Reincarnated Hero To A Demon Lord

Reincarnated Hero To A Demon Lord
Ep.91 Bersiap Pergi



"Hari ini ada ingin melakukan apa, tuan.....?" Ucap Fav. "Hmm.... sepertinya hari ini kita akan pergi, pergi ke kota terdekat" ucap hito. "Baiklah, saya akan membangunkan yang lainnya" ucap Fav. "Jangan, biarkan saja, tidur yang nyenyak bisa membuat tubuh lebih fit" ucap Hito. "Baiklah.... sesuai keinginan anda" ucap Fav.


Hito kemudian menyiapkan tempat untuk menyalakan api. "Tuan.... biarkan saya bantu" ucap fav yang ingin membatu Hito. "Tidak, kau tetaplah di sana, aku bisa menyiapkan sendiri" ucap Hito. "Baiklah......" ucap fav yang sedih karena tak bisa membantu Hito. Setelah menyiapkan tempat, hito menaruh tempurung kura kura di atas tempat menyalakan api.


Setelah itu Hito menyalakan api, setelah api menyala, hito menambahkan minyak ke dalam tempurung kura kura. Setelah itu Hito mengeluarkan keong yang dapatkan beberapa saat lalu, setelah itu Hito mengeluarkan keong dari cangkangnya. Setelah itu Hito memotong motong kotak kotak dan kemudian menggorengnya.


Hito menggoreng tak lama cuma untuk sedikit matang, kemudian hito menambahkan air yang cukup banyak. Setelah itu hito membuahkan saus tiram dan garam secukupnya. "Baiklah, sudah cukup tinggal menunggu matang" ucap Hito. "Tuan, apakah anda pernah membuat makanan dari tumbuhan.....?" ucap Fav.


"Hmm.... entahlah, kalau kau mau aku bisa buatkan beberapa" ucap Hito. "Tidak, saya tak terlalu suka tumbuhan, karena saya karnivora" ucap Fav. "Apa salahnya, makan sayur sesekali kalau ada jamur akan ku buatkan steak jamur" ucap Hito. "Steak.....? makanan manusia yang keras itu.....?" ucap Fav. "Keras.....? ah, sepertinya orang orang sini tak banyak yang bisa mengolah dengan baik" ucap Hito.


"Omong omong kapan kau akan membuat steak .....?" ucap Sierra. "Ah.... nih orang kalau mencium bau makanan langsung bangun" ucap Hito. "Hehe.... habisnya makanan yang kau buat sangatlah enak....." ucap Sierra. "Betul sekali, kalau aku jadi bangsawan aku akan menjadikan mu chef pribadi ku" ucap Sierra. "Ya.... setelah kau mengajakku akan ku hancurkan tempat mu hingga rata dengan tanah" ucap Hito.


"Ayolah jangan begitu, biarkan aku sedikit berimajinasi" ucap Sierra. "Akan ku carikan tanaman beracun yang bisa membuat mu berhalusinasi bisa menjadi bangsawan" ucap Sierra. "Pala kau......! siapa yang mau jadi orang gila demi melihat mimpi yang takkan menjadi nyata" ucap Sierra. "Hahahaha.... begitukah, baiklah....." ucap Hito yang sambil tertawa.


Dan tak lama kemudian, semuanya pun bangun. Setelah semuanya bangun, hito di bantu fav menyiapkan makanan dan alat makan. Setelah itu mereka makan sup daging keong hangat di pagi hari di tepi pantai yang udaranya sepoi sepoi dingin. "Huft.... enak sekali, makanan hangat di tempat seperti ini" ucap Sierra. "Ya.... aku sangat menyukainya" ucap alef.


"Kemudian setelah ini kau bekerja menjadi tunggangan, antarkan kita ke kota" ucap ucap Hito. "Jadi hari ini kita akan pergi, si Felicia ikut.....?" ucap alef. "Mau aku bilang berapa kali.....?! dia ikut kita" Ucap Hito. "Maaf maaf, siapa tau dia ga jadi ikut......" ucap alef. "Hadeh, ada ada saja kau ini....." ucap Sierra yang sambil menghela nafas. "Oh ya, tuan saya ingin bertanya sesuatu" ucap Katla.


"Silahkan saja,kau mau tanya apa.....?" ucap Hito. "Hmm..... apa yang akan kita lakukan fi kota.....?" ucap Katla. "Pertanyaan bagus, aku mau mencari alat masak yang bagus, dan menjual beberapa macam bahan" ucap Hito. "Jadi kau mau menjual sesuatu.....?" ucap Sierra. "Ya.... kau kira kita tak butuh uang.....? bodoh sekali kau ini....." ucap Hito.


"Kau membuat teh ternyata, aku kira kau kemana" ucap Hito. "Saya sudah senang bisa membantu anda, jadi saya ingin bisa membantu anda" ucap fav. "Oh ya.... apakah aku tak masalah ke tempat manusia......?" ucap Felicia. "Ah.... aku baru ingat kalau kau iblis, tapi bukankah kau bisa menggunakan sihir untuk menyembunyikan tanduk mu.....?" ucap Hito.


"Ah.... maafkan aku, aku hanya ada Sihir untuk bertarung, tak ada sihir menyembunyikan penampilan" ucap Felicia. "Ah..... baiklah aku yang akan menggunakan sihir padamu" ucap Hito. "Sihir, Concealment" Hito menggunakan sihir dan seketika penampilan Felicia terlihat seperti manusia. "Woah... keren, dia terlihat seperti manusia dan cantik pula....." ucap Sierra.


"Hadeh, bukankah dari awal dia cantik.....?" ucap Hito. "Eh.....?! aku cantik.....?" ucap Felicia yang seketika langsung malu malu. "Iya aku tak bohong..... Alef siapkan tunggangan" ucap Hito. Hito dan fav membersihkan alat makan, Alef menyiapkan tunggangan, Sierra dan Katla membereskan tempat itu, sedangkan Felicia jongkok dan kedua tangannya menyentuh pipinya.


"Ah.... aku cantik.....? padahal dulu tak ada yabg menganggap diri ku cantik......? atau jangan jangan......." batin Katla yang sambil memikirkan hal yang tidak tidak. Setelah beberapa saat, alef sudah siap dan yang lainnya juga siap. Fav, Katla, Sierra dan alef sudah naik, sedangkan Felicia masih jongkok sambil melamun.


"Hadeh, belum apa apa sudah rindu tempat" ucap Hito yang sambil mendekati Felicia. "Oi.... ayo berangkat, apakah kau tak ikut.....?" ucap Hito yang sambil mengetuk pundak Felicia. "Ah.....?!! a-aku ikut juga....." ucap Felicia yang langsung berdiri. "Baiklah, ayo berangkat" ucap Hito yang kemudian menggendong Felicia dengan gendongan tuan putri.


Setelah itu, hito langsung melompat ke atas Golem. "Ayo.... gas maju, ngebut.....!!" ucap Hito. "Siap kapten, gaskan.....!!" ucap jaka yang kemudian Golem pun bergerak cukup cepat. Mereka duduk di atas Golem, alef menjalankan Golem untuk ke tempat terdekat. "Hey, Felicia tadi kau kenapa melamun.....?" ucap Hito. "Iya.... bisa saja kau tertinggal loh....." ucap Sierra. "Iya, untungnya tadi tuan sadar kalau kamu belum naik" ucap Katla.


"Sial.... beraninya dia membuat tuan menggendong dirinya.....!!" batin Fav. "Hahaha.... hampir saja....." ucap alef. "M-maaf aku tak sengaja" Ucap Felicia. "Kami tak ingin kau meminta maaf, cuma ingin kau sedikit berhati hati mulai sekarang....." ucap Hito. "Baik, aku akan lebih berhati hati dan tak seperti tadi....." ucap Felicia.


"Ya.... bagus seperti itu, oh ya.... alef kalau ada desa kita berhenti di sana sebentar" ucap Hito. "Ya.... tapi kenapa.....? bukankah lebih enak kalau langsung ke kota.....?" ucap alef. "Tidak, ke desa dulu kemudian menuju ke kota, ingat ke desa dulu" ucap Hito. "Sesuai keinginan anda, kapten......" ucap alef. "Kenapa kau memanggilku kapten.....?" ucap hito. "Ah.... itu karena anda pemimpin, aku cuma akan mengikuti kata kata anda sebagai pengemudi" ucap alef.