This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Dilabrak Dekel



Author POV


Saat ini Cathlyne sedang berada di perpus bersama Rey, bukan untuk membaca tapi untuk menikmati wifi gratis tapi tenang kali ini Cathlyne sama Rey gak bolos karna saat mereka sedang freeclass entah kemana para guru-guru tercuintah itu.


Sudah 1 jam lebih Cathlyne dan Rey berada di perpus dan akhirnya mereka pun merasa bosan.


"Rey, kantin yuk bosen nih" ajak Cathlyne


"Ayok, aku juga sudah bosen" kata Rey lalu mereka berdiri dan keluar dari perpus.


selama diperjalanan ke kantin banyak yang menyapa mereka apalagi semenjak perkemahan. Namun tiba-tiba....


Plakkk


"Maksud lo apa?" kata Cathlyne santai setelah beberapa menit lalu memegang pipi nya yang perih akibat tamparan yang keras


"Gue yang harusnya nanya, maksud lo apa?!" bentak gadis yang menampar Cathlyne


"Apa-apaan?!" kata Rey yang langsung menghalangi Cathlyne dari gadis itu dengan nada dingin nya


"Kak mending gak usah ikut campur deh" kata gadis itu kepada Rey. Hal itu pun menjadi bahan omongan murid-murid sekolah itu karna seorang gadis berani menampar Queen sekolah itu dan berani menyolot pada King sekolah itu, bener-bener cari mati tu orang.


"Pergi!" kata Rey dengan nada dingin tapi tegas ditambah tatapan mematikannya. Yang membuat semua orang ciut.


"Gak, gue gak akan pergi sebelum tuh cewe murahan minta maaf ke kak Bianca" kata gadis itu yang sebenarnya dah ciut tapi mencoba memberanikan diri buat ngomong


"Gue bila-" kata Rey yang terpotong karna Cathlyne menarik dia kebelakang dan dirinya maju menghadap gadis yang sudah berani-beraninya melawan mereka


"Biar gue aja Rey, kali ini gue bakalan bikin si cewe 'sok berani' ini tekuk lutut ama kita." kata Cathlyne tanpa melepaskan pandangan maut nya dari gadis itu


"Ud-udah gak usah banyak mulut lo. Sekarang gue cuma mo lo buat minta maaf ke kak Bianca yang sudah bikin dia malu" kata gadis itu dengan nada setengah gugup karna terus ditatap oleh dua orang menyeramkan didepannya


"Bianca?! -" kata Cathlyne yang belum ngeh sama kata-kata gadis itu


"Ck, cewe jal*ng itu itu?!" kata Cathlyne dengan nada meremekan dan senyum miringnya.


"Eh maksud lo apa bilangin kak Bianca jal*ng?! Hah?! Lo mau mati?! Mo gue bunuh lo?! " nyolot gadis itu


"Uuu, Rey gue takut mo dibunuh sama dia" kata Cathlyne pada Rey berniat mengejek gadis itu


"Huh, basi" sahut Rey pada gadis itu dengan tatapan merendahkan


"Eh lo, mau aja disuruh sama si ulet keket itu mending lo nalik kekelas lo baru makan bekal yang dikasih ama mama lo, sudah ya gue anggap ini hal yang gak disengaja, gue laper gak guna ngomong sama orang kek lo" kata Cathlyne lalu menarik tangan Rey menuju kantin namun suara seseorang membuat mereka berhenti


"Halah, si mba nya takut?, pantes aja sih, cewe jal*ng kayak lo bisa apa sih?! Palingan bisanya cuma jual diri kan, eh Kak Rey berapa lo sewa dia semalam?!" teriak gadis itu yang membuat Cathlyne tidak bisa menahan emosi nya lalu Cathlyne memutar badannya lalu melangkahkan kaki nya ke depan gadis itu


Plakkk


"Lanjut lagi dong, gue mau denger" kata Cathlyne yang membuat gadis itu meringis kesakitan karna ditampar tanpa mau menjawab perkataan Cathlyne


Plakkk


"Kenapa? Mulut lo gak bisa ngomong lagi ya?" tanya Cathlyne menampar gadis itu di pipi yang satu nya


Plakkk


"Lo mau gue bikin malu trus gue suruh Rey keluarin lo dari sini?!" kata Cathlyne yang menampar gadis itu untuk ketiga kalinya yang membut gadis itu hanya diam menahan rasa sakitnya


Plakkk


"Tadi lo ngomong apa? Gue jal*ng?! Trus apa kabar lo?! Jal*ng teriak jal*ng. Kenapa?! Sekarang lo dah ngak laku? Makanya lo mo cari perhatian semua orang disini?! Lo mo cari cowo dari sini buat muasin lo diranjang?! Hah?! Oh gue tau, lo mo cari cowo disini karna cowo-cowo disini kaya-kaya semua, kasian banget sih lo?! Segitu miskinnya lo sampe harus cari uang pake jual diri?! Cih, menjijikan" kata Cathlyne yang berhasil membuat muka gadis itu merah padam menahan amarah. Sedangkan semua orang disitu hanya menertawakan gadis itu.


"Cewe sampah lo, mulut lo aja yang banyak bacot." teriak Gadis itu yang membuat Cathlyne bukannya takut malah tertawa


" Audrey Tiffany Sutomo. Owh Sutomo. Jadi lo mau gue berbuat sesuatu gitu?! Okay akan kita kabulin kan Rey? " kata Cathlyne yang mendapat anggukan dari Rey sedangkan Cathlyne saat ini sedang mengambil hp nya dari kantong nya lalu memanggil seseorang


"Halo, Ran" kata Cathlyne pada orang diseberang itu


"......"


"Gue mau kita batalin perjanjian kita dengan perusahaan Sutomo Company dan bikin perusahaan itu bangkrut kurang dari 1 hari. Mengerti?!"


"......."


"Gue tunggu kabar baik nya. Makasih Rendy"


Tutt Tutt Tutt


"Maksud lo apa, bikin perusahaan papa gue bangrut, gilak lo. Dasar cewe gak tau diri" bentak gadis itu yang bernama Audrey


"Kayaknya kurang deh, tunggu gue harus telpon seseorang lagi. Mungkin gue harus bikin temen-temen lo nyesal pernah punya temen pembawa sial kayak lo" kata Cathlyne lalu memencet nomor Bara yang membuat gadis itu mengendus kesal tapi dia saat ini tidak tau harus berbuat apa


"Halo"


"........"


"Gue mau, lo ngancurin basecamp geng Blackstone sekarang."


"......"


"Dan bikin ketua mereka babak belur dan bilang kalau semuanya ini terjadi karna anggota kesayangan mereka yang udah berani-berani ngelawan kita"


"......."


Tut Tut Tut


"Lo-"


"Gue kenapa? Kurang? Okay lah, kali ini giliran lo Rey" kata Cathlyne lalu Rey menganguk lalu maju kedepan gadis itu yang sekarang sedang menahan air matanya


"Mulai hari ini. Di sekolah Michiavelly gak akan ada yang namanya Audrey Tifany Sutomo. Karna sekarang, detik ini juga, lo dikeluarin dari sekolah karna membuat keributan " kata Rey lalu menggenggam tangan Cathlyne pergi dari situ


Sedangkan Audrey? Dia hanya menahan tangis dan rasa malu nya, tujuannya kesini buat mempermalukan mereka malah dia yang malu sampai-sampai tidak berani menaikan wajah nya. Saat ini Audrey sudah mendapat banyak sorakan dari murid-murid disitu.


Dan benar tidak beberapa lama papa nya menelpon Audrey agar pulang karna saat ini mereka harus pindah dari rumah mereka sekarang karna rumah nya sudah disita oleh bank karna tidak mampu membayar utang karna mereka sudah bangkrut. Dan setelah itu dia mendapat telpon yang mengatakan bahwa dia dikeluarkan dari BlackStone. Lengkap sudah penderitaan nya


Author POV end


Cathlyne POV


Saat ini gue udah ada dikantin dan sedang memakan mie ayam yang ditemenin oleh Rey yang saat ini sedang main hp.


"Weh mas, mode dingin nya dimatiin dong, sudah selesai masalahnya" kata gw sedangkan Rey hanya menaruh Hp nya lalu menaikan mukanya menantap gue dan menaikan satu alis seolah bertanya 'apa'


"Gak"kata gue judes


"Cih, dasar sok banget" gumam gue trus nerusin makan bakso


Saat ini Rey sedangkan memperhatikan gue, ada beribu-ribu pertanyaan di otaknya dan gue menyadari itu


"Sudah, jangan pikirin apa-apa tentang aku. Ribet" kata gue yang masih memakan bakso


"Sapa yang mikirin kamu. GE. ER" kata Rey dengan penekanan di kata geer


"Idih, aku dah tau dari muka mu, udah lah kamu gak bakalan ngerti sama hidup aku" kata gue


"Gak, aku cuma bingung aja, kok kamu bisa tau semua geng di Jakarta ini?! Trus lo bis-"


"Tuh kan, dengan kamu ngomong kek tadi berarti kamu membuktikan bahwa-"


"Ish, brisik banget sih, jawab aja bisa gak sih, gak usah pake ngebacot"kata Rey


"Idih, songong amat lo taik kucheng, klo lo bukan manusia dah gue timpuk pake batu 1 ton" gumam gue


"Kuping aku masih sehat jadi aku bisa denger yang kamu bilang" kata Rey


"Lah terus?"


"Cih,Udah jawab aja kali"


"Jawab apaan sih?!"


"Pertanyaan aku"


"Ishh, berisik tau gak nj*ng"


"Mulut mu"


"Kenapa mulut ku?"


"Satu....." Kata Rey menghitung yang berharap Cathlyne mau menjawab pertanyaannya


"Dua" kata gue acuh tak acuh


"Cathlyne" bentak Rey yang sudah jengah


"Cantik"


"Tau ah. SERAH" Kata Rey yang sudah jengah dengan perdebatan ini lalu kembali memainkan hp nya


"Idih, pake ngambek segala. Ribet banget jadi cowo"gumam gue


"Udah gue bilang, hidup gw itu RIBET. Susah klo mo di jelasin. Tapi klo maksa yaudah ntar gue ceritain tapi NANTI" kata gue lembut supaya tu sih makhluk astral ngerti


"Iyaiya. Oh iya, hari ini kamu ada acara ngak? " tanya Rey


"Ehmm, ada" kata gue.


"Kemana? sama siapa?" tanya Rey sedangkan Cathlyne hanya menatap Rey


"Ihhhh, ribut banget sih kamu. aku pergi buat ketemuan sama cowo gue puas?!" kata gue. Gue memang sengaja bikin Rey jealous


"Oh. Yaudah" kata Rey lalu kembali memainkan hp nya sedangkan gue? Gue hanya bingung kenapa Rey gak cemburu. Biasanya klo denger gw jalan ama cowo lain pasti udah kayak orang kebakaran jenggot.Rencana gue batal jadinya


"Rey, kok kamu gak jealous sih?! Biasanya ngambek" kata gue kesel


"Ngapain jealous. Aku tau kok jelas-jelas kamu bohong kok" kata Rey santai


"Idih, sota(sok tau) banget sih kamu. Yaudah jangan nyesal" kata gue trus berdiri dan balik kekelas. Dan Rey hanya melihat kepergian gue sekilas lalu kembali memainkan hp nya.


"Lucu" batin Rey