
Author POV
Saat ini mereka sudah ada disebuah restoran yan ada di taman hiburan itu, tentunya mereka ada disini karna permintaan Leo beberapa waktu lalu setelah berdebat dengan papanya. Mereka pun memilih untuk duduk di meja yang berada di ujung agar tidak terlalu ribut.
Mereka pun sedang memakan makanan yang sudah disediakan oleh pelayan beberapa menit lalu. Leo makan dalam diam begitu juga Rey namun berbeda dengan Cathlyne dan Cia yang masih heboh mengomentari foto foto mereka yang diambil mulai dari awal masuk taman hiburan hingga masuk ke istana bahkan dalam perjalanan menuju restoran mereka juga sempat sempatnya berfoto ria.
"Le, habis ini kamu mau kemana lagi?"Tanya Cathlyne setelah selesai melihat lihat foto dengan Cia.
"Telcelah mama aja"Kata Leo yang membuat Cathlyne mengangguk lalu berlalih menatap suaminya yang masih fokus memakan makanannya.
"Kalo kamu mau kemana pa?"Tanya Cathlyne pada Rey.
Rey pun menatap Cathlyne sejenak lalu menjawab pertanyaan istrinya itu.
"Terserah mama aja"Kata Rey lalu kembali fokus makan makanannya yang membuat Cathlyne mempoutkan bibirnya kesal. The real definisi like father like son batin Cathlyne.
"Ma, nanti kita naik lolel kostel aja"Usul Cia yang membuat Cathlyne menatap putrinya.
"Roller Coaster?"Tanya Cathlyne yang diangguki oleh Cia. Cathlyne pun berfikir sejenak lalu mengangguk sambil tersenyum kearah Cia.
"Pah ,Le nanti kita naik roller coaster ya?"Tanya Cathlyne pada anak dan papa yang asik makan itu.
"Terserah"
"Telcelah"
Jawab Rey dan Leo bersamaan yang membuat Cathlyne berdecak kesal. Tidak bisakah kedua orang itu menanggapinya agak kapanjagan dikit? membuat orang kesal aja pikir Cathlyne.
Cathlyne yang kesal pun memakan makanannya dalam diam. Rey dan Leo pun menatap Cathlyne yang terdiam dengan raut kesal lalu beralih menatap Cia yang sengaja mengejek kedua laki laki itu.
"Hayuuu mama malah"Kata Cia tanpa suara yang membuat Rey dan Leo kembali beralih menatap Cathlyne yang masih sibuk makan.
Kedua lelaki itu pun saling memberikan kode untuk membujuk wanita yang sedang merajuk itu. Leo pun kalah karna tatapan tajam milik papanya, terpaksa dia beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kesebelah Cathlyne yang masih terdiam.
"Ekhem"
Suara deheman Leo membuat Cathlyne melirik Leo sekilas lalu kembali mengacuhkan anaknya itu, anggap saja dia sedang menguji perhatian anaknya itu.
"Ma"Panggil Leo
"Hm"
"Mama au kemana?"Tanya Leo
"Ntau"
"Mama au ke lollel kostel kan?"Tanya Leo lembut
"Hm"
"Audah ntal kita naik lollel kostel ama fellis wheel"Kata Leo yang membuat Cathlyne menatap anaknya.
"Ferris Wheel?(Bianglala)"Tanya Cathlyne yang langsung diangguki oleh Leo
"Emang Leo mau temanin mama?"Tanya Cathlyne
"Au kok, ya kan pah?"Tanya Leo minta bantuan dari papanya. Rey pun mengagguk mengiyakan perkataan Leo yang sedang membujuk istrinya.
"Gak ah"Kata Cathlyne.
"Ntal kita beli cotton candy telus kita main komedi putal ama-"
"Okok, sudah sudah gak usah diterusin lagi"Kata Cathlyne yang melihat anaknya bingung membujuknya. Tentu saja dia bingung, bicara saja malas apalagi membujuk orang
"Mama dak malah agi?"Tanya Leo
"Gak, asalkan Leo tepatin omongan Leo"Kata Cathlyne yang diiyakan oleh sang anak.
"Yaudah sana lanjut makan gih, mama udah gak marah ama Leo kok mama cuma masih kesel aja sama suami yang pas istrinya marah malah nyuruh nyuruh anaknya sedangkan dia asik makan"Kata Cathlyne tersenyum manis pada Leo namun bicaranya tentu menyindir Rey.
UhukkUhukkUhukkk
"Alhamdullilah"Kata Cathlyne yang membuat Rey mendelik kesal sambil meneguk minumannya. Sedangkan Leo pun kembali ketempat duduknya tanpa ingin mencampuri berdebatan mama papa nya, Cia? Anak itu masih fokus dengan hp dan makanannya.
"Kok alhamdullilah sih? Laki kesedekan malah bersyukur"Kata Rey tak terima.
"Dih, geer. Aku bersyukur karna pas aku ngambek masih ada yang bujukin bukan karna kamu kesedek lagian kamu sih gak hati hati makannya ketulahan kan"Kata Cathlyne acuh yang membuat Rey melongo namun sedetik kemudian dia berdehem menetralkan raut wajahnya.
"Sayang, hari ini cuacanya bagus banget ya? Pokoknya hari ini kita main sepuasnya, terserah kamu mau main apa aja, terserah kamu mau makan apa, pokoknya hari ini kita puas puasin main ok yank?"Kata Rey sambil mengecupi punggung tangan Cathyne yang sudah genggam sedari tadi.
"Ck, gak usah kalau gak iklas. Mama gak papa kok kalo kalian mau pulang"Kata Cathlyne yang membuat Rey menggeleng keras.
"Gak papa sayang, oh iya by the way hari ini kamu cantik banget lho"Kata Rey yang membuat Cathlyne melakukan gerakan seperti orang ingin muntah.
"Gak usah ngegembel lu"Kata Cathlyne yang membuat Rey menyengir.
"Udah udah mending habisin dulu makanannya baru pikirin mau kemana hari ini. Cia makanannya dimakan, jangan hp mulu"Kata Cathlyne yang membuat mereka semua mengangguk termasuk Cia yang langsung mengembalikan hp Cathlyne kedalam tas mamanya.
Mereka pun mulai menghabiskan makanan mereka tanpa ada yang berbicara sedikit pun karna tidak ada yang berniat membuka obrolan.
Butuh waktu beberapa menit untuk mereka menghabiskan makanannya. Setelah memastikan semuanya sudah selesai makan, Rey pun meminta bill lalu membayat semua makanan yang mereka pesan.
Setelah Rey selesai membayar billnya, mereka pun pergi meninggalkan restoran itu lalu berjalan ke arah Roller Coaster sesuai bujukan Leo. Rey pun bertugas untuk membeli tiket untuk mereka ber 4 sedangkan Cathlyne menggandeng kedua anaknya dengan Cia disebelah Kanan dan Leo di sebelah kiri.
Setelah selesai membeli tiket, Rey pun menghampiri istri dan kedua anaknya. Lalu memeberikan tiket yang dia beli ke Cathlyne, Mereka pun mulai menaiki roller coater setelah memberikan tiket mereka kepada petugas.
"Ci, kita taruhan yuk"Kata Cathlyne
"Taluhan apa ma?"Tanya Cia
"Kit-"
"Cath, jangan ajarin macam macam ke anak"Kata Rey dengan nada penuh peringatan namun diabaikan oleh Cathlyne.
"Kita taruhan. Gak boleh teriak, kalau mama teriak Cia boleh minta apapun ke mama tapi kalo Cia yang teriak Cia gak dapat hadiah natal tahun ini"Kata Cathlyne yang membuat anak itu berfikir sebentar lalu mengangguk
Cathlyne pun tersenyum lebar lalu mengulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Cia, mereka pun berjabat tangan.
"Deal"Tanya Cathlyne
"Deal"Jawab Cia lalu mereka berdua duduk sambil menunggu penumpang lainnya naik ke roller coaster.
Namun karna roller coaster belum juga bergerak, Cathlyne pun membalikan badannya menatap kedua lelaki yang duduk dibelakangnya diikuti oleh Cia.
"Sayang, kamu mau ikutan gak?"Tanya Cathlyne pada Rey.
"Ikutan taruhan kayak Cia?"Tanya rey sambil menaiki satu alisnya.
"Iya, ikutan dong biar seru"Ajak Cathlyne pada suaminya.
"Ayok pah, biar dapat hadiah dari mama"Kata Cia. Rey pun tersenym pada Cia sambil mengelus surai anaknya itu lalu menatap Cathlyne.
"Gak takut kalah?"Tanya Rey
"Gak lah, gini doang aku gak bakalan kalah"Kata Cathlyne angkuh.
"Eleh, siapa dulu yang naik roller coaster trus pas turun langsung muntah muntah ampe dibawa kedokter?"nyinyir Rey
"Ish itu kan juga efek maag kambuh yank"Kata Cathlyne kesal.
"Iya iya, yaudah aku ikutan. Tapi kalo aku menang, aku harus boleh minta apa pun ya?"Tanya Rey pada Cathlyne
"Yes, Everything you want"Kata Cathlyne meyakinkan.
Cathlyne pun mengulurkan tangannya pada Rey yang tentunya diterima oleh Rey.
"Deal?"
"Deal"
Mereka pun berjabat tangan, Rey mengecup punggung tangan Cathlyne dan juga sebaliknya Cathlyne mengecup punggung tangan Rey.
"Ma, abang gak ikut?"Tanya Cia yang melihat Leo hanya diam seperti patung pajangan.
"Oh iya, Leo mau ikutan juga gak?"Tanya Cathlyne pada anak laki laki nya itu.
"Eng-"
"Ikut aja son, kalo menang ntar bisa minta apapun ke mama"Potong Rey yang membuat Leo berfikir sejenak lalu mengangguk.
"Yesss"Kata Cathlyne lalu mengulurkan tanganya pada Leo yang mau tak mau diterima oleh Leo.
"Deal ok boy"Kata Cathlyne yang diangguki oleh Leo.
Tak lama kemudian Roller coaster pun mulai berjalan. Awalnya Cathlyne dan Cia masih bisa menahan teriakannya namun saat roller coaster mulai naik, naik, naik lalu turun dengan sangat cepat membuat Cathlyne dan Cia tak bisa menahan teriakan mereka.
Sedangkan kedua pria dibelakang hanya menikmati angin yang sangat keras menghantam wajah mereka. Sudah terlihat siapa para pemenang nya bukan? Tentu saja para muka tembok yang menang.
Setelah beberapa menit berteriak karna kecepatan roller coaster yang tak memelan, akhirnya Cathlyne dan Cia pun lega karna roller coaster tersebut sudah berhenti. Dengan sisa tenaga mereka, Cathyne dan Cia pun turun dari roller coaster.
Cathlyne langsung bersandar didada Rey sedangkan Cia sudah bergelantungan dengan Leo. Kedua pria itu menghela nafas keras melihat para perempuan yang sudah teler ini. Mau tak mau Rey dan Leo memapah Cathlyne dan Cia, untung Leo tercipta menjadi laki laki kuat sehingga sanggup memapah sang adik.
Mereka pun berhenti di sebuah stand minuman dingin, Cathlyne dan Cia pun duduk bersandar menunggu Rey yang sedang membelikan mereka minuman. Leo yang melihat mama dan adiknya lemas pun hanya menggelengkan kepala nya, padahal mamanya yang mau naik roller coaster tapi dia pula yang teler.
Rey pun datang dengan nampan berisi 4 minuman lalu memberikan itu kepada istri, kedua anaknya dan satu nya tentu untuk dirinya sendiri. Mereka hening sejenak sebelum Cia berdiri lalu memuntahkan isi perutnya di semak-semak yang ada didekat mereka.
Cathlyne yang tidak tahan melihat orang muntah pun ikut memuntahkan isi perutnya. Suara orang muntah pun terdengar bersahut-sahutan antara Cia dan juga Cathlyne.
Rey pun memijat pangkal hidungnya sedangkan Leo menelungkupkan wajahnya dilipatan tangannya diatas meja. Namun karna perasaan khawatir menyerang kedua laki laki itu, mereka berdua pun akhirnya menyusul kedua perempuan yang masih memuntahkan isi perut mereka.
Rey mulai memijat tengkuk Cathlyne sedangkan Leo menepuk pelan belakang adiknya yang terlihat lemas. Setelah selesai memuntahkan isi perut mereka, Cathlyne dan Cia pun ambruk ke badan Rey dan juga Leo.
Leo pun menghela nafas pasrah lalu memeluk adiknya sambil mengelus rambut adiknya yang lebih tinggi nya pendek darinya itu. Rey yang melihat itu pun tersenyum hangat, dia tau sedingin apa pun anaknya itu tetap saja dia sangat sayang pada mama dan juga adik kembar nya.
Rey pun mengkode Cathlyne agar melihat kelakuan bocah kembar itu, Cathlyne pun menoleh kearah yang ditujukan Rey lalu tersenyum melihat pemandangan yang sangat damai itu. Leo terlihat perhatian sekali dengan adiknya dan Cia juga tampak nyaman berada di pelukan Leo.
Setelah puas berpelukan Cia dan Leo pun kembali ke tempat duduk mereka yang diikuti oleh Cathlyne dan Rey. Mereka pun menghabiskan minum mereka dan meredakan pusing mereka, Cia pun membisikan sesuatu pada Cathlyne.
"Serius Cia mau?"Tanya Cathlyne pada anak perempuannya.
"Yes, please"Kata Cia sambil mengerjapkan mata polosnya yang membuat Cathlyne gak sampai hati menolak nya.
"Yank, Cia mau naik bianglala"Kata Cathlyne
"G-"
"Ok, come on girl. Thanks papa"Potong Cathlyne lalu mengendong Cia menuju bianglala.
Rey dan Leo pun bertatapan sebentar lalu menghela nafas kasar bersamaan, setelah itu mereka pun menyusuli mama dan anak yang tampak semangat berjalan ke bianglala.
Belum sampai bianglala, Rey dan Leo dapat melihat kedua perempuan itu sedang membeli 2 cotton candy untuk mereka berdua namun Rey dan Leo malas menegur mereka padahal Rey dan Leo ingin menegur mama dan anak itu karna mereka sudah terlalu sering makan cotton candy.
Setelah beberapa menit, disini lah mereka. Mereka sudah didalam bianglala yang dapat dimasuki 4 orang. Selama bianglala bergerak, mulut kedua perempuan itu tak berhenti bergerak entah menganggumi pemandangan dari atas sini atau pun mengecap cotton candy di mulut mereka.
Rey dan Leo hanya memperhatikan mereka saja, sepertinya kedua perempuan itu tidak kapok setelah kejadian muntah tadi yang membuat mereka sangat lemas. Entah dari mana lagi kekuatan mereka hingga tak bisa berdiam sebentar.
Sudah beberapa menit bianglala bergerak dan ini saatnya mereka turun daru bianglala. Setelah turun mama dan anak itu kembali berjalan-jalan sambil melihat lihat berbagai pernak pernik dan juga boneka, tak jarang juga mereka meminta Rey membelikan sesuatu yang membuat isi dompet Rey terkuras.
Leo yang mulai lelah pun meminta papanya untuk menggendongnya, sangat capek mengikuti para perempuan belanjar terlebih mengingat taman hiburan ini sangat luas. Rey yang merasa kasian pada putranya pun segera membawa Leo kegendongannya.
Tangan kedua perempuan itu sudah penuh dengan barang belanjaan, tangan Cathlyne penuh dengan paperbag dan tangan Cia penuh dengan boneka yang dibelikan oleh mamanya walaupun menggunakan uang didompet papanya. Mengingat tentang dompet, asal kalian tau dompet Rey kini sudah diambil ahli oleh sang istri.
"Pa, Leo au ulang"Rengek Lei minta pulang.
"We can't boy, look at you mom and your sister"Kata Rey yang membuat Leo menghela nafas pasrah lalu menyandarkan kepalanya didada sang papa.
"Loh, Leo kenapa?"Tanya Cathlyne saat matanya tak sengaja melihat Leo yang bersandar didada Rey
"He tired"Kata Rey yang membuat Cathlyne merasa bersalah.
"Sorry darling"Kata Cathlyne sambil mengelus pipi Leo lalu bergerak berjongkok agar setara dengan Cia
"Ci, kita udahan yang beli nya. Kasian bang Leo"Kata Cathlyne yang mau tak mau diiyakan oleh Cai.
"Yaudah kita pulang yuk"Kata Cathlyne yang diiyakan oleh mereka semua.
Namun saat melewati stand ice cream langkah Cia terhenti yang membuat semuanya ikut berhenti lalu menatap dia bingung.
"Pa, can i get some ice cream please?"Tanya Cia pada sang papa.
"No, i want to go home. NOW!"Kata Leo penuh penekanan.
"Terakhir bang"Kata Cia dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Whatever"Kata Leo namun tak urung melangkahkan kakinya kearah stand ice cream yang membuat pekikan riang terdengar dari mulut Cia.
Rey dan Cathlyne pun terkekeh melihat kelakuan kedua anaknya lalu mengikuti langkah sang anak menuju stand ice cream. Setelah duduk di kursi kosong, mereka pun mulai memesan ice cream masing masing termasuk Leo dan Rey.
Sekarang mereka pun sedang menikmati ice cream mereka setealh menunggu beberapa menit hingga ice cream mereka jadi. Sesekali mereka ngobrol sambil memakan ice cream.
"Oh iya, mama lupa"Seru Cathlyne sambil menepuk dahinya.
"Kenapa ma?"Tanya Cia
"Tentang taruhan"Kata Cathlyne yang membuat Cia memberengutkan bibirnya.
"Cia kalah kalna tadi teliak, jadi Cia dak dapat hadiah natal dong?"Tanya Cia
"Eum karna mama baik, mama bakalan tetap kasih hadiah natal tapi gak sebanyak tahun lalu ok?"Tanya Cathlyne
"YAHHH" Rengek Cia
"Kan hari ini Cia udah beli banyak boneka ama baju trus gelang"Kata Cathlyne yang membuat Cia menatap nya.
"Oh iya ya, yaudah deh gakpapa"Kata Cia lalu tersenyum yang dibalas senyuman juga oleh Cathlyne.
Sekarang Cia mulai menatap kedua laki laki didepannya, lalu tersenyum.
"Karna kalian menang, tell me what both of you want?"Tanya Cathlyne
Kedua laki laki itu pun mulai berfikir yang membuat Cathlyne menjadi penasaran tentang permintaan mereka. Mudah mudahan bukan yang macam macam batin Cathlyne.
Papa dan anak itu pun saling bertatapan sebelum mengutarakan permintaan mereka yang membuat mata Cathlyne ingin lepas dari tempatnya.
1
2
3
"New Car"
"Honeymoon"
"WHAT?!"