kopi ini sudah di kasih obat tidur" Kata Cathlyne yang membuat Rey dengan cepat mengambil gelas itu lalu mencium kopi itu. Dia cukup tau perbedaan kopi biasa dengan kopi yang sudah di beri obat.
"**. Jadi semua security di kasih obat tidur supaya di kantor gak ada penjagaan" Kata Rey yang di angguki oleh Cathlyne
"Antar aku ke ruang cctv" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengangguk
"Kalian bersihkan semua ini lalu kembali bekerja" Perintah Rey sebelum berjalan menuju ruang cctv bersama sang istri.
Mereka berdua pun berjalan bersisihan menuju ruang cctv, di sepanjang perjalanan mereka berkutat dengan pikiran masing masing entah apa yang mereka pikirkan hingga langkah mereka berhenti di ruang cctv.
"Anda boleh keluar" Kata Rey pada penjaga ruang cctv itu.
Setelah petugas itu keluar, Rey mengambil alih komputer komputer disitu lalu mencari rekaman cctv beberapa menit sebelum kejadian. Begitu juga Cathlyne yang membantu Rey untuk mencari rekaman cctv itu, mereka berusaha untuk teliti mencari rekaman itu.
"Ada gak Rey?" Tanya Cathlyne pada suaminya itu
"Gak ada yank" Ucap Rey yang membuat Cathlyne menghela nafas
"Dia bukan orang biasa Rey, bahkan kita aja kuwalahan" Kata Cathlyne
"Tapi aku gak akan biarin dia seenaknya gini Cath" Balas Rey
"Aku juga, tapi kita harus mikirin cara yang tepat buat nangkap dia. He's hard to find" Kata Cathlyne.
"Untuk sementara ini, kita suruh anak DeadScorpio ama DarkLion buat nyari dan jagain kita. Kalo emang dia masih berulah, kita bakalan pindah ke Bandung. Deal?"
"Deal" Jawab Cathlyne yang membuat Rey tersenyum
"Kamu kembali bekerja dan pastikan tidak ada yang masuk ke dalam ruangan ini" Kata Rey datar pada petugas yang terus menunduk itu.
"Baik" Jawab nya lalu masuk ke dalam ruangan cctv itu kembali dan entah sengaja atau tidak tangan petugas itu bersentuhan dengan tangan Cathlyne. Cathlyne pun langsung melirik tajam petugas itu dan memperhatikan petugas itu dari atas hingga bawah.
"Ayok" Ajak Rey pada Cathlyne yang masih memperhatikan petugas itu. Cathlyne pun mengangguk lalu berjalan kembali ke kantor Rey.
Setelah sampai di ruangan Rey, mereka pun duduk di sofa yang ada di situ lalu menghubungi teman temannya untuk membantu mereka dalam masalah ini dan ternyata cukup banyak yang mau ikut berpartisi untuk membantu Cathlyne dan Rey. Mereka pun akan mulai penjagaan dan pencarian besok
"Rey" Panggil Cathlyne
"Kenapa sayang?" Tanya Rey sambil bergerak duduk di sebelah Cathlyne
"Aku penasaran sama tadi petugas yang ada di ruang cctv. Ngapain dia pake topi trus sarung tangan ya?" Tanya Cathlyne dengan dahi berkerut. Rey yang mendengar itu pun ikutan berfikir, dia juga baru menyadari keanehan petugas itu.
"Iya ya" gumam Rey
"Oh No! Jan jangan penguntit itu nyamar jadi petugas cctv trus ngapus semua rekaman cctv" Kata Cathlyne
"**! Kamu bener Cath, tapi percuma kalo kita susulin keruang cctv karna dia pasti udah kabur" Kata Rey yang membuat Cathlyne menghela nafas
"Klo gini rasa nya gak tenang banget" Kata Cathlyne. Rey pun memeluk Cathlyne, dia mengerti bagaimana perasaan istri nya karna dia juga ikut merasakan perasaan tidak tenang itu.
"Nanti ada anggota yang jagain kita, don't worry" Kata Rey yang diangguki oleh Cathlyne. Wanita itu pun membalas pelukan Rey lalu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suami nya itu.
"Akhir akhir ini kamu ada nyerasain yang berbeda gak di tubuh kamu?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne menatap pria itu
"Enggak, emang kenapa?" Tanya Cathlyne balik. Rey pun mengangguk paham lalu mencium kening Cathlyne sebentar
"Gak papa, cuma mastiin aja" Kata Rey, hal itu membuat Cathlyne semakin penasaran
"Ihh apa sih Rey? Mastiin apa?" Tanya Cathlyne menuntut dengan muka kesal nya yang membuat Rey terkekeh.
"Kamu gak perlu tau" Jawab Rey. Cathlyne yang mendengar itu pun semakin kesal pada suaminya itu.
"Rey ih~ kepo nahhh" Rengek Cathlyne
"Bukan apa apa sayang. Lupain aja" Kata Rey. Cathlyne pun memberengut kesal karna pria yang memeluknya itu, untung lu suami gue Rey batin Cathlyne
"Nanti kalo kamu ngerasa gak enak badan, langsung kasih tau aku ya sayang?" Kata Rey yang hanya di balas deheman dari sang istri
"Kamu marah?"
"Gak"
"Oh yaudah"
"IHHHH REY MAH NGESELIN" Seru Cathlyne kesal yang membuat Rey tertawa lalu mengigit pipi Cathlyne karna gemas
"Udah dong ma jangan marah marah mulu, entar makin gemesin" Kata Rey
"Biarin aja biar suami nya gak jelalatan" Kata Cathlyne ketus
"Emang suami suka jelalatan? Setau saya, suami nya setia" Kata Rey
"Dih tau dari mana lu?" Tanya Cathlyne sewot
"Karna aku suami nya" Kata Rey lalu mengecup bibir Cathlyne lalu tertawa bersama
"Love you so much" Ucap Rey
"Love you too"