This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
S2. Tas



Author POV


Di tengah malam ini, Cathlyne dan Rey masih terjaga karna memikirkan cara untuk mencari orang yang berusaha merecoki keluarga kecil mereka. Saat ini mereka sedang duduk berhadapan di atas kasur kingsize mereka dengan mata yang saling menatap namun otak cerdas mereka terus memikirkan ide ide untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Gimana kalo kita lapor polisi?" Tanya Cathlyne


"Kita aja gak tau muka dia" Jawab Rey


"Jadi gimana dong?"Rengek Cathlyne kesal


"Minta tolong om George"Usul Rey yang membuat Cathlyne membelalakan matanya


"Om George? ngelibatin mafia gitu?"Tanya Cathlyne yang mendapat anggukan dari sang suami


"Tapi om George masih di Spanyol lagi honeymoon ama bini nya, ya masa kita mo ganggu"Kata Cathlyne pada Rey yang membuat Rey terdiam.


Dia baru ingat jika sehari setelah mereka pergi ke Bali, om George yang tak lain adalah adik dari papa Rey juga pergi berlibur sekalian honeymoon ke Spanyol selama 2 minggu yang berarti saat ini dia masih berada di Spanyol.


"Gimana kalo kita gabungin DeadScorpio ama DarkLion buat jagain Leo sama Cia trus juga ngawasin rumah kita dari jauh?" Tanya Cathlyne. Rey terdiam sebentar untuk memikirkan usulan sang istri namun menit selanjutnya dia menggeleng yang membuat Cathlyne menyeritkan dahinya.


"Lah kenapa?" Tanya Cathlyne


"Mereka semua udah nikah dan punya anak apalagi mereka juga pada kerja bukan pengangguran" kata Rey


"Jadi?" Tanya Cathlyne yang terlihat lola


"Jadii kita gak bisa nyuruh mereka buat ngawasin keluarga kita aja sedangkan mereka punya kerjaan sendiri sendiri" Kata Rey lembut


"Iya juga ya, yaudah mending kita sewa bodyguard yang banyak" kata Cathlyne pada sang suami


"Good idea babe" Kata Rey lalu bergerak untuk mengambil hp nya dan mengetik pesan untuk asisten pribadinya agar mencarikan nya beberapa bodyguard untuk keluarga nya.


"Aku udah minta asisten aku buat cari bodyguard jadi kita bisa sedikit tenang tentang anak anak tapi aku juga bakalan terus berusaha untuk nyari tau tentang cowo itu"Kata Rey pada sang istri


Cathlyne pun menghela nafasnya untuk merilekskan tubuh nya lalu tersenyum pada pria yang dicintainya itu. Cathlyne pun mendekat lalu memeluk Rey yang tentu nya di balas oleh Rey bahkan tangan Rey sudah bergerak untuk mengelus surai halus milik istrinya itu.


"Makasih" ucap Cathlyne


"Untuk?"


"Everything" kata Cathlyne yang masih memeluk Rey


"It's my pleasure honey" Kata Rey lalu mencium pucuk kepala Cathlyne.


"Kamu sayang gak sama aku?" Tanya Cathlyne


"Ngapain harus tanya lagi sih Cath? Aku itu sayang pake banget malahan udah cinta mati ama kamu" Kata Rey yang masih menciumi pucuk kepala Cathlyne membuat wanita itu tersenyum senang.


"Tapi kalo misalnya cowo itu berhasil ngerebut aku dan anak anak dari kamu gimana?" Tanya Cathlyne yang membuat gerakan Rey terhenti lalu mendorong Cathlyne pelan agar dia bisa melihat wajah wanita yang baru saja mengatakan hal yang tidak suka dia dengar.


"Aku gak suka kamu bilang kek gitu sayang. Omongan itu doa dan aku gak mau itu terjadi, aku bisa gila kalau aku kehilangan kalian"Kata Rey lalu kembali memeluk Cathlyne.


"Kan aku bilang 'misalnya'" kata Cathlyne


"Tetep aja aku gak suka, don't leave me" lirih Rey. Cathlyne pun tersenyum, lagi lagi dia jatuh pada pria yang memeluknya ini.


Cathlyne bahagia karna dia selalu merasakan cinta yang di beri oleh suaminya itu bahkan pria itu tidak pernah membuatnya menangis kejer kecuali pas waktu itu ngidam namun Rey menolak karna Cathlyne ngidam tidur bareng Axel yang tak lain adalah mantan nya.


"I won't leave you" kata Cathlyne yang membuat Rey semakin mengeratkan pelukan nya pada sang istri.


"Saranghae" kata Rey yang membuat Cathlyne tergelak namun tak urung membalas nya.


"Nado Saranghae oppa" kata Cathlyne dengan nada genit nya yang membuat Rey berdengus kesal namun tidak melepaskan pelukan nya dari Cathlyne.


"Udah udah, mending kita tidur. Besok kamu masih harus ke kantor nya daddy kan?" Tanya Cathlyne. Rey pun mengangguk karna benar dia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di kantor sang mertua seperti yang disampaikan padanya di ruang kerja Edgar.


"Yaudah kalo gitu kita bobo yuk" ajak Cathlyne. Rey pun mengangguk lalu menguraikan pelukan mereka, Cathlyne langsung aja merebahakan badanya yang langsung di susul oleh Rey.


Rey memeluk Cathlyne erat sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Cathlyne. Cathlyne pun menggerakkan tangannya untuk mengusap kepala Rey yang membuat sang empunya memejamkan matanya karena elusan lembut dari sang istri


"Ututututu bayi gede nya mama manja"ejek Cathlyne dengan muka tengil nya.


"Diem" kata Rey yang membuat Cathlyne terkekeh lalu ikut memejamkan matanya.


◎◎◎◎◎◎※※※※◎◎◎◎◎◎


Pagi yang cerah pun sudah tiba dan sudah tugas istri untuk bangun pagi dan menyiapkan sarapan serta semua kebutuhan untuk suami dan anak anaknya.


Begitu juga dengan Cathlyne yang sudah terbiasa bangun pagi setelah menikah. Cathlyne pun bangun pukul 6 pagi dan dilihatnya sang suami masih tertidur dia pun tersenyum lalu bergerak untuk beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi untuk mandi tentunya.


Setelah beberapa menit mandi dan bersiap, Cathlyne pun berjalan menuju lemari nya lalu menyiapkan pakaian kantor yang nanti Rey kenakan. Cathlyne mengelurakan kemeja putih, celana kain hitam, jas hitam, dasi yang berwarna hitam dan juga seputu yang senada dengan jas nya.


Mungkin kalian berfikir bahwa pakaian itu seperti orang ingin melayat namun Cathlyne sula itu, menurutnya laki laki yang memakai pakaian hitam damage nya gak ngotak. Cathlyne pun kembali berjalan menuju dapur setelah menyiapkan pakaian untuk sang suami dan sekarang saat nya dia untuk membuat sarapan.


Hari ini dia hanya akan memasak roti bakar isi selai blueberry dan strawberry lalu susu 4 gelas untuk mereka semua. Kalo masalah membuat roti bakar, Cathlyne sudah tidak perlu diragukan lagi karna memang dia dari sebelum nikah pun dah bisa bikin roti bakar.


Setelah 30 menit di dapur, Cathlyne pun beranjak untuk membangun kan kedua anak nya itu yang sekarang masih terlelap. Pertama dia menjalankan kaki nya menuju kamar sang putra yang didominasi warna hitam persis kamar Rey waktu masih muda namun berbeda dengan sekarang yang warna kamar mereka sudah menjadi putih classy.


"Leo sayang, hey bangun" kat Cathlyne sambil menggoyangkan tubuh putra nya.


"Eugh, wait ma" gumam Leo


"Ok mama tunggu dibawah tapi kalo selama 15 menit gak turun, mama batalin beli mobil buat Leo" Kata Cathlyne yang membuat sang putra membuka matanya lalu duduk untuk mengumpulkan nyawa nya sebelum masuk kekamar mandi


"Iya mom, ini Leo dah bangun kok" kata Leo yang membuat Cathlyne tersenyum geli


"I'll wait you 15 minutes" kata Cathlyne. Leo pun mengangguk lalu berjalan menuju kamar mandi. Cathlyne yang melihat itu pun langsung berdiri dan keluar dari kamar sang putra lalu berjalan menuju kamar sang putri.


Cathlyne pun bergerak untuk membangunkan Cia namun membangunkan Cia butuh beberapa menit karna anak itu sangat sulit dibangunkan sama seperti Cathlyne saat masih muda hingga akhirnya anak itu terbangun karna Cathlyne mengiming-imingkan mainan baru untuk Cia.


Setelah selesai membangunkan kedua anak nya, Cathlyne pun bergerak menuju kamarnya dan sang suami untuk membangunkan Rey yang masih tertidur. Cathlyne pun bergerak untuk membangunkan Rey yang masih bergelut di selimutnya.


Cathlyne menggoyangkan tubuh sang suami namun belum ada gerakan yang ditimbulkan oleh tentu saja hal itu membuat Cathlyne geram lalu memutuskan untuk menggigit telinga sang suami.


Rey yang merasa kesakitan langsung saja terbangun dari tidurnya lalu mengaduh, Cathlyne pun terkekeh namun Tak urung ada perasaan kesal dalam hatinya sedangkan Rey menatap Cathlyne dengan tatapan kesal namun Tentu saja dia tidak bisa memarahi sang istri yang dicintainya itu pun bergerak untuk mengusap telinga nya dibantu oleh Cathlyne yang merasa tidak tega dengan Rey.


"Yang sakit banget tau" Kata Rey dengan nada kesal


"Sapa suruh susah banget di bangunin" kata Cathlyne balik ngegas


"Sorry, namanya juga ngantuk" kata Rey


"Yaudah, kamu mandi sekarang trus turun. Aku udah siapin sarapan buat kamu dan anak anak" kata Cathlyne lalu ingin beranjak namun dihentikan oleh Rey.


"Apa?" Tanya Cathlyne pada Rey


"Morning kiss please" pinta Rey yang membuat Cathlyne menghela nafas lalu menabrakan bibir nya dengan bibur Rey.


Saat dia ingin melepaskan ciuman mereka, Rey malah menahan tengkuknya bahkan menarik tubuh Cia untuk tertidur di bawahnya.


Tangan Rey pun tak tinggal diam, tangan itu pun mulai menjelajahi tubuh milik istrinya itu dengan bubur yang masih memanggut bibir ranum istrinya .


"Eugh Reyhh" desah Cathlyne saat Rey mulai mempermainkan milik nya.


Rey yang mendengar itupun semakin bergairah dan semakin semangat untuk menjelajahi dan menggagahi Cathlyne namun gerakan Rey seketika terhenti ketika Cathlyne melepas bibirnya lalu menghentikan tangannya.


"Kenapa sayang?" Tanya Rey tak sabaran.


"Not now Rey, kita ditunggu anak anak" Kata Cathlyne yang membuat Rey menggeram kesal namun doa tahan lalu beranjak ke kamar mandibubtuk menuntaskan . Cathlyne yang melihat itu pun merasa tak enak hati dan dengan cepat menahan tangan Rey yang membuat Rey menaikan satu alisnya.


"1 ronde cukup?"


¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦¦


Setelah 30 menit bermain, Cathlyne dan Rey pun turun untuk menemui anak anak mereka tentu nya setelah membersihkan diri.


Mereka bisa melihat sudah ada 2 anak kecil yang terduduk di kursi meja makan sambil memakan roti bakar yang sudah Cathlyne siapkan di piring mereka masing masing.


Rey dan Cathlyne pun berjalan lalu ikut duduk di kursi meja makan mereka masing masing lalu memakan sarapannya.


"Kok mama papa lama?" Tanya Cia yang membuat Rey dan Cathlyne pun saling bertatapan sebelum Rey berdeham lalu menjawab pertanyaan Cia.


"Mama sama papa tadi habis cari sesuatu makanya lama" Jawab Rey yang membuat Cia ber oh ria berbeda dengan Leo yang menatap Rey dengan mata memicik


"Papa gak ngapa ngapain mama kan?" Tanya Leo dengan tatapan mengintimidasi.


"Y-ya enggaklah Le" Kata Rey pada sang putra


"Trus itu leher mama kenapa merah? Papa gigit ya?"


"Uhukkk uhukkkk"


Suara batuk Cathlyne terdengar karna  tersedak susu tentu saja perkataan Leo yang menjadi sebab nya. Dia merutuki Rey yang ceroboh membuat kissmark di lehernya


"Le, ini tadi pas mama cari barang nya papa ada nyamuk jadi digigit deh" Kata Cathlyne lembut yang membuat Leo mengangguk mengerti lalu kembali memakan makanannya. Cathlyne pun menghela nafas lega lalu menatap nyalang kearah Rey yang mengulum senyumnya.


Rey pun bergerak untuk mencium kening Cathlyne sebelum dia pergi berangkat ke kantor Cathlyne pun dengan senang hati menerima kecupan itu dari sang suami lalu bergerak menghujamkan kecupan di wajah kedua anaknya nya itu.


"Belajar yang bener ya? Nanti mama jemput" Kata Cathlyne


"Ok ma" seru Leo dan Cia kompak lalu bergantian mengecup pipi cathlyne.


''aku pergi dulu ya sayang?" Pamit Rey sambil mengelus kepala Cathlyne. Cathlyne pun mengangguk yang membuat Rey tersenyum lalu mengajak anak anak nya itu masuk kedalam mobil.


Setelah mobil milik Rey menghilang dari pandangannya, Cathlyne pun bergerak untuk mengendari mobil nya menuju supermarket terdekat karna ingin membeli beberapa keperluan di rumah yang sudah habis.


Hanya butuh waktu 10 menit untuk sampai di supermarket. Cathlyne pun memarkirkan mobilnya lalu masuk ke dalam supermarket dan mulai memilih barang barang yang dia perlukan.


Cathlyne pun menyusuri rak rak yang ada di supermarket itu lalu memasukan barang yang dia ingin kan ke troli yang dia ambil dari depan supermarket


Setelah 35 menit mengelilingi supermarket, Cathlyne pun membawa barang belanjaan nya menuju kasir lalu menaruh di meja kasir agar gampang di scan oleh sang kasir.


Cathlyne pun merasa kasir itu terus menatapnya namun tidak dia gubris dan terus memindahkan barang nya. Tapi sampai tersisa 2 barang di troli Cathlyne, kasir itu masih menatapnya. Cathlyne pun menatap kasir itu yang memakai masker biasa dengan rambut undercut dan kulit putih terawat.


"Apa apa ya mas?" Tanya Cathlyne pada kasir itu.


"Ah itu mba di rambut embak ada daun, saya mau ngambil takut gak sopan" kata kasir itu. Cathlyne pun meraba rambutnya dan benar ternyata ada daun di rambutnya mungkin itu daun dari pohon yang ada di depan rumahnya.


"Terimakasih" kata Cathlyne lalu tersenyum. Sang kasir pun lanjut mengscan barang Cathlyne lalu memasukan nya ke dalam plastik.


Setelah selesai memasukan semua barang ke plastik, sang kasir pun menyebutkan total belanjaan Cathlyne. Cathlyne pun langsung mengeluarkan kartu debit dari dompetnya lalu memberikan nya pada sang kasir.


Sang kasir pun langsung menerima nya lalu memproses pembayaran untuk belanjaan Cathlyne. Cathlyne pun mengambil plastik belanjaan nya sambil menunggu kartu nya.


Setelah selesai, sang kasir pun memberikan kartu nya pada Cathlyne yang tentunya di sambut oleh Cathlyne namun mata Cathlyne tak sengaja menangkap tato ditangan kasir itu yang membuatnya menatap sang kasir yang juga menatapnya.


"Lo-"


"Terima kasih, selamat datang kembali" kata kasir itu lalu pergi ke ruangan khusus karyawan.


Ingin rasanya Cathlyne menerobos ruangan itu untuk mencari cowo itu namun dia tidak ingin mencari keributan, dia ingin main cantik.


Cathlyne pun memutuskan untuk pulang kerumah sambil membawa barang belanjaan nya ke dalam mobil. Butuh beberapa menit untuk sampai di rumahnya. Setelah ssampai Cathlyne pun turun sebentar untuk membuka gerbang rumahnya karna satpam yang bekerja di rumahnya sedang cuti pulang kampung.


Setelah gerbang nya dia buka, Cathlyne itu memasukan mobilnya ke pekarangan rumah lalu bergerak untuk menutup gerbang rumah nya namun gerakannya terhenti karna ada kurir tang mendatangi nya.


"Dengan ibu Cathlyne?" Tanya sang kurir


"Iya" jawab Cathlyne


"Silakan diterima" Kata sang kurir sambil memberikan kotak yang berukuran sedang.


"Dari siapa ya?" Tanya Cathlyne


"Katanya dari suami ibu" Jawab sang kurir yang membuat Cathlyne menyeritkan dahinya


"Silakan tanda tangan disini bu" Kata Kurir itu. Cathlyne pun tanda tangan di nota yang di sodorkan oleh sang kurir.


"Terimakasih bu" kata sang kurir yang dibalas anggukan oleh Cathlyne lalu pergi.


Cathlyne pun bergerak untuk menutup gerbang rumahnya lalu bergerak untuk masuk kedalam rah dan mengambil hp nya untuk menghubungi Rey.


Namun tidak ada jawaban dari Rey, Cathlyne pun bergerak untuk menghubungi asisten pribadi Rey yang pasti dia tau jadwal Rey di kantor.


"Selamat siang bu"


"Selamat siang, apakah Rey ada di kantor?" Tanya Cathlyne saat mendengar suara dari sebrang sana.


"Ada bu, saat ini pak Rey sedang ada meeting mungkin sebentar lagi selesai"


"Oh begitu, baiklah terimakasih"


"Sama sama bu"


Tuttt Tuttt Tuttt


Cathlyne pun membuka gerbangnya kembali lalu mengendarai mobilnya lagi menuju kantor sang suami. Tak lupa dia menutup kembali gerbangnya.


Membutuhkan waktu 30 menit agar bisa sampai di kantor Rey hingga akhirnya Cathlyne sampai di kantor sang suami. Wanita itu pun membawa kotak yang di berikan oleh sang kurir, di dalam kantor banyak yang menyapa nya dan hanya di balas anggukan oleh Cathlyne.


Hingga akhirnya dia sampai didepan ruangan Rey, Cathlyne pun langsung masuk kedalam lalu menatap sang empunya ruangan yang juga menatapnya.


"Kenapa sayang?" Tanya Rey pada Cathlyne yang tiba tiba datang.


Cathlyne pun menghampiri  Rey yang masih duduk di kursi kebesarannya lalu menaruh kotak yang dia bawa di meja Rey. Rey pun dibuat bingung oleh istrinya itu


"Ini apa yank?" Tanya Rey


"Kamu yang kirim?" Tanya Cathlyne. Rey pun menyeritkan dahinya karna bingung


"Buat apa sayang? Kan kita tiap hari ketemu dan pasti nya aku bisa kasih langsung ke kamu" kata Rey


"Kalo bukan kamu berarti cowo itu" kata Cathlyne


"Maksud kamu penguntit itu?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne


"Tadi kurir nya bilang kalo ini dari suami aku" Kata Cathlyne. Rey yang mendengar itu pun menggeram kesal karna cowo sialan itu mengaku ngaku sebagai suami dari Cathlyne


Rey pun bergerak untuk membuka kotak itu yang dibantu oleh Cathlyne dan setelah kotak itu terbuka, terlihat lah tas branded yang akhir akhir ini dia incar.


"Bukannya ini tas yang kamu mau tapi udah sold out?" Tanya Rey yang diangguki oleh Cathlyne


"Kok dia tau apa yang kamu mau ya?" Gumam Rey. Cathlyne pun juga memikirkan hal itu, mengapa orang itu selalu memberikan barang yang dia sukai?


"Rey ada kertas" kata Cathlyne yang melihat ada kertas di kotak itu


Rey pun mengambil kertas itu lalu membaca isi kertas itu. Rey pun menggeram kesal dengan rahang yang sudah mengeras dan tangan yang sudah mengepal hingga kertas itu lecek.


Bagaimana tidak marah jika isi kertas itu adalah ungkapan perasaan cinta orang itu kepada istrinya lalu di situ juga ada hasutan untuk meninggalkan Rey dan berpaling kepada cowo itu, suami mana yang tidak marah melihat itu?


Rey pun memejamkan matanya untuk meredam emosi nya sebelum BadRey keluar dan menghancurkan isi kantor itu. Cathlyne pun juga sudah mengusap bahu Rey untuk menenangkan suaminya itu, Cathlyne juga sebenarnya kaget saat membaca itu namun dia tidak ingin ikut terpancing emosi.


"Relax jangan biarin BadRey keluar ok?" Tanya Cathlyne lembut yang membuat Rey mengangguk samar.


"Udah tenang kan? Aku mau kasih tau kamu 1 hal lagi" kata Cathlyne


"Apa itu?"


"Tadi aku juga ketemu sama dia di supermarket lagi" Kata Cathlyne 


"Gimana?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne menceritakan tentang kasir itu yang tak lain adalah sang penguntit.


"Kita gak bisa diem lagi Cath, aku gak suka dia selalu deketin kamu dan seakan akan lebih kenal kamu dari pada aku kenal kamu" kata Rey dengan nada kesal


"Iya aku ngerti, tapi sekarang kita harus gimana?" Tanya Cathlyne


"Kita harus coba usulan kamu tadi malam" kata Rey


"Yang mana? Yang lapor polisi?" Tanya Cathlyne yang di hadiahkan gelengan dari Rey


"Bukan, kita suruh DeadScorpio sama DarkLion bersatu buat nyari orang itu." Kata Rey


"Yaudah, nanti aku hubungin Bara sama Dylan buat bantu ngumpulin anak anak DeadScorpio yang bisa" kata Cathlyne diangguki oleh Rey


"Nanti aku juga hubungi Gerald buat ngumpulin anak DarkLion" Kata Rey sambil bersandar di kursi nya lalu memijat pangkal hidungnya. Di otak nya terlalu banyak memikirkan hal hal mulai dari masalah kantor hingga masalah penguntit itu.


Cathlyne yang melihat itu pun bergerak ke belakang Rey lalu memijat kepala Rey dengan lembut yang membuat Rey memejamkan matanya.


"Jangan di bikin stress Rey, lagian aku setia kok" kata Cathlyne lalu terkekeh yang membuat Rey tersenyum kecil lalu membawa satu tangan Cathlyne yang memijat kepala nya untuk dia cium


"I know it, tapi yang aku takutin adalah dia bakalan ngambil kamu paksa dari aku. It's make me impossible to live" kata Rey yang membuat Cathlyne mengecup pucuk kepala Rey


"Remember, apa yang sudah di satukan Tuhan tidak akan ada yang bisa pisahkan oleh manusia. Tuhan udah ngikat kita dalam pernikahan yang berarti kita sudah menjadi 1 tubuh dan kalo Tuhan berkehendak gak ada satu manusia pun yang bisa pisahin kita termasuk cowo itu" Kata Cathlyne yang membuat Rey tersenyum


"Thanks already make me better darling" kata Rey pada Cathlyne yang masih memijat kepalanya


"That's my job as your wife Rey" balas Cathlyne


"Yeah, my wife. How beautiful that word" kata Rey dengan senyum yang sangat indah bagi kaum hawa


Tok Tok Tok


"Masuk" kara Rey drngan suara agak keras


"Maaf mengganggu pak, dibawah ada teror"


"What the f*ck"