
Cathlyne POV
Saat ini gue udah siap-siap buat berangkat sekolah, habis gue pake sepatu, gue langsung turun buat sarapan. Disitu udah ada daddy, mommy, Brandon sama Bryan.
"Morning guys." sapa gue
"Morning"
"Morning juga"
"Morning darling"
"Morning Cathlyne, kamu mau sarapan apa?" tanya mommy
"Aku roti aja mom, soalnya mau cepet-cepet" kata gue sambil duduk di kursi gue
"Loh kenapa harus cepat-cepat? " tanya mommy
"Soalnya mau dijemput teman mom" kata gue
"Temen apa pacar? Jan sukak bote lo" kata Brandon
"Apaan sih lo?! Sok asik" kata gue ketus
"Tau lu Don, pagi-pagi dah ngajak adek gue tempur. Tobat-tobat lo bang" kata Bryan
"Wah, demen gue ama lo Yan" kata gue trus kita berdua ber tos ria
"Sudah-sudah, nih Cat rotinya" kata mommy sambil menyodorkan roti
"Thanks mom" kata gue trus ngambil roti itu dari tangan mommy
"Temen kamu cowo atau cewe?" tanya daddy
"Cowo sih dad, tapi tenang aja dia gak bakalan berani ngapa-ngapain aku kok dad, lagian sapa sih yang berani macem-macem ama anak seorang Edgar Constantine, ya ga? " kata gue
"Iyaiya, tapi kamu beneran cuma temenan sama dia? Gak pacaran gitu? " tanya daddy
"Ya gak lah dad." kata gue lalu memakan roti
"Eleh, palingan lagi PDKT itu dad" kata Brandon
"SoTa lo" kata gue
"Iyain dah biar fast" kata Brandon lalu semuanya lanjut memakan sarapannya
Tingg
Rey
Gue udh didpn
07.25
Sabar
07.25
"Mom, dad, Cathlyne berangkat dulu ya?" kata gue pamitan
"Iya, hati-hati ya" kata mommy
" Ok Bye semua" kata gue terus langsung keluar rumah nemuin Rey yang jemput gue.
Flashback on
"Iya, apa hukumannya. Cepetan" kata Rey
"Ntar gue mikir dulu" kata Cathlyne sambil mengetuk-ngetuk dagu nya seolah berfikir
"Lambat, Tinggal" ancam Rey
"Sabar atuh pak. Yaudah hukumannya itu lo harus antar jemput gue, harus nemenin gue shopping, trus beliin makanan, pokoknya lo harus ngikutin semua mau gue selama 3 hari" kata Cathlyne
"Maksud lo, gue jadi babu lo gitu?!" tanya Rey gak terima
"Bisa dibilang begitu" jawan Cathlyne santai
"Gak ah, pain? " kata Rey
"Yaudah. Kalo gak mau gue bakalan diemin l-"
"Deal" kata Rey yang setuju.
Flashback off
Author POV
"Gak lama kan nunggu nya?" tanya Cathlyne
"Gak kok. Yaudah naik" kata Rey lalu memberi helm ke Cathlyne
"Rey, kita cari bubur ayam dulu ya, soal nya gue belum sempet sarapan" kata Cathlyne bote, dia cuma mau ngerjain si Rey supaya capek bawa motor.
"Gak, nanti lo telat" kata Rey
"Gakpapa lah, kan gue ada lo, anak yang punya sekolah, jadi bebas" kata Cathlyne
"Tau dari mana lo kalo gue anak yang punya sekolah?"
"Ketauan dari nama lo nj*r" kata Cathlyne
"Oh. Tapi mending sarapan dikantin aja ya, gue males lagi buat bel-"
"Jadi lo gak mau nganterin gue beli bubur ayam? Ini kan perjanjian kita, Lo harus ikutin semua kemauan gue. Kalo lo gak mau yaudah, gue bisa naik motor sendiri kok" kata Cathlyne dengan ancang-ancang mau turun dari motor Rey cuma tiba-tiba Rey menancapkan gas nya yang membuat Cathlyne reflek meluk Rey
"Dasar baperan" kata Rey
"Lagian lo sok-sokan ngambek" kata Rey
"Serah" kata Cathlyne
"Yaudah didepan sana ada yang jual bubur ayam, ntar kita mampir disana aja" kata Rey lalu melanjutkan perjalanan mereka. Setelah 5 menit perjalanan akhirnya mereka sampai ke tempat jualan bubur ayam.
"Noh tempat nya, lo beli sendiri sana" suruh Rey
"Gak, lo temenin. Lagian gue mau makan disini kok" kata Cathlyne maksa
"Mo makan disini lagi?! 20 menit lagi masukan Cath. Pokoknya lo bungkus aja baru makan disekolah" kata Rey
"Lah, guna nya lo ada sama gue apa? Udahlah sekali-kali datang telat. Ribet banget lo" kata Cathlyne keukeh
"Gue bilang gak, ya Gak" keukeh Rey
"Yuadah, gue gak usah sarapan. Biar aja nanti makan dikantin, males gue sama lo. Lagian kalo maag gue kambuh lo gak bakalan peduli juga" gerutu Cathlyne sambil berjalan kearah Rey untuk naik ke motor Rey. Tapi sebelum Cathlyne naik, Rey sudah duluan turun dari motornya
"Lah, lo ngapain? Katanya 20 menit lagi masukan" kata Cathlyne dengan muka kesal nya
"Katanya lo mau makan? Gimana sih?!" tanya Rey lalu berjalan kearah penjual bubur ayam itu yang membuat Cathlyne tersenyum kemenangan
"Bubur ayam nya satu, makan disini" kata Rey lalu duduk di salah satu kursi dan Cathlyne ikut duduk di sampingnya
"Makasih Reynald!" Kata Cathlyne antusias
"Ehm. Demi lo" kata Rey
"Mas, neng, ini buburnya" kata penjual bubur ayam itu sambil menaruh mangkok bubur didepan mereka
"Makasih pak" kata Cathlyne lalu mengaduk bubur itu
"Yaudah cepetan habisin baru kita balik kesekolah" kata Rey
"Gak. Yang bakalan habis bubur ini bukan gue tapi lo" kata Cathlyne sambil mendorong mangkok bubur didepannya ke depan Rey
"Kok gue yang habisin. Kata nya lo belum sarapan?" tanta Rey
"Terus lo percaya?" tanya Cathlyne
"Jadi lo bohong? Trua ngapain nyuruh gue nganter lo ke sini? Lo mo ngerjain gue?" tanya Rey
"Iya. Gue mau kerjain lo. Kenapa? Mau marah?" tenya Cathlyne balik
"Gak" kata Rey
"Bagus deh. Yaudah lo habisin bubur nya cepetan baru kita cabut" kata Cathlyne
"Gak"
"Ishh. Lo pala batu banget sih! Gue itu dah baik loh. Walaupun gue ngerjain lo buat beli bubur dulu tapi kan ada alasannya. Alasannya itu karna gue gak mau ikut senam sama gue mau traktirin lo makan bubur karna lo dah mau jemput gue dan pasti lo gak sempat sarapan karna harus cepat-cepat jemput gue kan? Makanya gue suruh kesini." kata Cathlyne yang tidak luput dari pandangan Rey
"Cantik" kata Rey
"Hah?!" tanya Cathlyne
"Thanks. Gue bakalan habisin" kata Rey lalu mengambil sendok lalu memakan buburnya.
"Enak gak?!" Tanya Cathlyne
"Enak kok. Lo mau?" tanya Rey yang mendapatkan anggukan dari Cathlyne. Rey yang melihat itu langsung menyodorkan sendok yang berisi buburnya kemulut Cathlyne yang langsung di lahap oleh Cathlyne
"Enak kan?" tanya Rey sehabis menyuapi Cathlyne
"Iya, enak banget" kata Cathlyne setelah mencoba bubur itu
"Mau lagi?" tanya Rey
"Mauuuu" kata Cathlyne. Rey pun langsung memberikan mangkok berisi bubur yang sudah setengah.
"Yaudah habisin gih" kata Rey lalu meminum teh hangat milik nya
"Udah nih. Balik ke sekolah kuy" kata Cathlyne sambil meminum teh hangatnya
"Yaudah. Ntar gue bayar" kata Rey yang berdiri lalu berjalan kearah penjualnya
"Gak usah. Kan gue yang mau traktir" kata Cathlyne
"Udah lah. Disini gue yang paling kaya jadi keluar uang 100 ribu itu gak ada apa-apa nya" kata Rey lalu mengeluarkan uang warna merah nya
"Idih. Sombong banget lo. Gue juga punya duit kali. Jangankan 100 ribu, 1 juta aja gak ada apa-apanya" kata Cathlyne mengeluarkan uang 100 ribunya
"Mas, neng. Ini siapa yang mau bayar? " tanya penjual itu
"GUE" kata mereka berdua kompak yang membuat penjual itu bingung
"Yaudah gue aja yang bayar. Itung-itung uang bensin lo" kata Cathlyne
"Astaga Cathlyne. Gue gak butuh uang bensin dari lo. Udahlah gue aja yang bayar. Kan gue cowo" kata Rey
"Kan gue cewe" kata Cathlyne mengikuti cara Rey berbicara tadi
Pala batu memang.
"Huft. Cath, kalo lo tetap ngotot, gue tinggal lo disini" kata Rey
"Kok gitu sih?! Yaudahlah, Serah lo" kata Cathlyne lalu berjalan ke motor Rey sambil ngedumel-dumel sendiri dan membiarkan Rey membayar makanan mereka tadi.
Mereka pun pergi dari tempat jualan bubur itu lalu berangkat ke sekolah. Selama diperjalanan mereka bercerita, cerita apa saja asalkan keadaannya tidak canggung. Sampai akhrinya.....
CITTTT.....
"Kenapa Rey?" Tanya Cathlyne. Rey pun hanya menunjuk kearah depan menggunakan dagu nya yang membuat Cathlyne mengarahkan pandangannya kearah yang ditunjuk Rey yang membuat Cathlyne hanya melotot lalu cepat-cepat menutup mukanya dengan kaca helm sambil mengumpat.
What the Hell!