This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Penyakit



Author POV


"Hikksss Dylan Leo lan! Hikss dia kenapa Lan?Hikss" Tangis Cathlyne pecah saat melihat Leo yang tidak sadarkan diri dibawa keruang ICU oleh dokter dan beberapa suster


"Ud-udah ya Cath, lo gak usah nangis lagi ya?" Kata Dylan menenangkan Cathlyne yang sedari tadi nangis dipelukannya


"Dia hiks kenapa Dylan?" Tanya Cathlyne disela-sela tangisnya


"Gue juga gak tau, makanya kita tunggu dokternya keluar dulu ya" kata Dylan yang diangguki oleh Cathlyne sedangkan Bara, Darren,Rian dan Rico sedang mondar-mandir didepan ruang ICU.


Ya, mereka saat ini sedang ada dirumah sakit untuk mengantar Leo yang tadi tiba-tiba pingsan dibawah tangga. Cathlyne pun sudah menghubungi mommy daddy nya dan juga Daniel.


"Cathlyne" panggil mommy nya yang baru saja datang. Cathlyne yang mendengar suara mommy nya langsung melepaskan pelukannya pada Dylan lalu beralih memeluk mommy nya.


"Mom, Leo mom hiks" tangis Cathlyne yang membuat Elizabeth mengelus punggung Cathlyne untuk menenangkan


"Husss, udah ya Leo gak bakalan kenapa-kenapa kok" Kata mommy


"Iya, daddy yakin Leo bakalan bangun" kata Edgar menenangkan putri nya.


"Tapi Leo dad hiks"


"Udah ya Cath" kata Elizabeth


Mereka pun sudah menunggu sekitar 30 menit dan akhirnya dokter pun keluar yang diikuti oleh beberapa suster. Mereka yang melihat itu langsung mengerumuni dokter itu.


"Dok, gimana kabar temen saya dok?" Tanya Baraa yang sedari tadi panik


"Iya, gimana kabar tun-temen saya?" Tanya Cathlyne


"Jadi gini, Saudara Leo mengalami penyempitan pembuluh arteri ginjal atau gumpalan darah di pembuluh vena ginjal yang mengakibatkan saudara Leo mengidap penyakit gagal ginjal. Penyakit ini sudah sampai pada stadium 4 dan satu-satu nya cara untuk mengobati ini adalah transplantasi ginjal" kata dokter yang membuat kaki Cathlyne lemas dan hampir jatoh untung saja ada Rian dan Dylan dibelakangnya sehingga mereka bisa menopang Cathlyne


"Saya harap kalian bisa membujuk saudara Leo untuk transplantasi ginjal karna kalo tidak dilakukan maka nyawa taruhannya." Kata dokter yang membuat Cathlyne semakin lemas


"Apa kami boleh melihatnya dok?" Tanya Elizabeth


"Boleh, tapi lebih baik melihatnya saat sudah di ruangan agar tidak menggangu pasien lain. Pastikan saudara Leo beristirahat ya kalau begitu saya permisi dulu" Kata dokter lalu pergi meninggalkan mereka.


Cathlyne pun hanya menagis dipelukan Dylan sedangkan yang lain hanya menahan rasa sakit mereka mengetahui penyakit sahabat mereka yang sudah parah.


Saat ini mereka melihat hospital bed Leo sedang didorong oleh beberapa suster menuju ruang VVIP. Elizabeth, Edgar, Rian, Rico dan darren mengikuti suster yang menuju ruangan Leo. Sedangkan Cathlyne, Dylan dan Bara masih duduk dikursi tunggu.


"Hikss, sialan kenapa hiks Leo ngerahasian penyakitnya kek gini? Hiks kenapa gue harus tau pas dia udah parah? Hikss gue ngerasa gak berguna! Gue gak berguna Lan, Bar!" Kata Cathlyne disela-sela tangisnya yang sudah pecah daritadi


"GUE BOD*H LAN!!! SEHARUSNYA GUE ADA DISISI LEO SAAT DIA SAKIT KEK GINI!! GUE BEG*, OON, BOD*H, PEAK, GONGGONG! KENAPA GUE BAHKAN GAK TAU PENYAKIT NYA! GUE GAK GUNA BAR, LAN! GUE GAK PANTES BUAT HIDUP!"


"STOP CATH! Gak seharusnya lo maki diri lo sendiri kek gini! Hati gue tambah sakit liat lo histeris kek gini!" Bentak Bara yang berusaha mati-matian menahan air matanya


"Udah ya. Lo gak perlu nyalahin diri lo kek gini. Ini bukan salah lo, mungkin Leo nyembunyiin ini dari lo supaya lo gak sedih kayak gini. Kita semua sedih tapi kita harus nyemangatin Leo dan bujuk dia buat transplantasi ginjal bukan nyalahin diri sendiri"kata Dylan sambil menenangkan Cathlyne yang berada dipelukannya


"Bener kata Dylan. Gue juga sedih Cath, gue juga kesel karna dia gak ngasih tau gue tentang penyakitnya, tapi itu gak penting, sekarang yang terpenting adalah kita harus bikin Leo sembuh supaya bisa ngumpul bareng kita lagi" kata Bara sambil menyeka air mata Cathlyne


"Kalian bener. Gue egois, gue cuma mikirin perasaan gue. Bantuin gue buat yakin Leo supaya dia mau transplantasi ginjal ya?" Tanya Cathlyne dengan tangisnya yang sudah mereda


"Tanpa lo minta, pasti kita bantu" jata Dylan


"Mending sekarang kita susulin tante Elizabeth dan yang lain keruangan Leo, siapa tau Leo udah sadar"kata Bara yang diangguki oleh Cathlyne dan Dylan. Mereka pun berdiri lalu pergi keruangan Leo.


Saat ini Cathlyne, Dylan dan Bara sudah masuk dalam ruangan Leo dengan Cathlyne yang masih menahan air matanya agar tidak keluar lagi. Cathlyne dapat melihat Leo yang sedang bercanda dengan kedua orang tuanya


Dylan dan Bara duduk disofa bersama Rico, Rian dan Darren. Cathlyne pun berjalan dan duduk dikursi sebelah Kiri hospital bed Leo dengan Elizabeth dan Edgar berada di sebelah kanan Leo.


"Lo harus transplantasi ginjal" kata Cathlyne datar tanpa melihat mata Leo karna dia yakin saat mentap Leo tangisannya bakalan pecah


"Cath, i'm okay. Itu gak guna buat gue" kata Leo


"Gue mau lo lakuin itu Leo" kata Cathlyne


"Ck, itu sakit tau entar klo gue treak kesakitan kan malu ama dokter cantiknya" kata Leo yang masih sempet-sempet nya bercanda


"Candaan lo gak lucu sekarang Leo! Lo jahat tau gak! Kenapa? Kenapa lo nyiksa diri lo dengan cara gak mau diobatin kek gini? Lo mau beneran mati trus ninggalin gue?! Gue lebih mending mati daripada ngaliat lo begini Leo!" Kata Cathlyne dengan air mata yang terus menetes yang membuat semua orang diruangan itu kicep termasuk orang tuanya.


"Oh come on Cath! Gue gak mau ada ginjal orang lain di tub-"


"Lo masih bisa mikir tentang itu? Ck, lo **** yak! Apa lo mending mati daripada nerima ginjal orang lain?" Tanya Cathlyne


"Bukan gitu Cath, cum-"


"Okay! Gue yang bakalan donorin ginjal gue" kata Cathlyne yang membuat semuanya kaget


"Jangan gilak deh!" Bentak Leo


"Ck, lo bilang gue gilak? Trus gimana lo yang nganggap enteng penyakit ini sampe-sampe gak mau transplantasi ginjal? Lo yang gilak" kata Cathlyne


"Huft, Cath. Gue gak mau transplantasi karna gue trauma sama operasi dan semacamnya, lo lupa opa gue meninggal karna apa? Karna gagal operasi kan?" Kata Leo ngegas


"Trus apa bedanya sama lo yang gak dioperasi? Le, please operasi, kan kalo berhasil lo juga yang senang" kata Cathlyne sembari menyeka air matanya


"Tapi kalo gagal? Bukannya itu mempercepat kematian gue?" Tanya Leo yang membuat Cathlyne kicep


"Cath, gue tau gue bakalan mati dalam waktu deket ini, gue gak butuh operasi dan semacamnya gue cuma perlu ngabisin waktu gue yang sedikit sama kalian"kata Leo


"Kok lo ngomong kek gitu sih Le?" Bentak Bara yang sedari tadi hanya diam


"Lo pikir kita bakalan senang ngeliat lo yang sok senang dengan ngabisin waktu sama kita trus akhirnya lo pergi untuk selamanya?! Ini bukan DRAMA LEO!"Bentak Bara yang membuat Dylan dan yang lainnya berusaha buat nenangin Bara


"Siapa juga yang bilang ini drama? Intinya, gue cuma mau kalian ada di sisa hidup gue yang pendek ini" kata Leo


"LO BRENGS*K LEO! HIKS LO BAJ*NGAN! LO GAK PERNAH MAU MIKIRIN PERASAAN KITA! HIKS LO EGOIS LE! APA PERLU GUE IKUTAN MATI BIAR LO SENENG? HAH? APA PERLU HIKS GUE YANG GANTIIN LO KENA PENYAKIT INI SUPAYA LO SENENG? GUE TAU HIKS LO MASIH MAU HIDUP LE! APA GUNA NYA LO DIAM GAK MO DIOBATIN KAYAK GINI ANJING?! APA HARUS GUE HIKS YANG MATI DEMI DONORIN GINJAL BUAT LO SUPAYA LO BISA IDUP?!HIKS KENAPA? KENAPA LO KEK GINI? APA LO BENER-BENER DAH GAK SAYANG SAMA KITA?! GUE BENCI AMA LO LEO!" Teriak Cathlyne lalu keluar diikuti oleh Bara dan Edgar.


Cathlyne pun keluar dengan tangisan yang pecah, Cathlyne pun duduk di kursi tunggu didepan ruangan Leo. Bara yang melihat itu pun langsung ikut duduk disamping Cathlyne dan menenangkan Cathlhne


"Daddy tau kalian takut kehilangan Leo, tapi kita gak bisa maksa Leo buat operasi" kata Edgar yang mengikuti mereka yang membuat mereka menatap Edgar dengan penuh tanda tanya


"Tapi hiks dad Leo harus operasi supaya sembuh" kata Cathlyne yang menagis dipelukan Bara


"Bener kata Cathlyne om. Kita gak mau Leo terus-terusan sakit kayak gini" kata Bara


"Iya om ngerti. Tapi kita semua gak tau alasan sebenarnya kenapa Leo lebih pilih meninggal daripada diobati, hanya Leo yang tau. Kalian hanya harus mendukung keputusan Leo" kata Edgar


"Tapi Cathlyne gak mau Leo meninggal Dad" katcahlyne


"Semua orang juga gak mau Leo meninggal. Tapi kita gak bisa maksa, mungkin ini semua keputusan Leo. Daddy juga sedih ngeliat Leo kayak gini, tapi daddy gak bisa apa-apa kalo Leo udah mutusin buat gak mau dioperasi" kata Edgar


"Jadi maksud daddy kita harus biarin Leo meninggal gitu aja?!" Tanya Cathlyne ngegas


"Bukan begitu sayang, kita gak tau Leo ada masalah apa yang bikin Leo begini. Cathlyne sayang kan sama Leo?"


"Sayang" jawab Cathlyne


"Kalo sayang, Cathlyne harus dukung Leo dan biarin Leo merasa hangat dengan kehadiran Cathlyne dan DeadScoprio. Inget Hati yang gembira ada obat yang manjur. Kalo Tuhan berkehendak, pasti Leo sembuh karna bantuan kalian" Kata Edgar


"Jadi Cathlyne gak boleh marah lagi sama Leo ya?" Tanya Edgar lembut yang diangguki oleh Cathlyne


"Bagus. Dan kamu Bara, om tau kamu juga berat buat ditinggal Leo, tapi kamu harus bisa bikin Leo bahagia disisa hidupnya karna ini yang Leo pilih dan kita gak bisa ikut campur dalam mengambil keputusan dihidupnya" kata Edgar


"Iya om. Bara akan coba" kata Bara yang membuat Edgar tersenyum


"Kalo gitu mending kita samperin Leo kedalam" kata Edgar yang diangguki oleh keduanya


Mereka pun kembali masuk, Cathlyne pun melihat Leo yang menatapnya sendu. Cathlyne pun duduk disebelah Leo dengan sisa-sisa air matanya.


"Eum, mom, dad boleh Leo ngomong sama Cathlyne berdua?" Tanya Leo


"Boleh, yaudah Bara, Dylan, Rian, Rico, Darren, ikut tante keluar yuk" ajak Elizabeth lalu mereka semua keluar menyisakan Cathlyne dan Leo berdua diruangan itu


"Ini alasan gue sebenarnya!"