
Author POV
Dokter pun memeriksa tubuh Cathlyne. Setelah dokter selesai memeriksa Rey langsung bertanya tentang keadaan Cathlyne dan Cathlyne hanya diam nyimak.
"Gimana keadaannya dok?"
"Huft, Sebenarnya saudari Cathlyne sudah memiliki penyakit maag dari kecil yang mengakibatkan maagnya semakin parah kalau dibiarkan. Dan menurut hasil pemeriksaan, penyakit maag Cathlyne kambuh. Saya ingin bertanya apa kah Cathlyne belum makan, atau memakan makanan pedas yang berlebihan?" Tanya Dokter
"Dua-duanya sih dok" kata Cathlyne kikuk
"Hah? Lo belum makan? Kapan terakhir makan?" Tanya Rey beruntun
"Belum, ya terakhir kemarin malam." Kata Cathlyne dengan watados nya.
"Pantas saja. Cathlyne boleh berobat jalan, nanti saya kasih resep obat. Dan yang paling penting adalah jaga pola makan okay" kata dokter yang diangguki oleh Cathlyne. Dokter pun pergi tak lupa memberikan resep pada Rey.
"Tunggu disini" kata Rey datar + dingin.
"Mo kemana?" Tanya Cathlyne dan Rey hanya menunjukan resep ditangannya. Cathlyne pun mengganguk mengerti.
Setelah 15 menit, Rey pun kembali dengan 1 plastik berisikan obat-obatan dan vitamin.
"Pulang!" Kata Rey yang membuat Cathlyne mengiyakan lalu turun dari brangkar dan keluar dari igd.
"Sudah bay-"
"Sudah"kata Rey dingin
Baru saja Cathlyne ingin menanyakan apakah administrasinya sudah diselesaikan tapi Rey langsung memotong.
Mereka pun sudah berada dimobil. Mereka pun keluar dari area rumah sakit, dan sampai sekarang tidak ada yanhg memecahkan keheningan itu.
"Rey, lo mar-"
"Lo ngapain aja seharian?!" Tanya Rey datar yang membuat Cathlyne mengerti kalau Rey sedang marah padanya.
"Gue masuk kelas, dihukum, ketemu lo, ke perpus, ketiduran ampe pulangan, ngantar berkas, trus jalan ama lo"jawab Cathlyne seadanya.
"Lo beg* yak?! Udah tau ada penyakit maag tetap aja susah makan" bentak Rey yang membuat Cathlyne menunduk, ingin rasanya dia menangis.
"Sorry, gue lupa" Kata Cathlyne.
"Lupa? Lo lupa klo lo ada nyawa? Hah?!" Bentak Rey lagi yang membuat mata Cathlyne tak dapat menampung air matanya lagi.
"So-rry" kata Cathlyne terputus-putus karna menangis.
Rey yang sadar dia telah membentak Cathlyne sampai Cathlyne nangis pun menepikan mobilnya. Setelah menepi, Rey pun langsung memeluk tubuh Cathlyne yang bergetar.
"Sorry, gue gak bermaksud buat ngebentak lo. Gue cuma khawatir. Plis ngertiin gue" kata Rey sambil memeluk Cathlyne yang diangguki Cathlyne. Cathlyne pun membalas pelukan Rey
"Maaf. Udah bikin lo khawatir" kata Cathlyne disela-sela tangisnya. Rey pun menguraikan pelukannya lalu menghapus air mata Cathlyne.
"Stop nangis dan chat mommy lo bilang kalo lo bakalan pulang telat" kata Rey
"Emang kita mau kemana lagi?" Tanya Cathlyne sambil menghapus sisa-sisa air matanya
"Makan" kata Rey yang membuat Cathlyne mengangguk lalu melakukan yang Rey suruh, sedangkan Rey dia kembali menyetir menuju sebuah restorant.
Disini lah mereka, disebuah restorant yang tak lain adalah restorant milik Rey.
"Rey ini resto lo?" Tanya Cathlyne
"Iya, gue tau ini terlalu kecil" kata Rey
"Mata kao sepuluh. Lo bilang ini kecil? Gilak, ini gede banget Rey." Kata Cathlyne sedangkan Rey hanya mengacuhkan bahunya sambil menunggu makanan mereka datang
Tak butuh waktu lama, makanan mereka sudah sampai. Cathlyne pun mulai ancang-ancang memakan steaknya namun tangannya ditahan oleh Rey.
"Ishh, gue mau makan" kata Cathlyne kesel.
"Makan ini dulu. DIKUNYAH" kata Rey yang memberikan obat yang diberikan dokter tadi.
"Aish, pait. Ditelen aja yah? Klo dikunyah terasa banget paitnya" kata Cathlyne. Rey pun menyodorkan plastik obat nya kehadapan Cathlyne
"Baca!"suruh Rey
"Ish. 3x sehari sebelum makan. Dikunyah bukan ditelan" kata Cathlyne membaca note dari dokter diplastik obat itu.
"Jadi?!" Tanya Rey
"Ish gak asik lo" kata Cathlyne lalu mengunyah obat maag itu. Selesai mengunyah obat itu, cepat-cepat Cathlyne minum jus strawberrynya agar rasa pait dimulutnya ilang.
"Gud, sekarang makan"kata Rey sambil mengambil sendok dan garpunya untuk dia makan
"Ish, rempong bet. Kalah-kalah mommy" gerutu Cathlyne yang membuat Rey terenyum lalu mereka makan dalam diam.
"Besok gue latian basket" kata Rey memecahkan keheningan
"Lah? Cepet banget. Padahalkan lomba nya masih mingdep" kata Cathlyne yang sudah selesai makan.
"Lebih cepat lebih baik" kata Rey
"Iyasih. Oh iya ngomongin besok gue jadi keinget besok harus ke Italy" kata Cathlyne
"Italy? Buat?" Tanya Rey yang langsung berenti makan dan beralih menatap Cathlyne
"Iya italy. Gue kesana buat ngurusin perusahaan gue disana" kata Cathlyne
"Perusahaan? Emang lo punya?" Tanya Rey meremehkan
"Ck, gini-gini gue tu buisness woman tau gak" kata Cathlyne tidak terima
"Kelakuan lo gak mencerminkan klo lo buisness woman" kata Rey
"Klo dipikir-pikir iya juga sih. Hehe" kata Cathlyne menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Kalo gue gak izinin lo bakalan tetap pergi?" Tanya Rey
"Eumm gimana ya? Soalnya gue juga harus mimpin beberapa meeting disana apalagi akhir-akhir ini perusahaan gue ama Daniel lagi down. Untung aja ada perusahaan yang mau bantuin kita dengan bantuan yang menurut gue besar banget" Kata Cathlyne
"Daniel?" Tanya Rey
"Iya, jadi gue sama Daniel punya perusahaan dan perusahaan kita saling kerja sama" kata Cathlyne
"Gue gak nyangka" kata Rey
"Emang lo aja yang punya banyak aset" kata Cathlyne dengan nada sewot
"Banyak? Orang cuma 1 perusahaan, 1 sekolah, 1 rumah sakit, 1 mall dan 1 restoran" kata Rey
"Anjing. Itu banyak bet. Wah, kayaknya gue harus nikahin lo deh supaya gue tambah kaya" kata Cathlyne seraya terkekeh
"Kapan lo mau nikahin gue? Sekarang? Gue siap" kata Rey
"Dih, mau betul" kata Cathlyne yang membuat mereka berdua tertawa.
"Jadi gue gakpapa gue pergikan?" Tanya Cathlyne
"Huft, gue gak mau jadi penghambat karier lo" kata Rey yang membuat Cathlyne tersenyum
"Tapi lo tetap harus ngabarin gue, gak boleh deket-deket cowo lain, tetap atur pola makan, tetap minum obat." Kata Rey
"Rey, mana sikap es lu? Kok lo jadi cerewet gini?" Tanya Cathlyne
"Mungkin udah cair karna ada lo" kata Rey yang membuat Cathlyne blushing
"Apaan sih ngaco. Udah ah, pulang yuk gue mau packing" kata Cathlyne
"Okay".
...》♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡《...
Sinar matahari yang menyelusup melalui jendela pun berhasil membangunkan gadis yang saat ini masih tergulung di selimut. Kali ini Cathlyne tidak ingin terlambat.
Hari ini Cathlyne terbangun pukul 08.13 dan dia hatus bersiap-siap karna pesawatnya akan berangkat pada pukul 10.00.
Cathlyne sudah memberitahukan hal ini pada kedua ortu nya dan beruntunglah Cathlyne karna ortunya setuju akan hal itu.
Saat ini Cathlyne berdiri dan masuk kekamar mansi untuk membersihkan diri. Saat ini Cathlyne tak perlu terburu-buru karna dia sudah membereskan baju-bajunya tadi malam dan Brandon pun bersedia mengantarnya.
Selesai mandi, Cathlyne pun memakai baju simple untuk kebandara. Dia pun turun dan terlihat lah Brandin sedang selonjoran di depan tv dan mommynya yang masih berkutat di dapur.
"Pagi mom." Sapa Cathlyne yang nyamperin mommynya didapur.
"Pagi, mau sarapan apa?" Tanya Elizabeth
"Anything" kata Cathlyne lalu duduk di meja makan
"Okay" kata mommynya. Cathlyne pun berkutat dengan hpnya untuk mengabari teman-temannya bahwa dia akan pergi ke Italy.
"Nih, cuma roti gakpapa kan?" Tanya mommynya
"Gakpapa mom" kata Cathlyne lalu tersenyum. Cathlyne pun memakan rotinya sambil menatap hpnya yang muncul banyak notif. Cathlyne tau pasti itu teman-teman nya.
Setelah selesai sarapan, Cathlyne menghampiri kakaknya.
"B, ganti gih. Gak malu lu ntar ketemu Triple Na?" Tanya Cathlyne
"Emang nanti ada temen-temen lo?" Tanya Brandon
"Ada lah. Bahkan anggota inti Deadscorpio dateng ntar. Sono ganti" suruh Cathlyne yang diiyakan oleh Brandon.
Setelah menunggu Brandon selesai ganti, mereka pun pamit pada Elizabeth lalu pergi ke bandara.
Mereka pun sudah sampai di bandara. Saat ini Cathlyne sedang menunggu sahabat-sahabatnya dateng. Sebenarnya ini tidak diperlukan toh Cathlyne hanya sebentar di Italy, mereka aja yang lebay.
Sudah 15 menit Cathlyne menunggu dan akhirnya yang ditunggu pun datang. Saat ini yang datang adalah anggota inti DeadScorpio yaitu Bara,Dylan,Darren, Rian, dan Rico.
"Kangennnn" kata Cathlyne lalu memeluk mereka semua.
"Gue juga kangen. Lu sih jarang ngumpul dibasecamp padahal lo ketuanya" kata Bara
"Maaf teman-teman tamvan kuuu. Ntar abis pulang dari Italy gue usahain buat sering ngumpul." Kata Cathlyne
"Ekhem, mereka dateng gue dikacangin" kata Brandon yang membuat semuanya menatap kearahnya
"Yo bro, gimana kabar lo?!" Tanya Rian lalu meraka ber tos ala pria
"Baik, kalian gimana?" Tanya Brandon.
"Baik dong." Kata Bara
"Yaudah kita balik dulu ya? Soalnya kita ada tugas" kata Dylan
"Hah? Tugas? Pr maksud lo?" Tanya Cathlyne
"Tawuran maksud lo?" Tanya Cathlyne yang dianguki oleh mereka
"Ikutttttttt" seru Cathlyne yang mendapat jitakan dari Bara
"Lo mo ke Italy ato mo ikut tawuran?!" Tanya Bara ngegas
"Klo bisa milih, gue mending tawuran daripada keItaly. Kan enak tawuran daripada kerja" kata Cathlyne
"Tawuran terus pikiran lo" kata Brandon
"Yeu suka-suka gue lah" kata Cathlyne
"Gak usah banyak bacot, tu Triple Na dah dateng" kata Brandon sambil menunjuk kearah Triple Na menggunakan dagu. Mereka semua pun menoleh kearah yang ditunjuk Brandon dan ternyata benar ada Triple Na dan 1 cowo yang nampak nya sednag mencari keberadaan mereka. Omaigat, itu Rey.
Cathlyne yang melihat ada cowo itu langsung saja menjinjit lalu merangkul leher Bara dengan kedua tangannya, No bukan ngerangkul lebih tepatnya menutupi tatto Deadscorpio dileher Bara.
"Weh, kalian. Tutup tatto kalian" kata Cathlyne kepada Darren,Dylan,Rico dan Rian
"Emang kenapa?" Tanya Rico
"Cowo yang sama Triple Na itu gebetan gue. Dia ketua DarkLion. Gue belum siap buat kasih tau ke dia klo gue ketua DeadScorpio, saingannya." Kata Cathlyne tanpa melepaskan rangkulannya dari leher Bara yang membuat Bara memegang pinggang Cathlyne untuk menahannya.
"Tapi lo ngegebet dia bu-"
"Dih, nanya nya ntar aja pas vc. Sekarang kalian cabut trus tutupin tatto kalian supaya dia gak liat" kata Cathlyne yang diangguki oleh mereka.
"Okok. Tapi janji lo kestau semuanya ke kita ya" kata Dylan
"Iyaiya, sana pegel gue jinjit buat nutupin tatto Bara" kata Cathlyne
"Sapa juga yang suruh lo nutupin tatto gue. Modus bilang" kata Bara. Seraya melepaskan rangkulan Cathlyne
"Penggal mau?!" Ancam Cathlyne
"Anj*r. Yaudah kita cabut ya. Takecare disana" kata Bara
"Safeflight ya zeyenkk" kata Rian lalu memeluk Cathlyne yang diikuti oleh Rico,Darren, dan Dylan
"Gue juga mau peluk" kata Bara lalu memeluk Cathlyne.
"Safeflight my Baby Amber" kata Bara yang membuat Cathlyne mengeratkan pelukannya. Dia rindu panggilan itu, panggilan dimana Cathlyne merasakan kehangatan yang sebenarnya.
"Thank you my Big Bear" kata Cathlyne lalu menguraikan pelukannya
"Yaudah kita balik duluannya. Bye" kata Bara lalu memberikan kiss bye
"Tiati kalian. Menangin tawurannya, jan bikin malu gue" kata Cathlyne yang diberikan jempol oleh mereka.
Author POV end
Reynald POV
Saat ini gue udah ada dibandara karna ngikut ama Triple Na. Gue denger dari mereka klo Cathlyne entar lagi berangkat. Gue dan Triple Na lagi nyari keberadaan Cathlyne, setelah nyari 10 menit akhirnya gue liat mereka.
Bukannya seneng, gue malah dibuat panas dengan apa yang gue liat. Gue ngeliat Cathlyne yang sedang ngerangkul leher cowo, mereka deket banget, bahkan gue pikir mereka lagi cip*kan.
Gue langsung kestau Triple Na klo gue liat Cathlyne. Dan kita pun melangkah kearah mereka.
Yang tambah bikin gue kesel adalah Cathlyne yang memeluk 5 cowok itu. Apalagi pelukan terakhirnya yang menurut gue lama banget mana orang nya sama sama yang tadi dirangkul Cathlyne.
Yang bikin gue jijik adalah pas tuh cowo ganjen kasih kiss bye ke Cathlyne. Najis
Apakah gue jealous?
I don't know
Belum sempat gue sampe, cowo-cowo itu malah dah pergi. Entah kenapa gue jadi gak mood.
Reynald POV end
Author POV
Tak beberapa lama pun Cathlyne dikejutkan dengan 3 pelukan yang hampir membuatnya jatoh, dari siapa lagi klo bukan Triple Na?
"Cathlyneeeee. Parah lo, dadakan banget perginya" kata Fiona
"Ntau nih. Gak ngajak-ngajak" Kata Diana
"Gue kesana mau kerja bukan mo shopping" kata Cathlyne
"Cath, tadi itu Bara and the geng?" Bisik Kirana
"Iya, cuma gue udah suruh mereka tutup tattonya" kata Cathlyne bisik ke Kirana
"Iya gue tau. Gue bersyukut pas liat mereka tutupin tattonya, tapi posisi lo ama Bara gak nahan, kek orang cip*kan" bisik Kirana yang mendapat jitakan dari Cathlyne
"Kalian bisik-bisik apa sih?!" Tanya Diana
"Ada, urusan perempuan" kata Cathlyne
"Kan kita juga perempuan" kata Fiona
"Dek gue kampus dlu ya. Takecare disana. Love u" kata Brandon lalu ngecup kening gue
"Love u more" kata gue lalu Brandon pergi.
"Anj*r, sosweet banget kalian nj*r" kata Kirana
"Siblinggoals bets" kata Fiona
"Oiya, kita gak bisa lama-lama soalnya kita mo shopping" kata Diana
"Aish, gak kalian gak dea- Brandon sama aja, ninggalin gue mulu hahaha" kata Cathlyne lalu tertawa dibuat-buat karna hampir saja dia keceplosan
"Hahahaha, yaudah kita balik dulu ya. Safeflight" kata Kirana yang juga tertawa dibuat-buat seraya melirik Rey dibelakangnya.
"Hati-hati disana ya"
"Jaga diri lo"
Kata mereka, lalu mereka berpelukan kek teletubies. Setelah Triple Na pergi, Rey berjalan mendekat ke Cathlyne. Cathlyne pun hanya tersenyum kikuk melihat Rey dan muka dingin plus datarnya.
"Siapa mereka?" Tanya Rey yang membuat Cathlyne bingung
"Triple Na?"
"Bukan" kata Rey
"Kak Brandon?"
"Ck, bukan. Yang 5 orang cowo tadi"
"Owalahhh. Mereka toh" kata Cathlyne sambil berusaha cari alesan
"Siapa mereka?" Tanya Rey dengan nada datar
"Itu mereka temen gue" ksta Cathlyne
"Temen? Setau gue lo gak punya temen cowo disekolah"kata Rey
"Disekolah lama gue lah." Kata Cathlyne. Sejauh ini masih jujur. Karna memang anggota DeadScorpio kebanyakan sekolah di SMA Pelita Hati.
"Lo kastau mereka klo lo kesini?" Tanya Rey
"Hah?! E-enggak lah." Jawab Cathlyne, ya tuhan ampuni Cathlyne yang sedang berbohong ini
"Terus?" Tanya Rey
"Kebetulan aja. Lagian gue juga kaget bisa ketemu mereka. Katanya mereka mau jemput temen mereka kesini trus ngeliat gue" alibi Cathlyne
"Bohong!" Kata Rey
"Gak kok" elak Cathlyne
"Trus ngapain tadi cip*kan trus pelukan ama tu cowo?" Tanya Rey dengan nada sewot
"Enak aja lo. Cip*k pala lo sepuluh. Mana ada gue *******. Gini-gini gue cuma pernah dicip*k sama 1 orang"
"Siapa?" Tanya Rey
"Orang gila didepan gue" kta Cathlyne yang membuat Rey tersenyum lebar.
"Intinya gue gak suka ngeliat lo nempel ama cowo lain" kata Rey
"Yayaya. Terserah. Yaudah gue cabut dulu ya entar lagi takeoff" kata Cathlyne
"Ok, takecare disana ya. Pola makan diatur, jangan lupa minum obat, jan deket-deket cowo lain apalagi cip*kan ama bule disana. Bibir lo cuma buat gue" kata Rey panjang lebar
"Cerewet. Yaudah gue beragkat dulu bye" kata Cathlyne lalu pergi namun belum melangkah Cathlyne sudah ditahan
"Apalagi? Astapirulohhh" kata Cathlyne. Rey pun mendekatkan tubuh nya dengan tubuh Cathlyne lalu
Cupp
"Jangan nakal. Nanti gue vc" kata Rey setelah mengecup kening Cathlyne.
"Iya. Belom jadi pacar aja udah possesive" kata Cathlyne
"Kalo lo mau, sekarang gue bisa jadiin lo pacar" bisik Rey yang membuat Cathlyne merinding.
"Au ah. Gue berangkat dulu. Bye Rey" kata Cathlyne lalu mengecup pipi Rey. Setelah itu pun dia pergi untuk naik pesawat.
"Gue tau lo deket banget sama mereka. Apa itu geng lo yang kayak mommy lo bilang?" kata Rey monolog
Author POV end
Cathlyne POV
saat ini gue udah ada dalam pesawat. Gue udah duduk didekat jendela, posisi kesukaan gue.
Princess_Cathhlyne See you later!
♥9.654
💬 ---
...》MENONAKTIFKAN KOMENTAR《...
"Kok gue ngerasa bakalan terjadi sesuatu pas gue disana?! Apa ya? Apakah hanya feeling gue? Argh i don't care" pikir gue.