This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
He's Dead?!



Author POV


Sudah 5 tahun semenjak kepergian Rey ke USA. Sekarang Cathlyne sudah menyelesaikan kuliahnya di kampus pilihannya yang ada di Indonesia.


Setelah menyelesaikan kuliahnya, Cathlyne pun melanjutkan pekerjaannya sebagai CEO dan untuk saat ini, Cathlyne mengurus perusahaan yang di Indonesia.


Vino pun sudah menyelesaikan kuliahnya 2 tahun yang lalu dan memutuskan untuk menetap di Indonesia dan menjalankan hubungannya dengan Fiona tanpa ada kata LDR.


Triple Na pun juga sudah lulus kuliah bersama-sama dengan Cathlyne, namun mereka berbeda jurusan.


Fiona mengambil jurusan kedokteran yang membuat nya menjadi dokter anak sekarang dan bekerja di Rumah sakit milik papanya.


Diana sekarang dia sudah menjadi pemilik cafe kekinian yang sudah terkenal dan memiliki banyak cabang.


Kirana mengambil jurusan hukum dan memilih untuk menjadi pengacara. Mungkin dia memakai jurus bacotannya sehingga sekarang dia menjadi pengacara yang banyak dicari orang.


Sedangkan Triple curut, mereka meneruskan perusahaan keluarga mereka kecuali Nathan yang menjadi arsitek.


Kalo bertanya tentang Anggota inti DeadScorpio, Bara sekarang menjadi polisi meneruskan papanya.


Dylan menjadi pilot karna memang itu cita-cita nya sejak dulu. Rian meneruskan papanya untuk bekerja di perusahaan papa nya.


Rico menjadi arsitek dan sering bekerja sama dengan Nathan. Dan terakhir Darren, saat ini Darren sudah menjadi jaksa penuntut umum karna sebenarnya si otaknya ada secuil kepintaran yang tersembunyi.


Kalo Rey, jan ditanya. Pas sekolah aja asetnya dah banyak, saat ini dia sudah menjadi CEO dan sekarang sedang mengurus perusahaan nya di USA.


Berita baiknya, hari ini dia akan balik ke Indonesia tentunya untuk bertemu Cathlyne walaupun setiap tahun dia menyempatkan diri untuk datang ke Indonesia dan bertemu Cathlyne.


Cathlyne pun sudah tau karna Rey yang memberiĀ  taunya yang membuatnya seneng ampe kelewatan batas. Dan sekarang Cathlyne masih di kantornya yang ditemani oleh Triple Na.


"Kalian ngapain sih disini?! Gak kerja lo pada?"


"Gak ada pasien"


"Gak ada kerjaan"


"Gak ada klien"


"Ck, yaudah bantuinn gue sini"


"Gak bakat" kata mereka kompak yang membuat Cathlyne kesel


"Cih, ngeselin Lo pada" kata Cathlyne sambil membolak-balik kertas ditangannya.


"Udah deh gak usah kesel kan entar lagi Rey dateng jadi masa LDR lo udah abis kek gua" kata Fiona yang dihiraukan oleh Cathlyne


"Oh ya ngomong-ngomong tentang Rey, kapan dia nyampe? Malam?" Tanya Kirana


"Katanya sih sekitar jam 3 an" kata Cathlyne dengan tatapan yang tak lepas dari kertas didepannya.


"Coba klo ngomong itu natep kita, kesel gua" kata Diana yang sedari tadi nyimak


"Ntar Napa?! Sibok nehhh" kata Cathlyne


"Perasaan lo CEO yang paling sibuk dari yang lain. Sampe-sampe jarang nongki bareng kita" kata Diana


"Ntau nih Cathlyne, awas aja lo gue aduin ama Rey" kata Fiona


"Bodo amat" kata Cathlyne.


"Eh Cath, lo habis beli kalung baru?" Tanya Kirana yang melihat kalung asibg dileher Cathlyne


"Enggak, ini hadiah ulang tahun gue yang lalu dari Rey"


"Anjay, enak bet lo. Tiap taon dapat banyak hadiah dari Rey." Kata Kirana


"Makanya cari cowo" celetuk Cathlyne yang membuat Kirana menggerutu kesal.


"Eh, ini udah jam 2.15. Berarti bentar lagi Rey dateng. Lo gak mau nunggu Rey? Apalagi jalan ke bandara jauh, entar telat lo" Kata Diana


"Boleh deh" kata Cathlyne


"Yaudah ayok. Ngapain lo masih duduk disitu?!" Tanya Diana


"Sabar bambank" celetuk Cathlyne


Cathlyne pun menelpon sekretaris nya melalui sambungan telepon konvensional.


"Undur semua jadwal saya 1 hari ini"


"Baik bu"


Tittttt


"Anjayy, CEO mah beda" kata Fiona


"Yaudah, yok lah" kata Cathlyne lalu keluar diikuti Triple Na. Disepanjang jalan keluar, semuanya nunduk ke mereka lebih tepatnya ke Cathlyne.


Setelah keluar dari kantor, mereka pun langsung masuk ke mobil masing-masing karna Triple Na kesini pake mobil sendiri.


30 menit perjalan, akhirnya Cathlyne pun nyampe berkat bakat balapannya. Tak lama kemudian Triple Na pun nyampe.


Mereka ber-4 pun masuk kebandara dan menunggu kedatangan Rey sambil duduk memainkan hp seraya menunggu Triple curut.


10 menit kemudian Triple curut datang, mereka pun berpelukkan terus nunggu bareng.


Sudah 40 menit menunggu, tapi Rey belum juga dateng. Padahal ini sudah jam 3 lewat, Cathlyne pun mulai cemas sedangkan yang lainnya sibuk main hp.


Cathlyne berdiri lalu bolak-balik kek setrikaan sambil terus berusaha menghubungi Rey. Triple Na pun menenangkan Cathlyne.


"CATH!!!!" Seru Nathan yang membuat semuanya noleh ke dia


"Paan sih lo, orang lagi cemas juga" kata Cathlyne kesal.


Nathan pun menunjukan layar hpnya yang menunjukkan berita tentang pesawat jatuh tujuan USA-Indonesia yang membuat Cathlyne melotot.


"Ini pesawatnya Rey kan?" Tanya Aldo


"Gak, gak mungkin!!!" Kata Cathlyne menahan sedihnya.


"Duhh, mending kita ke rumah sakit nya dehh" kata Fiona


"Itu rumah sakitnya dimana Nat?" Tanya Juna


"Rumah sakit Medika" kata Nathan


"Yaudah ayok!!!!" Seru Cathlyne tak sabar.


Mereka pun keluar dari bandara menuju parkiran. Mereka pun menjalankan mobilnya ke rumah sakit, Cathlyne pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang membuat Triple Na dan Triple curut geleng-geleng.


Setelah 20 menit, akhirnya Cathlyne pun nyampe duluan dan langsung lari ke resepsionis.


Di sepanjang jalan, dia melihat banyak mayat yang dibawa perawat ke kamar mayat yang membuatnya tak tahan menahan air matanya terlebih membayangkan keadaan Rey yang sama dengan mereka.


Setelah sampai di resepsionis, Cathlyne pun mengelap air matanya lalu menanyakan keberadaan Rey.


"Permisi, ada korban pesawat jatuh yang bernama Rey?" Tanya Cathlyne tak sabar


"Biar saya cek dulu ya mbak" kata resepsionis yang diangguki oleh Cathlyne. Tak lama kemudian Triple curut dan Triple Na dateng menghampiri Cathlyne.


"Gimana?" Tanya Juna yang hanya mendapatkan gelengan dari Cathlyne


"Pasien bernama Reynal-"


"Iya dimana sus?!" Tanya Cathlyne tak sabar.


"O-oh, pasien kritis ada di ruangan 310" kata Resepsionis. Dengan secepat kilat mereka pun pergi ke ruangan itu.


Setelah beberapa menit mencari ruangan dengan setengah lari, akhirnya mereka menemukan ruangan itu dengan nafas ngos-ngosan.


Cathlyne pun perlahan membuka pintu ruangan dan terlihat lah orang terkapar lemah dengan seluruh muka ditutup dengan perban ditambah alat yang memenuhi tubuhnya.


Cathlyne yang melihat itu pun langsung terduduk dengan air mata yang sudah mengalir deras begitu juga dengan yang lainnya, mereka pun shock melihat keadaan temen mereka seperti itu.


Triple Na pun menenangkan Cathlyne yang hanya bisa terdiam dengan air mata yang terus mengalir. Sedangkan Triple curut menghampiri Rey agar bisa lebih jelas melihat keadaannya.


"Cath, kita samperin Rey yuk" Ajak Kirana


Cathlyne pun berdiri dan menghampiri Rey. Cathlyne diem sebentar lalu menyentuh kepalanya dengan air mata yang masih ngalir.


"Rey, lo kenapa sih kek gini?! Katanya lo mau datang dengan selamat trus nangis gue hadiah. Mana janji lo?! Rey plis jan tinggalin gue" kata Cathlyne lalu tangis nya pecah memikirkan semua kemungkinan Rey pergi.


"Rey, gue cinta sama lo. Lo gak mau nemuin gue setelah lulus kuliah? Gue kangen hiks jangan pergi hiks please hiks" kata Cathlyne dengan tangis pecah yang membuat kaki nya terasa lemas untung saja ada Juna yang menahan Cathlyne.


"BANGUN REY!!!! LO TEGA INGKARIN JANJI LO?! LO TEGA NINGGALIN GUE SETELAH LEO PERGI?!! BANGS*T LO!!!! BANGUN REYNALD!!!" Teriak Cathlyne yang sudah tak bisa mengontrol emosi nya yang membuat Triple Na mencoba terus menenangkannya. Begitu juga Triple curut yang mencoba menyadarkan Cathlyne kalo ini sedang dirumah sakit.


Cathlyne pun berusaha meredam emosinya. Namun tangis nya dan bisa di hentikan terlebih melihat keadaan Rey yang kejang-kejang.


Fiona pun langsung memanggil dokter, walupun dirinya dokter tapi dia butuh bantuan dari dokter lain terlebih dia tidak ada hak untuk mengambil tindakan.


Dokter pun datang dan langsung menyuruh mereka untuk keluar. Mereka pun menunggu diluar dengan harap-harap cemas.


Sudah 20 menit menunggu, akhirnya dokter keluar dengan wajah ditekuk. Sungguh Cathlyne tak mau mendengar jawaban yang sama dengan jawaban dokter yang memeriksa Leo.


"Gimana dok?" Tanya Aldo


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain. Pasien sudah meninggal" kata Dokter yabg membuat Cathlyne terduduk dengan tangisan histeris.


Setelah dokter pergi Cathlyne pun langsung berdiri lalu masuk ke ruangan dan melihat Rey sudah ditutupi kain putih dari atas kepala hingga ujung kaki.


Cathlyne pun hanya menangis, begitu juga dengan Triple curut yang menahan tangis mereka dan Triple Na sibuk menenangkan Cathlyne.


"Rey kamu jaat, aku benci kamu. Kamu gak tepatin janji. Kamu pembohong. Gue cinta Ama loooo. Bangun Rey, gue mohon" tangis Cathlyne pecah yang membuatnya lemas setengah mati


"Aku marah kamu nangisin orang"