This Cool Prince Is Mine

This Cool Prince Is Mine
Savior



.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Author POV


BRUAKKKKK


"BAJ*NGAN LO ANJ*NG"


Suara orang itu membuat kedua manusia itu menoleh kearahnya. Cathlyne sungguh bersyukur karna orang itu dateng tepat waktu.


"Bryannnnnn" teriak Cathlyne yang langsung mendorong Axel dan lari menuju Bryan dan memeluknya


"Bryan, gu....e hiks....takut banget hiks" tangis Cathlyne pecah dipelukan Bryan, kakaknya yang dateng tepat waktu


"Tenang, i'm here Cath" kata Bryan menenangkan adik nya yang saat ini menangis dipelukannya lalu memakaikan jaket ke tubuh Cathlyne


"Lo! gue gak nyangka kalo lo bakalan lakuin hal naj*s kek gini" lanjut Bryan sambil menatap Axel yang saat ini hanya duduk dipinggir kasur dengan seringaian nya yang bukannya menakutkan bagi Bryan malahan menjijikan.


"Hahaha, lucu banget sih lo. Lo kan yang ngedeketin gue sama adik lo? Dan ini jadinya" kata Axel sambil berdiri dari duduknya


"Ya, gue yang ngedeketin lo ama Cathlyne, tapi sebelum gue tau kalo lo itu cowo brengs*k" kata Bryan yang sudah mulai emosi dengan posisi masih memeluk Cathlyne yang masih nangis seengukan


"Bukan gue yang brengs*k, tapi adek lo yang brengs*k" kata Axel yang mulai melangkahkan kaki nya kearah Bryan, No lebih tepatnya kearah Cathlyne


"Jaga ucapan lo bangs*t!!!" Teriak Bryan yang sudah emosi


"Upz, sorry. Sebagai permintaan maaf gue, gue bakalan ngasih lo keponakan dari rahim Cathlyne , soo lepasin Cathlyne dan kasih ke gue sekarang" kata Axel yang mulai ingin menyentuh Cathlyne namun terhalang karna dia menerima cekikan dan dorongan dari seseorang yang baru saja dateng


"BANCI" Kata orang itu sambil mencekik Axel sambil mendorongnya hingga mentok ke dinding


"Cih, Cathlyne lo beruntung banget ya, banyak banget yang ngebelain lo dari kakak SOK CARE sampe cowo yang suka IKUT CAMPUR URUSAN ORANG" Kata Axel yang membuat dia mendapatkan cekikan yang lebih kuat


"SAMPAH kayak lo harus buang ketempat yang paling jauh" kata orang itu dengan cekikan yang semakin kuat hingga membuat wajah Axel memerah karna hampir kehabisan nafas


"Cih, LO YANG SAMPAH REYNALD" Kata Axel dengan smirknya. Rey yang melihat itu pun langsung melepas kan cekikannya sehingga Axel bisa bernapas bebas lagi.


Rey membalikan setengah badannya berbalik melihat Cathlyne yang masih menangis dipelukan Bryan membuatnya emosi sampe ke ubun-ubun. Dia membalikan badannya menghadap Axel yang masih mengatur napas nya dan


Buack


"Brengs*k"


Buack


"Baj*ngan"


Buack


"B*ngsat"


Buack


"Lo gak pantes hidup" kata Rey setelah memukul Axel abis-abisan


"Hahaha kalian semua yang seharusnya mati" teriak Axel yang membuat Rey semakin ingin menghabisi nya. Rey pun mengangkat tangan nya berniat memukul wajah baj*ngan itu.


"STOP" Teriak Cathlyne yang saat ini sudah menghapus air mata nya.


"Cath?" Tanya Bryan yang masih bingung apa yang ingin dilakukan adek nya itu. Sedangkan Cathlyne hanya mengangguk meyakinkan kakaknya itu agar tidak usah khawatir.


Cathlyne melangkahkan kaki nya kearah Axel. Dia menurunkan tangan Rey yang tadi nya ingin memukul wajah Axel. Saat ini dia sudah duduk menghadap orang yang tadi hampir memperkosanya.


"Kenapa lo sudah berubah fikiran sekarang? Lo sudah mau ngandung anak gw?" Tanya Axel dengan senyumannya yang hanya dibalas dengan wajah datar Cathlyne


Plakkk


"Lo udah nyia-nyiain kesempatan kedua dri gue. Awalny gue mau jadiin lo sahabat terbaik gue. Gue udah nyaman sama kehadiran lo dihidup gue. Gue udah nyaman sama lawakan lo, perhatian lo. Tapi lo hancurin semua nya. Kedudukan lo dihidup gue berubah Dari orang yang gue anggap special jadi sampah yang paling gue benci." Kata Cathlyne setelah menampar Axel dan sesekali menghapus air matanya.


"Lo berubah Xel. Sekarang lo pilih, lo mau gue laporin ke polisi karna kasus pemerkosaan dan lo bakalan dipenjara atau lo pergi dari hidup gue dan gak pernah nunjukin muka lo lagi" lanjut Cathlyne.


"Sorry Cath, gu-"


"Gue gak butuh ucapan maaf dari lo, gue cuma mau lo pilih masuk penjara ato pergi" kata Cathlyne dengan muka dtar dan tatapan membunuh nya


"Ok. Gue bakalan pergi, tapi gue gak janji buat gak balik lagi. Suatu hari gue bakalan dateng lagi buat ngehancurin kalian berdua " kata Axel sambil menunjuk Cathlyne dan Rey


"I'll wait. Sekarang mending lo pergi" kata Cathlyne yang langsung dituruti oleh Axel. Setelah Axel pergi, Cathlyne langsung terduduk dan menangis, LAGI.


"It's okay. I'm here" kata Rey sambil memakaikan jaketnya pada Cathlyne


"Dia jahat Rey." Kata Cathlyne menahan tangis nya


"Just cry" kata Rey yang menarik Cathlyne kepelukannya yang membuat Cathlyne nangis sejadi-jadi nya.


"Thanks Rey, kalo lo gak kasih tau, mungkin gue gak bakalan tau soal seberapa brengsek Axel itu." Kata Bryan


"My pleasure" kata Rey


"Rey! Cathlyne! Kalian gkpp?!" Tanya Juna yang baru saja masuj kedalam kamar


"Kalian gkpp?" Tanya Nathan


"I'm fine" kata Rey


"Kok kalian ada disini?!" Tanya Cathlyne


"Mereka yang bantuin kita ngelawan anak buah Axel" kata Bryan


"Hah?" Kata Cathlyne yang masih tidak mengerti


FLASHBACK ON


Tidak lama setelah Rey menelfon Nathan, mobilnya sudah di kepung oleh motor-motor yang Rey tau.


Rey menelfon seseorang yang baru dia kenal kurang dari 2 jam.


"Bang adek lo dalam bahaya"


"...."


"Ntar gue sendlock. Pasti kan lo cepet"


"...."


"Ok, i'll wait"


Tut tut tut


Rey pun masih berusaha menghindari motor-motor yang membuatnya muak, untung saja Nathan dan anggota DarkLion cepat sampai jadi mereka yang menangani motor-motor tersebut sedangkan Rey kembali menancapkan gas menyusul mobil Axel


Hingga akhirnya Rey menemukan sebuah rumah yang dia yakini adalah tempat Axel membawa Cathlyne terbukti dari mobil Axel yang terparkir rapi di depan rumah itu. Tak beberapa kemudian Bryan dateng dengan tergesa-gesa dan mereka langsung saja mendobrak semua pintu di rumah itu hingga akhirnya mereka menemukan kamar dimana Cathlyne berada


"******** LO ANJ*NG" Teriak Bryan yang melihat adik nya hampir diperkosa oleh orang yang bisa dibilang temannya.


FLASHBACK OFF


"Thanks ya guys, kalo kalian gak dateng mungkin gue ud-"


"Gak usah diungkit lagi. Gue gak suka" kata Rey memotong omongan Cathlyne


"Iya Cath, gak usah diomongin lagi bikin kita emosi aja nginget si ****** curut itu" kata Aldo


"Makasih ya guys. I'm so thankfull" kata Cathlyne tersenyum


"Yaudah yuk balik" ajak Bryan


"Yaudah, kita duluan ya" kata Nathan


"Iya bener" kata Aldo mengiyakan ucapan Nathan


"Yaudah dek, lo balik ama Rey aja ya, soalnya gue pake motor sedangkan Rey pake mobil. Kasian lo nya klo balik pake motor" kata Bryan yang diangguki oleh Cathlyne


"Yaudah gue kedepan duluan nya " lanjut Bryan lalu keluar dari kamar diikuti Juna, Nathan dan Aldo. Dan sekarang tersisa Rey dan Cathlyne disini


"Kenapa?" Tanya Rey dengan posisi menghadap Cathlyne yang sedang duduk karna kaki nya lemas


"Kenapa apa?" Tanya Cathlyne yang tidak mengerri pertanyaan Rey


"Kenapa lo ikut dia?" Kata Rey


"Dia ngajak gue pulang dan gue pikir ini waktunya buat kasih tau dia kalo gue lebih milih lo"kata Cathlyne dengan wajah yang menghadap ke lantai


"Lo harusnya pulang bareng gue" kata Rey sambil mengangkat wajah Cathlyne agar dia bisa melihat wajah Cathlyne dengan jelas


"Gue yang salah. Gue yang egois. Gue yang gak tau di-"


CHUPP


"Lo gak salah apa-apa. Dia yang salah" kata Rey setelah menghentikan omongan Cathlyne dengan cara mengecup bibir Cathlyne singkat.


"Tapi emang gue yang sal-"


CHUPP


"Sekali lagi lo bilang kalo lo yang salah, jan salahin gue perkosa lo disini" kata Rey setelah mengecup bibir Cathlyne lagi yang sudah menjadi candu bagi nya.


"Jahat lo. Itu first kiss gue tau" kata Cathlyne dengan wajah marah, kesal, plus malu


"Hah? Serius?!" Tanya Rey


"Iyalah, beg* lo" kata Cathlyne kesel


"Lo gak pernah ciuman?"


"Enggak lah oon" kata Cathlyne dengan wajah cemberutnya


"Bagus deh" kata Rey yang membuat Cathlyne melongo


"Bangs*t lo Anj-"


CHUPP


"Gak boleh ngomong kasar" kata Rey


"Ishhh, ngeselin banget sih lo, udah 3 kali loh lo nyium gue" kata Cathlyne lalu berdiri dan meninggalkan Rey yang saat ini masih saja tersenyum


DiMobil


"Rey." Panggil Cathlyne yang hanya mendapat deheman dari Rey


"Kok lo bisa kenal ama Bryan?!" Tanya Cathlyne


"Ketemu"


"Dimana?"


"Sekolah"


"Kapan?!"


"Pulsek"


"Oh"


"I"


"Hah?"


"I love"


"Hah?"


"I love u"


Kata-kata Rey itu berhasil membuat Cathlyne kicep. Cathlyne yang mendengar itu hanya diam merasakan pipinya yang mulai memanas dan hanya dapat tersenyum.


"Tapi gue enggak" kata Cathlyne. Karna memang dia belum merasakan itu


"Someday you will" kata Rey


"I wish"


"I wish it too"


"Ceritain dong gimana lo ketemu ama Bryan"


FLASHBACK ON


Saat ini Rey sedang berjalan ke mobilnya. Tapi suara seseorang menghentikannya.


"Lo!" Panggil seseorang yang membuat Rey menoleh dan menaikan satu alisnya


"Tunggu tunggu, lo yang nganterin nasgor kerumah gue kan?" Tanya orang itu


"Rumah? Lo?" Tanya Rey


"Iya. Lo temennya adek gue Cathlyne kan?!" Tanya orang itu


"Oh, iya. Gue Rey" kata Rey memperkenalkan diri


"Bryan. Oh ya btw ini no gue sapa tau kita bisa hangout" kata Bryan memberikan no nya yang langsung diambil oleh Rey


"Oh iya, hampir gue lupa. Lo liat Cathlyne gak?" Tanya Bryan


"Dah pulang" kata Rey


"Oh gitu. Yaudah gue balik duluan ya." Kata Bryan lalu meninggalkan Rey


FLASHBACK OFF


"Nanti aj" kata Rey yang mengingat cerita itu


"Pelit"


"Serah"


"Idih untung cowo, klo cewe dah gue jambak rambutnya" gumam Cathlyne yang membuat Rey tersenyum tipis SANGAT TIPIS