
Author POV.
Saat ini sudahh pukul 09.00 dan Cathlyne dan Rey sudah berada di pesawat menuju Bali. Cathlyne sudah berusaha untuk melupakan kecemasannya dan pergi honeymoon dengan senang dan tenang, Rey pun juga begitu. Untuk sesaat dia ingin melupakan semua masalahnya dan bersenang senang dengan sang istri.
"Masih ngantuk hum?" Tanya Rey pada Cathlyne yang merebahkan kepalanya di dada Rey.
"Ho'oh" Jawab Cathlyne.
"Yaudah tidur lagi gih" Kata Rey.
"Gak ah, nanti suami ku mati kebosenan" Kata Cathlyne yang membuat Rey terkekeh pelan.
"Tidur aja sekarang sayang, karna nanti malam aku gak jamin kamu bisa tidur" Kata Rey yang membuat Cathlyne memukul dada Rey
"Mesum banget sih!" Kata Cathlyne
"Kalo gak mesum bukan laki laki namanya honey" Kata Rey sambil mngeratkan pelukannya pada sang istri.
"Nanti mau kemana aja?" Tanya Rey pada Cathlyne
"Banyak! Aku mau ke pura Lempuyang, mau release penyu, mau liat lumba lumba trus mau ke pantai, habis itu mau beli oleh oleh." Kata Cathlyne antusias.
"Nanti kita kesana. Tapi sebelum jalan jalan, kita puasin dulu dikamar" Kata Rey yang membuat Cathlyne memberengut kesal.
"Ishh bisa gak sih gak usah mesum dulu?!" Tanya Cathlyne ngegas.
"Okok, sorry. Habis beli oleh oleh, mau kemana lagi?" Tanya Rey
"Mau itu apa namanya yang lompat dari jembatan?"
"Bungee jumping?"
"Nah iya itu, aku mau coba" Kata Cathlyne
"Emang berani?" Tanya Rey dengan satu alis dinaikan.
"Berani lah" Kata Cathlyne pd.
"OK, We'll see. Awas aja kalo mama Leo gak berani naik bungee jumping" Kata Rey
"Papa Cia juga harus coba dong!" Kata Cathlyne tak mau kalah.
"Iya, asalkan kamu juga mau naik itu" Kata Rey
"Liat aja nanti" Kata Cathlyne.
Mereka pun terus mengobrol sesekali berdebat dan setelah lelah berdebat, mereka berdua pun tertidur dengan posisi saling memeluk hingga peringatan bahwa mereka sudah sampai di tujuan.
Rey pun membuka matanya lalu membangunkan sang istri yang terlihat manis saat tertidur. Dengan cepat, Rey mengecup bibir Cathlyne bertubi tubi membuat sang empunya bibir terganggu lalu bangun dari tidurnya.
"Wake up, we arrived" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengerjapkan matanya berkali kali sebelum berdiri dan turun dari pesawat.
Mereka pun turun dari pesawat lalu membawa koper mereka menuju parkiran dimana mobil yang disediakan oleh suruhan Rey berada.
"Huaaa so cuteee" Kata Cathlyne saat melihat mini cooper dengan warna kesukaannnya.
"I know you gonna like it"Kata Rey yang langsung dihadiahkan kecupan di pipinya dari sang istri sebelum naik ke mobil itu.
Rey tersenyum saat melihat raut gembira Cathlyne, dia pun menaruh koper mereka berdua di kursi tengah mobil itu lalu menyuruh Cathlyne menyingkir dari kursi pengemudi yang membuat wanita itu memberengut kesal namun tak urung beralih ke kursi penumpang di sebelah Rey.
"Kita mau kemana?" Tanya Cathlyne
"Mau ke Villa" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengangguk lalu berdiri sambil merentangkan tangannya untuk menikmati udara Bali, meskipun ini bukan pertama kalinya dia ke Bali namun Cathlyne selalu excited saat di Bali.
Setelah 30 menit perjalanan dari bandara ke villa, akhirnya mereka berdua sampai di villa yang menurut Cathlyne mewah. Cathlyne pun turun dari mobil lalu menyelisik villa tersebut.
"Kamu sewa berapa hari?" Tanya Cathlyne
"100.000.000 tahun" Kata Rey
"Serius Reyyy" Kata Cathlyne
"Yeah i'm serious" Kata Rey sambil membawa koper mereka masuk kedalam Villa
"Maksudnya?"
"Aku beli sayang, bukan sewa" Kata Rey santai
"Demi apa?!" Tanya Cathlyne tak percaya
"Demi kamu sayang ku cinta ku negri ku bangsa ku dunia ku" Kata Rey lalu mengecup bibir Cathlyne singkat setelah itu masuk kedalam kamar.
"Gilakkkk! This is too much" Kata Cathlyne sambil mengikuti langkah sang suami
"Gak ada yang terlalu berlebihan buat kamu dear" Kata Rey lalu menaruh koper mereka di sebelah meja rias lalu menghampiri Cathlyne yang menarik pinggang Cathlyne agar menempel dengan tubuhnya.
"Are you happy?" Tanya Rey
"More than happy" Kata Cathlyne lalu tersenyum hangat pada sang suami.
Rey pun tersenyum balik lalu menyatukan bibirnya dan bibir wanita di depannya itu. Cathlyne pun tak menolak perlakuan sang suami karna ini tujuan mereka kesini bukan?
Cathlyne pun membalas perlakuan sang suami\, Rey yang merasakan balasan dari Cathlyne pun tersenyum kecil disela sela cium*n mereka. Perlahan lahan\, cium*n mereka semakin panas dan bergairah\, Rey mulai ******* bibir Cathlyne bahkan menggigit kecil bibir wanita yang berstatus sebagai istrinya itu.
Rey beralih menuju leher Cathlyne lalu memberikan tanda kepemilikan atas tubuh Cathlyne, lalu bergarak menjatuhkan Cathlyne ke atas kasur mereka hingga posisi Rey sudah diatas Cathlyne. Rey melepaskan ciumannya lalu menatap istrinya yang menatapnya sayu dengan bibir yang bengkak dan leher yang sudah terdapat banyak kissmark.
"Get ready babe" Bisik Rey sensual
"Eugh"
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~BATAS SUCI HEHE\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Sudah 2 hari mereka di Bali dan setiap hari mereka menjalankan proses untuk membuat adik bagi Leo dan Cia. Bahkan 2 hari ini mereka hanya diam divilla bermalas malasan dan melakukan tugas mereka di ranjang.
"REYYYY AMBILIN APEL!" Seru Cathlyne yang saat ini sedang duduk didepan TV. Bukan Cathlyne malas hingga menyuruh Rey namun dia tidak bisa jalan karna Rey yang menggempurnya tanpa ampun bahkan Cathlyne sampai kewalahan untuk mengimbangi permainan Rey.
"Ini" Kata Rey memberikan apel pada Cathlnyne lalu duduk disebelah Cathlyne. Rey pun kembali mengecupi leher Cathlyne bahkan menggigit leher Cathlyne.
"AKHH! Reyy ih, udah napa?!" Kata Cathlyne kesal namun Rey hanya terkekeh melihat kelakuan sang istri lalu bergerak memeluk Cathlyne dari samping sambil menonton TV.
"Besok mau kemana?" Tanya Rey pada Cathlyne yang sibuk makan apel
"Mau liat lumba lumba trus ke pura Lempuyang" Kata Cathlyne
"Itu aja?"
"Kalo sempat aku mau liat sunset di Pantai Jimbaran trus dinner disana" Kata Cathlyne pada Rey.
"Kalau mau liat lumba lumba harus bangun pagi soalnya perjalanan dari sini kesana 2 jam lebih. Kamu mau pergi jam 4 subuh?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne menatap Rey.
"Tapi aku mau kesana dan harus kesana" Kata Cathlyne
"Nanti aja ya sayang" Kata Rey
"Rey~~ Mau liat lumba lumba" Rengek Cathlyne manja pada Rey
"Kamu kok manja gini sih? Jan jangan kamu dah hamil lagi" Kata Rey yang membuat Cathlyne mencubit lengan sang suaminya itu.
"Ish, masa baru buat dah jadi?! Belum kali! Dah pokoknya aku mau kesana besok, kalo kam gak mau yaudah gak usah"
"Gak usah kesana?"
"Gak usah dapat jatah maksudnya" Kata Cathlyne yang membuat Rey ciut
"Okok, besok kita liat lumba lumba." Final Rey
"Tapi gak mau bangun jam 4 subuh" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengusap wajahnya kasar lalu memikirkan solusinya. Rey pun melirik jam didinding yang menunjukan pukul 5 sore
"Gimana kalo sekarang kita cari penginapan di dekat pantai Lovina?" Tanya Rey pada istrinya itu.
"Emang ada?" Tanya Cathlyne
"Ada lah sayang, kalo gak ada gak mungkin aku tawarin nginep disana" Kata Rey gregetan
"Santai dong! kalo gak iklash gak usah" Kata Cathlyne cemberut yang membuat Rey menghela nafas lalu menangkup wajah Cathlyne.
"Iklash sayang, sebentar aku suruh orang buat booking penginapan sama perahu buat lumba lumba ya?" Tanya Rey lembut yang membuat Cathlyne mengangguk lucu. Rey pun mengecup dahi Cathlyne lembut lalu membawa Cathlyne kedalam rangkulannya, setelah itu menghubungi asisten pribadi nya untuk memesan penginapan dan perahu untuk besok pagi.
"Sekarang siap siap yuk" Ajak Rey pada Cathlyne.
Mereka pun mulai bersiap siap untuk pergi ke penginapan. Cathlyne pun sedari tadi bersenandung tanda dia sangat bahagia, segitu bahagainya mau ketemu lumba lumba? pikir Rey.
Setelah selesai berkemas, Cathlyne pun menarik tangan Rey agar segera berjalan menuju mobil mereka. Rey hanya bisa mengikuti kemauan sang istri daripada harus kehilangan jatahnya. Rey melajukan mobilnya menuju penginapan yang membuat Rey harus mengorbankan 2 jam yang seharusnya bergulad panas dengan Cathlyne menjadi menjadi supir Cathlyne.
Di tengah perjalanan Cathlyne malah tertidur yang membuat Rey harus menutup atap mobilnya agar istrinya tidak masuk angin. Rey pun melajukan mobilnya dengan diam sesekali melirik kearah Cathlyne yang asik dengan dunia mimpi nya.
"Udah sampe" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengucek matanya namun ditahan oleh Rey
"Jangan dikucek nanti perih" Kata Rey yang di patuhi oleh Cathlyne
Mereka pun masuk ke dalam resort, didalam sudah ada suruhan asisten Rey yang langsung mengantar mereka ke kamar mereka. Setelah masuk ke kamar, Cathlyne langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur yang diikuti oleh Rey.
"Sayang" Panggil Cathlyne
"Kenapa dear?" Tanya Rey lembut.
"Pingin spa" Kata Cathlyne
"Ngapain?"
"Ya relaxing lah Rey, badan aku remuk semua gegara kamu" Kata Cathlyne yang membuat Rey terkekeh lalu berdiri.
"Yaudah yuk" Ajak Rey pada istrinya yang masih berbaring itu.
"Gendong" Kata Cathlyne sambil mengulurkan tangan nya pada Rey.
Rey pun menggendong Cathlyne ala koala lalu berjalan untuk Spa. Tentu nya banyak yang memperhatikan ke uwu an mereka namun Rey dan Cathlyne hanya mengabaikan ocehan para netizen itu.
Mereka pun menghabiskan waktu 2 jam untuk Spa, bahkan Cathlyne sampai ketiduran. Rey juga memilih ikut Spa untuk merilex kan tubuhnya sejenak sebelum kembali bertempur dengan Cathlyne malam ini.
Setelah puas ber spa ria, mereka pun pergi ke salah satu restorant di resort itu. 2 Sejoli itu pun memesan makanan lalu menunggu makanan mereka datang.
"Rey"
"Apa?"
"Kita disini berapa lama?" Tanya Cathlyne
"As long as you want" Kata Rey yang membuat Cathlyne berfikir sejenak.
"Kalo selama nya kita disini gimana?"
"Maksud kamu mau ninggalin anak anak di Jakarta?" Tanya Rey dengan satu alis terangkat.
"Bukan gitu. Maksud aku kita disini bareng anak anak juga, kan kamu udah beli villa di sini. Sayang atau kalo gak ada yang tempatin" Kata Cathlyne
"Terserah kamu aja" Kata Rey
"Gak jadi deh, malas pindah pindah" Kata Cathlyne lalu menyengir ke arah Rey.
"Labil" Cibir Rey
"Biarin" Kata Cathlyne lalu berdiam diri sambil mengutak atik cincin pernikahan yang Rey pakai.
"Huaaa laperrr" Seru Cathlyne tak sabar
"Sabar Cath" Kata Rey
"Tapi laper" Kata Cathlyne sambil menatap Rey dengan tatapan polosnya yang membuat Rey gemas sendiri pada Cathlyne.
"CABAR CAYANK KUUU" Kata Rey sambil menggerakan kepala Cathlyne kekiri kanan karna gemas.
"Sakit ih" Kata Cathlyne dengan muka cemberutnya.
"Curiga dah 'jadi' ini" Gumam Rey
"Jadi apa?" Tanya Cathlyne
"Jadi anu nya"
"Anu apa?"
"Anu itu"
"Itu apa?"
"Itu itu"
"Itu itu apa?"
"Naen*"
"Ishh mulut nya jorok" Kata Cathlyne sambil memukul lengan Rey beberapa kali. Bukannya merasakan kesakitan, Rey justru tertawa melihat kelakuan Cathlyne.
"Udah udah, nanti tangannya sakit" Kata Rey lalu mengecup tangan Cathlyne
"Huh, lap- huwaaa akhirnya dateng juga" Kata Cathlyne saat melihat makanan nya datang.
"Selamat menikmati" Kata pramusaji itu
"Makasih" Kata Cathlyne yang dibalas senyuman oleh pramusaji itu.
"Rey, ambil cumi nya" Kata Cathlyne
"Lho? bukannya itu kesukaan kamu?" Tanya Rey
"Sekarang gak suka. Cepet ambillll" Kata Cathlyne yang membuat Rey mengambil cumi dari piring Cathlyne lalu memakannya.
"LAHHH KOK DI MAKAN?" Seru Cathlyne yang membuat Rey tersedak lalu dengan cepat meminum minumannya.
"Kan kamu yang suruh ambil Cath"
"Aku nyuruh kamu ambil aja bukan makan" Kata Cathlyne lalu menjatuhkan dagunya di meja dengan muka cemberut.
"Fix, dah jadi bocil di perut Cathlyne" gumam Rey.
"Yaudah kamu ambil aja cumi di piring aku" Kata Rey yang membuat Cia menatapnya.
"Gak usah" Kata Cathlyne lalu menatapnya.
"Yakin?" Tanya Rey
"Iya"
"Serius?"
"IHHHH IYA IYA AKU MAU" Kata Cathlyne lalu mengambil cumi dari piring Rey lalu memakannya yang membuat Rey menggelengkan kepalanya.
Mereka pun menghabiskan makanan mereka. Setelah menghabiskan makanan, mereka pun kembali ke kamar mereka. Dengan hitungan detik Rey sudah berada di atas Cathlyne, hal itu tentu saja membuat Cathlyne terkejut namun detik selanjutnya mengelus rahang tegas Rey.
"Napa hum?" Tanya Cathlyne
"Mau"
"Mau? Mau apa?" Tanya Cathlyne dengan tatapan polos nya
"Mau makan"
"Lah? Kan tadi udah makan. Dasar perut karet" Kata Cathlyne dengan bibir yang dimaju majukan yang membuat Rey tersenyun kecil. Imut sekali pikir Rey.
"Bukan makan nasi" Kata Rey
"Terus makan apa? Makan batu ama ranting?!" Tanya Cathlyne judes.
"Bukan istri ku" Kata Rey
"Terus apa suami kuuuu" Kata Cathlyne dengan nada kesal
"Mau makan kam-"
"Eh tunggu! Aku mau eek dulu, kalo mau makan beli aja sendiri ok?" Kata Cathlyne lalu berlalu ke kamar mandi.
"CATH! BUKAN ITU MAKSUD AKU!" Teriak Rey agar Cathlyne dengar.
"Hah?"
"Au ah" Kata Rey lalu memejamkan matanya karna sudah gak mood.
"Eleh ngambek! Cini cini" Kata Cathlyne yang tiba tiba sudah ada di atas Rey. Rey pun membuka matanya dan terkejut ketika melihat Cathlyne memakai lingerie tipis yang memancing nafsu nya.
"Tadi botean?" Tanya Rey
"Iyalah" Kata Cathlyne lalu nyengir kearah Rey yang ada dibawahnya.
"Ok, now accept your punishment baby" Kata Rey serak lalu membalikan posisi mereka menajdi Rey yang diatas.
"Do it! Do what you want DADDY" Bisik Cathlyne di telinga Rey. Rey yang mendengar itu pun tersenyum miring.
"Ok my naughty wife"