This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
The Facts



Author POV


Saat ini Cathlyne sudah berada dimeja makan bersama Daniel untuk sarapan. Hari ini Cathlyne memutuskan untuk tidak sekolah karna dia masih tidak ingin bertemu dengan Rey.


Mereka pun memakan sarapannya dengan diam sampe akhirnya Daniel sudah selesai sarapan dan langsung berdiri.


"Kalo lo masih mau disini terserah! Gue berangkat dulu" kata Daniel lalu meninggalkan meja makan. Cathlyne yang melihat itu pun langusng menyusul Daniel


"SETOP DISITU!"Seru Cathlyne yang membuat Daniel berhenti


"Ape lageee?" Tanya Daniel jengah


"Ck, lo lupa ama omongan lo yang tadi malam? Katanya lo mo kasih tau gue sesuatu!" Kata Cathlyne yang membuat Daniel menepuk jidatnya.


"Yaampun, gue lupa. Okok, gini deh sekarang gue minjem hp lo" kata Daniel


"Buat?"


"Udah kasih aja elah gak bakalan gue curi juga, orang merek dan tipe hp kita sama" kata Daniel yang membuat Cathlyne memberikan hpnya. Daniel pun mengetik sesuatu di note Cathlyne.


"Nih. Mending lo pergi ke alamat ini dan tanyain semua yang lo mo tanyain ke orang itu okay! Kalo lo mau nanti mo bilang terimakasih ke gue langsung aja kekantor gue okayy! See ya" kata Daniel yang mengembalikan hp Cathlyne lalu pergi keluar apart.


"Cih, sinting tuh orang!" Gumam Cathlyne lalu melihat alamat yang dikasih Daniel.


"Lah? Ini kan rumah nya Leo dulu. Bukannya udah dijual ya?" Gumam Cathlyne namun sedetik kemudian matanya membelalak dan Cathlyne langsung bergegas mandi lalu pergi ke alamat itu.


Berbeda dengan Rey yang saat ini sedang sibuk mencari Cathlyne disekolah bersama Triple curut


Rey dan Triple curut pun terus mencari Cathlyne diseluruh ruangan mumpung bel belum berbunyi. Rey pun akhirnya bertemu dengan Triple Na.


"Cathlyne dimana?" Tanya Rey


"Ngapain lo nyari dia?" Tanya Kirana ketus


"Gue mau ngomong sama dia" kata Rey


"Kasih tau aja kali. Gue juga mau ngomong ama dia tentang tadi malam"kata Aldo


"Tadi malam?" Tanya Diana


"Iya tadi malam Cathlyne nyerang kita" Kata Nathan


"Nyerang? Sendiri?" Tanya Kirana


"Gak, sama DeadScorpio" Kata Juna yang membuat Triple Na nepok jidat


"Jadi lo pada udah tau klo Cath-"


"Cathlyne ketua DeadScorpio" kata Rey motong ucapan Fiona


"Ck, **** banget sih tuh anak" kata Kirana kesal


"Trus, kalian mo musuhin Cathlyne gitu?" Tanya Diana penuh selidik


"Klo gue sih bingung antara mo marah ama mo tetep jadi sahabat. Masalah nya tuh orang asal nyerang ****" kata Aldo


"Setuju gua" kata Nathan


"Gue tetep jadi sahabat Cathlyne karna gue yakin ini pasti ada yang gak beres. Kalo Cathlyne mau, pasti udah dari dulu dia nyerang DarkLion" Kata Juna


"Gue juga" kata Rey


"Nah tuh lo tau! Cathlyne nyerang karna lo pembunuhnya Leo kan Rey?" Tanya Diana ngegas


"Huft, berapa kali gue harus ngomong klo gue gak ada bunuh Leo" kata Rey


"Au ah kesel gue ama lo pada" kata Diana


"Ntau, klo beneran lo yang bunuh si Rey, awas aja lo" kata Fiona lalu mereka pergi dari Rey dan Triple curut.


"Trus kita mo cari dimana lagi Rey?" Tanya Nathan


"Gimana kalo ke basecamp DeadScorpio?" Usul Aldo


"Lo mo cari mati?! Udah tau masalah salah paham ini belum selesai" kata Nathan


"Ya kan gue cuma ngusul" kata Aldo


"Udahlah Rey, biarin Cathlyne sendiri dulu! Dia butuh waktu buat mikirin semua ini karna ini semua soal kematian bukan main-main" kata Juna


"Tapi dia salah paham Jun" kata Rey


"Kalo lo emang gak bunuh Leo, yakin sama gue kalo Cathlyne bakalan balik ke lo. Mungkin bukan sekarang tapi nanti" kata Juna


"Gue setuju tuh sama Juna. Mending kita kekelas aja" kata Nathan


"Iya. Mungkin bener, Cathlyne butuh waktu buat mikir siapa pembunuh sebenarnya, lo ato orang lain." Kata Aldo


"Pinter lo Do" kata Nathan


"Yes dungs. Aldo getoh lo" kata Aldo songong


"Ck, nyesel gue muji lo dugong"kata Nathan kesal


"Yaudah, mungkin yang kalian omongin bener. Gue berharap Cathlyne bakalan balik ke gue. Karna........Karna gue udah cinta sama dia" kata Rey yang membuat Triple curut nahan tawa


"Yain dah yang lagi jatuh cinta. Udah ah , mending kekelas aja dari pada mellow-mellow gak jelas kek gini" kata Aldo lalu menarik Rey kekelas.


...●●●●●●●♡♡♡●●●●●●●...


Saat ini Cathlyne sudah sampai di depan alamat yang dikasih sama Daniel dan ternyata emang bener kalo itu runah Leo sebelum dia menghilang.


Cathlyne pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu rumah itu, sudah beberapa kali dia mengetuk dan akhirnya pintu itu terbuka.


DEGGGG


"D*mn it" batin Cathlyne ketika melihat orang yang membuka pintu itu.


"Cathlyne?" Tanya orang itu yang membuat Cathlyne langsung memeluk orang itu dan membiarkan air matanya jatuh.


"Leooo hikss, ini bener hiks beneran lo kan? Huaaaa, lo belum hiks mati kan? Lo masih hidup kan hiks Leo?" Tangis Cathlyne pecah dipelukan orang itu yang dipanggil Leo.


Leo pun merasa hati nya teriris melihat Cathlyne menangis, Leo pun membalas pelukan Cathlyne dan berusaha untuk menenangkan Cathlyne.


"Hey, gak usah nangis lagi ya. Iya aku gak mati kok, aku masih hidup jadi kamu gak usah nangis lagi ya" kata Leo lalu menghapus air mata Cathlyne


"Kamu jahat hiks kenapa kamu ninggalin aku hah? Hiks kamu jahat, kenapa kamu bilang kamu sudah mati hiks. Leo kamu jahat huaaaaa"


"Mending kita masuk dulu okay?" Kata Leo lalu mengiring Cathlyne masuk. Cathlyne pun duduk disofa dengan tangisnya yang sudah mulai mereda. Dia masih tidak percaya bahwa Leo masih hidup.


Leo pun mengambil air putih untuk Cathlyne lalu memberikannya pada Cathlyne. Cathlyne pun mengambil gelas itu lalu meminumnya.


Leo pun duduk disebelah Cathlyne sanbil menghapus sisa-sisa air mata Cathlyne. Sungguh dia sangat rindu dengan cewe didepannya ini.


"Jelasin" kata Cathlyne


"Huft, maafin aku. Aku lakuin ini semua karna aku punya alasan tententu yang nanti kamu akan tau sendiri" kata Leo yang membuat Cathlyne menatapnya


"Kamu tau gak, gegara tingkah kamu ini aku hampir bunuh diri?! Kamu tau gak gegara tingkah kamu ini aku sering mabuk-mabukan?! Kamu tau gak gegara tingkah bodoh kamu ini aku jadi sering ngerokok? Kamu tau gak gegara tingkah konyol kamu ini.....Hiks. lo jahat *****!" Kata Cathlyne yang kembali mengeluarkan air matanya


"Cupcupcup, jangan nangis lagi ya, maaf aku ngelakuin ini juga demi kamu" kata Leo


"Demi aku? Maksud kamu?" Tanya Cathlyne sembari menyeka aie matanya


"Nanti aku bakalan kasih tau kamu tapi bukan sekarang" kata Leo


"Trus selama ini kamu kemana aja?" Tanya Cathlyne


"Setelah kecelakaan itu aku pergi ke London nyusulin kak Eugine bareng mami papi" kata Leo


"Trus, kenapa nomor kamu sama mami papi gak bisa dihubungin?" Tanya Cathlyne


"Karna kita semua ganti kartu" kata Leo


"Ck, kamu tau gak sih seberapa gila aku nyari kamu hah?!" Tanya Cathlyne ngegas


"Maaf" kata Leo


"Trus sejak kapan kamu di Indonesia?" Tanya Cathlyne


"Sejak, beberapa bulan yang lalu" kata Leo


"Hah? Trus kenapa kamu gak mau temuin aku?" Tanya Cathlyne


"Aku udah nemuin kamu pas kamu di Italy trus mabuk dan aku yang nganter kamu ama Daniel ke mansion kamu dan ngasih kamu susu strawberry yang kamu suka. Trus aku juga liat kamu marah-marah dikantin sekolah kamu sampe naik-naik meja. Trus aku juga udah menuin kamu dan ngingetin kamu buat jangan makan lolipop banyak-banyak waktu ditaman" kata Leo


"Taman? Jadi kamu uncle nya Joshua itu? Trus joshua anak nya siapa?" Tanya Cathlyne


"Anaknya kak Eugine" kata Leo


"Trus dia mana?" Tanya Cathlyne


"Udah balik ke London kemarin"


"Yah, padahal aku suka banget sama dia tapi gakpapa lah entar aku susulin dia ke London"


"Trus waktu itu aku juga kerumah kamu, eh ternyata cuma ada mommy jadi aku cuma ketemu mommy aja" kata Leo


"Jan bilang kalo kamu yang berpapasan sama aku didepan rumah!" Kata Cathlyne penuh selidik


"Iya itu aku, tapi sayangnya kamu cuma ngelewatin aku trus asik sama pacar kamu Rey kan?" Tanya Leo


"Kamu tau Rey?" Tanya Cathlyne


"Tau lah. Cowo yang kamu cinta sekarang kan?" Tanya Leo


"Maaf" kata Cathlyne sambil menunduk


"Hey, kamu ngapain minta maaf?" Tanya Leo sambil mengangkat dagu Cathlyne agar menatapnya


"Maaf kalo aku lancang buka hati aku buat orang lain" kata Cathlyne yang membuat Leo tersenyum


"Malah itu yang aku mau" kata Leo


"Maksudnya?" Tanya Cathlyne


"Aku mau kamu buka hati kamu buat orang lain selain aku karna aku cuma orang yang bisa ninggalin kamu dan gak bisa lama jagain kamu" kata Leo dengan raut sedihnya


"Jadi maksud kamu? Aku sama Rey?" Tanya Cathlyne


"Gakpapa kalo kalian memang pacaran" kata Leo


"Gakgakgak. Aku itu statusnya masih tunangan kamu mana mungkin aku pacaran sama Rey" kata Cathlyne yang lebih mementingkan otaknya daripada hatinya


"Kata siapa kamu masih tunangan aku?" Tanya Leo


"Maksud kamu?" Tanya Cathlyne bingung


"Aku udah ninggalin kamu tanpa kabar 1 tahun bahkan nyuruh mami papi untuk ganti nomor supaya kamu gak bisa ngubungin kita, itu artinya apa? Aku udah gak mau kamu berurusan sama aku lagi" Kata Leo


Srettt


Seakan hati Cathlyne tergores ketika mendengar hal itu.


"Tapi kita gak ada kata putus Le" kata Cathlyne


"Okay, jadi kamu minta aku bilang putus?" Tanya Leo


"Gak git-"


"Cathlyne gue mau kita putus" kata Leo yang membuat Cathlyne menghela nafas. Sesak rasanya.


"Jadi kita udah bukan tunangan lagi?" Tanya Cathlyne


"Sedih, tapi gue bingung kenapa rasa sedih gue gak sesesakit yang gue pikirkan, gue pikir gue bakalan jungkir balik trus nagis kejer-kejer trus minta lo buat gak mutusin gue trus bilang gak bisa hidup tanpa lo trus-" Kata Cathlyne yang membuat Leo tersenyum


"Trus trus aja ampe nabrak" kata Leo


"Yeuu, orang lagi serius juga"


"Itu karna di hati lo udah ada Rey, Rey adalah orang yang lo cintai sekarang jadi biar gue pergi lo gak akan terlalu sakit karna yang terpenting dihati lo adalah Rey sekarang" kata Leo


"Gak, gak mungkin gue cinta sama Rey" kata Cathlyne


"Sekarang gue tanya sama lo, apa lo senang kalo sama Rey?"


"Seneng"


"Apa lo suka dag-dig-dug kalo Rey deket banget sama lo?"


"Iya"


"Apa lo sedih kalo Rey pergi lama misalnya keluar kota?"


"Sedih"


"Apa lo hancur ketika Rey deket sama cewe lain kecuali lo?"


"Banget"


"Fix, lo udah jatuh cinta sama Rey" kata Leo


"Tapi, gue masih sayang sama lo" kata Cathlyne


"Sayang itu bisa kesemua orang. Lo bisa sayang sama temen lo, sayang ama ortu lo, sayang sama saudara lo bahkan lo bisa sayang sama gue karna gue pernah hadir dihidup lo cuma sebatas itu doang" kata Leo


"Masa?"


"Bod*!"


"Kok lo jadi ngeselin nj*ng?" Tanya Cathlyne ngegas


"Parah lo. Mulut lo kasar banget sekarang, mana Cathlyne yang lemah lembut, anggun, jarang tereak kek tarzan?" Tanya Leo


"Dah ilang, sekarang cuma ada Cathlyne yang bringas, pala batu, sadis tapi tetep cantik" kata Cathlyne


"Dih, alay" kata Leo


"Biarin" kata Cathlyne


"Yain dah" kata Leo. Mereka pun hening sejenak sebelum Leo berbicara sesuatu.


"Cath, balikan yuk!"kata Leo yang membuat Cathlyne menatapnya kaget


"Lo sinting yak semenjak jauh dari gue? Paok lo!" Kata Cathlyne


"Ck, tau-tau yang sudah cinta ama Rey" kata Leo menggoda


"Gak, gue gak mau jatuh cinta sama seorang pembunuh" kata Cathlyne yang langsung memasang muka datar


"Pembunuh?" Tanya Leo


"Iya. Dia kan yang hampir bikin lo mati dengan cara nabrak mobil lo lebih tepatnya mobil gue yang lo pake?!" Tanya Cathlyne ngegas


"Hahaha. Dari mana lo tau kalo Rey yang hampir bunuh gue?" Tanya Leo disertai tawa


"Lah? Kok lo ketawa. Axel yang ngasih tau gue" kata Cathlyne


"Trus lo percaya?" Tanya Leo


"Ya awalnya gue gak percaya, tapi pas gue liat tatto dipunggungnya yang sama trus ditempat yang sama kayak orang yang nabrak mobil lo ,gue jadi sedikit percaya" Kata Cathlyne


"Trus?"


"Ya gue bikin perhitungan ama dia. Gue ama DeadScorpio nyerang dia ama Darklion"


PLETAKKK


"Anjing sakit!" Kata Cathlyne yang merasakan jidatnya perih karna dijitak oleh Leo


"Lo aneh banget! Belum tau kebenarannya udah bikin anak orang bonyok"


"Ya kan gue gak tau klo lo masih idop fergusoo" kata Cathlyne


"Makanya dengerin gue dulu okay"


"Ya"


"Jadi lo itu udah salah pahan sama Rey. Orang yang sebenernya mau bunuh gue itu adalah Axel mantan pacar kamu yang jelek kek ketek mimiperi itu"


"Hah? Axel?"


"Iya, dia yang dulu mau bikin DeadScorpio dan DarkLion saling serang karna waktu itu DarkLion dan DeadScorpio lagi di puncak. Dia mau bikin kita saling serang jadi kalo ada yang kalah dia cuma harus nyerang 1 geng aja gak 2 geng lagi"


"Tapi tatto nya?"


"Ck, tatto itu bisa dibuat. Lo pernah kan bikin tatto temporer?"


"Iya"


"Nah, Axel juga bikin tatto temporer yang mirip sama punya Rey supaya DeadScorpio ngira klo Rey yang udah bikin gue masuk ke jurang" kata Leo


"Jadi?"


"Ya lo udah salah paham lah gonggong"


"Jadi? Seharusnya gue gak nyerang Rey dong?"


"Yaiyalah. Paok sih lo"


"Aduhh. Kasian banget, mana dia udah gue tinju trus tendang pake sepatu hak lagi. Pasti sakit"


"Makanya. Minta maaf sana trus jadian"


"Tapi gue masih gak enak sama elo"


"Inget, kita kan udah putus, kenapa susah move on dari gue ya?"


"Iyalah. Kita udah bertahun-tahun sama-sama bahkan udah pernah tunangan lagi. Gini ya ibaratnya Lo itu ginjal trus Rey itu jantung. Rasanya gak enak klo lo pergi. Alay emang tapi gitu kenyataan nya apalagi lo udah hampir jadi suami gue " kata cathlyne


"Hehe. Tapi kan lo udah ada Rey"


"Yain dah, oh iya gimana klo kita suruh DeadScorpio buat dateng kesini?!"


"Boleh tuh. Gue juga mau ketemu ama mantan anggota gue"


"Hahaha. Kasian bet sih idop lu ,udah jadi mantan pacar gue jadi mantan ketua geng juga pulak. Huhuuuu poor Leo"


"Yain dah. Udah mending lo chat mereka"


"Iyaiya"


"Sakit ya?! Sakit banget rasanya buat nganterin orang yang kita cinta ke orang lain. Tapi lo harus kuat Leo, lo harus ngelakuin ini karna lo udah gak bisa jagain dia lebih lama lagi" batin Leo sambil menatap Cathlyne yang mengirim pesan untuk DeadScorpio


...●●●●●●♡♡♡●●●●●●...


Saat ini sudah pukul 17.26 dan sudah 2 jam lebih anggota inti DeadScorpio bergabung dengan Cathlyne dan Leo. Saat ini mereka sedang bercerita-cerita tentang keadaan Leo selama 1 tahun ini.


Leo pun sudah meluruskan kesalahpahaman Deadscorpio dengan DarkLion sehingga mereka susah tidak ada dendam lagi pada DarkLion malah merasa bersalah.


"*****, jadi dah balikan kalian?" Tanya Bara


"Ciaaaaa. Pajak balikan nah" kata Rico


"Ck, bukannya balikan kita malah udah putus kale" kata Leo


"HAH?!" Teriak mereka semua kompak kecuali Cathlyne


"Anjing serius lo?" Tanya Dylan yang diangguki Leo


"Beneran itu Cath?" Tanya Rian


"Iya beneran" kata Cathlyne


"*****, 1 tahun tepisah gue kira bakalan kangen-kangenan ternyata malah langsung putus. MIRIS" kata Bara


"Iya miris. Apalagi pas gue ngajak balikan, Cathlyne gak mau. Sedih kan?" Kata Leo mendramatisir


"Wah parah lo Cath, masa cowo bobrok kek dia ngajak balikan lo tolak" kata Darren


"Anjing! Gue kira lo mau muji gue sat" kata Leo lalu memukul lengan Darren


"Anggap aja itu pujian" kata Darren yang membuat mereka ketawa


"Tapi beneran loh, kenapa lo nolak balikan ama Leo?"


"Lah belum 5 menit putus masa udah balikan aja orang dia juga yang mutusin gue" kata Cathlyne tak terima


"Bohong dia tuh. Dia mah seneng putus ama gue supaya bisa berduaan sama pacar barunya" kata Leo


"Sapa?" Tanya Dylan


"Masa lo pada gak tau?" Tanya Leo


"Jan bilang Rey" kata Bara


"Nah tuh tau" kata Leo


"Wahhh, gimana klo kita gebukin si Rey supaya Cathlyne balikan lagi ama Leo?" Tanya Bara yang mendapat jitakan dari Cathlyne


"Cangkem mu tu nah" kata Cathlyne sedangkan Bara hanya meringis


"Canda aja kali. Tapi kalian beneran udah gak ada hubungan apa-apa lagi?" Tanya Bara


"Enggak ada Baraaaaa" kata Leo kesel


"Tapi kenapa lo tiba-tiba putusin Cathlyne?" Tanya Rian


"Iya. Bukannya lo cinta mati ama Cathlyne?" Tanya Rico


"Ntau, padahal dulu posesif banget ama Cathlyne" kata Darren


"Ya gue mutusin dia juga ada alesannya" kata Leo


"Apaan?" Tanya Dylan


"Kepo lo" kata Leo yang membuat mereka mengendus kesal


"Ishh, kalian ngapain sih ngomongin masalah gue ama Leo. Udah putus juga, entar klo gue gagal move on gue salahin lo semua mau?" Tanya Cathlyne kesel


"Yaelah, sans aja kali" kata Bara


"Oh iya, kenapa kita gak ke basecamp aja supaya yang lainnya juga bisa ngeliat lo Le?" Tanya Darren


"Iya nih, mumpung dibasecamp banyak anak-anak" kata Dylan


"Boleh tuh" kata Leo


"Yaudah sono ganti baju. Kita tunggu disini" kata Cathlyne


"Iya. GC" Kata Bara.


"Iyaiya. Tungguin yak" kata Leo yang diangguki mereka semua. Leo pun berjalan menuju tangga dan pada saat dia menginjak anak tangga pertama


...BRUAKKKKKKK!...