This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Something Bad Happen



Cathlyne POV


Jujur gue kaget banget pas Rey ngegebrak meja dan setelah itu gue denger banyak orang bilang Something bad will happen. Gimana gak kaget orang dia ngegebrak meja keras banget, mungkin tuh meja retak karna pukulan dia. Entahlah I don't care. No, actually I care


"Parah, the Kings of this school dah ngamuk" kata Kirana yang bikin lamunan gue buyar.


"Kings?" tanya Daniel.


"Iya Kings, dia kan anak yang punya sekolah ini sekaligus..... " kata Diana lalu diam sejenak


"Badboy nya sekolah ini" bisik Diana


"Sumpah, katanya klo dia ngamuk bisa-bisa nyawa orang melayang, katanya" kata Fiona lalu menyeruput minumannya


"Patesan tadi gue denger mereka bilang something bad will happen" kata gue sambil makan kentang gorengnya Daniel yang terlihat serius mendengar ocehan Triple Na.


"Iya katanya ngeri klo dia marah, keliatan sih dari mukanya klo dia kek gangster tau ngak" kata Diana


"Tapi itu yang bikin gue tertarik sama dia"gumam gue


"Apa?! Lo ngomong apa? " tanya Daniel yang bikin gue tersentak kage.


Astagaaa, Daniel denger omongan gue? Maloooo


"Gak kok, gue ngak ngomong apa-apa" elak gue, sumpah gue malu banget


"Yakin gak ngomong apa-apa?! Trus tadi yang bilang 'tipi iti ying bikin gii tirtirik simi dii' itu sapa ya? " tanya Daniel yang sengaja menjahili gue. Memang temen terlucnuk


"Acieee, Cathlyne demen sama Rey" goda Diana


"Owh gitu, gakpapa cocok kok Kings of the school ama Queen nya bersatu" lanjut Kirana sambil mencoel pipi gue


"Iya, gue dukung kok. Badgirl dan Badboy sekolah ini bersatu. Gue restuin kok" goda Daniel


"Apaan sih kalian?? Ngeselin tau ngak, Ntau ah gue mo balik" kata gue yang langsung pergi karna merasakan bahwa pipi gue saat ini memanas, yups kali ini gue akui bahwa gue lagi blushing


Saat ini gue, Daniel dan Triple Na mo balik kekelas tapi kita ngeliat ada kerumunan. Disitu kek ribut banget dan banyk banget yang berdiri disitu. Gue pun yang sudah terlanjur kepo gak bisa nahan diri gue buat ngak liat, dan ternyata.....


"BERDIRI LO!!! " teriak Rey. Yes kali ini Rey sedang memukuli seseorang yang kayaknya gue kenal


Oh, i know dia itu temen sekelas gue namanya Risky


"ampun kak, aku gak sengaja nabrak kaka" katanya dengan sudut bibirnya yang sudah robek dan mata nya yang sudah biru karna dipukul


"Gak sengaja?? LO BILANG GAK SENGAJA HAH?! " teriak Rey lalu meninju mukanya sehingga hidungnya mengeluarkan darah tapi Rey gak mau berhenti mukulin dia malahan sekarang Rey menendang nya. Demi apa pun gue ngak tega apalagi gue liat tangan Rey sudah berdarah. Kali ini Rey mau meninju muka nya lagi tapi....


"STOP" teriak gue menghalangi Rey namun apadaya pukulan itu tidak bisa direm sehingga muka gue yang kena tinjuan nya yang bikin sudut bibir gue robek.


"Cathlyne?!" tanya Rey yang langsung memeriksa bibir gue yang kena pukulan nya itu. Tapi gue langsung ngejauhin tangannya dari bibir gue. Dan saat itu Daniel dateng sama Triple Na


"Lo gakpapa?! " tanya Daniel dan gue cuma ngangguk


"Tolong bawa dia ke rumah sakit" kata gue yang nyuruh Daniel sama Triple Na buat bawa Risky ke rumah sakit karna gue yakin luka nya pasti sakit banget


"Ok" kata Mereka lalu membopong Risky ke rumah sakit


"LO SEMUA BUBAR" teriak gue keorang-orang yang cuma bisa liatin dong bukannya bantuin misahin


"Cath?! " panggil Rey dengan nada khawatirnya. Ahhhh adek melting bang, hehe canda sayang,


"Lo ikut gue" kata gue sambil menarik tangan Rey


Saat ini gue sama Rey sudah sampe di uks. Gue suruh Rey buat duduk dan gue ngambil kotak P3K trus gue mulai bersihin luka ditangan nya yang gue rasa itu sudah daritadi tapi gak dibersihin.


"Kapan lo dapet luka ini?! " tanya gue yang masih tetap ngebersihin luka ditangannya itu


"Tadi " jawab nya singkat se singkat singkatnya


"Tadi kapan?" Tanya gue kesel


"Pagi" rasa nya pingin gue bogem ni orang


"Trus kenapa gak dibersihin?! " tanyan gue lalu menatap Rey


"Males" katanya, jujur gue kesel sama dia saat itu tapi harus gue tahan dan gue lanjutin ngebersihin luka nya.


Luka ditangannya udah selese gue obatin dan langsung gue tutup pake perban. Gue balikin kotak P3K ke lemari. Tugas gue sudah selesai disini dan gue mau balik kekelas buat ngambil tas gue dan pergi ke rumah sakit buat nyusul Daniel tapi gue ngerasa ada yang nahan tangan gue


"Duduk" kata Rey lalu dia berdiri mengambil kotak P3K yang tadi gue pake buat ngobatin luka nya dan gue tau pasti dia mau ngobatin sudut bibir gue yang luka karna kena tinjuan nya dia


"Gak usah, nanti gue cuci sendiri aja" kata gue sambil berusaha berdiri tapi ditahan lagi jadi gue tetap duduk dan ngeliatin dia ngobatin luka gue


Demi apapun gue deg deg an sekarang, gimana ngak deg deg an coba? Muka dia sama muka gue itu deket banget dan disitu gue bisa ngeliat jelas muka Rey. Jujur He's handsome.


"Kenapa?! " tanya Rey sambil ngasih revanol ke luka gue yang bikin gue sadar dari lamunan gue. Klo kalian nanya perih ato ndak? Pasti nya perih lah, jujur gue pingin nangis cuma gue tahan dan gue cuma bisa gigit bibir gue karna sakit


"Udah, sakit" kata gue sambil ngejauhin tangannya dari muka gue dan gue berdiri buat balik kekelas tapi.... Lagi-lagi ditahan sama manusia es didepan gue ini


"Jawab" kata nya datar. Fiks suasananya sekarang jadi mencekam.


"Jawab apaan seh?!" Tanya gue yang berusaha untuk gak gugup.


"Pertanyaan gue" Kata Rey ,gue pun yang tau kemana arah pertanyaannya itu menghela nafas lalu berbalik menghadap Rey


"Pertama, gue kasian sama Risky. Kedua, gue ngak mau lo kenapa-napa karna gue ngeliat luka ditangan lo yang gue tau pasti itu sakit jadi gue ngak mau luka lo tambah parah. That's it" kata gue lalu berbalik dan melangkah keluar dari uks tapi baru satu langkah gue sudah denger Rey ngomong......


"Hah?!" Tanya gue yang belum ngeh


"Lo khawatir?" Tanya nya


"Khawatir apaan sih? Cok klo ngomong jan setengah setengah" kata gue kesel yang bikin Rey menghela nafas


"Lo khawatir sama gue?" Tanya Rey


"Kenapa lo harus nanya gue kek gitu, iya lah gue khawatir klo ngak ngapain gue rela-rela kena pukul demi ngeberhentiin lo" batin gue demi apapun gue nervous sekarang


"Cat" panggil nya untuk dapetin jawaban dari gue


"Menurut lo?! " kata gue lalu pergi dari uks dengan jantung gue yang berdetak cepat kek habis lari maraton


Cathlyne POV end


Author POV


Ya, saat ini Cathlyne sudah keluar dari uks dengan perasaan yang gak dapat dia mengerti sedangkan Rey masih didalam uks dengan senyuman yang terukir diwajah nya


"Cathlyne" panggil Juna yang membuat Cathlyne terkejut karna kehadiran Juna yang tiba-tiba.


"Ya"jawab Cathlyne


"Rey mana? " tanya Juna


"Didalem" jawab Cathlyne singkat yang membuat Juna mengangguk


"Owh, klo gitu kita bertiga masuk ya" kata Aldo


"Iya, eh bilangin ke Rey perbannya jangan lupa diganti" kata Cathylne


"Sip ibu boss" kata Aldo


Mereka bertiga pun masuk ke uks dan Cathlyne pergi ke rumah sakit buat nyusul Daniel.




"Gimana keadaan nya?! " tanya Cathlyne yang sudah sampai di rumah sakit



"Cuma luka sedikit aja kok, jadi sore ini sudah boleh pulang" kata Daniel



"Bagus deh, untung aja gak sampe patah tulang" kata Cathlyne



"Gimana keadaan Reynald?" tanya Fiona



"Oiya, tadi lo yang bawa dia ke uks kan?!" lanjut Kirana



"Ciee, lo ngapain aja sama dia di uks?! " goda Daniel



"Ishh, apaan sih lo Dan, keadaan nya baik kok cuma luka ditangan aja " kata Cathlyne



"Owh, yaudah mending kita balik kesekolah aja, lagian Risky sudah ada orang tuanya yang jagain" kata Fiona



"Kuy lah, btw lo naik apa kesini?!" kata Diana



"Naik ojek online" jawab Cathlyne



"Yaudah lo ikut kita aja" kata Diana



"Ok, udah cepetan gue gak suka bau rumah sakit" kata Cathlyne



"Sabar atuh neng, tau-tau yang gak sabar buat ketemu bebeb Reynald" kata Daniel yang langsung mendapatkan cubitan dari Cathlyne



"Bisa gak sih, gak ngomongin Reynald? Ngeselin tau" kata Cathlyne lalu keluar duluan dari rumah sakit