
Author POV
Happy birthday to you....
Happy birthday to you.....
Happy birthday Happy birthday Happy birthday to you~~~
"Selamat ulang tahun anak-anak mama" Kata seorang ibu yang masih terlihat segar dengan pakaian yang fasionable mampu membuat semua orang mengira dia masih lajang padahal dia sudah menikah dan memiliki 2 anak kembar, siapa lagi kalau bukan Nyonya Cathlyne Michiavelly.
Hari ini tepat 5 tahun umur kedua anak kembarnya yaitu LEONARDO FRANCISCO JARVIS MICHIAVELLY dan ADRIANNE THERESIA VINSENSIA MICHIAVELLY. Buah hati yang mampu membuatnya merasa menjadi ibu paling bahagia didunia ini, tentunya dia sangat menyanyangi kedua anaknya tersebut.
Sesuai nama mereka yang sangat berbeda jauh dan tidak seperti nama anak kembar pada umumnya yang memiliki nama hampir sama dengan kembarannya, kelakuan 2 bersaudara itu juga berbeda jauh. Cia yang petakilan berbeda dengan kakaknya, Leo yang memiliki sifat dingin dan tentunya sifak anak laki-lakinya itu menurun dari papanya.
Namun itu tidak membuat Cathlyne membeda-bedakan anaknya. Cathlyne dan suaminya sangat bersyukur memiliki mereka, tingkah dan kelakuan mereka sangat lucu dan imut bagi pasangan suami istri itu.
"Cia anak mama, semoga makin pintar, makin cantik dan bisa banggain mama sama papa ya sayang" Katanya lalu mencium seluruh permukaan anak perempuannya.
Cia yang menerima serangan ciuman dari mama nya itu pun terkekeh geli. Cathlyne yang menyadari anaknya kegelian pun menghentikan ciumannya lalu beralih pada anak laki-lakinya yang sedari tadi diam tak berniat untuk tertawa seperti adik nya.
"Selamat ulang tahun anak mama yang ganteng. Semoga kamu bisa jadi kakak yang baik buat Cia, trus kamu juga bisa jadi anak yang pintar dan bisa jagain mama sama adek kamu ok?" Kata Cathlyne
"Iya ma" Jawab Leo.
Kalian bisa liat sendiri kan bahwa anak itu sangat irit bicara seperti papanya ketika masihh muda. Cathlyne pun hanya bisa menggelengkan kepalanya namun tak urung tersenyum kepada kedua anaknya yang sedang berulang tahun itu.
"Jadi gak ada yang mau cium mama?" Tanya Cathlyne yang membuat kedua anaknya itu langsung memberikan kecupan di kedua pipinya.
"Makasih cantik, makasih ganteng" Kata Cathlyne.
Cathlyne pun mengecup dahi kedua anaknya dengan penuh kasih sayang yang tentunya diterima dengan senang hati oleh Cia dan Leo.
"Ekhem! Dari tadi papa dianggurin mulu" Celetuk pria dewasa yang sedari tadi memperhatikan interaksi kedua bocah dan ibunya itu.
"Papa dak au omong cih" Kata Cia kepada papanya yang tak lain adalah Tuan Reynald Michiavelly.
"Papa mau ngomong tapi kalian asik sama mama kalian, papa kan gak mau ganggu kalian" Kata Rey sambil mendekati kedua anaknya dan juga istrinya yang sedang duduk di ruang tengah dengan 1 kue di meja.
"Papa kalian boong tau" Kata Cathlyne yang mengompori kedua anaknya itu.
"Mama tuh yang bohong, papa kan gak pernah bohong" Kata Rey tak terima dengan pernyataan istrinya
"Papa dak oong, api nipu" Kata Leo yang membuat Cathlyne menahan tawanya sedangkan Rey tercengang dibuatnya.
"Mama apa tu ipu?" Tanya Cia pada mama nya.
"Nipu it-"
"Udah ya sayang, gak usah didengerin." Sahut Rey memotong ucapan istrinya yang membuat Cathlyne terkekeh pelan
"Papa jaat" Kata Leo tiba-tiba.
Rey dan Cathlyne pun menatap Leo dengan dahi berkerut tanda tak mengerti. Sedangkan yang ditatap malah menatap balik dengan tangan yang dilipat di depan dada nya tak lupa dengan wajar nya yang terkesan cuek namun imut sekaligus.
Cia? Ah iya, anak itu hanya bisa mengerjap polos menatap mama, papa dan abang nya secara bergantian. Bocah itu pun bergerak untuk berdiri di sebelah abangnya lalu menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang dibuat seperti Leo namun bukannya terlihat dingin malah terlihat sanagt menggemaskan dengan bibir yang di-poutkan. Ahh Cathlyne dan Rey sangat gemas dengan kedua anaknya ini.
Rey pun berdehem sebelum bertanya kepada anak laki-lakinya kenapa dia dibilang jahat. Cathlyne pun memperhatikan suaminya dan juga anak kembarnya itu.
"Kenapa Leo bilang papa jahat hum?" Tanya Rey pada Leo yang masih memperlihatkan wajah datarnya.
"Iya, enapa papa jaat? Papa kan baik cuka beliin Cia es klim" Kata Cia menatap abangnya dengan tangan yang masih dilipat didepan dada.
Leo pun melirik adiknya sekilas lalu kembali menatap mama papanya yang juga sedang menatapnya. Sebelum menjawab pertanyaan papanya, Leo duduk di karpet yang ada di ruang tengah dengan tangan yang masih terlipat di depan dadanya.
"Papa gak ucapin ulang taun ama kacih kado" Kata Leo cepat lalu membuang mukanya kearah samping tak berniat menatap orang tuanya, anggap saja dia merajuk.
"Oh iya! Papa jaat huh. Papa dak ucapin cia ama bang Leo, kita kemucuhan" Kata Cia lalu duduk dan membuang mukanya ke arah samping seperti yang Leo lakukan.
Cathlyne dan Rey pun tertawa melihat kelakuan anak-anaknya. Sungguh mereka terlihat menggemaskan saat seperti ini, duduk bersila dengan kepala yang ditolehkan ke samping. Cathlyne yang tak tahan pun langsung menghampiri kedua anaknya lalu mencium pipi keduanya dengan gemas.
"Marahin papa tuh, nakal dia" Kompor Cathlyne.
"Tapi kata oma dak oleh malahin papa cama mama" Kata Cia menatap Cathlyne sambil mengerjapkan mata polosnya berkali-kali.
Cathyne pun tersenyum melihat anaknya yang begitu menggemaskan. Setelah puas tersenyum, Cathlyne pun mengembalikan mimik wajahnya menjadi datar lalu menatap Cia.
"Malah! Papa jaat telus pelit ama Cia cama bang Leo" Kata Cia yang kembali ke mode kesal.
Cathlyne pun terkekeh lalu beralih ke sang putra yang masih dalam mode marajuk. Cathlyne menarik dagu bocah itu agar bisa menatapnya.
"Abang Leo marah?" Tanya Cathlyne yang diangguki oleh Leo.
"Pah, tanggung jawab nih. Anak-anak mama yang cakep pada ngambek semua" Kata Cathlyne yang berada di tengah kedua anaknya sambil menatap wajah suaminya.
"Cia, Leo sayangnya papa. Happy birthday ya, semoga kalian bisa tambah cantik dan juga ganteng kayak papa mama." Kata Rey dengan nada lembutnya yang membuat kedua anaknya itu menatapnya kembali.
"Sekarang anak-anak nya papa mau hadiah apa?" Lanjut Rey.
Leo dan Cia pun mulai memikirkan keinginan mereka. Cathlyne dan Rey hanya memandangi kedua anaknya itu yang bertambah imut ketika berfikir serius.
"Cia bingung pa" Kata Cia
"Kalo abang mau apa?" Tanya Rey pada anak laki-lakinya.
"Leo bingung uga pa" Kata Leo yang membuat Rey menghela nafas. Tadi mereka ngambek karna tidak beri kado tapi pas ditanya mau kado apa malah bingung sendiri.
"Eum gimana kalo kadonya kita jalan-jalan aja?" Usul Cathlyne yang membuat ketiga orang itu menatap Cathlyne dengan binar dimata mereka.
"Nah boleh tuh" Kata Rey, sedangkan kedua anaknya sudah mengangguk penuh semangat. Bahkan si muka tembok, Leo pun tersenyum senang sambil mengangguk.
"Anak-anak papa mau kemana?" Tanya Rey.
"Telcelah papa aja" Sahut Cia
"Gimana kalo liat Dino?" Tanya Rey yang membuat Leo menatapnya berbinar.
"Leo au pa" Kata Leo yang membuat Rey tersenyum.
Cathlyne pun ikut tersenyum sebelum menyadari raut sedih sang putri. Cathlyne pun memberi kode pada suaminya, untung saja Rey peka terhadap kode nya.
"Cia kenapa nak?" Tanya Rey pada putrinya itu.
"Cia dak au liat Dino, nanti Cia di gigit ama Dino. Dak auuu" Kata Cia yang mengeluarkan semua unek-uneknya.
"Cia cemen" Celetuk Leo.
Cia yang mendengar itu pun memberengut kesal lalu tangannya bergerak untuk mencubit tangan kakaknya namun Leo dapat menangkap pergerakan sang adik yang membuat dia bisa menghindari cubitan adiknya.
"Maa~ Abang nakal" Adu Cia pada Cathlyne
"Pengaduan" Kata Leo lagi.
"Nyenyenyenye" Kata Cia kesal lalu menyembunyikan wajahnya didada mamanya.
"Huft, sudah gak usah berantem ya" Kata Cathlyne.
"Cia, nanti kita ke istana mau?" Tanya Rey pada putrinya.
Cia yang mendengar kata istana pun menyembulkan wajahnya menatap Rey penuh minat.
"Emang ada pa?" Tanya Cia yang langsung diangguki oleh sang papa.
Hal itu pun membuat Cia bersorak senang begitu juga Leo yang tersenyum walaupun tipis. Cathlyne dan Rey tentunya senang melihat wajah gembira anak-anak nya.
"Yaudah sekarang Cia dan Leo bobo dulu ya? Besok kita jalan-jalan okay?" Tanya Cathlyne pada kedua anaknya.
"Okay mom!" Seru mereka berdua lalu mengecup pipi papa mama nya sebelum pergi menuju kamar mereka masing-masing.
Cathlyne pun menghela nafas lalu tersenyum kepada Rey. Rey pun mendekati istrinya lalu membawa istrinya menuju dekapan hangatnya, Cathlyne pun dengan senang hati membalas pelukan tersebut.
"They are so cute, right?" Tanya Cathlyne yang masih dalam dekapan sang suami.
"Ofcourse. Mau tambah lagi gak?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne mendongak agar bisa menatap sang suami tanpa melepaskan pelukan mereka
"Tambah apa?" Tanya Cathlyne yang membuat Rey mendekatkan mulutnya ke telinga sang istri.
"Anak" Bisik Rey sensual yang membuat Cathlyne mendorong tubuh Rey hingga pelukan mereka terlepas lalu berlari menuju kamar mereka dengan teriakan khas.
"In Your Dream"