
Author POV
Saat ini sudah pukul 19.27 yang berarti Cathlyne sudah berada di basecamp DeadScorpio. Disini sudah lengkap semua, ada birthday cake, AMer(Anggur Merah), bir bintang, mie panjang umur,beberapa bungkus snack, dan banyak lagi.
Saat ini pun mereka sedang menyanyikan lagu ulang tahun untuk Bara, kekanak-kanakan memang tapi itu tetap mereka lakukan.
Bara pun make a wish lalu meniup lilin di kue yang ada didepannya itu. Setelah itu mereka membagi-bagikan kue tersebut pada anggota DeadScorpio yang datang malam itu.
Saat ini mereka sedang tertawa karna lawakan Darren dkk. Setelah selesai acara stand up comedy nya, akhirnya mereka pun duduk dilantai untuk melihat Bara dan Cathlyne sedang berkaraoke ria.
Banyak yang ikut bernyanyi bahkan berjoget untuk menghibur yang lain. Setelah Bara & Cathlyne, yang lainnya pun bergantian untuk berkaraoke.
Setelah lelah bernyanyi dan berjoget, akhirnya mereka pun beristirahat, saat ini keadaan sunyi sebelum dentingan botol AMer terdengar dari arah Cathlyne.
Ya, Cathlyne mengambil botol Amer lalu mengetuknya dengan sendok sehingga menimbulkan bunyi yang membuatnya menjadi pusat perhatian
TingTingTing!
"Attention please!" Seru Cathlyne yang membuat semuanya menatapnya
"Hari ini adalah hari ulang tahun Bara si Wakil ketua DeadScorpio dan kakak abal-abal gue + pembantu gue" kata Cathlyne yang membuat mereka tertawa tapi tidak dengan Bara yang menunjukan wajah kesalnya.
"Canda aja beb. Okay back to topic. Jadi disini sebagai ketua geng DeadScorpio ini gue mau kasih hadiah buat Bara, No lebih tepatnya ini hadiah buat kalian semua yang ada disini"
"TTP(To The Point) aja napa?!" Kata Bara kesel
"Sabar ****! Ekhem. Gue Cathlyne Constantine dengan ini menyatakan bahwa hari ini, malam ini, menit ini, detik ini DEADSCORPIO KEMBALI DIAKTIFKAN! HUUUHHHH" Kata Cathlyne heboh yang membuat mereka terdiam. Hal itu membuat Cathlyne bingung
"Napa lo pada diem? Ini kan yang kalian mau?" Tanya Cathlyne yang menatap mereka
"Lo gak sakit kan?"
"Lo masih waras kan?"
"Lo gak mabuk kan?"
"Tadi lo gak ada kepentok dinding kan?"
"Lo gak ngehalu kan?"
"Kita semua gak mimpi kan?!"
"Dih, jadi kalian gak mau DeadScorpio akfif lagi?" Tanya Cathlyne
"Mau!" Seru mereka kompak
"Trus kenap-"
"Huaa Cathlyneee gue cinta lo" Kata Bara yang langsung berdiri dan memeluk Cathlyne diikuti anggota DeadScorpio yang lain.
"Panutanqu. Aku sayang pada muu" teriak Darren
Mereka pun sangat senang dengan kabar ini. Suasana pun menjadi ricuh karna teriakan anggota DeadScopio, apalagi suara tarzan milik Rico.
Mereka pun saling berpelukan dan mereka mengambil gelas yang berisi Amer mereka masing-masing.
"BERSULANG UNTUK ULANG TAHUN BARA DAN DEADSCORPIO YANG AKTIF KEMBALI!" Teriak Cathlyne seraya menagngkat gelasnya
"CHEERS"
"CHEERS"
mereka pun meminum minuman ditangan mereka dengan sekali teguk.
"Okay, untuk job pertama nanti gue bakalan kasih tau nanti karna untuk saat ini gue masih belum kepikir apa yang harus kita lakuin" kata Cathlyne
"Aman aja. Seloww" kata Dylan
"Intinya gue seneng banget." Kata Bara yang sedari tadi memeluk Cathlyne
"Ekhem. Daritadi pelukan mulu, gak takut dikira lo selingkuhannya Cathlyne Bar?!" Tanya Kirana
"Gaklah, malah bagus lagi Cathlyne punya selingkuhan tampan kek gue" kata Bara yang mendapat jitakan dari Cathlyne
"Lambe mu" kata Cathlyne
"Ntau nih si Bara, ntar lo kena bogem Rey klo dia tau" kata Fiona sehabis meneguk birnya
"Ntar gue ngadu ama Cathlyne lah!" Kata Bara
"Emang lo siapa gue?" Tanya Cathlyne yang membuat mereka semua tertawa keras
"Mampushh"
"Mamam taek ayam"
"Mang enak"
"Sukurinn"
"Azabb"
"Mati kao"
Begitu lah ucapan-ucapan laknat yang diberikan mereka pada Bara yang membuat Bara mendengus kesal.
Setelah itu mereka melakukan aktivitas mereka, ada yang main uno, mabar ml, gibah dll. Saat ini Cathlyne, Triple Na dan anggota inti DeadScorpio sudah membuat lingkaran seperti yang Cathlyne suruh.
"Mo ngomong apa?" Tanya Darren
"Tentang Rey lagi?" Tanya Rian
"Kali ini gue mau serius! Gue gak bakalan ngomongin tentang Rey atau geng lainnya disini gue mau ngomongin tentang kenapa gue telat datang ke Indo plus ini tentang mantan ketua kita, Leo" kata Cathlyne yang membuat mereka mengerutkan dahinya
"Maksud lo apa?" Tanya Bara dengan suara dan komuk yang serius. Semua yang melihat wajah serius Bara pasti terpesona namun seketika juga merasakan aura mencekam.
"Jadi..................
Flashback on
Bruak
"I'm sorry Ms, we have a little problem" kata supir.
"Let me check first." Kata Cathlyne
"Ok Ms." Kata pak supir. Cathlyne pun langsung ke luar dari mobil dan jalan kearah depan mobil.
Setelah sampai, Cathlyne melihat ada anak kecil yang terduduk dengsn luka dilutut nya. Cathlyne yang merasa kasihan pun menyuruh pak supir untuk membawa nya ke dalam mobil dan mengantarnya ke rumah sakit.
Mereka pun sudah berada didalam mobil dengan anak kecil yang duduk disebelah Cathlyne
"What's your name?" Tanya Cathlyne
(Siapa nama mu?)
"I'am Joshua" kata anak itu
(Aku Joshua)
"Eum, is that hurt?" Tanya Cathlyne
(Eum, apakah itu sakit?)
"It a little bit hurt" cicit anak itu.
(Itu sedikit sakit)
Cathlyne pun mengangkat tangannya untuk mengelus kepala anak itu.
"Hear me. If you want to be greatest people in this world, you have to be strong to face all of the hurt and misery that come to you. So, you have to remmember that we have to fight the hurt for being the great people in this world" Kata Cathlyne
(Dengarkan aku. Jika kamu ingin menjadi orang yang hebat didunia ini, kamu harus kuat untuk menghadapi semua sakit dan kesengsaraan yang datang ke kamu. Jadi, kamu harus ingat bahwa kita harus melawa rasa sakit untuk bisa menjadi orang yang hebat didunia ini)
"I think you are the great people" kata anak itu.
(Aku pikir kamu adalah orang yang hebat)
"No. I still study for that" kata Cathlyne lalu tersenyum
(Tidak. Aku masih belajar untuk itu)
"Ms, i think we already late for go to airport" kata pak supir yang membuat Cathlyne bertepuk jidat
"Uh, i forget it. Eum i think, i can buy another tiket" kata Cathlyne
(Uh, aku lupa itu. Eum aku pikir, aku akan beli tiket lainnya)
Cathlyne pun mengambil handphone nya lalu memesan tiket lagi dan ternyata hanya ada jadwal pesawat pukul 22.30 tapi mau tidak mau Cathlyne harus memesan itu.
"Ms, we already arrived" kata pak supir
(Nona, kita sudah sampai)
Mereka pun keluar dari mobil lalu masuk kerumah sakit dan mengantar anak kecil itu untuk diperiksa. Setelah mengantarkan anak kecil itu, akhirnya mereka menunggu di kursi tunggu.
Flashback off
"Owh jadi gitu. Itu yang bikin lo telat?!" Kata Kirana
"Ya gitu deh" kata Cathlyne
"Lagian supir lo bisa bisanya nyerempet bocah" celetuk Rian
"Ntau tuh gak becus jadi supir" kata Rico
"Trus masalahnya sama Leo apa?" Tanya Bara
"Jadi gue kayak ngeliat Leo dirumah sakit" kata Cathlyne
"WHAT?!" Seru mereka kompak
"Gimana gimana?!" Tanya Dylan
"Jadi gini............
Flashback on
"I will buy for the administration" kata Cathlyne kepada pak supir
(Aku akan bayar administrasinya)
Pak supir pun hanya mengiyakan perkataan Cathlyne. Cathlyne pun langsung pergi untuk membayar semua biaya rumah sakit anak itu.
Saat ini Cathlyne sedang mengurus semua administrasinya, setelah beberpaa menit akhirnya selesai juga. Cathlyne pun berniat untuk kembali ke tempat dia nunggu tadi, namun ada sesuatu yang membuat langkah nya berhenti.
"Leo?!" Gumam Cathlyne. Ya Cathlyne melihat orang yang mirip sekali dengan Leo sedang berjalan menuju salah satu ruang dokter yang diikuti pria lain yang sepertinya dia kenal.
Cathlyne pun berjalan berniat untuk mengikuti mereka namun belum sempat Cathlyne memanggil mereka, mereka sudah masuk duluan ke salah satu ruangan.
Cathlyne pun berjalan menuju pintu ruangan yang mereka masuki. Kali ini Cathlyne mengumpulkan tekadnya untuk mengetuk pintu itu. Namun belum sempat Cathlyne mengetuk, tiba-tiba ada suara yang mengiterupsinya.
"Ms, Joshua and his family want to meet you" kata pak supir
(Nona, Joshua dan keluarganya ingin bertemu dengan anda)
Tanpa ngomong apa-apa Cathlyne langsung pergi menjauhi pintu itu kembali keruangan Joshua.
"Kalo itu beneran Leo, Please pertemukan kami lagi ya Tuhan" gumam Cathlyne.
Flashback off
"Lo gak salah liat kan?!" Tanya Bara
"Mata gue belum minus nj*r!" Kata Cathlyne
"Trus lo yakin?" Tanya Dylan
"Nah itu. Setengah gue yakin ama pengeliatan gue setengahnya lagi gue yakin klo Leo dah meninggal"kata Cathlyne
"Huft, kayaknya lo salah liat kali Cath. Lo inget kan apa yang suster bilang waktu itu" kata Fiona
"Nah bener tuh kata Fio" kata Diana
"Tapi ada lagi yang bikin gue berfikir klo Leo masih idup" kata Cathlyne
"Apaan tuh?" Tanya Rian yang diiyakan oleh Darren dan Rico
Cathlyne pun menceritakan dari awal dia mabuk hingga susu yang diberikan oleh Daniel.
"Yaelah, itu mungkin efek lo mabuk kali Cath" kata Darren yang sedari tadi nyimak.
"Bener tuh. Lo kebanyakan halu klo lagi mabuk" kata Rian
"Lagian wajar aja lah klo Daniel ngasih lo susu. Kan susu buat mengnetralisir racun dalam tubuh lo" kata Diana
"Nah. Setuju gue" kata Fiona
"Udahlah, kita mending iklasin Leo" kata Rico
"Setuju" kata Rian
"Tunggu!" Kata Bara yang membuat mereka semua terdiam lalu menatapnya.
"Gimana kalo Leo bener masih idup? Lo bakalan balik ama Leo atau tetep sama Rey?! Pilih!" Tegas Bara dengan tatapan horror ke Cathlyne yang membuat Cathlyne menunduk karna 80% bingung dan 20% ciut.
"Gak tau!" Kata Cathlyne.
"Pilih lah!" Kata Kirana
"Gimana yak? Leo tunangan gue tapi gue juga udah ngasih harapan ke Rey" kata Cathlyne
"Lo masih cinta ama Leo?" Tanya Bara yang diiyakan oleh Cathlyne
"Lo udah suka ama Rey?" Tanya Bara lagi
"Gimana yak?! Jujur sih gue udah mulai nyaman ama Rey" kata Cathlyne
"Cath, cinta dateng karna terbiasa!" Kata Darren
"Nah itu, gue takut gue pol in lop ama Rey" kata Cathlyne
"Tapi menurut gue, lo mending jalanin ama Rey karna kita kan belum yakin klo Leo masih idup dan lo gak mungkin terus-terusan jaga hati buat orang yang belum tentu ada di dunia ini" kata Fiona
"2"
"Se7"
"I agree"
"Bner bet"
"Tul"
"Ya liat aja lah nanti. Gue bakalan pertahanin orang yang mau dipertahanin nanti" kata Cathlyne
"Anj*r kata-kata lo." Celetuk Darren
"Sok asik bet lo" kata Cathlyne yang membaut mereka tertawa.
Mereka pun melanjutkan acara minum-minumnya dan tak lupa rokok disela jari mereka, tak terkecuali Triple Na.
"Ya Tuhan, jika memang Leo masih hidup dan masih mencintai Cathlyne, tolong jauhkan Cathlyne dari Rey. Tapi kalau memang Leo tak menginginkan Cathlyne lagi, dekatkanlah Cathlyne pada orang yang sangat menginginkan Cathlyne." Batin Cathlyne dengan rokok disela bibirnya.